FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,71200 – 0,70700
Kondisi mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Dollar AS mulai mengalami pelemahan, setelah sebelumnya bergerak menguat. Dimana sebelumnya Aussie setelah kinerja yang stabil pada sesi sebelumnya, imbas kenaikan tak terduga dalam tingkat pengangguran meredam ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut. Tingkat pengangguran Australia yang disesuaikan secara musiman sedikit meningkat menjadi 4,5% pada April 2026, melebihi angka Maret dan ekspektasi pasar sebesar 4,3%, dan menandai level tertinggi sejak November 2021. Jumlah pekerjaan secara tak terduga menurun sebesar 18.600 menjadi 14,74 juta, yang merupakan penurunan pertama sejak November 2025. Data pasar tenaga kerja yang lemah mendorong investor untuk mengurangi ekspektasi bahwa Bank Sentral akan menaikkan suku bunga acuan menjadi 4,6% pada Juni setelah 3x kenaikan suku bunga berturut-turut. Sementara itu, ekspektasi inflasi konsumen mereda menjadi 5,6% pada Mei dari angka tertinggi 3 tahun sebesar 5,9% pada bulan April, meskipun kekhawatiran atas tekanan harga yang terus berlanjut tetap ada di tengah kenaikan harga minyak yang terkait dengan konflik Iran. Untuk minggu lalu, mata uang berada di jalur penurunan mingguan kedua berturut-turut.
Pivot : 0,71323
R1 : 0,71488 S1 : 0,71124
R2 : 0,71687 S2 : 0,70959
R3 : 0,71852 S3 : 0,70760
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 159,100 – 159,600
Pelemahan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback menutup akhir pekan kemarin. Bahkan Yen melemah dan berada di jalur penurunan mingguan kedua berturut-turut, karena inflasi domestik yang lebih rendah mengurangi tekanan pada Bank Sentral Jepang untuk memperketat kebijakan moneter dalam waktu dekat. Tingkat inflasi inti Jepang melambat menjadi 1,4% pada April dari 1,8% pada Maret, menandai level terendah dalam 4 tahun dan tetap di bawah target bank sentral sebesar 2% untuk bulan ketiga berturut-turut. Pada pertemuan April, BOJ secara tajam menaikkan perkiraan inflasi intinya menjadi 2,8% dari 1,9%, dengan alasan harga minyak mentah yang tinggi terkait dengan konflik Timur Tengah dan terus berlanjutnya pengalihan biaya oleh bisnis kepada konsumen. Data terbaru ini juga menyusul laporan bahwa PM Sanae Takaichi mengisyaratkan keterbukaan terhadap anggaran tambahan yang bertujuan untuk mengatasi kenaikan biaya energi. Sementara itu, para pelaku pasar tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi mata uang karena Yen terus diperdagangkan di dekat level 160 yang dilaporkan memicu upaya intervensi Tokyo pada akhir April dan awal Mei.
Pivot : 159,068
R1 : 159,314 S1 : 158,909
R2 : 159,473 S2 : 158,663
R3 : 159,719 S3 : 158,504
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3484 – 1.3532
Pounds ditutup menguat pada akhir perdagangan pekan kemarin. Penguatan mata-uang Poundsterling terjadi seiring dengan negosiasi damai AS-Iran sedikit mengalami kemajuan yang disampaikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, meskipun proses menuju kesepakatan damai masih membutuhkan waktu. Indeks dolar AS bertahan dekat level tertinggi enam pekan terakhir. Pelaku pasar terus mencermati arah kebijakan moneter Federal Reserve di bawah kepemimpinan baru. GBP masih berpotensi menguat pada perdagangan hari ini disebabkan oleh berita terbaru bahwa Iran bersedia untuk membuka jalur selat Hormuz yang dapat menekan kekhawatiran kenaikan harga minyak mentah global. Hal tersebut dapat melemahkan mata-uang Dollar dan memperkuat Poundsterling.
Open : 1.3452 Pivot 1.3443
R1 : 1.3462 S1 : 1.3432
R2 : 1.3484 S2 : 1.3413
R3 : 1.3532 S3 : 1.3382
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1639 – 1.1670
Euro ditutup melemah pada perdagangan Jumat kemarin. Indeks dolar AS bertahan dekat level tertinggi enam pekan terakhir. Pelaku pasar terus mencermati arah kebijakan moneter Federal Reserve di bawah kepemimpinan baru. Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Ketua The Fed pada Jumat. Investor kini menunggu sinyal kebijakan selanjutnya terkait inflasi dan suku bunga. Indeks dolar naik tipis ke level 99,24. Sementara itu, Euro melemah ke US$1,1611 di akhir perdagangan pekan kemarin. EUR berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang disebabkan oleh berita terbaru bahwa Iran bersedia untuk membuka jalur selat Hormuz yang dapat menekan kekhawatiran kenaikan harga minyak mentah global. Hal tersebut dapat membawa mata-uang Euro kembali menguat.
