Bursa Global Melemah di Tengah Ketegangan Iran
Bursa global melemah pada perdagangan Senin setelah saham teknologi terkoreksi akibat aksi ambil untung investor. Di sisi lain, harga minyak Brent naik ke level tertinggi dalam dua pekan karena pasar terus memantau perkembangan negosiasi untuk mengakhiri perang Iran. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati terhadap aset berisiko.
Indeks Dow Jones masih mampu naik 159 poin ke level 49.686. Namun, indeks S&P 500 turun 0,07% ke 7.403 dan Nasdaq melemah 0,51% ke 26.090 akibat tekanan di sektor teknologi dan semikonduktor. Indeks saham global MSCI juga turun tipis 0,07%, sementara indeks STOXX 600 Eropa menguat 0,54%.
Saham Teknologi Terkoreksi Akibat Profit Taking
Tekanan terbesar datang dari saham teknologi setelah sektor ini mencatat reli kuat dalam beberapa bulan terakhir. Investor mulai merealisasikan keuntungan menjelang laporan keuangan perusahaan chip AI raksasa, Nvidia, yang akan dirilis pekan ini.
Sektor teknologi di S&P 500 turun sekitar 1%, sedangkan indeks semikonduktor Philadelphia SE anjlok 2,5%. Saham Nvidia sendiri ditutup melemah 1,3%, meskipun masih mencatat kenaikan tajam sejak titik terendah pada Maret lalu.
Analis menilai bahwa investor mulai khawatir terhadap kenaikan imbal hasil obligasi AS. Yield yang lebih tinggi biasanya membuat valuasi saham teknologi menjadi kurang menarik karena biaya pinjaman meningkat dan proyeksi laba masa depan mendapat diskonto lebih besar.
Yield Obligasi Naik, Pasar Khawatir Inflasi
Kenaikan yield obligasi global menjadi perhatian utama investor. Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sempat menyentuh 4,659%, level tertinggi sejak Februari 2025, sebelum kembali stabil di sekitar 4,591%.
Di Jepang, yield obligasi tenor 10 tahun naik ke level tertinggi sejak 1996 setelah pemerintah berencana menerbitkan utang baru untuk mendanai stimulus ekonomi akibat dampak perang Iran. Sementara itu, yield obligasi Jerman naik ke level tertinggi dalam 15 tahun terakhir.
Investor khawatir perang Iran dapat memicu lonjakan inflasi global melalui kenaikan harga energi. Kondisi tersebut berpotensi membuat bank sentral AS atau Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga untuk menahan tekanan harga.
Harga Minyak Naik karena Konflik Iran
Harga minyak dunia bergerak naik setelah Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan militer terhadap Iran demi membuka ruang negosiasi damai. Iran sebelumnya mengirim proposal perdamaian baru kepada Washington.
Meski begitu, ketegangan di kawasan Teluk masih tinggi setelah muncul insiden drone terbaru. Pasar juga mencermati situasi Selat Hormuz yang tetap mengalami gangguan, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Kenaikan harga energi akibat perang Iran memperkuat kekhawatiran inflasi. Faktor ini membuat pasar mulai memperhitungkan kemungkinan Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga hingga akhir tahun.
Bursa Global Melemah, Harga Emas Rebound
Bursa global melemah turut mendorong investor kembali masuk ke aset safe haven seperti emas. Harga emas spot naik 0,61% ke US$4.565 per troy ons pada perdagangan Asia Selasa pagi setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam satu setengah bulan terakhir.
Penguatan emas terjadi seiring pelemahan indeks dolar AS yang turun 0,33% ke level 99,03. Pelemahan dolar membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain sehingga permintaan meningkat.
Namun, potensi kenaikan emas masih terbatas karena pasar juga mempertimbangkan risiko kenaikan suku bunga AS. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 35% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun.
Prospek Harga Emas Selasa | 19 Mei 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas area resistance 4.646–4.670 dan kembali turun menembus support minor. Saat ini harga sedang mencoba rebound dari area demand 4.475–4.525, yang juga menjadi support penting dalam beberapa pekan terakhir. Selama harga masih mampu bertahan di atas area tersebut, peluang rebound jangka pendek masih terbuka untuk menguji resistance 4.605, kemudian 4.646.
Namun, tren utama masih cenderung negatif karena pergerakan harga tetap berada di bawah SMA 50, sehingga kenaikan berpotensi terbatas dan rawan dimanfaatkan seller untuk kembali menekan harga. Jika support 4.475 ditembus, tekanan bearish berpeluang berlanjut menuju area 4.420.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.605 R2 4.646 R3 4.670
S1 4.525 S2 4.480 S3 4.420
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.525 |
| Profit Target Level | 4.600 |
| Stop Loss Level | 4.470 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.605 |
| Profit Target Level | 4.540 |
| Stop Loss Level | 4.650 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 19 Mei 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bertahan di atas SMA 50 dan kembali bergerak naik mendekati area resistance 102,40. Momentum kenaikan masih cukup terjaga dengan RSI yang bergerak di atas level netral, sehingga peluang penguatan lanjutan masih terbuka selama harga mampu bertahan di atas support 100,50. Jika resistance 102,40 berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju 105,25, kemudian 107,34.
Namun dalam jangka pendek, koreksi teknikal masih mungkin terjadi untuk menguji kembali area 100,50 sebelum melanjutkan penguatan. Sementara itu, apabila harga turun di bawah 98,98, momentum bullish berisiko melemah dan membuka peluang penurunan menuju support berikutnya di 97,43.
US Oil INTRADAY AREA
R1 105,25 R2 107,34 R3 109,35
S1 100,50 S2 98,98 S3 97,43
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 100,50 |
| Profit Target Level | 104,00 |
| Stop Loss Level | 98,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 105,00 |
| Profit Target Level | 101,00 |
| Stop Loss Level | 106,00 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Menguat di Tengah Lonjakan Yield
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
