FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,70800 – 0,70000
Pelemahan yang terjadi pada mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Greenback terus berlanjut. Terlebih penurunan baru-baru ini di dekat level terendah empat minggu karena penguatan Dollar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi menekan mata uang tersebut pasca keputusan kebijakan Federal Reserve dinihari tadi. Dollar AS menguat karena sesuai ekspektasi The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, kenaikan pertama dalam sekitar tiga tahun, sementara imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun naik di atas 5%, level tertinggi sejak 2007, karena melonjaknya harga minyak dan kekhawatiran inflasi yang terus berlanjut memperkuat ekspektasi akan kebijakan yang lebih ketat. Harga minyak bertahan di dekat level tertinggi dalam empat bulan, yakni di atas US$105 per barel, menyusul serangan baru kelompok Houthi terhadap Arab Saudi dan penundaan pembicaraan antara negara-negara Teluk dan Iran. Di dalam negeri, sikap *hawkish* Reserve Bank of Australia terus memberikan dukungan, di mana pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 85% bagi kenaikan suku bunga menjadi 4,60% dalam pertemuan tanggal 29 September mendatang. Para investor kini menantikan pernyataan Gubernur Bullock, yang dijadwalkan akan berbicara di hadapan Parlemen pada hari Jumat.
Pivot : 0,70997
R1 : 0,71253 S1 : 0,70613
R2 : 0,71637 S2 : 0,70357
R3 : 0,71893 S3 : 0,69973
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 156,200 – 156,800
Terpuruknya mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback terus berlanjut. Bahkan Yen saat ini melanjutkan tren penurunannya selama tiga sesi berturut-turut seiring menguatnya dolar menjelang kenaikan suku bunga yang diperkirakan akan dilakukan oleh Federal Reserve AS. Yen juga berada di bawah tekanan akibat kenaikan harga minyak, yang meningkatkan biaya impor bagi perekonomian Jepang yang sangat bergantung pada minyak. Meskipun demikian, mata uang Jepang tetap didukung oleh ekspektasi pengetatan kebijakan yang lebih agresif oleh Bank Sentral Jepang, intervensi bersama baru-baru ini oleh Tokyo dan Washington, serta prospek repatriasi modal yang lebih besar oleh investor domestik. Saat ini, pasar memperkirakan sekitar 80% kemungkinan kenaikan suku bunga BOJ pada hari Jumat, dengan kenaikan lain diperkirakan terjadi pada akhir Januari. Di sisi lain, data menunjukkan bahwa ekspor Jepang meningkat melebihi perkiraan pada bulan Agustus, didorong oleh kuatnya permintaan cip terkait kecerdasan buatan (AI) meskipun terdapat gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.
Pivot : 155,821
R1 : 156,830 S1 : 155,234
R2 : 157,417 S2 : 154,225
R3 : 158,426 S3 : 153,638
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3290 – 1.3208
Sesuai perkiraan, Pounds tertekan cukup signifikan setelah the Fed menaikan tingkat suku-bunga acuan. Indeks dolar AS melonjak ke level tertinggi dalam 1,5 bulan dan ditutup menguat pada hari Rabu, setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) dan mengisyaratkan kenaikan suku bunga lanjutan sebelum akhir tahun. Indeks Dollar AS berakhir naik 0,64% pada 100,25. FOMC, sesuai perkiraan, menaikkan kisaran target suku bunga federal funds sebesar 25 bp menjadi 3,75%-4,00% dan menyatakan bahwa kenaikan suku bunga tersebut akan mendukung kembalinya tingkat inflasi ke angka 2% secara “lebih tepat waktu”. Dolar AS juga mendapat dukungan setelah FOMC menaikkan proyeksi PDB AS tahun 2026 dan estimasi inflasi intinya. Disisi lain laporan tingkat Inflasi Inggris melonjak sebesar 3.1% secara tahunan. Naiknya angka inflasi Inggris dapat mendorong kebijakan Bank Sentral Inggris untuk menaikan tingkat suku-bunga acuan dalam waktu dekat. Hari ini pelaku pasar menantikan keputusan BOE yang akan menetapkan tingkat suku-bunga acuan yang diperkirakan tidak akan berubah.
