Weekly Review dan Outlook 21 – 25 September 2026 menunjukkan pasar global menutup pekan 18 September dengan pergerakan yang beragam. Pasar saham, mata uang, obligasi, dan komoditas bergerak volatil setelah sejumlah bank sentral memperkuat perhatian terhadap risiko inflasi. Kondisi geopolitik di Timur Tengah juga tetap menjadi faktor penting bagi harga minyak dan ekspektasi kebijakan moneter.
Wall Street dan Bursa Global Bergerak Beragam
Di Amerika Serikat, S&P 500 dan Nasdaq menguat pada perdagangan Jumat setelah saham teknologi dan semikonduktor kembali mencatat kenaikan. Sementara itu, Dow Jones melemah tipis. S&P 500 naik 0,17%, Nasdaq Composite bertambah 0,40%, sedangkan Dow Jones turun 0,18%.
Secara mingguan, S&P 500 dan Dow Jones mencatat penurunan. Sebaliknya, Nasdaq membukukan kenaikan mingguan. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa saham teknologi masih mendapat dukungan meski pasar menghadapi tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi dan perubahan ekspektasi suku bunga.
Bursa Eropa bergerak lebih lemah. Indeks STOXX turun sekitar 1,1% dan mencatat kerugian mingguan. Di Asia, sebagian besar pasar saham menguat setelah keputusan Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga.
Bank Sentral Perketat Fokus pada Inflasi
Bank of Japan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%. Keputusan tersebut membawa suku bunga Jepang ke level tertinggi dalam 31 tahun. Kebijakan itu juga mendapat dua suara berbeda dari anggota dewan, dengan hasil pemungutan suara 7-2.
Yen justru melemah setelah keputusan BOJ. Yen turun 0,50% terhadap dolar AS ke sekitar 156,76 per dolar. Pergerakan tersebut mencerminkan penilaian pasar bahwa keputusan BOJ belum cukup hawkish dibandingkan ekspektasi sebelumnya.
Di Amerika Serikat, Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Bank sentral AS juga memperkuat sikap terhadap inflasi. Kebijakan tersebut mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury dan memberikan dukungan terhadap dolar AS.
Di Inggris, Bank of England mempertahankan suku bunga. Namun, bank sentral tersebut membuka kemungkinan kenaikan suku bunga jika konflik Iran berlangsung lebih lama dan terus memberikan tekanan terhadap inflasi.
Sementara itu, bank sentral Australia juga melihat risiko inflasi yang lebih tinggi mulai terealisasi. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa tekanan inflasi masih menjadi perhatian utama sejumlah bank sentral.
Yield Treasury AS Tembus 5 Persen
Pasar obligasi menjadi salah satu perhatian utama pada pekan lalu. Imbal hasil US Treasury 10 tahun sempat menembus 5%, level tertinggi sejak 2007. Pada perdagangan Jumat, yield tersebut berada di sekitar 5%.
Kenaikan yield mencerminkan perubahan ekspektasi pasar terhadap suku bunga global. Investor juga menghadapi risiko inflasi yang berasal dari harga energi dan ketegangan geopolitik.
Kondisi ini menjadi faktor penting bagi pergerakan dolar AS, emas, dan saham teknologi. Yield yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar, sekaligus memberikan tekanan terhadap aset yang sensitif terhadap biaya pendanaan.
Harga Minyak Masih di Atas 100 Dolar
Harga minyak mentah Brent turun hampir 1% pada Jumat dan ditutup di sekitar 103,87 dolar AS per barel. Penurunan terjadi setelah muncul harapan terhadap perbaikan distribusi minyak dari kawasan Teluk.
China juga dilaporkan meminta Iran membantu meredakan aktivitas kelompok Houthi. Perkembangan tersebut ikut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak.
Meski turun pada akhir pekan, harga minyak tetap berada di atas 100 dolar AS per barel. Konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor penting karena dapat memengaruhi jalur distribusi dan pasokan energi global.
Emas Menguat Saat Yield Bergerak Tinggi
Harga emas spot naik 0,98% menjadi sekitar 4.382,59 dolar AS per ons pada Jumat. Pergerakan emas tetap berkaitan erat dengan dinamika imbal hasil obligasi dan ekspektasi kebijakan bank sentral.
Kenaikan yield menjadi tantangan bagi emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan bunga. Namun, ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran terhadap inflasi masih memberikan dukungan bagi permintaan emas sebagai aset lindung nilai.
