Market Summary
Peluang Trading XAG/USD menghadapi tekanan besar pada perdagangan Selasa. Harga perak atau XAG/USD turun sekitar 1,75% ke area $64,85 selama sesi Eropa. Tekanan jual meningkat setelah sejumlah pejabat Federal Reserve (Fed) memperingatkan risiko inflasi akibat kuatnya permintaan dan kenaikan harga minyak.
Inflasi Permintaan Tekan Harga Perak
Inflasi yang berasal dari permintaan memiliki dampak berbeda dengan inflasi akibat gangguan pasokan. Kenaikan permintaan yang kuat dapat menjaga tekanan harga lebih lama. Kondisi ini berpotensi membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga.
Sebaliknya, inflasi akibat gangguan pasokan energi cenderung bersifat sementara. Dampaknya terhadap ekspektasi suku bunga juga dapat berlangsung lebih singkat.
Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee mengatakan permintaan yang kuat dapat menambah tekanan inflasi. Ia juga menyebut harga energi, tarif, dan gangguan pasokan sebagai faktor lain yang perlu diperhatikan.
Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari juga menyoroti inflasi sebagai perhatian utama pembuat kebijakan. Menurutnya, tekanan harga yang tinggi tidak hanya berasal dari kenaikan harga minyak.
Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed kembali meningkat. Data CME FedWatch menunjukkan hampir 90% peluang bahwa Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya satu kali pada tahun ini.
Ekspektasi tersebut menjadi faktor penting bagi pergerakan XAG/USD. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar. Kondisi itu dapat memberikan tekanan terhadap harga perak.
Perak juga memiliki karakteristik sebagai aset komoditas dan logam mulia. Karena itu, pergerakannya dapat dipengaruhi oleh ekspektasi inflasi, kebijakan moneter, dolar AS, serta kondisi geopolitik.
Dolar AS Kembali Menguat
Indeks dolar AS terus bergerak naik dan bertahan di atas level 100,50 pada sesi Eropa. Sebelumnya, indeks tersebut mengakhiri perdagangan Senin di zona positif.
Penguatan dolar menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan dalam perdagangan XAG/USD. Harga perak menggunakan dolar AS sebagai mata uang acuan. Ketika dolar menguat, harga komoditas dalam denominasi dolar dapat menghadapi tekanan.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga memberikan pernyataan terkait Iran. Ia mengatakan maskapai penerbangan Iran dapat kehilangan akses terhadap perjalanan internasional mulai 23 September.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa AS dan Israel harus menerima kebebasan kawasan dari apa yang mereka sebut sebagai kehadiran yang “keji dan kriminal”.
Risiko Geopolitik Masih Pengaruhi XAG/USD
Faktor geopolitik tetap menjadi perhatian dalam pergerakan logam mulia. Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran dapat memengaruhi sentimen pasar serta permintaan terhadap aset safe haven.
Utusan AS untuk PBB Mike Waltz mengatakan Presiden Donald Trump tetap membuka peluang bagi Iran untuk kembali ke meja perundingan. Namun, ia menekankan bahwa Iran harus melakukannya dengan itikad baik.
Perkembangan hubungan AS dan Iran dapat memengaruhi harga minyak sekaligus sentimen terhadap logam mulia. Karena itu, trader perlu memperhatikan perkembangan geopolitik bersama data ekonomi dan kebijakan Fed.
Prospek Trading XAG/USD
Peluang Trading XAG/USD saat ini menghadapi dua tekanan utama, yaitu penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi suku bunga Fed. Keduanya dapat membatasi ruang penguatan harga perak dalam jangka pendek.
Di sisi lain, risiko geopolitik dan perubahan harga minyak tetap dapat meningkatkan volatilitas. Trader perlu mencermati respons harga XAG/USD di sekitar area $64,85 serta perkembangan dolar AS dan ekspektasi suku bunga.
Dengan kondisi tersebut, arah XAG/USD masih sangat bergantung pada kombinasi inflasi, kebijakan Fed, pergerakan dolar AS, harga minyak, dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat XAU/USD masih berada dalam tren bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 67,21. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpotensi berlanjut. Harga berpeluang menguji support di 64,59, kemudian 63,91 dan 63,24.
Sebaliknya, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 67,21, arah pergerakan berpotensi berubah menjadi bullish. Dalam skenario tersebut, XAU/USD berpeluang menguji resistance 68,34 dan selanjutnya 69,02.
Resistance 67,21 Resistance 2: 68,34 Resistance 3: 69,02
Support1: 64,59 Support 2: 63,91 Support 3: 63,24
Baca juga: Peluang Trading USD/JPY Saat Pasar Jepang Libur
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
