Market Summary
Peluang Trading GBP/USD terbuka setelah Inggris merilis data Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih kuat dari perkiraan. Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) melaporkan ekonomi tumbuh 0,3% secara bulanan pada November, melampaui ekspektasi pasar sebesar 0,1%. Capaian ini menandai pemulihan setelah dua bulan berturut-turut mengalami kontraksi.
Sektor jasa menjadi motor utama pertumbuhan dengan ekspansi 0,3%, berbalik dari penurunan bulan sebelumnya. Aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis melonjak 1,7%, sementara sektor informasi dan komunikasi naik 1,5%. Perdagangan grosir dan ritel juga mencatat kenaikan, mencerminkan perbaikan permintaan domestik.
Produksi dan Manufaktur Perkuat Fundamental Pound Sterling
Dari sisi produksi, data menunjukkan perbaikan yang solid. Output manufaktur Inggris meningkat 2,1% secara bulanan, jauh di atas estimasi pasar 0,5%. Produksi industri secara keseluruhan tumbuh 1,1%, menegaskan pemulihan aktivitas ekonomi.
Lonjakan terbesar datang dari sektor transportasi, khususnya manufaktur kendaraan bermotor yang naik tajam seiring normalisasi produksi pasca gangguan teknis sebelumnya. Namun, sektor konstruksi masih mencatat kontraksi, meski tidak cukup kuat untuk menekan sentimen positif pasar.
Implikasi terhadap Kebijakan Bank of England
Data ekonomi yang solid berpotensi mengurangi ekspektasi kebijakan dovish Bank of England (BoE). Sebelumnya, BoE mengisyaratkan arah kebijakan yang lebih longgar secara bertahap. Namun, kondisi ekonomi terbaru memberi ruang bagi bank sentral untuk bersikap lebih berhati-hati.
Pernyataan pembuat kebijakan BoE, Alan Taylor, memperkuat pandangan tersebut. Ia menyebut kebijakan moneter dapat kembali ke level netral lebih cepat, dengan inflasi yang berpotensi stabil mulai pertengahan 2026. Sentimen ini memberi dukungan tambahan bagi Pound Sterling.
Dolar AS Masih Menjadi Penahan Kenaikan GBP/USD
Meski fundamental Inggris membaik, pergerakan pasangan ini tetap menghadapi tekanan dari Dolar AS. Indeks Dolar (DXY) menguat mendekati level tertinggi bulanan, didukung ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga pada pertemuan berikutnya.
Data ekonomi AS menunjukkan ketahanan yang kuat. Penjualan ritel naik 0,6% secara bulanan, sementara inflasi produsen meningkat lebih cepat dari perkiraan. Sejumlah pejabat The Fed juga menegaskan perlunya mempertahankan kebijakan moneter ketat untuk memastikan inflasi benar-benar terkendali.
Selain itu, sentimen risk-off muncul akibat ketegangan perdagangan terbaru, yang mendorong permintaan terhadap aset safe haven dan menopang Dolar AS.
Prospek dan Fokus Pasar Selanjutnya
Secara keseluruhan, Peluang Trading GBP/USD masih terbuka dengan potensi volatilitas tinggi. Data ekonomi Inggris memberikan fondasi positif bagi Pound, sementara arah kebijakan The Fed tetap menjadi faktor penentu pergerakan jangka pendek.
Sebagai penutup, pelaku pasar akan mencermati rilis weekly US Initial Jobless Claims yang dijadwalkan pada Kamis malam. Selain itu, pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve seperti Raphael Bostic, Michael Barr, Thomas Barkin, dan Jeff Schmid berpotensi memberikan petunjuk lanjutan terkait arah kebijakan moneter AS dan pergerakan GBP/USD.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish, dengan level pivot di 1.3455. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut untuk menguji area support di 1.3415 hingga 1.3370.
Sebagai skenario alternatif, Trading Central menilai bahwa penembusan dan pergerakan harga di atas 1.3455 dapat membuka peluang kenaikan lanjutan menuju area resistance 1.3485–1.3505.
Resistance 1: 1.3455 Resistance 2: 1.3485 Resistance 3: 1.3505
Support1: 1.3415 Support 2: 1.3390 Support 3: 1.3370
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih berpotensi bearish dengan level pivot di 1.3385. Selama harga bertahan di bawah area ini, peluang penurunan tetap terbuka dengan target support terdekat di 1.3305. Jika support tersebut ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju area support berikutnya di 1.3285 hingga 1.3265.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan potensi bullish pada GBP/USD di time frame H4, dengan level pivot di 1.3360. Selama harga bergerak di atas level ini, peluang penguatan tetap terbuka untuk menguji resistance di area 1.3435–1.3470.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan GBP/USD masih cenderung bullish di time frame H4 dengan pivot di 1.3320. Selama harga berada di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka. Resistance terdekat berada di area 1.3360–1.3365. Jika area tersebut ditembus, potensi naik dapat berlanjut menuju resistance berikutnya di 1.3415.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa GBP/USD masih berpotensi melanjutkan tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.3140. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 1.3240, kemudian 1.3260, dan selanjutnya 1.3280.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD masih cenderung bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.3155. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, potensi pelemahan masih terbuka dengan support terdekat di 1.3110. Jika support ini ditembus, penurunan lanjutan berpeluang menguji area 1.3090–1.3070.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD masih berada dalam tren bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3095. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan akan berlanjut dengan target penurunan menuju area support 1.3030–1.2990.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3105. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan berlanjut untuk menguji area support di 1.3030–1.2950.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa Peluang Trading GBP/USD saat ini masih berada dalam tekanan bearish pada time frame H4, dengan level pivot penting di 1.3355. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan turun diperkirakan masih berlanjut dengan potensi pengujian ke zona support 1.3285 hingga 1.3235.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan GBP/USD masih berpotensi menguat pada time frame H4 dengan level pivot di 1.3455. Selama harga bertahan di atas level ini, peluang kenaikan berlanjut dengan target resistance terdekat di 1.3525. Jika mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, maka potensi penguatan berikutnya dapat menguji area 1.3560–1.3580.
