FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,72100 – 0,72500
Keperkasaan mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Greenback terus berlangsung. Bahkan mata uang Aussie saat ini mendekati level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, seiring sinyal yang semakin hawkish dari Reserve Bank of Australia (RBA) yang meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan bulan ini. Asisten Gubernur RBA, Sarah Hunter, menyatakan bahwa dewan gubernur tidak dapat mentoleransi inflasi yang terus berada di atas target dalam jangka waktu lama dan mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut jika tekanan harga terbukti lebih kuat dari perkiraan. Pasar kini memperkirakan adanya peluang sekitar 69% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,60% pada pertemuan tanggal 29 September—angka yang melonjak tajam dari kurang dari 10% sebulan yang lalu—sementara langkah kebijakan untuk bulan November sudah sepenuhnya diperhitungkan oleh pasar. Mata uang tersebut juga diuntungkan oleh pelemahan dolar AS secara luas serta terus menguat terhadap euro, yang sempat merosot ke level terendah dalam hampir dua tahun. Namun, hambatan domestik membatasi kenaikan lebih lanjut, dengan kondisi bisnis NAB jatuh ke level terendah enam tahun pada bulan Agustus dan sentimen konsumen menurun tajam pada bulan September di tengah kekhawatiran atas biaya pinjaman yang lebih tinggi, harga bahan bakar, dan melemahnya pasar perumahan.
Pivot : 0,72167
R1 : 0,72293 S1 : 0,72033
R2 : 0,72427 S2 : 0,71907
R3 : 0,72553 S3 : 0,71773
USDJPY
Opportunity: Bearish Range 153,700 – 153,000
Berlanjutnya penguatan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS, terus mewarnai pergerakan market. Bahkan saat ini Yen mencapai titik terkuatnya sejak Februari dan membalikkan tren pelemahan yang sempat menyeret mata uang tersebut ke level terendah dalam 40 tahun pada bulan Juli. Reli tersebut dipicu oleh pelepasan carry trade, ekspektasi repatriasi modal, dan meningkatnya tekanan politik AS agar Jepang mendukung yen melalui kebijakan moneter yang lebih ketat. Pasar kini memperkirakan Bank Sentral Jepang akan menaikkan suku bunga bulan ini, dengan seorang penasihat ekonomi Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan bank sentral kemungkinan akan menaikkan suku bunga pada bulan September dan memberikan kenaikan lagi pada Januari tahun depan. Pernyataan tersebut menyoroti semakin meningkatnya kesadaran dalam pemerintahan Takaichi, yang sebelumnya lebih menyukai pendekatan yang lunak, bahwa pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh BOJ mungkin diperlukan untuk mengekang pelemahan yen yang berlebihan. Di sisi lain, data menunjukkan kenaikan upah di Jepang mencapai laju tercepat sejak 1997, yang semakin memperkuat ekspektasi akan sikap kebijakan BOJ yang lebih hawkish.
Pivot : 153,753
R1 : 154,629 S1 : 153,092
R2 : 155,290 S2 : 152,216
R3 : 156,166 S3 : 151,555
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3581 – 1.3601
Sesuai perkiraan, Pounds ditutup menguat pada perdagangan Selasa kemarin. Pounds sempat naik ke 1,3561 sebelum mundur ke sekitar 1,3539. Pergerakan tersebut terjadi setelah sejumlah pejabat Bank of England memberikan pandangan mengenai inflasi dan suku bunga. Gubernur Bank of England Andrew Bailey menyatakan perang AS-Iran mendorong harga energi lebih tinggi. Disatu-sisi Indeks dolar AS turun ke level terendah dalam dua minggu dan ditutup melemah pada hari Selasa, Indeks Dollar AS ditutup turun 0,34% pada 98,82. Pasar forex hari ini bergerak relatif tenang sejak awal pekan. Dollar AS bertahan di sekitar 99,00 berdasarkan US Dollar Index (DXY). Pergerakan pasar masih mendapat pengaruh dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga energi, dan peningkatan yield obligasi AS. Investor kini mengalihkan perhatian ke data inflasi Amerika Serikat yang akan keluar pada Kamis dan Jumat. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini walaupun Kalender ekonomi Inggris relatif sepi hingga 11 September. Data Produk Domestik Bruto (GDP) akan menjadi perhatian utama berikutnya. Hari ini pasar akan mencermati rata-rata perubahan tenaga kerja ADP selama empat pekan. Setelah itu, perhatian beralih ke data Producer Price Index (PPI) pada Kamis. Data Consumer Price Index (CPI) pada Jumat menjadi perhatian utama karena dapat mempengaruhi ekspektasi kebijakan Federal Reserve.
