FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,70800 – 0,70000
Tekanan terbatas dan sementara nampaknya melanda pergerakan mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Greenback. Penyebabnya karena risalah dari Reserve Bank of Australia tidak memberikan komitmen terhadap jalur suku bunga yang pasti dan menekankan bahwa keputusan di masa mendatang akan bergantung pada data yang masuk dan keseimbangan risiko yang terus berkembang. Dewan tersebut menekankan bahwa kenaikan suku bunga acuan baru-baru ini diperlukan, dengan mencatat bahwa baik inflasi maupun risiko pasar tenaga kerja telah bergeser ke arah yang lebih mengkhawatirkan. Para pembuat kebijakan menilai bahwa, tanpa pengetatan lebih lanjut, inflasi akan tetap berada di atas kisaran target bank sentral sebesar 2-3% untuk jangka waktu yang panjang. Kondisi keuangan juga menjadi fokus utama, karena telah membaik secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir, dengan bank-bank terus memberikan pinjaman secara bebas dan pertumbuhan kredit tetap kuat. Saat ini pasar sedang menunggu data upah kuartal keempat dan angka pasar tenaga kerja bulan Januari untuk mendapatkan sinyal yang lebih jelas mengenai momentum inflasi, ketahanan lapangan kerja, dan prospek kebijakan moneter secara lebih luas.
Pivot : 0,70673
R1 : 0,71070 S1 : 0,70449
R2 : 0,71294 S2 : 0,70052
R3 : 0,71691 S3 : 0,69828
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 153,200 – 154,000
Kondisi mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback nampaknya tetap berada dijalur pelemahannya. Meski Yen memulihkan kerugian dari sesi sebelumnya di tengah meningkatnya spekulasi tentang kenaikan suku bunga lebih awal oleh Bank of Japan. Mantan anggota dewan BOJ, Saiji Adachi, mengatakan pada hari Senin bahwa bank sentral kemungkinan akan menaikkan suku bunga acuan pada bulan April, setelah mengumpulkan data yang cukup untuk membenarkan langkah tersebut. Gubernur BOJ Kazuo Ueda juga mengatakan bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi tidak mengajukan permintaan khusus selama pertemuan rutin mereka pada hari Senin, di mana mereka membahas perekonomian. Terlepas dari kekhawatiran bahwa Takaichi dapat menghambat rencana normalisasi kebijakan BOJ, ia sejauh ini menahan diri untuk tidak menentang kenaikan suku bunga di tengah tekanan pasar. Sementara itu, Yen melemah pada hari Senin setelah pertumbuhan ekonomi Jepang pada kuartal keempat jauh di bawah ekspektasi karena lemahnya permintaan domestik.
Pivot : 153,299
R1 : 153,905 S1 : 152,682
R2 : 154,522 S2 : 152,076
R3 : 155,128 S3 : 151,459
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3422 – 1.3392
Pounds melemah cukup signifikan setelah rilis laporan data ekonomi Inggris yang lemah. Data Inflasi Inggris turun ke zona negatif untuk bulan Januari, sedangkan Inflasi tahun ke tahun turun menjadi 3.0% versus 3.4% angka sebelumnya. Aksi jual Pounds tidak terbendung hingga ke level 1.3487 Rabu kemarin. Disatu-sisi Dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama. Indeks dolar naik 0,61% ke 97,73. Risalah menunjukkan para pejabat The Fed hampir sepakat untuk menahan suku bunga. Namun, mereka masih terpecah mengenai langkah kebijakan berikutnya. Data durable goods dan housing starts yang solid memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga tetap bertahan dalam waktu dekat. Pounds masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan akan rilisnya laporan data Klaim pengangguran dan laporan Trade Balance AS yang diperkirakan akan menguat.