Open : 1.3378 Pivot 1.3417
R1 : 1.3461 S1 : 1.3335
R2 : 1.3543 S2 : 1.3290
R3 : 1.3588 S3 : 1.3208
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1398 – 1.1336
Mata uang Euro merosot ke level terendah dalam 1,5 bulan dan berakhir merosot pada hari Rabu, tertekan penguatan dolar AS setelah The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak Juli 2023. Pasangan mata uang EUR/USD berakhir merosot ke level terendah dalam 1,5 bulan pada hari Rabu dan ditutup turun 0,67% pada 1.1464. Euro tertekan penguatan Dollar AS setelah FOMC menaikan suku bunga sebesar 25 bps dan mengisyaratkan kenaikan lanjutan sebesar 25 bps pada akhir tahun ini. Euro sempat mendapat dukungan pada hari Rabu setelah data produksi industri Zona Euro bulan Juli menunjukkan penurunan yang lebih kecil dari perkiraan. Produksi industri Zona Euro bulan Juli turun 0,1% secara bulanan (m/m), angka penurunan yang lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebesar 0,2% m/m. Selain itu, penurunan harga minyak mentah sebesar 3% pada hari Rabu turut mendukung perekonomian Zona Euro, yang sangat bergantung pada impor minyak. Pasar memperhitungkan peluang sebesar 52% bagi kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 bps pada pertemuan kebijakan ECB berikutnya, yang akan berlangsung pada 29 Oktober. Sore nanti akan dirilis data inflasi Agustus Zona Euro yang diindikasikan meningkat.
Open : 1.1464 Pivot : 1.1494
R1 : 1.1527 S1 : 1.1431
R2 : 1.1589 S2 : 1.1398
R3 : 1.1622 S3 : 1.1336
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8321 – 0.8378
Swiss Franc semakin tertekan oleh penguatan U.S Dollar. Indeks Dollar AS melonjak ke level tertinggi dalam 1,5 bulan dan ditutup menguat pada hari Rabu, setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan mengisyaratkan kenaikan suku bunga lanjutan sebelum akhir tahun. Indeks dolar AS berakhir naik 0,64% pada 100,25. FOMC, sesuai perkiraan, menaikkan kisaran target suku bunga federal funds sebesar 25 bp menjadi 3,75%-4,00% dan menyatakan bahwa kenaikan suku bunga tersebut akan mendukung kembalinya tingkat inflasi ke angka 2% secara “lebih tepat waktu”. Dolar AS juga mendapat dukungan setelah FOMC menaikkan proyeksi PDB AS tahun 2026 dan estimasi inflasi intinya. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang juga menantikan laporan Trade Balance dan SECO Economic Forecasts Swiss pada siang nanti.
Open : 0.8256 Pivot : 0.8232
R1 : 0.8289 S1 : 0.8200
R2 : 0.8321 S2 : 0.8143
R3 : 0.8378 S3 : 0.8119
DXY
Opportunity: Bullish Range 100,300 – 100,700
Semakin perkasanya mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terus mewarnai pergerakan market. Bahkan tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang terus melonjak naik dan sentuh level tertinggi hariannya pada 100,354. Dukungan penguatan Dollar AS ini setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Keputusan tersebut diambil secara bulat oleh FOMC dan telah diantisipasi oleh pasar setelah data terbaru menunjukkan indikator inflasi inti yang tinggi, tingkat pengangguran rendah, serta lonjakan tajam dalam penjualan ritel yang menegaskan kuatnya posisi konsumen di tengah kenaikan harga. Proyeksi dari komite pembuat kebijakan menunjukkan konsensus yang longgar bahwa setidaknya satu kenaikan suku bunga lagi diperlukan tahun ini, sementara angka pengangguran direvisi lebih rendah dan pertumbuhan ekonomi direvisi lebih tinggi. Keputusan ini memberikan dukungan bagi dolar setelah pernyataan sebelumnya dari Ketua Warsh sempat memicu keraguan mengenai kesediaan The Fed untuk memerangi inflasi melalui kenaikan suku bunga kebijakan—alih-alih menggunakan instrumen lain—yang sempat mendorong aksi beli logam mulia dan mata uang safe-haven lainnya. Sementara itu, Bank of England diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah malam ini, sedangkan Bank of Japan diperkirakan akan menaikkan suku bunga esok hari.
