FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,71200 – 0,70500
Pelemahan Aussie terhadap mata uang Dollar AS kini mewarnai pergerakan market. Bahkan Aussie tertekan cukup dalam. Dimana pelemahan Dollar Australia ini berada di bawah level tertinggi empat tahun terakhir karena pasar mempertimbangkan angka PDB terbaru negara tersebut. Perekonomian hanya tumbuh sebesar 0,3% pada kuartal pertama, di bawah ekspektasi sebesar 0,5% dan turun dari 0,9% sebelumnya, sementara pertumbuhan tahunan sebesar 2,5% juga meleset dari perkiraan. Angka-angka yang lebih rendah memperkuat indikasi bahwa suku bunga yang lebih tinggi mendinginkan permintaan, dan merupakan data penting yang kemungkinan akan dinilai oleh para pembuat kebijakan menjelang pertemuan Bank Sentral pada 15-16 Juni untuk menentukan apakah pengaturan saat ini cukup ketat untuk mengembalikan inflasi ke target. Bank sentral telah menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini dalam upayanya untuk menahan tekanan harga. Hal ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang terkait dengan konflik AS-Iran, yang telah mendorong kenaikan biaya energi global dan menambah risiko inflasi eksternal. Pasar sebagian besar mengesampingkan kenaikan suku bunga lagi bulan ini, tetapi tetap terbagi rata untuk kenaikan di bulan Agustus dan hampir sepenuhnya memperkirakan puncak 4,60% pada akhir tahun.
Pivot : 0,71445
R1 : 0,71628 S1 : 0,71078
R2 : 0,71995 S2 : 0,70895
R3 : 0,72178 S3 : 0,70528
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 160,000 – 160,500
Ketidakberdayaan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback nampaknya akan berlangsung lama. Hal tersebut bisa dilihat dimana Yen sudah mendekati level yang sebelumnya memicu intervensi resmi dan mendorong peringatan baru dari otoritas Jepang. Menteri Keuangan Satsuki Katayama menegaskan kembali bahwa pemerintah tetap siap mengambil tindakan yang tepat di pasar valuta asing jika diperlukan untuk mengatasi pergerakan mata uang yang berlebihan. Penurunan nilai yen terbaru ini terjadi meskipun Tokyo telah menghabiskan ¥11,7 triliun untuk langkah-langkah intervensi mata uang antara 28 April dan 27 Mei, yang menggarisbawahi tekanan berkelanjutan pada mata uang Jepang. Pelemahan yang kembali terjadi ini juga memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Jepang dapat menaikkan suku bunga lagi pada akhir bulan ini karena para pembuat kebijakan berupaya mengatasi tekanan inflasi yang diperkuat oleh biaya energi yang lebih tinggi terkait dengan ketegangan di Timur Tengah. Para pelaku pasar kini fokus pada pernyataan Gubernur BOJ Kazuo Ueda, yang dijadwalkan akan berbicara pada hari Rabu.
Pivot : 159,826
R1 : 160,287 S1 : 159,573
R2 : 160,540 S2 : 159,112
R3 : 161,001 S3 : 158,859
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3386 – 1.3345
Sesuai perkiraan, Pounds ditutup melemah pada perdagangan Rabu kemarin. Indeks Dollar AS naik 0,23% menjadi 99,52, sementara Pounds turun ke level 1.3412. Sentimen pasar memburuk setelah ketegangan di Timur Tengah meningkat. Serangan Iran ke Kuwait dilaporkan merusak bandara dan menyebabkan puluhan korban luka. Di saat yang sama, militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah target di sekitar Selat Hormuz. Perkembangan terbaru ini menambah ketidakpastian terkait prospek perdamaian antara kedua negara. Selama konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda, pasar keuangan global diperkirakan akan tetap bergerak volatil dengan harga energi menjadi salah satu indikator utama yang terus dipantau investor. Disisi lain Data terbaru menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta AS pada Mei lebih kuat dibandingkan perkiraan. Investor kini menunggu laporan ketenagakerjaan resmi yang akan dirilis pada Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve. GBP masih berpotensi untuk melenah pada perdagangan hari ini.
