FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,70900 – 0,71500
Pasca gagalnya pembicaraan akhir pekan lalu, mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback sempat mengalami pelemahan. Bahkan Aussie turun dari level tertinggi tiga minggu karena runtuhnya pembicaraan perdamaian AS-Iran dan eskalasi di sekitar Selat Hormuz memicu sentimen penghindaran risiko secara global dan memperkuat Dollar AS. Namun begitu ada pergerakan Dollar AS yang melemah, Aussie perlahan mengarah ke penguatan. Langkah tersebut menyusul rencana AS untuk membatasi pengiriman melalui Selat setelah pembicaraan akhir pekan yang gagal dengan Iran, yang mendorong harga minyak lebih tinggi dan meningkatkan risiko inflasi global. Lonjakan biaya energi memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral dapat menunda pemotongan suku bunga atau bahkan memperketat lebih lanjut. Di Australia, RBA (Reserve Bank of Australia) telah menaikkan suku bunga dua kali tahun ini menjadi 4,10%, dan pasar memperkirakan kenaikan lagi pada bulan Mei dan melihat suku bunga mendekati 4,65% pada akhir tahun. Kehati-hatian kini meningkat menjelang data pasar tenaga kerja minggu ini setelah angka pengangguran secara tak terduga naik ke level tertinggi dalam tiga bulan. Reli dolar Australia terhadap dolar Selandia Baru yang berlangsung sepanjang tahun juga menunjukkan tanda-tanda mencapai puncaknya setelah RBNZ bersikap lebih hawkish. Para pedagang kini menantikan pernyataan Wakil Gubernur RBA Hauser untuk mendapatkan sinyal apakah kebijakan tetap se-hawkish seperti negara-negara lain.
Pivot : 0,70595
R1 : 0,71331 S1 : 0,70190
R2 : 0,71736 S2 : 0,69454
R3 : 0,72472 S3 : 0,69049
USDJPY
Opportunity: Bearish Range 159,300 – 158,500
Masih berlangsungnya ketegangan di Timur Tengah membuat pergerakan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS masih berada di jalur pelemahannya. Dimana Yen tertekan untuk sesi ketiga berturut-turut karena harga minyak melonjak lagi setelah AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan selama negosiasi perdamaian di Islamabad pada akhir pekan. Namun tanda penguatan Yen kembali muncul meski terbatas dan sementara di tengah pelemahan Dollar AS. Presiden Donald Trump juga mengumumkan rencana untuk memblokade Selat Hormuz dan dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan terhadap Iran, mengancam akan memperburuk krisis energi global. Konflik yang berkepanjangan mempersempit ruang lingkup Bank Sentral Jepang untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat karena para pembuat kebijakan terpecah antara mereka yang fokus pada meningkatnya risiko inflasi dan mereka yang khawatir tentang risiko penurunan pertumbuhan. Bank sentral akan mengadakan pertemuan kebijakan pada tanggal 27-28 April. Sementara itu, Menteri Ekonomi Ryosei Akazawa mencatat bahwa kebijakan moneter BOJ dapat digunakan sebagai alat untuk mengekang inflasi dengan mendukung penguatan yen. Mata uang tersebut kini berada di dekat level kunci 160 per dolar, yang sebelumnya memicu intervensi oleh otoritas pada Juli 2024.
Pivot : 159,522
R1 : 159,761 S1 : 159,192
R2 : 160,091 S2 : 158,953
R3 : 160,330 S3 : 158,623
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3536 – 1.3575
Pounds berhasil menguat setelah tertekan di awal sesi perdagangan Senin kemarin. Penguatan mata-uang Poundsterling terjadi di tengah ketidakpastian geopolitik setelah gagal mendapatkan kesepakatan antara AS- Iran. Walaupun negosiasi gagal, gencatan senjata selama dua minggu masih berlangsung dan dinilai tetap berjalan baik oleh Donald Trump. Kondisi ini menjaga ekspektasi bahwa dialog lanjutan masih mungkin terjadi dalam waktu dekat. Dengan kondisi tersebut penguatan U.S Dollar yang menjadi safe haven tidak berlanjut secara signifikan. GBP masih berpeluang untuk menguat pada perdagangan hari ini memanfaatkan gencatan senjata yang sedang berlangsung selama dua pekan.
