FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,70500 – 0,71000
Geliat keperkasaan mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Greenback terus berusaha berlanjut. Bahkan Aussie berada di posisi tertinggi dalam tujuh minggu, didukung oleh membaiknya selera risiko global, pelemahan dolar AS secara luas, dan data ekonomi domestik yang kuat. Sektor swasta Australia kembali mencatat momentum pada bulan Juli, dengan angka PMI gabungan direvisi naik menjadi 53,2—tertinggi sejak Januari—yang didorong oleh aktivitas sektor jasa di level tertinggi enam bulan serta kembalinya pertumbuhan di sektor manufaktur. Pengeluaran rumah tangga yang lebih kuat dari perkiraan juga memperkuat tanda-tanda permintaan domestik yang tangguh, meskipun pasar telah memperkirakan hampir tidak ada kemungkinan kenaikan suku bunga dari Bank Sentral pada pertemuan kebijakan minggu depan. Di sisi lain, optimisme bahwa kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz akan segera tercapai telah meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan yang signifikan, sehingga mendorong pasar saham Australia ke rekor tertinggi. Sementara itu, nilai tukar Dollar AS tetap berada di bawah tekanan menyusul langkah dukungan terkoordinasi baru-baru ini terhadap Yen Jepang oleh otoritas AS dan Jepang, yang dampaknya turut terasa pada mata uang Asia lainnya secara lebih luas.
Pivot : 0,70518
R1 : 0,70682 S1 : 0,70396
R2 : 0,70804 S2 : 0,70232
R3 : 0,70968 S3 : 0,70110
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 157,600 – 158,000
Kondisi mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS nampaknya sudah mulai mengalami pelemahan kembali. Hal tersebut membuat Yen menghentikan reli terbarunya meskipun Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan kembali dukungan Washington yang berkelanjutan untuk Jepang setelah intervensi mata uang bersama yang bersejarah. Yen sempat melonjak hingga 5% dalam tiga sesi perdagangan setelah Tokyo dan Washington melakukan aksi beli yen terkoordinasi dalam skala yang belum pernah terjadi selama beberapa dekade, dengan kedua pemerintah mengisyaratkan kesiapan untuk kembali melakukan intervensi jika diperlukan. Data Bank Sentral Jepang menunjukkan Tokyo menghabiskan sekitar ¥5,33 triliun selama operasi hari Jumat, setelah dilaporkan melakukan intervensi sebesar ¥8,45 triliun yang memecahkan rekor pada hari sebelumnya. Yen melemah ke level terendah empat dekade lalu di tengah kenaikan biaya energi, meningkatnya kekhawatiran fiskal, dan perbedaan suku bunga yang terus melebar. Sementara itu, data terbaru menunjukkan upah riil Jepang naik untuk bulan keenam berturut-turut pada bulan Juni, memperkuat argumen untuk kenaikan suku bunga BOJ lebih lanjut.
Pivot : 157,633
R1 : 157,967 S1 : 157,401
R2 : 158,199 S2 : 157,067
R3 : 158,533 S3 : 156,835
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3510 – 1.3339
Sesuai perkiraan, Pounds ditutup menguat pada perdagangan Rabu kemarin. Mata-uang Poundsterling menguat tipis sekitar 0,08% ke kisaran 1,3460. Sterling tertinggal dari mata uang utama lain karena minim katalis domestik. Indeks Dolar AS (DXY) melemah sekitar 0,16% dan bergerak di kisaran 99,70. Indeks ini bergerak dalam rentang sempit selama empat hari terakhir. Laporan ADP mencatat penambahan tenaga kerja swasta hanya sebesar 44 ribu pada Juli. Angka ini jauh di bawah perkiraan 70 ribu. Bulan sebelumnya, sektor swasta AS masih mencatat penambahan 98 ribu pekerja. Perlambatan ini terlihat tajam dalam waktu singkat. Indeks ISM Services PMI juga melemah ke 54,1, sedikit di bawah ekspektasi 54,5. Sub-indeks tenaga kerja menjadi sorotan utama. Indeks ini anjlok ke 47,4 dari 51,2 sebelumnya. Penurunan ini mengonfirmasi bahwa perlambatan perekrutan bukan lagi gejala di satu survei saja. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang akan didukung oleh rilisnya data S&P Global Construction PMI (Jul) UK yang diperkirakan akan mengalami kenaikan, disisi lain Data ekonomi Klaim Pengangguran AS diperkirakan akan meningkat yang rilis malam nanti.
