Dolar AS Stabil di Tengah De-eskalasi AS – Iran
Dolar AS bergerak relatif stabil pada Senin. Pelaku pasar merespons meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Gencatan senjata sementara ini mengurangi permintaan aset safe-haven. Indeks Dolar AS (DXY) melemah tipis pada awal sesi, lalu bergerak mendekati posisi impas menjelang sore hari waktu Amerika. Konflik yang mereda ini menekan harga Minyak secara tajam, meredakan kekhawatiran inflasi akibat energi, dan mendukung mata uang berisiko menjelang pekan yang padat dengan keputusan bank sentral.
The Fed Jadi Sorotan Pasar Pekan Ini
Indeks Dolar AS turun tipis menuju level 101,40. Investor bersiap menghadapi pertemuan kebijakan moneter The Fed yang berlangsung dua hari. Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%. Meski begitu, peluang kenaikan suku bunga tetap menjadi perhatian karena tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda.
Euro dan Poundsterling Tertekan Jelang Data Ekonomi
EUR/USD bergerak nyaris tanpa perubahan di kisaran 1,1370. Investor bersikap hati-hati menjelang rilis data awal Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua dari Jerman dan zona Euro. Data inflasi awal Jerman untuk bulan Juli juga akan menjadi sorotan pekan ini.
GBP/USD melemah menuju level 1,3300. Pound Sterling tertekan menjelang keputusan kebijakan Bank of England. Bank sentral Inggris kemungkinan mempertahankan suku bunga, sambil terus mencermati risiko inflasi yang terkait dengan harga energi.
Yen Menguat, BoJ Bersiap Gelar Rapat Kebijakan
USD/JPY melemah menuju 163,70. Yen Jepang mendapat dukungan dari anjloknya harga Minyak dan pelemahan tipis Dolar AS. Meski demikian, pasangan mata uang ini masih berada dekat level tertinggi dalam beberapa dekade menjelang pertemuan Bank of Japan. BoJ kemungkinan mempertahankan suku bunga, tetapi bisa memberi sinyal pengetatan lanjutan jika pelemahan Yen terus mendorong tekanan inflasi.
Dolar Australia Naik, Gubernur Bullock Jadi Sorotan
AUD/USD naik menuju 0,6990. Sentimen pasar yang membaik mendukung Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko. Perhatian pasar tertuju pada pidato Gubernur Reserve Bank of Australia, Michele Bullock, pada Selasa. Bullock akan memberikan pandangannya mengenai kondisi perekonomian, menjelang rilis data inflasi Australia pada Rabu. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi bahwa RBA akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.
Harga Minyak Anjlok Tajam Setelah Gencatan Senjata AS-Iran
Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) anjlok lebih dari 7% menuju sekitar $82,30 per barel. Penurunan tajam ini muncul setelah Amerika Serikat menghentikan sementara serangannya terhadap Iran. Teheran menyatakan akan menahan diri dari serangan balasan selama gencatan senjata AS berlaku. Perkembangan ini memunculkan harapan kemajuan diplomatik dan meredakan kekhawatiran gangguan pasokan melalui Selat Hormuz.
Emas Menguat di Tengah Ketidakpastian Kebijakan Bank Sentral
Harga Emas naik sekitar 0,7% menuju $4.081, meski ketegangan geopolitik mereda. Penurunan imbal hasil obligasi AS dan ketidakpastian menjelang keputusan bank sentral pekan ini turut mendukung logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.
Bursa Saham AS Bergerak Variatif, Saham Chip Tertekan
Indeks saham AS bergerak variatif pada Senin. Saham produsen chip melanjutkan tren penurunan menjelang keputusan The Fed pekan ini serta rangkaian data ekonomi dan laporan keuangan perusahaan. S&P 500 nyaris tidak berubah, Nasdaq 100 turun 0,3%, sementara Dow Jones naik 263 poin.
Nvidia anjlok 5% setelah mengumumkan kesepakatan pasokan chip memori AI senilai $500 miliar dengan SK Hynix. Perusahaan itu juga menjamin $250 miliar untuk OpenAI guna menyewa kapasitas komputasi dari proyek pusat data besar. Langkah ini memunculkan kembali kekhawatiran bahwa skema pembiayaan AI yang saling terkait bisa runtuh, jika perusahaan hyperscaler memangkas belanja modal.
Micron turun 2,2%, AMD anjlok 5,2%, Intel melemah 0,7%, dan Sandisk merosot 11%. Di sisi lain, meredanya kekhawatiran soal ketatnya kondisi keuangan mengangkat Dow Jones. Amerika Serikat dan Iran menghentikan sementara serangan pada akhir pekan. Langkah ini menekan harga Minyak dan imbal hasil Treasury, sekaligus meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pekan ini. Apple naik 1,2%, Meta turun 0,2%, Amazon turun 0,3%, dan Microsoft naik 1,9% menjelang rilis laporan keuangan mereka.
Fokus Hari Ini
Pada Selasa, Gubernur RBA Michele Bullock dijadwalkan menyampaikan pidato. Kalender ekonomi AS akan menampilkan rata-rata empat minggu perubahan ketenagakerjaan ADP, yang sebelumnya berada di 16,5 ribu. Indeks Harga Perumahan bulan Mei diperkirakan naik 0,2%, setelah sebelumnya turun 0,1%. Data Kepercayaan Konsumen bulan Juli juga akan dirilis. Bundesbank Jerman turut menerbitkan laporan bulanannya.
Prospek Harga Emas Selasa | 28 Juli 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam fase konsolidasi setelah gagal mempertahankan penguatan di area resistance 4.116. Koreksi yang terjadi saat ini membawa harga mendekati support 4.042 yang bertepatan dengan area SMA 50 sekaligus menutup gap yang terbentuk pada perdagangan sebelumnya, sehingga level tersebut menjadi penentu arah pergerakan berikutnya.
Selama harga mampu bertahan di atas support 4.042, peluang rebound masih terbuka untuk menguji resistance 4.116, kemudian 4.141 hingga 4.166. Namun, jika support 4.042 ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju support 4.019 dan 3.983. Sementara itu, RSI (14) yang bergerak di sekitar level 50 menunjukkan momentum masih netral, sehingga pasar cenderung menunggu konfirmasi sebelum menentukan arah pergerakan selanjutnya.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.116 R2 4.141 R3 4.166
S1 4.042 S2 4.019 S3 3.983
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.045 |
| Profit Target Level | 4.110 |
| Stop Loss Level | 4.010 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.115 |
| Profit Target Level | 4.060 |
| Stop Loss Level | 4.145 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 28 Juli 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam fase koreksi setelah gagal mempertahankan kenaikan di area resistance 92,38. Tekanan jual yang cukup kuat disertai terbentuknya gap di kisaran 85,89–87,27 yang hingga saat ini masih belum tertutup. Koreksi tersebut juga telah mendorong harga bergerak di bawah SMA 50 yang berada di level 83,88, sehingga area tersebut kini menjadi resistance terdekat sekaligus penentu arah pergerakan berikutnya.
Selama harga masih bergerak di bawah resistance 83,88, tekanan jual berpotensi berlanjut untuk menguji support 81,22, kemudian 79,54 hingga 77,88. Sebaliknya, apabila harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas SMA 50, peluang rebound akan terbuka untuk menutup gap dengan menguji resistance 85,89 hingga 87,27. Sementara itu, RSI (14) yang bergerak di bawah level 40 menunjukkan momentum bearish masih cukup dominan, meski mulai mendekati area yang berpotensi memicu rebound teknikal.
US Oil INTRADAY AREA
R1 83,88 R2 85,89 R3 87,27
S1 81,22 S2 79,54 S3 77,88
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 81,30 |
| Profit Target Level | 83,50 |
| Stop Loss Level | 79,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 83,80 |
| Profit Target Level | 82,00 |
| Stop Loss Level | 85,00 |
Baca analisa sebelumnya: Fokus ke The Fed, Dolar AS Bersiap Hadapi Pekan Krusial
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
