Market Summary
Peluang trading emas jelang data ketenagakerjaan AS menjadi perhatian pelaku pasar global. Harga emas melemah pada akhir pekan setelah investor melakukan penyesuaian indeks komoditas dan merespons penguatan dolar AS. Spot gold turun tipis ke kisaran USD 4.469 per ons, meski secara mingguan masih mencatat kenaikan lebih dari 3 persen dan bertahan dekat rekor tertinggi.
Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari justru bergerak menguat. Kondisi ini menunjukkan pasar masih membuka ruang spekulasi menjelang rilis data non-farm payrolls (NFP) Amerika Serikat.
Dolar AS Menguat, Tekan Emas Jangka Pendek
Penguatan dolar AS memberi tekanan jangka pendek pada emas. Dolar naik ke level tertinggi hampir satu bulan karena pelaku pasar bersiap menghadapi keputusan Mahkamah Agung AS terkait penggunaan kewenangan tarif darurat oleh Presiden Donald Trump. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Meski demikian, pelaku pasar menilai tekanan ini bersifat sementara karena fokus utama tetap tertuju pada data ketenagakerjaan AS.
Ekspektasi Data Ketenagakerjaan AS
Pasar memperkirakan NFP AS hanya bertambah sekitar 60.000 pekerjaan pada Desember 2025, sedikit lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran diproyeksikan turun tipis menjadi 4,5 persen dari 4,6 persen. Upah per jam rata-rata diperkirakan naik 0,3 persen secara bulanan, sementara pertumbuhan upah tahunan naik ke 3,6 persen.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell sebelumnya menyatakan ekonomi AS kemungkinan kehilangan sekitar 20.000 pekerjaan per bulan sejak April. Pernyataan ini memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja melambat, meski belum memasuki fase kontraksi tajam.
Rebalancing Indeks dan Dampaknya ke Harga Emas
Tekanan tambahan datang dari proses rebalancing tahunan Bloomberg Commodity Index. Proses ini menyesuaikan bobot komoditas agar tetap selaras dengan kondisi pasar. Beberapa indeks memangkas porsi logam mulia, termasuk emas, sehingga memicu aksi jual teknis dalam jangka pendek.
Namun, faktor ini tidak mengubah prospek fundamental emas secara keseluruhan.
Prospek Jangka Menengah Emas Masih Positif
HSBC menilai harga emas berpotensi menembus USD 5.000 per ons pada paruh pertama 2026. Bank tersebut melihat risiko geopolitik dan peningkatan utang global sebagai pendorong utama. Dalam lingkungan suku bunga rendah dan ketidakpastian ekonomi, aset tanpa imbal hasil seperti emas biasanya tampil lebih menarik.
Dengan kombinasi faktor tersebut, peluang trading emas jelang data ketenagakerjaan AS tetap terbuka, terutama bagi trader yang memanfaatkan volatilitas jangka pendek sambil menjaga pandangan positif untuk jangka menengah.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4. Level pivot berada di area 4.445. Selama harga mampu bertahan di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 4.483. Jika level resistance tersebut berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance berikutnya di kisaran 4.500–4.525.
Sebagai skenario alternatif, Trading Central menilai bahwa apabila harga emas turun dan menembus ke bawah 4.445, tekanan jual dapat meningkat. Kondisi ini berpotensi mendorong harga menguji area support di 4.435–4.415.
Resistance 1: 4.483 Resistance 2: 4.500 Resistance 3: 4.525
Support1: 4.445 Support 2: 4.435 Support 3: 4.415
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pada grafik H4, harga emas telah menembus descending channel dan berhasil melewati area 4.465. Level tersebut sebelumnya berperan sebagai resistance dan kini berubah fungsi menjadi support. Harga juga mampu bertahan di atas SMA 50 yang berada tidak jauh di bawahnya. Kondisi ini menegaskan bahwa struktur bullish kembali menguat setelah fase koreksi.