Open : 1.1636 Pivot : 1.1603
R1 : 1.1619 S1 : 1.1595
R2 : 1.1639 S2 : 1.1576
R3 : 1.1670 S3 : 1.1548
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.7812 – 0.7787
Swiss Franc ditutup menguat pada perdagangan Jumat kemarin. Penguatan mata-uang Swiss diiringi oleh kabar negosiasi damai AS-Iran yang mengalami sedikit kemajuan atas pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio walaupun butuh waktu untuk menuju kesepakatan damai. Berita terbaru yang dikutip dari Al Jazeera bahwa Iran bersedia untuk membuka jalur selat Hormuz membuka peluang untuk menekan harga minyak mentah global yang juga akan menekan nilai tukar Dollar dan memperkuat mata-uang Franc Swiss.
Open : 0.7843 Pivot : 0.7851
R1 : 0.7860 S1 : 0.7837
R2 : 0.7875 S2 : 0.7812
R3 : 0.7903 S3. : 0.7787
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.39025 dengan target 1.38794 dan stop loss di atas 1.39488
Secara struktur, USDCAD masih berada dalam uptrend yang valid, ditandai dengan pola higher high dan higher low yang konsisten sejak pertengahan Maret. Namun, pergerakan terakhir menunjukkan fase retracement setelah harga gagal melanjutkan kenaikan di area 1.39400 dan saat ini terkoreksi menuju area keseimbangan di sekitar pivot 1.38871. Secara teknikal, posisi harga di area pivot ini menjadi titik krusial karena menentukan apakah tren bullish akan berlanjut atau justru terjadi koreksi lebih dalam.
Open price :1.38722 Pivot :1.38871
R1: 1.39025 S1: 1.38562
R2: 1.39334 S2: 1.38408
R3: 1.39488 S3: 1.38099
DXY
Opportunity: Bullish Range 99,300 – 99,600
Kestabilan pergerakan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya mewarnai akhir pekan kemarin. Nampak pada Indeks Dollar AS (DXY) tetap berada di area 99,200 – 99,400. Hal tersebut diperkirakan, karena para pelaku pasar terus memantau perkembangan di Timur Tengah. Meskipun situasinya tetap rapuh dan tidak pasti, serangkaian sinyal yang beragam dari kedua belah pihak telah memperkuat optimisme investor bahwa kesepakatan diplomatik pada akhirnya dapat tercapai. Meskipun demikian, harga minyak tetap sekitar 50% di atas level sebelum konflik, terus memicu tekanan inflasi dan memperkuat sikap hati-hati di antara bank-bank sentral utama. Risalah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar pembuat kebijakan masih melihat kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan jika inflasi tetap terus-menerus di atas target 2% Federal Reserve. Para pelaku pasar juga semakin memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga 25 basis poin pada akhir tahun 2026
Pivot : 99,301
R1 : 99,430 S1 : 99,190
R2 : 99,541 S2 : 99,061
R3 : 99,670 S3 : 98,950

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 60,115
Indeks Nikkei 225 melonjak 1,7% menjadi di atas 62.700, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,7% menjadi 3.880 pada hari Jumat, melanjutkan kenaikan dari sesi sebelumnya di tengah optimisme baru seputar saham teknologi dan kecerdasan buatan. SoftBank Group melonjak lebih dari 10%, memperpanjang reli hampir 20% pada hari sebelumnya, setelah laporan menunjukkan bahwa dua perusahaan portofolionya, OpenAI dan SB Energy, sedang menuju penawaran umum perdana (IPO) di AS. Saham teknologi utama lainnya juga bergerak lebih tinggi, termasuk Kioxia Holdings (+3%), Fujikura (+6,2%), dan Ibiden Co (+3,9%). Di bidang geopolitik, Teheran mengatakan proposal AS terbaru sebagian telah mempersempit perbedaan antara pihak-pihak yang bertikai. Namun, pernyataan dari Pemimpin Tertinggi Iran tentang mempertahankan cadangan uranium negara itu, bersama dengan ketidaksepakatan mengenai usulan bea masuk di Selat Hormuz, terus mengaburkan prospek kesepakatan terobosan.
Pivot : 62,026
R1 : 63,068 S1 : 60,773
R2 : 64,321 S2 : 59,731
R3 : 66,616 S3 : 57,436
HANGSENG
Opportunity: Menguji support ke area: 25,434
Indeks Hang Seng turun 265 poin, atau 1,0%, dan ditutup pada 25.386 pada hari Kamis, membalikkan kenaikan sebelumnya karena sentimen investor melemah dan aksi ambil untung muncul di pasar yang lebih luas, dengan kerugian pada saham sektor keuangan dan jasa teknologi membebani indeks acuan. Suasana hati-hati ini muncul di tengah melemahnya selera risiko regional setelah kenaikan pasar baru-baru ini. Di Hong Kong, Sany Heavy Equipment International turun 9,3%, menandai level terendahnya sejak 16 Januari. Saham-saham lain yang mengalami penurunan signifikan termasuk Tencent Holdings (-3,5%), Semiconductor Manufacturing International Corporation (-2,0%), dan Meituan Class (-0,6%). Terlepas dari penurunan yang lebih luas, saham teknologi elektronik berkinerja lebih baik, naik 9,9%, dengan Sunny Optical Technology naik sekitar 9,2%. Sementara itu, investor juga menunggu data inflasi yang akan dirilis hari ini untuk mendapatkan sinyal tentang suku bunga dan arah kebijakan moneter global.