Open : 1.3500 Pivot 1.3459
R1 : 1.3508 S1 : 1.3429
R2 : 1.3536 S2 : 1.3380
R3 : 1.3575 S3 : 1.3320
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1806 – 1.1837
Euro kembali menguat pada perdagangan Senin kemarin. Euro sempat tertekan di awal sesi perdagangan Asia namun dapat kembali menguat hingga penutupan sesi perdagangan Amerika. Walaupun negosiasi gagal, gencatan senjata selama dua minggu masih berlangsung dan dinilai tetap berjalan baik oleh Donald Trump. Kondisi ini menjaga ekspektasi bahwa dialog lanjutan masih mungkin terjadi dalam waktu dekat. Dengan kondisi tersebut penguatan U.S Dollar yang menjadi safe haven tidak berlanjut secara signifikan. GBP masih berpeluang untuk menguat pada perdagangan hari ini memanfaatkan gencatan senjata yang sedang berlangsung selama dua pekan. Disisi lain tekanan tingkat Inflasi AS juga menekan laju penguatan Dollar AS.
Open : 1.1757 Pivot : 1.1726
R1 : 1.1764 S1 : 1.1702
R2 : 1.1806 S2 : 1.1663
R3 : 1.1837 S3 : 1.1609
USDCHF
Opportunity : Bearsh menuju : 0.7791 – 0.7747
Swiss Franc ditutup menguat pada perdagangan Senin kemarin. Swiss Franc sempat tertekan di awal perdagangan sesi Asia, namun dapat kembali menguat hingga penutupan sesi perdagangan Amerika. Negosiasi upaya gencatan senjata AS-Iran yang diakhiri tanpa kesepakatan mendorong mata-uang Swiss Franc di buka lebih rendah. Namun dengan adanya gencatan senjata selama dua pekan dinilai berjalan dengan baik oleh Donald Trump. Kondisi ini menjaga ekspektasi bahwa dialog lanjutan masih mungkin terjadi dalam waktu dekat. CHF masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang disebabkan oleh tekanan tingkat Inflasi AS yang tinggi akan menekan nilai mata-uang U.S Dollar.
Open : 0.7827 Pivot : 0.7869
R1 : 0.7893 S1 : 0.7830
R2 : 0.7933 S2 : 0.7791
R3 : 0.7960 S3. : 0.7747
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.39025 dengan target 1.38794 dan stop loss diatas 1.39488
Secara struktur, USDCAD masih berada dalam uptrend yang valid, ditandai dengan pola higher high dan higher low yang konsisten sejak pertengahan Maret. Namun, pergerakan terakhir menunjukkan fase retracement setelah harga gagal melanjutkan kenaikan di area 1.39400 dan saat ini terkoreksi menuju area keseimbangan di sekitar pivot 1.38871. Secara teknikal, posisi harga di area pivot ini menjadi titik krusial karena menentukan apakah tren bullish akan berlanjut atau justru terjadi koreksi lebih dalam.
Open price :1.38722 Pivot :1.38871
R1: 1.39025 S1: 1.38562
R2: 1.39334 S2: 1.38408
R3: 1.39488 S3: 1.38099
DXY
Opportunity: Bearish Range 98,300 – 98,000
Kondisi mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya mengalami penguatan yang tertahan. Pelemahan Dollar AS ini terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang terus merosot dan sentuh level terendah hariannya 98,364. Tertekannya Dollar AS ini karena investor beralih ke aset yang lebih berisiko, didorong oleh optimisme bahwa kesepakatan antara AS dan Iran pada akhirnya dapat tercapai. Meskipun AS gagal mencapai kesepakatan dengan Iran pada akhir pekan, yang menyebabkan Presiden Trump mengumumkan blokade yang menargetkan pengiriman minyak Iran, ia kemudian mengindikasikan bahwa Iran telah melakukan kontak dan sekarang berupaya untuk melanjutkan negosiasi.
