Download TPFx Mobile Available On

Dolar AS Menguat, Harga Emas Tertekan di Dekat US$4.100

by Alwy Assegaf
Flash News - TPFx

Harga Emas Tertekan oleh Dolar AS dan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Harga emas tertekan pada perdagangan Asia Rabu setelah logam mulia tersebut melanjutkan pelemahan ke area US$4.100 per ons. Tekanan terhadap emas muncul seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve masih berpotensi menaikkan suku bunga tahun ini, sementara dolar AS terus menguat ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun.

Pasar juga mulai mengurangi permintaan terhadap aset safe haven setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan yang membantu meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global. Meski demikian, dampak inflasi dari konflik sebelumnya masih menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Menekan Emas

Salah satu faktor utama yang membuat harga emas tertekan adalah meningkatnya ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat. Pertemuan Federal Reserve pekan lalu menghasilkan nada yang lebih hawkish dari perkiraan pasar, sehingga mendorong investor kembali memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga hingga akhir tahun.

Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 86%, meningkat tajam dibandingkan sebelum pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pekan lalu.

Kondisi tersebut mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika suku bunga meningkat, investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan return lebih tinggi.

Selain itu, data ekonomi Amerika Serikat yang tetap kuat turut mendukung pandangan bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat dalam beberapa bulan ke depan.

Dolar AS Sentuh Level Tertinggi Sejak April Tahun Lalu

Indeks dolar AS kembali menguat untuk hari keempat berturut-turut dan ditutup di level 101,3 pada Selasa. Posisi tersebut menjadi yang tertinggi sejak April tahun lalu.

Penguatan dolar didukung oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga serta arus masuk dana ke aset yang dianggap lebih aman setelah pasar saham global mengalami tekanan. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September mencapai sekitar 68%, naik signifikan dari sekitar 29% sepekan sebelumnya.

Data awal S&P Global PMI yang lebih kuat dari perkiraan juga menunjukkan aktivitas ekonomi Amerika Serikat masih cukup solid pada Juni. Kondisi tersebut semakin memperkuat prospek kebijakan moneter yang ketat dan ikut membuat harga emas tertekan.

Investor kini menantikan laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index yang akan dirilis pekan ini. Data inflasi favorit Federal Reserve tersebut berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah suku bunga selanjutnya.

Wall Street Melemah Akibat Aksi Jual Saham Teknologi

Di pasar saham, indeks-indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa. Tekanan terbesar berasal dari sektor teknologi setelah terjadi aksi jual besar-besaran pada saham-saham teknologi global.

Indeks S&P 500 turun 1,4% ke level 7.365,67. Sementara itu, Nasdaq Composite merosot 2,2% ke posisi 25.587,04. Dow Jones Industrial Average juga ditutup sedikit lebih rendah sebesar 0,1% di level 51.665,43.

Pelemahan tersebut dipicu oleh penurunan tajam saham teknologi di Korea Selatan yang kemudian menyebar ke pasar global, termasuk sektor semikonduktor dan saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI).

Harga Minyak Terus Menurun Setelah Kemajuan Negosiasi AS-Iran

Pasar energi juga menunjukkan tekanan lanjutan. Harga minyak dunia ditutup lebih rendah setelah investor menilai kemajuan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi mengurangi risiko gangguan pasokan.

Minyak Brent turun 1,1% dan berakhir di US$77,08 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,9% menjadi US$73,21 per barel. Kedua acuan tersebut sempat menyentuh level terendah dalam hampir empat bulan.

Harga minyak telah bergerak turun sejak awal pekan setelah Amerika Serikat memberikan pengecualian sanksi selama 60 hari kepada Iran menyusul tahap awal pembicaraan damai. Situasi yang lebih kondusif di kawasan Timur Tengah juga membantu mengurangi kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menegaskan bahwa Iran tidak akan diperbolehkan mengenakan biaya transit di Selat Hormuz dalam kesepakatan apa pun dengan Washington karena hal tersebut bertentangan dengan hukum internasional.

