Dolar AS Tertekan, Imbal Hasil Treasury Turun
Dolar AS melemah pada perdagangan Kamis setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury turun di berbagai tenor. Indeks Dolar AS (DXY) menembus support 102,00 dan sempat menyentuh level terendah dalam beberapa hari terakhir. Pergerakan ini mencerminkan perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Sebelumnya, dolar AS sempat mencapai level tertinggi dalam 18 bulan. Namun, tekanan jual meningkat setelah sejumlah pejabat The Fed mengisyaratkan bahwa bank sentral belum tentu segera menaikkan suku bunga. Investor kini menantikan petunjuk lebih lanjut dari Ketua The Fed Kevin Warsh dalam pidatonya pada pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Singapura.
Inflasi Produsen AS Melonjak, The Fed Tetap Berhati-hati
Tekanan inflasi AS kembali meningkat setelah data harga produsen (PPI) September mencatat kenaikan yang jauh melampaui perkiraan pasar. PPI naik 1,3% secara bulanan, menjadi kenaikan terbesar sejak Maret 2022. Angka tersebut juga jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 0,5%.
Kenaikan harga energi sebesar 10,8% akibat konflik di Timur Tengah menjadi salah satu pendorong utama. Sementara itu, PPI inti meningkat 0,7%, mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak Januari. Angka ini melampaui perkiraan 0,3% dan naik dari 0,2% pada Agustus.
Data tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan inflasi masih sulit mereda. Meski demikian, Wakil Ketua The Fed untuk Pengawasan Michelle Bowman dan Presiden The Fed San Francisco Mary Daly mengisyaratkan pendekatan yang lebih berhati-hati. Keduanya membuka ruang bagi bank sentral untuk menunggu data tambahan sebelum mengambil keputusan pada pertemuan 27–28 Oktober.
Pasar juga menantikan pidato Kevin Warsh untuk mencari petunjuk mengenai prospek suku bunga. Pernyataan Warsh menjadi penting karena periode pembatasan komunikasi pejabat The Fed menjelang rapat kebijakan akan dimulai pada Sabtu.
Pergerakan Euro, Poundsterling, dan Yen
Pelemahan dolar AS mendorong EUR/USD naik menembus level 1,1200 dan mencapai posisi tertinggi dalam sepekan. Investor kini menantikan data inflasi final dan neraca perdagangan kawasan euro untuk menilai prospek ekonomi regional.
GBP/USD juga pulih dari penurunan tajam pada Rabu dan kembali menguji area tertinggi dalam beberapa hari di atas 1,3270. Karena tidak ada rilis data ekonomi utama Inggris pada Kamis, perhatian pasar tertuju pada pernyataan Gubernur Bank of England Andrew Bailey.
Sementara itu, USD/JPY turun menuju area 157,50 seiring tekanan jual terhadap dolar AS. Data investasi obligasi asing menjadi perhatian utama dalam kalender ekonomi Jepang.
Berbeda dari mata uang utama lainnya, dolar Australia justru melemah tajam. AUD/USD menembus level 0,6900 dan mencapai titik terendah dalam tiga bulan setelah data ketenagakerjaan Australia mengecewakan pasar. Investor selanjutnya menantikan data pertumbuhan ekonomi China, produksi industri, penjualan ritel, dan tingkat pengangguran pada Senin.
Harga Minyak Naik, Emas Menguat Terbatas
Harga minyak mentah WTI melanjutkan kenaikan dan mendekati US$97 per barel, level tertinggi dalam empat pekan. Ketidakpastian konflik di Timur Tengah serta kekhawatiran terhadap pasokan energi terus menopang harga minyak.
Di sisi lain, harga emas mencatat kenaikan terbatas di tengah pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil Treasury. Meski demikian, emas masih bergerak di bawah US$4.200 per troy ounce. Perkembangan konflik geopolitik dan ekspektasi suku bunga The Fed akan tetap memengaruhi arah pergerakan logam mulia tersebut.
Wall Street Pulih, Saham Teknologi Masih Tertekan
Bursa saham AS ditutup menguat pada Kamis setelah tekanan jual terhadap saham infrastruktur kecerdasan buatan (AI) mulai mereda. Indeks S&P 500 naik 0,3%, Nasdaq berakhir hampir tidak berubah, sedangkan Dow Jones melonjak 557 poin.
Saham perusahaan semikonduktor dan penyedia infrastruktur AI mulai pulih setelah CEO Nvidia Jensen Huang menepis kekhawatiran bahwa CoreWeave akan membutuhkan dana talangan dari Nvidia. Saham CoreWeave naik 5,9%, sementara Nvidia turun 1,8%.
