Saham Turun Tajam Dipicu Konflik Timur Tengah
Saham turun tajam pada perdagangan Kamis setelah konflik Timur Tengah memasuki minggu keempat tanpa tanda perdamaian. Ketegangan meningkat setelah pejabat senior Iran menyebut proposal damai Amerika Serikat tidak adil. Presiden AS Donald Trump menegaskan Iran harus mencapai kesepakatan atau menghadapi serangan lanjutan.
Ketidakpastian ini mendorong investor keluar dari aset berisiko. Pasar obligasi global ikut melemah, sementara imbal hasil naik tajam. Dolar AS menguat karena permintaan aset safe haven meningkat.
Lonjakan Harga Minyak Tekan Pasar Saham
Kenaikan harga energi memperparah tekanan pasar. Minyak Brent melonjak dan ditutup di sekitar 108 dolar per barel karena kekhawatiran gangguan pasokan. Selat Hormuz yang menjadi jalur utama sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG dunia praktis tertutup akibat konflik.
Kondisi ini membuat saham turun tajam di berbagai kawasan. Indeks Dow Jones jatuh hampir 434 poin, S&P 500 turun lebih dari 1,5%, dan Nasdaq merosot lebih dari 2%. Nasdaq bahkan berada di jalur konfirmasi koreksi setelah turun lebih dari 10% dari puncaknya.
Pasar saham global mengikuti arah yang sama. Indeks MSCI dunia melemah, indeks STOXX 600 Eropa turun, sementara KOSPI Korea Selatan anjlok lebih dari 3% akibat lonjakan biaya energi.
Dolar Menguat dan Imbal Hasil Obligasi Naik
Lonjakan inflasi akibat harga energi membuat pelaku pasar menghapus ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,41%. Imbal hasil obligasi Jepang juga menyentuh level tertinggi dalam 30 tahun karena spekulasi kenaikan suku bunga Bank of Japan.
Penguatan dolar semakin menekan aset berisiko. Indeks dolar naik mendekati level 100, sementara euro dan yen melemah. Arus dana global bergerak menuju mata uang AS sebagai pelindung nilai.
Harga Emas Turun di Tengah Penguatan Dolar
Berbeda dengan pola umum saat krisis, harga emas justru melemah. Dolar yang kuat membuat logam mulia lebih mahal bagi pembeli internasional. Harga emas spot turun lebih dari 2,5% ke sekitar 4.391 dolar per ons setelah sebelumnya sempat rebound di atas 4.500 dolar.
Selain itu, prospek suku bunga tinggi lebih lama mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil. Kekhawatiran bahwa lonjakan energi akan memicu inflasi global kembali memperkuat pandangan tersebut.
Risiko Inflasi Global Membayangi
Ketakutan terhadap guncangan inflasi seperti tahun 2022 kembali muncul. Bank sentral di berbagai negara kemungkinan mempertimbangkan pengetatan kebijakan jika harga energi terus naik. Situasi ini membuat prospek pasar keuangan semakin rapuh dalam jangka pendek.
Selama konflik belum mereda dan harga minyak tetap tinggi, tekanan terhadap aset berisiko diperkirakan bertahan. Kondisi tersebut membuat saham turun tajam berpotensi berlanjut di pasar global.
Prospek Harga Emas Jumat | 27 Maret 2026
Harga emas pada timeframe H4 masih bergerak dalam tren bearish setelah penurunan tajam yang menembus area support sebelumnya, dengan posisi harga tetap berada di bawah SMA 50. Saat ini terjadi konsolidasi sempit di bawah resistance 4.486 dan trendline turun, menunjukkan potensi pullback terbatas sebelum tekanan jual kembali dominan.
Selama harga bertahan di bawah area 4.486–4.600, skenario penurunan masih terbuka untuk menguji support 4.223 hingga 4.099, sementara penembusan meyakinkan di atas 4.600 baru akan membuka peluang koreksi naik lebih lanjut. RSI yang berada di bawah level netral juga mengindikasikan momentum bearish masih mendominasi meski tidak dalam kondisi jenuh jual.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.486 R2 4.600 R3 4.726
S1 4.351 S2 4.223 S3 4.099
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.351 |
| Profit Target Level | 4.485 |
| Stop Loss Level | 4.300 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.485 |
| Profit Target Level | 4.351 |
| Stop Loss Level | 4.550 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 27 Maret 2025
Pergerakan US pada timeframe H4 terlihat saat sedang dalam fase konsolidasi setelah penurunan sebelumnya, dengan kenaikan tertahan di area resistance 95,34 yang juga berdekatan dengan SMA. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, pergerakan naik masih berisiko terbatas dan rentan berbalik melemah. Jika penolakan kembali terjadi di zona ini, harga berpotensi terkoreksi turun untuk menguji support 89,33 sebagai area penopang terdekat.
Sebaliknya, penembusan meyakinkan di atas 95,34 akan membuka ruang penguatan lanjutan menuju resistance 97,88 hingga 101,20. RSI yang berada di sekitar level netral menunjukkan momentum yang belum kuat, sehingga pasar masih menunggu katalis untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.
US Oil INTRADAY AREA
R1 95,34 R2 97,88 R3 101,20
S1 89,33 S2 86,29 S3 81,55
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 89,50 |
| Profit Target Level | 95,00 |
| Stop Loss Level | 86,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 95,25 |
| Profit Target Level | 90,00 |
| Stop Loss Level | 98,00 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Pergerakan XAU/USD pada grafik H4 masih berada dalam tren turun setelah serangkaian penembusan support penting. Harga sempat mencetak low di 4.099 lalu rebound, namun kenaikan tersebut tertahan kuat di resistance 4.600, yang menunjukkan area ini sebagai supply utama.