Open : 1.3467 Pivot 1.3463
R1 : 1.3488 S1 : 1.3440
R2 : 1.3510 S2 : 1.3415
R3 : 1.3535 S3 : 1.3393
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1580 – 1.1602
EUR ditutup menguat ditopang pelemahan Dollar. Mata-uang Euro naik sekitar 0,15% dan bergerak mendekati 1,1550. Pasangan mata uang ini melanjutkan pemulihan menuju batas atas rentang belakangan ini. Survei akhir HCOB turut memberi dukungan. Indeks Komposit Zona Euro untuk Juli direvisi naik ke 52. Indeks Dolar AS (DXY) melemah sekitar 0,16% dan bergerak di kisaran 99,70. Indeks ini bergerak dalam rentang sempit selama empat hari terakhir. Laporan ADP mencatat penambahan tenaga kerja swasta hanya sebesar 44 ribu pada Juli. Angka ini jauh di bawah perkiraan 70 ribu. Bulan sebelumnya, sektor swasta AS masih mencatat penambahan 98 ribu pekerja. Perlambatan ini terlihat tajam dalam waktu singkat. Indeks ISM Services PMI juga melemah ke 54,1, sedikit di bawah ekspektasi 54,5. Sub-indeks tenaga kerja menjadi sorotan utama. Indeks ini anjlok ke 47,4 dari 51,2 sebelumnya. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang didukung oleh lemahnya data Tenaga-kerja AS yang menekan nilai mata-uang Dollar. Penguatan EUR juga akan didukung oleh rilisnya data Jobless Claim AS malam nanti yang diperkirakan akan mengalami kenaikan.
Open : 1.1553 Pivot : 1.1544
R1 : 1.1566 S1 : 1.1530
R2 : 1.1580 S2 : 1.1508
R3 : 1.1602 S3 : 1.1494
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.8039 – 0.8015
Swiss Franc kembali ditutup menguat ditopang oleh pelemahan Dollar AS. Indeks Dolar AS (DXY) melemah sekitar 0,16% dan bergerak di kisaran 99,70. Indeks ini bergerak dalam rentang sempit selama empat hari terakhir. Laporan ADP mencatat penambahan tenaga kerja swasta hanya sebesar 44 ribu pada Juli. Angka ini jauh di bawah perkiraan 70 ribu. Bulan sebelumnya, sektor swasta AS masih mencatat penambahan 98 ribu pekerja. Perlambatan ini terlihat tajam dalam waktu singkat. Indeks ISM Services PMI juga melemah ke 54,1, sedikit di bawah ekspektasi 54,5. Sub-indeks tenaga kerja menjadi sorotan utama. Indeks ini anjlok ke 47,4 dari 51,2 sebelumnya. CHF masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang akan didukung oleh pelemahan mata-uang U.S Dollar yang disebabkan oleh rilisnya laporan Klaim Pengangguran AS pada malam nanti diperkirakan akan mengalami kenaikan.
Open : 0.8070 Pivot : 0.8076
R1 : 0.8090 S1 : 0.8053
R2 : 0.8114 S2 : 0.8039
R3 : 0.8128 S3. : 0.8015
DXY
Opportunity: Bearish Range 99,600 – 99,300
Tekanan terus melanda pergerakan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya. Kondisi tersebut tergambar jelas pada Indeks Dollar AS (DXY) yang kembali anjlok dan sentuh level terendah hariannya ke 99,628. Pelemahan Dollar AS ini merupakan level terendah dalam tujuh minggu, mempertahankan penurunan tajam yang dipicu oleh intervensi terhadap yen dan penjualan aset pendapatan tetap jangka panjang berdenominasi dolar AS oleh investor asing minggu lalu. Anjloknya nilai yen dan obligasi pemerintah Jepang (JGB) baru-baru ini mendorong Departemen Keuangan AS dan mitranya di Jepang untuk membeli Yen senilai sekitar $88 miliar, di mana sebagian dari langkah tersebut melibatkan penjualan Dollar AS. Perkembangan ini terjadi bersamaan dengan tekanan akibat keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan terakhirnya. Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Warsh mengisyaratkan keengganan untuk memastikan bahwa kenaikan suku bunga adalah langkah yang akan diambilnya dalam merespons inflasi yang lebih tinggi, sehingga memicu pasar asing untuk mengurangi kepemilikan aset berdenominasi Dollar AS. Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bulan depan meredup akibat penurunan kembali harga energi utama dan laporan ketenagakerjaan ADP yang lemah.