Pada grafik H4 US Oil, harga terlihat rebound tajam dari area low di sekitar 56,00, lalu berhasil menembus dan bertahan di atas SMA 50 yang kini berfungsi sebagai support dinamis di kisaran 57,90–58,00. Pergerakan ini menandakan perbaikan momentum jangka pendek setelah fase tekanan sebelumnya. Meski demikian, kenaikan harga masih tertahan oleh garis downtrend yang menjadi resistance utama di area 58,84.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CHF pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish, dengan level pivot di 0,7955. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka untuk menguji level 0,7990, kemudian 0,8005, hingga 0,8080.
Harga emas pada grafik H4 bergerak menguat dan saat ini bertahan di atas area SMA 50 yang berfungsi sebagai support dinamis di kisaran 4.426. Selama harga mampu mempertahankan pergerakan di atas area ini, peluang kelanjutan kenaikan masih terbuka dengan target terdekat mengarah ke resistance 4.500, kemudian 4.520 hingga 4.550.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 kembali berada dalam tekanan setelah menembus area support 57,14, yang kini beralih fungsi menjadi resistance terdekat. Kenaikan harga sebelumnya hanya bersifat korektif dan masih tertahan di bawah garis downtrend, sehingga struktur bearish secara keseluruhan tetap terjaga.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga perak pada time frame H4 masih berada dalam tren menurun dengan level pivot di 81,00. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan bearish berpotensi berlanjut untuk menguji area support di kisaran 78,20-76,00.
Harga emas pada grafik H4 kembali menguat dan bertahan di atas SMA 50 yang berfungsi sebagai support dinamis di sekitar 4.426. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, bias bullish jangka pendek masih terjaga. Kenaikan lanjutan berpotensi mengarah ke resistance 4.475, kemudian 4.520 hingga 4.550.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan harga sempat menembus resistance 58,45, namun gagal bertahan dan berbalik turun cukup tajam. Tekanan jual berlanjut hingga harga menembus area 57,50 yang sebelumnya berperan sebagai support, sehingga level tersebut kini berubah fungsi menjadi resistance terdekat. Saat ini harga juga bergerak di bawah SMA 50 di kisaran 57,91, menegaskan bahwa bias bearish kembali mendominasi.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot berada di 57,50. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di kisaran 58,50 hingga 59,30.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil kembali bertahan di atas area SMA 50, yang kini berfungsi sebagai support dinamis di sekitar 4.431–4.404. Rebound dari koreksi sebelumnya membentuk struktur higher low, sementara RSI bergerak naik dan bertahan di atas level netral 50, mengindikasikan momentum beli yang mulai menguat.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan sinyal pemulihan yang lebih konstruktif setelah harga berhasil bertahan di atas area support 57,19–57,50 dan kembali bergerak di atas SMA 50. Momentum penguatan mendapat konfirmasi dari RSI yang telah menembus garis downtrend-nya, menandakan berakhirnya tekanan jual jangka pendek dan meningkatnya minat beli. Selama harga mampu bertahan di atas area 57,91–57,50, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka dengan potensi pengujian resistance 58,86 hingga 59,42.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas masih berpotensi bullish pada time frame H4. Selama harga bertahan di atas level pivot 4.370, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 4.460. Jika harga mampu menembus area tersebut, kenaikan lanjutan berpotensi menguji zona resistance berikutnya di kisaran 4.460–4.518.
Harga emas pada grafik H4 masih bergerak dalam struktur uptrend jangka menengah, terlihat dari posisi harga yang tetap bertahan di atas trendline naik. Namun, dalam jangka pendek pergerakan cenderung konsolidatif setelah koreksi tajam dari area puncak, dengan harga saat ini masih berada di bawah area resistance 4.343–4.377 sekaligus belum mampu menembus area SMA 50.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish. Kondisi ini terlihat dari struktur lower high yang terbentuk di bawah trendline turun jangka menengah. Harga kembali bergerak di bawah area SMA 50 dan gagal bertahan di atas resistance 57,60–58,03. Hal tersebut mencerminkan lemahnya momentum rebound.