Pergerakan US Oil (WTI) pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish setelah harga jatuh tajam dari area di atas 100 dan menembus SMA serta support penting. Saat ini harga bergerak sideways dalam fase konsolidasi di bawah resistance 92.09–94.71, menandakan pasar sedang menunggu katalis baru setelah penurunan kuat sebelumnya.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan adanya rebound yang cukup kuat setelah menyentuh area support 4.099 – 4.223, dengan harga kini sudah kembali dan bertahan di atas level 4.351. Kenaikan ini membuka peluang untuk melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di kisaran 4.600 hingga 4.726. Selama harga mampu bertahan di atas 4.351, momentum bullish jangka pendek masih terjaga, apalagi RSI juga mulai bergerak naik dari area rendah yang menandakan pemulihan momentum.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 saat ini menunjukkan fase rebound setelah penurunan tajam dari area 101,20, di mana harga sempat menyentuh support 84,40 sebelum akhirnya memantul naik. Namun, kenaikan tersebut masih tertahan di area resistance 92,09 hingga 94,71, yang kini menjadi zona kunci penentu arah berikutnya.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga sempat turun tajam hingga membentuk low baru di kisaran 4.099, lalu mengalami rebound dan kini bertahan di atas support 4.351. Bertahannya harga di atas level ini membuka peluang koreksi naik untuk menguji resistance di 4.600 hingga 4.726. Dari sisi indikator, RSI terlihat mulai naik dari area oversold dan kini berada di sekitar level 30–40, mengindikasikan adanya momentum rebound meski belum cukup kuat untuk membalikkan tren.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya sempat bergerak dalam fase sideways di area 92,09 hingga 101,20, namun tekanan jual kembali muncul setelah harga gagal bertahan di atas resistance tersebut. Penurunan tajam terbaru membawa harga turun menembus area SMA 50, yang kini mulai mendatar hingga cenderung berbalik arah, mengindikasikan melemahnya momentum bullish sebelumnya.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan tekanan bearish yang kuat setelah harga turun tajam dan bergerak di bawah SMA 50, menandakan tren turun masih dominan. Saat ini, fokus utama berada pada area support krusial di kisaran 4.503–4.403 yang menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat mulai kembali menguat setelah berhasil bertahan di atas area support 92,09–94,71, yang kini berfungsi sebagai zona demand sekaligus penopang tren naik jangka pendek. Harga juga bergerak di atas SMA 50, mengindikasikan momentum bullish mulai terbentuk kembali.
Week Ahead: 23–27 Maret 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish kuat setelah menembus beberapa level support penting dan bergerak jauh di bawah SMA 50, yang mengonfirmasi dominasi seller dalam jangka pendek. Penurunan terbaru berlangsung tajam dan saat ini harga masih berada di atas zona support kuat 4.503–4.403, sehingga area tersebut belum tersentuh dan tetap menjadi potensi demand utama apabila pelemahan berlanjut.
Pergerakan US Oil pada time frame terlihat harga masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah reli kuat sebelumnya, dengan harga kini berada di sekitar area support 92,50 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga zona ini menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya. Struktur harga menunjukkan momentum bullish mulai melemah setelah gagal mempertahankan posisi di bawah resistance 99,99, sementara penurunan terbaru mengindikasikan tekanan jual jangka pendek sedang meningkat.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah penembusan kuat di bawah area support 4.961 dan 4.900. Harga saat ini bergerak di bawah SMA yang mulai menurun, mengindikasikan tren turun masih dominan, sementara RSI berada di area oversold namun belum menunjukkan sinyal pembalikan yang signifikan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bertahan di atas area support 92,50 dan didukung oleh posisi harga yang masih berada di atas SMA yang menanjak. Saat ini harga sedang menguji resistance 99,99, sehingga jika mampu ditembus, potensi kenaikan dapat berlanjut menuju 104,73 hingga 108,00.
Pergerakan XAU/USD pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan setelah gagal bertahan di atas area 5.061 dan saat ini bergerak konsolidasi di sekitar 5.000 dalam range sempit. Harga juga masih berada di bawah SMA yang mulai menurun, yang mengindikasikan momentum bearish jangka pendek masih dominan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga mampu bertahan di atas area support 92,50. Saat ini harga bergerak konsolidasi di sekitar 95,00 setelah sebelumnya mengalami lonjakan tajam. Posisi harga yang masih berada di atas SMA juga mengindikasikan bahwa tren kenaikan jangka pendek masih terjaga. Selama harga tetap bertahan di atas 92,50, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance terdekat di 99,99, kemudian berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 104,73 hingga 108,00.
Harga emas pada grafik H4 terlihat masih berada dalam tekanan setelah turun menembus area support 5.061 dan kini bergerak di bawah garis SMA 50 yang mulai mengarah turun. Penurunan tersebut menunjukkan momentum bearish masih cukup dominan, meskipun saat ini harga terlihat mencoba bergerak stabil di sekitar area 5.005.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 terlihat sedang mengalami koreksi setelah sebelumnya gagal bertahan di area resistance 99,99. Tekanan jual mendorong harga turun dan kini menguji area support terdekat di kisaran 92,50.
