Download TPFx Mobile Available On

Weekly Review dan Outlook 15 – 19 Juni 2026

by Alwy Assegaf
Flash News - TPFx

Weekly Review dan Outlook 15 – 19 Juni 2026 menjadi perhatian utama investor setelah pasar global mencatat pergerakan signifikan sepanjang pekan lalu. Harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran mendorong sentimen risiko membaik, sementara investor mulai mengalihkan fokus ke agenda bank sentral dan data ekonomi penting yang akan dirilis pada pekan mendatang.

Wall Street Menguat Ditopang Optimisme Damai dan IPO SpaceX

Pasar saham global ditutup menguat pada akhir pekan setelah meningkatnya optimisme bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kedua negara berada di ambang kesepakatan setelah sebelumnya membatalkan rencana serangan terhadap Iran.

Meski rincian kesepakatan masih belum sepenuhnya jelas, pasar menyambut positif kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas minyak global serta pencabutan blokade ekonomi terhadap Iran. Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan bahwa isu nuklir masih akan dibahas pada tahap berikutnya dan pengelolaan Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum konflik.

Selain faktor geopolitik, sentimen positif juga datang dari debut saham SpaceX di bursa saham. Saham perusahaan milik Elon Musk tersebut melonjak lebih dari 19% pada hari pertama perdagangan dan mendorong valuasi perusahaan melampaui US$2 triliun. Kesuksesan IPO tersebut meningkatkan optimisme terhadap prospek pasar modal dan mendorong minat investor terhadap aset berisiko.

Dow Jones Industrial Average naik 0,70% ke 51.202,26, sementara S&P 500 menguat 0,50% ke 7.431,46. Nasdaq Composite turut mencatat kenaikan 0,31% ke 25.888,84. Di tingkat global, indeks MSCI World naik 1,15%, mencerminkan membaiknya sentimen investor secara luas.

Harga Minyak Terkoreksi di Tengah Harapan Kesepakatan AS-Iran

Pasar energi menjadi salah satu sorotan utama selama pekan lalu. Harga minyak mentah mencatat penurunan tajam setelah investor memperhitungkan peluang meningkatnya pasokan energi global apabila kesepakatan damai benar-benar tercapai.

Minyak mentah AS ditutup turun 3,23% ke US$84,88 per barel, sementara Brent melemah 3,37% menjadi US$87,33 per barel. Secara mingguan, kedua kontrak tersebut kehilangan sekitar 6%.

Penurunan terjadi setelah muncul laporan bahwa peluang tercapainya kesepakatan mencapai sekitar 80%. Rencana tersebut dikabarkan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, penghentian blokade laut, pembongkaran program nuklir Iran, serta pemberian insentif ekonomi jika Teheran mematuhi seluruh persyaratan.

Meski demikian, pasar masih berhati-hati karena sejumlah pernyataan dari pihak Iran menunjukkan bahwa beberapa poin penting masih menjadi bahan negosiasi. Ketidakpastian tersebut berpotensi mempertahankan volatilitas harga minyak dalam jangka pendek.

Emas Melemah di Tengah Ekspektasi Suku Bunga Tinggi

Harga emas mengakhiri pekan dengan kinerja negatif meskipun sempat menguat pada perdagangan Jumat. Meningkatnya harapan terhadap penyelesaian konflik Timur Tengah mengurangi permintaan aset safe haven, sementara pasar mulai memperhitungkan kemungkinan suku bunga yang tetap tinggi dalam waktu lebih lama.

Harga emas spot ditutup di US$4.218,91 per troy ounce, sedangkan kontrak berjangka emas berakhir di US$4.239,75 per troy ounce. Secara mingguan, emas spot turun 2,6% dan kontrak berjangka melemah 2,9%.

Tekanan terhadap emas juga berasal dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield Treasury tenor 10 tahun naik ke 4,48%, sedangkan yield tenor 30 tahun mendekati 5%. Kenaikan yield meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Dolar AS Stabil Menjelang Pertemuan Perdana The Fed di Bawah Kevin Warsh

Indeks dolar AS bergerak stabil menjelang pertemuan Federal Reserve pekan depan yang menjadi rapat kebijakan pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh.

Pelaku pasar secara luas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan tersebut. Namun perhatian utama tertuju pada proyeksi kebijakan ke depan, terutama apakah para pembuat kebijakan akan membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun.

Data ekonomi terbaru menunjukkan tekanan inflasi masih cukup kuat, terutama akibat kenaikan biaya energi setelah gangguan pasokan minyak global. Kondisi tersebut membuat ekspektasi terhadap kebijakan moneter tetap menjadi faktor utama yang menggerakkan pasar keuangan global.

