Market Summary
Peluang trading silver menjadi perhatian pasar menjelang rilis data klaim pengangguran Amerika Serikat (Jobless Claims). Harga perak diperdagangkan di sekitar $83,5 per ounce pada Kamis, bergerak fluktuatif seiring penguatan dolar AS di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini memasuki hari keenam. Situasi tersebut menjaga ketegangan pasar karena risiko eskalasi konflik masih terbuka. Laporan terbaru menyebutkan kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut serangan itu sebagai aksi pertama terhadap musuh sejak Perang Dunia II.
Di sisi lain, Israel meluncurkan serangan baru ke beberapa wilayah Iran serta infrastruktur yang disebut terkait dengan Hezbollah di Beirut. Pemerintah Iran membantah laporan bahwa mereka menghubungi Amerika Serikat untuk pembicaraan damai dan menegaskan bahwa militer telah menyiapkan strategi untuk konflik jangka panjang.
Dolar Menguat di Tengah Risiko Geopolitik
Indeks dolar AS (DXY) bergerak naik mendekati level 99,00 pada awal sesi perdagangan Eropa. Ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya permintaan aset safe haven mendorong penguatan dolar.
Selain faktor geopolitik, kebijakan perdagangan juga memengaruhi sentimen pasar. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa tarif global sebesar 15% yang diumumkan Presiden Donald Trump diperkirakan mulai berlaku dalam waktu dekat. Penguatan dolar tersebut membatasi ruang kenaikan harga logam mulia, termasuk silver.
Data Ekonomi AS Masih Solid
Data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan aktivitas sektor jasa tetap kuat. ISM Services PMI naik menjadi 56,1 pada Februari dari 53,8 pada Januari, lebih tinggi dari perkiraan pasar di 53,5.
Data yang kuat ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS masih cukup solid. Pasar juga memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga hingga musim panas, meskipun Presiden Donald Trump terus mendorong penurunan suku bunga.
Fokus Pasar pada Data Jobless Claims
Menjelang rilis data tenaga kerja, Peluang trading silver akan sangat dipengaruhi oleh data Jobless Claims Amerika Serikat. Konsensus pasar memperkirakan angka klaim pengangguran berada di sekitar 215K, sedikit lebih tinggi dibandingkan data sebelumnya di 212K.
Data tersebut sering memicu volatilitas di pasar mata uang dan logam mulia. Jika klaim pengangguran meningkat lebih tinggi dari perkiraan, dolar bisa melemah dan membuka ruang kenaikan harga silver.
Sebaliknya, jika data tenaga kerja tetap kuat, Peluang trading silver berpotensi terbatas karena penguatan dolar dapat kembali menekan harga logam mulia.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 85,50. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan berpotensi berlanjut untuk menguji area support di 81,65, kemudian 79,50, hingga 78,00.
Sebagai skenario alternatif, jika harga berhasil bergerak naik dan menembus level 85,50, maka potensi kenaikan selanjutnya dapat mengarah ke area resistance di 86,70 hingga 88,50.
Resistance 1: 85,50 Resistance 2: 86,70 Resistance 3: 85,50
Support1: 81,65 Support 2: 79,50 Support 3: 78,00
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
