FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,70800 – 0,70000
Nasib mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS berusaha bertahan di jalur penguatannya. Namun tanda pelemahan mulai nampak pada perdagangan market kemarin. Sebelumnya mata uang Aussie mendekati level tertinggi sepuluh minggu karena Dollar AS yang secara umum melemah dan sentimen ekonomi domestik yang membaik mendukung mata uang tersebut. Dolar AS berada di bawah tekanan karena data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan mendorong para pedagang untuk mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi AS dan keunggulan imbal hasil dolar. Dolar Australia juga mendapat dukungan dari membaiknya sentimen domestik setelah Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga di 4,35% setelah tiga kali kenaikan sebelumnya di tahun ini. Indeks kepercayaan konsumen Australia meningkat ke level tertinggi dalam sembilan bulan pada bulan Agustus, memperkuat ekspektasi bahwa perekonomian tetap tangguh. Pasar kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan hari Kamis; jumlah lapangan kerja diperkirakan bertambah 15.000 pada bulan Juli setelah lonjakan signifikan sebesar 76.300 pada bulan Juni, sementara tingkat pengangguran diprediksi tetap di angka 4,4%. Data upah kuartalan juga dijadwalkan rilis pada hari Rabu, bersamaan dengan agenda pidato Deputi Gubernur RBA, Andrew Hauser.
Pivot : 0,70956
R1 : 0,71093 S1 : 0,70719
R2 : 0,71330 S2 : 0,70582
R3 : 0,71467 S3 : 0,70345
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 159,500 – 160,000
Geliat pergerakan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback terus berada di jalur pelemahannya. Bahkan Yen Jepang melemah dan sentuh level 159,770, membalikkan penguatan dari sesi sebelumnya di tengah meningkatnya kekhawatiran fiskal dan tekanan inflasi yang terus berlanjut. Rencana pemerintahan Takaichi untuk memangkas pajak konsumsi atas bahan makanan menjadi 1% selama dua tahun telah memicu kekhawatiran pasar; pemerintah belum menentukan sumber pendapatan alternatif, dan langkah tersebut dipandang sebagai respons yang tidak efektif terhadap inflasi serta mungkin tidak menghasilkan stabilitas harga jangka panjang. Pasar juga tetap khawatir tentang tingginya biaya energi, yang membebani ekonomi dan mata uang Jepang yang bergantung pada minyak. Selain itu, yen terus menghadapi tekanan akibat besarnya selisih suku bunga, karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang diimbangi oleh kenaikan serupa pada imbal hasil Treasury AS. Di sisi lain, pelaku pasar semakin berspekulasi mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga Bank of Japan pada bulan September guna mendukung nilai tukar yen dan meredam inflasi.
Pivot : 159,538
R1 : 159,825 S1 : 159,306
R2 : 160,057 S2 : 159,019
R3 : 160,344 S3 : 158,787
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3569 – 1.3584
Pounds tertekan oleh angka pengangguran yang tetap tinggi pada Selasa kemarin. Unemployment rate Inggris bertahan di angka 4.9% diatas perkiraan. GBP/USD melemah tipis dan bergerak di kisaran pertengahan 1,3500 menjelang rilis penting hari ini. Inggris akan merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk Juli pada awal Rabu, dengan ekspektasi angka tahunan headline naik lebih tinggi. Data yang panas berpotensi menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga Bank of England (BoE) dan mengangkat Poundsterling. Sebaliknya, data yang lembek akan membuat Sterling rentan tertekan. Disisi lain indeks Dollar AS (DXY) bertahan kuat di kisaran 99,60 pada perdagangan Selasa, karena permintaan aset aman meningkat akibat ketegangan yang terus membayangi Selat Hormuz. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang akan didukung oleh rilis data Indeks Harga Konsumen Inggris yang diperkirakan akan mengalami kenaikan.
Open : 1.3531 Pivot 1.3534
R1 : 1.3530 S1 : 1.3515
R2 : 1.3569 S2 : 1.3500
R3 : 1.3584 S3 : 1.3481
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1697 – 1.1607
Euro ditutup sedikit melemah pada perdagangan Selasa kemarin. EUR/USD bergerak lesu dan bertahan dalam rentang sempit di kisaran 1,1580 karena Dolar AS masih memegang kendali. Pasangan ini akan menghadapi pagi perdagangan Eropa yang sibuk pada Rabu. Zona Euro akan merilis data HICP final untuk Juli, dan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde dijadwalkan berpidato pada hari yang sama. Disisi lain Indeks Dollar AS (DXY) bertahan kuat di kisaran 99,60 pada perdagangan Selasa, karena permintaan aset aman meningkat akibat ketegangan yang terus membayangi Selat Hormuz. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang akan didukung data ekonomi kawasan yang cenderung kuat.
