Market Summary
Peluang Trading GBP/USD terlihat setelah pound sterling bergerak relatif stabil di atas level 1,34 terhadap dolar AS. Mata uang Inggris tersebut sedikit menguat dari level terendah empat pekan di sekitar 1,338 yang tercapai pada 15 Januari. Pasar mencerna rilis data ketenagakerjaan Inggris di tengah ketegangan geopolitik global yang masih menekan dolar AS.
Pergerakan yang terbatas ini mencerminkan sikap wait and see investor. Pound tidak mendapat dorongan kuat, namun pelemahan juga tertahan karena dolar AS kehilangan momentum.
Data Ketenagakerjaan Inggris Menahan Volatilitas
Tingkat pengangguran Inggris tercatat 5,1% dalam tiga bulan hingga November, tidak berubah dari periode sebelumnya dan sedikit di atas ekspektasi pasar sebesar 5,0%. Angka ini bertahan di level tertinggi sejak Maret 2021. Jumlah pengangguran meningkat 103 ribu orang menjadi 1,84 juta, dengan kenaikan terjadi di seluruh kategori durasi pengangguran.
Sementara itu, total jumlah pekerja naik 82 ribu menjadi 34,303 juta. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan jumlah karyawan, meski pekerja mandiri penuh waktu menurun dan pekerja paruh waktu meningkat. Tingkat partisipasi angkatan kerja tetap stabil, sedangkan tingkat pengangguran ekonomi turun tipis.
Perlambatan Upah dan Dampaknya ke Pound
Pertumbuhan upah tahunan di luar bonus melambat menjadi 4,5%, yang merupakan laju terendah sejak April 2022. Perlambatan ini mengurangi tekanan inflasi dari sisi tenaga kerja dan berpotensi membatasi ekspektasi kebijakan moneter ketat Bank of England.
Kondisi tersebut membuat pergerakan pound cenderung terbatas, namun tetap membuka Peluang Trading GBP/USD bagi trader jangka pendek yang memanfaatkan reaksi pasar terhadap data ekonomi lanjutan.
Tekanan Dolar AS dari Isu Tarif dan Politik
Indeks dolar AS turun ke bawah level 99 seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Eropa. Pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait rencana pembelian Greenland serta ancaman tarif tambahan terhadap sejumlah negara Eropa memicu penurunan kepercayaan terhadap aset berbasis dolar.
Tekanan pada dolar ini membantu pound bertahan, meski potensi eskalasi konflik dagang dapat berdampak besar pada Inggris sebagai salah satu eksportir utama ke AS. Investor kini menanti rilis data penting AS, termasuk indeks harga PCE, estimasi PDB, PMI, dan survei sentimen konsumen, yang berpotensi memengaruhi arah Peluang Trading GBP/USD dalam waktu dekat.
Analisis Teknikal

Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih cenderung bullish. Level pivot utama berada di area 1.3430. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan masih terbuka. Target kenaikan terdekat berada di area resistance 1.3500. Jika momentum berlanjut, harga berpotensi menguji resistance berikutnya di 1.3520 hingga 1.3550.
Sebagai skenario alternatif, Trading Central mencatat potensi pelemahan jika harga turun menembus level 1.3430. Penurunan lanjutan dapat membawa GBP/USD menuju area support di kisaran 1.3410 hingga 1.3380.
Resistance 1: 1.3500 Resistance 2: 1.3520 Resistance 3: 1.3550
Support1: 1.3430 Support 2: 1.3410 Support 3: 1.3380
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
