Saham AS Menguat di Tengah Fokus Data The Fed
Saham AS menguat pada perdagangan Selasa, seiring kenaikan indeks utama Wall Street yang dipimpin oleh saham teknologi. Penguatan ini terjadi ketika investor memusatkan perhatian pada rilis data ekonomi Amerika Serikat akhir pekan ini yang dinilai krusial untuk mengukur arah kebijakan Federal Reserve. Di saat yang sama, dolar AS bergerak menguat tipis, sementara harga minyak justru melemah.
Sentimen positif di pasar saham mencerminkan optimisme investor terhadap prospek pelonggaran kebijakan moneter tahun ini, dengan pasar keuangan memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga oleh The Fed sepanjang tahun berjalan.
Dow Jones Cetak Rekor, Teknologi Jadi Penopang
Kinerja saham AS terlihat solid dengan Dow Jones Industrial Average melonjak 526,20 poin atau 1,07% ke level 49.503,38 dan mencetak rekor tertinggi baru. S&P 500 naik 0,65% ke 6.947,20, sementara Nasdaq Composite menguat 0,63% ke 23.543,55, didorong oleh kembali menguatnya optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan.
Penguatan ini menegaskan bahwa minat risiko investor masih terjaga, meskipun pasar tengah bersiap menghadapi data ketenagakerjaan AS yang berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter.
Isu Venezuela Angkat Saham Energi
Perkembangan geopolitik di Venezuela turut memengaruhi pergerakan saham AS, khususnya di sektor energi. Investor mencermati rencana pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang akan bertemu dengan para eksekutif perusahaan minyak untuk membahas peningkatan produksi di Venezuela.
Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, menyatakan kesiapannya untuk kembali ke negaranya dan menegaskan bahwa gerakannya siap memenangkan pemilu bebas. Ia juga memuji Presiden Donald Trump atas langkah yang dinilainya melemahkan posisi Nicolas Maduro. Situasi ini mendorong spekulasi bahwa perusahaan minyak AS berpeluang memperoleh akses ke cadangan minyak Venezuela, sehingga saham-saham energi AS mendapat dorongan.
Pasar Global dan Dolar AS Ikut Menguat
Selain saham AS, pasar saham global juga bergerak positif. Indeks saham dunia versi MSCI naik 0,72%, sementara indeks STOXX 600 Eropa menguat 0,58%. Indeks saham Jerman dan Spanyol bahkan mencetak rekor tertinggi, menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi meski tensi geopolitik meningkat.
Di pasar mata uang, indeks dolar naik 0,17% ke 98,56, mencerminkan sikap hati-hati investor menjelang rilis data ekonomi penting Amerika Serikat.
Minyak Melemah, Emas Lanjutkan Kenaikan
Di sisi komoditas, harga minyak mengalami tekanan. Minyak mentah AS turun USD1,19 ke USD57,13 per barel, sementara Brent melemah USD1,06 ke USD60,70 per barel. Penurunan ini terjadi di tengah ketidakpastian pasokan dan fokus pasar pada kebijakan energi terkait Venezuela.
Sebaliknya, emas melanjutkan kenaikan sebagai aset lindung nilai. Harga emas spot naik 0,86% ke USD4.486,57 per ons, melanjutkan reli kuat setelah mencatat kenaikan hampir 3% pada sesi sebelumnya.
Prospek harga Emas Rabu | 07 Januari 2026
Harga emas pada grafik H4 kembali menguat dan bertahan di atas SMA 50 yang berfungsi sebagai support dinamis di sekitar 4.426. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, bias bullish jangka pendek masih terjaga. Kenaikan lanjutan berpotensi mengarah ke resistance 4.475, kemudian 4.520 hingga 4.550.
RSI yang berada di kisaran 65 menunjukkan momentum bullish masih dominan. Namun, ruang kenaikan mulai mendekati area jenuh beli sehingga potensi pullback tetap perlu diwaspadai. Selama tidak terjadi penembusan kembali ke bawah 4.426, struktur kenaikan masih valid dan peluang harga melanjutkan penguatan tetap terbuka.
.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.520 R2 4.550 R3 4.600
S1 4.475 S2 4.445 S3 4.426
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.480 |
| Profit Target Level | 4.510 |
| Stop Loss Level | 4.460 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.520 |
| Profit Target Level | 4.480 |
| Stop Loss Level | 4.555 |
Prospek harga US Oil Rabu | 07 Januari 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan harga sempat menembus resistance 58,45, namun gagal bertahan dan berbalik turun cukup tajam. Tekanan jual berlanjut hingga harga menembus area 57,50 yang sebelumnya berperan sebagai support, sehingga level tersebut kini berubah fungsi menjadi resistance terdekat. Saat ini harga juga bergerak di bawah SMA 50 di kisaran 57,91, menegaskan bahwa bias bearish kembali mendominasi.
