Download TPFx Mobile Available On

Market Highlight (16/09/2026)

by Annan Firsta
Feature

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity: Bearish  Range        0,71300 – 0,70500

Mata uang Aussie mengalami pelemahan terhadap mata uang Dollar AS. Bahkan mata uang Australia ini mencapai level terendahnya dalam lebih dari tiga minggu karena data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat argumen untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve. Setelah rilis data tersebut, pelaku pasar meningkatkan probabilitas menjadi 86% bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga pada pertemuan minggu depan, sekaligus memperhitungkan kemungkinan kenaikan lanjutan di akhir tahun, yang pada akhirnya mendorong penguatan dolar AS. Di Australia, komentar bernada *hawkish* dari Reserve Bank (RBA), ditambah dengan kenaikan harga minyak, telah mendorong pasar untuk memperhitungkan kemungkinan sebesar 90% akan adanya kenaikan suku bunga pada akhir bulan ini. Asisten Gubernur RBA, Sarah Hunter, pekan lalu menyatakan bahwa bank sentral mungkin perlu kembali menaikkan suku bunga jika inflasi terbukti lebih persisten daripada perkiraan. Sementara itu, harga minyak mentah Brent terus naik melampaui US$100 per barel setelah serangan baru kelompok Houthi terhadap Arab Saudi dan serangan Iran terhadap kapal-kapal di kawasan Teluk memperparah kekhawatiran pasokan, menyusul penutupan jalur pipa minyak utama milik Arab Saudi.

Pivot : 0,71293

R1 : 0,71422      S1 : 0,71178

R2 : 0,71537      S2 : 0,71049

R3 : 0,71666      S3 : 0,70934


USDJPY

Opportunity: Bullish  Range       155,000 – 155,700

Pelemahan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS terus berlangsung. Hingga saat ini kondisi Yen Jepang melemah dan sudah sentuh level 155, mencatatkan penurunan selama dua sesi berturut-turut seiring menguatnya Dollar AS menjelang kenaikan suku bunga Federal Reserve AS yang diperkirakan terjadi Kamis dinihari nanti. Yen juga menghadapi tekanan dari kenaikan harga minyak, yang meningkatkan biaya impor bagi perekonomian Jepang yang bergantung pada minyak. Meskipun demikian, mata uang Jepang tetap berada di dekat level tertinggi tujuh bulan di tengah ekspektasi pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif oleh Bank Sentral Jepang, penghentian praktik carry trade, dan tanda-tanda peningkatan repatriasi aset oleh investor domestik. Bank Sentral Jepang (BOJ) secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga kebijakannya menjadi 1,25% pada hari Jumat, level tertinggi sejak April 1995, sebagai respons terhadap risiko inflasi yang terus berlanjut. Pasar juga mengamati arahan dari BOJ mengenai potensi kenaikan suku bunga lagi di akhir tahun ini.

Pivot : 154,834

R1 : 155,467     S1 : 154,436   

R2 : 155,865     S2 : 153,803

R3 : 156,498     S3 : 153,405


GBPUSD

Opportunity  : Bearish menuju  :  1.3441 –  1.3418

Pounds masih dalam tekanan U.S Dollar pada perdagangan Selasa kemarin. Selain adanya ekspektasi kenaikan suku-bunga the Fed, Pounds juga tertekan akibat data ekonomi Inggris di sektor tenaga-kerja. Kantor Statistik Nasional Inggris Raya (ONS) melaporkan stabilitas tingkat pengangguran Inggris pada 4.9% dan indeks rata-rata pendapatan tanpa bonus pada 3.5% untuk periode Juli 2026. Sayangnya, jumlah klaim pengangguran melonjak secara signifikan pada periode berikutnya. Jumlah klaim pengangguran Inggris sempat berkurang sebanyak 11,800 pada bulan Juli 2026. Namun, angkanya meningkat sampai 27,800 pada bulan Agustus 2026. Konsensus sebelumnya hanya memperkirakan peningkatan klaim sebanyak 8,300. Angka tersebut kemungkinan akan membuat Bank of England (BoE) semakin segan mengubah kebijakannya dalam waktu dekat. Data pasar uang menunjukkan bahwa mayoritas trader memperkirakan suku bunga acuan BoE tetap berada pada 3.75% seusai rapat kebijakannya pada hari Kamis, 17 September 2026. Di saat yang sama, pasar memprediksi BoE akan terpaksa menaikkan suku bunga sebanyak satu atau dua kali sebelum akhir tahun ini demi menanggulangi tekanan inflasi. Inggris Raya termasuk salah satu negara mayor yang paling terdampak oleh kenaikan harga migas di tengah eskalasi bentrokan AS-Iran belakangan ini. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini.

