Dolar AS Tertahan usai Reli Lima Hari
Dolar AS melemah pada perdagangan Jumat dan turun ke bawah level 101. Pelemahan ini menghentikan reli lima hari beruntun yang sempat membawa mata uang ini ke level tertinggi sejak Juli. Penurunan harga minyak turut meredakan kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi. Pasar melihat tanda-tanda bahwa negosiator AS dan Iran mulai menjajaki kesepakatan bertahap untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Meski melemah pada hari itu, dolar AS tetap mencatat kenaikan sekitar 1% dalam sepekan. Ini menjadi minggu kedua berturut-turut mata uang tersebut menguat. Ekspektasi pengetatan kebijakan moneter lanjutan dari The Fed mendorong penguatan ini. Ketidakpastian di Timur Tengah, kenaikan harga minyak, dan data aktivitas ekonomi AS yang solid juga turut memberi dukungan.
Yen Jepang Menguat, Katayama Tegaskan Independensi BoJ
Yen Jepang berhasil memangkas pelemahannya terhadap dolar AS pada Jumat. Imbal hasil obligasi Jepang naik dan mempersempit selisihnya dengan imbal hasil Treasury AS. Pasangan USD/JPY mundur ke kisaran tengah level 157,00-an, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi tiga minggu di atas 159,00.
Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menegaskan bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi “sangat menghormati independensi BoJ”. Pernyataan ini mengisyaratkan pemerintah tidak akan mencampuri rencana bank sentral untuk mempercepat siklus pengetatan moneternya. Katayama juga menambahkan bahwa dirinya “tidak akan ragu mengambil langkah tegas terhadap Yen”. Ini menjadi peringatan kedua dari Menteri Keuangan Jepang terkait potensi intervensi di pasar valuta asing, dan pernyataan ini membuat investor tetap waspada seiring USD/JPY mendekati level 160,00 yang dianggap sebagai batas toleransi pelemahan Yen.
Imbal hasil Japanese Government Bond (JGB) tenor 10 tahun mencatat rekor tertinggi 30 tahun di level 3,112% pada hari itu. Sementara imbal hasil JGB tenor 30 tahun sempat menyentuh 4,223 sebelum turun kembali ke bawah 4,20%.
Pejabat The Fed Pertahankan Sikap Hawkish
Gubernur The Fed Philadelphia, Anna Paulson, menyatakan bahwa bank sentral kemungkinan perlu menyetujui kenaikan suku bunga secara “moderat” agar inflasi kembali ke target. Presiden Federal Reserve New York, John Williams, sependapat dan menegaskan bahwa “masuk akal untuk memperkirakan kenaikan suku bunga lagi hingga akhir tahun”. Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menambahkan bahwa tekanan inflasi kini menyebar melampaui guncangan harga energi dan tarif.
Data aktivitas bisnis AS yang kuat memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lanjutan. Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan direvisi naik menjadi 48,1 pada September, dari perkiraan awal 47,8, meski tetap jauh di bawah angka Agustus sebesar 51,7. Ekspektasi inflasi konsumen untuk periode satu tahun bertahan di 4,6%, sementara ekspektasi lima tahun stabil di 3,4%. Angka-angka ini menjaga peluang kenaikan suku bunga Fed pada Oktober di kisaran 66-71%, menurut CME FedWatch Tool.
Euro dan Poundsterling Bergerak Variatif
Euro sempat menguat tipis terhadap dolar AS pada Jumat setelah reli mingguan dolar mereda. EUR/USD diperdagangkan di kisaran 1,1400, meski pasangan ini tetap berada di jalur pelemahan mingguan ketiga berturut-turut. Bank Sentral Eropa telah menaikkan suku bunga dua kali sepanjang tahun ini, namun para pembuat kebijakan masih menekankan pendekatan bertahap tanpa jalur pasti ke depan.
Poundsterling juga memangkas sebagian pelemahan mingguannya dan naik lebih dari 0,18% terhadap dolar AS. GBP/USD diperdagangkan di 1,3243. Kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah mendorong investor memperkirakan Bank of England akan menaikkan suku bunga lagi. Pelaku pasar kini memperkirakan pengetatan sebesar 33 basis poin dari BoE tahun ini, dengan peluang kenaikan pada pertemuan November mencapai 77%.
Dolar Australia Naik meski RBA Bersiap Naikkan Suku Bunga
Dolar Australia bergerak naik pada Jumat, dengan AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0,7025. Pasangan ini tetap tertekan secara mingguan, meski sempat mendekati level psikologis 0,7000. Ekspektasi Reserve Bank of Australia akan menaikkan suku bunga pekan depan turut menopang mata uang ini, kendati tingkat pengangguran Australia naik menjadi 4,6% pada Agustus.
Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping memberi dukungan terbatas bagi dolar Australia. Xi menyebut hubungan Washington dan Beijing telah mencapai “tonggak sejarah baru”, sementara Trump menyampaikan bahwa pertemuan tersebut “sangat produktif”. Kedua pihak menyatakan kesediaan melanjutkan kerja sama dan memperpanjang gencatan perdagangan bilateral, meski belum ada terobosan konkret pada isu perdagangan, kecerdasan buatan, dan Taiwan.
Harga Emas dan Minyak Dunia Bergerak Berlawanan
Harga emas naik tipis pada Jumat setelah dolar AS dan imbal hasil Treasury mereda dari reli kuatnya. XAU/USD diperdagangkan di sekitar $4.310, setelah sempat menyentuh level terendah sepekan di $4.244 pada Kamis. Prospek fundamental emas tetap tertekan, karena The Fed baru saja menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%, dan 16 dari 18 pembuat kebijakan memperkirakan masih ada kenaikan lagi tahun ini.
Harga minyak mentah AS jenis WTI stabil di atas $91,00 pada Jumat, setelah reli sebelumnya sempat mendekati $96,00. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa “syarat kami jelas; setiap kemajuan menuju pembukaan Selat Hormuz bergantung pada pemenuhan syarat tersebut, dan kami tidak akan mundur dari syarat itu”. Trump menyampaikan bahwa dirinya memperkirakan pembicaraan dengan Iran akan berlanjut pekan ini, meskipun ia menolak proposal terbaru Iran untuk membuka kembali selat tersebut.
Wall Street Ditutup Menguat
Indeks saham AS naik pada Jumat setelah pelemahan harga minyak menahan laju kenaikan imbal hasil Treasury. S&P 500 naik 0,5%, Dow Jones bertambah 479 poin, dan Nasdaq 100 menguat 0,4%. Saham teknologi bergerak variatif: Alphabet naik 0,6% dan Microsoft melonjak 3,7% setelah mengumumkan rencana penggabungan asisten AI Copilot untuk konsumen dan korporasi. Meta turun 3,3% pada Jumat, namun tetap melesat sekitar 12% sepanjang pekan berkat serangkaian peluncuran perangkat baru.
Sepanjang pekan, S&P 500 naik 0,6% dan Nasdaq 100 melonjak 2,1%, sementara Dow Jones justru melemah 103 poin. Pergerakan pasar saham ini menunjukkan bahwa investor tetap optimistis meski dolar AS dan imbal hasil obligasi bergerak tinggi sepanjang pekan.
Prospek Harga Emas Senin | 28 September 2026
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga bergerak di bawah SMA 50 dan garis tren turun. RSI 14 berada di level 40,21, menandakan momentum jual masih dominan, meski belum memasuki area oversold.
Selama harga bertahan di bawah SMA 50, tekanan turun berpotensi berlanjut menuju support 4.245, dan 4.213. Namun, jika harga mampu bertahan di area support 4.245 dan mengalami rebound, pergerakan berpeluang menguji resistance 4.320, 4.342, dan 4.371. Penembusan 4.400 serta garis tren turun dapat membuka peluang pemulihan yang lebih kuat.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.320 R2 4.342 R3 4.371
S1 4.245 S2 4.213 S3 4.184
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.250 |
| Profit Target Level | 4.285 |
| Stop Loss Level | 4.200 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.300 |
| Profit Target Level | 4.250 |
| Stop Loss Level | 4.330 |
Prospek Harga US Oil Senin | 28 September 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih cenderung bearish setelah harga berada di bawah SMA 50. RSI 14 berada di level 51,70, menunjukkan momentum mulai netral dan masih membuka peluang rebound. Selama harga tertahan di bawah SMA 50, tekanan turun berpotensi kembali menguji support 91,20 dan 88,68.
Jika tekanan jual berlanjut, penurunan berikutnya dapat mengarah ke 85,89. Namun, apabila harga mampu menembus SMA 50 dan resistance 96,04, peluang kenaikan dapat terbuka menuju 97,99 hingga 100,49.
US Oil INTRADAY AREA
R1 96,04 R2 97,99 R3 100,49
S1 91,20 S2 88,68 S3 85,89
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 91,20 |
| Profit Target Level | 96,00 |
| Stop Loss Level | 88,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 96,00 |
| Profit Target Level | 93,00 |
| Stop Loss Level | 98,00 |
Baca analisa sebelumnya: Penguatan Greenback Tekan Euro dan Emas
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
