FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,67300 – 0,67700
Keperkasaan Aussie terhadap mata uang Dollar AS terus berlanjut. Bahkan Aussie, berada di dekat level terkuatnya sejak Oktober 2024, seiring dengan membaiknya selera risiko dan melemahnya dolar AS. Pasar mengabaikan serangan AS terhadap Venezuela semalam, yang dilaporkan mengakibatkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Penguatan lebih lanjut terhadap mata uang Dollar AS terjadi setelah penurunan tak terduga dalam survei manufaktur ISM yang menimbulkan kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi Amerika. Di Australia, para investor bersiap menghadapi rilis angka inflasi CPI November pagi ini pukul 07:30 WIB, dengan pasar memperkirakan penurunan yang moderat. Hasilnya bisa menjadi sangat penting bagi kebijakan moneter setelah Reserve Bank of Australia memperingatkan bahwa mereka mungkin perlu menaikkan suku bunga acuan jika tekanan harga tidak mereda. Saat ini, pasar hanya memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan Februari sebesar 30%, sementara secara keseluruhan memperkirakan pengetatan moneter yang terbatas, dengan kenaikan suku bunga sekitar 37 bps untuk tahun ini.
Pivot : 0,67268
R1 : 0,67512 S1 : 0,67124
R2 : 0,67656 S2 : 0,66880
R3 : 0,67900 S3 : 0,66736
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 156,600 – 157,000
Tanda penguatan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback sempat mewarnai market, meski terbatas dan sementara. Yen pulih dari level terendah dua minggu di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Bank Sentral Jepang akan terus menaikkan suku bunga tahun ini. Pada hari Senin, Gubernur BOJ Kazuo Ueda menegaskan kembali bahwa bank sentral akan menyesuaikan suku bunga seiring dengan perkembangan ekonomi dan harga sesuai dengan perkiraan. Pernyataannya menyoroti meningkatnya kepercayaan bahwa Jepang sedang bergerak melampaui periode deflasi yang telah berlangsung lama menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan dan didorong oleh pertumbuhan. Ueda juga memperkirakan bahwa perekonomian akan mempertahankan siklus positif, dengan peningkatan upah dan harga yang moderat dan simultan. Sementara itu, para investor terus memantau potensi intervensi mata uang, karena para pemimpin bisnis mendesak pemerintah untuk mengatasi pelemahan yen dan mendukung mata uang yang lebih kuat.
Pivot : 156,516
R1 : 156,876 S1 : 156,245
R2 : 157,147 S2 : 155,885
R3 : 157,507 S3 : 155,614
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3446 – 1.3414
Pounds kembali tertekan oleh penguatan U.S Dollar. Pounds melemah setelah rilis data inflasi kawasan yang lemah. Di satu sisi, mata uang US Dollar kembali menguat di tengah ketegangan Geopolitik AS-Venezuela. Disisi lain para investor optimis akan kebijakan the Fed yang akan memangkas suku-bunga yang daoat memperkuat pertumbuhan ekonomi AS. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang akan disebabkan oleh rilisnya laporan data ADP Non-farm AS yang diperkirakan akan mengalami kenaikan pada malam nanti.
Open : 1.3498 Pivot : 1.3520
R1 : 1.3538 S1 : 1.3491
R2 : 1.3557 S2 : 1.3446
R3 : 1.3591 S3 : 1.3314
EURUSD
Opportunity : Bearish Menuju 1.1659 – 1.1627
Euro ditutup melemah yang ditekan oleh laporan data Inflasi kawasan. Pelemahan mata-uang Euro juga disebabkan oleh penguatan Dollar di tengah ketegangan geopolitik antara AS-Venezuela. Indeks dolar naik 0,17% ke 98,56, mencerminkan sikap hati-hati investor menjelang rilis data ekonomi penting Amerika Serikat.EUR masih berpotensi melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan oleh rilisnya laporan data ADP Non-farm U.S malam nanti yang diperkirakan akan mengalami kenaikan.
