FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,71600 – 0,72000
Penguatan mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Greenback terus terjadi. Bahkan saat ini mata uang Aussie bertahan dan diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam sebelas minggu saat pasar mencermati risalah pertemuan bulan Agustus Reserve Bank of Australia (RBA). Meskipun Dewan menilai suku bunga acuan saat ini cukup ketat untuk mengembalikan inflasi ke target dalam jangka waktu yang wajar, beberapa anggota melihat risiko yang signifikan bahwa inflasi dapat terbukti lebih persisten daripada yang diperkirakan. RBA mempertahankan suku bunga di level 4,35% dalam dua pertemuan berturut-turut—termasuk pertemuan dua minggu lalu—setelah melakukan tiga kali kenaikan pada awal tahun ini; namun, para pembuat kebijakan memperingatkan adanya kemungkinan pengetatan lebih lanjut jika risiko inflasi benar-benar terjadi. Meskipun demikian, data pekerjaan yang lemah telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, dengan pasar hanya memperkirakan peluang kenaikan pada bulan September sebesar 13%, sementara memperkirakan kemungkinan kenaikan pada Februari 2027 sekitar 67%. Oleh karena itu, data inflasi bulanan yang akan dirilis pada hari Rabu akan sangat penting untuk prospek kebijakan. Inflasi umum (headline inflation) diperkirakan melandai ke angka 3,2% dari sebelumnya 3,8%—meskipun tercatat kenaikan bulanan sebesar 0,8%—sementara inflasi inti *trimmed mean* diprediksi turun tipis menjadi 3,5% dari 3,6%.
Pivot : 0,71554
R1 : 0,71737 S1 : 0,71429
R2 : 0,71862 S2 : 0,71246
R3 : 0,72045 S3 : 0,71121
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 159,100 – 159,600
Nasib mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS terus berada di dalam jalur pelemahan. Bahkan Yen Jepang melemah dan sentuh level 159,483, melanjutkan tren penurunan belakangan ini seiring penguatan moderat Dollar AS akibat permintaan aset *safe-haven*; rencana AS untuk memutus akses Iran dari sistem keuangan global turut menyoroti peran sentral mata uang AS dalam perdagangan internasional. Namun, kekhawatiran yang kembali muncul mengenai potensi krisis utang AS membatasi penguatan Dollar AS di tengah skeptisisme tentang efektivitas rencana pembelian kembali utang yang diperluas oleh Departemen Keuangan AS. Di dalam negeri, mantan anggota dewan Bank of Japan (BOJ), Seiji Adachi, menyatakan bahwa bank sentral kemungkinan akan menaikkan suku bunga bulan depan dan kembali menaikkannya paling cepat pada bulan Januari; ia memperingatkan bahwa mempertahankan suku bunga dapat memicu kembali aksi jual yen dan mempercepat inflasi yang didorong oleh impor. Pasar saat ini memperkirakan adanya peluang sekitar 80% bahwa BOJ akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% bulan depan—angka yang melonjak tajam dari sekitar 23% sebelum pertemuan bank sentral pada bulan Juli.
Pivot : 159,208
R1 : 159,437 S1 : 158,933
R2 : 159,712 S2 : 158,704
R3 : 159,941 S3 : 158,429
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3674 – 1.3694
Di luar perkiraan, Pounds ditutup menguat pada perdagangan Selasa kemarin. Poundsterling bertahan dekat level tertinggi enam bulan, tepat di bawah angka 1,3650. Inflasi Inggris yang masih tinggi menopang Sterling. Survei bisnis yang lebih kuat turut memperkuat posisi mata uang ini. Indeks Dollar AS bergerak di bawah level 99,00 pada perdagangan Selasa. Para trader menutup posisi mereka menjelang rilis data ekonomi penting pada Rabu dan agenda utama pekan ini, yaitu pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat. Pergerakan Dolar tergolong tipis. Mata uang ini bertahan dekat level terendahnya baru-baru ini, bukan melemah lebih jauh. Rencana Departemen Keuangan AS untuk membeli kembali obligasi turut menekan performa Dollar. GBP masih berpeluang untuk menguat pada perdagangan hari ini yang ditopang data ekonomi Inggris yang cukup solid. Disatu-sisi ekspektasi laporan GDP AS untuk kuartal ke-2 diperkirakan turun dari angka 2.1% turun menjadi 1.5% pada malam nanti yang dapat menekan nilai mata-uang Dollar AS.
