Market Summary
Peluang Trading EUR/USD Pasca Data IFO Jerman menarik perhatian pasar setelah sentimen bisnis Jerman menunjukkan perbaikan pada Oktober. Pasangan EUR/USD bergerak naik ke sekitar 1,1210 pada perdagangan Eropa hari Senin. Namun, euro mulai kehilangan sebagian penguatan awalnya.
Indeks IFO Business Climate Jerman naik menjadi 90,2 pada Oktober. Angka ini melampaui ekspektasi pasar sebesar 89,8 dan meningkat dari 89,9 pada September. Data tersebut menunjukkan perbaikan sentimen dunia usaha Jerman dan memberikan dukungan bagi euro.
Meski demikian, pergerakan EUR/USD masih menghadapi sejumlah tantangan. Investor kini menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan Bank Sentral Eropa (ECB). Kedua bank sentral tersebut dijadwalkan mengumumkan kebijakan moneternya pada Rabu dan Kamis.
Peringkat Kredit Prancis Turut Mendukung Euro
Selain data ekonomi Jerman, euro mendapat dukungan dari keputusan Moody’s mempertahankan peringkat utang pemerintah Prancis pada Aa3 dengan prospek negatif. Keputusan ini berbeda dari ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan penurunan peringkat kredit.
Moody’s menilai Prancis masih memiliki peluang untuk memperbaiki kondisi fiskalnya. Lembaga tersebut mengandalkan asumsi bahwa pemerintah akan mengadopsi anggaran 2027 yang berfokus pada pengurangan defisit. Moody’s juga memperkirakan biaya pembiayaan dan ketegangan sosial dapat mereda dalam beberapa bulan mendatang.
Moody’s memperkirakan defisit Prancis mencapai 5,2% dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun depan. Angka tersebut lebih rendah daripada perkiraan 5,4% untuk tahun ini, tetapi masih sedikit di atas target pemerintah sebesar 5%.
Meski mempertahankan peringkat kredit, Moody’s memperingatkan bahwa gejolak sosial dapat menghambat konsolidasi fiskal. Serikat pekerja juga telah menyerukan aksi mogok nasional pada 5 November. Perkembangan ini berpotensi memicu volatilitas euro jika ketidakpastian fiskal Prancis kembali meningkat.
Fokus Pasar Beralih ke Kebijakan The Fed dan ECB
Keputusan suku bunga The Fed dan ECB menjadi katalis utama bagi pergerakan EUR/USD dalam beberapa hari mendatang. Pasar memperkirakan kedua bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini.
Namun, investor akan mencermati pernyataan kebijakan dan pandangan kedua bank sentral mengenai tekanan inflasi. Perhatian utama tertuju pada dampak kenaikan harga energi terhadap upah dan harga konsumen secara luas.
Jika ECB menunjukkan sikap yang lebih hawkish dibandingkan The Fed, euro berpeluang memperoleh dukungan tambahan. Sebaliknya, pernyataan The Fed yang lebih agresif dalam merespons risiko inflasi dapat memperkuat dolar AS dan menekan EUR/USD.
Karena itu, trader perlu memperhatikan perbedaan arah kebijakan moneter kedua bank sentral. Perbedaan ekspektasi suku bunga dapat memengaruhi permintaan euro dan dolar AS secara signifikan.
Dolar AS Masih Mendapat Dukungan dari Risiko Inflasi
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan dolar terhadap sejumlah mata uang utama, bergerak naik tipis pada Senin. Indeks tersebut bertahan di sekitar area 101,55–101,60 setelah pulih dari level terendah dalam tiga minggu. Meski demikian, DXY masih bergerak di bawah angka 102,00.
Ekspektasi bahwa The Fed dapat menaikkan biaya pinjaman akibat risiko inflasi memberikan dukungan bagi dolar AS. Kenaikan harga minyak mentah menjadi salah satu faktor yang memperkuat kekhawatiran tersebut.
Selain itu, ketegangan geopolitik yang melibatkan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman dan Arab Saudi turut mendorong permintaan terhadap dolar sebagai aset aman. Kondisi ini dapat membatasi penguatan euro, meskipun data ekonomi Jerman menunjukkan hasil yang lebih baik daripada perkiraan.
Pasar juga menantikan data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat kuartal III dan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Kamis. Kedua laporan tersebut dapat mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed dan arah pergerakan DXY.
Analisa Teknikal
Analisis teknikal Trading Central menunjukkan bahwa EUR/USD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.1239. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju support 1.1189, kemudian 1.1177 dan 1.1165.
Sebaliknya, jika harga menembus ke atas pivot 1.1239, EUR/USD berpeluang melanjutkan penguatan menuju area resistance 1.1260 hingga 1.1272.
Resistance 1.1239 Resistance 2: 1.1260 Resistance 3: 1.1272
Support1: 1.1189 Support 2: 1.1177 Support 3: 1.1165
Baca juga: Peluang Trading EUR/GBP Pasca Data PMI Inggris
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