Open : 1.3533 Pivot 1.3541
R1 : 1.3561 S1 : 1.3520
R2 : 1.3581 S2 : 1.3500
R3 : 1.3601 S3 : 1.3480
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1650 – 1.1665
Euro ditutup stabil pada perdagangan Selasa kemarin. Euro sempat menembus level 1,1600 seiring pelemahan Dollar AS. Pergerakan Euro juga mendapat perhatian menjelang pidato Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde. Pasar mengarahkan perhatian pada pertemuan kebijakan ECB pada 10 September. Pelaku pasar memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sepenuhnya dalam harga pasar. Kondisi tersebut membuat pergerakan EUR/USD tetap sensitif terhadap komentar Lagarde. Jika ECB memberikan sinyal kebijakan yang lebih ketat, Euro berpeluang mendapat dorongan tambahan. Disisi lain Indeks Dollar AS turun ke level terendah dalam dua minggu dan ditutup melemah pada hari Selasa, Indeks Dollar AS ditutup turun 0,34% pada 98,82. Hari ini pasar akan mencermati rata-rata perubahan tenaga kerja ADP selama empat pekan. Setelah itu, perhatian beralih ke data Producer Price Index (PPI) pada Kamis. Data Consumer Price Index (CPI) pada Jumat menjadi perhatian utama karena dapat mempengaruhi ekspektasi kebijakan Federal Reserve. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini menjelang penetapan kebijakan suku-bunga ECB pada Kamis besok.
Open : 1.1620 Pivot : 1.1622
R1 : 1.1637 S1 : 1.1609
R2 : 1.1650 S2 : 1.1594
R3 : 1.1665 S3 : 1.1581
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8140 – 0.8160
Swiss Franc masih dalam tekanan U.S Dollar pada perdagangan Selasa kemarin. Rilis laporan data Unemployment Swiss yang tetap di angka 3.1% juga membebani pergerakan Franc Swiss. Pelemahan mata-uang Swiss Franc masih dibayangi konflik AS-Iran yang memicu meningkatnya harga Energy. Kenaikan harga energi menjadi faktor penting bagi prospek inflasi. Jika harga minyak terus meningkat, tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama dan membuat ruang pelonggaran kebijakan moneter semakin terbatas. Pasar forex hari ini masih bergerak hati-hati karena investor menunggu rangkaian data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Dollar berada dalam posisi yang relatif stabil, tetapi arah berikutnya dapat berubah setelah PPI dan CPI keluar. Kenaikan harga minyak menjadi faktor tambahan yang perlu diperhatikan. Jika tekanan energi kembali meningkatkan ekspektasi inflasi, yield Treasury berpotensi naik dan memberi dukungan bagi Dollar. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini akibat konflik AS-Iran masih terus berlanjut.
Open : 0.8082 Pivot : 0.8097
R1 : 0.8117 S1 : 0.8074
R2 : 0.8140 S2 : 0.8054
R3 : 0.8160 S3 : 0.8030
DXY
Opportunity: Bearish Range 98,800 – 98,500
Tekanan terus melanda pergerakan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya. Pelemahan tersebut tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang terus menurun dan sentuh level terendah hariannya pada 98,716. Ambruknya Dollar AS ini terjadi untuk sesi kedua berturut-turut karena Yen memperpanjang penguatannya di tengah ekspektasi pengetatan moneter yang lebih agresif oleh Bank of Japan dan berlanjutnya pelepasan carry trade. Di AS, para investor mengalihkan perhatian pada data inflasi yang akan dirilis minggu ini; data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai prospek suku bunga menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve pekan depan. Saat ini, pasar memperkirakan sekitar 60% kemungkinan kenaikan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin minggu depan menyusul data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan yang dirilis pada hari Jumat. Bank Sentral Eropa (ECB) juga diperkirakan akan menaikkan suku bunga minggu ini. Sementara itu, investor terus memantau perkembangan di Timur Tengah, di mana kembali memanasnya konflik AS-Iran mendorong kenaikan harga minyak dan menjaga risiko inflasi tetap menjadi perhatian utama.
