Market Summary
Peluang trading gold jelang rilis data PPI AS kembali menjadi perhatian pelaku pasar global pada akhir pekan ini. XAU/USD terlihat bergerak terbatas di bawah area 5.200 pada sesi Asia, setelah mencatat kenaikan moderat dalam dua hari terakhir.
Meskipun harga sempat menguat, pergerakan masih cenderung konsolidatif. Namun demikian, kombinasi faktor geopolitik, kebijakan tarif Amerika Serikat, dan ekspektasi suku bunga The Fed terus menjaga minat terhadap aset safe haven seperti emas.
Ketegangan Geopolitik Dorong Minat Safe Haven
Risiko geopolitik masih membayangi pasar. Amerika Serikat meningkatkan kekuatan militer di kawasan Timur Tengah melalui pengerahan armada laut dan udara dalam jumlah besar. Selain itu, Presiden Donald Trump kembali menegaskan kemungkinan tindakan militer terhadap Iran jika tidak tercapai kesepakatan terkait program nuklir.
Di sisi lain, Iran menolak untuk mengirim uranium yang telah diperkaya ke luar negeri. Pernyataan tersebut mempertegas ketegangan yang masih berlangsung. Meskipun pembicaraan lanjutan telah disepakati dan pertemuan teknis dijadwalkan di Wina pekan depan, pelaku pasar tetap bersikap hati-hati.
Karena itu, emas tetap mendapat dukungan sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
Kebijakan Tarif AS Picu Kekhawatiran Ekonomi
Selain faktor geopolitik, kebijakan perdagangan Amerika Serikat turut memengaruhi sentimen pasar. Pemerintah AS resmi memberlakukan tarif 10% terhadap seluruh barang impor non-pengecualian, menyusul keputusan Mahkamah Agung yang membatalkan skema tarif resiprokal sebelumnya.
Namun demikian, Gedung Putih menyatakan bahwa tarif tersebut berpotensi dinaikkan menjadi 15% dalam waktu dekat. Pernyataan ini memicu kekhawatiran akan aksi balasan dari negara mitra dagang serta gangguan rantai pasok global.
Ketidakpastian mengenai arah kebijakan tarif membuat investor sulit memproyeksikan dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, permintaan terhadap emas tetap terjaga.
Sikap The Fed Batasi Kenaikan Emas
Di sisi moneter, risalah rapat FOMC Januari menunjukkan bahwa Federal Reserve belum terburu-buru memangkas suku bunga. Bahkan, beberapa pejabat membuka kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi tidak menunjukkan perlambatan yang konsisten.
Sikap tersebut mendorong penguatan Dolar AS dan membatasi ruang kenaikan emas. Indeks Dolar AS (DXY) saat ini bergerak di sekitar level 97,70 setelah memangkas sebagian kenaikan sebelumnya.
Selain itu, pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan moneter yang agresif. Akibatnya, imbal hasil riil tetap relatif stabil dan menekan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Fokus Pasar ke Data PPI AS
Peluang trading gold jelang rilis data PPI AS semakin menarik karena laporan inflasi tingkat produsen akan dirilis malam nanti (pukul 20.30 WIB). Data ini menjadi indikator penting untuk mengukur tekanan harga di tingkat grosir.
Konsensus pasar memperkirakan inflasi PPI bulanan Januari melambat menjadi 0,3%, turun dari 0,5% pada bulan sebelumnya. Jika data menunjukkan perlambatan lebih tajam, maka spekulasi pemangkasan suku bunga bisa kembali menguat.
Sebaliknya, jika inflasi tetap tinggi, Dolar AS berpotensi menguat lebih lanjut. Kondisi tersebut bisa menekan harga emas dalam jangka pendek.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 5.160. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 5.215, kemudian 5.225, hingga 5.250.
Sebagai alternatif, jika harga turun menembus level 5.160, tekanan jual berpotensi mendorong emas menguji support berikutnya di 5.130 hingga 5.095.
Resistance 1: 5.215 Resistance 2: 5.225 Resistance 3: 5.250
Support1: 5.160 Support 2: 5.130 Support 3: 5.095
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
