Download TPFx Mobile Available On

Market Highlight (08/07/2026)

by Annan Firsta

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity: Bearish  Range         0,69200 – 0,68700

Tertahannya penguatan mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS kembali mewarnai pergerakan market. Dimana Aussie tetap berada di dekat level tertinggi dua minggu, karena penurunan dolar AS dikombinasikan dengan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut dari RBA. Pasar terus mengevaluasi risalah pertemuan Bank Cadangan Australia bulan Juni, yang menggarisbawahi kekhawatiran kuat para pembuat kebijakan atas inflasi yang terus berlanjut, kelebihan permintaan, dan kendala kapasitas. Bank-bank besar, seperti Commonwealth Bank of Australia, mengatakan bahwa notulen tersebut menyoroti tekanan inflasi yang terus berlanjut, sementara ANZ memperingatkan bahwa notulen tersebut memperkuat risiko kenaikan suku bunga lagi dalam beberapa bulan mendatang. Sementara itu, Dollar AS berada di bawah tekanan akibat penurunan harga energi dan laporan penggajian AS yang lebih lemah dari perkiraan, mendorong pasar untuk mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat, dengan harga berjangka menunjukkan peluang 78% bahwa suku bunga akan tetap tidak berubah pada pertemuan 29 Juli.

Pivot : 0,69356

R1 : 0,69505          S1 : 0,69116

R2 : 0,69745          S2 : 0,68967

R3 : 0,69894          S3 : 0,68727


USDJPY

Opportunity: Bullish  Range       162,100 – 162,600

Terpuruknya mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback terus berkelanjutan. Bahkan hingga kini nasib Yen berada di dekat level terlemahnya dalam empat dekade karena investor terus bertaruh melawan mata uang tersebut di tengah tidak adanya intervensi dari otoritas Jepang. Meskipun demikian, pasar tetap waspada terhadap setiap langkah Tokyo untuk mendukung Yen, meskipun banyak pedagang meragukan bahwa intervensi saja akan memberikan solusi jangka panjang. Menteri Keuangan Satsuki Katayama menegaskan kembali bahwa para pejabat siap memasuki pasar valuta asing kapan pun diperlukan, menambahkan bahwa Jepang dan AS tetap berkomunikasi erat mengenai kebijakan mata uang. Yen juga tetap berada di bawah tekanan karena kekhawatiran atas ekspansi fiskal Jepang dan ekspektasi bahwa Bank Sentral Jepang masih tertinggal dalam menormalisasi kebijakan moneter. Sementara itu, investor menilai data yang menunjukkan upah nominal meningkat 3,2% pada bulan Mei, sedangkan pengeluaran rumah tangga menurun 0,4%

Pivot : 161,967

R1 : 162,288          S1 : 161,759

R2 : 162,496          S2 : 161,438

R3 : 162,817          S3 : 161,230


GBPUSD

Opportunity  : Bearish menuju  :  1.3316 –  1.3283

Pounds ditutup melemah menuju 1,3360 setelah Sterling gagal mempertahankan kenaikan yang sempat membawanya ke level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir. Disatu-sisi Dollar AS menguat pada perdagangan Selasa kemarin setelah pelaku pasar mencerna data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih lemah dan pernyataan terbaru dari pejabat Federal Reserve. Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan di sekitar level 101,00 dan berhasil pulih tipis setelah bergerak terbatas dalam dua sesi sebelumnya. Pelaku pasar masih menilai perbedaan arah kebijakan antara Federal Reserve dan Bank of England. Risiko inflasi yang masih tinggi membuat kedua bank sentral tetap berhati-hati dalam menentukan langkah kebijakan berikutnya. GBP masih berpotensi untuk tertekan pada perdagangan hari ini yang akan dibintangi oleh penguatan U.S Dollar.

Open  : 1.3358          Pivot  1.3368

R1  : 1.3389               S1  : 1.3336

R2  : 1.3421               S2  : 1.3316

R3  : 1.3442               S3  : 1.3283


EURUSD

Opportunity  : Bearish menuju  1.1382 – 1.1356

Mata uang Euro berakhir turun pada hari Selasa, tertekan penguatan dolar AS. Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 0,26% pada 1.1412. Euro melemah akibat penguatan dolar AS. Indeks dolar AS berakhir naik pada hari Selasa, terdukung pelemahan pasar saham dan kenaikan harga minyak. Namun kerugian pada Euro terbatas setelah produksi industri Jerman Mei naik lebih dari yang diperkirakan, yang terbesar dalam 8 bulan. Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan di sekitar level 101,00 dan berhasil pulih tipis setelah bergerak terbatas dalam dua sesi sebelumnya. EUR/USD masih berada di bawah tekanan dan bergerak di sekitar level 1,1415. EUR diperkirakan masih dapat melemah pada perdagangan hari ini.

