Market Summary
Peluang Trading Gold kembali menjadi perhatian pasar menjelang pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole Symposium. Harga emas bergerak relatif datar pada Jumat saat investor menunggu petunjuk baru mengenai arah suku bunga Amerika Serikat.
Harga spot gold berada di sekitar US$4.600,19 per troy ounce pada sesi Eropa. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS turun sekitar 0,3% ke US$4.651,41.
Harga Emas Menunggu Arah Kebijakan The Fed
Pidato Kevin Warsh menjadi perhatian utama karena menjadi pidato besar pertamanya sebagai Ketua The Fed di Jackson Hole. Pasar akan mencermati pandangannya terhadap inflasi dan arah kebijakan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.
Data inflasi terbaru membuat prospek kebijakan The Fed semakin kompleks. Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE), yang menjadi indikator inflasi pilihan The Fed, naik 3,7% secara tahunan hingga Juli.
Kenaikan tersebut membuat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga semakin berkurang. Sebaliknya, sebagian pelaku pasar mulai melihat peluang kenaikan suku bunga pada tahun ini.
Suku Bunga Jadi Faktor Penting untuk Gold
Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sekitar 34%. Untuk Desember, probabilitasnya mencapai sekitar 74% berdasarkan CME FedWatch.
Jika Kevin Warsh memberikan sinyal hawkish, dolar AS dan imbal hasil Treasury berpotensi menguat. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap harga emas karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti aset berbasis bunga.
Sebaliknya, jika Warsh memberikan sinyal yang lebih dovish, ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan dapat kembali meningkat. Penurunan yield dan dolar AS berpotensi memberikan ruang bagi emas untuk melanjutkan penguatannya.
Gold Masih Didukung Fundamental
Sebelum memasuki fase konsolidasi, harga emas sempat mencapai level tertinggi tiga bulan di sekitar US$4.700 per troy ounce. Kekhawatiran terhadap kebijakan fiskal AS serta langkah Treasury untuk mendukung obligasi jangka panjang turut meningkatkan permintaan terhadap emas.
Emas juga mendapat dukungan dari penurunan yield dan pelemahan dolar AS. Kondisi tersebut menurunkan biaya peluang untuk memegang emas dan membuat logam mulia lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar.
Meski bergerak melemah pada Jumat, emas masih mencatat kenaikan lebih dari 13% sepanjang Agustus. Namun, penguatan tersebut mulai kehilangan momentum setelah harga gagal mempertahankan area tertinggi minggu ini.
Peluang Trading Gold Jelang Pidato Warsh
Peluang Trading Gold akan sangat bergantung pada isi pidato Kevin Warsh dan respons pasar terhadap prospek suku bunga The Fed. Jika Warsh mengisyaratkan kebijakan yang lebih ketat untuk menjaga inflasi, emas berpotensi menghadapi tekanan jual.
Sebaliknya, sinyal dovish dapat kembali mendorong investor masuk ke aset safe haven tersebut. Penurunan yield Treasury dan dolar AS akan menjadi katalis penting bagi emas untuk melanjutkan tren kenaikannya.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat bahwa pergerakan gold masih berpotensi mengalami koreksi pada time frame H4, dengan level pivot di 4.639. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, tekanan bearish masih berpeluang berlanjut untuk menguji area support 4.518, kemudian 4.487, hingga 4.456.
Sebagai skenario alternatif, jika harga mampu bergerak naik dan menembus level 4.639, tren berpotensi kembali bullish dengan target kenaikan menuju area resistance 4.691 hingga 4.722.
Resistance 4.639 Resistance 2: 4.691 Resistance 3: 4.722
Support1: 4.518 Support 2: 4.487 Support 3: 4.456
Baca juga: Peluang Trading USD/JPY Jelang Simposium Jackson Hole
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
