Market Summary
Peluang trading USD/CAD kembali terbuka setelah pasangan ini bergerak turun dari level tertinggi lebih dari dua pekan di sekitar 1,3910–1,3915. Pada awal perdagangan Eropa, USD/CAD masih bergerak di bawah level 1,3900. Namun, tekanan jual belum cukup kuat untuk mendorong harga turun lebih dalam.
Harga Minyak Menopang Dolar Kanada
Kenaikan harga minyak mentah menjadi salah satu faktor utama yang menekan USD/CAD. Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah pasukan AS menyerang dua peluncur roket di Pulau Larak, Selat Hormuz.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal balistik ke dua pangkalan militer AS di Yordania. Eskalasi tersebut mendorong harga minyak naik karena pasar kembali mencermati risiko gangguan pasokan energi.
Kondisi tersebut menguntungkan dolar Kanada atau Loonie. Kanada merupakan salah satu eksportir minyak utama dunia. Karena itu, kenaikan harga minyak cenderung memberikan dukungan bagi CAD.
Situasi ini membuat tekanan terhadap USD/CAD tetap terbuka. Namun, penurunan pasangan tersebut belum menunjukkan momentum yang kuat.
Pernyataan Kevin Warsh Dukung Dolar AS
Di sisi lain, dolar AS masih mendapatkan dukungan dari perubahan ekspektasi suku bunga Federal Reserve. Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium tahunan Jackson Hole memberi sinyal bahwa suku bunga dapat kembali naik jika tekanan inflasi tidak menunjukkan kemajuan yang cukup.
Pernyataan Kevin Warsh menjadi perhatian pasar karena kenaikan harga energi dapat meningkatkan risiko inflasi. Jika harga minyak terus meningkat, tekanan inflasi AS berpotensi bertahan lebih lama.
Pasar kemudian kembali memperbesar peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September. Ekspektasi tersebut memberikan dukungan bagi dolar AS dan dapat membatasi penurunan USD/CAD.
Sanksi AS Tambah Risiko Geopolitik
Ketegangan geopolitik juga masih menjadi faktor penting bagi pergerakan USD/CAD. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa sanksi sekunder baru terhadap Iran kemungkinan akan diumumkan setiap pekan.
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan AS terhadap Iran masih dapat meningkat. Pasar perlu mencermati dampaknya terhadap harga minyak dan arus perdagangan global.
Jika konflik semakin meluas, harga minyak berpotensi kembali naik. Kondisi tersebut dapat memberikan dukungan tambahan bagi CAD. Namun, meningkatnya ketidakpastian geopolitik juga dapat mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.
Perang Dagang AS-Kanada Jadi Risiko bagi CAD
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah hubungan perdagangan AS dan Kanada. Konflik perdagangan antara kedua negara masih menjadi beban bagi dolar Kanada.
Ketidakpastian perdagangan dapat mengurangi ruang penguatan CAD. Karena itu, pelaku pasar perlu berhati-hati jika ingin mengambil posisi bearish secara agresif pada USD/CAD.
Tekanan terhadap pasangan ini memang masih terbuka. Namun, sejumlah faktor fundamental dapat membatasi penurunan lebih lanjut.
BoC dan Data Tenaga Kerja Jadi Fokus
Pelaku pasar kini menunggu keputusan suku bunga Bank of Canada pada Rabu. Kebijakan BoC dapat memberikan arah baru bagi dolar Kanada.
Selain itu, data tenaga kerja AS dan Kanada pada Jumat juga akan menjadi perhatian utama. Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed dan Bank of Canada.
Data tenaga kerja AS yang kuat dapat memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi. Kondisi ini berpotensi mendukung dolar AS dan mendorong USD/CAD kembali naik.
Sebaliknya, data ekonomi Kanada yang solid dapat memperkuat CAD. Jika hal tersebut terjadi bersamaan dengan kenaikan harga minyak, USD/CAD berpeluang melanjutkan koreksi.
Peluang Trading USD/CAD Masih Terbuka
Peluang trading USD/CAD saat ini berada di tengah tarik-menarik antara penguatan CAD dan dukungan terhadap dolar AS. Harga minyak serta ketegangan AS-Iran menjadi faktor yang mendukung Loonie.
Di sisi lain, pernyataan Kevin Warsh mengenai potensi kenaikan suku bunga The Fed memberikan dukungan bagi dolar AS. Konflik perdagangan AS-Kanada juga membuat penguatan CAD perlu diwaspadai.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/CAD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3863. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 1.3925, kemudian 1.3939 hingga 1.3953.
Sebagai skenario alternatif, apabila USD/CAD menembus ke bawah 1.3863, harga berpotensi melanjutkan koreksi menuju area support 1.3840 hingga 1.3826.
Resistance 1.3925 Resistance 2: 1.3939 Resistance 3: 1.3953
Support1: 1.3863 Support 2: 1.3840 Support 3: 1.3826
Baca juga: Peluang Trading Gold Jelang Pidato Warsh
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