Open : 1.3630 Pivot 1.3641
R1 : 1.3661 S1 : 1.3629
R2 : 1.3674 S2 : 1.3608
R3 : 1.3694 S3 : 1.3579
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1696 – 1.1714
Euro ditutup menguat pada perdagangan Selasa kemarin. Setelah dua sesi tertekan, Euro mampu bertahan dan ditutup di level 1.1673 pada Selasa. Data ekonomi Jerman yang solid mendorong pasangan mata uang ini. Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua Jerman melampaui perkiraan pasar. Survei bisnis IFO juga mencatat hasil yang lebih baik dari ekspektasi. Disisi lain Indeks Dollar AS bergerak di bawah level 99,00 pada perdagangan Selasa. Para trader menutup posisi mereka menjelang rilis data ekonomi penting pada Rabu dan agenda utama pekan ini, yaitu pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat. Pergerakan Dolar tergolong tipis. Mata uang ini bertahan dekat level terendahnya baru-baru ini, bukan melemah lebih jauh. Rencana Departemen Keuangan AS untuk membeli kembali obligasi turut menekan performa Dollar. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini dengan dukungan data ekonomi yang solid untuk kawasan. Disatu sisi ekspektasi laporan GDP AS untuk kuartal ke-2 diperkirakan turun dari angka 2.1% turun menjadi 1.5% pada malam nanti yang dapat menekan nilai mata-uang Dollar AS.
Open : 1.1674 Pivot : 1.1668
R1 : 1.1685 S1 : 1.1656
R2 : 1.1696 S2 : 1.1596
R3 : 1.1714 S3 : 1.1582
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.7987 – 0.7966
Swiss Franc berhasil menguat pada perdagangan Selasa kemarin, setelah tiga hari berturut mengalami tekanan oleh penguatan mata-uang U.S Dollar. Indeks Dollar AS bergerak di bawah level 99,00 pada perdagangan Selasa. Para trader menutup posisi mereka menjelang rilis data ekonomi penting pada Rabu dan agenda utama pekan ini, yaitu pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat. Pergerakan Dolar tergolong tipis. Mata uang ini bertahan dekat level terendahnya baru-baru ini, bukan melemah lebih jauh. Rencana Departemen Keuangan AS untuk membeli kembali obligasi turut menekan performa Dollar. CHF masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang akan didukung oleh rilisnya ZEW Expectation Swiss pada siang nanti, yang disusul laporan data GDP AS yang diperkirakan akan mengalami penurunan dari angka 2.1% akan turun ke angka 1.5% di kuartal ke-2.
Open : 0.8014 Pivot : 0.8021
R1 : 0.8035 S1 : 0.8000
R2 : 0.8055 S2 : 0.7987
R3 : 0.8095 S3 : 0.7966
DXY
Opportunity: Bearish Range 98,900 – 98,600
Pergerakan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya dalam range terbatas, meski terus dibayangi dengan pelemahan. Kondisi tersebut terlihat dari Indeks Dollar AS (DXY) yang bertahan di level 98,900. Mata uang Greenback ini kembali tertekan setelah sedikit menguat pada sesi sebelumnya, didukung oleh permintaan aset aman karena AS berupaya memutus akses Iran dari sistem keuangan global, yang menyoroti peran sentral Dollar AS dalam perdagangan internasional. Menteri Keuangan Scott Bessent mengumumkan rencana pada hari Senin untuk mengisolasi Iran melalui sanksi yang menargetkan negara-negara yang berbisnis dengan Republik Islam tersebut. Meski demikian, Dollar AS tetap berada di dekat level terendah dalam tiga bulan setelah Departemen Keuangan mengumumkan perluasan program pembelian kembali (buyback) utang pemerintah jangka panjang sebagai upaya untuk meredam kenaikan biaya pinjaman. Namun, pasar berspekulasi bahwa rencana tersebut mungkin hanya menawarkan solusi sementara, sekaligus memperbarui kekhawatiran tentang risiko krisis utang AS dan pelemahan Dollar AS. Di sisi lain, para investor menantikan data indeks harga PCE AS terbaru serta pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam simposium tahunan Jackson Hole pekan ini untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai prospek kebijakan moneter.
