Market Summary
Peluang trading USD/JPY kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah dolar AS melemah tipis menyusul data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan. Pasangan mata uang ini sempat turun ke bawah level 162,00 pada perdagangan Selasa setelah sebelumnya menyentuh area 162,40. Pelemahan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan intervensi langsung dari otoritas Jepang dalam waktu dekat.
Indeks Dolar AS (DXY) juga bergerak tanpa arah yang jelas di sekitar level 101,00. Koreksi dari puncak pekan lalu di kisaran 101,80 terjadi setelah laporan Nonfarm Payrolls menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja pada Juni. Data tersebut membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.
Data Ekonomi Jepang Belum Mampu Mengangkat Yen
Rilis indikator ekonomi Jepang pada hari Selasa belum mampu memberikan dorongan berarti bagi mata uang yen. Pertumbuhan pendapatan tenaga kerja pada Mei melambat lebih besar dari perkiraan sehingga mengurangi tekanan terhadap Bank of Japan (BoJ) untuk mempercepat kenaikan suku bunga.
Di sisi lain, belanja rumah tangga Jepang kembali mencatat kontraksi untuk bulan keenam berturut-turut, meskipun penurunannya tidak sedalam perkiraan pasar. Indeks ekonomi utama Jepang juga tumbuh lebih rendah dibandingkan ekspektasi. Kombinasi data tersebut memperkuat pandangan bahwa pemulihan ekonomi Jepang masih berjalan lambat.
Pasar Masih Meragukan Langkah Bank of Japan
Perbedaan suku bunga yang sangat lebar antara Jepang dan negara-negara maju lainnya masih menjadi faktor utama yang membebani yen. Meskipun BoJ telah mulai menormalisasi kebijakan moneternya, pasar masih meragukan komitmen bank sentral untuk terus menaikkan suku bunga secara agresif.
Keraguan tersebut juga dipengaruhi oleh sikap Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, yang tetap mendukung kebijakan moneter longgar guna menjaga pertumbuhan ekonomi. Pandangan itu membuat investor belum yakin BoJ akan melakukan pengetatan secara signifikan dalam waktu dekat.
Akibatnya, yen masih bergerak tidak jauh dari level terendah dalam hampir 40 tahun yang sempat tercapai di 162,84 terhadap dolar AS.
Risalah The Fed Menjadi Fokus Investor
Dari Amerika Serikat, perhatian pasar kini tertuju pada risalah rapat Federal Reserve yang akan dirilis Rabu waktu setempat. Dokumen tersebut diharapkan memberikan petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga beberapa bulan ke depan.
Setelah laporan ketenagakerjaan Juni menunjukkan perlambatan perekrutan dan revisi turun terhadap data dua bulan sebelumnya, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sekitar 50%. Angka tersebut turun dibandingkan sekitar dua pertiga sebelum data tenaga kerja dirilis.
Selain risalah The Fed, investor juga akan mencermati data neraca perdagangan Amerika Serikat sebagai petunjuk tambahan mengenai kondisi ekonomi terbesar dunia.
Bagi para pelaku pasar, peluang trading USD/JPY saat ini lebih banyak ditentukan oleh perkembangan ekspektasi suku bunga The Fed, arah pergerakan dolar AS, serta respons pemerintah Jepang terhadap pelemahan yen yang masih mendekati level terendah dalam empat dekade.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih bergerak dalam tren bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 162,20. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi. Kondisi ini membuka peluang penurunan menuju support 161,50. Jika tekanan berlanjut, harga berpotensi menguji support berikutnya di 161,20 dan 160,90.
Sebagai alternatif, harga perlu menembus level pivot 162,20 untuk mengubah prospek jangka pendek. Jika hal itu terjadi, peluang rebound akan semakin terbuka. Target kenaikan berikutnya berada di area resistance 162,40 hingga 162,60.
Resistance 1: 162,20 Resistance 2: 162,40 Resistance 3: 162,60
Support1: 161,50 Support 2: 161,20 Support 3: 160,90
Baca juga: Peluang Trading EUR/USD Jelang Data ISM Services PMI AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
