Download TPFx Mobile Available On

Market Highlight (17/09/2026)

by Annan Firsta
Feature

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity: Bearish  Range        0,70800 – 0,70000

Pelemahan yang terjadi pada mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Greenback terus berlanjut. Terlebih penurunan baru-baru ini di dekat level terendah empat minggu karena penguatan Dollar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi menekan mata uang tersebut pasca keputusan kebijakan Federal Reserve dinihari tadi. Dollar AS menguat karena sesuai ekspektasi The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, kenaikan pertama dalam sekitar tiga tahun, sementara imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun naik di atas 5%, level tertinggi sejak 2007, karena melonjaknya harga minyak dan kekhawatiran inflasi yang terus berlanjut memperkuat ekspektasi akan kebijakan yang lebih ketat. Harga minyak bertahan di dekat level tertinggi dalam empat bulan, yakni di atas US$105 per barel, menyusul serangan baru kelompok Houthi terhadap Arab Saudi dan penundaan pembicaraan antara negara-negara Teluk dan Iran. Di dalam negeri, sikap *hawkish* Reserve Bank of Australia terus memberikan dukungan, di mana pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 85% bagi kenaikan suku bunga menjadi 4,60% dalam pertemuan tanggal 29 September mendatang. Para investor kini menantikan pernyataan Gubernur Bullock, yang dijadwalkan akan berbicara di hadapan Parlemen pada hari Jumat.

Pivot : 0,70997

R1 : 0,71253      S1 : 0,70613

R2 : 0,71637      S2 : 0,70357

R3 : 0,71893      S3 : 0,69973


USDJPY

Opportunity: Bullish  Range       156,200 – 156,800

Terpuruknya mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback terus berlanjut. Bahkan Yen saat ini melanjutkan tren penurunannya selama tiga sesi berturut-turut seiring menguatnya dolar menjelang kenaikan suku bunga yang diperkirakan akan dilakukan oleh Federal Reserve AS. Yen juga berada di bawah tekanan akibat kenaikan harga minyak, yang meningkatkan biaya impor bagi perekonomian Jepang yang sangat bergantung pada minyak. Meskipun demikian, mata uang Jepang tetap didukung oleh ekspektasi pengetatan kebijakan yang lebih agresif oleh Bank Sentral Jepang, intervensi bersama baru-baru ini oleh Tokyo dan Washington, serta prospek repatriasi modal yang lebih besar oleh investor domestik. Saat ini, pasar memperkirakan sekitar 80% kemungkinan kenaikan suku bunga BOJ pada hari Jumat, dengan kenaikan lain diperkirakan terjadi pada akhir Januari. Di sisi lain, data menunjukkan bahwa ekspor Jepang meningkat melebihi perkiraan pada bulan Agustus, didorong oleh kuatnya permintaan cip terkait kecerdasan buatan (AI) meskipun terdapat gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.

Pivot : 155,821

R1 : 156,830      S1 : 155,234   

R2 : 157,417      S2 : 154,225

R3 : 158,426      S3 : 153,638


GBPUSD

Opportunity  : Bearish menuju  :  1.3290 –  1.3208

Sesuai perkiraan, Pounds tertekan cukup signifikan setelah the Fed menaikan tingkat suku-bunga acuan. Indeks dolar AS melonjak ke level tertinggi dalam 1,5 bulan dan ditutup menguat pada hari Rabu, setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) dan mengisyaratkan kenaikan suku bunga lanjutan sebelum akhir tahun. Indeks Dollar AS berakhir naik 0,64% pada 100,25. FOMC, sesuai perkiraan, menaikkan kisaran target suku bunga federal funds sebesar 25 bp menjadi 3,75%-4,00% dan menyatakan bahwa kenaikan suku bunga tersebut akan mendukung kembalinya tingkat inflasi ke angka 2% secara “lebih tepat waktu”. Dolar AS juga mendapat dukungan setelah FOMC menaikkan proyeksi PDB AS tahun 2026 dan estimasi inflasi intinya. Disisi lain laporan tingkat Inflasi Inggris melonjak sebesar 3.1% secara tahunan. Naiknya angka inflasi Inggris dapat mendorong kebijakan Bank Sentral Inggris untuk menaikan tingkat suku-bunga acuan dalam waktu dekat. Hari ini pelaku pasar menantikan keputusan BOE yang akan menetapkan tingkat suku-bunga acuan yang diperkirakan tidak akan berubah.

