Market Summary
PCE AS menjadi perhatian utama pelaku pasar menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat yang berpotensi mempengaruhi arah kebijakan moneter The Fed. Harga Silver (XAG/USD) bergerak stabil di sekitar $74,00 pada sesi perdagangan Asia, namun masih belum menunjukkan arah yang jelas.
Pergerakan yang cenderung datar ini terjadi di tengah ketidakpastian terkait negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Pelaku pasar memilih menunggu kepastian sebelum mengambil posisi besar, sehingga volatilitas cenderung terbatas.
Ketegangan AS-Iran Membayangi Sentimen Pasar
Ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan Silver. Pemerintah AS berencana mengirim delegasi yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance ke Pakistan untuk membahas proposal damai dari Iran.
Namun, ketegangan meningkat setelah Iran menuduh AS melanggar beberapa poin penting dalam kesepakatan, termasuk terkait konflik di Lebanon. Situasi ini menimbulkan keraguan terhadap keberlanjutan proses negosiasi.
Sebelumnya, harga Silver tertekan akibat lonjakan harga minyak yang dipicu penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Kenaikan harga energi sempat mendorong ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat secara global, meskipun tekanan tersebut mulai mereda setelah pengumuman gencatan senjata sementara.
Dolar AS Menguat di Tengah Ketidakpastian
Dolar AS berhasil menguat kembali dan bertahan di atas level 99,00 setelah sebelumnya menyentuh 98,50. Penguatan ini didorong oleh permintaan aset safe haven di tengah rapuhnya gencatan senjata.
Selain itu, risalah rapat Federal Reserve menunjukkan adanya kecenderungan sikap yang lebih hawkish. Beberapa pejabat mulai mempertimbangkan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter, meskipun siklus pelonggaran masih berlangsung sejak Agustus 2024.
Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas sebesar 76,4% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga saat ini. Ekspektasi suku bunga tinggi ini menjadi tekanan bagi Silver sebagai aset non-yielding.
Menanti Rilis PCE AS dan Data Inflasi Lainnya
PCE AS diperkirakan menunjukkan tekanan inflasi yang relatif stabil pada periode Februari. Meskipun data ini mencerminkan kondisi sebelum konflik terbaru, pasar tetap memantau hasilnya sebagai indikator utama kebijakan The Fed.
Selain PCE AS, fokus pasar juga tertuju pada data CPI Amerika Serikat untuk bulan Maret. Inflasi utama diperkirakan naik menjadi 3,3% secara tahunan, sementara inflasi inti diproyeksikan meningkat menjadi 2,7% dari sebelumnya 2,5%.
Kombinasi data inflasi ini berpotensi memberikan arah baru bagi pergerakan Dolar AS dan Silver dalam jangka pendek, terutama jika hasilnya berbeda dari ekspektasi pasar.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan Silver pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish, dengan level pivot di 72,80. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun masih berpotensi berlanjut dengan target support terdekat di 72,80. Jika level ini ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju area support berikutnya di 71,30 hingga 69,80.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga mampu bergerak naik dan menembus 75,70, maka potensi penguatan dapat berlanjut untuk menguji resistance berikutnya di 76,70 hingga 77,70.
Resistance 1: 75,70 Resistance 2: 76,60 Resistance 3: 77,70
Support1: 72,80 Support 2: 71,30 Support 3: 72,80
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya berhasil menembus resistance 4.700 dan melanjutkan kenaikan hingga membentuk high di kisaran 4.858, yang kini menjadi resistance terdekat. Setelah mencapai level tersebut, harga mengalami koreksi, namun penurunan masih tertahan di area 4.700 yang kini beralih fungsi sebagai support kunci.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan harga sempat berada dalam tren bullish sebelum mengalami penurunan tajam dari resistance 109,14 hingga mendekati support 89,47.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, dengan level pivot di 103,00. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun masih berpotensi berlanjut untuk menguji support terdekat di 91,00. Jika level ini ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju area support berikutnya di 84,40 hingga 75,70.