Selama harga tertahan di bawah 57,50 dan SMA 50, risiko penurunan lanjutan masih terbuka dengan potensi pelemahan menuju area support 56,83, kemudian 56,30 hingga 56,00. RSI yang berada di kisaran 42 mengindikasikan momentum masih lemah, sehingga peluang rebound cenderung terbatas dalam jangka pendek.
US Oil INTRADAY AREA
R1 57,50 R2 57,91 R3 58,45
S1 56,00 S2 56,30 S3 56,00
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 56,30 |
| Profit Target Level | 57,00 |
| Stop Loss Level | 55,90 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 57,50 |
| Profit Target Level | 56,90 |
| Stop Loss Level | 58,00 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot berada di 57,50. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di kisaran 58,50 hingga 59,30.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil kembali bertahan di atas area SMA 50, yang kini berfungsi sebagai support dinamis di sekitar 4.431–4.404. Rebound dari koreksi sebelumnya membentuk struktur higher low, sementara RSI bergerak naik dan bertahan di atas level netral 50, mengindikasikan momentum beli yang mulai menguat.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan sinyal pemulihan yang lebih konstruktif setelah harga berhasil bertahan di atas area support 57,19–57,50 dan kembali bergerak di atas SMA 50. Momentum penguatan mendapat konfirmasi dari RSI yang telah menembus garis downtrend-nya, menandakan berakhirnya tekanan jual jangka pendek dan meningkatnya minat beli. Selama harga mampu bertahan di atas area 57,91–57,50, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka dengan potensi pengujian resistance 58,86 hingga 59,42.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas masih berpotensi bullish pada time frame H4. Selama harga bertahan di atas level pivot 4.370, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 4.460. Jika harga mampu menembus area tersebut, kenaikan lanjutan berpotensi menguji zona resistance berikutnya di kisaran 4.460–4.518.
Harga emas pada grafik H4 masih bergerak dalam struktur uptrend jangka menengah, terlihat dari posisi harga yang tetap bertahan di atas trendline naik. Namun, dalam jangka pendek pergerakan cenderung konsolidatif setelah koreksi tajam dari area puncak, dengan harga saat ini masih berada di bawah area resistance 4.343–4.377 sekaligus belum mampu menembus area SMA 50.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish. Kondisi ini terlihat dari struktur lower high yang terbentuk di bawah trendline turun jangka menengah. Harga kembali bergerak di bawah area SMA 50 dan gagal bertahan di atas resistance 57,60–58,03. Hal tersebut mencerminkan lemahnya momentum rebound.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 4.340. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 4.404. Jika harga berhasil menembus area ini, potensi penguatan selanjutnya mengarah ke resistance 4.438 hingga 4.480.
Harga emas pada grafik H4 terlihat masih berada dalam fase koreksi setelah gagal bertahan di atas area resistance 4.377–4.404, yang sebelumnya menjadi zona supply kuat. Penurunan membawa harga mendekati area 4.271, sebelum muncul upaya rebound teknikal, namun pergerakan ini masih tertahan di bawah trendline naik dan SMA 50 yang kini berfungsi sebagai resistance dinamis.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 sempat menguat, namun kenaikan tersebut masih tertahan oleh downtrend line di area resistance 58,03–58,45. Kegagalan menembus zona ini mendorong harga berbalik turun hingga menembus SMA 50 di kisaran 57,60, yang mengindikasikan tekanan bearish kembali mendominasi. Selama harga masih bergerak di bawah SMA 50, potensi penurunan lanjutan tetap terbuka dengan target mengarah ke area support 56,64 hingga 56,07.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat peluang trading XAG/USD masih berpotensi melanjutkan penurunan pada time frame H4, dengan level pivot di 74,30. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi, dengan support terdekat di 70,50. Penembusan support ini dapat membuka peluang penurunan lanjutan menuju area support berikutnya di 68,50 hingga 65,80.
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih berada dalam struktur bullish jangka menengah, namun pemulihan belum terlihat solid karena harga masih kesulitan menembus SMA 50. Setelah rebound dari area support 4.322–4.302, harga kembali tertahan di kisaran 4.405 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga tekanan jual masih terasa di area tersebut.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 saat ini sudah bergerak dan bertahan di atas SMA 50 di area 57,60 yang berfungsi sebagai support dinamis. Kondisi ini menjaga peluang pemulihan jangka pendek selama harga tidak kembali turun ke bawah SMA 50.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 berpeluang mengalami rebound dengan level pivot di 4.322. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan diperkirakan berlanjut dengan resistance terdekat di 4.405. Jika harga mampu menembus area ini, potensi kenaikan lanjutan terbuka menuju kisaran 4.440–4.485.