Open : 1.3489 Pivot 1.3523
R1 : 1.3545 S1 : 1.3461
R2 : 1.3581 S2 : 1.3422
R3 : 1.3612 S3 : 1.3392
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1764 – 1.1726
Euro melemah tajam pada pe4dagangan Rabu Kemarin. Pelemahan mata-uang Euro dipicu adanya pernyataan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Legard berencana mengakhiri masa jabatannya lebih awal. Isu ini menekan euro dan mendorong penguatan dolar AS. Ia selama ini dikenal sebagai sosok yang memberikan stabilitas kepemimpinan di kawasan Eropa. Dollar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama. Indeks dolar naik 0,61% ke 97,73. Euro turun ke 1,1784 dolar AS. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan akan rilisnya laporan data Klaim pengangguran dan laporan Trade Balance AS yang diperkirakan akan menguat.
Open : 1.1781 Pivot : 1.1811
R1 : 1.1828 S1 : 1.1781
R2 : 1.1857 S2 : 1.1764
R3 : 1.1889 S3 : 1.1726
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.7763 – 0.7783
Swiss Franc kembali tertekan pada perdagangan Rabu kemarin. Aksi jual masih terjadi terhadap mata-uang Swiss Franc. Risalah menunjukkan para pejabat The Fed hampir sepakat untuk menahan suku bunga. Namun, mereka masih terpecah mengenai langkah kebijakan berikutnya. Data durable goods dan housing starts yang solid memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga tetap bertahan dalam waktu dekat. Dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama. Indeks dolar naik 0,61% ke 97,73. Franc Swiss melemah hingga ke level 0.7731 Dollar AS. CHF masih diperkirakan akan melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan akan rilisnya laporan data Klaim pengangguran dan laporan Trade Balance AS yang diperkirakan akan menguat.
Open : 0.7718 Pivot : 0.7713
R1 : 0.7731 S1 : 0.7701
R2 : 0.7763 S2 : 0.7683
R3 : 0.7783 S3. : 0.7659
USDCAD
Opportunity : Buy stop di 1.37211 dengan target di 1.37576 dan stop loss dibawah 1.36472
USDCAD pada timeframe H4 masih berada dalam struktur besar bearish sejak pertengahan Januari, terlihat dari rangkaian lower high dan lower low. Namun sejak membentuk low di area 1.352xx awal Februari, harga bergerak dalam fase corrective bullish dengan membentuk higher low dan perlahan mendekati area pivot. Saat ini harga berada di sekitar 1.36965, sedikit di atas PP 1.36734, yang menjadi level kontrol intraday. Selama harga bertahan di atas 1.36734, potensi kelanjutan koreksi naik tetap terbuka dengan target terdekat di 1.37201 (R1). Sebaliknya, apabila terjadi rejection kuat dan harga kembali turun menembus 1.36734, tekanan jual dapat membawa harga ke 1.36472 (S1).
Open price :1.36933 Pivot :1.36734
R1: 1.37201 S1: 1.36472
R2: 1.37463 S2: 1.36005
R3: 1.37930 S3: 1.35740
DXY
Opportunity: Bullish Range 97,100 – 97,400
Tanda penguatan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terus mewarnai pergerakan market. Terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) perlahan naik kembali dan sentuh level 97,546. Kondisi ini memperpanjang pemulihan dari awal sesi karena pasar menilai prospek suku bunga Federal Reserve dibandingkan dengan bank sentral utama lainnya. Meskipun angka inflasi yang rendah pada bulan Januari memperkuat spekulasi bahwa bank sentral AS akan melakukan lebih dari satu pemotongan suku bunga tahun ini, latar belakang makroekonomi yang kuat mendukung seruan dari anggota FOMC yang lebih hawkish yang baru-baru ini dirotasi ke dalam kelompok pemungutan suara. Hal ini didukung oleh pertumbuhan tajam dalam lapangan kerja non-pertanian selama Januari dan peningkatan jumlah pekerjaan oleh ADP. Selain itu, data PDB yang akan dirilis akhir pekan ini diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan kuartal berikutnya. Penurunan nilai mata uang G10 juga membantu penguatan Dollar AS. Pertumbuhan upah yang lebih lambat di Inggris menekan Pound Sterling, dan penurunan indikator inflasi inti melemahkan Dollar Kanada.