Open : 1.3416 Pivot 1.3435
R1 : 1.3449 S1 : 1.3412
R2 : 1.3471 S2 : 1.3386
R3 : 1.3509 S3 : 1.3345
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1547 – 1.1505
Euro masih tertekan, ditutup melemah diakhir sesi perdagangan AS. Indeks dolar AS naik 0,23% menjadi 99,52, sementara Euro turun 0,27% ke level 1,160 Dollar. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi perhatian utama investor global. Ketegangan meningkat setelah militer AS mengumumkan tindakan terhadap sebuah kapal tanker yang berupaya menuju pelabuhan Iran. Perkembangan terbaru ini menambah ketidakpastian terkait prospek perdamaian antara kedua negara. Selama konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda, pasar keuangan global diperkirakan akan tetap bergerak volatil dengan harga energi menjadi salah satu indikator utama yang terus dipantau investor. Disisi lain Data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta AS pada Mei lebih kuat dibandingkan perkiraan. Investor kini menunggu laporan ketenagakerjaan resmi yang akan dirilis pada Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini mengingat kuatnya permintaan Dollar AS seiring dengan data ekonomi AS yang solid.
Open : 1.1596 Pivot : 1.1609
R1 : 1.1618 S1 : 1.1586
R2 : 1.1633 S2 : 1.1547
R3 : 1.1669 S3 : 1.1505
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.7949 – 0.7976
Swiss Franc masih dibayangi oleh penguatan U.S Dollar. Perkembangan terbaru menambah ketidakpastian terkait prospek perdamaian antara kedua negara. Selama konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda, pasar keuangan global diperkirakan akan tetap bergerak volatil dengan harga energi menjadi salah satu indikator utama yang terus dipantau investor. Pelemahan mata-uang Swiss Franc juga fiakibatkan oleh rilisnya laporan data Tenaga-kerja AS ADP Non-farm yang menunjukan angka lebih tinggi dari perkiraan yaitu bertambah 122.0K pekerja. Disisi lain laporan data ekonomi di sektor Jasa juga meningkat sebesar 54.5 versus 53.6 angka sebelumnya. CHF masih berpotensi untuk tertekan pada perdagangan hari ini yang disebabkan Dollar AS masih diperkirakan akan menguat yang didukung data ekonomi AS yang solid.
Open : 0.7911 Pivot : 0.7902
R1 : 0.7926 S1 : 0.7887
R2 : 0.7949 S2 : 0.7863
R3 : 0.7976 S3. : 0.7843
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.39025 dengan target 1.38794 dan stop loss di atas 1.39488
Secara struktur, USDCAD masih berada dalam uptrend yang valid, ditandai dengan pola higher high dan higher low yang konsisten sejak pertengahan Maret. Namun, pergerakan terakhir menunjukkan fase retracement setelah harga gagal melanjutkan kenaikan di area 1.39400 dan saat ini terkoreksi menuju area keseimbangan di sekitar pivot 1.38871. Secara teknikal, posisi harga di area pivot ini menjadi titik krusial karena menentukan apakah tren bullish akan berlanjut atau justru terjadi koreksi lebih dalam.
Open price :1.38722 Pivot :1.38871
R1: 1.39025 S1: 1.38562
R2: 1.39334 S2: 1.38408
R3: 1.39488 S3: 1.38099
DXY
Opportunity: Bullish Range 99,500 – 99,800
Geliat pergerakan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terus berada pada zona penguatan. Dimana kondisi tersebut tergambar jelas pada Indeks Dollar AS (DXY) yang melonjak dan sentuh level tertinggi hariannya di 99,552. Mata uang Dollar AS ini telah perkasa dan mencapai level tertinggi sekitar dua bulan, setelah laporan ADP menunjukkan bahwa sektor swasta menambah 122.000 lapangan kerja pada bulan Mei, melebihi ekspektasi dan menandai rekor tertinggi baru sejak Januari 2025. Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja yang terus mendapatkan momentum, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga akhir tahun ini. Awal pekan ini, data JOLTS menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan pada bulan April meningkat ke level tertinggi sejak November 2024, yang semakin menyoroti ketahanan permintaan tenaga kerja. Dolar AS sudah mendapatkan dukungan dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang mendorong harga minyak naik untuk sesi ketiga berturut-turut dan meningkatkan kekhawatiran atas tekanan inflasi. Pasar kini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve sebesar seperempat poin pada akhir tahun sebesar 85%, naik dari 60% seminggu yang lalu.