WEEK AHEAD
(15 – 19 Juni 2026) 

Kalender ekonomi 15 - 19 Juni 2026 - TPFxOutlook Pasar 15 – 19 Juni 2026: Fokus pada Bank Sentral dan Data Ekonomi

Weekly Review dan Outlook 15 – 19 Juni 2026 menunjukkan bahwa agenda bank sentral akan menjadi perhatian terbesar investor sepanjang pekan mendatang.

Selain Federal Reserve, sejumlah bank sentral utama dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga, termasuk Bank of England (BoE), Bank of Japan (BoJ), Reserve Bank of Australia (RBA), Sveriges Riksbank, Swiss National Bank (SNB), Norges Bank, dan Bank Sentral Brasil.

Amerika

Federal Reserve akan menjadi sorotan utama pekan depan saat menggelar pertemuan kebijakan pertamanya di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh. Mayoritas pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya. Namun perhatian investor akan tertuju pada proyeksi ekonomi terbaru serta petunjuk mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga pada sisa tahun ini.

Selain keputusan The Fed, sejumlah data ekonomi penting juga akan dirilis, termasuk penjualan ritel, produksi industri, pembangunan rumah baru, izin mendirikan bangunan, dan indeks manufaktur regional. Penjualan ritel diperkirakan meningkat 0,5% pada Mei, sementara produksi industri diproyeksikan tumbuh lebih lambat dibanding bulan sebelumnya.

Di wilayah Amerika lainnya, di Kanada, investor akan mencermati data penjualan ritel, pembangunan perumahan, dan indeks harga rumah baru

Eropa

Perhatian pasar di Eropa akan tertuju pada keputusan suku bunga Bank of England (BoE). Bank sentral Inggris diperkirakan mempertahankan suku bunga di level 3,75%, namun investor akan mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter pada paruh kedua tahun ini.

Sebelum keputusan tersebut diumumkan, Inggris akan merilis data inflasi, pasar tenaga kerja, dan penjualan ritel. Tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 5%, sementara pertumbuhan upah diproyeksikan melambat dibanding periode sebelumnya.

Perkembangan politik Inggris juga berpotensi menarik perhatian pasar menjelang pemilihan sela Makerfield pada 18 Juni. Hasil pemungutan suara dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan fiskal pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer.

Di kawasan Eropa daratan, investor akan mencermati indeks sentimen ekonomi ZEW Jerman yang diperkirakan membaik untuk bulan kedua berturut-turut. Selain itu, data produksi industri dan perdagangan Zona Euro juga akan menjadi indikator penting untuk mengukur kondisi ekonomi kawasan tersebut.

Bank sentral Swiss, Norwegia, dan Swedia juga dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya sepanjang pekan depan.

Asia Pasifik

Di kawasan Asia Pasifik, perhatian utama tertuju pada Bank of Japan yang diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1%. Jika terealisasi, langkah tersebut akan menjadi kenaikan pertama sejak Desember tahun lalu dan membawa suku bunga Jepang ke level tertinggi sejak 1995.

Selain keputusan suku bunga, Jepang juga akan merilis data inflasi, perdagangan, dan pesanan mesin yang dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan ekonomi domestik serta prospek kebijakan berikutnya.

Dari China, investor akan mencermati serangkaian data ekonomi penting yang mencakup produksi industri, penjualan ritel, investasi aset tetap, tingkat pengangguran, dan harga properti. Data tersebut akan menjadi acuan untuk menilai efektivitas berbagai stimulus yang telah diterapkan pemerintah guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Di Australia, Reserve Bank of Australia diperkirakan mempertahankan suku bunga pada level 4,35% setelah menaikkan suku bunga pada pertemuan sebelumnya. Selain itu, Selandia Baru akan merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal pertama.

Data Mingguan Perdagangan Emas (08 – 12 Juni 2026)

Open : 4.335,75    High : 4.364,31     Low  : 4.023,65     Close : 4.214,54     Range  : 340,66

GOLD PRE ANALYSIS

WEEKLY VALUE AREA

WEEKLY SUPPORT WEEKLY  RESISTANCE
S1   4.037 R1   4.378
S2   3.860 R2   4.541
S3  3.697 R3   4.719

Gold Outlook : Bullish

Data Mingguan Perdagangan US Oil (08 – 12 Juni 2026)

Open : 93,02    High : 95,42      Low  : 81,63      Close : 82,71     Range  : 13,79                                           

OIL PRE ANALYSIS

                                                                 WEEKLY VALUE AREA

WEEKLY SUPPORT WEEKLY RESISTANCE
S1  77,75 R1 91,54
S2   72,80 R2  100,38
S3   77,75  R3   105,33

Oil Outlook : Bearish

Baca juga: Weekly Review dan Outlook 08 – 12 Juni 2026

Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.

Selamat trading dan semoga sukses!

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy