Weekly outlook November 2026 dibuka dengan pekan yang penuh gejolak di pasar keuangan global. Pasar bergerak tajam sepanjang pekan yang berakhir 6 November 2026. Perubahan politik pascapemilu AS menjadi pemicu utama, karena Partai Demokrat meraih kemenangan besar di Kongres. Koreksi tajam saham teknologi di Wall Street ikut menekan sentimen. Kondisi geopolitik di Timur Tengah juga terus berubah. Data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan memaksa pelaku pasar menghitung ulang posisi di hampir semua sektor.
Weekly Review: Ringkasan Pasar 2 – 6 November 2026
Dolar AS Menguat di Akhir Pekan
Indeks Dolar AS (DXY) naik di penghujung pekan dan ditutup di 102,30. Penguatan ini datang setelah pasar saham AS melemah, sehingga investor kembali mencari aset aman.
Data tenaga kerja menjadi pendorong utama. Ekonomi AS menambah 165.000 pekerjaan pada Oktober, jauh di atas proyeksi 59.000. Produktivitas juga naik 3,6%. Kedua data ini sempat mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed. Dolar pun mendapat bantalan tambahan ketika bursa saham tertekan.
Pasangan Mata Uang Utama
Pasar valuta asing bergejolak karena arah kebijakan bank sentral berbeda-beda dan kondisi makro tidak stabil.
EUR/USD melemah ke 1,1144 pada Jumat, turun 0,67% dalam sehari. Euro sempat menyentuh level tertinggi bulanan di dekat 1,13 pada awal pekan. Namun penguatan dolar menghapus kenaikan itu.
GBP/USD bertahan di sekitar 1,345. Pembaruan kebijakan Bank of England yang hawkish memberi dukungan bagi poundsterling. Pertumbuhan domestik yang kuat juga menjaga imbal hasil obligasi Inggris tetap tinggi.
USD/JPY diperdagangkan di dekat 157,66. Yen tetap tertekan setelah bursa Asia jatuh dalam. Indeks Nikkei anjlok 6% pada akhir pekan.
Emas (XAU/USD) Berkonsolidasi di Atas US$4.000
Emas spot menutup pekan di sekitar US$4.070,59 per ons dalam fase konsolidasi. Harga sempat naik di atas level psikologis US$4.100. Kenaikan itu terjadi ketika saham teknologi dan semikonduktor jatuh dan investor memburu obligasi sebagai aset aman.
Tekanan koreksi muncul menjelang penutupan Jumat. DXY yang menguat dan aksi ambil untung setelah laporan payroll AS yang solid menarik harga sedikit turun. Meski begitu, struktur bullish jangka menengah emas tetap utuh. Proses de-dolarisasi global dan pembelian emas oleh bank sentral terus menopang tren tersebut.
Minyak Mentah Brent dan WTI Turun Tajam
Pasar energi mendapat kelegaan. Harga minyak acuan dunia turun tajam sepanjang pekan, lalu stabil pada Jumat.
- Brent: ditutup di US$98,32 per barel, turun sekitar 4,5% dalam sepekan.
- WTI: ditutup di US$90,83 per barel, turun sekitar 12,7% dalam sepekan.
Harga anjlok di awal pekan setelah muncul laporan bahwa pejabat AS dan Iran sedang menilai proposal mediasi Qatar untuk meredakan konflik. Perubahan politik di Kongres AS juga mengurangi kekhawatiran akan eskalasi militer lanjutan.
Namun serangan terhadap kapal tanker dan insiden ranjau di Selat Hormuz menahan penurunan lebih dalam. Faktor ini mendorong rebound teknikal 0,40% pada sesi Jumat.
WEEK AHEAD
(09 – 13 November 2026)
Weekly Outlook: Agenda Pasar 9 – 13 November 2026
Pekan depan, weekly outlook November 2026 berpusat pada tema kecerdasan buatan (AI) dan inflasi AS. Investor akan menilai apakah rotasi keluar dari saham teknologi berlanjut. Mereka juga akan melihat apakah minat pada sektor ini kembali setelah aksi jual yang dipicu kemenangan Demokrat di Kongres. Rilis CPI dan PPI AS akan memberi gambaran baru tentang inflasi. Data itu akan membentuk ekspektasi langkah The Fed berikutnya. Pasar saat ini sudah memperhitungkan kenaikan suku bunga 25 basis poin lagi pada Desember. Sejumlah pejabat The Fed juga dijadwalkan tampil, dan pasar akan mencermati setiap petunjuk soal arah suku bunga.
Di luar AS, investor akan memantau data inflasi dan perdagangan China, PPI Jepang, inflasi India, Brasil dan Meksiko, data perdagangan Jerman dan Inggris, serta rilis PDB Inggris, Rusia, Polandia dan Filipina.