Pasar juga mencermati kelanjutan pembahasan antara Iran dan Oman terkait pengelolaan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur energi terpenting dunia dan mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak serta LNG global.

Fokus Pasar Tertuju pada Data Inflasi PCE

Perhatian investor kini tertuju pada rilis data PCE Amerika Serikat. Jika inflasi tetap tinggi, pasar kemungkinan akan semakin memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Skenario tersebut berpotensi mendukung penguatan dolar AS lebih lanjut sekaligus mempertahankan tekanan terhadap harga emas dalam jangka pendek. Sebaliknya, jika inflasi menunjukkan perlambatan yang signifikan, emas berpeluang mendapatkan dukungan dari berkurangnya ekspektasi pengetatan kebijakan moneter.

Prospek Harga Emas Rabu | 24 Juni 2026

Prospek emas 24 Juni 2026 - TPFxPergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari harga yang bergerak di bawah SMA 50 dan masih berada di bawah garis tren turun yang membatasi pergerakan sejak awal Mei. Setelah gagal mempertahankan kenaikan di area 4.145, harga kembali melemah dan bergerak di bawah level 4.100, sehingga tekanan jual masih mendominasi dalam jangka pendek. Selama harga bertahan di bawah resistance 4.145, potensi penurunan masih terbuka menuju support 4.072, kemudian 4.052, dan selanjutnya 4.024.

Namun, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas resistance 4.145, hal tersebut dapat menjadi sinyal berkurangnya tekanan bearish. Kenaikan selanjutnya berpotensi mengarah ke area 4.198, kemudian menguji resistance 4.220 yang berdekatan dengan SMA 50. Namun, selama harga masih bergerak di bawah 4.220 dan garis tren turun, tren keseluruhan tetap cenderung bearish. Sebaliknya, penembusan yang kuat di atas 4.220 dapat membuka peluang penguatan lebih lanjut menuju resistance 4.278, sekaligus meningkatkan peluang terjadinya perubahan tren dalam jangka menengah.

GOLD INTRADAY AREA

R1  4.145   R2  4.198   R3 4.229

S1  4.072   S2  4.052   S3 4.024

OPEN POSITION BUY
Price Level 4.060
Profit Target Level 4.130
Stop Loss Level 4.020
OPEN POSITION SELL
Price Level 4.145
Profit Target Level 4.080
Stop Loss Level 4.180

Prospek Harga US Oil  Rabu | 24 Juni 2025

Prospek US Oil 24 Juni 2026 - TPFxPergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 dan terus membentuk lower high serta lower low. Setelah gagal melanjutkan kenaikan dari resistance 78,49, harga kembali tertekan dan kini menguji support penting di area 72,80. Area ini menjadi level kunci yang akan menentukan arah pergerakan berikutnya.

Selama harga mampu bertahan di atas support 72,80, terdapat peluang terjadinya rebound teknikal menuju resistance 78,49 yang juga berdekatan dengan SMA 50. Namun, selama harga masih bergerak di bawah 78,49 dan SMA 50, tren utama tetap cenderung bearish sehingga setiap kenaikan masih berpotensi menjadi koreksi dalam tren turun yang lebih besar.

Sebaliknya, jika support 72,80 ditembus secara meyakinkan, tekanan jual berpotensi kembali meningkat dan membuka ruang penurunan menuju support 70,40. Penembusan di bawah level tersebut dapat memperpanjang pelemahan ke area support berikutnya di 67,78. Sementara itu, RSI yang berada di sekitar level 35 menunjukkan momentum bearish masih dominan, meskipun mulai mendekati area jenuh jual yang dapat memicu rebound jangka pendek.

US Oil INTRADAY AREA

R1  78,49   R2  81,63   R3 83,60

S1 72,80  S2  70,40   S3 67,78

OPEN POSITION BUY
Price Level 73,50
Profit Target Level 76,50
Stop Loss Level 72,50
OPEN POSITION SELL
Price Level Breakout 72,80
Profit Target Level 70,50
Stop Loss Level 74,40

Baca analisa sebelumnya: Wall Street Melemah Saat Dolar AS Menguat Tajam

Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.

Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy