Wall Street Melemah Ditekan Isu Kebijakan Kredit
Wall Street melemah pada perdagangan Selasa ketika sektor keuangan menyeret indeks utama menyusul kekhawatiran pasar terhadap rencana pembatasan suku bunga kartu kredit di Amerika Serikat. Investor menilai kebijakan ini berpotensi menekan profitabilitas perbankan sekaligus memperketat akses kredit bagi konsumen dan pelaku usaha kecil, sehingga sentimen risiko ikut memburuk.
Dow Jones Industrial Average turun 0,80% ke 49.191,99, S&P 500 terkoreksi 0,19% ke 6.963,74, sementara Nasdaq Composite melemah tipis 0,1% dan ditutup di 23.709,87. Pelemahan ini menegaskan kehati-hatian pasar di tengah ketidakpastian kebijakan dan valuasi saham yang sudah tinggi.
Inflasi AS Reda, Peluang Pemangkasan Suku Bunga Menguat
Data inflasi AS yang sejalan dengan ekspektasi memberi ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan. Indeks Harga Konsumen naik 0,3% secara bulanan dengan inflasi tahunan 2,7%, sementara inflasi inti bertambah 0,2%. Pasar membaca angka ini sebagai sinyal bahwa tekanan harga mulai mereda, sehingga peluang pemangkasan suku bunga pada tahun ini tetap terbuka.
Perbankan Tertekan, JPMorgan Buka Musim Laporan Keuangan
JPMorgan membuka musim laporan keuangan perbankan AS dengan kinerja laba kuartal IV yang melampaui ekspektasi. Namun, sahamnya berbalik turun setelah manajemen menilai rencana pembatasan bunga kartu kredit berisiko merugikan konsumen dan perekonomian. Tekanan juga melanda jaringan pembayaran, dengan saham Visa dan Mastercard terkoreksi tajam, sementara indeks perbankan S&P 500 turun lebih dari 2%.
Peringatan dari bank-bank besar menyebut kebijakan tersebut dapat membatasi akses kredit bagi jutaan rumah tangga dan usaha kecil, sehingga pasar menilai risiko pengetatan kredit meningkat di tengah fase ekonomi yang sensitif terhadap suku bunga.
Dolar Menguat Tipis, Respons Pasar Valuta
Di pasar valuta, indeks dolar naik 0,3% ke 99,17, sementara euro melemah ke $1,1643. Penguatan dolar terjadi setelah data ketenagakerjaan sebelumnya solid dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve menunggu hingga setelah pertemuan Januari sebelum melanjutkan pelonggaran kebijakan.
Emas Jadi Safe Haven, Rekor Baru Tercapai
Ketika Wall Street melemah, emas justru menguat tajam dan mencetak rekor baru. Kombinasi peluang pemangkasan suku bunga The Fed dan meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong permintaan aset lindung nilai. Emas spot stabil di $4.591,16 per ons setelah sempat menyentuh puncak intraday $4.634,33, sementara perak juga menorehkan level tertinggi baru.
Presiden AS Donald Trump kembali menekan independensi Federal Reserve melalui kritik terbuka terhadap Ketua The Fed Jerome Powell. Sejumlah mantan ketua The Fed memperingatkan bahwa tekanan politik terhadap bank sentral dapat memicu konsekuensi serius bagi stabilitas inflasi dan kredibilitas kebijakan moneter.
Harga Minyak Naik di Tengah Risiko Geopolitik
Harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam beberapa pekan akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari Iran. Pengetatan sanksi dan gejolak domestik meningkatkan risiko penurunan ekspor, sehingga pasar mengesampingkan sementara kekhawatiran kelebihan pasokan global. Minyak mentah AS naik 2,77% ke $61,15 per barel, sedangkan Brent menguat 2,51% ke $65,47 per barel.
