Dolar AS Menguat Setelah Penunjukan Ketua The Fed
Dolar AS menguat pada perdagangan Jumat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya, menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir pada Mei. Penguatan dolar juga mencerminkan pemulihan dari tekanan jual tajam di awal pekan yang dinilai berlebihan dalam jangka pendek.
Kevin Warsh dipersepsikan mendukung suku bunga yang lebih rendah, namun tetap menjaga pendekatan kebijakan yang disiplin. Pasar menilai pilihan ini relatif aman karena tidak mengarah pada pelonggaran agresif yang berisiko melemahkan independensi bank sentral.
Arah Kebijakan The Fed dan Ekspektasi Suku Bunga
The Federal Reserve sebelumnya menahan suku bunga pada pertemuan terakhir, dengan Jerome Powell menegaskan kondisi ekonomi masih solid dan risiko inflasi serta ketenagakerjaan semakin seimbang. Proyeksi terbaru The Fed menunjukkan ekspektasi median hanya satu kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun ini.
Pasar derivatif memperkirakan total pemangkasan sekitar 52 basis poin sepanjang tahun, dengan peluang pemangkasan pertama pada Juni. Namun, ekspektasi tersebut dinilai terlalu agresif, sehingga memicu koreksi posisi dolar.
Pergerakan Dolar dan Pasar Valas Global
Dolar AS menguat tercermin dari kenaikan indeks dolar sebesar 0,79% ke level 96,93. Euro melemah 0,79% ke $1,1874. Terhadap yen Jepang, dolar naik 0,89% ke 154,49, meski masih mencatat pelemahan mingguan sekitar 0,8%.
Yen sempat menguat tajam dalam sepekan terakhir setelah otoritas Jepang mengisyaratkan potensi intervensi terkoordinasi dengan Amerika Serikat. Sementara itu, Departemen Keuangan AS tidak lagi mendesak Bank of Japan untuk terus menaikkan suku bunga dalam laporan nilai tukar terbarunya.
Saham AS Terkoreksi Usai Lonjakan Yield
Pasar saham AS ditutup melemah setelah imbal hasil obligasi pemerintah naik dan dolar menguat. S&P 500 dan Dow Jones masing-masing turun 0,4%, sementara Nasdaq anjlok 1,3%. Pasar menilai penunjukan Warsh memperkuat arah kebijakan yang lebih hati-hati, sehingga menekan saham-saham sensitif terhadap suku bunga.
Sektor material, teknologi, dan komunikasi mencatat kinerja terburuk, sementara sektor kesehatan menguat. Secara bulanan, S&P 500 tetap naik 1,2%, Dow Jones menguat 1,6%, dan Nasdaq bertambah 1,1%.
Emas dan Perak Anjlok Tajam
Dolar AS menguat turut menekan harga logam mulia. Harga emas spot jatuh 9,5% ke $4.883,62 per ons setelah sempat mencetak rekor tertinggi di $5.594,82. Penurunan ini menjadi koreksi harian terdalam sejak 1983.
Perak mengalami tekanan lebih besar dengan penurunan hampir 30%, mencatatkan kinerja harian terburuk sepanjang sejarah. Meski demikian, emas masih berada di jalur kenaikan bulanan lebih dari 13%, menandai kenaikan bulanan keenam berturut-turut.
Minyak Menguat Didukung Risiko Geopolitik
Harga minyak WTI diperdagangkan di kisaran $65,50 per barel dan bersiap mencatatkan kinerja bulanan terbaik sejak Juli 2023. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran meningkatkan premi risiko, terutama terkait potensi gangguan pengiriman energi melalui Selat Hormuz.
Faktor pendukung lain mencakup gangguan produksi di Kazakhstan, pembatasan ekspor minyak Rusia, serta kendala produksi di Amerika Serikat. Kondisi ini mendorong harga minyak tetap bertahan meski pasar memperkirakan potensi kelebihan pasokan global.
Prospek Harga Emas Senin | 02 Februari 2026
Harga emas sebelumnya bergerak dalam tren naik dan mencetak ATH di 5.597, sebelum tekanan jual yang kuat mendorong harga terkoreksi tajam hingga membentuk swing low di 4.680. Penurunan ini mengubah struktur jangka pendek menjadi korektif bearish, sehingga Fibonacci retracement ditarik dari 5.597 ke 4.680 untuk mengidentifikasi area pantulan harga. Support utama berada di 4.680, dengan support lanjutan di 4.620 dan 4.536 yang menjadi area krusial jika tekanan jual berlanjut.
Di sisi atas, resistance berada di 4.895 sebagai area penahan awal rebound, diikuti resistance berikutnya di 5.028 dan 5.137. Selama harga masih bergerak di bawah area resistance tersebut dan belum mampu membentuk struktur higher high, pergerakan naik masih dikategorikan sebagai koreksi dengan bias jangka pendek tetap bearish.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.895 R2 5.028 R3 5.137
S1 4.680 S2 4.620 S3 4.536
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.680 |
| Profit Target Level | 4.800 |
| Stop Loss Level | 4.610 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.895 |
| Profit Target Level | 4.690 |
| Stop Loss Level | 4.950 |
Prospek Harga US Oil Senin | 02 Februari 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren naik, meskipun saat ini sedang mengalami koreksi jangka pendek setelah gagal menembus resistance kuat di 66,39. Harga saat ini bergerak mendekati SMA 50 yang berfungsi sebagai support dinamis, sehingga area ini menjadi penentu apakah tren naik masih dapat dipertahankan. Sementara itu, RSI 14 berada di sekitar level 50, mencerminkan kondisi netral dan menandakan momentum bullish mulai melemah namun belum sepenuhnya berbalik bearish.