Open : 1.1687 Pivot : 1.1705
R1 : 1.1719 S1 : 1.1681
R2 : 1.1743 S2 : 1.1659
R3 : 1.1764 S3 : 1.1627
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.7987 – 0.8025
Swiss kembali tertekan oleh penguatan U.S Dollar pada perdagangan Selasa kemarin. Indeks Dollar naik 0,17% ke 98,56, mencerminkan sikap hati-hati investor menjelang rilis data ekonomi penting Amerika Serikat. CHF diperkirakan masih dalam tekanan U.S Dollar pada perdagangan hari ini yang disebabkan rilisnya laporan data ADP Non-farm U.S malam nanti yang diperkirakan akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Open : 0.7951 Pivot : 0.7936
R1 : 0.7958 S1 : 0.7923
R2 : 0.7987 S2 : 0.7901
R3 : 0.8025 S3. : 0.7873
USDCAD
Opportunity : Buy stop di 1.38358 dengan target 1.38682 dan stop loss di bawah 1.37699
Pergerakan 6 Januari 2026 membentuk bullish candle dengan body relatif solid (open 1.37681 dan close 1.38118), menandakan buyer yang semakin mendominasi. Harga mampu bertahan di atas pivot harian dan mendekati area resistance terdekat. Pada 7 Januari 2026, harga dibuka di 1.38118 dan saat ditulis, masih bergerak naik ke area 1.38138 mendekati R1 1.38348. Namun, zona 1.38348–1.38577 menjadi area krusial karena berpotensi memicu profit taking jika gagal ditembus secara valid.
Fokus fundamental hari ini tertuju pada rilis data ekonomi Amerika Serikat, khususnya ISM Services PMI, ADP dan JOLTS Job Openings. Data AS yang solid berpotensi memperkuat USD dan menjaga bias bullish USDCAD. Dari sisi Kanada, pergerakan harga minyak tetap menjadi faktor pendukung CAD.
Open price :1.38118 Pivot :1.37928
R1 :1.38348 S1 :1.37699
R2 :1.38577 S2 :1.37279
R3 :1.38997 S3 :1.37050
DXY
Opportunity: Bullish Range Limited 98,600 – 98,800
Penguatan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya perlahan mulai nampak. Tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang kembali naik dan sentuh level tertinggi hariannya 98,626. Dimana hal tersebut merupakan level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan adanya perlambatan momentum ekonomi. Indeks PMI Manufaktur ISM berada di bawah perkiraan, menandakan kontraksi paling tajam di sektor pabrik sejak 2024, sementara Indeks PMI Jasa Global S&P direvisi lebih rendah, menunjukkan pelemahan lebih lanjut di sektor jasa. Sementara itu, Presiden Federal Reserve Richmond, Barkin, mengatakan bahwa kebijakan moneter akan membutuhkan “pertimbangan yang sangat cermat” ke depannya, sementara Gubernur Miran mencatat bahwa Fed mungkin perlu memangkas suku bunga lebih dari 50 basis poin pada tahun 2026. Pasar uang saat ini memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga seperempat poin oleh Fed tahun ini. Dollar AS menguat terutama terhadap Franc Swiss dan Euro, meskipun mata uang bersama tersebut mendapat dukungan dari angka inflasi yang lebih rendah dari perkiraan di Jerman dan Prancis.
Pivot : 98,463
R1 : 98,765 S1 : 98,300
R2 : 98,928 S2 : 97,998
R3 : 99,230 S3 : 97,835

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 49,000
Indeks Nikkei 225 turun 0,5% menjadi di bawah 52.300 sementara Indeks Topix yang lebih luas kehilangan 0,4% menjadi 3.525 pada hari Rabu, dengan saham Jepang mengakhiri reli dua hari karena investor mengamankan keuntungan di saham-saham utama. Sentimen juga terbebani oleh kekhawatiran geopolitik setelah China memberlakukan kontrol ekspor terhadap produk-produk militer ke Jepang, menyusul pernyataan yang dibuat oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi tentang Taiwan tahun lalu. Daftar kontrol ekspor mencakup berbagai macam barang, termasuk elektronik, sensor, dan peralatan serta teknologi yang digunakan dalam pelayaran dan kedirgantaraan. Saham-saham terkait pertahanan berada di bawah tekanan, dengan Mitsubishi Heavy Industries merosot 1,5% dan Kawasaki Heavy Industries turun 1,1%. Kerugian juga tercatat di antara saham-saham unggulan indeks lainnya, termasuk SoftBank Group (-0,5%), Mitsubishi UFJ (-0,7%), Sony Group (-2,8%), Toyota Motor (-2,9%), dan Tokyo Electric Power (-4,6%).