Pivot : 99,739
R1 : 99,850 S1 : 99,578
R2 : 100,011 S2 : 99,467
R3 : 100,122 S3 : 99,306

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke 64,700
Indeks Nikkei 225 turun 1,5% menjadi di bawah 65.300 pada hari Kamis, membalikkan kenaikan sesi sebelumnya karena pelemahan di Wall Street membebani sentimen dan saham-saham terkait chip dan kecerdasan buatan mengalami penurunan. Penurunan ini terjadi meskipun harga minyak turun lebih lanjut setelah Iran dan Oman mencapai kesepakatan tentang pembukaan kembali sebagian Selat Hormuz, meredakan kekhawatiran tentang inflasi dan prospek suku bunga. Perusahaan-perusahaan Jepang yang terkait dengan booming infrastruktur AI global mencatatkan kerugian besar, termasuk Kioxia Holdings (-10,7%), Taiyo Yuden (-9,8%), Murata Manufacturing (-5,7%), Ibiden Co (-6%), dan Tokyo Electron (-5,7%). SoftBank Group juga turun hampir 4% setelah melonjak hampir 14% pada sesi sebelumnya, karena investor menunggu laporan pendapatan raksasa investasi tersebut. Sementara itu, kenaikan pada saham sektor keuangan dan konsumen membantu membatasi kerugian yang lebih luas, dengan Mitsubishi UFJ (1,5%), Toyota Motor (1,7%), dan Fast Retailing (1,8%) semuanya mengalami kenaikan.
Pivot : 62,930
R1 : 64,550 S1 : 62,085
R2 : 65,395 S2 : 60,465
R3 : 67,015 S3 : 59,620
HANGSENG
Opportunity: Bullish ke 26,270
Indeks Hang Seng naik tipis 0,2%, atau 63 poin, dan ditutup pada 25.916 pada hari Rabu, karena kenaikan dari sinyal positif Wall Street mengimbangi data ekonomi Tiongkok yang lebih lemah dan kekhawatiran baru atas ketegangan teknologi AS-Tiongkok. Semalam, saham-saham unggulan AS ditutup pada level tertinggi sepanjang masa setelah harapan baru akan terobosan dalam pembicaraan AS-Iran meningkatkan selera risiko, menyebabkan harga minyak turun tajam dan meredakan kekhawatiran inflasi. Namun, sentimen di Hong Kong tetap lesu setelah PMI terbaru Tiongkok menunjukkan aktivitas sektor jasa dan pertumbuhan sektor swasta secara keseluruhan melambat pada bulan Juli, menimbulkan keraguan baru tentang kekuatan pemulihan ekonomi. Saham-saham sektor optik Tiongkok melemah, dengan Zhongji Innolight termasuk di antara yang mengalami penurunan terbesar, mencerminkan kekhawatiran baru atas meningkatnya pembatasan teknologi AS-Tiongkok. Sementara itu, saham-saham yang mengalami kenaikan signifikan antara lain Tencent (0,9%), Kingboard Laminates (10,3%), Semiconductor Manufacturing International Corporation (4,1%), Z.AI Co. (3,1%), dan Meituan (0,4%).
Pivot : 25,894
R1 : 26,141 S1 : 25,762
R2 : 26,273 S2 : 25,515
R3 : 26,520 S3 : 25,383
NASDAQ
Opportunity: Buy Limit: 28,261| SL: 28,150 | TP: 28,600
Kontrak berjangka saham AS sedikit menguat pada hari Kamis setelah indeks utama berakhir beragam pada sesi sebelumnya, karena investor mengalihkan perhatian mereka ke putaran pendapatan perusahaan lainnya. Pasar menantikan hasil dari perusahaan-perusahaan besar termasuk ConocoPhillips, Airbnb, dan Warner Bros. Discovery. Para pedagang juga akan mengamati SpaceX, dengan pembatasan penguncian saham internal yang akan berakhir hari ini, memungkinkan pemegang saham utama untuk menjual sebagian kepemilikan mereka di perusahaan roket milik Elon Musk. Pada hari Rabu, SpaceX anjlok hampir 14% setelah melaporkan peningkatan tajam dalam pengeluaran modal, yang memicu kekhawatiran tentang pengeluaran besar terkait kecerdasan buatan. Sementara itu, Nvidia naik 3,4% setelah Elon Musk mengatakan selama panggilan pendapatan SpaceX bahwa perusahaan akan bergantung sepenuhnya pada chip Nvidia untuk infrastruktur AI-nya. Kenaikan tersebut membantu mengangkat Dow ke rekor tertinggi lainnya, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite berada di bawah tekanan karena kelemahan di seluruh sektor teknologi yang lebih luas membebani sentimen.
