Market Summary
Peluang Trading GBP/JPY menjadi perhatian pelaku pasar setelah data Retail Sales Inggris mencatat hasil yang lebih baik dari perkiraan. Meski sempat mendapat dorongan dari data ekonomi tersebut, pasangan mata uang GBP/JPY masih bergerak dalam tekanan dan menuju penurunan mingguan yang cukup tajam.
Retail Sales Inggris Beri Dukungan untuk Pound Sterling
Pound sterling memperoleh sentimen positif setelah data terbaru dari Office for National Statistics (ONS) menunjukkan penjualan ritel Inggris tumbuh 1,2% pada Mei. Angka tersebut berbalik dari penurunan 1,0% pada bulan sebelumnya dan jauh melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 0,5%.
Data inti Retail Sales juga menunjukkan hasil yang kuat. Penjualan ritel inti naik 1,2% pada Mei setelah sebelumnya turun 0,1% pada April. Kinerja ini memberikan dukungan bagi pound sterling dan mendorong GBP/JPY rebound sekitar 50 pip dari area bawah 212,50.
Meski demikian, penguatan pound masih terbatas karena investor tetap berhati-hati terhadap sejumlah risiko domestik yang berkembang di Inggris.
Risiko Politik dan Prospek BoE Membatasi Kenaikan GBP
Faktor politik menjadi salah satu hambatan bagi penguatan mata uang Inggris. Wali Kota Greater Manchester, Andy Burnham, berhasil memenangkan pemilihan parlemen penting di wilayah utara Inggris. Hasil tersebut membuka peluang baginya untuk mencoba menggantikan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.
Burnham menyebut hasil pemilu tersebut sebagai titik balik bagi politik Inggris. Ia juga menegaskan bahwa partainya memiliki kesempatan terakhir untuk mengubah arah kebijakan politik negara tersebut. Situasi ini menambah ketidakpastian politik yang dapat memengaruhi sentimen terhadap pound sterling.
Di sisi lain, pasar juga mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England (BoE). Langkah tersebut terjadi setelah data inflasi Inggris yang dirilis pekan ini menunjukkan perlambatan. Selain itu, kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran membantu meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi global. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa BoE kemungkinan mempertahankan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
BoJ Pertahankan Sinyal Kebijakan Lebih Hawkish
Sementara itu, yen Jepang memperoleh dukungan dari prospek kebijakan moneter yang lebih ketat. Risalah rapat Bank of Japan (BoJ) bulan April menunjukkan bahwa beberapa anggota dewan menginginkan kenaikan suku bunga yang lebih cepat untuk mencegah inflasi bergerak terlalu tinggi.
Ekspektasi bahwa kenaikan biaya produksi akan diteruskan kepada konsumen juga menjaga tekanan inflasi tetap tinggi di Jepang. Kondisi tersebut membuat peluang normalisasi kebijakan moneter BoJ tetap terbuka.
Wakil Gubernur BoJ Shinichi Himino menegaskan bahwa bank sentral kemungkinan akan terus menaikkan suku bunga dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi, inflasi, dan kondisi keuangan. Pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi pasar terhadap langkah pengetatan lanjutan dari BoJ.
Selain itu, spekulasi mengenai kemungkinan intervensi otoritas Jepang untuk mendukung yen kembali muncul di pasar. Faktor tersebut ikut memperkuat mata uang Jepang dan membatasi potensi pemulihan GBP/JPY.
Peluang Trading GBP/JPY Masih Dipengaruhi Divergensi Kebijakan
Peluang Trading GBP/JPY dalam jangka pendek masih dipengaruhi oleh perbedaan arah kebijakan moneter kedua bank sentral. Data ekonomi Inggris yang kuat memang membantu menopang pound sterling. Namun, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga BoE membatasi ruang kenaikan lebih lanjut.
Di sisi lain, yen Jepang terus mendapatkan dukungan dari prospek kenaikan suku bunga BoJ dan potensi intervensi pemerintah. Selama faktor-faktor tersebut bertahan, penguatan GBP/JPY berpotensi menghadapi tekanan jual pada setiap kenaikan harga.
Dengan demikian, Peluang Trading GBP/JPY masih cenderung berhati-hati meskipun data Retail Sales Inggris memberikan dorongan positif bagi pound sterling.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai pergerakan GBP/JPY pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot berada di 212,499. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 213,785, kemudian 214,059, dan berlanjut ke 214,333.
Sebagai skenario alternatif, jika harga turun dan menembus level pivot 212,499, tekanan jual berpotensi meningkat sehingga mendorong harga menuju area support di 212,039, sebelum menguji support berikutnya di 211,765.
Resistance 1: 213,785 Resistance 2: 214,059 Resistance 3: 214,333
Support1: 212,499 Support 2: 212,039 Support 3: 211,765
Baca juga: Peluang Trading GBP/USD Menjelang BoE Meeting
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