Pivot : 100,077
R1 : 100,617 S1 : 99,800
R2 : 100,894 S2 : 99,260
R3 : 101,434 S3 : 98,983

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 62,470
Indeks Nikkei 225 naik 0,5% menjadi di atas 64.200, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 1% menjadi 4.100 pada hari Kamis, memperpanjang kenaikan dari sesi sebelumnya bahkan setelah Federal Reserve AS menaikkan suku bunga dan memberi sinyal pengetatan lebih lanjut untuk menahan inflasi. Yen melemah terhadap dolar setelah keputusan Fed, memperbaiki prospek pendapatan untuk industri-industri yang berfokus pada ekspor di Jepang. Saham-saham Jepang juga diuntungkan dari penurunan harga minyak di tengah ekspektasi bahwa aliran minyak mentah melalui pipa Timur-Barat Arab Saudi dapat segera dilanjutkan, mengurangi tekanan pada ekonomi negara yang bergantung pada minyak. Kenaikan bersifat luas, dengan kinerja yang menonjol dari saham-saham unggulan seperti SoftBank Group (1,2%), Mitsubishi UFJ (0,6%), Fujikura (2,7%), Mitsubishi Heavy Industries (3,1%), dan Nintendo (3,3%).
Pivot : 64,048
R1 : 65,222 S1 : 63,357
R2 : 65,913 S2 : 62,183
R3 : 67,087 S3 : 61,492
HANGSENG
Opportunity: Bearish ke 25,420
Indeks Hang Seng naik 0,2%, atau 47 poin, dan ditutup pada 24.713 pada hari Rabu, dipimpin oleh saham-saham teknologi, tetapi kenaikan tersebut terbatas karena investor menahan diri dari taruhan besar menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve AS pada hari itu. Sentimen tertekan oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tinggi, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun sempat menembus 5% pada sesi sebelumnya, sementara dolar AS yang lebih kuat juga membebani aset berisiko Asia. Saham-saham teknologi memberikan dukungan, dengan Indeks Hang Seng Tech naik 0,9% pada tengah hari. Zhipu AI melonjak lebih dari 8%, mengakhiri penurunan selama 11 sesi berturut-turut, sementara MiniMax, SMIC, dan Hua Hong Semiconductor naik lebih dari 5% hingga 7%, sementara Xiaomi (-1,5%), Kuaishou (-1,7%), dan Akeso (-3,9%) mengalami penurunan. Di kawasan tersebut, laporan menyoroti potensi pembiayaan sebesar US$2,6 miliar untuk pengembangan pusat data Hong Kong, yang mencerminkan pertumbuhan investasi di sektor AI dan infrastruktur digital kota tersebut.
Pivot : 25,235
R1 : 25,315 S1 : 25,130
R2 : 25,420 S2 : 25,050
R3 : 25,550 S3 : 24,945
NASDAQ
Opportunity: Sell Limit: 29,200| SL: 29,320 | TP: 28,950
Kontrak berjangka saham AS bergerak lebih tinggi pada hari Kamis setelah indeks utama turun pada sesi sebelumnya karena Federal Reserve memberikan kenaikan suku bunga pertamanya dalam tiga tahun. Kontrak berjangka Dow naik 0,2%, sementara kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing naik 0,3% dan 0,5%. Dalam perdagangan reguler pada hari Rabu, Dow turun 1,21%, terbebani oleh kerugian di antara saham-saham jasa keuangan. S&P 500 dan Nasdaq Composite juga turun masing-masing 0,45% dan 0,01%, kehilangan keuntungan yang diperoleh sebelumnya pada sesi tersebut. Seperti yang diperkirakan secara luas, Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4% sambil memberi sinyal kenaikan suku bunga lainnya akhir tahun ini. Bank sentral berupaya untuk mengekang tekanan inflasi karena harga minyak naik di atas $100 per barel. Dalam berita perusahaan, saham Generac melonjak 33% dalam perdagangan setelah jam kerja reguler setelah Amazon menerima waran untuk membeli sahamnya senilai hingga $340 juta berdasarkan perjanjian agar Generac memasok generator daya cadangan ke pusat data Amazon.
