Trading Opportunity Pair (TOP)
Market Summary
Pasangan mata uang GBP/USD melemah mendekati level 1.2650 pada perdagangan Eropa hari Kamis, seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian kebijakan tarif yang diusung oleh Presiden AS, Donald Trump. Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik ke kisaran 106.70, memberikan tekanan lebih lanjut pada Pound Sterling.
Ketidakpastian global meningkat setelah Trump mengumumkan rencana tarif baru terhadap Uni Eropa. Ia menyebutkan bahwa tarif sebesar 25% akan diberlakukan pada sektor otomotif dan berbagai produk lainnya. Langkah ini memperkuat ketegangan dagang yang sebelumnya telah meningkat akibat tarif 10% yang diberlakukan terhadap impor dari China. Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, risiko perlambatan ekonomi global semakin besar.
Di sisi lain, keputusan Trump untuk memperpanjang batas waktu pemberlakuan tarif terhadap Kanada dan Meksiko hingga 2 April menambah ketidakpastian kebijakan perdagangan AS. Sebelumnya, tenggat waktu tarif terhadap kedua negara ini telah beberapa kali diundur seiring dengan negosiasi terkait pengamanan perbatasan dan penyelundupan fentanyl.
Dari perspektif ekonomi domestik AS, pelemahan Dolar sempat terlihat akibat data ekonomi yang mengecewakan. Indeks PMI Jasa S&P Global AS mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, sementara data Kepercayaan Konsumen Februari juga mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mulai memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan Juni, dengan probabilitas pemangkasan mencapai 68% menurut CME FedWatch Tool.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati data ekonomi utama AS, termasuk pesanan barang tahan lama, klaim pengangguran mingguan, serta data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal terakhir 2024 yang akan dirilis Kamis ini. Selain itu, indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), yang merupakan indikator inflasi pilihan The Fed, akan dirilis pada hari Jumat dan berpotensi memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter ke depan.
Sementara itu, investor juga akan memperhatikan hasil pertemuan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dengan Presiden Trump. Pembahasan mengenai kebijakan perdagangan antara kedua negara menjadi sorotan utama, mengingat Inggris merupakan mitra dagang terbesar kelima bagi AS. Trump sebelumnya menyatakan optimisme terhadap kerja sama dengan Inggris dan belum menunjukkan indikasi akan menerapkan tarif terhadap negara tersebut. Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, juga menyatakan keyakinannya bahwa hubungan perdagangan dan investasi antara kedua negara tidak akan terganggu oleh kebijakan pemerintahan AS yang baru.
Analisis Teknikal
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa GBP/USD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.2690. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, pasangan ini berpotensi melanjutkan penurunan menuju area support di kisaran 1.2615–1.2580.
Namun, Sebagai alternatif skenario, jika harga berhasil menembus di atas 1.2690, maka tren berpotensi berbalik bullish dengan target kenaikan menuju resistance di kisaran 1.2720–1.2740.
Resistance 1: 1.2690, Resistance 2: 1.2720, Resistance 3: 1.2740
Support1: 1.2615, Support 2: 1.2600, Support 3: 1.2580