Dolar AS melemah tajam pada sesi perdagangan Rabu setelah Federal Reserve (Fed) memutuskan menahan suku bunga acuan. Federal Open Market Committee (FOMC) mempertahankan target suku bunga di kisaran 3,50%-3,75% lewat voting yang terbelah, yaitu 9 banding 3. Keputusan ini langsung menekan Indeks Dolar AS (DXY) hingga turun sekitar 0,5% ke area 100,90.
The Fed Tahan Suku Bunga di Tengah Suara Berbeda
Tiga pejabat FOMC memilih opsi berbeda dari mayoritas anggota dewan. Presiden Fed Cleveland Beth Hammack, Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari, dan Presiden Fed Dallas Lorie Logan sama-sama mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin. Ketiganya menilai tekanan inflasi masih cukup tinggi untuk membenarkan pengetatan lanjutan.
The Fed menyatakan aktivitas ekonomi terus tumbuh dengan laju yang solid. Namun inflasi tetap tinggi, dan guncangan pasokan energi menjadi salah satu pemicu utamanya. Keputusan menahan suku bunga ini juga memunculkan keraguan pasar. Banyak pelaku pasar mempertanyakan apakah cukup banyak pembuat kebijakan yang akan mendukung kenaikan suku bunga pada pertemuan September mendatang. Imbal hasil Treasury AS langsung turun setelah keputusan ini, dan pelaku pasar ramai-ramai melepas Greenback.
Pelemahan Dolar AS Dorong Euro dan Poundsterling Menguat
Pelemahan Dolar AS membuat sejumlah mata uang utama menguat signifikan. EUR/USD naik sekitar 0,7% ke level 1,1470, level tertinggi dalam lebih dari sepekan. Investor pada hari Kamis akan memantau data awal Produk Domestik Bruto kuartal kedua dari Spanyol, Jerman, Italia, dan kawasan Eurozone secara keseluruhan. Jerman juga akan merilis data inflasi awal bulan Juli, sementara data sentimen ekonomi dan pengangguran Eurozone akan memberi gambaran tambahan soal kondisi kawasan tersebut.
GBP/USD naik sekitar 0,5% ke level 1,3360 menjelang pengumuman kebijakan moneter Bank of England (BoE) pada hari Kamis. Pasar memperkirakan BoE akan menahan Bank Rate di level 3,75%. Perhatian pasar akan tertuju pada hasil voting dewan gubernur, Laporan Kebijakan Moneter, dan komentar Gubernur BoE Andrew Bailey soal peluang kenaikan suku bunga berikutnya.
Yen dan Dolar Australia Bergerak Variatif
USD/JPY turun sekitar 0,2% ke level 163,50 karena pelemahan Dolar AS secara luas membantu Yen Jepang pulih secara moderat. Meski begitu, pasangan mata uang ini masih bertahan dekat level tertinggi dalam beberapa dekade akibat selisih suku bunga yang lebar antara Amerika Serikat dan Jepang. Kalender ekonomi Jepang pada hari Kamis akan menampilkan data inflasi Tokyo, tingkat pengangguran, dan penjualan ritel.
AUD/USD justru tertekan di kisaran 0,6945, turun sekitar 0,4% meski Greenback melemah. Dolar Australia terus tertekan setelah data inflasi Juni berada di bawah ekspektasi pasar. Kondisi ini menurunkan tajam peluang kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia. Australia akan merilis data Izin Bangunan bulan Juni pada hari Kamis, setelah indikator ini turun 1,1% pada bulan Mei.
Harga Minyak Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah
Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih dari 7% ke level sekitar $85 per barel seiring eskalasi konflik di Timur Tengah. Amerika Serikat dan Arab Saudi melancarkan serangan terhadap kelompok bersenjata yang didukung Iran di Irak, menyusul serangan terhadap fasilitas energi Arab Saudi. Di sisi lain, Iran menyerang pasukan AS di Yordania. Eskalasi ini memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak di kawasan tersebut dan mengurangi harapan penyelesaian diplomatik yang cepat.
Emas Menguat Ditopang Pelemahan Dolar AS
Harga emas naik sekitar 0,7% ke level $4.056 per troy ons. Dolar AS melemah tajam sehingga logam mulia ini mendapat dorongan kuat, ditambah kembalinya permintaan aset safe haven di tengah konflik Timur Tengah. Penurunan imbal hasil Treasury AS pasca keputusan The Fed juga turut menopang harga emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga ini.
Bursa Saham AS Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi
Indeks saham utama AS ditutup melemah pada hari Rabu. Investor mencermati keputusan kebijakan Federal Reserve sekaligus merespons aksi jual lanjutan saham produsen chip menjelang laporan laba emiten teknologi besar. S&P 500 turun 1,5%, Nasdaq 100 anjlok 2,1%, dan Dow Jones kehilangan 1.153 poin.