Pivot : 98,856
R1 : 98,997 S1 : 98,695
R2 : 99,158 S2 : 98,554
R3 : 99,299 S3 : 98,393

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Sell Limit di area 65.895 – 65,950
Indeks Nikkei 225 naik 0,4% menjadi di atas 66.700, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 0,6% menjadi sekitar 4.100 pada hari Selasa, dengan saham-saham Jepang yang kurang menunjukkan arah yang jelas karena yen memperpanjang penguatannya hingga mencapai level terkuat sejak Februari. Yen yang lebih kuat membebani prospek pendapatan untuk industri berorientasi ekspor Jepang sekaligus membuat aset Jepang lebih mahal bagi investor asing. Pasar juga bersiap untuk kenaikan suku bunga Bank of Japan yang diperkirakan akan terjadi, didukung oleh data ekonomi yang kuat yang menunjukkan upah bulan Juli naik dengan laju tercepat sejak 1997 dan pertumbuhan PDB kuartal kedua direvisi lebih tinggi. Sementara itu, harga minyak yang tinggi menyusul kembalinya konflik AS-Iran membuat risiko inflasi dan kekhawatiran suku bunga tetap menjadi fokus utama. Di antara saham-saham individual, SoftBank Group (4,1%), Advantest (1,4%), dan Fujikura (91,1%) mencatatkan kenaikan yang signifikan, sementara Taiyo Yuden (-5,4%), Ibiden Co (-2,4%), dan Murata Manufacturing (-4,8%) mencatatkan penurunan tajam.
Pivot : 66,092
R1 : 66,528 S1 : 65,328
R2 : 67,292 S2 : 64,892
R3 : 67,728 S3 : 64,128
HANGSENG
Opportunity: Bearish ke 25,138
Indeks Hang Seng turun 0,5%, atau 130 poin, menjadi 25.283 pada hari Selasa, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya karena sentimen investor tetap lesu di tengah kekhawatiran atas kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Penurunan ini terjadi di tengah kekhawatiran bahwa biaya energi yang lebih tinggi dapat memicu inflasi dan menunda penurunan suku bunga global. Saham-saham teknologi termasuk yang paling tertekan, dengan Tencent (-0,5%), Xiaomi (-0,9%), dan Meituan (-0,3%) diperdagangkan lebih rendah, sementara Hong Kong Exchanges and Clearing (-0,4%) juga turun. Para pedagang juga menjadi lebih berhati-hati menjelang data perdagangan China bulan Agustus yang akan dirilis hari ini. Terlepas dari pelemahan yang lebih luas, pasar IPO Hong Kong tetap aktif. Produsen semikonduktor dan chip memori Shenzhen Longsys Electronics mulai diperdagangkan di Bursa Efek Hong Kong pada hari Selasa, setelah mengumpulkan sekitar HK$7,1 miliar dalam IPO-nya. Pencatatan saham ini menyoroti minat investor yang berkelanjutan di sektor teknologi dan semikonduktor China.
Pivot : 25,488
R1 : 26,141 S1 : 25,261
R2 : 25,840 S2 : 25,136
R3 : 25,965 S3 : 24,909
NASDAQ
Opportunity: Buy Limit: 29,550| SL: 29,476 | TP: 29,800
Kontrak berjangka saham AS sedikit turun pada hari Selasa seiring Wall Street kembali dari libur panjang akhir pekan, dengan harga minyak yang tinggi membuat risiko inflasi dan kekhawatiran suku bunga tetap menjadi fokus. Harga minyak naik lebih lanjut setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan selama akhir pekan. Investor juga menghadapi meningkatnya ketegangan perdagangan karena tarif balasan Kanada terhadap barang-barang AS senilai sekitar $20 miliar mulai berlaku pada hari Selasa. Di bidang kebijakan moneter, pasar memperkirakan sekitar 60% kemungkinan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin minggu depan. Dalam perkembangan korporasi, Uber menyewa bank untuk bertemu dengan investor minggu ini menjelang rencana penjualan obligasi euro perdana. Sementara itu, Novo Nordisk menghentikan dua uji coba tambahan obat eksperimental penyakit jantungnya, yang merupakan pukulan telak lainnya bagi prospek pengobatan tersebut.
