Review: Pasar Sepekan Terakhir
Weekly review dan outlook kali ini menyoroti pergerakan pasar keuangan global setelah serangkaian data ekonomi Amerika Serikat tampil lebih lemah dari perkiraan. Laporan lapangan kerja Juli yang mengecewakan, inflasi yang mereda, dan penjualan ritel yang turun tak terduga membuat pasar derivatif memangkas peluang kenaikan suku bunga bulan depan. Kontrak Fed funds futures kini hanya memperhitungkan kurang dari delapan basis poin pengetatan, turun tajam dari 18 basis poin pada akhir Juli.
Data Ekonomi AS Melemah, Peluang Kenaikan Suku Bunga Fed Menyusut
Tiga pejabat regional Federal Reserve sempat mengajukan dissent hawkish bulan lalu. Mereka berharap bisa meyakinkan koleganya untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan FOMC berikutnya. Namun data terbaru justru berjalan ke arah sebaliknya. Payroll yang lesu, inflasi yang sejalan ekspektasi, penjualan ritel yang lemah, dan sentimen konsumen yang melemah bersama-sama menunjukkan momentum ekonomi AS mulai memudar. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan September.
Meski dolar melemah, imbal hasil obligasi tetap bertahan di level tinggi. Situasi ini menjadi sumber risiko besar bagi pasar, bukan hanya untuk emas dan aset berimbal hasil rendah lainnya, tapi juga untuk pasar saham secara keseluruhan.
Harga Emas Menguji Level Kunci $4.000
Harga emas sempat terkoreksi sebelum pulih pada paruh pertama sesi perdagangan Jumat, terbantu oleh data ekonomi AS yang kembali melemah. Namun kenaikan harga minyak menjelang akhir pekan berpotensi menahan momentum penguatan emas.
Emas melonjak pekan lalu setelah berkonsolidasi selama beberapa minggu di sekitar level $4.000. Pergerakan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah ini awal dari tren naik baru, atau sekadar rebound kuat dalam fase konsolidasi yang lebih panjang? Perdagangan pekan ini masih menunjukkan sedikit penguatan lanjutan, meski bergerak choppy. Untuk saat ini, terlalu dini menyimpulkan bahwa fase kenaikan besar berikutnya sudah dimulai.
Ketegangan Iran-AS Bikin Harga Minyak Sulit Ditebak
Setelah rilis data ekonomi pekan ini, perhatian pasar beralih penuh ke Timur Tengah dan prospek harga minyak mentah. Harga minyak sempat turun pada Kamis, memberi sedikit kelegaan, sebelum kembali naik. Upaya menghidupkan kembali kesepakatan AS-Iran sebelumnya belum menunjukkan kemajuan berarti, sementara ketidakpastian di Selat Hormuz tetap menjadi ancaman serius bagi pasar energi global.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menambah tekanan dengan menegaskan bahwa Washington akan mengambil langkah-langkah belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran sebagai bagian dari kampanye tekanan maksimum.
Situasi ini membuat reli emas semakin rumit. Meski inflasi CPI melunak, harga minyak justru melonjak sekitar 20% sepanjang Juli. Jika harga minyak tetap tinggi, risiko inflasi kembali menguat pun terbuka lebar. Energi yang mahal akan mempersulit langkah pelonggaran The Fed, sekaligus berpotensi mendorong imbal hasil obligasi dan dolar naik lebih tinggi — dua faktor yang justru menjadi hambatan bagi emas.
Wall Street Ditutup Melemah, Saham Teknologi Tertekan
Dalam weekly review dan outlook, indeks saham utama AS ditutup melemah pada Jumat akibat tekanan makroekonomi. S&P 500 turun 0,2% dari rekor tertingginya, Dow Jones kehilangan 108 poin, dan Nasdaq 100 melemah 0,1%. Indeks sentimen konsumen University of Michigan periode awal Agustus anjlok ke 51, jauh di bawah perkiraan 55. Penjualan ritel Juli juga turun paling tajam dalam lebih dari setahun terakhir.
Kombinasi data lemah ini menandakan ekonomi AS mulai mendingin, sebuah kondisi yang berpotensi menekan laba korporasi dan pasar saham ke depan. Saham-saham hyperscaler ikut tertekan: Meta turun 0,9%, Oracle anjlok 3,7%, dan Amazon melemah 0,9%. Produsen chip besar bergerak variatif — Broadcom turun 5,9% dan Intel melemah 2%, sementara AMD melesat 6,5% dan produsen memori melanjutkan penguatan tajam mereka. Micron menambah 2,3% berkat rekomendasi bullish dari sejumlah broker, sedangkan SanDisk melonjak 7,4% setelah reli 14% sehari sebelumnya.