Pivot : 97,249
R1 : 97,426 S1 : 96,952
R2 : 97,723 S2 : 96,775
R3 : 97,900 S3 : 96,478

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 58,618
Indeks Nikkei 225 naik 1% menjadi di atas 57.000 sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 1% menjadi 3.800 pada hari Rabu, memulihkan kerugian dari awal pekan karena Jepang melaporkan pertumbuhan ekspor yang kuat. Ekspor melonjak 16,8% year-on-year pada bulan Januari, menandai ekspansi tercepat dalam hampir empat tahun, didorong oleh pengiriman yang kuat ke Asia dan Eropa Barat. Ekspor ke China, mitra dagang terbesar Jepang, melonjak 32%, pulih dari peningkatan moderat 5,6% pada bulan Desember yang terbebani oleh ketegangan diplomatik. Secara terpisah, Jepang mengumumkan rencana untuk menginvestasikan $36 miliar dalam proyek minyak, gas, dan mineral penting AS sebagai bagian dari komitmen $550 miliar di bawah perjanjian perdagangan dengan Presiden AS Donald Trump. Sektor keuangan memimpin reli, dengan Mitsubishi UFJ Financial Group, Mizuho Financial Group, dan Sumitomo Mitsui Financial Group naik antara 2,1% dan 3,2%. Beberapa saham terkait teknologi dan AI juga mengalami kenaikan, termasuk Tokyo Electron (+3%), Fujikura (+3,2%), dan Lasertec (+1,7%).
Pivot : 57,828
R1 : 58,696 S1 : 57,181
R2 : 59,343 S2 : 56,313
R3 : 60,858 S3 : 54,798
HANGSENG
Opportunity: Koreksi ke area: 27,000
Indeks Hang Seng naik 139 poin, atau 0,5%, dan ditutup pada 26.706 pada hari Senin, berbalik arah setelah dua hari mengalami kerugian karena semua sektor mengalami kenaikan. Perdagangan relatif sepi menjelang libur Festival Musim Semi, tetapi pelaku pasar mengambil posisi baru karena tanda-tanda meredanya ketegangan Sino-AS setelah Washington menunda langkah-langkah keamanan teknologi utama menjelang pertemuan April antara Presiden Trump dan Presiden Xi. Ekspektasi juga meningkat bahwa CPI Januari yang lemah dan deflasi produsen yang berkelanjutan di China akan mendorong Beijing untuk meluncurkan langkah-langkah dukungan pasca-liburan. Pasar Hong Kong akan tutup mulai Selasa dan dibuka kembali pada hari Jumat, sementara bursa daratan Tiongkok sudah libur selama seminggu. Pasar AS juga tutup hari ini karena libur. Saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar termasuk China Hongqiao Group (3,9%), Techtronic Industries (3,5%), AIA Group (2,6%), Nongfu Spring (1,9%), dan Pop Mart Intl. (1,5%).
Pivot : 27,272
R1 : 27,428 S1 : 27,125
R2 : 27,575 S2 : 26,969
R3 : 27,878 S3 : 26,666
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 25,168 | SL: 24,068 | TP: 25,431
Kontrak berjangka ekuitas AS secara umum tidak berubah pada hari Rabu karena investor menunggu risalah dari pertemuan kebijakan terakhir The Fed untuk panduan yang lebih jelas tentang arah suku bunga. Pasar juga fokus pada rilis Indeks Harga PCE pada hari Jumat, ukuran inflasi pilihan The Fed. Pada sesi reguler Selasa, Dow naik tipis 0,07%, S&P 500 naik 0,1%, dan Nasdaq Composite bertambah 0,14%, dengan Wall Street mencatat kenaikan yang lesu karena kekhawatiran tentang AI masih berlanjut. Sektor keuangan berkinerja lebih baik, dengan JPMorgan Chase naik 1,5% dan Citigroup 2,7%, setelah Gubernur Fed Michael Barr mengindikasikan bahwa kebijakan mungkin perlu tetap ketat untuk jangka waktu yang lama, memperkuat ekspektasi untuk margin bunga bersih yang tangguh. Di antara saham-saham teknologi berkapitalisasi besar, penempatan selektif di antara pemimpin AI mendorong kenaikan pada Nvidia (+1,2%), Apple (+3,2%), dan Broadcom (+2,3%). Sebaliknya, investor terus melakukan rotasi keluar dari saham perangkat lunak yang bernilai tinggi, dengan Salesforce turun 2,9%, Intuit turun 5,1%, dan Oracle kehilangan 3,8%.
