Market Summary
Peluang Trading USD/JPY kembali menarik perhatian setelah pasangan ini bergerak di atas level 158,00 pada sesi Eropa Selasa. USD/JPY masih berada dalam rentang perdagangan hampir satu pekan. Pasar kini menunggu penembusan batas atas rentang tersebut untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.
Sentimen bullish terhadap dolar AS masih memberi dukungan. Indeks Dolar AS (DXY) juga bergerak dekat level tertinggi sejak April 2025. Kondisi ini membuat USD/JPY tetap memiliki ruang untuk menguji level yang lebih tinggi.
Pidato Ueda Pertahankan Jalur Pengetatan Bertahap
Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda kembali menegaskan arah kebijakan yang bertahap. Ia menyampaikan bahwa ekonomi Jepang terus pulih secara moderat. Kondisi bisnis juga tetap mendukung, terlihat dari hasil survei Tankan September.
Ueda juga menilai inflasi yang mendasari mulai mendekati target 2%. Perkembangan ekonomi dan harga dinilai masih sesuai dengan proyeksi dasar BoJ. Karena itu, BoJ tetap membuka peluang kenaikan suku bunga berikutnya.
Pernyataan tersebut memberi dukungan bagi yen dalam jangka menengah. BoJ masih dapat menaikkan suku bunga jika perkembangan ekonomi, harga, dan kondisi keuangan sesuai dengan kebutuhan kebijakan.
Prospek Kenaikan Suku Bunga BoJ Jadi Perhatian
Reuters melaporkan bahwa tiga sumber yang memahami pemikiran BoJ melihat peluang bank sentral memberi sinyal bahwa inflasi yang mendasari sudah mendekati target 2%. Sinyal tersebut dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan-bulan berikutnya.
Pandangan ini juga sejalan dengan ekspektasi bahwa BoJ dapat menaikkan suku bunga pada Desember. Kenaikan tersebut akan mempercepat proses normalisasi kebijakan moneter Jepang.
Namun, yen belum sepenuhnya mendapat manfaat dari prospek tersebut. Kekhawatiran terhadap kebijakan fiskal ekspansif Jepang dan besarnya utang pemerintah masih membebani mata uang Jepang.
Dolar AS Masih Mendapat Dukungan
Dari sisi AS, dolar masih memperoleh dukungan meski ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) pada Oktober menurun. Data ekonomi AS pekan lalu menunjukkan inflasi mulai melandai dan pasar tenaga kerja sedikit mendingin.
Harga minyak mentah juga turun ke level terendah dalam empat pekan. Pasokan dari Timur Tengah yang tetap kuat serta pelepasan cadangan darurat negara-negara G7 meredakan kekhawatiran terhadap pasokan energi.
Tekanan tersebut dapat membantu menahan inflasi AS. Kondisi itu memberi ruang bagi Fed untuk mempertahankan kebijakan tanpa harus menaikkan suku bunga secara agresif.
Meski demikian, pasar masih memperkirakan peluang lebih dari 85% untuk kenaikan biaya pinjaman AS hingga akhir tahun. Imbal hasil obligasi AS yang tinggi juga tetap mendukung dolar.
GPIF Kembali Memengaruhi Pergerakan Yen
Pergerakan yen mendapat tekanan setelah laporan Bloomberg mengenai pertemuan Government Pension Investment Fund (GPIF) Jepang pada September. Laporan tersebut menyebutkan bahwa GPIF tidak membahas alokasi portofolio dalam pertemuan tersebut.
Berita itu memicu pelemahan yen dan membantu USD/JPY kembali melewati level 158,00. Meski demikian, yen masih menjadi mata uang G10 dengan kinerja terbaik sejak akhir Agustus.
Penguatan yen dalam periode tersebut mendapat dukungan dari normalisasi kebijakan BoJ dan kenaikan imbal hasil Japanese Government Bonds (JGB).
Fokus Beralih ke FOMC Minutes
Pasar kini menunggu risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan terbit pada Rabu. Pernyataan dari sejumlah pejabat Fed juga dapat memberi petunjuk mengenai arah pergerakan suku bunga berikutnya.
Perbedaan kebijakan antara Fed dan BoJ tetap menjadi faktor utama bagi USD/JPY. Jika Fed mempertahankan kebijakan yang relatif ketat sementara BoJ bergerak lebih cepat menuju normalisasi, yen dapat memperoleh dukungan.
Sebaliknya, dolar dapat kembali menguat jika pejabat Fed memberi sinyal kebijakan yang lebih ketat. Kondisi tersebut dapat menjaga USD/JPY di atas level 158,00 dan menjadi perhatian dalam Peluang Trading USD/JPY berikutnya.
Perkembangan kebijakan BoJ juga tetap penting bagi Peluang Trading USD/JPY. Sinyal kenaikan suku bunga yang lebih kuat dapat mendukung yen, sedangkan kebijakan Fed yang lebih ketat berpotensi menjaga tekanan terhadap mata uang Jepang.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat peluang koreksi pada USD/JPY dalam time frame H4. Level pivot berada di 158,269. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju support 156,936. Jika level ini ditembus, penurunan dapat berlanjut ke 156,673 hingga 156,413.
Sebaliknya, USD/JPY dapat kembali melanjutkan tren naik jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 158,269. Dalam skenario tersebut, pasangan ini berpeluang menguji resistance di 158,708 hingga 158,970.
Resistance 158,269 Resistance 2: 158,708 Resistance 3: 158,970
Support1: 156,934 Support 2: 156,673 Support 3: 156,413
Baca juga: Peluang Trading EUR/USD Pasca Rilis Data PMI Zona Euro
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.