Pivot : 25,870
R1 : 26,094 S1 : 25,448
R2 : 26,516 S2 : 25,224
R3 : 27,162 S3 : 24,578
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 29,254| SL: 29,150 | TP: 29,500
Kontrak berjangka saham AS sedikit menguat pada hari Jumat setelah indeks utama naik selama dua sesi berturut-turut, karena harga minyak turun seiring dengan harapan baru akan potensi kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri konflik. Laporan menunjukkan bahwa Iran memandang proposal AS terbaru sebagai langkah yang sebagian mempersempit perbedaan antara kedua pihak, sementara Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan ada “beberapa tanda baik” bahwa kesepakatan pada akhirnya dapat tercapai. Dalam perdagangan reguler pada hari Kamis, Dow naik 0,55%, S&P 500 naik 0,17%, dan Nasdaq Composite bertambah 0,09%, menandai kenaikan hari kedua berturut-turut untuk ketiga indeks acuan tersebut. Delapan dari 11 sektor S&P ditutup di wilayah positif, dipimpin oleh sektor utilitas, barang konsumsi non-esensial, dan material. Indeks utama juga menuju kenaikan mingguan meskipun terjadi volatilitas di awal pekan, dengan Dow naik 1,53%, S&P 500 naik 0,5%, dan Nasdaq Composite naik 0,26% sejauh ini.
Pivot : 29,373.83
R1 : 29,634.42 S1 : 29,195.92
R2 : 29,812.33 S2 : 28,935.33
R3 : 30,250.83 S3 : 28,935.33

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: RSI yang bergerak di atas level 50 mengindikasikan dominasi buyer mulai meningkat. Namun, harga masih memerlukan konfirmasi dengan bertahan di atas area 4.571 untuk membuka peluang pembalikan tren menjadi bullish, dengan target penguatan menuju kisaran 4.637 hingga 4.670.
Harga emas bergerak menguat menuju level US$4.600 per troy ounce pada perdagangan Senin setelah sempat mengalami tekanan pada pekan sebelumnya. Penguatan ini terjadi seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, yang dinilai dapat meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sentimen positif muncul setelah sejumlah laporan menyebutkan bahwa proposal kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, penghentian konflik, pelepasan sebagian aset Iran yang dibekukan, serta pembicaraan lanjutan terkait pembatasan program nuklir Teheran.
Meski demikian, penguatan emas masih tertahan setelah Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan tetap mempertahankan blokade terhadap Selat Hormuz hingga kesepakatan resmi benar-benar tercapai. Pernyataan tersebut menjaga kehati-hatian pelaku pasar karena risiko geopolitik dinilai belum sepenuhnya mereda.
Pivot : 4.571
R1 4.571 R2 4.637 R3 4.670
S1 4.534 S2 4.491 S3 4.453
Silver
Opportunity : Buy stop di 76.423 dengan target 77.609 dan stop loss dibawah 73.900
Pada XAGUSD, struktur besar masih menunjukkan downtrend, namun pergerakan terbaru memperlihatkan fase pullback bullish yang cukup kuat dari area bawah sekitar 68–70 hingga saat ini mendekati resistance penting. Kenaikan ini lebih bersifat korektif daripada pembalikan tren, karena belum ada perubahan struktur menjadi higher high yang signifikan pada timeframe H4. Saat ini harga bergerak di sekitar pivot 75.041 dan mendekati resistance 76.273, yang menjadi area kunci untuk menentukan arah selanjutnya.
Open price :75.003 Pivot :75.041
R1: 76.273 S1: 73.900
R2: 77.374 S2: 72.628
R3: 78.646 S3: 71.527
Oil
Opportunity : Bearish selama 95,02, testing support selanjutnya di 88,57.
Harga minyak mentah WTI mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Senin dengan penurunan sekitar 5% menuju level US$91 per barel, melanjutkan pelemahan yang telah terjadi sejak pekan lalu. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya harapan pasar terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat mengurangi gangguan pasokan energi global.
Laporan yang beredar menyebutkan bahwa kesepakatan tersebut berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, mengakhiri konflik yang berlangsung, membebaskan sebagian aset Iran yang dibekukan, serta membuka jalur negosiasi lanjutan terkait program nuklir Iran. Prospek normalisasi situasi di kawasan tersebut memicu aksi jual di pasar minyak karena pelaku pasar memperkirakan pasokan global dapat kembali meningkat dalam beberapa waktu mendatang.
Pivot: 95,02
R1 95,02 S1 88,57
R2 96,90 S2 85,41
R3 99,32 S3 83,21
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Senin, 25 Mei 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Data Sepi, Pasar Libur: Fokus Pada Level Support dan Resistance
Catat jam dan waktunya ya!
| Senin, 25 Mei 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
