Dollar Bertahan di Dekat Level Tertinggi
Dollar bertahan menguat tipis terhadap euro dan yen setelah sempat melonjak di awal sesi perdagangan Rabu. Indeks dollar terakhir tercatat naik 0,02% ke 98,227 seiring investor menunggu data ekonomi utama Amerika Serikat, termasuk inflasi PCE yang akan dirilis Jumat. Pasar memperkirakan peluang 87% penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada September, meski isu independensi bank sentral masih membayangi setelah Presiden AS Donald Trump berupaya memecat salah satu gubernur The Fed.
Euro dan Sterling Tekan Pasar Valas Eropa
Euro menyentuh level terlemah sejak 6 Agustus di $1,1631, sementara sterling bergerak terbatas di $1,3496. Faktor politik Eropa ikut mempengaruhi pasar, khususnya di Prancis, di mana Perdana Menteri Francois Bayrou menghadapi tantangan politik jelang pemungutan suara kepercayaan pada 8 September terkait pemangkasan anggaran. Meskipun sempat memicu kekhawatiran, pasar mulai lebih tenang terhadap dinamika politik Eropa.
Saham Wall Street Cetak Rekor Tertinggi Baru
Tiga indeks utama Wall Street ditutup menguat dengan S&P 500 mencetak rekor penutupan baru menjelang laporan keuangan Nvidia. Dow Jones naik 0,32% ke 45.565,23, S&P 500 menguat 0,24% ke 6.481,40, dan Nasdaq menambah 0,21% ke 21.590,14. Meskipun saham Nvidia turun sekitar 3% setelah jam perdagangan, pasar tetap optimistis karena proyeksi pendapatan kuartal III di atas ekspektasi. Optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) masih menjadi motor utama reli pasar saham AS.
Harga Emas Stabil Menanti Data Inflasi PCE
Harga emas dunia bergerak stabil dengan spot gold naik 0,1% ke $3.394,49 per ons dan emas berjangka AS untuk Desember ditutup 0,5% lebih tinggi di $3.448,6. Investor menunggu rilis data PCE, indikator inflasi pilihan The Fed, untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga. Emas cenderung menguat dalam lingkungan suku bunga rendah, dan pasar masih menilai ada kemungkinan besar penurunan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan depan.
Minyak Naik Usai Stok AS Turun dan Isu Tarif Baru
Harga minyak dunia menguat pada Rabu setelah data resmi menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS lebih besar dari perkiraan. Brent naik 1,2% menjadi $68,05 per barel, sedangkan WTI menguat 1,4% ke $64,15. Data Energy Information Administration (EIA) mencatat stok minyak mentah AS turun 2,4 juta barel, melebihi ekspektasi penurunan 1,9 juta barel. Di sisi lain, pasar juga mencermati kebijakan Presiden Trump yang menggandakan tarif impor dari India hingga 50% sebagai respons atas pembelian minyak Rusia, yang berpotensi memengaruhi arus perdagangan global.
Prospek harga Emas Kamis | 28 Agustus 2025
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga bergerak dalam channel naik setelah berhasil menembus area resistance di sekitar 3.379. Indikator RSI berada di level 64 yang mengindikasikan momentum bullish masih cukup kuat, meski sudah mendekati area overbought.
Selama harga bertahan di atas 3.379, peluang kenaikan menuju resistance 3.404, lalu 3.420 hingga 3.434 tetap terbuka. Namun, jika harga gagal menembus 3.404 dan kembali masuk ke bawah channel, ada risiko koreksi menuju support di 3.379 hingga 3.367.
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.404 R2 3.420 R3 3.434
S1 3.379 S2 3.367 S3 3.358
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.380 |
| Profit Target Level | 3.400 |
| Stop Loss Level | 3.365 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.404 |
| Profit Target Level | 3.380 |
| Stop Loss Level | 3.420 |
Prospek harga US Oil Kamis | 28 Agustus 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 memperlihatkan harga yang sempat terkoreksi setelah menyentuh resistance 65.10, kemudian kembali menguat mendekati level 64,23. RSI berada di sekitar 53 yang menunjukkan momentum netral dengan kecenderungan bullish.
