Pasar Global Menguat Usai Putusan Mahkamah Agung AS
Ringkasan Pasar & Proyeksi Ekonomi 23–27 Februari 2026 menunjukkan bahwa sentimen pasar bergerak positif setelah keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan kebijakan tarif impor oleh Donald Trump. Putusan ini langsung mendorong reli di pasar saham global karena pelaku pasar menilai hambatan perdagangan mulai mereda.
Dalam Ringkasan Pasar & Proyeksi Ekonomi 23–27 Februari 2026, indeks saham utama di Amerika Serikat ditutup menguat, dengan Dow Jones Industrial Average naik 0,47%, S&P 500 menguat 0,69%, dan Nasdaq Composite melonjak 0,90%. Kenaikan ini mencerminkan optimisme bahwa penghapusan tarif akan memperbaiki kinerja perusahaan.
Namun, Donald Trump menyatakan ketidaksetujuannya terhadap putusan tersebut dan berencana menerapkan tarif baru sebesar 10%, yang kembali memicu ketidakpastian di pasar.
Data Ekonomi AS Campuran: Pertumbuhan Lemah, Inflasi Menguat
Data terbaru menunjukkan ekonomi AS tumbuh melambat pada kuartal IV 2025 dengan laju 1,4%. Di sisi lain, tekanan inflasi justru meningkat, terlihat dari kenaikan indikator Personal Consumption Expenditures Price Index.
Kondisi ini memperumit langkah Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan moneter. Pasar menilai bahwa kombinasi pertumbuhan yang melemah dan inflasi yang meningkat dapat memperpanjang ketidakpastian kebijakan suku bunga.
Bursa Eropa Cetak Rekor Tertinggi
Pasar saham Eropa turut menguat signifikan. Indeks STOXX Europe 600 mencatat rekor tertinggi sepanjang masa, didorong oleh sentimen positif dari keputusan penghapusan tarif AS.
Kenaikan ini juga menjadi lonjakan mingguan terbesar sejak awal Januari, menunjukkan arus masuk dana yang kuat ke pasar saham kawasan tersebut.
Emas Menguat Didukung Safe Haven
Harga emas melanjutkan tren kenaikan dan diperdagangkan di sekitar $5.095 per troy ounce di pasar spot. Kontrak berjangka emas AS juga menguat ke kisaran $5.071.
Penguatan emas didorong oleh kombinasi data ekonomi AS yang lemah, inflasi yang meningkat, serta ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven.
Yield Obligasi Naik, Dolar Melemah
Imbal hasil obligasi pemerintah AS mengalami kenaikan terbatas. Yield obligasi tenor 10 tahun berada di kisaran 4,08%, sementara tenor 30 tahun naik ke sekitar 4,72%. Yield tenor 2 tahun juga menguat ke 3,48%.
Sementara itu, dolar AS melemah tipis terhadap mata uang utama lainnya, dengan indeks dolar turun ke sekitar 97,75. Euro menguat terhadap dolar, sedangkan dolar AS sedikit menguat terhadap yen Jepang.
Minyak Stabil, Kripto Menguat Moderat
Harga minyak mentah relatif stabil. Minyak mentah AS (WTI) berada di sekitar $66,39 per barel, sementara Brent diperdagangkan di kisaran $71,76 per barel. Stabilitas ini terjadi di tengah ekspektasi bahwa eskalasi konflik AS-Iran belum akan terjadi dalam waktu dekat.
Di pasar kripto, Bitcoin naik ke sekitar $67.690, sementara Ethereum menguat ke kisaran $1.969. Kenaikan ini sejalan dengan membaiknya sentimen risiko di pasar global.
WEEK AHEAD
(23 – 27 Februari 2026)
Week Ahead 23–27 Februari 2026
Pekan ini akan dipenuhi rilis data ekonomi penting, laporan keuangan korporasi besar, serta keputusan kebijakan moneter yang berpotensi menggerakkan pasar global. Perhatian utama tertuju pada kinerja sektor teknologi, khususnya laporan dari Nvidia yang menjadi indikator utama permintaan global terhadap teknologi kecerdasan buatan.
