Market Summary
PDB Inggris menjadi pendorong utama pergerakan GBP/JPY yang saat ini bergerak stabil di kisaran 215,60 pada sesi Eropa. Pasangan mata uang ini sebelumnya mencatat kenaikan selama delapan hari berturut-turut dan sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di 215,91.
Kenaikan ini terjadi setelah rilis data ekonomi Inggris yang menunjukkan performa lebih kuat dari ekspektasi pasar. Namun, pergerakan harga mulai tertahan karena faktor eksternal, terutama dari sisi mata uang Yen Jepang.
PDB Inggris Tumbuh Lebih Kuat dari Perkiraan
Data dari Office for National Statistics menunjukkan bahwa ekonomi Inggris tumbuh 0,5% secara bulanan pada Februari, jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 0,1%. Angka ini juga menjadi pertumbuhan terkuat sejak awal 2024.
Sektor jasa menjadi pendorong utama dengan kenaikan 0,5%, didukung oleh aktivitas administrasi dan ketenagakerjaan yang meningkat signifikan. Selain itu, sektor produksi juga mencatat kenaikan 0,5%, ditopang oleh pertambangan dan energi. Sektor konstruksi bahkan tumbuh 1,0%, terutama dari pembangunan perumahan swasta.
Secara tahunan, ekonomi Inggris tumbuh 1,0%, menunjukkan pemulihan yang semakin solid. PDB Inggris yang lebih kuat ini memberikan dukungan signifikan terhadap penguatan Poundsterling.
Tekanan dari Yen Batasi Kenaikan GBP/JPY
Meski data ekonomi Inggris positif, penguatan GBP/JPY masih terbatas oleh penguatan Yen Jepang. Pasar mulai berspekulasi bahwa otoritas Jepang akan melakukan intervensi untuk menahan pelemahan mata uang mereka.
Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan diskusi intensif dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, terkait kebijakan nilai tukar. Ia menegaskan bahwa otoritas siap mengambil tindakan tegas jika diperlukan.
Langkah ini meningkatkan kewaspadaan pelaku pasar terhadap potensi intervensi yang bisa menekan kenaikan pasangan GBP/JPY.
Kebijakan BoJ dan Risiko Global Jadi Perhatian
International Monetary Fund menilai bahwa Bank of Japan kemungkinan akan mengabaikan tekanan inflasi yang berasal dari konflik geopolitik, termasuk dari kawasan Timur Tengah. Dampak terhadap inflasi inti dinilai terbatas dan tidak akan mengganggu kebijakan pengetatan bertahap.
Namun, Inggris sebagai importir energi tetap menghadapi risiko dari kenaikan harga energi global. Gangguan pasokan minyak dan gas dapat menjadi faktor yang menekan pertumbuhan ke depan meskipun saat ini data ekonomi terlihat kuat.
Peluang Trading GBP/JPY
PDB Inggris yang solid membuka peluang bullish lanjutan untuk GBP/JPY, terutama jika harga mampu bertahan di dekat area tertinggi. Namun, potensi intervensi Jepang menjadi risiko utama yang dapat memicu koreksi tajam.
Selama sentimen pasar tetap positif terhadap ekonomi Inggris, bias kenaikan masih terjaga. Akan tetapi, para pelaku pasar perlu mencermati pergerakan Yen dan perkembangan kebijakan Jepang sebagai faktor penentu arah berikutnya.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/JPY masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 215,02. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 216,12, kemudian 216,42, hingga 216,71.
Sebagai skenario alternatif, jika harga turun dan menembus di bawah 215,02, tekanan jual berpotensi meningkat dengan target pelemahan menuju area support di 214,52 hingga 214,22.
Resistance 1: 216,12 Resistance 2: 216,42 Resistance 3: 216,71
Support1: 215,02 Support 2: 214,52 Support 3: 214,22
Baca juga: Peluang Trading USD/CAD Pasca Komentar Trump
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