Kekhawatiran pasar sebelumnya muncul akibat tingginya utang perusahaan pusat data dan potensi pembiayaan berputar di antara perusahaan penyedia teknologi AI. Kondisi tersebut memicu pertanyaan mengenai keberlanjutan model bisnis yang bergantung pada lonjakan permintaan komputasi AI.
Di antara saham teknologi besar, Microsoft naik 1,1% dan Oracle menguat 3%. Sementara itu, Broadcom turun 0,6% dan AMD melemah 1,5%. Micron justru naik 1,9%. Kenaikan harga obligasi Treasury turut menopang Dow Jones setelah lonjakan imbal hasil sebelumnya menekan pasar saham.
Fokus Pasar Hari Ini: Pidato Kevin Warsh
Perhatian investor pada Jumat tertuju pada pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Singapura. Pasar akan mencermati pandangannya mengenai inflasi, arah suku bunga, dan prospek ekonomi AS.
Jika Warsh menegaskan perlunya kebijakan moneter ketat untuk mengendalikan inflasi, dolar AS berpeluang memperoleh dukungan kembali. Sebaliknya, sinyal bahwa The Fed akan menunggu data tambahan sebelum mengambil langkah berikutnya dapat memperpanjang tekanan terhadap dolar AS, terutama jika imbal hasil Treasury terus turun.
Meski inflasi produsen melonjak, perbedaan pandangan mengenai waktu dan kebutuhan kenaikan suku bunga membuat arah kebijakan The Fed belum sepenuhnya jelas. Karena itu, pidato Warsh berpotensi menjadi katalis utama bagi dolar AS, pasar obligasi, emas, dan mata uang utama lainnya.
Investor juga perlu mencermati data ekonomi AS yang mencakup harga ekspor dan impor, produksi industri dan manufaktur, utilisasi kapasitas, serta arus investasi obligasi Treasury melalui laporan TIC. Data tersebut dapat memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi ekonomi AS dan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter berikutnya.
Prospek Harga Emas Jumat | 16 Oktober 2026
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih berada dalam tren bearish, meskipun harga mulai menunjukkan pemulihan setelah bergerak mendatar di area support. Harga saat ini sedang menguji resistance 4.178 yang berdekatan dengan garis tren turun dan SMA 50. Jika mampu menembus area tersebut, emas berpeluang melanjutkan rebound menuju 4.207 hingga 4.244. Namun, selama harga masih tertahan di bawah garis tren turun dan belum menembus resistance tersebut, tekanan bearish masih berpotensi berlanjut.
Jika kembali melemah, support terdekat berada di 4.106. Apabila level ini ditembus, harga berpeluang turun menuju 4.066 hingga 4.022. Sementara itu, RSI berada di 53,43, sedikit di atas level 50, yang menunjukkan momentum jangka pendek mulai menguat. Meski demikian, kondisi ini belum cukup untuk mengonfirmasi pembalikan tren karena struktur harga secara keseluruhan masih menunjukkan pola lower high dan lower low. Konfirmasi bullish akan lebih kuat jika harga menembus garis tren turun dan bertahan di atas resistance 4.207.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.178 R2 4.207 R3 4.244
S1 4.106 S2 4.066 S3 4.106
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.110 |
| Profit Target Level | 4.160 |
| Stop Loss Level | 4.060 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.175 |
| Profit Target Level | 4.120 |
| Stop Loss Level | 4.210 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 16 Oktober 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan tren bullish jangka pendek setelah harga berhasil menembus resistance 94,67 dan bergerak di sekitar 96,07. Harga juga berada di atas SMA 50, sementara RSI di level 64,59 menunjukkan momentum beli masih cukup kuat. Jika mampu bertahan di atas 94,67, US Oil berpeluang melanjutkan kenaikan untuk menguji resistance 96,72, kemudian 98,44. Namun, jika gagal bertahan dan kembali turun di bawah 94,67, harga berpotensi terkoreksi menuju support 92,43 hingga 90,79.
Meski tren jangka pendek mulai menguat, harga masih perlu menembus area 96,72 untuk memperkuat peluang kenaikan selanjutnya. RSI yang mendekati 70 juga perlu diperhatikan karena momentum yang terlalu tinggi dapat memicu koreksi jangka pendek.
US Oil INTRADAY AREA
R1 96,72 R2 98,44 R3 100,49
S1 94,67 S2 92,43 S3 90,79
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 95,00 |
| Profit Target Level | 96,70 |
| Stop Loss Level | 93,80 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 96,70 |
| Profit Target Level | 95,00 |
| Stop Loss Level | 98,45 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Menguat, Inflasi Picu Ancaman Kenaikan Suku Bunga
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