Open  : 1.3473         Pivot  1.3482

R1  : 1.3500              S1  : 1.3459

R2  : 1.3522              S2  : 1.3441

R3  : 1.3541              S3  : 1.3418


EURUSD

Opportunity  : Bearish menuju  1.1514 – 1.1502

Euro ditutup melemah pada perdagangan Selasa kemarin. Euro melemah menuju kisaran $1,1520, level terendahnya sejak pertengahan Agustus, saat dolar AS tetap kokoh menjelang keputusan suku bunga The Fed yang secara luas diperkirakan menaikkan suku bunga acuan. Data penjualan ritel Jerman yang anjlok tajam pada Juli turut menambah tekanan bagi mata uang bersama tersebut, di tengah harga minyak yang terus naik akibat eskalasi konflik di kawasan Teluk. ECB sebenarnya sudah bergerak lebih dulu — menaikkan suku bunga 25 basis poin pekan lalu sambil memperingatkan bahwa inflasi kemungkinan akan bertahan jauh di atas target 2% untuk periode yang lebih panjang. Namun kenaikan suku bunga ECB itu belum cukup untuk menahan pelemahan Euro, karena pasar menilai The Fed berpotensi bergerak lebih agresif dalam siklus pengetatan globalnya sendiri. EUR masih berpotensi untuk tertekan pada perdagangan hari ini yang dibebani oleh tingginya harga Migas akibat konflik antara AS-Iran. WTI diperdagangkan di kisaran $103–106 per barel, level tertinggi sejak Mei 2026.

Open  : 1.1541   Pivot  : 1.1541

R1  : 1.1555       S1  : 1.1528

R2  : 1.1567       S2  : 1.1514

R3  : 1.1582       S3  : 1.1502


USDCHF

Opportunity  : Bullish menuju  :  0.8216  –  0.8234

Swiss Franc terus tertekan oleh penguatan U.S Dollar. CHF melemah menuju harga terendah di bulan Juli. Tingginya ekspektasi kenaikan suku-bunga the Fed menekan mata-uang Franc Swiss. FedWatch CME menunjukkan peluang nyaris 92% untuk prospek kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin besok, diikuti dengan satu kali kenaikan lagi pada akhir tahun. Ekspektasi kenaikan suku bunga jelas tidak menguntungkan bagi Swiss Franc. Disisi lain Konflik enam bulan antara AS-Israel dan Iran mendorong harga minyak global naik lebih tinggi. WTI diperdagangkan di kisaran $103–106 per barel, level tertinggi sejak Mei 2026. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang akan dibayangi oleh penguatan U.S Dollar menjelang pertemuan the Fed pada Kamis dini hari nanti.

Open  : 0.8178    Pivot  : 0.8184

R1  : 0.8202        S1  : 0.8169

R2  : 0.8216        S2  : 0.8152

R3  : 0.8234        S3  : 0.8137


DXY

Opportunity: Bullish  Range    99,600 –  99,900

Berlanjutnya penguatan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terlebih jelang agenda pertemuan FOMC dinihari nanti. Kondisi tersebut terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang terus naik dan sentuh level tertinggi hariannya pada 99,687. Keperkasaan Dollar AS ini mencatatkan kenaikan selama lima sesi berturut-turut menjelang kenaikan suku bunga yang diperkirakan akan dilakukan oleh Federal Reserve dinihari nanti. Para pelaku pasar memperhitungkan kemungkinan sekitar 92% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, yang akan menjadi kenaikan biaya pinjaman pertama sejak tahun 2023. Para pembuat kebijakan juga dijadwalkan merilis proyeksi ekonomi terbaru, di mana pelaku pasar mencermati sinyal mengenai arah suku bunga di masa depan. Di sisi lain, Bank of England diperkirakan secara luas akan mempertahankan kebijakannya pada hari Kamis, sementara Bank of Japan diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada hari Jumat. Sementara itu, kenaikan harga minyak menambah tekanan inflasi, mengaburkan prospek inflasi, dan memperkuat ekspektasi pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh The Fed. Peringatan dari para CEO perusahaan teknologi besar tentang potensi risiko yang terkait dengan AI juga menekan pasar saham, sehingga meningkatkan permintaan terhadap Dollar AS.

