Market Summary
Peluang trading silver jelang rilis data Retail AS kembali menjadi sorotan pasar setelah harga XAG/USD terkoreksi usai mencatat kenaikan selama dua sesi berturut-turut. Perak bergerak di kisaran USD 81,70–82,65 per troy ounce pada perdagangan Asia hingga Eropa, seiring aksi ambil untung dan volatilitas pasar logam mulia yang masih tinggi.
Koreksi ini muncul setelah pergerakan harga yang agresif dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat peluang trading silver semakin dipengaruhi oleh rilis data ekonomi utama Amerika Serikat, sehingga pelaku pasar mulai menyesuaikan posisi menjelang publikasi data tersebut.
Penguatan Dolar dan Sentimen Ekonomi AS
Tekanan terhadap harga perak datang dari penguatan terbatas dolar AS yang didukung data ekonomi AS yang relatif solid. Sentimen konsumen AS tercatat membaik, dengan Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan naik ke 57,3 pada Februari dari 56,4 sebelumnya, sekaligus melampaui ekspektasi pasar.
Kondisi ini menahan laju perak karena penguatan dolar cenderung menekan harga komoditas berbasis USD, termasuk logam mulia.
Arah Kebijakan The Fed Masih Jadi Faktor Utama
Dari sisi kebijakan moneter, pasar memperkirakan The Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret. Ekspektasi pemangkasan suku bunga pertama menguat pada Juni, dengan peluang lanjutan pada September. Aset tanpa imbal hasil seperti perak sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga tersebut.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menilai volatilitas tajam di pasar logam sebagian dipicu aktivitas spekulatif, terutama dari perdagangan China. Ia juga menyampaikan bahwa bank sentral akan bersikap hati-hati dalam langkah pengelolaan neraca. Gubernur Dewan The Fed Stephan Miran menegaskan pentingnya independensi bank sentral, meski mengakui tekanan eksternal sulit dihindari sepenuhnya.
Ketegangan Geopolitik Menjaga Daya Tarik Safe Haven
Di tengah tekanan tersebut, ketegangan geopolitik masih menjadi faktor penyeimbang bagi harga perak. Hubungan Amerika Serikat dan Iran tetap rapuh meski dialog nuklir berlanjut. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut pembicaraan terakhir sebagai langkah maju, namun risiko eskalasi tetap terbuka setelah pernyataan keras terkait potensi konflik di kawasan Timur Tengah.
Situasi ini menjaga peran perak sebagai aset lindung nilai ketika ketidakpastian global meningkat.
Data Retail Sales AS Jadi Pemicu Pergerakan Berikutnya
Memasuki jam perdagangan AS, perhatian pasar sepenuhnya tertuju pada rilis data Retail Sales AS. Konsensus memperkirakan Retail Sales m/m tumbuh 0,4%, melambat dari 0,6% pada bulan sebelumnya, sementara Core Retail Sales m/m diproyeksikan naik 0,3%, turun dari 0,5% sebelumnya.
Jika realisasi data menunjukkan perlambatan konsumsi yang lebih dalam, dolar AS berpotensi melemah dan membuka ruang pemulihan harga perak dalam jangka pendek. Sebaliknya, data yang lebih kuat dari perkiraan dapat kembali menekan XAG/USD seiring penguatan Greenback dan tertundanya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai pergerakan XAU/USD masih memiliki peluang melanjutkan tren bullish dengan level pivot di 79,00. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 84,00. Jika level ini berhasil ditembus, ruang penguatan dapat berlanjut menuju resistance berikutnya di 86,50 hingga 90,00.
Sebagai skenario alternatif, pelemahan di bawah level 79,00 berpotensi mengubah arah pergerakan dan mendorong harga menguji area support di 76,00 hingga 74,40.
Resistance 1: 84,00 Resistance 2: 86,50 Resistance 3: 90,00
Support1: 79,00 Support 2: 76,60 Support 3: 74,40
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