Jika harga mampu bertahan di atas 64,23, potensi kenaikan ke area resistance 65,10 hingga 65,80 masih terbuka. Sebaliknya, apabila harga gagal menembus 64,23 dan turun kembali di bawah 62,99, maka tekanan jual dapat membawa harga melemah menuju 62,50 hingga 61,96.
US Oil INTRADAY AREA
R1 64,23 R2 65,10 R3 65,80
S1 62,99 S2 62,50 S3 61,96
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 63,10 |
| Profit Target Level | 64,20 |
| Stop Loss Level | 62,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 64,10 |
| Profit Target Level | 63,10 |
| Stop Loss Level | 64,60 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disiniGRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Pergerakan emas di time frame H4 saat ini menunjukkan tren bullish setelah berhasil menembus area resistance di sekitar 3.374, dengan potensi melanjutkan kenaikan menuju resistance berikutnya di 3.404, 3.420, hingga 3.434.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sempat mengalami koreksi setelah kenaikan tajam, namun saat ini terlihat mencoba bertahan di atas area support 62,99. Selama harga tidak menembus ke bawah support 62,50 dan 61,96, peluang rebound masih terbuka dengan target kenaikan menuju resistance 64,23 dan 65,10, bahkan berpotensi ke 65.80 jika momentum penguatan berlanjut.
Pergerakan emas di time frame H4 terlihat harga berhasil menembus garis trendline turun dan juga melewati SMA 50, menandakan potensi perubahan arah ke bullish. Saat ini harga bergerak sideways dalam area 3.358-3.379. Jika harga mampu bertahan di atas level support terdekat tersebut, ada peluang kenaikan lanjutan menuju resistance berikutnya di 3.379 dan 3.391, bahkan terbuka ruang ke area 3.404.
Pergerakan US OIL pada time frame H4 menunjukkan harga berhasil menembus garis trendline turun dan bergerak di atas SMA 50. Kondisi ini menandakan potensi pembalikan arah ke bullish. Saat ini harga tertahan di area resistance 65,10. Jika mampu menembus level tersebut, peluang kenaikan ke resistance berikutnya di 66,37 hingga 67,73 terbuka lebar.
Pergerakan emas di time frame H4 terlihat harga saat ini berhasil menembus trendline turun dan juga bergerak di atas SMA 50, mengindikasikan potensi perubahan arah menuju bullish. Level support terdekat berada di area 3.358 – 3.348, sementara resistance kuat ada di 3.379 dan 3.391, dengan target lanjutan di 3.404 jika momentum beli berlanjut.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga saat ini bergerak mendekati resistance kunci di area 64,08. Selama level ini belum berhasil ditembus, terdapat potensi tekanan jual yang bisa mendorong harga terkoreksi ke support 62,99.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 cenderung bearish, dengan level pivot di 3.341. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan diperkirakan masih berlanjut menuju area support di kisaran 3.320–3.300.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 3.311. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan berlanjut dengan target terdekat di resistance 3.335, kemudian 3.345 hingga 3.358.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 3.350. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan diperkirakan berlanjut untuk menguji area support di 3.332–3.315.
Pergerakan emas terlihat harga saat ini bergerak sideways , menandakan fase konsolidasi setelah tekanan jual sebelumnya. Posisi harga masih berada di bawah SMA 50, sehingga bias jangka menengah cenderung lemah. Area supply terdekat berada di kisaran 3.370 –3.380, dan selama zona ini belum berhasil ditembus, potensi kenaikan masih terbatas. Jika breakout ke atas 3,380, target berikutnya mengarah ke 3.405.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga masih bergerak di bawah SMA 50 dengan kecenderungan tren menurun. RSI berada di kisaran 39.22, menunjukkan momentum bearish yang masih dominan meskipun ada peluang teknikal rebound jangka pendek. Area resistance terdekat berada di 64,56, diikuti 65,44 dan 66,69.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 3.365. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target awal di support 3.340. Jika support ini ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju area support berikutnya di 3.322 hingga 3.302.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga emas di time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di US$3.380. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target support terdekat di US$3.350. Penembusan di bawah support ini dapat membuka ruang penurunan lebih dalam menuju area US$3.340–US$3.322.
