Sinyal hawkish Warsh membebani harga emas pada perdagangan Jumat. Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, melontarkan pernyataan tegas dalam Simposium Jackson Hole yang membuat pelaku pasar merevisi ulang proyeksi suku bunga AS secara signifikan.
Warsh Tegaskan Stabilitas Harga Jadi Prioritas
Warsh menegaskan bahwa stabilitas harga tetap menjadi fokus utama bank sentral. Ia menyatakan bahwa The Fed harus yakin inflasi inti benar-benar bergerak menuju target sebelum melonggarkan sikap kebijakannya. Jika kondisi itu belum tercapai, ia menegaskan The Fed “masih punya pekerjaan rumah”.
Pada kesempatan yang sama, Warsh mengakui data inflasi selama musim panas membaik. Namun ia menilai perbaikan itu belum cukup untuk membuktikan pergeseran nyata dalam dinamika harga jangka panjang. Ia juga menyebut target inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) sebesar 2% sebagai angka yang “tetap dan tegas”.
Warsh masih melihat inflasi sebagai prioritas utama kebijakan moneter. Ia mengakui bahwa ukuran-ukuran inflasi inti belum menunjukkan perbaikan berarti, sehingga nada bicaranya condong hawkish sepanjang pidato. Dalam pernyataan tertulisnya, ia mengakui konsumsi rumah tangga tetap sehat dan pasar tenaga kerja masih solid. Namun saat membahas stabilitas harga, ia menyebut datanya “lebih mengkhawatirkan”, mengisyaratkan The Fed akan lebih fokus menekan inflasi ketimbang menopang pertumbuhan.
Data Ekonomi AS Kirim Sinyal Campur Aduk
Di tengah pidato Warsh, rilis data ekonomi AS pada Jumat justru menunjukkan gambaran beragam. Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) mencatat revisi awal Nonfarm Payrolls turun 79 ribu pekerjaan, atau 0,1%, untuk periode dua belas bulan hingga Maret. Angka revisi yang relatif kecil ini meredakan kekhawatiran pasar, mengingat revisi tahun lalu mencapai 911 ribu pekerjaan.
Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan untuk Agustus naik menjadi 51,7 dari perkiraan awal 51, meski masih di bawah angka Juli sebesar 55,2. Indeks Ekspektasi juga naik ke 51,5 dari estimasi awal 50,6, namun tetap lebih lemah dibanding capaian Juli di 55,4.
Ekspektasi inflasi konsumen untuk satu tahun ke depan turun ke 4% dari 4,3%, sementara ekspektasi lima tahun bertahan di 3,3%. Penurunan ekspektasi inflasi jangka pendek ini memberi sedikit ketenangan pasar, tetapi tidak mampu mengalahkan penekanan Warsh pada stabilitas harga.
Peluang Kenaikan Suku Bunga Bergerak Cepat
Sinyal hawkish Warsh langsung mengguncang ekspektasi pasar terhadap suku bunga. Menurut CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September mencapai 56%, naik tajam dari 36% sebelum pidato Warsh berlangsung.
Segera setelah pidatonya, pasar uang sempat mematok peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan 16 September sebesar 50%. Investor kemudian memangkas peluang tersebut menjadi sekitar 44%. Untuk pertemuan Desember, pasar justru melihat peluang kenaikan mencapai 82%, menurut data Prime Terminal. Pergeseran ekspektasi ini menunjukkan bahwa pelaku pasar semakin yakin siklus pengetatan The Fed akan berlanjut hingga akhir tahun.
Dolar Menguat, Emas Kehilangan Daya Tarik
Penguatan dolar menjadi salah satu tekanan utama bagi harga emas. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai dolar terhadap enam mata uang utama, naik lebih dari 0,38%. DXY berada di level 99,49, didukung oleh lonjakan imbal hasil obligasi AS.