Pivot : 98,961
R1 : 99,059 S1 : 98,804
R2 : 99,216 S2 : 98,706
R3 : 99,314 S3 : 98,549

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke 64,700
Indeks Nikkei 225 turun 0,7% menjadi di bawah 65.500 pada hari Rabu, membalikkan kenaikan sesi sebelumnya karena saham-saham teknologi dan yang terkait dengan kecerdasan buatan kembali berada di bawah tekanan. Penurunan ini terjadi meskipun terjadi rebound pada saham-saham teknologi AS di Wall Street semalam, karena imbal hasil obligasi Treasury jangka panjang turun dari level tertinggi baru-baru ini dan harga minyak yang lebih rendah meredakan kekhawatiran inflasi. Sementara itu, investor menunggu laporan pendapatan raksasa chip Nvidia di akhir hari untuk indikasi baru tentang kekuatan permintaan terkait AI. Saham-saham teknologi yang mengalami penurunan signifikan di Jepang termasuk Kioxia Holdings (-1,5%), Fujikura (-1,6%), Advantest (-1,7%), Taiyo Yuden (-3%), dan Tokyo Electron (-1,9%). Sebaliknya, saham-saham keuangan berkinerja lebih baik, dipimpin oleh kenaikan pada Mitsubishi UFJ (0,9%), Sumitomo Mitsui (1,1%), dan Mizuho Financial (0,8%).
Pivot : 62,930
R1 : 64,550 S1 : 62,085
R2 : 65,395 S2 : 60,465
R3 : 67,015 S3 : 59,620
HANGSENG
Opportunity: Bullish ke 26,270
Indeks Hang Seng sedikit berubah, ditutup pada 25.511 pada hari Selasa, mengikuti pelemahan semalam di Wall Street karena saham teknologi berada di bawah tekanan. Penurunan tersebut terbatas karena kekuatan di pasar IPO Hong Kong membantu meredam sentimen penghindaran risiko yang lebih luas. Investor tetap berhati-hati setelah aksi jual tajam Alibaba pada hari Senin setelah raksasa e-commerce tersebut mengumumkan penempatan saham senilai HK$80 miliar untuk mendanai ekspansi infrastruktur kecerdasan buatannya. Langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang potensi pengenceran dan pengeluaran modal terkait AI yang meningkat dari perusahaan tersebut. Sementara itu, investor terus mengamati IPO Shein di Hong Kong, yang dapat mengumpulkan hingga US$1,8 miliar dengan valuasi sekitar US$27 miliar. Perhatian pasar juga tetap tertuju pada data ekonomi AS yang akan datang dan sinyal kebijakan Federal Reserve untuk petunjuk tentang prospek suku bunga. Saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain Meituan (-6,7%), MiniMax (-4,0%), dan Xiaomi (-2%). Sementara Kingboard Laminates dan Wuxi Biologics masing-masing naik 13,8% dan 14,8%.
Pivot : 25,894
R1 : 26,141 S1 : 25,762
R2 : 26,273 S2 : 25,515
R3 : 26,520 S3 : 25,383
NASDAQ
Opportunity: Sell Limit: 29,170| SL: 29,300 | TP: 29,950
Kontrak berjangka saham AS merosot pada hari Rabu karena investor menunggu laporan indeks harga PCE AS terbaru, ukuran inflasi pilihan Federal Reserve. Hasil kuartalan Nvidia, yang akan dirilis setelah penutupan pasar, juga akan dipantau secara cermat untuk melihat tanda-tanda keberlanjutan kekuatan permintaan yang didorong oleh kecerdasan buatan. Sementara itu, Ketua Fed Kevin Warsh dijadwalkan untuk berbicara di simposium tahunan Jackson Hole pada hari Jumat, meskipun ia diperkirakan tidak akan memberikan panduan yang jelas tentang keputusan kebijakan bank sentral pada bulan September. Dalam perdagangan reguler pada hari Selasa, Dow naik 0,3%, S&P 500 naik 0,32%, dan Nasdaq Composite naik 0,66%. Saham teknologi memimpin kenaikan, dengan perusahaan yang terkait dengan infrastruktur AI berkinerja lebih baik. Kenaikan ini terjadi karena imbal hasil obligasi Treasury jangka panjang menurun dari level tertinggi baru-baru ini, sementara harga minyak yang lebih rendah membantu meredakan kekhawatiran tentang inflasi.