Open  : 1.1403  Pivot  : 1.1422

R1  : 1.1436       S1  : 1.1396

R2  : 1.1461       S2  : 1.1382

R3  : 1.1476       S3  : 1.1356


USDCHF

Opportunity  : Bullish menuju  :  0.8115  –  0.8144

Swiss Franc masih dalam tekanan U.S Dollar pada perdagangan Selasa kemarin. Indeks Dollar AS berakhir naik pada hari Selasa, terdukung pelemahan pasar saham dan kenaikan harga minyak. Indeks Dollar AS berakhir naik 0,26% pada 101,12. Dollar AS menguat pada hari Selasa di tengah pelemahan pasar saham, yang meningkatkan permintaan likuiditas untuk mata uang tersebut. Kenaikan dolar AS juga didukung harga minyak mentah yang lebih tinggi pada hari Selasa mendorong ekspektasi inflasi dan dapat mendorong The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang akan dibayangi oleh penguatan U.S Dollar. Disatu-sisi data ekonomi Swiss di sektor tenaga-kerja masih dalam tekanan.

Open  : 0.8079   Pivot  : 0.8067

R1  : 0.8096        S1  : 0.8048

R2  : 0.8115        S2  : 0.8019

R3  : 0.8144        S3. : 0.7999

 


DXY

Opportunity: Bullish  Range         101,100 – 101,400

Tanda penguatan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya mulai nampak di market. Kondisi tersebut tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang mulai menanjak naik dan sentuh level tertinggi hariannya di level 101,148. Mata uang Dollar AS sebelumnya sedikit melemah dalam dua sesi sebelumnya, menunjukkan reaksi yang relatif kecil terhadap kenaikan harga minyak. Harga minyak naik setelah adanya laporan bahwa kapal-kapal telah diserang di dekat Selat Hormuz, yang menyoroti situasi keamanan yang rapuh di Timur Tengah dan potensi risiko terhadap pasokan energi global. Kenaikan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong para pedagang untuk sedikit meningkatkan taruhan pada kenaikan suku bunga Fed tambahan tahun ini. Peluang kenaikan suku bunga paling cepat pada bulan September naik menjadi sekitar 58%, naik dari 56% sehari sebelumnya. Investor kini menantikan rilis notulen rapat FOMC pada hari Rabu untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan The Fed, menyusul sikap yang lebih hawkish dari bank sentral pada pertemuan bulan Juni lalu. Dollar AS mencatatkan penguatan moderat terhadap sebagian besar mata uang utama, tetapi tetap sedikit lebih lemah terhadap Yen.

Pivot : 101,024

R1 :  101,245         S1 :  100,900 

R2 :  101,369        S2 :  100,679

R3 :  101,590        S3 :  100,555

 


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bearish ke area 60,115

Indeks Nikkei 225 turun 0,3% menjadi di bawah 68.100, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 0,8% menjadi 4.030 pada hari Rabu, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya karena saham-saham Jepang mengikuti aksi jual semalam di Wall Street yang dipimpin oleh pelemahan baru pada saham-saham semikonduktor. Laporan bahwa DeepSeek China sedang mengembangkan chip AI-nya sendiri juga membebani saham-saham teknologi. Investor juga bereaksi terhadap meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan melonjaknya harga minyak setelah AS melancarkan serangan udara baru terhadap Iran menyusul serangan baru-baru ini terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Saham-saham unggulan yang mencatatkan penurunan signifikan termasuk Tokyo Electron (-2,7%), Taiyo Yuden (-3%), Fujikura (-1,4%), Ibiden Co (-3,3%), dan Mitsubishi Heavy Industries (-3,4%).

Pivot : 62,026

R1 : 63,068      S1 : 60,773

R2 : 64,321      S2 : 59,731

R3 : 66,616     S3 : 57,436


HANGSENG

Opportunity: Menguji support ke area: 25,434

Indeks Hang Seng turun 0,5%, atau 119 poin, dan ditutup pada 23.497 pada hari Selasa, membalikkan kenaikan sebelumnya karena saham properti memimpin penurunan dan investor menjadi lebih berhati-hati menjelang peristiwa ekonomi penting AS dan Tiongkok. Sentimen melemah setelah Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan melambat menjadi 4,4% pada tahun 2026 dan 4,3% pada tahun 2027, dengan alasan penurunan sektor properti yang berkepanjangan dan permintaan konsumen yang lesu. Investor juga menunggu pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve AS dan data CPI dan PPI Tiongkok bulan Juni yang akan dirilis minggu ini untuk mendapatkan petunjuk tentang prospek kebijakan. Pengembang properti memimpin kerugian setelah indeks sektor tersebut turun lebih dari 3%, sementara saham teknologi juga diperdagangkan lebih rendah. Sementara itu, Beijing dan Hong Kong mengumumkan langkah-langkah baru untuk memperluas perdagangan mata uang, obligasi, dan emas, bertujuan untuk memperkuat peran kota tersebut sebagai pusat yuan lepas pantai terkemuka. Di antara saham-saham yang mengalami penurunan signifikan adalah Kuaishou (-12,0%), Kingboard Laminates (-5,2%), Xiaomi (-0,8%), SMIC (-3,0%), dan AIA (-1,9%).

