Harga Emas Naik lebih dari 4% pada perdagangan Rabu dan menyentuh level $4.247 per troy ounce. Kenaikan tajam ini terjadi setelah data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan pelemahan yang jauh dari perkiraan pasar. Perak juga ikut terangkat. Logam mulia ini melonjak hampir 5% menuju $62,20 per troy ounce.
Pelaku pasar merespons cepat data ADP yang mengecewakan. Mereka langsung memburu aset safe haven seperti emas dan perak.
Data ADP AS Menekan Dolar AS
Laporan ADP mencatat penambahan tenaga kerja swasta hanya sebesar 44 ribu pada Juli. Angka ini jauh di bawah perkiraan 70 ribu. Bulan sebelumnya, sektor swasta AS masih mencatat penambahan 98 ribu pekerja. Perlambatan ini terlihat tajam dalam waktu singkat.
Indeks ISM Services PMI juga melemah ke 54,1, sedikit di bawah ekspektasi 54,5. Sub-indeks tenaga kerja menjadi sorotan utama. Indeks ini anjlok ke 47,4 dari 51,2 sebelumnya. Penurunan ini mengonfirmasi bahwa perlambatan perekrutan bukan lagi gejala di satu survei saja.
Data-data ini menambah tekanan pada Dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY) melemah sekitar 0,16% dan bergerak di kisaran 99,70. Indeks ini bergerak dalam rentang sempit selama empat hari terakhir.
Ketegangan Iran-AS Mereda, Trump Sebut Kesepakatan Dekat
Selain data tenaga kerja, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Iran dan Oman disebut memasuki tahap akhir penyusunan kesepakatan soal jalur pelayaran komersial melalui Selat Hormuz. Kesepakatan ini akan memberi Teheran kendali lebih besar atas kapal yang melintas.
Sumber senior Iran menyebut Teheran telah melunak. Mereka melepas tuntutan awal untuk mengendalikan penuh lalu lintas di kedua arah, meski kecil kemungkinan mereka melunak lebih jauh lagi.
Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan bisa saja diumumkan secepatnya Rabu atau Kamis ini. Pernyataan ini menambah optimisme pasar terhadap meredanya risiko geopolitik di kawasan tersebut.
Euro dan Poundsterling Menguat Terbatas
EUR/USD naik sekitar 0,15% dan bergerak mendekati 1,1550. Pasangan mata uang ini melanjutkan pemulihan menuju batas atas rentang belakangan ini. Survei akhir HCOB turut memberi dukungan. Indeks Komposit Zona Euro untuk Juli direvisi naik ke 52.
GBP/USD menguat tipis sekitar 0,08% ke kisaran 1,3460. Sterling tertinggal dari mata uang utama lain karena minim katalis domestik.
Yen dan Dolar Kanada Bergerak Variatif
USD/JPY naik tipis 0,06% ke sekitar 157,80. Pergerakan ini relatif terbatas setelah risalah rapat Juni Bank of Japan (BoJ) terbit. Risalah tersebut menunjukkan sejumlah pembuat kebijakan BoJ masih membahas risiko harga yang kemungkinan membutuhkan kenaikan suku bunga lanjutan. Bank sentral ini sebelumnya menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun di 1%. Dua anggota dewan bahkan mendorong langkah lebih cepat menuju level netral.
USD/CAD justru melemah 0,35% ke kisaran 1,4013. Dolar Kanada menjadi mata uang utama dengan performa terbaik hari itu. Mata uang ini memangkas sebagian penguatan Dolar AS selama tiga hari terakhir.
Minyak Mentah Stabil Menanti Kepastian Hormuz
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) stabil di kisaran $75,08 per barel. Harga minyak berhenti melemah setelah dua sesi mencatat kerugian besar. Trader kini menanti konfirmasi resmi soal kesepakatan Hormuz sebelum mengambil posisi baru.
Wall Street Cetak Rekor di Tengah Sentimen Positif
Bursa saham AS ditutap mendekati level rekor pada Rabu. Perbaikan data makroekonomi dan laba korporasi yang solid menopang sentimen pelaku pasar. Indeks S&P 500 turun tipis 0,2%, namun tetap dekat rekor sehari sebelumnya. Indeks Dow Jones justru menambah 263 poin dan mencetak rekor baru di 54.349.
Harga minyak mentah melanjutkan penurunan setelah Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan Oman soal jalur pelayaran di Selat Hormuz. Pejabat AS turut memberi sinyal kemajuan dalam pembicaraan yang bertujuan memulihkan arus perdagangan di kawasan tersebut. Perkembangan ini meredakan kekhawatiran inflasi akibat harga energi.
Sektor perbankan dan sektor sensitif kredit lain mencatat kinerja terbaik hari itu. Arista Networks melonjak 3,6% setelah membukukan pendapatan di atas ekspektasi. Eli Lilly naik 4,9% setelah laba mengalahkan estimasi analis dan perusahaan menaikkan panduan kinerja tahun penuh.
Di sisi lain, Nasdaq melemah 0,8%. SpaceX anjlok 13,6% dan menghapus kenaikan sesi sebelumnya. AMD turun 7% meski berhasil menggandakan pendapatan pusat data mereka.
Agenda Ekonomi yang Perlu Dicermati Kamis Ini
Australia membuka perdagangan Kamis dengan merilis data neraca perdagangan Juni. Pasar memperkirakan defisit menyempit ke 1.100 juta dari 3.018 juta sebelumnya.
Eropa melanjutkan dengan rilis Pesanan Pabrik Jerman. Konsensus pasar memperkirakan perlambatan ke 0,3% secara bulanan untuk Juni, turun dari 1,9% pada bulan sebelumnya. Bank Sentral Eropa (ECB) juga akan merilis Buletin Ekonomi terbarunya. Penjualan Ritel Zona Euro diperkirakan naik 0,1% secara bulanan, melambat dari 0,2%, sementara laju tahunan diperkirakan turun ke 1% dari 1,6%.
Amerika Serikat masih menjadi fokus utama pasar menjelang rilis Nonfarm Payrolls pada Jumat. Klaim Pengangguran Mingguan diperkirakan naik ke 202 ribu dari 197 ribu. Data awal Produktivitas Non-Pertanian kuartal kedua diperkirakan mempercepat ke 0,6% dari 0,3%, sementara Biaya Tenaga Kerja per Unit diperkirakan naik ke 2% dari 1,8%. The Fed turut menjadwalkan pidato dari salah satu pejabatnya, Alberto Musalem, pada hari ini.
Dengan rentetan data penting ini, arah Dolar AS dan pasar emas kemungkinan masih akan bergerak fluktuatif hingga akhir pekan.
Prospek Harga Emas Kamis | 06 Agustus 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 berhasil mengonfirmasi breakout dari fase konsolidasi lebar setelah menembus resistance 4.141, 4.166, hingga 4.203 yang menjadi batas atas area sideways. Breakout tersebut sekaligus menegaskan perubahan struktur pasar menjadi bullish, didukung oleh posisi harga yang bergerak jauh di atas SMA 50.
Selama harga mampu bertahan di atas area support 4.203–4.141, peluang kenaikan masih terbuka untuk melanjutkan penguatan menuju resistance 4.276, kemudian 4.307 hingga 4.362. Meski demikian, RSI yang telah berada di atas level 80 menunjukkan kondisi overbought sehingga koreksi atau pullback menuju area support baru tetap berpeluang terjadi sebelum tren naik berlanjut.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.276 R2 4.307 R3 4.362
S1 4.203 S2 4.166 S3 4.141
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.240 |
| Profit Target Level | 4.300 |
| Stop Loss Level | 4.200 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.307 |
| Profit Target Level | 4.250 |
| Stop Loss Level | 4.340 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 06 Agustus 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish setelah penurunan tajam membawa harga membentuk low baru di 74,16. Setelah menyentuh level tersebut, harga sempat mencoba rebound, namun kenaikannya tertahan di area resistance 76,63–77,75 yang sebelumnya merupakan support dan kini telah beralih menjadi resistance.
Selama harga masih bergerak di bawah area resistance tersebut dan SMA 50, tekanan jual diperkirakan masih akan mendominasi dengan potensi penurunan untuk kembali menguji support 74,16, kemudian berlanjut menuju 73,06 hingga 70,72. Sementara itu, RSI yang berada di kisaran 34 menunjukkan momentum bearish masih cukup kuat, meski mulai mendekati area oversold sehingga peluang terjadinya rebound teknikal tetap perlu diwaspadai sebelum pelemahan berlanjut.
US Oil INTRADAY AREA
R1 76,63 R2 77,75 R3 79,54
S1 74,16 S2 73,06 S3 70,72
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 74,20 |
| Profit Target Level | 76,50 |
| Stop Loss Level | 73,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 76,60 |
| Profit Target Level | 74,20 |
| Stop Loss Level | 78,00 |
Baca analisa sebelumnya: Kabar Damai Selat Hormuz Bikin Wall Street Cetak Rekor
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