Selama harga mampu bertahan di atas area support 62,18 dengan SMA 50 tetap menopang pergerakan, peluang rebound menuju 64,76 hingga 66,39 masih terbuka. Sebaliknya, penurunan di bawah 60,56 akan memperkuat tekanan jual dan mengindikasikan risiko koreksi yang lebih dalam.
US Oil INTRADAY AREA
R1 64,76 R2 65,48 R3 66,39
S1 62,18 S2 61,42 S3 60,56
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 62,20 |
| Profit Target Level | 64,00 |
| Stop Loss Level | 61,30 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 64,70 |
| Profit Target Level | 63,00 |
| Stop Loss Level | 65,50 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai pergerakan harga emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish, dengan level pivot di 5.370. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun berpeluang berlanjut menuju area support 5.000, kemudian 4.900, hingga 4.810.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish. Harga bertahan di atas SMA 50 meski sempat terkoreksi tajam dari area puncak. Penurunan harga tertahan di area 5.100 yang kini berfungsi sebagai support kunci. Struktur higher low masih terjaga.
Pergerakan WTI pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish, dengan harga bergerak di atas SMA utama dan struktur kenaikan tetap terjaga. Resistance terdekat berada di level 66,39, yang saat ini menjadi area penahan laju kenaikan. Jika level ini gagal ditembus, harga berpotensi mengalami koreksi untuk menguji area support 64,26 hingga 63,30.
Pergerakan XAUUSD pada time frame H1 masih menunjukkan tren bullish yang kuat, terlihat dari struktur higher high dan higher low yang tetap terjaga di atas garis tren naik serta SMA yang terus mengarah ke atas. Harga saat ini bergerak di area atas dan membentuk gap di sekitar zona 5.425–5.376 yang berpotensi menjadi area konsolidasi jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan momentum bullish yang masih terjaga setelah harga berhasil menembus area resistance dan bergerak stabil di atas SMA 50, yang kini mulai mengarah naik. Kenaikan terakhir membawa harga mendekati area resistance 64,08, sehingga potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka untuk menguji kembali area support di 62,85 hingga 62,18.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish dengan level pivot di 5.220. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 5.330, kemudian 5.380, hingga 5.430.
Pada timeframe H4, harga emas masih bergerak dalam tren naik yang solid, ditopang oleh posisi harga yang konsisten berada di atas garis SMA 50. Harga saat ini bertahan di atas pivot point di area 5.125, yang menjaga bias bullish tetap dominan. Selama area ini mampu dipertahankan, emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance terdekat di 5.236, kemudian R2 di 5.299 hingga R3 di 5.410.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga kembali bergerak di atas SMA 50. Harga juga mampu bertahan di atas pivot point di area 61,67. Selama level ini dipertahankan, peluang kenaikan masih terbuka menuju resistance di 63,26. Target kenaikan berikutnya berada di R2 64,13 dan R3 65,72.
Pergerakan harga emas pada timeframe H4 masih dalam tren naik yang solid setelah berhasil menembus area psikologis 5.000 dan melanjutkan reli hingga mencetak high di sekitar 5.110. Struktur harga menunjukkan pullback sehat yang bertahan di atas area 5.000, yang kini berperan sebagai support terdekat sekaligus area retest setelah breakout.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih dalam fase konsolidasi bullish setelah reli dari area 56,00 dan kini bertahan di atas zona support psikologis 60,00. Struktur harga menunjukkan pullback terbatas yang tertahan di area 60,00–59,40, sejalan dengan posisi harga yang masih berada di atas SMA 50, sehingga bias naik tetap terjaga.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan gold pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 5.030. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 5.140, kemudian 5.170 hingga 5.220.
Pada grafik H4, tren emas masih bergerak bullish dengan struktur higher high dan higher low yang terjaga, didukung oleh posisi harga yang tetap berada di atas SMA 50. Penembusan area resistance 4.967 membuka ruang lanjutan kenaikan menuju target FE 61,8 di sekitar 5.032, dengan potensi ekstensi ke FE 100,0 di area 5.111 jika momentum tetap kuat.
Pergerakan US Oil di time frame H4, harga menunjukkan struktur pemulihan yang cenderung bullish setelah reli dari area bawah, dengan pergerakan yang kini berada di atas SMA 50 sebagai indikasi awal penguatan tren. Meski demikian, area resistance 61,20 masih menjadi penghalang utama sehingga pergerakan saat ini lebih berpotensi diwarnai konsolidasi atau koreksi terbatas menuju area support 60,00–59,40 yang berdekatan dengan SMA 50.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 4.794. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka. Target terdekat berada di resistance 4.860, lalu berlanjut ke 4.887 hingga 4.925.
