Trading Opportunity Pair (TOP)
Market Summary
Pada awal pekan ini, pasangan mata uang EUR/USD menunjukkan pergerakan dalam kisaran yang sempit, di bawah level kunci 1,0900 selama jam perdagangan Eropa. Dollar AS melemah mendekati level terendah lima bulan terhadap mata uang utama lainnya, dipengaruhi oleh ketidakpastian kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump dan data ekonomi yang lemah dari AS.
Di sisi lain, Euro tetap kuat setelah perkembangan positif di Jerman. Partai-partai politik di negara tersebut mencapai kesepakatan fiskal besar pada Jumat lalu, yang mencakup pembentukan dana infrastruktur senilai 500 miliar Euro dan revisi aturan pinjaman yang selama ini membatasi fleksibilitas fiskal Jerman. Kesepakatan ini diharapkan dapat disetujui oleh parlemen minggu ini dan diproyeksikan akan mendorong pertumbuhan ekonomi terbesar di Eropa tersebut.
Selain itu, kebijakan baru Jerman yang diprediksi meningkatkan pengeluaran pertahanan memberikan optimisme terhadap prospek ekonomi zona Euro. Hasil survei Reuters menunjukkan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi zona Euro untuk tahun 2026 meningkat menjadi 1,3% dari 1,2% pada bulan sebelumnya, seiring optimisme terhadap reformasi utang di Jerman. Namun, peningkatan ekspektasi inflasi akibat kebijakan tersebut bertentangan dengan pendekatan ekspansi moneter yang saat ini diambil oleh Bank Sentral Eropa (ECB).
Sementara itu, fokus utama pasar minggu ini tertuju pada keputusan kebijakan moneter Federal Reserve AS yang akan diumumkan pada Rabu. Meskipun The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 4,25%-4,50%, perhatian investor tertuju pada dot plot yang mengindikasikan pandangan para pejabat tentang arah suku bunga di masa mendatang. Selain itu, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell mengenai prospek ekonomi AS akan menjadi sorotan, terutama mengingat ketidakpastian yang disebabkan oleh kebijakan tarif Trump.
Kebijakan tarif AS yang tidak menentu menimbulkan kekhawatiran akan dampak inflasi yang berpotensi melemahkan daya beli rumah tangga, yang pada gilirannya dapat membebani Dollar AS. Ancaman perang tarif antara AS dan Uni Eropa juga menjadi risiko besar bagi Euro. Pekan lalu, Trump mengancam akan menerapkan tarif 200% pada alkohol Eropa sebagai tanggapan atas usulan Uni Eropa untuk mengenakan tarif pembalasan terhadap baja dan aluminium dari AS.
Di sisi geopolitik, meningkatnya harapan untuk gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina telah menambah daya tarik Euro. Pertemuan antara Donald Trump dan Vladimir Putin yang dijadwalkan pada Selasa mendatang untuk membahas perdamaian di Ukraina menjadi faktor tambahan yang mempengaruhi sentimen pasar.
Dalam kondisi seperti ini, EUR/USD cenderung bergerak dalam kisaran terbatas, dengan faktor-faktor fundamental di kedua sisi yang masih menunggu kepastian lebih lanjut.
Fokus pasar kini tertuju pada data penjualan ritel AS yang dijadwalkan dirilis hari ini. Data tersebut menjadi penentu penting bagi prospek dollar, terutama mengingat penurunan tajam dalam survei kepercayaan konsumen baru-baru ini.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan EUR/USD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 1.0865. Selama harga bertahan di atas level tersebut, arah pergerakan selanjutnya diperkirakan akan naik menuju resistance di kisaran 1.0895-1.0925.
Sebagai skenario alternatif, jika harga bergerak turun di bawah 1.0865, maka arah pergerakan berikutnya diproyeksikan akan melemah menuju support di kisaran 1.0845-1.0830.
Resistance 1: 1.0895, Resistance 2: 1.0910, Resistance 3: 1.0925
Support1: 1.0865, Support 2: 1.0845, Support 3: 1.0830