Secara keseluruhan, Wall Street melemah karena kombinasi risiko kebijakan domestik dan ketidakpastian global, sementara emas dan minyak memperoleh dukungan kuat dari ekspektasi suku bunga yang lebih rendah dan ketegangan geopolitik yang belum mereda.
Prospek harga Emas Rabu | 14 Januari 2026
Pergerakan emas pada grafik H4 masih bergerak dalam tren naik yang terjaga, terlihat dari posisi harga yang tetap berada di atas garis SMA 50 serta di atas trendline naik jangka menengah. Setelah mencetak rekor baru di area 4.630, harga mengalami koreksi terbatas dan saat ini terlihat menguji kembali area support dinamis di sekitar trendline naik sekaligus zona 4.550.
Selama area ini mampu dipertahankan, peluang kelanjutan kenaikan tetap terbuka dengan target berikutnya mengarah ke resistance 4.700 hingga 4.760. Namun, RSI yang sudah berada di area relatif tinggi mengindikasikan potensi konsolidasi atau pullback lanjutan dalam jangka pendek sebelum harga melanjutkan penguatan.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.630 R2 4.700 R3 4.760
S1 4.550 S2 4.500 S3 4.453
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.575 |
| Profit Target Level | 4.630 |
| Stop Loss Level | 4.545 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.630 |
| Profit Target Level | 4.580 |
| Stop Loss Level | 4.650 |
Prospek harga US Oil Rabu | 14 Januari 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan penguatan signifikan setelah menembus garis resistance downtrend jangka menengah. Kondisi ini mengindikasikan perubahan struktur pasar dari bearish ke bullish. Kenaikan mendorong harga bergerak stabil di atas area 60,00 dan mendekati resistance 61,26. Posisi harga yang telah berada di atas SMA 50 turut memperkuat momentum kenaikan.
Namun, RSI yang berada di sekitar area overbought mengisyaratkan potensi pullback jangka pendek. Koreksi berpeluang mengarah ke area support 60,48 hingga 60,01. Selama zona tersebut mampu dipertahankan, harga masih berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance 62,00 hingga 62,58.
US Oil INTRADAY AREA
R1 61,26 R2 62,00 R3 62,58
S1 60,48 S2 60,01 S3 59,50
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 60,50 |
| Profit Target Level | 61,25 |
| Stop Loss Level | 60,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 61,25 |
| Profit Target Level | 60,10 |
| Stop Loss Level | 62,00 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan tren naik yang solid, dengan harga bertahan di atas garis trendline naik dan SMA 50 yang kini berperan sebagai support dinamis. Setelah mencetak high baru di area 4.630, harga terlihat mengalami koreksi sehat dan bergerak turun mendekati area support 4.550–4.500, yang juga berdekatan dengan trendline naik, sehingga zona ini menjadi area krusial untuk menjaga kelanjutan tren bullish.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan perubahan struktur yang lebih positif setelah harga berhasil menembus resistance trendline turun di area 58,84. Level 58,84 yang sebelumnya menjadi resistance kini beralih fungsi sebagai support terdekat, sehingga selama harga mampu bertahan di atas area ini, bias bullish jangka pendek tetap terjaga. Kenaikan harga juga didukung oleh posisi harga yang sudah bergerak di atas SMA 50, menandakan momentum penguatan mulai terbentuk.
Harga emas pada timeframe H4 masih bergerak dalam tren naik setelah sebelumnya mengalami koreksi tajam dari area puncak. Rebound dari area support di kisaran 4.422–4.450 membentuk higher low dan diikuti pergerakan harga yang kembali bertahan di atas SMA 50, menandakan momentum bullish mulai pulih.
Harga US Oil pada timeframe H4 menunjukkan sinyal pembalikan yang lebih jelas setelah berhasil menembus garis downtrend sekaligus bertahan di atas area kunci. Kenaikan sebelumnya membawa harga keluar dari tekanan bearish dan menempatkan SMA 50 di kisaran 57,60 sebagai support dinamis terdekat. Selain itu, area 58,84 yang sebelumnya menjadi resistance dari downtrend line kini beralih fungsi menjadi support baru, memperkuat struktur bullish jangka pendek.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4. Level pivot berada di area 4.445. Selama harga mampu bertahan di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 4.483. Jika level resistance tersebut berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance berikutnya di kisaran 4.500–4.525.
