Market Summary
Peluang trading emas masih terbuka pada perdagangan Kamis setelah harga emas mampu stabil meski sebelumnya terkoreksi lebih dari 1%. Harga emas spot bertahan di area USD 4.836 per ons, tidak jauh dari rekor tertinggi di sekitar USD 4.887. Stabilnya pergerakan ini menunjukkan bahwa minat beli masih bertahan menjelang rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat.
Isu Independensi The Fed Menopang Harga Emas
Peluang trading emas tetap menarik karena kekhawatiran pasar terhadap independensi Federal Reserve belum sepenuhnya mereda. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa ia hampir menentukan ketua The Fed yang baru dan membuka kemungkinan mempertahankan Kevin Hassett dalam lingkaran kebijakan moneter. Di saat yang sama, Mahkamah Agung AS menegaskan bahwa independensi The Fed dalam menetapkan kebijakan suku bunga harus dijaga, sehingga emas tetap mendapat dukungan sebagai aset lindung nilai.
Meredanya Ketegangan AS–Eropa Batasi Kenaikan Dolar
Sentimen geopolitik relatif membaik setelah Donald Trump menarik ancaman tarif terhadap negara-negara Uni Eropa terkait isu Greenland. Trump juga menyebut adanya kerangka kesepakatan antara Amerika Serikat dan NATO, meski detailnya belum dijelaskan. Kondisi ini menopang Dolar AS dengan indeks DXY bertahan di kisaran 98,80, namun penguatannya masih terbatas sehingga belum memberi tekanan signifikan pada emas.
Fokus Pasar pada Data PDB dan Jobless Claims AS
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke rilis Produk Domestik Bruto dan data klaim pengangguran mingguan Amerika Serikat. Data ini akan menjadi petunjuk penting arah kebijakan The Fed ke depan. Meski pasar masih memperkirakan pemangkasan suku bunga sekitar 50 basis poin tahun ini, pejabat The Fed menilai belum ada urgensi untuk melonggarkan kebijakan tanpa bukti kuat bahwa inflasi bergerak stabil menuju target 2%.
Prospek Jangka Menengah Emas Masih Konstruktif
Peluang trading emas juga diperkuat oleh pandangan positif dari lembaga keuangan global. Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga emas hingga USD 5.400 per ons pada Desember 2026. Proyeksi ini didukung oleh ekspektasi pembelian emas yang konsisten dari bank sentral, terutama di negara berkembang yang terus melakukan diversifikasi cadangan devisa. Dalam lingkungan suku bunga rendah, emas tetap menarik sebagai instrumen lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan kebijakan moneter.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 4.794. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka. Target terdekat berada di resistance 4.860, lalu berlanjut ke 4.887 hingga 4.925.
Sebagai skenario alternatif, jika harga turun dan menembus ke bawah 4.794, tekanan koreksi dapat berlanjut. Area support berikutnya berada di kisaran 4.775–4.755.
Resistance 1: 4.860 Resistance 2: 4.887 Resistance 3: 4.925
Support1: 4.794 Support 2: 4.775 Support 3: 4.755
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish, dengan level pivot di 93,00. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 95,87. Jika harga berhasil menembus area resistance ini, potensi penguatan lanjutan dapat mengarah ke zona 97,50–98,60.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1600. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 1.1640. Jika harga mampu menembus area ini, kenaikan lanjutan berpeluang mengarah ke resistance berikutnya di kisaran 1.1660–1.1675.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish. Level pivot berada di area 92,50. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, peluang penurunan tetap terbuka. Area support berikutnya berada di kisaran 89,40 hingga 86,30.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish, dengan level pivot di 1.3455. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut untuk menguji area support di 1.3415 hingga 1.3370.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish dengan level pivot di 4.595. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 4.655, kemudian 4.675, hingga 4.695.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga perak masih berpeluang bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 83,45. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi penguatan diperkirakan berlanjut dengan resistance terdekat di 86,20. Jika level ini berhasil ditembus, maka peluang kenaikan lanjutan terbuka menuju area resistance 86,90–87,80.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish dengan level pivot di 1.1700. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan potensi pengujian area support 1.1660 hingga 1.1620.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4. Level pivot berada di area 4.445. Selama harga mampu bertahan di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 4.483. Jika level resistance tersebut berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance berikutnya di kisaran 4.500–4.525.