Open : 1.1574 Pivot : 1.1575
R1 : 1.1585 S1 : 1.1563
R2 : 1.1597 S2 : 1.1554
R3 : 1.1607 S3 : 1.1542
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.8074 – 0.8058
Swiss Franc kembali tertekan oleh penguatan U.S Dollar. Indeks Dollar AS (DXY) bertahan kuat di kisaran 99,60 pada perdagangan Selasa, karena permintaan aset aman meningkat akibat ketegangan yang terus membayangi Selat Hormuz. Pejabat perunding utama Iran kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap tertutup sampai Washington memenuhi syarat kesepakatan interim yang sudah kedaluwarsa. “Selat Hormuz akan tetap tertutup sampai Washington memenuhi syarat kesepakatan interim,” tegasnya. Untuk perdagangan hari ini CHF diperkirakan dapat menguat terhadap U.S Dollar yang akan didukung oleh rilisnya data Industrial Production Swiss di kuartal ke-2 yang akan mengalami perbaikan. Namun penguatan Franc Swiss akan terbatas oleh penguatan Dollar AS di tengah ketegangan selat Hormuz.
Open : 0.8120 Pivot : 0.8113
R1 : 0.8136 S1 : 0.8097
R2 : 0.8153 S2 : 0.8074
R3 : 0.8175 S3. : 0.8058
DXY
Opportunity: Bullish Range 99,600 – 99,800
Kondisi mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya mengalami tekanan yang terbatas dan sementara. Namun pada akhirnya ditutup dengan penguatan yang terbatas. Hal tersebut tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang naik sedikit dan sentuh level 99,693. Posisi Dollar AS ini berfluktuasi di dekat level terendah dua bulan karena para pedagang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini menyusul serangkaian data ekonomi AS yang lemah. Data yang dirilis pekan lalu menunjukkan penurunan pada penjualan ritel dan sentimen konsumen AS, sementara tingkat inflasi tetap rendah. Pasar kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan kebijakan tetap stabil pada bulan September dan tidak lagi sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga pada akhir tahun, tidak seperti seminggu yang lalu. Investor juga menantikan risalah pertemuan The Fed bulan Juli serta pernyataan Ketua Kevin Warsh dalam simposium tahunan Jackson Hole untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek kebijakan. Sementara itu, para pelaku pasar tetap mewaspadai risiko inflasi karena prospek kesepakatan baru antara AS dan Iran meredup setelah Presiden Donald Trump menyatakan tidak tertarik untuk memperpanjang kesepakatan damai sementara.
Pivot : 99,620
R1 : 99,719 S1 : 99,547
R2 : 99,792 S2 : 99,448
R3 : 99,891 S3 : 99,375

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke 64,700
Indeks Nikkei 225 turun 2,9% menjadi sekitar 65.500, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 2,4% menjadi 4.040 pada hari Rabu, dengan saham Jepang merosot untuk sesi kedua berturut-turut karena aksi jual di sektor semikonduktor dan saham teknologi lainnya semakin intensif. Saham lokal juga mengikuti penurunan di Wall Street semalam, di mana produsen chip yang terkait dengan AI berada di bawah tekanan jual yang berat. Sementara itu, imbal hasil obligasi global yang tinggi dan kenaikan harga minyak semakin meredam sentimen investor, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun Jepang naik ke level tertinggi 30 tahun minggu ini. Penurunan yang signifikan tercatat di antara perusahaan-perusahaan Jepang yang sangat terpapar pada rantai pasokan AI global, termasuk Kioxia Holdings (-10%), Furukawa Electric (-9,8%), Advantest (-4,4%), Tokyo Electron (-4,7%), dan Fujikura (-8,4%). Saham keuangan dan konsumen juga turun, dengan Mitsubishi UFJ kehilangan 4% dan Toyota Motor turun 2%.
Pivot : 62,930
R1 : 64,550 S1 : 62,085
R2 : 65,395 S2 : 60,465
R3 : 67,015 S3 : 59,620
HANGSENG
Opportunity: Bullish ke 26,270
Indeks Hang Seng sedikit berubah, naik tipis 0,1% dan ditutup pada 25.471 pada hari Selasa, setelah berfluktuasi antara kenaikan dan penurunan selama sesi perdagangan karena pelaku pasar mempertimbangkan ketidakpastian geopolitik yang kembali muncul dan harga minyak yang lebih tinggi dibandingkan dengan minat yang berkelanjutan pada saham teknologi dan semikonduktor Tiongkok. Minyak mentah Brent naik di atas $91 per barel setelah gencatan senjata AS-Iran berakhir, memicu kekhawatiran akan biaya energi yang lebih tinggi. Kinerja yang beragam semalam di Wall Street juga membebani sentimen. Di antara saham-saham individual, Xiaomi tetap menjadi fokus menjelang laporan pendapatan kuartalannya setelah hasil yang kuat dapat memperpanjang reli harga saham kuartalan terbaik perusahaan dalam lebih dari setahun, asalkan perusahaan meyakinkan investor bahwa kenaikan biaya material terkendali. Sementara itu, sentimen tetap terkendali menyusul data ekonomi Juli dari Tiongkok yang lebih lemah dari perkiraan yang dirilis sehari sebelumnya. Saham yang mengalami penurunan signifikan adalah Z.AI Co. (-13,3%) dan MiniMax (-5,0%), sementara SMIC (0,9%) dan Xiaomi (1,2%) mengalami kenaikan.