Pada grafik H4, harga emas telah menembus descending channel dan berhasil melewati area 4.465. Level tersebut sebelumnya berperan sebagai resistance dan kini berubah fungsi menjadi support. Harga juga mampu bertahan di atas SMA 50 yang berada tidak jauh di bawahnya. Kondisi ini menegaskan bahwa struktur bullish kembali menguat setelah fase koreksi.
Pada grafik H4 US Oil, harga terlihat rebound tajam dari area low di sekitar 56,00, lalu berhasil menembus dan bertahan di atas SMA 50 yang kini berfungsi sebagai support dinamis di kisaran 57,90–58,00. Pergerakan ini menandakan perbaikan momentum jangka pendek setelah fase tekanan sebelumnya. Meski demikian, kenaikan harga masih tertahan oleh garis downtrend yang menjadi resistance utama di area 58,84.
Harga emas pada grafik H4 kembali menguat dan bertahan di atas SMA 50 yang berfungsi sebagai support dinamis di sekitar 4.426. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, bias bullish jangka pendek masih terjaga. Kenaikan lanjutan berpotensi mengarah ke resistance 4.475, kemudian 4.520 hingga 4.550.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan harga sempat menembus resistance 58,45, namun gagal bertahan dan berbalik turun cukup tajam. Tekanan jual berlanjut hingga harga menembus area 57,50 yang sebelumnya berperan sebagai support, sehingga level tersebut kini berubah fungsi menjadi resistance terdekat. Saat ini harga juga bergerak di bawah SMA 50 di kisaran 57,91, menegaskan bahwa bias bearish kembali mendominasi.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas masih berpotensi bullish pada time frame H4. Selama harga bertahan di atas level pivot 4.370, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 4.460. Jika harga mampu menembus area tersebut, kenaikan lanjutan berpotensi menguji zona resistance berikutnya di kisaran 4.460–4.518.
Harga emas pada grafik H4 masih bergerak dalam struktur uptrend jangka menengah, terlihat dari posisi harga yang tetap bertahan di atas trendline naik. Namun, dalam jangka pendek pergerakan cenderung konsolidatif setelah koreksi tajam dari area puncak, dengan harga saat ini masih berada di bawah area resistance 4.343–4.377 sekaligus belum mampu menembus area SMA 50.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish. Kondisi ini terlihat dari struktur lower high yang terbentuk di bawah trendline turun jangka menengah. Harga kembali bergerak di bawah area SMA 50 dan gagal bertahan di atas resistance 57,60–58,03. Hal tersebut mencerminkan lemahnya momentum rebound.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 4.340. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 4.404. Jika harga berhasil menembus area ini, potensi penguatan selanjutnya mengarah ke resistance 4.438 hingga 4.480.
Harga emas pada grafik H4 terlihat masih berada dalam fase koreksi setelah gagal bertahan di atas area resistance 4.377–4.404, yang sebelumnya menjadi zona supply kuat. Penurunan membawa harga mendekati area 4.271, sebelum muncul upaya rebound teknikal, namun pergerakan ini masih tertahan di bawah trendline naik dan SMA 50 yang kini berfungsi sebagai resistance dinamis.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 sempat menguat, namun kenaikan tersebut masih tertahan oleh downtrend line di area resistance 58,03–58,45. Kegagalan menembus zona ini mendorong harga berbalik turun hingga menembus SMA 50 di kisaran 57,60, yang mengindikasikan tekanan bearish kembali mendominasi. Selama harga masih bergerak di bawah SMA 50, potensi penurunan lanjutan tetap terbuka dengan target mengarah ke area support 56,64 hingga 56,07.