Saham Microsoft turun 0,7% sementara saham Meta melemah 1,3% menjelang laporan laba keduanya yang dirilis setelah penutupan pasar. Investor menanti sinyal soal belanja infrastruktur AI dari kedua perusahaan ini. Kekhawatiran soal belanja modal AI yang berlebihan terus menekan saham sektor semikonduktor, apalagi setelah SK Hynix melaporkan hasil kinerja yang mengecewakan. Saham Nvidia turun 3,5%, Micron anjlok 9,9%, AMD melemah 5,5%, dan Applied Materials merosot 8,4%.
The Fed menahan suku bunga sesuai ekspektasi pasar, meski tiga anggota FOMC tetap bersuara mendukung kenaikan suku bunga. Sementara itu, kenaikan harga minyak akibat serangan AS-Iran menambah kekhawatiran inflasi dan turut menekan indeks Dow. Di tengah pelemahan bursa secara umum, saham Visa justru naik 0,6% setelah perusahaan ini melaporkan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi.
Agenda Ekonomi Kamis: GDP dan Inflasi PCE AS
Kalender ekonomi Amerika Serikat hari Kamis akan menyajikan data awal Produk Domestik Bruto kuartal kedua serta ukuran inflasi favorit The Fed, yaitu Personal Consumption Expenditures (PCE). Pasar memperkirakan pertumbuhan GDP tahunan tetap berada di 2,1%, sementara inflasi inti PCE diperkirakan naik 0,2% secara bulanan dan 3,3% secara tahunan untuk periode Juni.
Klaim Pengangguran Awal diperkirakan naik menjadi 200 ribu dari sebelumnya 187 ribu. Pendapatan Pribadi dan Belanja Pribadi sama-sama diperkirakan naik 0,3%. Data-data ini akan menjadi acuan penting bagi pasar untuk menakar arah kebijakan The Fed selanjutnya.
Prospek Harga Emas Kamis | 30 Juli 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 mulai menunjukkan perubahan tren setelah sebelumnya berada dalam tekanan bearish yang membawa harga turun hingga menyentuh support 3.995. Dari area tersebut, harga bangkit dengan reli yang cukup kuat hingga berhasil menembus garis downtrend jangka menengah dan bertahan di atas SMA 50 yang kini berada di kisaran 4.060. Penguatan tersebut bahkan sempat membawa harga menguji resistance 4.116 yang juga menjadi level tertinggi dalam pergerakan terbaru.
Saat ini harga masih bergerak di atas SMA 50 dan kembali menguji resistance 4.116. Level ini menjadi area penentuan arah pergerakan selanjutnya. Apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas 4.116, peluang kenaikan akan semakin terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 4.166 hingga 4.203. Sebaliknya, jika kembali gagal menembus level tersebut, harga berpotensi melanjutkan fase konsolidasi dengan area SMA 50 di kisaran 4.060 sebagai support terdekat yang perlu diperhatikan. RSI yang berada di sekitar level 60 juga menunjukkan momentum bullish masih terjaga dan mendukung peluang kenaikan selama harga tetap bertahan di atas SMA 50.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.116 R2 4.166 R3 4.203
S1 3.995 S2 4.027 S3 4.060
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.065 |
| Profit Target Level | 4.110 |
| Stop Loss Level | 4.025 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.165 |
| Profit Target Level | 4.120 |
| Stop Loss Level | 4.205 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 30 Juli 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sebelumnya berada dalam tren bullish yang kuat hingga berhasil mencapai puncak di level 93.43. Namun, setelah gagal mempertahankan penguatannya, harga mengalami koreksi tajam yang membawa US Oil turun hingga menyentuh support 77.88. Dari area tersebut, harga mulai bangkit dan mencatatkan rebound yang cukup signifikan hingga mencoba menutup gap di kisaran 85.89–87.27, yang kini menjadi area resistance utama.
Saat ini harga juga sedang berjuang untuk kembali bergerak di atas SMA 50, namun masih tertahan sedikit di bawah indikator tersebut sehingga momentum bullish belum sepenuhnya terkonfirmasi. Selama harga belum mampu menembus area resistance 85.89–87.27 sekaligus bertahan di atas SMA 50, pergerakan masih berpotensi bergerak terbatas atau kembali terkoreksi menuju support 81.22, kemudian 79.54 hingga 77.88. Sebaliknya, apabila resistance 85.89–87.27 berhasil ditembus, peluang kenaikan akan semakin terbuka untuk melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di 90.49. RSI yang berada di sekitar level 52 menunjukkan momentum mulai pulih, namun masih memerlukan konfirmasi dari penembusan area resistance tersebut.
US Oil INTRADAY AREA
R1 85,89 R2 87,27 R3 90,49
S1 81,22 S2 79,54 S3 77,88
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 81,50 |
| Profit Target Level | 83,50 |
| Stop Loss Level | 79,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 85,00 |
| Profit Target Level | 82,00 |
| Stop Loss Level | 87,50 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Melemah Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