Pivot : 99,431
R1 : 99,671 S1 : 99,310
R2 : 99,792 S2 : 99,070
R3 : 100,032 S3 : 98,949

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 60,115
Indeks Nikkei 225 turun 1,5% menjadi 67.000, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 0,8% menjadi 3.964 pada hari Kamis, karena saham Jepang mundur dari level rekor di tengah ketegangan yang kembali meningkat antara AS dan Iran. Eskalasi terbaru ini melemahkan harapan akan kesepakatan perdamaian dan mendorong harga energi lebih tinggi, sehingga kekhawatiran inflasi dan suku bunga tetap menjadi fokus. Saham domestik juga mengikuti penurunan futures AS setelah prospek yang lemah dari produsen chip AS Broadcom membebani sektor teknologi global. Sementara itu, investor miliarder Ray Dalio memperingatkan bahwa pasar kecerdasan buatan yang berkembang pesat menunjukkan karakteristik seperti gelembung yang pada akhirnya dapat runtuh. Saham teknologi dan yang terkait dengan AI memimpin penurunan di Jepang, termasuk SoftBank Group (-7,8%), Kioxia Holdings (-1%), Fujikura (-6,1%), Murata Manufacturing (-2,9%), dan Furukawa Electric (-4,4%).
Pivot : 62,026
R1 : 63,068 S1 : 60,773
R2 : 64,321 S2 : 59,731
R3 : 66,616 S3 : 57,436
HANGSENG
Opportunity: Menguji support ke area: 25,434
Indeks Hang Seng merosot 405 poin, atau 1,6%, dan ditutup pada 25.633 pada hari Rabu, mengakhiri reli dua sesi karena investor mengambil keuntungan setelah kenaikan baru-baru ini yang dipicu oleh optimisme seputar investasi terkait kecerdasan buatan. Saham teknologi memimpin penurunan setelah memimpin kenaikan kemarin, sementara saham keuangan dan perdagangan ritel juga berada di bawah tekanan. Sentimen pasar menjadi lebih hati-hati di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyusul laporan bahwa Garda Revolusi Iran menyerang markas Armada Kelima AS, pangkalan udara, dan helikopter di sebuah negara regional, meningkatkan kekhawatiran tentang stabilitas regional dan potensi gangguan terhadap pasokan energi global. Di sektor korporasi, Ximei Resources anjlok hingga 19% setelah mengumumkan penempatan saham dengan diskon senilai HK$549 juta untuk mendanai akuisisi dan memperluas kapasitas produksi. Di antara saham yang mengalami penurunan signifikan termasuk Tencent (-3,2%), Lenovo (-1,4%), Meituan (-5,9%), Xiaomi (-3,3%), dan Kuiashou (-4,3%).
Pivot : 25,870
R1 : 26,094 S1 : 25,448
R2 : 26,516 S2 : 25,224
R3 : 27,162 S3 : 24,578
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 29,254| SL: 29,150 | TP: 29,500
Kontrak berjangka saham AS bergerak turun pada hari Kamis karena pendapatan yang mengecewakan dari perusahaan teknologi besar menekan sentimen pasar. Dalam perdagangan setelah jam kerja, Broadcom anjlok hampir 14% setelah melaporkan pendapatan kuartal kedua fiskal di bawah ekspektasi, sementara perusahaan keamanan siber CrowdStrike turun lebih dari 11% setelah panduan penjualan kuartal kedua yang lemah. Pelemahan menyebar di seluruh sektor teknologi, dengan Intel (-2%), AMD (-2,9%), Palantir (-1,5%), Qualcomm (-1,9%), dan Arm Holdings (-4,3%) juga mencatat kerugian yang signifikan. Investor juga menilai peningkatan risiko geopolitik setelah pertukaran serangan baru antara AS dan Iran, yang melemahkan harapan untuk kesepakatan perdamaian dan memicu kekhawatiran tentang inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi. Dalam sesi reguler hari Rabu, Dow turun 1,21%, S&P 500 kehilangan 0,74%, dan Nasdaq Composite turun 0,89%. Enam dari 11 sektor S&P ditutup lebih rendah, dipimpin oleh saham teknologi, keuangan, dan barang konsumsi non-esensial.
