Market Summary
Peluang trading GBP/JPY pasca BoJ meeting menjadi perhatian pasar setelah pasangan mata uang ini mencatat penguatan selama tiga sesi berturut-turut. Pada perdagangan Jumat, GBP/JPY bergerak di sekitar 211,25–211,30 setelah menemukan dukungan di area 210,60–210,55. Pergerakan tersebut membawa pasangan ini ke level tertinggi dalam lebih dari satu pekan pada sesi Eropa awal.
GBP/JPY menguat sekitar 0,15% pada perdagangan harian dan berpeluang mencatat kenaikan mingguan moderat. Penguatan Pound Sterling menjadi salah satu faktor utama yang menopang pasangan mata uang ini. Sebaliknya, Yen Jepang kesulitan mempertahankan penguatannya setelah Bank of Japan (BoJ) mengumumkan keputusan suku bunga terbaru.
BoJ Pertahankan Suku Bunga di 1,25%
Bank of Japan mempertahankan suku bunga acuan jangka pendek di level 1,25% dalam pertemuan Oktober. Keputusan ini sesuai dengan ekspektasi pasar dan memperoleh dukungan delapan anggota dewan. Sementara itu, satu anggota, Hajime Takata, memberikan suara berbeda karena menilai inflasi sudah mencapai target dan mendukung kenaikan suku bunga yang lebih cepat.
Keputusan tersebut mengikuti dua kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juni dan September. Dengan demikian, biaya pinjaman Jepang kini berada di level tertinggi sejak April 1995.
Meski mempertahankan suku bunga, BoJ tetap membuka peluang pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Bank sentral menilai inflasi inti kini telah selaras dengan target 2% untuk pertama kalinya sejak target tersebut ditetapkan pada 2013.
Selain itu, kondisi pasar tenaga kerja yang ketat turut mendorong pertumbuhan upah dan harga. Ekspektasi inflasi juga masih bertahan di sekitar 2%. BoJ menilai kondisi keuangan Jepang masih akomodatif sehingga memberikan ruang bagi penyesuaian kebijakan pada pertemuan mendatang.
Pernyataan Kazuo Ueda Batasi Penguatan Yen
Gubernur BoJ Kazuo Ueda belum memberikan petunjuk yang tegas mengenai waktu kenaikan suku bunga berikutnya. Sikap tersebut membuat penguatan Yen setelah pengumuman keputusan BoJ hanya berlangsung singkat.
Pasar sebelumnya mengantisipasi sinyal yang lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter Jepang. Namun, pernyataan Ueda belum memberikan kepastian terkait jadwal pengetatan berikutnya.
Kurangnya petunjuk baru dari BoJ membuat pelaku pasar kembali mencermati prospek kebijakan moneter Jepang. Kondisi ini turut mengurangi daya tarik Yen dan memberikan dukungan bagi pergerakan GBP/JPY.
BoJ Revisi Proyeksi Pertumbuhan dan Inflasi
Dalam laporan proyeksi ekonomi kuartalan, BoJ mempertahankan perkiraan inflasi untuk tahun fiskal 2026 di level 2,5%. Namun, bank sentral menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dari 0,6% menjadi 0,7%.
Untuk tahun fiskal 2027, BoJ menaikkan proyeksi inflasi dari 2,4% menjadi 2,6%. Sebaliknya, bank sentral memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi dari 0,8% menjadi 0,7%.
Perubahan proyeksi tersebut menunjukkan bahwa tekanan inflasi masih menjadi perhatian utama BoJ. Bank sentral juga melihat perkembangan upah, harga, dan kondisi pasar tenaga kerja sebagai faktor penting dalam menentukan arah kebijakan moneter berikutnya.
Ekspektasi Hawkish BoE Topang Pound Sterling
Dari sisi Inggris, Pound Sterling memperoleh dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter Bank of England (BoE) yang cenderung hawkish. Sentimen tersebut menjadi faktor penting yang menjaga daya tarik Pound terhadap Yen Jepang.
Perbedaan ekspektasi kebijakan moneter antara BoE dan BoJ turut memengaruhi pergerakan GBP/JPY. Ketika pasar belum melihat kepastian waktu kenaikan suku bunga BoJ, Pound berpotensi mempertahankan keunggulannya.
Kondisi tersebut membantu GBP/JPY mempertahankan penguatan selama tiga sesi perdagangan berturut-turut. Pelaku pasar kini mencermati perkembangan ekspektasi suku bunga kedua bank sentral untuk melihat perubahan sentimen terhadap Pound Sterling dan Yen Jepang.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai bahwa pergerakan GBP/JPY pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bearish, dengan level pivot di 211,504. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan bearish berpotensi berlanjut untuk menguji support terdekat di 209,984, kemudian 209,675, dan 209,366.
Sebaliknya, jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas level 211,504, GBP/JPY berpeluang mengalami pembalikan tren menjadi bullish. Dalam skenario ini, harga berpotensi melanjutkan kenaikan untuk menguji area resistance di 212,024 hingga 212,334.
Resistance 211,504 Resistance 2: 212,024 Resistance 3: 212,334
Support1: 209,984 Support 2: 209,679 Support 3: 209,366
Baca juga: Peluang Trading EUR/USD Jelang ECB Meeting dan Data AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