Dolar AS Bertahan di Area 100
Indeks dolar AS bergerak relatif stabil dan berada di sekitar 100,19 pada akhir pekan. Euro melemah 0,10% ke 1,1488 dolar AS.
Pergerakan dolar akan mendapat perhatian pada pekan ini karena pasar menunggu sejumlah komentar pejabat Federal Reserve setelah kenaikan suku bunga pada September. Pernyataan para pejabat The Fed dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan berikutnya.
WEEK AHEAD
(21 – 25 September 2026)
Weekly Review dan Outlook 21 – 25 September 2026
Memasuki pekan 21–25 September, pasar masih akan menghadapi sejumlah faktor penting. Konflik di Timur Tengah tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi harga energi dan tekanan inflasi.
Agenda perdagangan dan hubungan Amerika Serikat dengan China juga menjadi sorotan. Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menjadi salah satu agenda yang dapat memengaruhi sentimen pasar global.
Di Amerika Serikat, data durable goods orders menjadi salah satu indikator ekonomi utama. Data tersebut diperkirakan turun 0,5% pada Agustus setelah meningkat 1,1% pada Juli. Pasar juga akan mencermati data penjualan rumah baru serta flash PMI S&P Global.
Beberapa pejabat Federal Reserve dijadwalkan memberikan pernyataan. Pasar akan mencermati komentar tersebut untuk melihat arah kebijakan moneter setelah kenaikan suku bunga pada September dan sikap lebih tegas terhadap inflasi.
Agenda Ekonomi Eropa
Di Eropa, perhatian pasar tertuju pada data flash PMI Euro Area, Jerman, Prancis, dan Inggris. Aktivitas manufaktur diperkirakan tetap berada dalam fase ekspansi di sejumlah ekonomi utama.
Investor juga akan mencermati Ifo Business Climate Index Jerman. Indeks tersebut diperkirakan naik untuk bulan kelima berturut-turut dan mencapai level tertinggi sejak April 2024.
Sebaliknya, kenaikan harga energi dan konflik berkepanjangan di Timur Tengah dapat menekan sentimen konsumen. Data sentimen konsumen Euro Area juga diperkirakan melemah.
Bank sentral Swedia, Swiss, dan Norwegia akan mengumumkan keputusan suku bunga pada pekan ini. Keputusan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian kebijakan moneter global yang masih berfokus pada inflasi.
Fokus Asia Pasifik
Di China, People’s Bank of China diperkirakan mempertahankan Loan Prime Rate satu tahun di 3% dan lima tahun di 3,5%. Kebijakan tersebut akan melanjutkan tingkat suku bunga yang sama selama 16 bulan berturut-turut.
Pasar China akan tutup pada 25 September karena libur Mid-Autumn Festival. Di Jepang, libur Silver Week membuat pasar tutup dari Senin hingga Rabu. Namun, kalender ekonomi Jepang tetap menghadirkan data awal PMI September.
Australia juga akan merilis data tenaga kerja. Tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 4,5%, sedangkan jumlah tenaga kerja diproyeksikan meningkat sekitar 20 ribu. Data PMI awal Australia juga akan menjadi perhatian pasar.
Secara keseluruhan, Weekly Review dan Outlook 21 – 25 September 2026 memperlihatkan pasar memasuki pekan baru dengan fokus pada inflasi, kebijakan bank sentral, harga energi, serta perkembangan geopolitik. Pergerakan yield Treasury, dolar AS, emas, dan minyak akan tetap menjadi indikator penting untuk membaca perubahan sentimen pasar global.
Data Mingguan Perdagangan Emas (14 – 18 September 2026)
Open : 4.332,38 High : 4.399,63 Low : 4.234,66 Close : 4.380,92 Range : 165,97
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 4.277 | R1 4.442 |
| S2 4.173 | R2 4.503 |
| S3 4.112 | R3 4.607 |
Gold Outlook : Bullish
Data Mingguan Perdagangan US Oil (14 – 18 September 2026)
Open : 102,02 High : 106,67 Low : 94,62 Close : 95,29 Range : 12,05
OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 91,05 | R1 103,10 |
| S2 86,81 | R2 110,91 |
| S3 79,00 | R3 115,15 |
Oil Outlook : Bullish
Baca juga: Weekly Review dan Outlook 14 – 18 September 2026
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
