Wall Street Cetak Rekor Meski Ketidakpastian Iran Berlanjut
Wall Street cetak rekor pada perdagangan Selasa setelah investor menimbang perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI), serta data tenaga kerja AS yang menunjukkan ekonomi masih tetap kuat. Meskipun pasar bergerak fluktuatif sepanjang sesi, ketiga indeks utama berhasil menutup perdagangan di level tertinggi sepanjang masa.
Indeks S&P 500 naik 0,1% ke level 7.610,51 dan untuk pertama kalinya ditutup di atas 7.600. Nasdaq Composite berakhir hampir tidak berubah di 27.093,90, sementara Dow Jones Industrial Average menguat 0,5% ke 51.308,46.
Ketidakpastian Iran Membatasi Kenaikan Wall Street
Sentimen pasar masih dipengaruhi oleh perkembangan hubungan Washington dan Teheran. Media Iran melaporkan bahwa pertukaran pesan dengan Amerika Serikat dihentikan sementara setelah meningkatnya ketegangan di Lebanon dan dugaan pelanggaran gencatan senjata.
Namun, Presiden AS Donald Trump membantah laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembicaraan dengan Iran masih berlangsung setiap hari dan terus bergerak maju. Menteri Luar Negeri Marco Rubio juga menyampaikan bahwa negosiasi tetap berjalan dan membuka peluang tercapainya kesepakatan baru terkait program nuklir Iran.
Rubio mengatakan bahwa untuk pertama kalinya Iran bersedia membahas beberapa aspek program nuklir yang sebelumnya tidak pernah masuk ke meja perundingan. Meski demikian, pasar masih berhati-hati karena situasi geopolitik di Timur Tengah tetap rapuh dan berpotensi berubah sewaktu-waktu.
Saham AI Menjadi Penggerak Utama Pasar
Di tengah ketidakpastian geopolitik, sektor teknologi kembali menjadi penopang pasar. Fokus utama pasar tertuju pada Alphabet. Perusahaan induk Google itu mengumumkan rencana penggalangan dana ekuitas senilai 80 miliar dolar AS untuk memperluas investasi di bidang AI.
Dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat pembangunan pusat data dan pengembangan chip AI. Langkah ini dilakukan untuk menjaga daya saing di tengah perlombaan teknologi kecerdasan buatan yang semakin ketat.
Meski saham Alphabet turun hampir 4%, pasar tetap merespons positif rencana tersebut. Investor menilai belanja AI global masih berpotensi terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Perhatian pasar juga tertuju pada Anthropic, pengembang Claude AI, yang secara rahasia mengajukan dokumen penawaran saham perdana. Langkah ini menjadikan Anthropic unggul dari OpenAI dalam proses menuju perusahaan publik.
Sementara itu, saham Marvell Technology melonjak lebih dari 32% setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, menyebut perusahaan tersebut berpotensi menjadi perusahaan bernilai satu triliun dolar AS di masa depan. Kenaikan ini menjadi salah satu pendorong utama penguatan sektor semikonduktor.
Data Tenaga Kerja AS Perkuat Prospek Ekonomi
Data ekonomi yang dirilis Selasa menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih berada dalam kondisi solid. Jumlah lowongan pekerjaan berdasarkan laporan JOLTS mencapai 7,618 juta pada April, jauh di atas perkiraan pasar sebesar 6,860 juta.
Angka tersebut menjadi level tertinggi sejak Mei 2024 dan memperkuat pandangan bahwa aktivitas ekonomi AS masih bertahan meskipun suku bunga berada di level tinggi. Kondisi pasar tenaga kerja yang kuat meningkatkan kemungkinan Federal Reserve tetap mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama guna memastikan inflasi kembali menuju target.
Investor kini menantikan laporan nonfarm payrolls yang akan dirilis pada Jumat sebagai petunjuk penting mengenai arah kebijakan suku bunga berikutnya.
Dolar Bergerak Terbatas, Yen Dekati Area Intervensi
Di pasar mata uang, indeks dolar AS bergerak dalam rentang sempit di sekitar level 99. Investor masih memantau perkembangan negosiasi Iran dan dampaknya terhadap harga energi global.
