Market Summary
Peluang Trading Minyak tetap terbuka meskipun harga minyak mentah WTI bergerak melemah tipis pada perdagangan Selasa. Harga sebelumnya mencapai puncak di sekitar $63,70 sebelum terkoreksi, tetapi masih bertahan dekat level psikologis $63,00. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar belum membentuk arah tren baru dan masih bergerak dalam kisaran perdagangan sepanjang Februari.
Volume perdagangan relatif rendah karena sebagian besar pasar Asia tutup selama libur Tahun Baru Imlek, sementara pasar Amerika Serikat baru kembali aktif setelah akhir pekan panjang. Pelaku pasar kini fokus pada hasil perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Jenewa. Hasil perundingan ini berpotensi menentukan arah pasokan minyak global dalam jangka menengah.
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa dirinya akan terlibat secara tidak langsung dalam negosiasi tersebut dan menegaskan bahwa Iran menunjukkan motivasi lebih besar untuk mencapai kesepakatan. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran menyampaikan bahwa posisi Amerika Serikat terhadap isu nuklir menjadi lebih realistis. Pernyataan ini meningkatkan harapan tercapainya kompromi yang dapat memengaruhi stabilitas pasokan energi global.
Namun, risiko tetap tinggi karena Amerika Serikat telah mengerahkan kapal induk ke Laut Arab. Langkah ini menegaskan bahwa opsi militer masih terbuka. Situasi ini menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi dan membantu menopang harga minyak meskipun tekanan fundamental lain muncul.
Rencana Kenaikan Produksi OPEC+ Batasi Kenaikan Harga
Faktor lain yang membatasi reli minyak datang dari potensi peningkatan produksi oleh OPEC+. Kelompok produsen minyak tersebut mempertimbangkan untuk melanjutkan kenaikan output mulai April guna mengantisipasi peningkatan permintaan selama musim panas di negara-negara Barat.
Ekspektasi kenaikan produksi ini meningkatkan proyeksi pasokan global dan menahan kenaikan harga minyak lebih lanjut. Pasar memperhitungkan bahwa peningkatan suplai dapat mengimbangi permintaan musiman, sehingga reli minyak cenderung terbatas dalam jangka pendek.
Kombinasi antara risiko geopolitik dan potensi kenaikan produksi menciptakan keseimbangan pasar yang rapuh. Kondisi ini memperbesar peluang pergerakan harga dalam kisaran tertentu sebelum muncul katalis baru.
Penguatan Dolar AS dan Kebijakan The Fed Jadi Faktor Penentu
Indeks dolar AS tetap menguat selama dua hari berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 97,20. Penguatan ini terjadi karena pelaku pasar bersikap hati-hati menjelang rilis risalah rapat Federal Reserve dan data ekonomi penting lainnya.
Menurut data dari CME Group, pasar memperkirakan kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Juni mencapai 52,7%, sementara peluang pada bulan Juli mencapai 42,7%. Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter ini berpotensi melemahkan dolar AS dalam jangka menengah, yang biasanya mendukung harga minyak.
Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, menyatakan bahwa data inflasi terbaru menunjukkan perkembangan positif sekaligus tantangan yang masih bertahan, terutama pada inflasi sektor jasa. Ia juga menegaskan bahwa pasar tenaga kerja tetap stabil dan suku bunga masih memiliki ruang untuk turun.
Namun, inflasi yang masih mendekati 3% menunjukkan bahwa proses penurunan inflasi belum sepenuhnya selesai. Situasi ini membuat arah kebijakan moneter tetap bergantung pada data ekonomi yang akan datang.
Prospek Harga dan Peluang Trading Minyak dalam Jangka Pendek
Peluang Trading Minyak saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi geopolitik, kebijakan produksi OPEC+, dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Harga minyak menunjukkan stabilitas relatif di atas level kunci, yang menandakan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mendominasi pasar.
Jika perundingan AS-Iran menghasilkan kesepakatan, pasar dapat melihat peningkatan ekspektasi pasokan, yang berpotensi menekan harga. Sebaliknya, jika ketegangan meningkat, premi risiko dapat mendorong harga kembali naik.
Selain itu, perubahan ekspektasi suku bunga Federal Reserve juga akan memainkan peran penting melalui dampaknya terhadap dolar AS. Pelemahan dolar cenderung mendukung kenaikan harga minyak, sementara penguatan dolar dapat menahan reli.
Dalam kondisi ini, Peluang trading minyak tetap menarik karena pasar berada di fase konsolidasi dengan potensi breakout setelah muncul katalis baru dari geopolitik atau kebijakan moneter.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai pergerakan US Oil masih berpotensi bullish dengan level pivot di 62,95. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang rebound tetap terbuka untuk menguji area resistance 63,55, kemudian 63,85, hingga 64,20.
Sebagai skenario alternatif, jika harga gagal bertahan di atas 62,95 dan bergerak turun menembus level tersebut, maka tekanan jual berpotensi meningkat dengan target penurunan mengarah ke area support 62,50–62,15.
Resistance 1: 63,55 Resistance 2: 63,85 Resistance 3: 64,20
Support1: 62,95 Support 2: 62,50 Support 3: 62,15
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