Pergerakan emas pada time frame H4 saat ini menunjukkan struktur bullish yang semakin kuat, di mana harga berhasil menembus resistance 4.700 dan melanjutkan kenaikan dengan momentum yang cukup solid. Selama harga mampu bertahan di atas area 4.700, peluang kenaikan masih terbuka untuk melanjutkan rally menuju resistance berikutnya di kisaran 4.899 hingga 4.967.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan adanya penolakan kuat di area resistance 109,14 hingga 117,51, yang kemudian diikuti penurunan tajam hingga menembus support 103,23. Tekanan jual semakin terlihat setelah harga bergerak di bawah SMA 50, menandakan momentum bullish mulai melemah dan berpotensi berbalik arah dalam jangka pendek.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan AUD/USD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 0.6915. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 0.6960, kemudian 0.6980, hingga 0.7000.
Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan fase pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan turun yang cukup dalam, dengan harga kini bergerak di atas SMA 50 yang mulai melandai dan mengindikasikan potensi perubahan arah tren. Harga sempat menguji area resistance 4.742 namun gagal menembusnya, sehingga saat ini bergerak konsolidatif di sekitar 4.700–4.595.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya berhasil menembus resistance 101,58 yang juga bertepatan dengan posisi SMA 50, sehingga mengonfirmasi perubahan momentum ke arah bullish. Setelah itu, harga mengalami reli cukup kuat sebelum akhirnya terkoreksi dan membentuk support baru di 108,83. Namun, struktur harga terbaru masih menunjukkan terbentuknya lower high, yang mengindikasikan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya hilang meskipun tren utama masih cenderung naik.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat mulai membentuk fase rebound setelah sebelumnya mengalami tekanan turun yang cukup dalam, dengan harga kini bergerak di atas area support 4.523 dan mencoba menjaga momentum di atas kisaran 4.589. Posisi harga yang mulai mendekati SMA 50 menunjukkan adanya potensi perubahan arah ke bullish, meskipun masih tertahan di area resistance kuat sekitar 4.700–4.742 yang menjadi kunci kelanjutan tren naik.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil menembus area pivot di sekitar 107,63 dan kini bergerak mendekati resistance 117,01. Posisi harga yang berada di atas SMA 50 mengindikasikan bahwa tren naik masih cukup solid, didukung oleh struktur higher high dan higher low yang terus terbentuk dalam beberapa sesi terakhir. Namun, RSI yang sudah berada di area overbought mengisyaratkan potensi koreksi jangka pendek sebelum melanjutkan kenaikan.
Pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish, terlihat dari struktur lower high serta posisi harga yang bergerak di bawah garis tren turun dan SMA 50. Saat ini harga mencoba rebound ke area resistance di sekitar 1.1575–1.1620, namun belum mampu menembusnya secara konsisten, sehingga potensi penurunan masih terbuka.
Pergerakan USD/JPY pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish, terlihat dari struktur higher low yang terbentuk serta harga yang masih bergerak di atas garis tren naik. Saat ini harga sedang berkonsolidasi di sekitar area 159,00–159,40 setelah sempat terkoreksi, namun tetap bertahan di atas support penting di 158,20. Selama level ini tidak ditembus, peluang kenaikan masih terbuka untuk kembali menguji resistance di 160,00 hingga 160,45.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish dengan level pivot di 101,50. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 109,50. Jika level ini berhasil ditembus, penguatan berpeluang berlanjut menuju 113,00 hingga 117,00.
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat mulai pulih setelah sebelumnya mengalami tekanan tajam, di mana harga kini berhasil naik dan menembus area trendline bearish serta bergerak di atas SMA 50, menandakan adanya perubahan momentum ke arah bullish. Saat ini harga sedang menguji resistance terdekat di area 4.803, dan jika mampu menembus level tersebut secara konsisten, maka peluang kenaikan dapat berlanjut menuju area 4.840 hingga 4.867, bahkan membuka jalan ke resistance berikutnya di sekitar 4.899.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 terlihat sedang mengalami koreksi setelah sebelumnya menguat cukup signifikan, di mana harga kini bergerak turun mendekati area support di sekitar 96,50 yang juga berdekatan dengan garis SMA, sehingga zona ini menjadi area kunci untuk menentukan arah selanjutnya.