Pivot : 25,870

R1 : 26,094    S1 : 25,448

R2 : 26,516    S2 : 25,224

R3 : 27,162    S3 : 24,578


NASDAQ

Opportunity: Sell Limit: 29,737| SL: 29,840 | TP: 28,500

Kontrak berjangka saham AS pulih pada hari Rabu setelah indeks utama ditutup lebih rendah pada sesi sebelumnya, terbebani oleh aksi jual kembali saham semikonduktor. Investor terus menilai meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak setelah AS melancarkan serangan udara baru terhadap Iran menyusul serangan baru-baru ini terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Para pedagang juga menantikan rilis risalah pertemuan Federal Reserve bulan Juni untuk petunjuk tambahan tentang prospek kebijakan. Pada sesi reguler Selasa, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 1,16%, sementara S&P 500 dan Dow masing-masing turun 0,45% dan 0,25%. Produsen chip kembali berada di bawah tekanan karena investor mempertanyakan apakah perusahaan-perusahaan raksasa AI dapat mempertahankan pengeluaran infrastruktur yang tinggi. Lonjakan laba kuartalan Samsung yang mencapai 19 kali lipat juga gagal mengangkat sentimen, sementara laporan bahwa DeepSeek China sedang mengembangkan chip AI sendiri menambah kekhawatiran di seluruh sektor.

Pivot : 29,057.92

R1 : 29,889.08     S1 : 28,291.17

R2 : 30,676.17      S2 : 27,439.67

R3 : 32,294.42      S3 : 25,821.42



COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF

Gold

Opportunity: Bearish, menguji area support 4.063.

Harga emas bergerak stabil di kisaran USD 4.100 per troy ounce pada perdagangan Rabu setelah sebelumnya terkoreksi lebih dari 1% pada sesi sebelumnya. Pergerakan logam mulia masih dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyusul serangan udara terbaru yang dilancarkan Amerika Serikat ke Iran sebagai respons atas serangkaian serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Eskalasi konflik tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap keberlangsungan kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Di sisi lain, kenaikan harga minyak akibat potensi terganggunya pasokan energi global turut memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral AS (Federal Reserve) dapat mempertahankan kebijakan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Kondisi ini membatasi penguatan harga emas karena suku bunga yang tinggi cenderung mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Pemerintah Amerika Serikat juga mencabut kebijakan pengecualian yang sebelumnya mengizinkan Iran menjual minyak mentah ke pasar global. Langkah tersebut, ditambah meningkatnya risiko keamanan di Selat Hormuz yang membuat sejumlah perusahaan pelayaran dan produsen energi mengurangi aktivitas di kawasan tersebut, semakin memperbesar ketidakpastian pasar global.

Sementara itu, pelaku pasar masih menantikan risalah rapat Federal Reserve bulan Juni untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter ke depan. Sebelumnya, harga emas sempat memperoleh dukungan setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan mendorong pasar menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Namun, meningkatnya tensi geopolitik kembali membuat prospek pergerakan emas menjadi lebih berhati-hati.

Pivot : 4.063

R1  4.180   R2  4.221 R3 4.265

S1  4.063  S2  4.023  S3  3.942


Oil

Opportunity : Bullish jangka pendek selama bertahan di atas 69,18, testing resistance 74,69.

Harga minyak mentah melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu dengan diperdagangkan di atas USD 72 per barel dan telah mencatat kenaikan lebih dari 5% sepanjang pekan ini. Penguatan tersebut didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara terbaru ke Iran sekaligus mencabut kebijakan yang sebelumnya memungkinkan Iran mengekspor minyak mentah ke pasar internasional.

Langkah tersebut dilakukan setelah serangkaian serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, termasuk kapal pengangkut LNG asal Qatar dan kapal tanker minyak Arab Saudi. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak dan gas paling penting di dunia.

Meningkatnya risiko keamanan di kawasan tersebut juga mendorong sejumlah perusahaan pelayaran dan produsen energi untuk mengurangi aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz. Kondisi ini memperbesar potensi gangguan rantai pasok energi global sekaligus meningkatkan premi risiko pada harga minyak.

Kenaikan harga minyak kali ini sekaligus membalikkan sentimen sebelumnya yang memperkirakan terjadinya kelebihan pasokan global setelah kelompok OPEC+ meningkatkan kuota produksi dan sejumlah negara produsen di Timur Tengah berupaya menaikkan output. Namun, memburuknya situasi geopolitik membuat perhatian pasar kembali beralih pada risiko pasokan, sehingga memberikan dorongan kuat terhadap harga minyak mentah.

Pivot: 69,18

R1 74,69        S1  71,52

R2  78,07        S2 69,18

R3  81,63        S3  67,00


 

DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Rabu, 8 Juli 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

Supply & Demand  Jadi Panduan Trading Emas Jelang FOMC Minutes

Catat jam dan waktunya ya!

  Rabu, 8 Juli 2026 
  13.00 WIB
  Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy