Saham Dunia Reli Usai Trump Redakan Ketegangan
Saham dunia reli pada perdagangan Kamis setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik ancaman tarif terhadap delapan negara Eropa dan menegaskan tidak akan merebut Greenland dengan kekuatan militer. Perubahan sikap ini langsung meredakan ketegangan geopolitik yang sebelumnya membebani pasar keuangan global.
Trump menyampaikan bahwa pembahasan kesepakatan Amerika Serikat terkait Greenland masih berlangsung. Ia menegaskan kesepakatan tersebut akan memberi Amerika Serikat akses penuh ke Greenland, termasuk untuk kepentingan militer, tanpa biaya. Pernyataan ini disampaikan Trump saat menghadiri World Economic Forum di Davos.
Data Ekonomi AS Perkuat Sentimen Pasar
Penguatan sentimen juga ditopang data ekonomi Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan. Departemen Perdagangan AS melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga direvisi naik menjadi 4,4% secara tahunan, tertinggi sejak kuartal ketiga 2023. Laba korporasi turut direvisi lebih tinggi, mencerminkan kinerja bisnis yang solid.
Belanja konsumen AS tercatat meningkat kuat pada Oktober dan November, sementara klaim pengangguran mingguan hanya naik tipis. Data ini menunjukkan pasar tenaga kerja tetap stabil dan menopang prospek pertumbuhan ekonomi awal tahun.
Wall Street dan Bursa Global Menguat
Wall Street mencatat penguatan signifikan untuk hari kedua berturut-turut. Indeks Dow Jones naik 0,63% ke 49.384,01, S&P 500 menguat 0,55% ke 6.913,35, dan Nasdaq melonjak 0,91% ke 23.436,02.
Indeks saham global MSCI naik 0,72% ke 1.036,03, mencerminkan meluasnya penguatan di pasar internasional. Di Eropa, indeks STOXX 600 ditutup naik 1,03% seiring membaiknya sentimen risiko global.
Dolar Melemah, Mata Uang Berisiko Menguat
Seiring saham dunia reli, dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama. Indeks dolar turun 0,61% ke 98,29. Euro menguat ke $1,1753, sementara pound sterling naik ke $1,3501. Dolar Australia mencatat penguatan tajam ke $0,6839.
Terhadap yen Jepang, dolar AS bergerak stabil di kisaran 158,39, mencerminkan sikap selektif pelaku pasar di tengah perubahan sentimen global.
Imbal Hasil Obligasi AS Bergerak Beragam
Pasar obligasi AS menunjukkan pergerakan campuran. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun tipis ke 4,249%, sementara yield obligasi 30 tahun melemah ke 4,8427%. Sebaliknya, yield obligasi 2 tahun naik ke 3,612%, sejalan dengan ekspektasi arah kebijakan The Federal Reserve.
Investor tetap mengantisipasi volatilitas lanjutan sambil menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai kerangka kesepakatan Greenland yang dibahas pemerintahan Trump dengan para pemimpin Eropa.
Harga Minyak Turun, Harapan Solusi Ukraina
Di pasar energi, harga minyak terkoreksi lebih dari $1 per barel. Penurunan terjadi setelah Trump melunakkan sikap terhadap Greenland dan Iran, serta meningkatnya harapan pasar terhadap kemajuan diplomasi untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina.
Minyak mentah AS ditutup turun 2,08% ke $59,36 per barel, sementara Brent melemah 1,81% ke $64,06 per barel.
Emas Cetak Rekor Baru di Tengah Pelemahan Dolar
Di pasar logam mulia, emas mencetak rekor tertinggi baru dengan menembus level $4.900 per ons. Kenaikan didorong pelemahan dolar AS, ketegangan geopolitik yang masih berlangsung, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve.
Harga emas spot naik 1,83% ke $4.924,49 per ons, sementara emas berjangka AS menguat ke $4.907,90 per ons. Perak dan platinum juga mencatat level tertinggi baru.
Prospek Harga Emas Jumat | 23 Januari 2026
Pergerakan emas pada grafik H4 masih berada dalam tren naik yang kuat setelah harga bertahan di atas area pivot 4.875. Kenaikan lanjutan membuka peluang pengujian resistance di kisaran 4.980 hingga 5.030, dengan potensi ekstensi ke area 5.130 apabila momentum bullish tetap terjaga.
Namun, RSI yang berada di area jenuh beli mengindikasikan risiko koreksi jangka pendek, sehingga penurunan menuju support 4.820 berpotensi terjadi sebagai fase konsolidasi. Selama harga tetap bertahan di atas support lanjutan di sekitar 4.720, struktur tren naik masih terjaga dan peluang kenaikan tetap lebih dominan dibandingkan skenario pembalikan arah.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.875 R2 5.030 R3 5.130
S1 4.820 S2 4.720 S3 4.666
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.880 |
| Profit Target Level | 4.950 |
| Stop Loss Level | 4.820 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.975 |
| Profit Target Level | 4.920 |
| Stop Loss Level | 5.035 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 23 Januari 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah setelah harga gagal bertahan di atas area 60,80–61,80 dan kembali bergerak di bawah SMA 50 yang kini berada di sekitar 60,0. Posisi harga yang masih tertahan di bawah SMA 50 menunjukkan tekanan jual jangka pendek masih dominan, meski RSI bergerak netral dan belum mengindikasikan kondisi jenuh jual.
Selama harga tidak mampu menembus dan bertahan di atas SMA 50, potensi koreksi tetap terbuka menuju support 58,45, kemudian 57,60. Sebaliknya, jika harga berhasil menembus SMA 50 dan kembali menguat di atas area 60,00, peluang rebound akan terbuka dengan target pengujian ulang resistance 60,80 hingga 61,80.
US Oil INTRADAY AREA
R1 60,00 R2 60,82 R3 61,80
S1 58,45 S2 57,60 S3 56,72
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 58,50 |
| Profit Target Level | 59,40 |
| Stop Loss Level | 57,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 59,80 |
| Profit Target Level | 58,60 |
| Stop Loss Level | 60,30 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