Pergerakan emas masih berada dalam tren bearish setelah gagal merebut kembali resistance 4.188–4.219 dan tetap bergerak di bawah SMA 50. RSI 14 yang berada di 45,56 juga menunjukkan momentum masih cenderung bearish, meski belum memasuki area oversold. Harga saat ini mulai mendekati area support 4.100–4.081. Jika mampu bertahan di area tersebut, peluang rebound menuju resistance 4.188 tetap terbuka, meski kenaikan masih berpotensi menjadi rebound korektif selama harga belum menembus resistance tersebut.
Pergerakan US oil pada timeframe H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga bergerak di bawah SMA 50. Saat ini harga tertahan di area support 88,66–87,46, yang menjadi zona penting untuk menentukan arah pergerakan berikutnya. Jika support tersebut mampu dipertahankan, harga berpeluang mengalami rebound untuk menguji resistance 91,94.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat peluang rebound pada EUR/USD di time frame H4 dengan level pivot 1.1181. Selama harga bertahan di atas level tersebut, pasangan ini berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance 1.1231. Jika berhasil ditembus, penguatan berikutnya dapat mengarah ke 1.1242 hingga 1.1254.

Pergerakan XAUUSD pada grafik H4 masih menunjukkan kecenderungan bearish, meski sempat terjadi rebound dari area support 4.110–4.139. Setelah rebound, harga kembali tertahan di area 4.219 – 4.228 dan belum mampu bertahan di atas SMA 50, sehingga tekanan jual masih terlihat dominan.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan emas masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 4.202. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target support di 4.100, kemudian 4.075, dan 4.050.

Pergerakan XAUUSD pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga menembus area support 4.280 dan bergerak di bawah SMA 50. Saat ini harga terlihat berkonsolidasi di area 4.142–4.219, dengan posisi terakhir sekitar 4.176.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam fase konsolidasi setelah sebelumnya mengalami tekanan jual. Harga kini bergerak di sekitar 91,86 dan mulai kembali berada di atas SMA 50, sementara RSI 14 berada di 55,29, menunjukkan momentum mulai menguat.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat peluang rebound pada WTI di time frame H4. Level pivot berada di 88,50. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, momentum bullish masih berpeluang berlanjut dengan target resistance di 94,75. Jika level tersebut berhasil ditembus, penguatan berikutnya dapat mengarah ke 96,50 hingga 98,00.
