Market Summary
Peluang Trading emas menjelang data PCE dan GDP AS semakin menarik setelah harga emas naik tipis ke atas $5.080 per ounce pada Jumat. Meski demikian, logam mulia ini masih berpotensi mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut. Lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi global dan menekan ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve.
Ketegangan meningkat setelah pernyataan keras dari Presiden AS Donald Trump dan pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei. Trump menegaskan bahwa mencegah Iran memiliki senjata nuklir menjadi prioritas utama, sementara Khamenei bersumpah mempertahankan penutupan Selat Hormuz dan membuka front tambahan jika serangan AS dan Israel berlanjut. Situasi ini mendorong harga energi naik tajam dan memperkuat permintaan aset safe haven, termasuk emas dan dolar AS.
Inflasi Energi Mengubah Ekspektasi Kebijakan The Fed
Kenaikan harga minyak memperburuk prospek inflasi global. Pasar kini tidak melihat peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed pekan depan. Probabilitas penurunan suku bunga tahun ini juga hanya sekitar 70%, lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebelumnya.
Investor menunggu rilis indeks harga PCE — indikator inflasi pilihan The Fed — untuk memperoleh gambaran terbaru mengenai tekanan harga. Namun, data ini belum mencerminkan dampak penuh konflik Iran, sehingga ketidakpastian kebijakan moneter masih tinggi.
Dolar AS Menguat, Tekan Prospek Kenaikan Emas
Indeks dolar AS naik mendekati level 100 dan berada di jalur penguatan mingguan kedua berturut-turut. Permintaan safe haven meningkat karena konflik Timur Tengah belum menunjukkan tanda mereda setelah hampir dua pekan pertempuran.
Penguatan dolar membatasi kenaikan emas karena logam mulia menjadi lebih mahal bagi pembeli luar AS. Selain itu, ekspektasi suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama turut menekan daya tarik emas.
Fokus ke Data GDP dan PCE AS
Fokus pasar kini tertuju pada rilis data ekonomi AS yang akan dirilis malam nanti. Berdasarkan data yang akan dirilis:
- Core PCE Price Index m/m diperkirakan sebesar 0,4%, sama dengan data sebelumnya
- Prelim GDP q/q diproyeksikan tumbuh 1,4%, stabil dibanding periode sebelumnya
- JOLTS Job Openings diperkirakan mencapai 6,76 juta, meningkat dari 6,54 juta
Jika inflasi PCE lebih tinggi dari perkiraan, pasar kemungkinan akan semakin menunda ekspektasi penurunan suku bunga. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat memicu pelemahan dolar dan mendukung kenaikan emas. Data GDP dan ketenagakerjaan juga penting karena mencerminkan kekuatan ekonomi AS secara keseluruhan.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 5.125. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan berlanjut dengan support terdekat di 5.055. Jika level ini ditembus, penurunan berikutnya berpotensi menguji area 5.015 hingga 4.995.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga berhasil menembus dan bergerak di atas 5.125, maka kenaikan selanjutnya berpeluang mengarah ke area resistance 5.155 hingga 5.185.
Resistance 1: 5.125 Resistance 2: 5.155 Resistance 3: 5.185
Support1: 5.055 Support 2: 5.015 Support 3: 4.995
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