Amerika
CPI dan PPI Oktober akan menjadi sorotan utama di AS. Pasar memperkirakan inflasi headline melambat ke 0,3% dari 0,6% pada September. Inflasi inti CPI diperkirakan turun ke 0,2% dari 0,3%.
Laporan PPI pada Jumat juga diperkirakan menunjukkan moderasi. Harga produsen headline diperkirakan naik 0,4%, turun dari 1,3%. PPI inti diperkirakan naik 0,3%, dibandingkan 0,7% sebelumnya.
Penjualan rumah bekas dan laporan anggaran pemerintah ikut menjadi perhatian. Begitu pula persediaan grosir dan indeks optimisme bisnis NFIB.
Musim laporan keuangan kuartal ketiga berlanjut. Investor menanti hasil Cisco Systems, Applied Materials, Barrick Mining, CoreWeave, Occidental Petroleum dan Nebius Group.
Pernyataan sejumlah pejabat The Fed akan dicermati karena data tenaga kerja yang kuat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga kedua tahun ini pada Desember.
Eropa
Di Inggris, ONS akan merilis rangkaian indikator penting. Isinya PDB kuartal ketiga, PDB bulanan, produksi manufaktur dan industri, serta neraca perdagangan.
Ekonomi Inggris diperkirakan tumbuh 0,7% kuartal ke kuartal pada kuartal ketiga. Angka itu akan menjadi pertumbuhan terkuat sejak kuartal pertama 2024. Namun PDB bulanan diperkirakan stagnan pada September setelah tiga bulan tumbuh berturut-turut. Produksi industri dan manufaktur juga diperkirakan turun setelah naik dalam dua bulan sebelumnya.
Zona Euro akan merilis PDB kuartal ketiga yang diperbarui, bersama data awal ketenagakerjaan. Di Jerman, surplus perdagangan diperkirakan menyempit tipis untuk bulan kedua berturut-turut. Harga grosir diperkirakan naik untuk bulan keempat beruntun. Di Italia, produksi industri diperkirakan pulih setelah penurunan terdalam dalam setahun.
Inflasi Rusia diperkirakan naik ke 7,1%, level tertinggi sejak Oktober 2024.
Rilis lain mencakup neraca perdagangan Zona Euro dan Italia, tingkat pengangguran Prancis, serta inflasi final Jerman, Prancis, Spanyol dan Swedia. Ada pula BRC Retail Sales Monitor Inggris.
Dari sisi korporasi, Siemens, Allianz, Enel, Siemens Energy, Infineon dan Munich Re akan melaporkan hasil keuangan.
Asia-Pasifik
Di China, pelaku pasar menanti data inflasi dan perdagangan Oktober. Tekanan inflasi diperkirakan tetap rendah. Inflasi tahunan diperkirakan melambat ke 0,8% karena permintaan domestik masih lemah. Sebaliknya, inflasi PPI diperkirakan naik ke 5,4% karena harga energi dan komoditas lebih tinggi.
Surplus perdagangan diperkirakan menyempit tipis. Namun permintaan eksternal yang kuat untuk produk teknologi dan AI akan menjaga ekspor dan impor tetap solid. China juga akan merilis penjualan kendaraan, transaksi berjalan dan pinjaman yuan baru. Kredit baru diperkirakan melambat tajam ke CNY 80 miliar.
Di Jepang, investor akan menyoroti Summary of Opinions Bank of Japan dari rapat Oktober. Dalam rapat itu, bank sentral menahan suku bunga di 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun, setelah menaikkannya pada September. Rilis lain meliputi belanja rumah tangga yang diperkirakan naik 0,3%, neraca transaksi berjalan dengan surplus yang lebih sempit, pesanan mesin perkakas, dan PPI yang diperkirakan rebound 0,3%. Indeks Reuters Tankan juga akan keluar.
Di Australia, perhatian tertuju pada kepercayaan konsumen dan bisnis, pinjaman rumah, serta ekspektasi inflasi konsumen.
Data Mingguan Perdagangan Emas (02 – 06 November 2026)
Open : 3.882,97 | High : 4.146,91 | Low : 3.881,64 | Close : 4.063,64 | Range : 265,27
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 3.915 | R1 4.180 |
| S2 3.765 | R2 4.296 |
| S3 3.915 | R3 4.445 |
Gold Outlook : Bearish
Data Mingguan Perdagangan US Oil (02 – 06 November 2026)
Open : 102,32 | High : 102,70 | Low : 86,61 | Close : 90,45 | Range : 16,09
OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 83,81 | R1 115,99 |
| S2 77,16 | R2 109,34 |
| S3 67,72 | R3 115,99 |
Oil Outlook : Bullish
Baca juga: Weekly Review dan Outlook 02 – 06 November 2026
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