Pivot : 25,294.08
R1 : 25,388.42 S1 : 25,142.17
R2 : 25,540.33 S2 : 25,047.83
R3 : 26,786.58 S3 : 24,801.58

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Meski rebound, harga masih tertahan di resisance 5.000, yang juga berdekatan dengan SMA 50 di time frame H4. Dengan begitu, trend tetap bearish, dengan pengujian kembali support 4.906 hingga 4.842.
Harga emas menguat pada perdagangan Rabu setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam satu minggu. Pada pukul 17:20 ET (22:20 GMT), harga spot gold tercatat naik 2,1% ke level US$4.977,50 per ounce, sementara kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 1,9% di US$4.996,45 per ounce. Kenaikan ini terjadi setelah penurunan tajam lebih dari 2% pada sesi sebelumnya, di tengah pergerakan permintaan safe haven yang fluktuatif akibat ketidakpastian geopolitik.
Sentimen pasar masih dipengaruhi oleh risalah rapat Januari Federal Reserve yang menunjukkan hampir seluruh peserta Federal Open Market Committee sepakat mempertahankan suku bunga. Namun demikian, risalah tersebut juga membuka kemungkinan kenaikan suku bunga apabila inflasi tetap berada di atas target bank sentral sebesar 2%. Sikap ini memperkuat pandangan bahwa pemangkasan suku bunga belum akan terjadi dalam waktu dekat.
Pivot : 5.000
R1 5.000 R2 5.046 R3 5.100
S1 4.906 S2 4.842 S3 4.762
Silver
Opportunity : Buy stop di 79.823 dengan target 82.846 dan stop loss dibawah 73.628
XAGUSD pada H4 menunjukkan karakter sideways dengan bias bearish setelah penurunan tajam di akhir Januari. Struktur yang terbentuk masih didominasi lower high sehingga tekanan jual belum sepenuhnya hilang. Harga saat ini berada di sekitar 77.046, di atas PP 75.976 namun masih di bawah resistance penting 79.673 (R1). Selama harga belum mampu menembus dan close kuat di atas 79.673, bias tetap netral hingga bearish dengan potensi penurunan kembali ke 75.976.
Skenario bullish baru valid jika terjadi breakout dan close H4 di atas 79.673 yang membuka ruang kenaikan menuju 82.021 (R2) dan 85.718 (R3).
Open price :77.084 Pivot :75.976
R1: 79.673 S1: 73.628
R2: 82.021 S2: 69.931
R3: 85.718 S3: 67.583
Oil
Opportunity : Bullish selama support 63,61-64,30 mampu bertahan, testing resistance 65,79.
Harga minyak mentah WTI bertahan di atas level US$65 per barel pada Kamis, mempertahankan kenaikan signifikan dari sesi sebelumnya yang menjadi penguatan terbesar sejak akhir Oktober. Kenaikan tersebut dipicu kekhawatiran bahwa intervensi militer Amerika Serikat terhadap Iran semakin mendekati kenyataan.
Laporan menyebutkan bahwa jika aksi militer terjadi, operasi tersebut kemungkinan berlangsung selama beberapa minggu, dengan pemerintah Israel mendorong hasil yang mengarah pada perubahan rezim di Iran. Di sisi diplomatik, pembicaraan antara Washington dan Teheran masih belum menghasilkan kesepakatan konkret. Iran menyatakan telah tercapai kesepakatan umum mengenai kerangka potensi perjanjian nuklir, sementara Wakil Presiden AS JD Vance menyebut Iran belum memenuhi garis merah yang ditetapkan AS. Presiden Donald Trump juga kembali menegaskan bahwa opsi militer tetap terbuka.
Pivot: 64,30
R1 65,79 S1 64,30
R2 66,41 S2 63,61
R3 67,05 S3 62,79
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Kamis, 19 Februari 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Reaksi NZD Setelah Rapat Kebijakan RBNZ : Menguat atau Tertekan?
Catat jam dan waktunya ya!
| Kamis, 19 Februari 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