Pivot : 50,355
R1 : 50,555 S1 : 50,090
R2 : 50,820 S2 : 49,890
R3 : 51,285 S3 : 49,425
HANGSENG
Opportunity: Bearish ke area: 24,900
Indeks Hang Seng naik 363 poin, atau 1,4%, dan ditutup pada 26.710 pada hari Selasa, level tertinggi sejak pertengahan November, setelah sesi sebelumnya yang lesu, didorong oleh kenaikan yang luas. Sentimen membaik karena kekuatan pasar daratan Tiongkok, yang mencapai level tertinggi dalam satu dekade menjelang Tahun Baru Imlek. Saham sektor keuangan dan properti memimpin dengan kenaikan sekitar 2% masing-masing, didukung oleh harapan akan dukungan kebijakan baru dari Beijing dan sikap yang lebih akomodatif terhadap sektor properti yang bermasalah. Indeks teknologi naik 1,5% karena optimisme atas kemajuan AI Tiongkok, menguat selama tiga sesi. Saham Baidu di Hong Kong melonjak 2% ke level tertinggi sejak Agustus 2023. Zijin Gold melonjak 3,6%, mengikuti pergerakan logam non-ferrous setelah tembaga mencapai rekor tertinggi. Saham asuransi juga naik, dengan Ping An dan AIA Group naik 2,7% dan 2,3% karena spekulasi penjualan produk yang lebih kuat. Namun, potensi kenaikan tersebut dibatasi oleh kehati-hatian menjelang data CPI dan PPI China. Sementara itu, PMI sektor swasta Hong Kong pada bulan Desember melambat dari level tertinggi hampir tiga tahun, karena tekanan biaya yang meningkat.
Pivot : 26,361
R1 : 26,620 S1 : 26,024
R2 : 26,957 S2 : 25,765
R3 : 27,216 S3 : 25,428
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 25,532 | SL: 25,432 | TP: 25,900
Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah pada hari Rabu setelah ketiga indeks acuan utama mengalami kenaikan pada sesi sebelumnya, karena ekspektasi akan beberapa pemangkasan suku bunga Federal Reserve terus mendukung prospek pendapatan. Pada perdagangan reguler hari Selasa, Dow dan S&P 500 masing-masing naik 0,99% dan 0,62%, dengan kedua indeks ditutup pada rekor tertinggi baru. Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi bertambah 0,65%. Sembilan dari 11 sektor S&P 500 berakhir lebih tinggi, dipimpin oleh sektor material, perawatan kesehatan, dan industri. Saham semikonduktor berkinerja lebih baik karena minat investor yang meningkat, dengan Micron Technology, Texas Instruments, Analog Devices, dan NXP naik antara 5,6% dan 10%. Saham penyimpanan data juga menonjol di antara saham-saham dengan kenaikan tertinggi di S&P 500, dengan SanDisk melonjak 27,6%, Western Digital naik 16,8%, dan Seagate naik 14%. Secara terpisah, CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan pada konferensi CES di Las Vegas bahwa perusahaan tersebut melihat permintaan pelanggan yang kuat di China untuk chip AI H200-nya.
Pivot : 25,706.83
R1 : 25,784.67 S1 : 25,620.92
R2 : 25,870.58 S2 : 25,543.08
R3 : 26,034.33 S3 : 25,379.33

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish selama bertahan di atas 4.426-4.445, testing resistance 4.520-4.550.
