Market Summary
Peluang Trading USD/JPY menjadi sorotan setelah Bank of Japan menahan suku bunga acuannya di level 0,75% pada rapat kebijakan awal 2026. Keputusan ini sesuai ekspektasi pasar, mengingat BoJ baru menaikkan suku bunga 25 basis poin pada Desember lalu ke level tertinggi dalam 30 tahun.
Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, menyatakan bahwa bank sentral masih perlu mengevaluasi dampak kenaikan suku bunga sebelumnya sebelum melanjutkan pengetatan kebijakan. Ia menegaskan bahwa kondisi moneter tetap akomodatif, meskipun inflasi inti terus bergerak mendekati target 2%. Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen BoJ untuk menaikkan suku bunga secara bertahap, bukan agresif.
Meski begitu, komentar Ueda belum mampu menopang yen secara signifikan, yang justru melemah terhadap dolar AS dan mata uang utama lainnya. Hal ini memberikan peluang trading USD/JPY.
Tekanan Yen dan Faktor Politik Domestik Jepang
Yen terus berada di bawah tekanan setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengumumkan pemilu dadakan yang dijadwalkan berlangsung pada Februari. Pasar menilai meningkatnya popularitas Takaichi berpotensi memperbesar dukungan parlemen terhadap kebijakan fiskal ekspansif, termasuk pemotongan pajak dan peningkatan belanja pemerintah.
Kekhawatiran terhadap keberlanjutan fiskal Jepang mendorong volatilitas di pasar obligasi, dengan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang sempat melonjak ke level tertinggi. Kondisi ini memperkuat tekanan terhadap yen, yang telah melemah lebih dari 4% sejak Takaichi menjabat pada Oktober.
Otoritas Jepang tetap tidak mengungkapkan detail terkait kemungkinan intervensi di pasar valuta asing, sehingga pergerakan yen sepenuhnya dibaca sebagai respons pasar terhadap sentimen dan kebijakan.
Outlook Ekonomi dan Sikap Kebijakan BoJ
Dalam laporan proyeksi kuartalannya, BoJ merevisi naik perkiraan pertumbuhan ekonomi Jepang untuk tahun fiskal 2025 menjadi 0,9% dari sebelumnya 0,7%. Proyeksi pertumbuhan 2026 juga dinaikkan menjadi 1,0%. Sementara itu, proyeksi inflasi inti 2026 naik tipis menjadi 1,9%.
Bank sentral menilai stimulus fiskal pemerintah, subsidi energi, serta kesepakatan dagang antara Tokyo dan Washington akan menopang aktivitas ekonomi domestik. Keputusan suku bunga kali ini didukung oleh voting 8–1, dengan satu anggota dewan mendorong kenaikan suku bunga lebih lanjut, sementara mayoritas menilai risiko pertumbuhan dan inflasi masih relatif seimbang.
Dinamika Global dan Pergerakan Dolar AS
Di pasar global, dolar AS justru mengalami tekanan signifikan akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Greenland dan perubahan sikap kebijakan perdagangan memicu gejolak di pasar keuangan global.
Indeks dolar tercatat melemah tajam dan berada di jalur penurunan mingguan terdalam sejak Juni 2025. Pelemahan dolar ini sempat menahan laju penguatan USD/JPY, meskipun tekanan terhadap yen masih mendominasi pergerakan.
Pasangan USD/JPY terakhir bergerak di kisaran 158, dengan pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi respons otoritas Jepang apabila pergerakan mendekati level psikologis 160 per dolar.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai USD/JPY pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan pivot di 158,50. Selama harga berada di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan berlanjut menuju support terdekat di 157,75. Jika support ini ditembus, USD/JPY berpotensi melanjutkan pelemahan ke area 157,40 hingga 157,00.
Sebagai skenario alternatif, Trading Central mencatat bahwa pergerakan harga di atas 158,50 dapat membuka peluang kenaikan lanjutan. Area resistance terdekat berada di kisaran 158,75 hingga 159,20.
Resistance 1: 158,50 Resistance 2: 158,75 Resistance 3: 159,20
Support1: 157,75 Support 2: 157,40 Support 3: 157,00
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