Pivot : 29,373.83
R1 : 29,634.42 S1 : 29,195.92
R2 : 29,812.33 S2 : 28,935.33
R3 : 30,250.83 S3 : 28,935.33

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Potensi rebound masih terbuka untuk menguji area resistance di 4.497–4.500. Namun, tren tetap bearish selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas level resistance tersebut.
Harga emas diperdagangkan di sekitar US$4.450 per troy ounce pada Kamis dan mencatat penurunan hampir 2% sepanjang pekan ini. Pergerakan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya ekspektasi pasar bahwa bank-bank sentral kemungkinan perlu menaikkan suku bunga untuk mengatasi tekanan inflasi yang dipicu oleh lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah. Kondisi ini mengurangi daya tarik emas karena lingkungan suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan biaya peluang kepemilikan aset tanpa imbal hasil seperti logam mulia.
Di sisi geopolitik, harapan terhadap tercapainya kesepakatan damai semakin memudar setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan, dengan Bahrain dan Kuwait turut terdampak dalam eskalasi yang disebut sebagai yang paling serius sejak gencatan senjata diberlakukan pada awal April. Konflik yang berkepanjangan serta hampir terhentinya aktivitas di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global, telah menjaga harga energi tetap tinggi dan memperkuat kekhawatiran inflasi.
Pivot : 4.525
R1 4.497 R2 4.546 R3 4.595
S1 4.418 S2 4.397 S3 4.366
Silver
Opportunity : Buy stop di 76.423 dengan target 77.609 dan stop loss dibawah 73.900
Pada XAGUSD, struktur besar masih menunjukkan downtrend, namun pergerakan terbaru memperlihatkan fase pullback bullish yang cukup kuat dari area bawah sekitar 68–70 hingga saat ini mendekati resistance penting. Kenaikan ini lebih bersifat korektif daripada pembalikan tren, karena belum ada perubahan struktur menjadi higher high yang signifikan pada timeframe H4. Saat ini harga bergerak di sekitar pivot 75.041 dan mendekati resistance 76.273, yang menjadi area kunci untuk menentukan arah selanjutnya.
Open price :75.003 Pivot :75.041
R1: 76.273 S1: 73.900
R2: 77.374 S2: 72.628
R3: 78.646 S3: 71.527
Oil
Opportunity : Tren masih bullish selama harga mampu bertahan di atas SMA 50 pada area 92,49, dengan potensi kenaikan menuju resistance 98,60.
Harga minyak mentah WTI bergerak melemah menuju US$95 per barel pada Kamis setelah sebelumnya menguat selama tiga sesi perdagangan berturut-turut. Pasar masih mencermati meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang terus membayangi prospek tercapainya kesepakatan damai serta normalisasi arus pasokan energi dari Timur Tengah.
Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sebuah kapal tanker kosong yang menuju Iran pada Selasa. Sebagai respons, Iran melakukan serangan terhadap pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait, serta sejumlah kapal komersial. Situasi ini menyebabkan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz, yang menjadi jalur penting bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG dunia, tetap berada pada tingkat yang rendah sejak konflik dimulai.
Pivot: 94,66
R1 98,60 S1 94,66
R2 100,34 S2 92,49
R3 102,54 S3 90,08
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Kamis, 04 Juni 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Analisis GBP dengan Moving Average Menjelang Pidato Bailey
Catat jam dan waktunya ya!
| Kamis, 04 Juni 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
