Saham Global Menguat di Tengah Konflik Timur Tengah
Saham global menguat pada perdagangan Rabu seiring meredanya reli harga minyak dan meningkatnya minat risiko. Bursa saham di Amerika Serikat dan Eropa bergerak naik meski konflik geopolitik masih berlangsung.
Ketegangan meningkat setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, pasar mulai melihat peluang meredanya konflik setelah muncul sinyal komunikasi tidak langsung terkait potensi penyelesaian.
Sentimen membaik juga dipicu oleh ekspektasi bahwa konflik tidak akan berkembang menjadi krisis energi berkepanjangan. Hal ini mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko.
Wall Street Naik Didukung Teknologi
Di Wall Street, indeks utama ditutup menguat signifikan. Dow Jones Industrial Average naik 0,49%, S&P 500 menguat 0,78%, dan Nasdaq Composite melonjak 1,29%.
Penguatan didorong oleh turunnya harga minyak, kenaikan saham semikonduktor, serta rebound saham teknologi. Saham software yang sebelumnya tertekan mulai pulih dan memberi dorongan tambahan pada indeks.
Pasar Asia Tertekan oleh Risiko Energi
Berbeda dengan Barat, pasar Asia mengalami tekanan tajam. Indeks KOSPI mencatat penurunan beruntun karena tingginya ketergantungan Korea Selatan terhadap pasokan energi dari Timur Tengah.
Indeks Nikkei 225 turun 3,6%, sedangkan Taiwan Weighted Index melemah 4,3%. Kekhawatiran terhadap gangguan distribusi minyak menjadi faktor utama pelemahan di kawasan ini.
Dolar Melemah, Yield AS Terus Naik
Dolar AS melemah setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam beberapa bulan. Pelemahan ini terjadi seiring berkurangnya permintaan terhadap aset safe haven.
Sebaliknya, imbal hasil obligasi pemerintah AS terus meningkat. Yield obligasi tenor 10 tahun naik ke 4,098%, sementara yield 2 tahun mencapai 3,551%.
Komentar dari pihak U.S. Bank Wealth Management menegaskan bahwa arah pergerakan yield menjadi indikator penting. Kenaikan tajam dapat mencerminkan meningkatnya ekspektasi inflasi akibat tekanan harga energi.
Harga Minyak Tertahan, Emas Rebound
Harga minyak mulai stabil setelah reli tajam sebelumnya. Gangguan distribusi di Selat Hormuz masih berlangsung, namun pasar mulai menyesuaikan ekspektasi terhadap dampaknya. Minyak mentah AS ditutup di $74,66 per barel, sementara Brent berada di $81,40.
Di saat saham global menguat, emas juga menunjukkan sinarnya. Harga emas spot naik 0,99% ke $5.136,91 per ons setelah sempat terkoreksi tajam pada sesi sebelumnya. Pelemahan dolar dan kebutuhan lindung nilai menjadi pendorong utama kenaikan ini.
Prospek Harga Emas Kamis | 05 Maret 2026
Pergerakan emas pada pada timeframe H4 sebelumnya sempat melanjutkan kenaikan hingga menembus area 5.400, namun gagal bertahan setelah tertahan di resistance kuat 5.375. Dari area tersebut, harga berbalik turun cukup tajam hingga membentuk low di 4.996. Setelah menyentuh level ini, harga mencoba rebound, tetapi kenaikan masih terbatas.
Saat ini harga bergerak di sekitar 5.150 dan masih tertahan di bawah SMA 50 yang berada di kisaran 5.200, sehingga area ini menjadi resistance dinamis. Selama harga belum mampu kembali dan bertahan di atas level tersebut, struktur jangka pendek masih cenderung bearish.
Di sisi bawah, support terdekat berada di 5.075. Jika level ini ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju 4.996, bahkan membuka peluang penurunan lebih dalam ke 4.935. Sementara itu, RSI yang berada di sekitar 44 menunjukkan momentum masih lemah dan belum ada tanda pembalikan kuat, sehingga ruang penurunan masih terbuka.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.226 R2 5.305 R3 5.375
S1 5.079 S2 4.996 S3 4.935
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 5.100 |
| Profit Target Level | 5.170 |
| Stop Loss Level | 5.070 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.200 |
| Profit Target Level | 5.100 |
| Stop Loss Level | 5.230 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 05 Maret 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan tren yang masih kuat ke atas setelah breakout dari area konsolidasi dan melanjutkan kenaikan hingga menembus resistance 73.29 dan 71.63. Kenaikan ini juga didukung oleh posisi harga yang tetap berada di atas SMA 50, yang kini berfungsi sebagai support dinamis dan mengonfirmasi bias bullish masih terjaga.
Saat ini harga bergerak di sekitar 75–76 dan sedang mengalami konsolidasi setelah kenaikan tajam. Selama harga tetap bertahan di atas area 73.29, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 77.91, kemudian 79.24 hingga 80.75. Di sisi bawah, terdapat gap di area sekitar 69.27 yang berpotensi menjadi target jika terjadi koreksi lebih dalam. Namun selama harga tidak kembali turun dan menutup gap tersebut, struktur tren naik masih tetap dominan.
US Oil INTRADAY AREA
R1 77,91 R2 79,24 R3 80,75
S1 73,29 S2 71,63 S3 69,27
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 73,50 |
| Profit Target Level | 77,00 |
| Stop Loss Level | 71,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 77,90 |
| Profit Target Level | 75,00 |
| Stop Loss Level | 79,30 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Pada grafik H4, tekanan jual terlihat dominan setelah harga gagal mempertahankan posisi di bawah resistance 5.375 dan breakdown dari area 5.250 yang kini berubah menjadi resistance kuat. Penurunan tersebut membawa harga mencetak low baru di 4.945 sebelum akhirnya terjadi rebound teknikal.
Pada grafik H4 US Oil, harga terlihat melanjutkan tren bullish setelah breakout kuat yang membentuk gap di area 69–70. Gap tersebut sejauh ini belum tertutup dan justru diikuti dengan kenaikan tajam hingga menembus resistance 73.29, mengindikasikan momentum beli masih dominan.
Pada grafik H4, emas sudah breakout dari pola rectangle 5.100–5.250 dan membentuk gap ke atas. Gap di area 5.250–5.280 sempat hampir tertutup, namun harga kembali naik dan kini bertahan di atasnya, sehingga zona tersebut berfungsi sebagai support baru.
Pada grafik H4, US Oil terlihat melakukan breakout kuat dari area konsolidasi di sekitar 66.00–67.77 dan membentuk gap naik hingga area 69.27. Gap tersebut belum tertutup dan kini menjadi support terdekat, menandakan tekanan beli masih dominan dalam jangka pendek.
Week Ahead: 02–06 Maret 2026
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat berada dalam fase konsolidasi setelah kenaikan sebelumnya, dengan harga bergerak sideways di area 5.100–5.217 yang menjadi zona kunci jangka pendek. Selama harga tetap bertahan di atas support 5.100 dan masih bergerak di atas SMA 50, bias bullish masih terjaga meskipun momentum cenderung melemah, tercermin dari RSI yang bergerak datar di sekitar level 50–60.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah gagal bertahan di atas area resistance 67,05–67,73, dengan harga saat ini kembali mendekati area SMA 50 di sekitar 64,61. Selama harga masih bergerak di bawah resistance tersebut, tekanan koreksi cenderung meningkat, terutama jika terjadi penembusan di bawah 64,61 yang dapat membuka ruang penurunan lebih lanjut menuju 63,61 hingga 62,41.
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan bias bullish setelah harga mampu bertahan di atas SMA 50 serta area support 5.100–5.046. Selama harga tetap berada di atas zona tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di kisaran 5.250 hingga 5.312.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih berada dalam fase konsolidasi setelah reli sebelumnya, dengan harga bergerak di dalam range 65.43 hingga 67.05 sebagai area kunci jangka pendek. Harga sempat turun menembus 65.43, namun kembali bertahan di atas level tersebut, sehingga struktur konsolidasi masih tetap valid.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya sempat naik hingga membentuk high di area 5.250, sebelum akhirnya mengalami koreksi yang masih tergolong sehat. Tekanan turun tertahan di area 5.100 sebagai support terdekat, sementara posisi harga yang tetap berada di atas SMA 50 di sekitar 5.046 menandakan struktur bullish masih terjaga. Saat ini harga cenderung bergerak konsolidatif di bawah resistance 5.192, dan selama bertahan di atas 5.100, peluang kenaikan masih terbuka untuk kembali menguji 5.192 hingga 5.250.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan fase konsolidasi setelah kenaikan sebelumnya. Harga bergerak sideways dalam range 65.43 hingga 67.05 sebagai zona kunci jangka pendek. Harga juga masih bertahan di atas SMA 50 di sekitar 64.61, sehingga bias bullish tetap terjaga selama tidak ditembus ke bawah.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan momentum bullish yang kuat setelah berhasil menembus area 5.146 dan 5.205 yang kini beralih fungsi menjadi support. Harga bergerak stabil di atas level tersebut dan tetap didukung oleh posisi di atas SMA 50 , mencerminkan tren naik yang terjaga.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan fase konsolidasi setelah reli kuat, dengan harga bergerak sideways di dalam area 65.43–67.05 yang kini menjadi zona kunci. Selama harga mampu bertahan di atas support 65.43, bias bullish masih terjaga dan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance 67.73 hingga 68.55. Namun, jika terjadi breakdown di bawah 65.43, harga berisiko mengalami koreksi lebih dalam menuju area 64.61, sebelum kembali menentukan arah selanjutnya.
Harga emas pada timeframe H4 terlihat melanjutkan momentum bullish setelah berhasil breakout dari area resistance 5.046 dan bergerak stabil di atas SMA 50, yang kini berfungsi sebagai support dinamis. Struktur higher low yang terbentuk sejak pertengahan Februari diperkuat oleh trendline naik, menunjukkan tekanan beli yang masih dominan.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan momentum bullish yang masih terjaga setelah breakout kuat dari area resistance 65,43 dan kini bergerak di atas MA sebagai support dinamis. Struktur higher high dan higher low mengindikasikan tren naik yang solid, meskipun saat ini terlihat fase konsolidasi ringan setelah kenaikan tajam.
Week Ahead 23–27 Februari 2026
