Market Summary
Peluang Trading Oil kembali terbuka setelah harga minyak WTI rebound pada perdagangan Selasa. Harga minyak AS bangkit dari pelemahan tajam sehari sebelumnya dan kembali mendekati area US$92 per barel. Pelaku pasar mulai fokus pada perkembangan terbaru konflik Timur Tengah yang kembali meningkatkan ketidakpastian pasar energi global.
Optimisme terkait peluang perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran sempat menekan harga minyak. Namun, sentimen tersebut berubah cepat setelah muncul laporan bahwa militer AS melakukan serangan balasan di wilayah selatan Iran. Operasi tersebut menargetkan lokasi peluncuran rudal dan kapal Iran yang diduga memasang ranjau di jalur laut strategis.
Ketegangan Iran dan AS Picu Risiko Pasokan Energi
Situasi geopolitik semakin memanas setelah pemimpin tertinggi Iran menyatakan bahwa pangkalan AS di Timur Tengah tidak lagi aman. Iran juga mengklaim berhasil mencegat drone MQ-9 yang memasuki wilayah udaranya.
Ketegangan ini memperbesar kekhawatiran pasar terhadap gangguan distribusi minyak global, terutama di kawasan Selat Hormuz. Jalur tersebut menjadi salah satu rute pengiriman minyak paling penting di dunia. Risiko penutupan jalur distribusi membuat trader kembali memburu aset berbasis energi.
Selain itu, blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran turut memicu kekhawatiran defisit pasokan minyak dunia. Kondisi ini memberikan dukungan tambahan terhadap kenaikan harga crude oil dalam jangka pendek.
Dolar AS dan Kebijakan The Fed Jadi Faktor Penahan
Meski harga minyak menguat, penguatan dolar AS masih berpotensi membatasi kenaikan lebih lanjut. Indeks dolar bertahan di atas level 99 setelah investor kembali mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Pasar kini menunggu data inflasi PCE AS untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya. Jika inflasi tetap tinggi, The Fed berpotensi mempertahankan sikap hawkish lebih lama. Kondisi tersebut biasanya menekan permintaan komoditas berbasis dolar, termasuk minyak mentah.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat pergerakan oil pada time frame H4 masih berpeluang rebound dengan level pivot di 90,75. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 94,70, kemudian 96,75, hingga 98,70.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga turun menembus level 90,75, tekanan bearish berpotensi membawa harga melemah menuju area support 89,35 hingga 88,30.
Resistance 1: 94,70 Resistance 2: 96,75 Resistance 3: 98,70
Support1: 90,75 Support 2: 89,35 Support 3: 88,30
Baca juga: Peluang Trading AUD/USD Saat Sentimen Membaik
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