Pivot : 29,905.75
R1 : 29,571.75 S1 : 29,113.75
R2 : 29,763.75 S2 : 28,655.75
R3 : 30,029.75 S3 : 28,655.75

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bearish menuju 4,206 – 4,153
Harga emas ditutup lebih rendah pada hari Rabu kemarin, terpicu sentimen penurunan harga minyak dan kenaikan Dollar AS setelah The Fed menaikkan suku bunga. Harga emas spot ditutup turun 0,70% pada $4.263,93 per ons. Harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup naik 1,26% pada $4.387,5 per ons. Penurunan harga minyak mentah memberikan dukungan bagi logam mulia, setelah harga minyak mentah WTI anjlok lebih dari 3% pada hari Rabu, yang menurunkan ekspektasi inflasi dan berpotensi mendorong bank sentral global untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar—sebuah faktor yang menguntungkan bagi harga logam mulia. Namun, harga emas merosot dalam perdagangan pascapasar pada Rabu sore saat nilai tukar dolar melonjak ke level tertinggi dalam 1,5 bulan, menyusul keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga dan sinyal adanya kenaikan suku bunga lanjutan tahun ini. FOMC secara bulat memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00% dari kisaran sebelumnya 3,50%-3,75%. Ketua The Fed, Kevin Warsh, mengatakan keputusan tersebut didorong oleh penguatan ekonomi AS, tidak adanya perbaikan dalam tren inflasi musim panas, serta faktor geopolitik; ia menambahkan bahwa dirinya dan rekan-rekannya di Federal Open Market Committee (FOMC) sepakat bahwa kondisi keuangan secara keseluruhan belum cukup restriktif. Ia kembali menolak memberikan panduan ke depan (forward guidance) dan tidak mencantumkan proyeksi pribadinya dalam dot plot tersebut. Secara terpisah, Summary of Economic Projections (SEP) yang baru memprediksi median suku bunga *federal funds* sebesar 4,1% pada akhir tahun 2026, yang mengisyaratkan setidaknya satu kali kenaikan lagi.
Open : 4,264 Pivot : 4,289
R1 4,340 R2 4,371 R3 4,422
S1 4,237 S2 4,206 S3 4,153
Oil
Opportunity : Bearish menuju 100.05 – 98.28 testing support 101.13
Harga minyak mentah turun tajam hari Rabu, 16 September 2026, di tengah tanda-tanda bahwa pasokan minyak mentah berhasil melewati Selat Hormuz, sehingga meredakan kekhawatiran mengenai pasokan. Harga minyak mentah berjangka WTI AS bergerak merosot 3,44% pada $102,19 per barrel. Harga minyak mentah berjangka Brent bergerak merosot 2,74% pada $105,77 per barrel. Harga minyak mentah sempat turun hari ini setelah Menteri Energi AS, Wright, menyatakan bahwa 18 juta barel minyak mentah dan produk olahan telah melewati Selat Hormuz pada hari Selasa, yang turut meredakan kekhawatiran pasokan global. Penurunan harga minyak mentah semakin tajam hari ini setelah data mingguan EIA menunjukkan penurunan inventaris minyak mentah yang lebih kecil dari perkiraan, sementara pasokan bensin dan distilat justru meningkat melebihi ekspektasi. Risiko pasokan menjadi faktor penopang harga minyak mentah karena ekspor energi dari Timur Tengah masih terbatas, sehingga memperketat pasokan global. Untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak merosot dengan meredanya ketegangan di Selat Hormuz.
Pivot: 102.9
R1 104.66 S1 101.13
R2 105.74 S2 100.05
R3 107.51 S3 98.28
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Kamis, 17 September 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Membaca Tren Emas Pasca FOMC dengan Moving Average
Catat jam dan waktunya ya!
| Kamis, 17 September 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