Pivot : 29,177.75
R1 : 29,408.50 S1 : 28,877.00
R2 : 29,709.25 S2 : 28,646.25
R3 : 29,940.00 S3 : 28,345.30

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish selama bertahan d atas 4.605 – 4.573, testing resistance 4.697.
Harga emas bergerak melemah pada perdagangan Rabu dengan turun di bawah level US$4.650 per troy ounce, namun masih bertahan di dekat level tertinggi dalam tiga bulan. Pergerakan tersebut mencerminkan sikap pasar yang cenderung wait and see menjelang rilis indeks harga PCE Amerika Serikat, yang menjadi salah satu indikator inflasi utama dan menjadi perhatian penting bagi Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan moneternya.
Selain data PCE, perhatian investor mulai tertuju pada pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium tahunan Jackson Hole pada Jumat. Meski demikian, pasar tidak memperkirakan pidato tersebut akan memberikan sinyal yang tegas mengenai keputusan suku bunga The Fed pada September. Ketidakpastian terhadap arah kebijakan moneter membuat pergerakan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tetap menjadi faktor utama yang menentukan momentum emas dalam jangka pendek.
Sentimen terhadap emas juga mendapat dukungan dari perkembangan pasar Treasury AS. Keputusan pemerintah AS untuk menggandakan operasi pembelian kembali surat utang dengan tenor panjang guna mendukung likuiditas turut menjadi perhatian investor. Kebijakan tersebut sebelumnya ikut menekan dolar AS hingga mencapai level terendah dalam lebih dari tiga bulan, sehingga memberikan ruang bagi emas untuk tetap berada pada level tinggi.
Di sisi lain, pelemahan harga minyak selama tiga sesi berturut-turut turut meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Kondisi tersebut berpotensi mendukung prospek emas karena menurunnya harga energi dapat memperkuat ekspektasi bahwa tekanan inflasi tetap terkendali, sementara ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter masih menjadi faktor pendukung permintaan aset safe haven. Dari Asia, permintaan fisik juga menunjukkan perkembangan positif. Impor bersih emas China melalui Hong Kong meningkat sekitar 11% secara bulanan pada Juli, didorong oleh menguatnya permintaan investasi.
Pivot : 4.605
R1 4.697 R2 4.746 R3 4.834
S1 4.605 S2 4.573 S3 4.485
Oil
Opportunity : Bearish menguji support 79,88
Harga minyak mentah turun di bawah US$81 per barel pada perdagangan Rabu dan memperpanjang pelemahan untuk sesi ketiga berturut-turut. Tekanan jual meningkat setelah muncul laporan mengenai pembahasan antara Iran dan Oman terkait pembentukan “temporary joint maritime corridor” di Selat Hormuz. Koridor tersebut ditujukan untuk mendukung kelancaran aktivitas pelayaran, dengan pembahasan teknis yang masih berlanjut menuju pembentukan mekanisme permanen yang mencakup administrasi selat, pertukaran informasi, pengaturan lalu lintas, serta penyediaan layanan keamanan dan maritim.
Perkembangan tersebut dinilai berpotensi mengurangi kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan minyak melalui salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia. Upaya diplomatik juga mendapat dukungan dari Pakistan, setelah kepala militernya melakukan perjalanan ke Tehran untuk membantu proses negosiasi. Qatar turut menyatakan bahwa upaya mediasi masih terus berlangsung, sehingga pasar semakin memperhitungkan kemungkinan meredanya ketegangan geopolitik di kawasan.
Tekanan terhadap harga minyak juga berasal dari kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran. Langkah terbaru Washington untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Tehran ternyata dinilai pasar tidak seagresif perkiraan sebelumnya. Amerika Serikat tidak sampai memberlakukan sanksi sekunder terhadap negara-negara yang masih melakukan perdagangan dengan Iran. Hal tersebut mengurangi kekhawatiran terhadap potensi gangguan besar pada pasokan minyak global dan mendorong investor untuk kembali melakukan penyesuaian terhadap premi risiko geopolitik.
Pivot: 82,68
R1 82,68 S1 76,51
R2 84,28 S2 77,74
R3 85,79 S3 76,51
DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Rabu, 26 Agustus 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Menanti Core PCE AS, Ke Mana Arah Emas?
Catat jam dan waktunya ya!
| Rabu, 26 Agustus 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