Open  : 1.3378         Pivot  1.3417

R1  : 1.3461              S1  : 1.3335

R2  : 1.3543               S2  : 1.3290

R3  : 1.3588               S3  : 1.3208


EURUSD

Opportunity  : Bearish menuju  1.1398 – 1.1336

Mata uang Euro merosot ke level terendah dalam 1,5 bulan dan berakhir merosot pada hari Rabu, tertekan penguatan dolar AS setelah The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak Juli 2023. Pasangan mata uang EUR/USD berakhir merosot ke level terendah dalam 1,5 bulan pada hari Rabu dan ditutup turun 0,67% pada 1.1464. Euro tertekan penguatan Dollar AS setelah FOMC menaikan suku bunga sebesar 25 bps dan mengisyaratkan kenaikan lanjutan sebesar 25 bps pada akhir tahun ini. Euro sempat mendapat dukungan pada hari Rabu setelah data produksi industri Zona Euro bulan Juli menunjukkan penurunan yang lebih kecil dari perkiraan. Produksi industri Zona Euro bulan Juli turun 0,1% secara bulanan (m/m), angka penurunan yang lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebesar 0,2% m/m. Selain itu, penurunan harga minyak mentah sebesar 3% pada hari Rabu turut mendukung perekonomian Zona Euro, yang sangat bergantung pada impor minyak. Pasar memperhitungkan peluang sebesar 52% bagi kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 bps pada pertemuan kebijakan ECB berikutnya, yang akan berlangsung pada 29 Oktober. Sore nanti akan dirilis data inflasi Agustus Zona Euro yang diindikasikan meningkat.

Open  : 1.1464   Pivot  : 1.1494

R1  : 1.1527        S1  : 1.1431

R2  : 1.1589        S2  : 1.1398

R3  : 1.1622        S3  : 1.1336


USDCHF

Opportunity  : Bullish menuju  :  0.8321  –  0.8378

Swiss Franc semakin tertekan oleh penguatan U.S Dollar. Indeks Dollar AS melonjak ke level tertinggi dalam 1,5 bulan dan ditutup menguat pada hari Rabu, setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan mengisyaratkan kenaikan suku bunga lanjutan sebelum akhir tahun. Indeks dolar AS berakhir naik 0,64% pada 100,25. FOMC, sesuai perkiraan, menaikkan kisaran target suku bunga federal funds sebesar 25 bp menjadi 3,75%-4,00% dan menyatakan bahwa kenaikan suku bunga tersebut akan mendukung kembalinya tingkat inflasi ke angka 2% secara “lebih tepat waktu”. Dolar AS juga mendapat dukungan setelah FOMC menaikkan proyeksi PDB AS tahun 2026 dan estimasi inflasi intinya. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang juga menantikan laporan Trade Balance dan SECO Economic Forecasts Swiss pada siang nanti.

Open  : 0.8256    Pivot  : 0.8232 

R1  : 0.8289         S1  : 0.8200

R2  : 0.8321         S2  : 0.8143

R3  : 0.8378         S3  : 0.8119


DXY

Opportunity: Bullish  Range    100,300 –  100,700

Semakin perkasanya mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terus mewarnai pergerakan market. Bahkan tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang terus melonjak naik dan sentuh level tertinggi hariannya pada 100,354. Dukungan penguatan Dollar AS ini setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Keputusan tersebut diambil secara bulat oleh FOMC dan telah diantisipasi oleh pasar setelah data terbaru menunjukkan indikator inflasi inti yang tinggi, tingkat pengangguran rendah, serta lonjakan tajam dalam penjualan ritel yang menegaskan kuatnya posisi konsumen di tengah kenaikan harga. Proyeksi dari komite pembuat kebijakan menunjukkan konsensus yang longgar bahwa setidaknya satu kenaikan suku bunga lagi diperlukan tahun ini, sementara angka pengangguran direvisi lebih rendah dan pertumbuhan ekonomi direvisi lebih tinggi. Keputusan ini memberikan dukungan bagi dolar setelah pernyataan sebelumnya dari Ketua Warsh sempat memicu keraguan mengenai kesediaan The Fed untuk memerangi inflasi melalui kenaikan suku bunga kebijakan—alih-alih menggunakan instrumen lain—yang sempat mendorong aksi beli logam mulia dan mata uang safe-haven lainnya. Sementara itu, Bank of England diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah malam ini, sedangkan Bank of Japan diperkirakan akan menaikkan suku bunga esok hari.