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyatakan pemerintah siap mengambil tindakan di pasar valuta asing bila diperlukan. Pernyataan tersebut muncul ketika nilai tukar yen kembali mendekati level psikologis 160 per dolar AS yang selama ini dianggap sebagai area sensitif bagi otoritas Jepang.
Pasar juga menunggu pidato Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda yang dapat memberikan petunjuk mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Harga Minyak dan Emas Naik di Tengah Ketidakpastian
Harga minyak mencatat kenaikan sekitar 1% karena pasar terus memantau perkembangan perang Iran dan nasib Selat Hormuz yang masih menjadi jalur penting perdagangan energi dunia. Minyak Brent ditutup naik 1,1% ke 96 dolar AS per barel, sedangkan WTI menguat 1,7% menjadi 93,76 dolar AS per barel. Kedua kontrak tersebut mencatat penutupan tertinggi sejak akhir Mei.
Sementara itu, harga emas bergerak naik tipis. Kenaikan logam mulia masih tertahan karena investor menerima sinyal yang saling bertentangan mengenai peluang tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran.
Outlook Pasar
Wall Street cetak rekor untuk ketiga indeks utama meskipun investor masih menghadapi ketidakpastian geopolitik dan arah negosiasi AS-Iran. Kinerja kuat sektor AI serta solidnya data tenaga kerja membantu menjaga sentimen positif di pasar saham.
Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada perkembangan perundingan Iran, laporan ketenagakerjaan AS, dan prospek kebijakan Federal Reserve. Jika data ekonomi tetap kuat dan ketegangan geopolitik tidak memburuk, peluang Wall Street cetak rekor baru masih terbuka dalam jangka pendek.
Prospek Harga Emas Rabu | 03 Juni 2026
Pergerakan emas pada timeframe H4 sebelumnya sempat mencoba melanjutkan rebound dengan menembus resistance 4.525 dan bergerak di atas SMA 50. Namun penguatan tersebut gagal berlanjut setelah harga tertahan di resistance 4.546, sehingga kembali melemah dan bergerak di bawah SMA 50. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tren bearish masih tetap dominan.
Di sisi lain, indikator RSI (14) berada di level 45,30 atau masih di bawah level netral 50, yang menunjukkan momentum jual masih lebih kuat dibandingkan momentum beli. Selama harga masih bergerak di bawah area resistance 4.546, potensi penurunan menuju support 4.418 masih terbuka, dengan target lanjutan di area 4.366.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.525 R2 4.546 R3 4.595
S1 4.418 S2 4.366 S3 4.306
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.420 |
| Profit Target Level | 4.500 |
| Stop Loss Level | 4.395 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.510 |
| Profit Target Level | 4.430 |
| Stop Loss Level | 4.550 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 03 Juni 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 berhasil rebound dari area support 86,26 dan kini bertahan di atas SMA 50 yang bertepatan dengan support 91,56. Saat ini harga sedang menguji resistance 94,66 setelah membentuk kenaikan bertahap dari area terendah sebelumnya, yang mengindikasikan momentum bullish mulai menguat. Indikator RSI (14) berada di level 62,25 atau di atas level netral 50, menunjukkan bahwa tekanan beli masih mendominasi pergerakan harga.
Selama harga mampu bertahan di atas support 91,56, peluang penguatan menuju resistance 94,66 tetap terbuka. Jika level tersebut berhasil ditembus, kenaikan berpotensi berlanjut ke area 96,90 hingga 99,32. Namun, apabila harga gagal menembus resistance 94,66, US Oil berisiko mengalami koreksi terbatas menuju area 91,56 sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya.
US Oil INTRADAY AREA
R1 94,66 R2 96,90 R3 99,32
S1 83,60 S2 86,26 S3 89,24
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | Breakout 94,66 |
| Profit Target Level | 99,00 |
| Stop Loss Level | 91,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 99,00 |
| Profit Target Level | 97,00 |
| Stop Loss Level | 100,50 |
Baca analisa sebelumnya: Wall Street Bertahan di Rekor Saat Konflik Iran Memanas
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
