Dolar Melemah Jelang Pidato Warsh
Pidato The Fed di Jackson Hole menjadi fokus utama pasar keuangan global pekan ini. Indeks Dolar AS bergerak di bawah level 99,00 pada perdagangan Selasa. Para trader menutup posisi mereka menjelang rilis data ekonomi penting pada Rabu dan agenda utama pekan ini, yaitu pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat. Pergerakan Dolar tergolong tipis. Mata uang ini bertahan dekat level terendahnya baru-baru ini, bukan melemah lebih jauh. Rencana Departemen Keuangan AS untuk membeli kembali obligasi turut menekan performa Dolar.
Euro dan Poundsterling Menguat
EUR/USD mempertahankan penguatan di kisaran 1,1675. Data ekonomi Jerman yang solid mendorong pasangan mata uang ini. Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua Jerman melampaui perkiraan pasar. Survei bisnis IFO juga mencatat hasil yang lebih baik dari ekspektasi.
GBP/USD bertahan dekat level tertinggi enam bulan, tepat di bawah angka 1,3650. Inflasi Inggris yang masih tinggi menopang Sterling. Survei bisnis yang lebih kuat turut memperkuat posisi mata uang ini.
Yen dan Dolar Australia Bergerak Terbatas
USD/JPY naik tipis dan bertahan di atas level 159,00. Yen Jepang masih tertekan dalam beberapa hari terakhir. Sementara itu, AUD/USD stabil di kisaran 0,7100. Trader menanti data inflasi Australia setelah Reserve Bank of Australia (RBA) merilis notulen rapat yang bernada hawkish.
Emas Melemah, Minyak Anjlok
Harga emas kehilangan momentum dan bergerak menuju $4.650 per troy ons. Premi risiko geopolitik dari Timur Tengah mulai memudar. Sebelumnya, harga emas sempat naik tipis pada Selasa karena Dolar yang melemah serta penurunan harga minyak dan imbal hasil obligasi AS. Pelaku pasar emas tampak menahan diri dari langkah besar. Mereka menunggu data inflasi utama dan pidato Ketua The Fed di Jackson Hole yang akan disampaikan akhir pekan ini.
Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) melanjutkan penurunan tajam. Harganya turun lebih dari 3% menuju $82,00 per barel. Penurunan ini terjadi setelah Amerika Serikat menyatakan Selat Hormuz telah bebas dari ranjau.
Wall Street Ditutup Menguat
Wall Street bangkit pada Selasa setelah sesi sebelumnya bergerak beragam. Saham teknologi memimpin pemulihan pasar. Penurunan harga minyak dan imbal hasil obligasi turut mendukung penguatan bursa. Pelaku pasar tampak menahan langkah besar sehari sebelum rilis data inflasi utama dan laporan kuartalan Nvidia, raksasa kecerdasan buatan.
Indeks S&P 500 naik 0,3% ke level 7.675,54 poin. NASDAQ Composite melonjak 0,7% ke 26.151,30 poin. Dow Jones Industrial Average bertambah 0,3% dan ditutup di 53.577,17 poin.
Ketegangan Dagang AS-Kanada Meningkat
Trader juga memantau memanasnya hubungan dagang antara Washington dan Ottawa. Kanada mengumumkan tarif balasan hingga 50% terhadap barang asal AS senilai hampir $28 miliar.
Agenda Data Ekonomi Hari Ini
Sesi Asia dibuka dengan rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) Australia untuk Juli. Di Eropa, Swiss merilis Survei Ekspektasi ZEW untuk Agustus. Anggota Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB), Piero Cipollone, juga dijadwalkan menyampaikan pidato pada hari ini.
Sesi AS menjadi sorotan utama dengan sejumlah rilis data penting. Estimasi kedua PDB kuartal kedua diperkirakan mengonfirmasi pertumbuhan tahunan sekitar 1,5%. Data Pesanan Barang Tahan Lama, Pendapatan Pribadi, dan Belanja Pribadi juga akan dirilis bersamaan. Sorotan utama tetap pada Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), indikator inflasi favorit The Fed. Tingkat inflasi inti tahunan diperkirakan bertahan di sekitar 3,3%.
Selama tidak ada kejutan data, Dolar AS kemungkinan akan terus melemah hingga Jumat. Pidato The Fed di Jackson Hole akan menjadi agenda puncak pekan ini, dengan Kevin Warsh naik podium untuk menyampaikan arah kebijakan moneter ke depan. Pasar akan mencermati setiap sinyal yang muncul dari pidatonya tersebut.
Prospek Harga Emas Rabu | 26 Agustus 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish dengan harga bertahan di atas MA 50 dan struktur kenaikan yang tetap terjaga. RSI(14) berada di 66,86, menunjukkan momentum beli masih cukup kuat meski mulai mendekati area overbought.
Selama harga bertahan di atas support 4.605, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 4.697, kemudian 4.746 dan 4.834. Sebaliknya, jika harga menembus 4.605 ke bawah, koreksi berpotensi berlanjut menuju 4.573 hingga 4.485.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.697 R2 4.746 R3 4.384
S1 4.605 S2 4.573 S3 4.485
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.610 |
| Profit Target Level | 4.680 |
| Stop Loss Level | 4.570 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.695 |
| Profit Target Level | 4.620 |
| Stop Loss Level | 4.750 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 26 Agustus 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sebelumnya menunjukkan tren naik, dengan harga bergerak di atas SMA 50 dan sempat menguji area resistance 85,79. Namun, tren tersebut kemudian berbalik melemah setelah harga turun menembus SMA 50 dan support 82,68, yang menandakan meningkatnya tekanan jual.
Saat ini, harga sedang menguji support 79,88. Jika level tersebut ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju 77,74 hingga 76,51. Sebaliknya, jika 79,88 mampu bertahan, harga berpeluang rebound untuk menguji kembali resistance 82,68 hingga 84,28, meski selama masih berada di bawah area tersebut tekanan jual tetap tinggi.
US Oil INTRADAY AREA
R1 82,68 R2 84,28 R3 85,79
S1 79,88 S2 77,74 S3 76,51
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 77,80 |
| Profit Target Level | 79,80 |
| Stop Loss Level | 76,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 82,68 |
| Profit Target Level | 80,00 |
| Stop Loss Level | 84,30 |
Baca analisa sebelumnya: Indeks Dolar AS 99,00 Usai Ancaman Sanksi Iran
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