Selain itu, investor juga akan mencermati arah inflasi global serta sinyal kebijakan dari berbagai bank sentral di tengah kondisi ekonomi yang masih beragam.
Amerika
Di Amerika Serikat, musim laporan keuangan kuartal IV masih menjadi pendorong utama sentimen pasar. Sejumlah perusahaan besar dijadwalkan merilis kinerja, termasuk Berkshire Hathaway, Salesforce, dan HP.
Namun, perhatian terbesar tertuju pada Nvidia karena kinerjanya dianggap sebagai cerminan kekuatan permintaan AI global yang selama ini menopang reli saham teknologi.
Dari sisi ekonomi, pasar akan fokus pada data Producer Price Index (PPI) yang diperkirakan menunjukkan moderasi inflasi di tingkat produsen. Selain itu, data lain seperti kepercayaan konsumen, harga rumah, serta aktivitas manufaktur regional juga akan memberikan gambaran kondisi ekonomi terkini.
Pejabat Federal Reserve dijadwalkan menyampaikan pidato sepanjang pekan, setelah risalah pertemuan terakhir menunjukkan adanya perbedaan pandangan terkait arah suku bunga. Hal ini menandakan bahwa jalur kebijakan moneter masih belum sepenuhnya pasti.
Di kawasan Amerika lainnya, data Produk Domestik Bruto kuartal IV dari Kanada juga akan menjadi perhatian.
Eropa
Di kawasan Eropa, fokus pasar akan tertuju pada rilis data inflasi dari negara-negara utama seperti Jerman, Prancis, dan Spanyol. Inflasi di Jerman diperkirakan mendekati target European Central Bank, yang dapat memperkuat ekspektasi stabilisasi kebijakan moneter.
Selain inflasi, indikator kepercayaan bisnis dan konsumen juga akan dirilis. Indeks iklim bisnis Ifo di Jerman diperkirakan meningkat, mencerminkan perbaikan sentimen ekonomi. Namun, data pengangguran masih menunjukkan tekanan di pasar tenaga kerja.
Di Swiss, indikator ekonomi utama diperkirakan kembali melemah, sementara data tambahan seperti pendaftaran mobil dan survei ekonomi kawasan euro akan memberikan gambaran lebih luas terhadap aktivitas ekonomi regional.
Di Inggris, pasar akan mencermati data sektor ritel, kepercayaan konsumen, serta harga properti sebagai indikator daya beli masyarakat.
Asia Pasifik
Di kawasan Asia Pasifik, perhatian tertuju pada kebijakan moneter dan data inflasi. People’s Bank of China diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pinjaman utama, seiring pemulihan aktivitas ekonomi setelah libur Tahun Baru Imlek.
Di Jepang, data produksi industri diperkirakan menunjukkan peningkatan signifikan, didukung oleh aktivitas manufaktur yang membaik. Selain itu, data inflasi Tokyo akan menjadi indikator awal tekanan harga di negara tersebut. Sementara itu, Australia dijadwalkan merilis data inflasi yang diperkirakan sedikit menurun.
Data Mingguan Perdagangan Emas (16 – 20 Februari 2026)
Open : 5.034,48 High : 5.099,32 Low : 4.842,09 Close : 5.097,91 Range : 257,23
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 4.927 | R1 5.184 |
| S2 4.756 | R2 5.270 |
| S3 4.670 | R3 5.441 |
Gold Outlook : Bullish
Data Mingguan Perdagangan US Oil (16 – 20 Februari 2026)
Open : 62,98 High : 67,01 Low : 61,72 Close : 66,33 Range : 5,29
OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 63,03 | R1 68,32 |
| S2 59,73 | R2 70,31 |
| S3 57,74 | R3 73,61 |
Oil Outlook : Bullish
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