Pivot : 100,077

R1 :   100,617     S1 :    99,800 

R2 :   100,894     S2 :    99,260

R3 :   101,434     S3 :    98,983

 


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bearish ke area 62,470

Indeks Nikkei 225 naik 0,5% menjadi di atas 64.200, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 1% menjadi 4.100 pada hari Kamis, memperpanjang kenaikan dari sesi sebelumnya bahkan setelah Federal Reserve AS menaikkan suku bunga dan memberi sinyal pengetatan lebih lanjut untuk menahan inflasi. Yen melemah terhadap dolar setelah keputusan Fed, memperbaiki prospek pendapatan untuk industri-industri yang berfokus pada ekspor di Jepang. Saham-saham Jepang juga diuntungkan dari penurunan harga minyak di tengah ekspektasi bahwa aliran minyak mentah melalui pipa Timur-Barat Arab Saudi dapat segera dilanjutkan, mengurangi tekanan pada ekonomi negara yang bergantung pada minyak. Kenaikan bersifat luas, dengan kinerja yang menonjol dari saham-saham unggulan seperti SoftBank Group (1,2%), Mitsubishi UFJ (0,6%), Fujikura (2,7%), Mitsubishi Heavy Industries (3,1%), dan Nintendo (3,3%).

Pivot : 64,048

R1 : 65,222      S1 : 63,357

R2 : 65,913      S2 : 62,183

R3 : 67,087     S3 : 61,492


HANGSENG

Opportunity: Bearish ke 25,420

Indeks Hang Seng naik 0,2%, atau 47 poin, dan ditutup pada 24.713 pada hari Rabu, dipimpin oleh saham-saham teknologi, tetapi kenaikan tersebut terbatas karena investor menahan diri dari taruhan besar menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve AS pada hari itu. Sentimen tertekan oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tinggi, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun sempat menembus 5% pada sesi sebelumnya, sementara dolar AS yang lebih kuat juga membebani aset berisiko Asia. Saham-saham teknologi memberikan dukungan, dengan Indeks Hang Seng Tech naik 0,9% pada tengah hari. Zhipu AI melonjak lebih dari 8%, mengakhiri penurunan selama 11 sesi berturut-turut, sementara MiniMax, SMIC, dan Hua Hong Semiconductor naik lebih dari 5% hingga 7%, sementara Xiaomi (-1,5%), Kuaishou (-1,7%), dan Akeso (-3,9%) mengalami penurunan. Di kawasan tersebut, laporan menyoroti potensi pembiayaan sebesar US$2,6 miliar untuk pengembangan pusat data Hong Kong, yang mencerminkan pertumbuhan investasi di sektor AI dan infrastruktur digital kota tersebut.

Pivot : 25,235

R1 : 25,315    S1 : 25,130

R2 : 25,420    S2 : 25,050

R3 : 25,550    S3 : 24,945


NASDAQ

Opportunity: Sell Limit: 29,200| SL: 29,320 | TP: 28,950

Kontrak berjangka saham AS bergerak lebih tinggi pada hari Kamis setelah indeks utama turun pada sesi sebelumnya karena Federal Reserve memberikan kenaikan suku bunga pertamanya dalam tiga tahun. Kontrak berjangka Dow naik 0,2%, sementara kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing naik 0,3% dan 0,5%. Dalam perdagangan reguler pada hari Rabu, Dow turun 1,21%, terbebani oleh kerugian di antara saham-saham jasa keuangan. S&P 500 dan Nasdaq Composite juga turun masing-masing 0,45% dan 0,01%, kehilangan keuntungan yang diperoleh sebelumnya pada sesi tersebut. Seperti yang diperkirakan secara luas, Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4% sambil memberi sinyal kenaikan suku bunga lainnya akhir tahun ini. Bank sentral berupaya untuk mengekang tekanan inflasi karena harga minyak naik di atas $100 per barel. Dalam berita perusahaan, saham Generac melonjak 33% dalam perdagangan setelah jam kerja reguler setelah Amazon menerima waran untuk membeli sahamnya senilai hingga $340 juta berdasarkan perjanjian agar Generac memasok generator daya cadangan ke pusat data Amazon.