WEEK AHEAD
(17 – 21 Agustus 2026)
Outlook: Week Ahead 17–21 Agustus 2026
Dalam weekly review dan outlook, kebuntuan antara Iran dan AS akan terus mendikte arah harga energi dan suku bunga global, setelah Washington memperpanjang tekanan ekonomi terhadap Teheran alih-alih membuka jalur diplomasi. Suku bunga juga akan menjadi sorotan lewat rilis notulen pertemuan Federal Reserve yang penuh perpecahan, dengan tiga dissent di dalamnya. ECB turut merilis notulen kebijakan moneternya pekan ini.
Amerika: PMI, Data Perumahan, dan Laporan Keuangan Ritel Raksasa
Musim laporan keuangan mulai melambat, namun pasar tetap menanti hasil dari Walmart, Home Depot, TJX Companies, Lowe’s, dan Target sebagai indikator kekuatan konsumen AS. Analog Devices juga dinanti sebagai penanda arah investasi di sektor AI.
Dari sisi data, PMI flash S&P Global diperkirakan masih menunjukkan ekspansi di sektor jasa maupun manufaktur. Produksi industri diproyeksikan tumbuh 0,3%. Harga impor, yang dihitung bersih dari tarif, diprediksi naik 0,1%, sementara harga ekspor berpotensi turun 0,2%. Pekan ini juga padat data perumahan: izin bangunan diperkirakan stabil di 1,37 juta unit tahunan, sedangkan housing starts diprediksi melambat ke 1,35 juta unit. Penjualan rumah tertunda turut dirilis, ditambah survei regional Empire State dan Philadelphia Fed serta data arus modal TIC dari Departemen Keuangan.
Di Kanada, tingkat inflasi tahunan diperkirakan naik ke 3,2%, menyamai level tertinggi dua tahun pada Mei lalu. Penjualan ritel Kanada juga akan dirilis pekan ini.
Eropa: Inflasi Inggris dan Keputusan Suku Bunga Riksbank
ECB akan merilis notulen pertemuan kebijakan moneter terbarunya, setelah menahan suku bunga acuan pada pertemuan Juli menyusul kenaikan 25 basis poin di Juni. Bank sentral Swedia, Riksbank, akan mengumumkan keputusan suku bunga setelah pertemuan Juni membuka peluang kenaikan lanjutan tahun ini.
PMI flash manufaktur dan jasa untuk kawasan Euro, Jerman, Prancis, dan Italia akan memberi gambaran terbaru soal aktivitas ekonomi dan tekanan harga di kawasan. Indeks Sentimen Ekonomi ZEW Jerman turut dinanti untuk Agustus, setelah mencapai level tertinggi lima bulan pada Juli.
Inggris menghadapi pekan padat data: inflasi, pasar tenaga kerja, penjualan ritel, dan PMI flash. Tingkat inflasi tahunan diperkirakan naik ke 2,9%, level tertinggi dalam empat bulan, sementara inflasi inti diprediksi sedikit melunak. Tingkat pengangguran Inggris diperkirakan turun ke 4,8%, sedangkan pertumbuhan upah rata-rata mingguan diprediksi melambat untuk bulan kedua berturut-turut ke 4%. Swiss akan merilis data produksi industri, yang diperkirakan turun untuk bulan ketiga beruntun.
Asia Pasifik: GDP Jepang dan Data Ekonomi China Jadi Sorotan
China akan merilis rentetan data penting, mulai dari produksi industri, penjualan ritel, harga rumah, investasi aset tetap, hingga tingkat pengangguran Juli. People’s Bank of China diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga pinjaman acuan satu dan lima tahun di level 3% dan 3,5%.
Jepang akan merilis data PDB kuartal kedua yang diperkirakan tetap di 0,5% secara kuartalan, ditambah data perdagangan, inflasi, pesanan mesin, dan PMI flash. Sementara Australia menanti data kepercayaan konsumen, ekspektasi inflasi, dan data ketenagakerjaan Juli.
Data Mingguan Perdagangan Emas (10 – 14 Agustus 2026)
Open : 4.348,05 High : 4.449,82 Low : 4.310,83 Close : 4.374,75 Range : 138,99
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 4.307 | R1 4.446 |
| S2 4.239 | R2 4.517 |
| S3 4.168 | R3 4.585 |
Gold Outlook : Bullish
Data Mingguan Perdagangan US Oil (10 – 14 Agustus 2026)
Open : 78,48 High : 84,56 Low : 77,74 Close : 81,31 Range : 6,82
OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 77,85 | R1 84,67 |
| S2 74,38 | R2 88,02 |
| S3 71,03 | R3 91,49 |
Oil Outlook : Bearish
Baca juga: Weekly Review dan Outlook 10–14 Agustus 2026
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
