Trading Opportunity Pair (TOP)
Market Summary
Pergerakan pasangan mata uang USD/JPY pada awal pekan ini menunjukkan penguatan moderat Yen Jepang (JPY) yang didukung oleh aksi jual terbatas dollar AS (USD). Pasangan ini tetap berada di bawah level pertengahan 150-an selama sesi perdagangan Asia. Salah satu pendorong utama penguatan Yen adalah ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan melanjutkan kenaikan suku bunga, yang turut memperkuat imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB).
Namun, sentimen positif terhadap Yen dibatasi oleh kekhawatiran terhadap dampak kebijakan tarif AS, yang sebelumnya disampaikan oleh Gubernur BoJ, Kazuo Ueda. Ketidakpastian ini menahan pelaku pasar untuk menempatkan taruhan besar pada penguatan Yen. Di sisi lain, ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan kembali memangkas suku bunga membuat dollar AS kehilangan momentum lebih lanjut.
Dalam konteks domestik Jepang, diplomat mata uang terkemuka Atsushi Mimura menyoroti dampak signifikan nilai tukar terhadap inflasi dan pertumbuhan upah riil. Ia menyebutkan bahwa depresiasi 10% Yen berpotensi mendorong inflasi hingga 0,3%, sehingga memengaruhi daya beli masyarakat. Kebijakan suku bunga rendah BoJ selama ini dikritik oleh beberapa analis sebagai salah satu faktor melemahnya Yen, meskipun pemerintah Jepang terus mendorong kenaikan upah sebagai prioritas kebijakan utama.
Di sisi lain, data ekonomi Jepang menunjukkan pertumbuhan yang solid dan inflasi yang masih tinggi, mendukung spekulasi bahwa BoJ akan tetap mempertahankan sikap hawkish-nya. Meski begitu, BoJ menghadapi tekanan dari AS terkait anggapan bahwa kebijakan moneter Jepang berkontribusi pada pelemahan Yen, yang dianggap memengaruhi keseimbangan perdagangan global.
Tekanan terhadap USD/JPY juga berasal dari sisi dollar AS, yang kesulitan mempertahankan penguatannya setelah data inflasi AS menunjukkan pelonggaran. Indeks Harga Konsumsi Pribadi (PCE) inti AS turun dari 2,9% di Desember menjadi 2,6% di Januari, menambah ekspektasi bahwa Fed mungkin melanjutkan penurunan suku bunga pada pertengahan tahun. Fokus pasar kini tertuju pada data ekonomi AS, termasuk laporan ISM Manufacturing PMI dan Nonfarm Payrolls.
Analisis Teknikal
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/JPY masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 150.70. Selama harga tetap berada di bawah level tersebut, arah pergerakan diperkirakan akan terus turun untuk menguji area support di 150.00 hingga 149.30.
Sebagai skenario alternatif, jika harga berhasil menembus level 150.70 ke atas, maka arah pergerakan diperkirakan akan berlanjut naik menuju area 151.00 hingga 151.40.
Resistance 1: 150.70, Resistance 2: 151.00, Resistance 3: 151.40
Support1: 150.00, Support 2: 149.60, Support 3: 149.30