Pivot : 27,969.50
R1 : 28,707.00 S1 : 27,586.25
R2 : 29,090.25 S2 : 26,848.75
R3 : 29,827.75 S3 : 26,465.50

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish, namun dengan indikator RSI yang overbought rawan terjadi profit taking.
Harga emas melanjutkan penguatannya pada perdagangan Kamis dengan bergerak mendekati level USD 4.300 per troy ounce, sekaligus mencatat kenaikan selama empat sesi perdagangan berturut-turut. Secara mingguan, logam mulia ini telah menguat hampir 6%, didorong oleh perubahan sentimen pasar setelah tercapainya kesepakatan antara Iran dan Oman mengenai jalur pelayaran melalui Selat Hormuz. Prospek kembali meningkatnya arus distribusi energi dari kawasan Timur Tengah mendorong penurunan harga minyak, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi dan mengurangi ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat akan mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Dukungan tambahan bagi harga emas juga datang dari perubahan ekspektasi suku bunga Federal Reserve. Pelaku pasar kini hanya memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun, lebih rendah dibandingkan ekspektasi dua kali kenaikan yang masih berkembang pada pekan lalu. Pergeseran tersebut dipicu oleh data ketenagakerjaan sektor swasta Amerika Serikat versi ADP yang menunjukkan penambahan hanya 44.000 lapangan kerja pada Juli, jauh di bawah proyeksi sebesar 70.000 dan menjadi pertumbuhan terlemah sejak Januari. Data tersebut memperkuat pandangan bahwa perlambatan aktivitas ekonomi dapat mengurangi urgensi bagi The Fed untuk terus menaikkan suku bunga secara agresif.
Meski demikian, potensi kenaikan harga emas masih dibayangi oleh sikap hati-hati dari sejumlah pejabat Federal Reserve. Gubernur The Fed Lisa Cook menegaskan bahwa bank sentral tetap siap menaikkan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan penurunan yang memadai. Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa arah kebijakan moneter masih akan sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi dan inflasi dalam beberapa bulan ke depan, sehingga volatilitas harga emas diperkirakan tetap tinggi.
Pivot : 4.019
R1 4.307 R2 4.362 R3 4.421
S1 4.240 S2 4.203 S3 4.166
Oil
Opportunity : Bearish selama di bawah resistance 76,63 – 77,75, testing kembali support 73,06 – 74,16.
Harga minyak mentah diperdagangkan di kisaran USD 75 per barel pada Kamis setelah mengalami penurunan selama tiga sesi berturut-turut. Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi normalisasi pasokan energi dari Timur Tengah menyusul tercapainya kesepakatan antara Iran dan Oman mengenai jalur pelayaran melalui Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat membuka kembali sebagian akses distribusi minyak dari kawasan tersebut, sehingga mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global yang sebelumnya sempat mendorong lonjakan harga energi.
Berdasarkan informasi yang beredar, pernyataan bersama kedua negara saat ini masih berada pada tahap finalisasi, dengan jalur pelayaran yang diusulkan diperkirakan akan beroperasi selama dua hingga empat bulan. Namun demikian, Iran menegaskan bahwa kesepakatan tersebut belum dapat diartikan sebagai pembukaan penuh Selat Hormuz, sehingga ketidakpastian terhadap kelancaran distribusi energi masih tetap ada. Di sisi lain, pejabat Amerika Serikat juga terus menyampaikan optimisme bahwa kesepakatan yang lebih luas dengan Iran semakin mendekati realisasi, meskipun pelaku pasar masih bersikap hati-hati terhadap keberlanjutan stabilitas geopolitik di kawasan.
Meskipun tekanan jual masih mendominasi pergerakan harga minyak dalam jangka pendek, risiko geopolitik belum sepenuhnya mereda. Kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah menyerang sebuah kapal tanker minyak Arab Saudi di Teluk Aden serta mengancam kapal-kapal lain yang melintasi Laut Merah. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa risiko terhadap jalur pelayaran internasional masih tetap tinggi dan berpotensi kembali memicu gangguan pasokan apabila eskalasi konflik meningkat. Oleh karena itu, pergerakan harga minyak ke depan diperkirakan akan tetap dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi geopolitik di Timur Tengah, kondisi keamanan jalur pelayaran strategis, serta ekspektasi pasar terhadap keseimbangan pasokan dan permintaan energi global.
Pivot: 76,73
R1 76,63 S1 74,16
R2 77,75 S2 73,06
R3 76,63 S3 70,72
DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Kamis, 6 Agustus 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Support & Resistance Jadi Kunci Analisis Pasar di Tengah Konflik AS – Iran
Catat jam dan waktunya ya!
| Kamis, 6 Agustus 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