Pivot : 29,905.75

R1 : 29,571.75      S1 : 29,113.75

R2 : 29,763.75       S2 : 28,655.75 

R3 : 30,029.75       S3 : 28,655.75



COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF

Gold

Opportunity: Bearish menuju 4,206  –  4,153

Harga emas ditutup lebih rendah pada hari Rabu kemarin, terpicu sentimen penurunan harga minyak dan kenaikan Dollar AS setelah The Fed menaikkan suku bunga. Harga emas spot ditutup turun 0,70% pada $4.263,93 per ons. Harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup naik 1,26% pada $4.387,5 per ons. Penurunan harga minyak mentah memberikan dukungan bagi logam mulia, setelah harga minyak mentah WTI anjlok lebih dari 3% pada hari Rabu, yang menurunkan ekspektasi inflasi dan berpotensi mendorong bank sentral global untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar—sebuah faktor yang menguntungkan bagi harga logam mulia. Namun, harga emas merosot dalam perdagangan pascapasar pada Rabu sore saat nilai tukar dolar melonjak ke level tertinggi dalam 1,5 bulan, menyusul keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga dan sinyal adanya kenaikan suku bunga lanjutan tahun ini. FOMC secara bulat memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00% dari kisaran sebelumnya 3,50%-3,75%. Ketua The Fed, Kevin Warsh, mengatakan keputusan tersebut didorong oleh penguatan ekonomi AS, tidak adanya perbaikan dalam tren inflasi musim panas, serta faktor geopolitik; ia menambahkan bahwa dirinya dan rekan-rekannya di Federal Open Market Committee (FOMC) sepakat bahwa kondisi keuangan secara keseluruhan belum cukup restriktif. Ia kembali menolak memberikan panduan ke depan (forward guidance) dan tidak mencantumkan proyeksi pribadinya dalam dot plot tersebut. Secara terpisah, Summary of Economic Projections (SEP) yang baru memprediksi median suku bunga *federal funds* sebesar 4,1% pada akhir tahun 2026, yang mengisyaratkan setidaknya satu kali kenaikan lagi.

Open : 4,264      Pivot : 4,289

R1  4,340    R2  4,371   R3 4,422

S1  4,237    S2  4,206    S3  4,153


Oil

Opportunity : Bearish menuju 100.05 – 98.28 testing support 101.13

Harga minyak mentah turun tajam hari Rabu, 16 September 2026, di tengah tanda-tanda bahwa pasokan minyak mentah berhasil melewati Selat Hormuz, sehingga meredakan kekhawatiran mengenai pasokan. Harga minyak mentah berjangka WTI AS bergerak merosot 3,44% pada $102,19 per barrel. Harga minyak mentah berjangka Brent bergerak merosot 2,74% pada $105,77 per barrel. Harga minyak mentah sempat turun hari ini setelah Menteri Energi AS, Wright, menyatakan bahwa 18 juta barel minyak mentah dan produk olahan telah melewati Selat Hormuz pada hari Selasa, yang turut meredakan kekhawatiran pasokan global. Penurunan harga minyak mentah semakin tajam hari ini setelah data mingguan EIA menunjukkan penurunan inventaris minyak mentah yang lebih kecil dari perkiraan, sementara pasokan bensin dan distilat justru meningkat melebihi ekspektasi. Risiko pasokan menjadi faktor penopang harga minyak mentah karena ekspor energi dari Timur Tengah masih terbatas, sehingga memperketat pasokan global. Untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak merosot dengan meredanya ketegangan di Selat Hormuz.

Pivot: 102.9

R1  104.66        S1  101.13

R2  105.74        S2  100.05

R3  107.51        S3  98.28


DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Kamis, 17 September 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

Membaca Tren Emas Pasca FOMC dengan Moving Average

Catat jam dan waktunya ya!

  Kamis, 17 September 2026 
  13.00 WIB
  Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy