Market Summary
Peluang Trading GBP/USD kembali menjadi perhatian pasar menjelang rilis FOMC Minutes. GBP/USD melemah ke bawah area 1,3250 pada sesi Eropa Rabu. Dolar AS yang menguat menekan Pound Sterling. Namun, pasangan ini masih bergerak dalam rentang yang terbentuk selama sekitar dua pekan terakhir.
FOMC Minutes Jadi Fokus Utama Pasar
Pelaku pasar kini menunggu FOMC Minutes sebelum mengambil posisi baru. Dokumen tersebut dapat memberi petunjuk tentang arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.
Data ekonomi AS pekan lalu menunjukkan inflasi mulai moderat. Kondisi pasar tenaga kerja juga sedikit mendingin. Perkembangan tersebut mengurangi tekanan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga.
Meski begitu, pasar masih memperkirakan peluang sekitar 85% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga hingga akhir tahun. Karena itu, pelaku pasar akan mencermati setiap petunjuk dalam FOMC Minutes.
Jika notulen menunjukkan sikap hawkish, dolar AS berpotensi menguat. Kondisi tersebut dapat menekan GBP/USD. Sebaliknya, sinyal yang lebih dovish dapat membuka ruang bagi Pound untuk menguat.
Geopolitik Masih Mendukung Dolar AS
Faktor geopolitik juga memberi dukungan bagi dolar AS. Konflik di Timur Tengah masih meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven.
Pasukan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan Arab Saudi mengklaim menguasai sejumlah titik strategis di sepanjang pesisir Laut Merah. Wilayah tersebut mencakup area sekitar Selat Bab al-Mandeb.
Kelompok Houthi yang mendapat dukungan Iran kemudian merespons dengan menyerang sejumlah target di Arab Saudi. Salah satu targetnya berada di sekitar fasilitas Aramco di Riyadh.
Iran juga meningkatkan serangan di kawasan Selat Hormuz dalam sepekan terakhir. Situasi tersebut membantu harga minyak mentah bertahan di atas level terendah satu bulan yang tercapai pada Selasa.
Imbal Hasil Treasury AS Jadi Penopang USD
Tekanan terhadap Pound juga muncul dari pasar obligasi global. Penurunan harga obligasi membuat imbal hasil Treasury AS bertahan dekat level tertinggi dalam beberapa tahun.
Imbal hasil yang tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar AS. Kondisi tersebut menjadi faktor tambahan yang mendukung USD menjelang FOMC Minutes.
Namun, Pound masih memiliki peluang mendapat dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter Bank of England (BoE) yang lebih ketat. Faktor ini dapat membatasi tekanan jual GBP/USD.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat peluang trading GBP/USD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.32760. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpotensi berlanjut dengan support terdekat di 1.32210. Jika support ini ditembus, GBP/USD berpeluang melanjutkan penurunan menuju support berikutnya di 1.32060 hingga 1.31910.
Sebagai skenario alternatif, GBP/USD berpeluang menguat jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level 1.32760. Kondisi tersebut dapat membuka ruang kenaikan menuju resistance berikutnya di 1.33010 hingga 1.33170.
Resistance 1.32760 Resistance 2: 1.33010 Resistance 3: 1.33170
Support1: 1.32210 Support 2: 1.32060 Support 3: 1.31910
Baca juga: Peluang Trading USD/JPY Pasca Pidato Ueda
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