Pivot : 98,640
R1 : 98,916 S1 : 98,097
R2 : 99,459 S2 : 97,821
R3 : 99,735 S3 : 97,278

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 58,300
Indeks Nikkei 225 turun 0,88% dan ditutup pada 56.430 pada hari Senin, mengembalikan sebagian dari keuntungan pekan lalu karena harga minyak melonjak setelah kegagalan negosiasi AS-Iran pada akhir pekan di Islamabad. Presiden Donald Trump juga mengumumkan rencana blokade Selat Hormuz dan dilaporkan mempertimbangkan serangan baru terhadap Iran, meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi yang lebih luas dalam krisis energi global. Di Jepang, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) 10 tahun acuan naik menjadi sekitar 2,49%, level tertinggi sejak 1997, karena melonjaknya biaya energi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan dalam waktu dekat. Sementara itu, Menteri Ekonomi Ryosei Akazawa mencatat bahwa kebijakan moneter BOJ dapat digunakan sebagai alat untuk mengekang inflasi dengan mendukung penguatan yen. Kerugian yang signifikan terlihat pada saham-saham unggulan indeks seperti Furukawa Electric (-1,1%), Tokyo Electron (-3,6%), Sumitomo Electric (-6,2%), Ibiden Co (-5,1%), dan Sony Group (-2,2%).
Pivot : 57,153
R1 : 58,186 S1 : 56,023
R2 : 58,718 S2 : 55,588
R3 : 60,283 S3 : 54,023
HANGSENG
Opportunity: Koreksi ke area: 27,000
Indeks Hang Seng turun 232 poin, atau 0,9%, dan ditutup pada 25.661 pada hari Senin, membalikkan kenaikan dari reli minggu lalu karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mendorong kenaikan tajam harga minyak. Pasar berada di bawah tekanan karena investor mempertimbangkan kembali risiko pasokan setelah runtuhnya perundingan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, bersamaan dengan pengumuman Washington tentang blokade Selat Hormuz. Indeks acuan juga mengikuti sinyal regional yang lebih lemah, dengan futures AS menunjukkan penurunan di tengah volatilitas yang meningkat di pasar energi global. Kerugian sebagian diimbangi oleh kenaikan saham energi, industri, dan material. Namun, pelemahan saham teknologi dan perusahaan pialang yang berbobot besar membebani indeks di tengah keengganan risiko yang lebih luas dan meningkatnya kekhawatiran inflasi. Saham-saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain Tencent Holdings (-2,9%), AIA Group Limited (-1,7%), Xiaomi Corporation (0,8%), Semiconductor Manufacturing (-1,9%), dan Meituan Class (-1,3%).
Pivot : 27,272
R1 : 27,428 S1 : 27,125
R2 : 27,575 S2 : 26,969
R3 : 27,878 S3 : 26,666
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 25,385| SL: 25,285 | TP: 25,800
Saham-saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Senin, mengikuti sedikit penurunan harga minyak acuan dan penurunan imbal hasil karena investor berharap kesepakatan akhirnya akan tercapai antara AS dan Iran. S&P 500 dan Nasdaq 100 naik lebih dari 1% karena reli perusahaan di sektor perangkat lunak dan aplikasi, sementara Dow naik lebih dari 300 poin. Meskipun AS gagal mencapai kesepakatan dengan Iran selama akhir pekan, yang mendorong Presiden Trump untuk mengumumkan blokade yang menargetkan pengiriman minyak Iran, Trump kemudian menyatakan bahwa Iran telah menghubungi dan sekarang berupaya untuk melanjutkan negosiasi. Oracle melonjak lebih dari 12% dan Palantir, Crowdstrike, dan ServiceNow naik lebih dari 5%. Sementara itu, bank dan manajer aset menunjukkan hasil yang beragam menjelang laporan pendapatan mereka minggu ini, yang akan mengungkap risiko pada imbal hasil yang lebih tinggi dan kerentanan terhadap tekanan kredit swasta. Goldman Sachs adalah yang pertama melaporkan, merosot hingga 4% karena gagal memenuhi perkiraan pendapatan untuk pendapatan tetap, mata uang, dan perdagangan komoditas.