Yield Treasury AS tenor 10 tahun naik 1,5 basis poin ke level 4,686%. Kenaikan yield ini membuat instrumen berbunga tetap semakin menarik dibanding emas yang tidak memberikan imbal hasil apa pun. Akibatnya, tekanan jual pada emas pun semakin besar sepanjang sesi perdagangan.
Minyak dan Saham AS Bergerak Beragam
Harga minyak melonjak lebih dari 2% pada Senin setelah pasukan AS menyerang dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak, kawasan Selat Hormuz. Serangan ini menjadi serangan pertama AS terhadap Iran sejak akhir Juli. Minyak mentah Brent melonjak $2,22, atau 2,52%, ke level $90,32 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik $2,01, atau 2,41%, ke level $85,41 per barel.
Bursa saham AS sendiri ditutup melemah pada Jumat. Indeks S&P 500 turun 0,2%, Nasdaq turun 0,7%, dan Dow Jones melemah tipis. Saham produsen chip tertekan setelah reli kuat pekan sebelumnya, dengan Nvidia turun 4,6%, Broadcom melemah 0,7%, dan AMD anjlok 2,3%. Marvell jatuh 10,3% meski mencatat laba di atas ekspektasi. Di sisi lain, saham raksasa teknologi tetap mencatat kenaikan — Alphabet naik 1,5%, Microsoft bertambah 1,7%, Amazon melompat 4%, dan Meta naik 1,2%.
Outlook Emas ke Depan
Sinyal hawkish Warsh membuat pelaku pasar mempertimbangkan ulang posisi mereka di emas dalam jangka pendek. Selama ekspektasi kenaikan suku bunga tetap tinggi dan dolar terus menguat, tekanan terhadap harga emas kemungkinan besar akan berlanjut hingga keputusan resmi The Fed pada pertemuan September mendatang.
Prospek Harga Emas Senin | 31 Agustus 2026
Harga emas mengalami koreksi tajam setelah gagal mempertahankan area resistance 4.573, bahkan kini bergerak di bawah SMA 50 dan menembus trendline naik jangka menengah. RSI yang turun ke sekitar 29 menunjukkan kondisi oversold sehingga peluang rebound teknikal tetap terbuka, terutama jika harga mampu bertahan di atas support 4.407–4.367.
Skenario bullish akan menguat apabila harga kembali menembus 4.508 dan 4.541, dengan peluang menguji kembali 4.573, sedangkan jika tekanan jual berlanjut dan 4.367 ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju support 4.324.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.508 R2 4.541 R3 4.573
S1 4.407 S2 4.367 S3 4.324
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.410 |
| Profit Target Level | 4.500 |
| Stop Loss Level | 4.360 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.505 |
| Profit Target Level | 4.420 |
| Stop Loss Level | 4.545 |
Prospek Harga US Oil Senin | 31 Agustus 2025

Harga US Oil bergerak bullish setelah melakukan gap up pada awal perdagangan hari ini dan berhasil menembus resistance 84,28 yang kini berubah menjadi support terdekat. Harga juga kembali bergerak di atas SMA 50 yang mulai mengarah naik, mengindikasikan momentum positif masih terjaga, sementara RSI berada di level 61,11 dan masih berada di atas area netral 50 sehingga tekanan beli relatif dominan.
Selama harga bertahan di atas 84,28, peluang kenaikan masih terbuka menuju resistance 85,79, kemudian 87,64 dan 88,54. Sebaliknya, jika harga kembali turun dan menembus 84,28, momentum bullish akan melemah dan koreksi berpotensi mengarah ke SMA 50 serta support 82,21.
US Oil INTRADAY AREA
R1 85,79 R2 87,64 R3 88,54
S1 84,28 S2 82,21 S3 79,88
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 83,10 |
| Profit Target Level | 85,00 |
| Stop Loss Level | 82,20 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 87,60 |
| Profit Target Level | 86,00 |
| Stop Loss Level | 88,60 |
Baca analisa sebelumnya: Pidato Kevin Warsh Jadi Sorotan Pasar Hari Ini
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
