Market Summary
Peluang trading AUD/USD pasca keputusan RBA menjadi perhatian pelaku pasar setelah bank sentral Australia menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke level 4,35% dalam pertemuan Mei 2026. Kenaikan ini merupakan yang ketiga secara berturut-turut tahun ini dan sesuai dengan ekspektasi pasar.
Langkah tersebut diambil seiring meningkatnya tekanan inflasi sejak paruh kedua 2025 yang masih berlanjut hingga tahun ini. RBA mencatat bahwa kenaikan harga dipicu oleh keterbatasan kapasitas ekonomi, serta lonjakan harga energi dan komoditas yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah. Selain itu, perusahaan mulai meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen, yang turut mendorong ekspektasi inflasi jangka pendek.
Sikap RBA dan Arah Kebijakan Selanjutnya
Nada dari keputusan RBA kali ini menunjukkan pendekatan yang lebih hati-hati. Gubernur Michele Bullock menyebut kebijakan moneter saat ini sudah cukup restriktif, sehingga memberikan ruang bagi bank sentral untuk memantau perkembangan data ekonomi ke depan.
RBA juga menegaskan bahwa tidak ada jalur kebijakan yang telah ditentukan, dengan keputusan selanjutnya akan bergantung pada data yang masuk. Proyeksi terbaru bahkan menunjukkan kemungkinan suku bunga masih dapat dinaikkan lebih lanjut jika tekanan inflasi tetap tinggi, terutama jika risiko geopolitik terus mendorong kenaikan harga energi.
Reaksi Pasar dan Pergerakan Dolar Australia
Meskipun suku bunga naik, dolar Australia justru melemah setelah keputusan RBA diumumkan. Pergerakan ini mencerminkan fokus pasar yang lebih besar pada faktor global dibanding kebijakan domestik.
Dolar AS menguat seiring meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan yang melibatkan Iran dan Uni Emirat Arab. Kondisi ini mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan ketat guna menekan inflasi.
Di sisi lain, ketidakpastian terhadap prospek ekonomi domestik Australia juga turut membatasi penguatan AUD. RBA sendiri mengakui bahwa outlook ekonomi menjadi semakin tidak pasti, terutama dengan adanya risiko lanjutan dari kenaikan harga energi dan dampaknya terhadap inflasi global.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan AUD/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan pivot di 0.7185. Harga yang bertahan di bawah level ini membuka peluang turun ke 0.7130. Penurunan dapat berlanjut ke 0.7110 hingga 0.7100.
Sebagai alternatif, jika harga menembus 0.7185, peluang kenaikan mulai terbuka. Penguatan selanjutnya berpotensi menguji resistance di 0.7200 hingga 0.7225.
Resistance 1: 0.7185 Resistance 2: 0.7210 Resistance 3: 0.7225
Support1: 0.7130 Support 2: 0.7110 Support 3: 0.7100
Baca juga: Peluang Trading US Oil di Tengah Ketegangan AS – Iran
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
