Economic News & Analysis
Weekend Edition
Market Summary
Pasar saham Amerika Serikat dan Eropa mengalami kenaikan pada Jumat, menutup pekan yang penuh volatilitas dengan nada positif. Indeks Dow Jones dan S&P 500 mencatatkan kenaikan signifikan, masing-masing sebesar 1,65% dan 2,13%. Ini menandai penguatan harian terbesar sejak November tahun lalu. Nasdaq juga naik 2,61%, didukung oleh adanya “relief rally” setelah koreksi sebelumnya.
Penguatan ini terjadi meskipun ada kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari perang tarif yang terus berlanjut. Sebelumnya, Presiden AS mengancam tarif 200% pada produk anggur dan minuman keras Eropa, yang memicu respons balasan dari Eropa atas tarif AS untuk baja dan aluminium.
Di pasar Eropa, indeks STOXX 600 juga mencatatkan kenaikan sebesar 1,14%. Namun, secara mingguan, banyak indeks saham global, termasuk MSCI, masih membukukan penurunan terbesar sejak Desember tahun lalu.
Harga emas mencetak rekor baru, melampaui $3.000 per ons di awal perdagangan London sebelum kembali melemah menjadi $2.982,72 per ons. Secara keseluruhan, emas tetap naik hampir 14% sejak awal tahun, mencerminkan daya tariknya sebagai aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Harga minyak juga mengalami pemulihan pada Jumat, dengan Brent dan WTI masing-masing naik sekitar 1% menjadi $70,58 dan $67,18 per barel. Meski demikian, secara mingguan, pergerakan harga minyak relatif stagnan, karena investor terus memantau prospek penyelesaian perang di Ukraina yang dapat memengaruhi pasokan energi global.
Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah Jerman bertenor 10 tahun naik menjadi 2,876%, mencerminkan pergeseran sentimen investor menuju aset berisiko. Di AS, imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun naik menjadi 4,318%, seiring dengan berkurangnya permintaan untuk aset aman di tengah pemulihan pasar saham.
WEEK AHEAD
(17-21 Maret 2025)
Pekan depan akan menjadi periode yang penting bagi pasar global, dengan sejumlah agenda ekonomi dan kebijakan moneter yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar. Di Amerika, perhatian utama akan tertuju pada keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) dan rilis data ekonomi penting yang mencerminkan kondisi konsumsi dan aktivitas ekonomi. Sementara itu, di Eropa, fokus pasar akan berada pada pertemuan kebijakan moneter Bank of England (BoE) serta data ekonomi yang menunjukkan dinamika inflasi dan pertumbuhan di kawasan tersebut.
Di Asia dan Australia, rilis data ekonomi utama dari China, Jepang, dan Australia akan memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi di kawasan Asia-Pasifik, dengan perhatian khusus pada kebijakan moneter yang diambil oleh bank sentral utama. Berbagai indikator ini akan memberikan wawasan penting bagi investor yang ingin memahami arah pergerakan pasar di tengah tantangan ekonomi global yang kompleks.
Amerika
Keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) akan menjadi fokus utama pekan depan, dengan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 4,25%-4,5%. Fed diperkirakan tetap berhati-hati dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi yang sedang berlangsung. Selain keputusan suku bunga, Fed juga akan merilis proyeksi ekonomi terbaru mencakup pertumbuhan PDB, inflasi, pengangguran, dan tingkat suku bunga. Pasar saat ini memperkirakan dua kali pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun ini.
Di sisi data, penjualan ritel akan memberikan gambaran penting tentang pengeluaran konsumen, dengan proyeksi kenaikan 0,7% pada Februari setelah penurunan tajam sebesar 0,9% pada Januari. Data lain yang perlu diperhatikan meliputi produksi industri, perumahan (housing starts dan building permits), penjualan rumah, indeks pasar perumahan NAHB, serta survei manufaktur regional dari NY Empire State dan Philadelphia Fed. Di Kanada, inflasi diperkirakan meningkat menjadi 2,1% dari 1,9%, sementara bank sentral Brasil dan Meksiko juga akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter mereka. Kanada juga akan merilis data penjualan ritel
Eropa
Di Inggris, Bank of England (BoE) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada 4,5% dalam pertemuan kebijakan hari Kamis. Meskipun tidak ada perubahan langsung yang diantisipasi, investor akan memperhatikan sinyal terkait langkah kebijakan selanjutnya di tengah tekanan dari perlambatan pertumbuhan dan inflasi yang tetap tinggi. Data ekonomi utama yang akan dirilis mencakup laporan pasar tenaga kerja Januari, di mana tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi 4,5%, tertinggi sejak Agustus 2021, sementara pertumbuhan upah diperkirakan sedikit melambat.
Di kawasan Eropa, data inflasi akhir untuk Februari, data perdagangan, dan survei sentimen investor ZEW akan dirilis. Indikator Sentimen Ekonomi ZEW untuk Jerman diperkirakan mencapai level tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Rilis penting lainnya meliputi survei konsumen flash Zona Euro, data perdagangan dan upah Zona Euro, serta harga produsen Jerman. Dalam kebijakan moneter, Swiss diperkirakan memangkas suku bunga kebijakan sebesar 25 basis poin menjadi 0,25%, sementara Riksbank Swedia kemungkinan akan mempertahankan suku bunganya, mengindikasikan akhir dari siklus pelonggaran.
Asia dan Australia
Di China, pekan depan akan sibuk dengan data produksi industri, penjualan ritel, dan investasi aset tetap yang memberikan gambaran tentang kondisi ekonomi. Selain itu, dampak stimulus moneter dan fiskal terhadap harga properti juga akan menjadi perhatian. People’s Bank of China (PBoC) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pinjaman utama (LPR) dan menunda pemotongan hingga akhir tahun.
Di Jepang, Bank of Japan (BoJ) juga diperkirakan tidak mengubah suku bunga kebijakan, tetapi pernyataan para pembuat kebijakan akan diperhatikan dengan seksama untuk memahami arah kebijakan di masa depan. Jepang juga akan merilis neraca perdagangan dan tingkat inflasi Februari, serta pesanan mesin untuk Januari.
Di Australia, laporan tenaga kerja diharapkan menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang positif, sedangkan di Selandia Baru, data PDB kuartal IV diproyeksikan menunjukkan pemulihan moderat dalam ekonomi Kiwi.
Data Mingguan Perdagangan Emas (10 – 14 Maret 2025)
Open : 2,912.07 High : 3,005.03 Low : 2,880.01 Close : 2,982.85 Range : 125.02
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
S1 2.907 | R1 3.032 |
S2 2.831 | R2 3.081 |
S3 2.782 | R3 3.157 |
Gold Outlook : Bullish
Data Mingguan Perdagangan US Crude Oil (10 – 14 Maret 2025)
Open : 67,08 High : 67,92 Low : 65,26 Close : 66,88 Range : 2,66
OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
S1 65,45 | R1 68,11 |
S2 64,03 | R2 69,35 |
S3 62,79 | R3 70,77 |
Oil Outlook : Bearish