Pivot : 25,342.17
R1 : 25,771.08 S1 : 25,126.33
R2 : 25,986.92 S2 : 24,697.42
R3 : 26,631.67 S3 : 24,052.67

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish selama bertahan di atas 4.700 Namun, kenaikan sepertinya akan terbatas pada kisaran resistance 4.801-4.858
Harga emas menunjukkan pemulihan pada perdagangan hari Selasa, naik hingga mendekati level USD 4.760 per ounce setelah sebelumnya mengalami tekanan. Kenaikan ini didorong oleh perubahan sentimen pasar menyusul sinyal diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka peluang dimulainya kembali negosiasi untuk mencapai gencatan senjata jangka panjang. Pernyataan dari Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan bahwa Iran telah lebih dulu menghubungi pihak Washington memberikan optimisme bahwa ketegangan geopolitik dapat mereda dalam waktu dekat.
Dari sisi Iran, Presiden Masoud Pezeshkian juga mengindikasikan kesiapan untuk melanjutkan dialog, selama proses tersebut tetap berada dalam kerangka hukum dan regulasi internasional. Harapan terhadap stabilitas geopolitik ini memicu perubahan aliran dana di pasar, di mana sebagian investor mulai mengurangi posisi safe haven mereka.
Pivot : 4.700
R1 4.801 R2 4.858 R3 4.899
S1 4.700 S2 4.644 S3 4.595
Silver
Opportunity : Buy stop di 76.423 dengan target 77.609 dan stop loss dibawah 73.900
Pada XAGUSD, struktur besar masih menunjukkan downtrend, namun pergerakan terbaru memperlihatkan fase pullback bullish yang cukup kuat dari area bawah sekitar 68–70 hingga saat ini mendekati resistance penting. Kenaikan ini lebih bersifat korektif daripada pembalikan tren, karena belum ada perubahan struktur menjadi higher high yang signifikan pada timeframe H4. Saat ini harga bergerak di sekitar pivot 75.041 dan mendekati resistance 76.273, yang menjadi area kunci untuk menentukan arah selanjutnya.
Open price :75.003 Pivot :75.041
R1: 76.273 S1: 73.900
R2: 77.374 S2: 72.628
R3: 78.646 S3: 71.527
Oil
Opportunity : Harga saat ini mulai mendekati area support 95,27, sehingga terdapat peluang rebound untuk menguji resistance di kisaran 100,39–102,58. Namun, selama harga masih berada di bawah area tersebut, tren keseluruhan tetap cenderung bearish.
Harga minyak mentah dunia, khususnya WTI, mengalami koreksi tajam pada hari Selasa dengan penurunan lebih dari 2% hingga berada di bawah level USD 97 per barel. Pelemahan ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat menguat, seiring munculnya harapan baru terhadap potensi tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran terkait gencatan senjata jangka panjang.
Sentimen pasar berubah setelah kedua negara menunjukkan sinyal keterbukaan untuk melanjutkan negosiasi. Pernyataan Presiden Donald Trump yang mengungkapkan bahwa Iran telah menginisiasi komunikasi, serta respons positif dari Presiden Masoud Pezeshkian, memberikan indikasi bahwa ketegangan dapat mereda. Meskipun pembicaraan sebelumnya yang berlangsung selama 21 jam belum menghasilkan kesepakatan, peluang dialog lanjutan cukup untuk menekan premi risiko geopolitik di pasar minyak.
Pivot: 100,39
R1 105,58 S1 95,27
R2 102,58 S2 91,06
R3 100,39 S3 86,38
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Selasa, 14 April 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Setup Trading S&R: Menanti Momentum dari Data PPI AS
Catat jam dan waktunya ya!
| Selasa, 14 April 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
