CPI Kanada Jadi Fokus Utama Pasar
CPI Kanada menjadi perhatian utama pelaku pasar menjelang rilis data inflasi Februari yang dijadwalkan pada sesi Amerika. Data ini diperkirakan memberi gambaran terbaru mengenai dinamika inflasi di Kanada sekaligus menjadi acuan penting bagi kebijakan moneter Bank of Canada (BoC).
Secara konsensus, inflasi tahunan diproyeksikan naik sekitar 2,1% YoY pada Februari, sedikit melambat dibandingkan kenaikan 2,3% pada Januari. Sementara itu, inflasi bulanan diperkirakan meningkat 0,4%. Pelaku pasar juga mencermati inflasi inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi. Angka tersebut diperkirakan turun menjadi 2,4% YoY dari sebelumnya 2,6%.
Jika data CPI Kanada menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi suku bunga yang lebih ketat dapat kembali muncul dan berpotensi menguatkan dolar Kanada.
Data Tenaga Kerja Menekan Dolar Kanada
Menjelang rilis CPI Kanada, dolar Kanada justru berada dalam tekanan. Pada awal perdagangan Eropa, pasangan USD/CAD bergerak relatif stabil di sekitar 1,3720, namun kinerja mata uang Kanada tertinggal dibandingkan mayoritas mata uang utama lainnya.
Tekanan ini muncul setelah data tenaga kerja Kanada mengecewakan pasar. Laporan terbaru menunjukkan sekitar 83,9 ribu pekerja kehilangan pekerjaan pada Februari, jauh dari ekspektasi yang memperkirakan penambahan sekitar 10 ribu pekerjaan baru. Pada bulan sebelumnya, ekonomi Kanada juga mencatat pemutusan kerja sekitar 24,8 ribu pekerja.
Selain itu, tingkat pengangguran naik menjadi 6,7%, lebih tinggi dari estimasi 6,6% dan angka sebelumnya 6,5%. Pelemahan pasar tenaga kerja tersebut meningkatkan spekulasi bahwa Bank of Canada dapat mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter jika kondisi ekonomi terus melemah.
Harga Minyak Membatasi Pelemahan CAD
Meski data ekonomi memberikan tekanan, pelemahan dolar Kanada masih relatif terbatas. Kenaikan harga minyak global membantu menopang mata uang tersebut.
Harga minyak naik setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz, jalur penting yang menyalurkan sekitar 20% pasokan minyak global. Kondisi ini mendorong aliran dana asing ke Kanada karena negara tersebut merupakan eksportir minyak terbesar ke Amerika Serikat.
Namun demikian, sentimen pasar sedikit membaik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Washington akan bekerja sama dengan beberapa negara untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
CPI Kanada dan Arah Kebijakan Bank of Canada
Rilis CPI Kanada juga sangat penting bagi Bank of Canada menjelang pertemuan kebijakan pada 18 Maret. Saat ini, sebagian besar ekonom memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga di level 2,25%.
Bank sentral sebelumnya menyatakan bahwa kebijakan moneter saat ini sudah cukup untuk menjaga inflasi tetap dekat dengan target 2%, selama kondisi ekonomi berkembang sesuai perkiraan. Meski demikian, para pejabat menegaskan bahwa mereka tetap siap menyesuaikan kebijakan jika risiko inflasi kembali meningkat atau pertumbuhan ekonomi melemah.
Data terbaru menunjukkan proses penurunan inflasi masih berlangsung, tetapi belum sepenuhnya selesai. Beberapa indikator inflasi inti seperti CPI-Common, Trimmed Mean, dan Median memang mulai melandai, namun sebagian besar masih berada di atas target bank sentral.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat pergerakan USD/CAD pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 1.3680. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka. Target terdekat berada di resistance 1.3740, kemudian 1.3760, dan 1.3780.
Sebagai alternatif, jika harga turun menembus 1.3680, tekanan jual dapat meningkat. Penurunan selanjutnya berpotensi menguji area support di 1.3655 hingga 1.3630.
Resistance 1: 1.3740 Resistance 2: 1.3760 Resistance 3: 1.3780
Support1: 1.3680 Support 2: 1.3655 Support 3: 1.3630
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 5.125. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan berlanjut dengan support terdekat di 5.055. Jika level ini ditembus, penurunan berikutnya berpotensi menguji area 5.015 hingga 4.995.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 1.1580. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan masih berpotensi berlanjut dengan support terdekat di 1.1530. Jika level ini berhasil ditembus, penurunan diperkirakan berlanjut menuju area support berikutnya di kisaran 1.1505 hingga 1.1480.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan AUD/USD pada time frame H4 masih berada dalam bias bullish dengan level pivot di 0.7055. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan resistance terdekat di 0.7120. Jika level ini berhasil ditembus, kenaikan selanjutnya berpotensi mengarah ke area resistance 0.7145 hingga 0.7170.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil berpotensi melanjutkan koreksi pada time frame H4, dengan level pivot di 112,50. Selama harga masih bertahan di bawah level tersebut, tekanan koreksi diperkirakan berlanjut dengan support terdekat di 97,00. Jika level support ini ditembus, penurunan berpotensi berlanjut untuk menguji support berikutnya di 91,50 hingga 85,00.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berpotensi bullish dengan level pivot di 5.055. Selama harga bertahan di atas level tersebut, penguatan diperkirakan berlanjut untuk menguji resistance di 5.165, kemudian 5.195, hingga 5.225.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 85,50. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan berpotensi berlanjut untuk menguji area support di 81,65, kemudian 79,50, hingga 78,00.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada timeframe H4 masih berpotensi bullish dengan level pivot di 5.085. Selama harga bertahan di atas level tersebut, kenaikan berpeluang berlanjut untuk menguji resistance di 5.225, kemudian 5.260, hingga 5.335.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil masih berada dalam tren bullish dengan level pivot di 70,40. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 75,30, kemudian 77,00, hingga 79,00.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CAD pada time frame H4 masih cenderung bullish, dengan level pivot di 1.3635. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji area resistance di 1.3685, kemudian 1.3700 hingga 1.3720.