Pivot : 25,894
R1 : 26,141 S1 : 25,762
R2 : 26,273 S2 : 25,515
R3 : 26,520 S3 : 25,383
NASDAQ
Opportunity: Buy Limit: 28,261| SL: 28,150 | TP: 28,600
Kontrak berjangka saham AS sedikit turun pada hari Rabu setelah indeks utama mengalami penurunan pada sesi sebelumnya di tengah aksi jual besar-besaran di saham semikonduktor dan teknologi lainnya. Kenaikan imbal hasil obligasi global dan harga minyak yang lebih tinggi juga meredam sentimen, dengan imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun mencapai level tertinggi 19 tahun minggu ini. Di bidang geopolitik, AS dan Iran menunjukkan sedikit indikasi untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat. Dalam perdagangan reguler pada hari Selasa, Dow Jones turun 0,22%, S&P 500 turun 0,69%, dan Nasdaq Composite anjlok 1,33%, dengan ketiga indeks acuan tersebut mengalami penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut. Produsen chip yang terkait dengan AI mengalami kerugian besar, termasuk Micron (-7%), Sandisk (-9%), Nvidia (-2,3%), Intel (-6,6%), dan AMD (-4,3%). Investor kini menunggu risalah dari pertemuan Federal Reserve bulan Juli, bersama dengan laporan pendapatan dari peritel besar termasuk Target, TJX, dan Lowe’s.
Pivot : 27,969.50
R1 : 28,707.00 S1 : 27,586.25
R2 : 29,090.25 S2 : 26,848.75
R3 : 29,827.75 S3 : 26,465.50

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Peluang koreksi menguji support 4.310. Namun trend masih bullish selama bertahan di atas support tersebut.
Harga emas bergerak melemah pada perdagangan Rabu dan diperdagangkan di bawah level US$4.350 per troy ounce setelah sebelumnya mengalami penurunan hampir 2%. Tekanan terhadap emas terutama berasal dari kenaikan imbal hasil obligasi global yang membuat aset berbunga menjadi relatif lebih menarik sekaligus meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Di Amerika Serikat, yield Treasury tenor 30 tahun mencapai level tertinggi dalam 19 tahun pada pekan ini, sementara imbal hasil obligasi negara-negara utama lainnya juga meningkat ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Kenaikan yield tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal global serta tekanan inflasi yang masih persisten.
Pergerakan emas juga terbebani oleh kenaikan harga minyak yang berpotensi memperkuat tekanan inflasi. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda meningkatkan risiko gangguan pasokan energi, khususnya terkait aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Kondisi tersebut dapat mempertahankan tekanan inflasi global dan pada akhirnya membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter. Dari sisi kebijakan, pasar kini menantikan risalah rapat Federal Reserve pada Juli serta pernyataan Chairman Kevin Warsh dalam simposium tahunan Jackson Hole. Kedua agenda tersebut akan menjadi perhatian utama karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS dan menentukan sentimen terhadap emas dalam jangka pendek.
Pivot : 4.367
R1 4.367 R2 4.407 R3 4.444
S1 4.310 S2 4.264 S3 4.223
Oil
Opportunity : Bullish selama bertahan di atas support 82,62, testing resistance 86,14.
Harga minyak mentah menguat di atas US$85 per barel pada perdagangan Rabu, melanjutkan kenaikan untuk sesi keempat berturut-turut. Penguatan harga terutama didorong oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Tidak adanya indikasi negosiasi yang berjalan antara Washington dan Teheran membuat risiko gangguan terhadap arus perdagangan energi melalui Selat Hormuz tetap tinggi. Presiden Donald Trump menyatakan tidak terdapat negosiasi yang sedang berlangsung dengan Iran dan mengonfirmasi bahwa blokade laut AS masih berlaku.
Meskipun Trump menyebut Selat Hormuz telah terbuka dan ranjau telah dibersihkan, aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut masih terbatas sehingga risiko terhadap pasokan dan distribusi minyak tetap tinggi. Pasukan Iran juga dilaporkan meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut. Sepanjang bulan ini, telah dilaporkan delapan serangan terhadap kapal yang melakukan transit di Selat Hormuz, termasuk kapal yang memiliki keterkaitan dengan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Perkembangan tersebut memperbesar premi risiko geopolitik dalam harga minyak dan menjadi katalis utama bagi penguatan harga.
Dari sisi fundamental domestik AS, data industri menunjukkan persediaan minyak mentah turun sebesar 328 ribu barel pada pekan terakhir setelah sebelumnya meningkat tajam sebesar 9,07 juta barel. Penurunan persediaan tersebut memberikan dukungan tambahan terhadap harga, meskipun dampaknya relatif lebih kecil dibandingkan faktor geopolitik yang saat ini mendominasi pasar.
Pivot: 82,68
R1 86,14 S1 82,68
R2 87,63 S2 81,24
R3 89,19 S3 79,88
DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Rabu, 19 Agustus 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Fibonacci jadi Acuan Menentukan Area Entry Emas Jelang FOMC Minutes
Catat jam dan waktunya ya!
| Rabu, 19 Agustus 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