Harga emas bergerak stabil setelah mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut, dengan pelaku pasar mulai mengalihkan fokus dari meningkatnya ketegangan geopolitik ke rangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini. Emas batangan diperdagangkan di kisaran USD 4.490 per ons, setelah menguat lebih dari 4% dalam tiga sesi sebelumnya. Meski lanskap geopolitik masih diliputi ketidakpastian—mulai dari penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro hingga pernyataan Gedung Putih bahwa Presiden Donald Trump tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk memperoleh Greenland, serta langkah China membatasi ekspor ke Jepang untuk penggunaan militer—pasar tampak lebih berhati-hati dan menunggu arah kebijakan moneter AS selanjutnya.
Perhatian investor kini tertuju pada data ketenagakerjaan AS bulan Desember yang akan dirilis Jumat, setelah data aktivitas manufaktur terbaru menunjukkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga. Pernyataan Gubernur The Fed Stephen Miran yang menyebut perlunya penurunan suku bunga lebih dari satu persen pada 2026 turut menambah spekulasi pelonggaran kebijakan, dengan alasan bahwa kebijakan moneter saat ini masih menekan pertumbuhan ekonomi. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah menjadi sentimen positif bagi emas, mengingat logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga.
Emas sendiri baru saja mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 1979, didorong oleh pembelian bank sentral dan meningkatnya arus dana ke ETF berbasis emas. Momentum di pasar logam mulia juga terlihat pada perak, yang mencatat reli jauh lebih agresif sepanjang tahun lalu, mencerminkan minat investor yang kuat terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
Pivot : 4.426
R1 4.520 R2 4.550 R3 4.600
S1 4.475 S2 4.445 S3 4.426
Silver
Opportunity : Buy stop di 83.274 dengan target 86.036 dan stop loss di bawah 77.601
Candle 6 Januari 2026 membentuk bullish impulsif kuat (open 76.470 dan close 81.217), menandakan breakout lanjutan dalam tren naik jangka menengah. Pada 7 Januari 2026, XAGUSD dibuka di 81.247 dan saat ditulis masih melaju di sekitar area 82.070 , menunjukkan buyer masih menguasai pasar. Selama harga bertahan di atas pivot, struktur tren tetap bullish continuation.
Open price :81.247 Pivot :79.509
R1 :83.124 S1 :77.601
R2 :85.032 S2 :73.986
R3 :88.647 S3 :72.078
Oil
Opportunity : Bearish, testing support 56,00-55,50.
Harga minyak mentah WTI melanjutkan pelemahannya, turun lebih dari 1% menuju kisaran USD 56 per barel, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi tambahan pasokan global. Tekanan harga muncul setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Venezuela akan menyerahkan sekitar 30 hingga 50 juta barel minyak mentah kepada Amerika Serikat. Meski volumenya relatif terbatas, pasar menilai bahwa aliran minyak Venezuela yang berkelanjutan ke pasar AS dapat memperburuk kondisi kelebihan pasokan yang sudah ada.
Sentimen negatif juga dipicu oleh perkembangan geopolitik lain, termasuk kemajuan menuju kesepakatan keamanan antara AS dan Ukraina yang membuka peluang pelonggaran pembatasan ekspor minyak Rusia. Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati dampak kebijakan ini terhadap sektor energi global, terutama ketika perusahaan-perusahaan perdagangan besar seperti Trafigura mulai bersiap melakukan pembicaraan dengan pejabat AS terkait potensi dimulainya kembali pembelian minyak mentah Venezuela.
Meski demikian, data dari American Petroleum Institute (API) memberikan sedikit penahan tekanan, dengan laporan penurunan persediaan minyak mentah AS sebesar 2,8 juta barel pada pekan lalu, berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan stok. Namun, sentimen suplai global yang membayangi pasar tampaknya masih lebih dominan, sehingga harga minyak tetap bergerak di bawah tekanan dalam jangka pendek.
Pivot: 57,91
R1 57,50 S1 56,00
R2 57,91 S2 55,60
R3 58,45 S3 54,90
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Rabu, 07 Januari 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Konflik Geopolitik Memanas, Mampukah Emas Cetak Rekor Lagi?
Catat jam dan waktunya ya!
| Rabu, 07 Januari 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