Pivot : 29,569.75
R1 : 29,716.00 S1 : 29,376.75
R2 : 29,909.00 S2 : 29,230.50
R3 : 30,055.25 S3 : 29,037.50

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bearish menguji support 4.324
Harga emas bergerak relatif stabil di sekitar US$4.350 per troy ounce pada perdagangan Rabu, setelah mengalami penurunan selama dua sesi berturut-turut. Tekanan terhadap emas terutama datang dari kenaikan harga minyak yang kembali memperkuat kekhawatiran terhadap inflasi global. Kenaikan harga energi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi, sehingga pasar semakin memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve. Kondisi tersebut menjadi faktor negatif bagi emas karena kenaikan suku bunga meningkatkan imbal hasil aset berbunga dan pada saat yang sama meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas yang tidak memberikan yield.
Sentimen terhadap emas juga dipengaruhi oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Investor tengah menunggu data inflasi Amerika Serikat yang akan menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan arah kebijakan moneter berikutnya. Saat ini, pasar memperkirakan peluang sekitar 60% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pekan depan. Jika data inflasi menunjukkan tekanan harga yang masih kuat, ekspektasi kenaikan suku bunga berpotensi semakin meningkat dan dapat memberikan tekanan lanjutan terhadap harga emas. Sebaliknya, tanda-tanda pelemahan inflasi dapat mengurangi tekanan tersebut dan kembali meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Meskipun menghadapi tekanan dalam beberapa sesi terakhir, fundamental emas secara lebih luas masih mendapat dukungan. Emas mencatatkan kenaikan yang kuat sepanjang Agustus, didorong oleh meningkatnya permintaan investasi dan kebutuhan hedging, serta pembelian berkelanjutan dari bank sentral. Pembelian dari China menjadi salah satu faktor yang turut menopang permintaan.
Pivot : 4.413
R1 4.413 R2 4.450 R3 4.510
S1 4.324 S2 4.382 S3 4.223
Oil
Opportunity : Bullish menguji resistance 95,42
Harga minyak mentah mengalami penguatan signifikan pada perdagangan Rabu, dengan harga crude oil menembus US$94 per barel dan mencapai level tertinggi dalam tiga bulan. Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah pasukan Amerika Serikat menyerang sejumlah kapal tanker minyak Iran di sekitar Kharg Island, yang merupakan salah satu pusat utama ekspor minyak Iran. Serangan tersebut disebut sebagai respons terhadap percobaan serangan rudal terhadap kapal perang AS dan secara langsung meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan terganggunya pasokan minyak global.
Ketegangan kemudian semakin meningkat setelah Iran merespons dengan meluncurkan rudal balistik ke arah Jordan serta mengeluarkan peringatan kepada kapal-kapal yang berada di sekitar kawasan Teluk Persia. Ancaman terhadap aktivitas kapal tanker di kawasan tersebut menjadi perhatian utama pasar karena jalur perairan di sekitar Teluk Persia memiliki peran penting dalam distribusi minyak global. Risiko gangguan terhadap aliran minyak melalui kawasan tersebut menyebabkan pasar memasukkan premi risiko geopolitik yang lebih besar ke dalam harga minyak.
Tekanan terhadap pasokan juga semakin kompleks setelah kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang infrastruktur energi di Arab Saudi bagian selatan, termasuk kilang Jazan yang memiliki kapasitas sekitar 400.000 barel per hari. Serangkaian perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa eskalasi konflik dapat berdampak lebih luas terhadap produksi, pengolahan, maupun distribusi minyak di Timur Tengah. Gangguan di Selat Hormuz juga membuat sejumlah kilang harus mencari alternatif pasokan dari wilayah lain, sehingga meningkatkan permintaan terhadap minyak mentah dari Afrika, Kanada, dan Amerika Latin.
Di sisi permintaan, kondisi pasar juga mendapat dukungan dari meningkatnya konsumsi minyak China. Permintaan China yang lebih kuat mendorong kenaikan harga berbagai jenis crude dari luar kawasan Timur Tengah, terutama ketika gangguan di Selat Hormuz memaksa para penyuling mencari sumber pasokan alternatif.
Pivot: 91,79
R1 99,32 S1 91,79
R2 96,94 S2 89,52
R3 95,42 S3 87,64
DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Rabu, 9 September 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Geopolitik AS-Iran Kembali Membayangi Pasar
Catat jam dan waktunya ya!
| Rabu, 9 September 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