Pivot : 99,592

R1 : 99,706                  S1 :    99,497 

R2 :    99,801               S2 : 99,383

R3 :    99,915               S3 : 99,288

 


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bearish ke area 62,470

Indeks Nikkei 225 sedikit berubah di atas 63.400 pada hari Rabu, tanpa arah yang jelas karena investor mencerna data perdagangan yang lebih kuat dari perkiraan sambil bersiap untuk keputusan kebijakan penting Federal Reserve AS. Ekspor Jepang meningkat lebih dari yang diperkirakan pada bulan Agustus, didukung oleh permintaan yang kuat untuk chip terkait AI meskipun gangguan pasokan terus berlanjut akibat konflik di Timur Tengah. Sementara itu, bank sentral AS secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada hari ini, sementara Bank of Japan juga kemungkinan akan memperketat kebijakan pada hari Jumat. Di tempat lain, investor terus mempertimbangkan meningkatnya kekhawatiran keamanan seputar pengembangan AI, meskipun CEO Nvidia Jensen Huang menolak perlunya peraturan keamanan AI tambahan, dengan alasan bahwa kekuatan pasar akan mendorong perusahaan untuk berinovasi dengan aman. Saham teknologi diperdagangkan beragam, dengan penurunan yang signifikan pada Kioxia (-2,7%) dan SoftBank Group (-3,7%), sementara Taiyu Yuden (0,6%) dan Advantest (0,5%) mencatatkan kenaikan.

Pivot : 64,048

R1 : 65,222      S1 : 63,357

R2 : 65,913      S2 : 62,183

R3 : 67,087     S3 : 61,492


HANGSENG

Opportunity: Bearish ke 25,420

Indeks Hang Seng turun 1,0%, atau 250 poin, menjadi 24.667 pada hari Selasa, karena pemulihan saham AI dan semikonduktor gagal mengimbangi kerugian yang lebih luas, sementara data ekonomi Agustus yang beragam memperkuat kekhawatiran atas lemahnya permintaan domestik. Investor tetap berhati-hati menjelang keputusan penting bank sentral global dan di tengah harga minyak yang tinggi, yang telah memperbarui kekhawatiran tentang inflasi dan prospek suku bunga. Selain itu, imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun sempat naik ke 5%, level tertinggi sejak Oktober 2023, menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve minggu ini. Sementara itu, investor menunggu data ekonomi China bulan Agustus, termasuk harga rumah baru, produksi industri, dan penjualan ritel yang akan dirilis kemudian hari. Saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain Z.AI Co. (-5,7%), MiniMax (-7,1%), SMIC (-0,9%), Xiaomi (-2,4%), dan Lenovo (-2,9%), sementara Tencent (1,9%) dan Kingboard Laminates (3,1%) mengalami kenaikan.

Pivot : 25,235

R1 : 25,315    S1 : 25,130

R2 : 25,420    S2 : 25,050

R3 : 25,550    S3 : 24,945


NASDAQ

Opportunity: Sell Limit: 29,200| SL: 29,320 | TP: 28,950

Kontrak berjangka saham AS sedikit naik karena investor menunggu keputusan kebijakan terbaru Federal Reserve, dengan pasar secara luas memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam sekitar tiga tahun. Para pedagang akan mengamati dengan cermat panduan tentang potensi kenaikan suku bunga lainnya di akhir tahun ini, dengan ekspektasi yang meningkat untuk kenaikan pada bulan Oktober atau Desember. Dalam perdagangan reguler pada hari Selasa, Dow turun 0,3%, S&P 500 turun 0,45%, dan Nasdaq Composite turun 0,78%. Saham menghadapi tekanan dari kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi. Kerugian bersifat luas, dengan perusahaan-perusahaan AI yang sensitif terhadap kredit khususnya terpengaruh oleh kenaikan biaya pinjaman, termasuk Alphabet (-1,3%), Microsoft (-1,6%), Oracle (-3,1%), dan Amazon (-2%). Investor juga terus mempertimbangkan kekhawatiran yang meningkat seputar keamanan pengembangan AI, meskipun CEO Nvidia Jensen Huang berpendapat bahwa peraturan keamanan AI tambahan tidak diperlukan dan bahwa kekuatan pasar akan mendorong perusahaan untuk berinovasi dengan aman.

Pivot : 29,905.75

R1 : 29,571.75      S1 : 29,113.75

R2 : 29,763.75       S2 : 28,655.75 

R3 : 30,029.75       S3 : 28,655.75



COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF

Gold

Opportunity: Bearish menuju 4,234  –  4,207

Harga emas turun di sesi perdagangan Selasa (15/September) malam menjelang pengumuman kebijakan moneter The Fed besok. Harga emas spot melemah 0.32% ke $4,283.98. Harga emas tertekan oleh Dollar AS yang menguat hari ini di tengah antisipasi pasar jelang pengumuman suku bunga sejumlah bank sentral negara maju, termasuk The Fed. Kenaikan harga minyak dunia yang masih bertengger di atas $100 per barel akibat konflik AS dan Iran, berpotensi mendongkrak inflasi lebih lanjut. Oleh karena itu, bank-bank sentral utama sedang mempertimbangkan kenaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi tinggi. Di samping itu, yield obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor 10 tahun juga turut menguat setelah sempat menyentuh level 5% kemarin, untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun. Pergerakan ini terjadi di tengah penilaian pasar terhadap inflasi serta meningkatnya kebutuhan pendanaan melalui utang bagi pemerintah dan perusahaan. Pasar agaknya memperhatikan korelasi harga minyak dan inflasi sebagai katalis kunci. Minggu ini, tiga bank sentral utama akan mengumumkan suku bunga mereka. Mulai dari Federal Reserve AS pada hari Rabu, Bank of England pada hari Kamis, dan Bank of Japan pada hari Jumat. FedWatch CME menunjukkan peluang nyaris 92% untuk prospek kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin besok, diikuti dengan satu kali kenaikan lagi pada akhir tahun. Ekspektasi kenaikan suku bunga jelas tidak menguntungkan bagi harga emas. 

Pivot : 4,290

R1  4,320   R2  4,346  R3 4,376

S1  4,264   S2  4,234  S3  4,207


Oil

Opportunity : Bullish menuju 107.88 – 109.98 testing resistance 106.58

Minyak terus melonjak diatas $100 per barel pada perdagangan Selasa kemarin. WTI diperdagangkan di kisaran $103–106 per barel, level tertinggi sejak Mei 2026, ditopang oleh rangkaian gangguan pasokan di Timur Tengah yang belum juga mereda. Jalur pipa East-West milik Arab Saudi — rute ekspor alternatif yang memungkinkan Riyadh menghindari Selat Hormuz — dilaporkan masih ditutup, memaksa Arab Saudi mengalihkan lebih banyak pengiriman melalui Hormuz sendiri, tepat di tengah eskalasi kawasan yang membuat selat tersebut rawan. Konflik enam bulan antara AS-Israel dan Iran, kemajuan pasukan Houthi menuju Bab el-Mandeb, serta serangan terhadap infrastruktur energi Saudi menjadi rangkaian gangguan rute pasokan yang saling bertumpuk. Di sisi lain, ada secercah de-eskalasi di teater konflik yang berbeda: Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan serangan terhadap fasilitas energi Rusia dan Ukraina, sementara Turki berupaya menjadi mediator.

Pivot: 104.47

R1  106.58        S1  102.36

R2  107.88        S2  101.06

R3  109.98        S3  98.96


DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Rabu, 16 September 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

Membaca Peluang Breakout Emas Jelang Retail Sales AS

Catat jam dan waktunya ya!

  Rabu, 16 September 2026 
  13.00 WIB
  Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy