Market Summary
Peluang Trading GBP/USD menjadi perhatian utama pelaku pasar menjelang pengumuman kebijakan moneter Bank of England (BoE). Bank sentral Inggris diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,75%, namun pernyataan yang menyertai keputusan tersebut berpotensi menjadi penggerak utama pergerakan pound sterling terhadap dolar AS.
Di sisi lain, penguatan dolar AS setelah pertemuan Federal Reserve membuat pasangan GBP/USD menghadapi tekanan tambahan. Kombinasi antara sikap hati-hati BoE dan sinyal hawkish dari The Fed dapat menciptakan volatilitas tinggi dalam perdagangan mata uang ini.
BoE Diperkirakan Tahan Suku Bunga
Mayoritas pelaku pasar memperkirakan BoE akan mempertahankan suku bunga pada level 3,75%. Bank sentral masih mencermati dampak kenaikan harga energi yang dipicu konflik Timur Tengah terhadap prospek inflasi Inggris.
Inflasi Inggris memang masih berada di atas target 2% yang ditetapkan BoE. Namun, data terbaru menunjukkan inflasi tetap bertahan di level 2,8% pada Mei, sama seperti bulan sebelumnya. Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan perkiraan BoE sebelumnya.
Perkembangan geopolitik turut memberikan sedikit ruang bagi pembuat kebijakan. Munculnya peluang kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat membuka kembali Selat Hormuz berpotensi mengurangi risiko lonjakan harga energi global. Meski demikian, BoE tetap mewaspadai kemungkinan perusahaan meneruskan kenaikan biaya produksi kepada konsumen yang dapat mempertahankan tekanan inflasi dalam jangka lebih panjang.
Kondisi Pasar Tenaga Kerja Inggris Mulai Stabil
Data ketenagakerjaan terbaru memberikan sinyal positif bagi perekonomian Inggris. Jumlah pekerja yang menerima gaji meningkat 2.000 orang pada Mei menjadi 30,3 juta pekerja. Kenaikan ini menjadi peningkatan bulanan pertama setelah tiga bulan berturut-turut mengalami penurunan akibat lonjakan harga bahan bakar yang dipicu gejolak Timur Tengah.
Meski demikian, secara tahunan jumlah pekerja masih turun 119.000 orang atau sekitar 0,4%. Sektor akomodasi dan layanan makanan mencatat penurunan terbesar, sementara sektor administrasi dan layanan pendukung menunjukkan peningkatan paling signifikan.
Sementara itu, pertumbuhan upah tetap cukup kuat. Median gaji bulanan naik 4,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi £2.626. Kenaikan upah yang masih solid dapat menjadi faktor yang membuat BoE berhati-hati untuk segera melonggarkan kebijakan moneternya karena berpotensi menjaga tekanan inflasi jasa tetap tinggi.
Dolar AS Menguat Setelah Sinyal Hawkish The Fed
Faktor eksternal yang memengaruhi peluang trading GBP/USD berasal dari Amerika Serikat. Indeks dolar AS bertahan di atas level 100 setelah melonjak hampir 1% pada sesi sebelumnya menyusul keputusan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga.
Meskipun tidak mengubah suku bunga, The Fed memberikan sinyal yang lebih hawkish. Separuh anggota FOMC kini memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga pada tahun 2026. Selain itu, bank sentral AS juga menaikkan proyeksi inflasi secara signifikan seiring dampak ekonomi dari konflik Timur Tengah.
Ketua The Fed, Kevin Warsh, menegaskan bahwa inflasi masih berada di atas target 2% selama beberapa tahun terakhir. Ia juga menekankan komitmen Federal Reserve untuk mengembalikan stabilitas harga. Pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS dapat bertahan lebih tinggi dalam periode yang lebih lama.
Perkembangan Geopolitik Jadi Faktor Tambahan
Perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan geopolitik setelah Presiden Donald Trump menandatangani kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang dengan Iran dan membuka kembali Selat Hormuz.
Jika implementasi kesepakatan tersebut berjalan lancar, risiko gangguan pasokan energi global dapat berkurang. Kondisi ini berpotensi meredakan tekanan inflasi baik di Inggris maupun Amerika Serikat. Namun, pasar masih menunggu kepastian mengenai langkah konkret Iran dalam membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.
Outlook GBP/USD Menjelang Keputusan BoE
Peluang Trading GBP/USD dalam jangka pendek akan sangat dipengaruhi oleh nada pernyataan Bank of England. Jika BoE menunjukkan sikap yang lebih hawkish dan menegaskan kekhawatiran terhadap inflasi, pound sterling berpotensi mendapatkan dukungan.
Sebaliknya, jika BoE memberikan sinyal bahwa inflasi mulai terkendali dan membuka peluang pelonggaran kebijakan pada pertemuan mendatang, tekanan terhadap pound dapat meningkat. Di saat yang sama, penguatan dolar AS akibat sikap hawkish The Fed masih menjadi faktor utama yang berpotensi membatasi kenaikan GBP/USD.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa GBP/USD masih bergerak dalam tren bearish pada time frame H4 dengan level pivot berada di 1.3305. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpotensi berlanjut dengan target support terdekat di 1.3210. Jika support ini berhasil ditembus, penurunan berikutnya berpeluang mengarah ke area support 1.3160 hingga 1.3120.
Sebagai skenario alternatif, apabila GBP/USD mampu menembus level pivot 1.3305 dan berlanjut melewati resistance 1.3320, maka peluang pemulihan akan semakin terbuka dengan target kenaikan menuju resistance berikutnya di 1.3365.
Resistance 1: 1.3305 Resistance 2: 1.3320 Resistance 3: 1.3365
Support1: 1.3210 Support 2: 1.3160 Support 3: 1.3120
Baca juga: Peluang Trading US Oil Pasca Kesepakatan Damai AS-Iran
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
