Pidato Kevin Warsh menjadi agenda paling dinanti pasar pada hari Jumat ini. Dolar AS menguat pada perdagangan Kamis, meski gerak indeks sempat tertahan setelah sentuhan level tertinggi multi-hari. Ketegangan geopolitik masih membayangi pasar. Investor kini menanti dua agenda penting hari ini, yaitu revisi tahunan Non-Farm Payrolls (NFP) dan pidato Gubernur The Fed tersebut.
Indeks Dolar AS Bertahan di Atas Level 99.00
Indeks Dolar AS (DXY) berhasil mempertahankan momentum pemulihan mingguan. Dolar AS berupaya melanjutkan breakout di atas level 99.00. Penguatan imbal hasil Treasury AS turut mendukung kenaikan ini. Ketidakpastian geopolitik yang belum mereda juga menambah daya tarik dolar sebagai aset aman.
Agenda utama pasar AS hari ini mencakup tiga hal. Pertama, rilis revisi tahunan Non-Farm Payrolls. Kedua, angka final Sentimen Konsumen University of Michigan. Ketiga, Pidato Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole. Pelaku pasar berharap Warsh memberi sinyal arah kebijakan suku bunga ke depan.
Euro Tertekan, Sterling Berhasil Pulih
EUR/USD melanjutkan tren penurunan mingguan. Pasangan mata uang ini sempat mendekati level rata-rata pergerakan 200 hari (SMA) sebagai support kunci. Euro kemudian mencoba bangkit dan menembus level 1,1650. Data pasar tenaga kerja Jerman akan menjadi sorotan utama hari ini. Selain itu, angka final Kepercayaan Konsumen zona Euro dan pidato anggota Dewan Eksekutif ECB, Isabel Schnabel, juga dinanti pasar. Schnabel diperkirakan menyampaikan pandangan terbaru soal arah inflasi dan kebijakan moneter kawasan Euro.
GBP/USD sempat tergelincir ke level terendah multi-hari, menguji area 1,3570. Sterling kemudian memulihkan posisi dan kembali merebut zona 1,3600. Rilis data Harga Properti Nationwide menjadi agenda berikutnya di Inggris.
Yen Melemah, Dolar Australia Dekati Level Tertinggi
USD/JPY memperpanjang pemulihan mingguannya. Pasangan ini naik untuk hari keempat berturut-turut dan mendekati zona 159,50. Sejumlah data penting Jepang akan dirilis hari ini, mencakup Tingkat Pengangguran, Kepercayaan Konsumen, Housing Starts, Construction Orders, dan angka inflasi Tokyo.
AUD/USD tetap diminati pasar dan mendekati level 0,7200. Level ini menantang puncak tiga bulan terakhir. Data Persediaan Bisnis kuartalan, Kredit Perumahan, dan Kredit Sektor Swasta Australia akan dirilis pada 31 Agustus mendatang.
Harga Minyak Naik, Emas Justru Melemah
Harga minyak WTI melanjutkan pemulihan dan menembus level $83,00 per barel. Perkembangan krisis Timur Tengah terus memengaruhi pergerakan harga minyak.
Harga emas justru melanjutkan pelemahan dan mendekati level $4.560 per troy ounce, level terendah dalam empat hari. Penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil Treasury, dan kehati-hatian pasar jelang Jackson Hole menekan harga emas.
Wall Street Ditutup Menguat Berkat Nvidia
Indeks saham AS ditutup menguat pada Kamis. Hasil kinerja kuat Nvidia mengangkat sektor teknologi secara keseluruhan. S&P 500 naik 0,7%, Nasdaq melesat 1,4%, dan Dow Jones bertambah 105 poin.
Saham Nvidia melonjak 8,7% setelah permintaan tinggi untuk komputasi AI mendorong perusahaan meramalkan kenaikan pendapatan 70% pada tahun fiskal berikutnya. Proyeksi ini menepis keraguan pasar soal perlambatan belanja modal infrastruktur AI.
Optimisme ini turut mengangkat saham lain yang terpapar infrastruktur AI. Broadcom naik 4,5% dan Intel bertambah 4,4%. Saham perusahaan hyperscaler juga ikut naik, dengan Microsoft naik 1,7% dan Oracle bertambah 2,1%. Saham sektor infrastruktur software melesat tajam. Palantir naik 4,7%, Salesforce melonjak 22,6%, CrowdStrike melesat 20,5%, dan Palo Alto Networks naik 12,8%.
Prospek Harga Emas Jumat | 28 Agustus 2026
Harga emas sempat terkoreksi setelah gagal menembus resistance 4.660, namun masih bertahan di atas support 4.573–4.541 sehingga tren bullish tetap terjaga dan harga masih berada di atas SMA 50. RSI 52,80 juga menunjukkan momentum masih cukup netral dengan ruang untuk kembali menguat.
Selama harga mampu bertahan di atas 4.573–4.541, peluang rebound untuk menguji resistance 4.660 tetap terbuka, dan penembusan level tersebut akan membuka jalan menuju 4.697 hingga 4.746. Sebaliknya, jika harga menembus support 4.541, koreksi berpotensi berlanjut menuju 4.485.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.660 R2 4.697 R3 4.746
S1 4.573 S2 4.541 S3 4.485
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.575 |
| Profit Target Level | 4.660 |
| Stop Loss Level | 4.530 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.660 |
| Profit Target Level | 4.580 |
| Stop Loss Level | 4.700 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 28 Agustus 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan harga telah kembali bergerak di atas SMA 50 setelah sebelumnya mengalami koreksi. Namun, saat ini kenaikan masih tertahan di resistance 84,28 yang menjadi level penentu arah pergerakan berikutnya. Jika mampu menembus 84,28, harga berpeluang melanjutkan kenaikan untuk menguji resistance 85,79 hingga 87,64. Sebaliknya, jika gagal menembus level tersebut, harga berpotensi mengalami koreksi untuk menguji support 79,88, kemudian 77,74 hingga 76,51.
US Oil INTRADAY AREA
R1 84,28 R2 85,79 R3 87,64
S1 79,88 S2 77,74 S3 76,51
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 80,50 |
| Profit Target Level | 82,50 |
| Stop Loss Level | 79,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 84,28 |
| Profit Target Level | 82,00 |
| Stop Loss Level | 85,80 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Menguat, Harga Emas Tertekan Jelang Jackson Hole
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
