Market Summary
Peluang trading silver kembali menjadi sorotan seiring pelemahan harga XAG/USD yang berlanjut untuk sesi kedua berturut-turut. Silver diperdagangkan di sekitar USD 91,00 pada sesi Eropa, tertekan oleh penurunan permintaan safe haven di tengah membaiknya sentimen global.
Meredanya kekhawatiran geopolitik menjadi faktor utama pelemahan tersebut. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa ia menarik kembali ancaman aksi militer setelah mendapat jaminan tidak akan terjadi eskalasi lanjutan. Pernyataan ini menurunkan tensi global dan mengurangi minat pasar terhadap aset lindung nilai seperti silver.
Sentimen Risiko Meningkat, Safe Haven Tertekan
Minat terhadap aset safe haven semakin melemah setelah Trump menegaskan tidak memiliki rencana untuk memberhentikan Ketua The Fed Jerome Powell. Kepastian ini menenangkan pasar terkait independensi bank sentral AS yang sebelumnya sempat memicu kekhawatiran.
Sentimen risk-on juga diperkuat oleh kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Taiwan yang ditujukan untuk meningkatkan produksi semikonduktor AS dengan imbalan penurunan tarif. Kesepakatan tersebut mendorong optimisme pertumbuhan dan mengalihkan arus dana ke aset berisiko.
Data Tenaga Kerja AS dan Sikap The Fed
Silver kehilangan daya tarik tambahan setelah data Initial Jobless Claims AS menunjukkan penurunan tak terduga menjadi 198 ribu, jauh di bawah ekspektasi pasar. Data ini menegaskan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap solid meskipun berada dalam lingkungan suku bunga tinggi.
CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas sekitar 95% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan akhir Januari. Ekspektasi pemangkasan suku bunga pun bergeser ke Juni, mencerminkan kekhawatiran otoritas moneter terhadap inflasi yang masih bertahan.
Pergerakan Dolar AS dan Arah Pasar Silver
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak stabil di kisaran 99,30 setelah mencatatkan penguatan terbatas pada sesi sebelumnya. Dolar mendapat dukungan dari data tenaga kerja yang kuat serta ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama, sehingga membatasi ruang pemulihan harga silver.
Ke depan, peluang trading silver akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan The Fed, rilis data ekonomi lanjutan, serta dinamika geopolitik global. Selama sentimen risk-on mendominasi dan dolar AS tetap solid, peluang trading silver cenderung bergerak dalam tekanan dengan volatilitas yang tetap terjaga.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish. Level pivot berada di area 92,50. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, peluang penurunan tetap terbuka. Area support berikutnya berada di kisaran 89,40 hingga 86,30.
Sebagai skenario alternatif, silver berpotensi berbalik menguat jika harga menembus dan bertahan di atas 92,50. Kenaikan lanjutan berpeluang menguji area resistance terdekat di 93,60. Target berikutnya berada di sekitar 95,55.
Resistance 1: 92,50 Resistance 2: 93,60 Resistance 3: 95,55
Support1: 89,40 Support 2: 87,80 Support 3: 86,30
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish, dengan level pivot di 1.3455. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut untuk menguji area support di 1.3415 hingga 1.3370.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish dengan level pivot di 4.595. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 4.655, kemudian 4.675, hingga 4.695.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga perak masih berpeluang bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 83,45. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi penguatan diperkirakan berlanjut dengan resistance terdekat di 86,20. Jika level ini berhasil ditembus, maka peluang kenaikan lanjutan terbuka menuju area resistance 86,90–87,80.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish dengan level pivot di 1.1700. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan potensi pengujian area support 1.1660 hingga 1.1620.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4. Level pivot berada di area 4.445. Selama harga mampu bertahan di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 4.483. Jika level resistance tersebut berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance berikutnya di kisaran 4.500–4.525.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CHF pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish, dengan level pivot di 0,7955. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka untuk menguji level 0,7990, kemudian 0,8005, hingga 0,8080.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga perak pada time frame H4 masih berada dalam tren menurun dengan level pivot di 81,00. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan bearish berpotensi berlanjut untuk menguji area support di kisaran 78,20-76,00.
Harga emas pada grafik H4 kembali menguat dan bertahan di atas SMA 50 yang berfungsi sebagai support dinamis di sekitar 4.426. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, bias bullish jangka pendek masih terjaga. Kenaikan lanjutan berpotensi mengarah ke resistance 4.475, kemudian 4.520 hingga 4.550.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan harga sempat menembus resistance 58,45, namun gagal bertahan dan berbalik turun cukup tajam. Tekanan jual berlanjut hingga harga menembus area 57,50 yang sebelumnya berperan sebagai support, sehingga level tersebut kini berubah fungsi menjadi resistance terdekat. Saat ini harga juga bergerak di bawah SMA 50 di kisaran 57,91, menegaskan bahwa bias bearish kembali mendominasi.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas masih berpotensi bullish pada time frame H4. Selama harga bertahan di atas level pivot 4.370, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 4.460. Jika harga mampu menembus area tersebut, kenaikan lanjutan berpotensi menguji zona resistance berikutnya di kisaran 4.460–4.518.
