FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,71300 – 0,71800
Espektasi bahwa RBA akan segera menaikan suku bunganya kembali membuat penguatan mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback terus berlanjut. Bahkan Aussie mencapai level tertinggi sejak Mei 2022, didorong oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga minggu depan. Wakil gubernur Bank Sentral mengisyaratkan bahwa kenaikan harga minyak dapat mendorong inflasi lebih tinggi, meningkatkan tekanan untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan 17 Maret, yang oleh bank sentral digambarkan sebagai pertemuan yang “aktif” terkait suku bunga. Pasar dengan cepat menaikkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Maret menjadi sekitar 75%, naik dari di bawah 30% pada awal pekan, dengan langkah selanjutnya kini sepenuhnya diperkirakan akan terjadi pada bulan Agustus. Secara total, para pelaku pasar memperkirakan pengetatan kebijakan moneter sekitar 60 bps tahun ini, yang dapat mendorong suku bunga acuan di atas puncaknya pasca-pandemi yang dicapai ketika inflasi melebihi 7%. Saat ini, inflasi utama berada di angka 3,8% dan diperkirakan akan melampaui 4% karena harga bensin terus naik, sementara inflasi inti tetap tinggi di angka 3,4%, jauh di atas kisaran target 2-3% yang ditetapkan oleh RBA. Di tempat lain, pasar tetap waspada di tengah laporan yang saling bertentangan dan meningkatnya ketidakpastian seputar perang di Timur Tengah.
Pivot : 0,71498
R1 : 0,71875 S1 : 0,71126
R2 : 0,72247 S2 : 0,70749
R3 : 0,72624 S3 : 0,70377
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 158,900 – 160,500
Ketidakberdayaan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback terus berlanjut. Kondisi tersebut tetap berada di bawah tekanan karena meningkatnya ketidakpastian atas konflik Timur Tengah terus mendukung Dollar AS. Pemerintahan Trump mengirimkan sinyal yang beragam mengenai perang Iran, dengan Presiden Donald Trump mengatakan konflik tersebut dapat segera berakhir, sementara para pejabat senior mengindikasikan bahwa operasi militer semakin intensif dan pembicaraan diplomatik tetap tidak mungkin terjadi. Garda Revolusi Iran menolak klaim Trump, dan memperingatkan bahwa blokade akan berlanjut sampai serangan AS dan Israel berhenti. Sementara itu, harga minyak terus turun setelah muncul laporan bahwa IEA mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarahnya untuk membantu menenangkan pasar. Jepang sangat rentan terhadap guncangan harga minyak mengingat ketergantungannya pada impor energi, tetapi negara tersebut siap menggunakan cadangan daruratnya untuk mengimbangi risiko pasokan. Sementara itu, data menunjukkan bahwa harga produsen di Jepang naik 2% pada bulan Februari, menandai kenaikan paling lambat dalam hampir dua tahun.
Pivot : 158,586
R1 : 159,316 S1 : 158,206
R2 : 159,696 S2 : 157,476
R3 : 160,426 S3 : 157,096
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3264 – 1.3318
Sesuai perkiraan, Pounds tertekan turun pada perdagangan Rabu kemarin. Tekanan mata-uang U,S Dollar terhadap Poundsterling terjadi setelah rilis data CPI AS yang rilis lebih tinggi dari angka sebelumnya. harga konsumen (CPI) naik 0,3% secara bulanan. Angka ini sesuai dengan perkiraan pasar dan lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,2% pada Januari. Secara tahunan, Inflasi AS tercatat sebesar 2,4% hingga Februari. Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi berada di level 2,5%. Kedua angka tersebut juga sesuai dengan ekspektasi pasar.
Data ini menunjukkan bahwa tekanan harga masih relatif terkendali. Namun, investor mulai mempertimbangkan risiko kenaikan inflasi baru setelah konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga energi global. Disatu sisi Pounds tidak memiliki data penting untuk melawan penguatan Dollar. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan mata-uang U,S Dollar masih mendominasi.
Open : 1.3408 Pivot 1.3417
R1 : 1.3432 S1 : 1.3393
R2 : 1.3457 S2 : 1.3364
R3 : 1.3480 S3 : 1.3318
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1577 – 1.1546
Euro ditutup melemah pada perdagangan Rabu kemarin. Pelemahan mata-uang Euro terjadi setelah rilis data CPI AS mengalami kenaikan dari angka sebelumnya. harga konsumen (CPI) naik 0,3% secara bulanan. Angka ini sesuai dengan perkiraan pasar dan lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,2% pada Januari. Secara tahunan, Inflasi AS tercatat sebesar 2,4% hingga Februari. Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi berada di level 2,5%. Kedua angka tersebut juga sesuai dengan ekspektasi pasar. Disatu sisi Presiden Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde, menegaskan bahwa European Central Bank akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Ia menyatakan bahwa ECB akan melakukan segala upaya untuk mencegah terulangnya lonjakan harga energi seperti yang terjadi pada tahun 2022. Inflasi dapat kembali melonjak akibat konflik geopolitik Timur-tengah yang mengakibatkan naiknya harga di sektor energy. EUR masih berpotensi melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan Dominasi mata-uang U,S Dollar.
Open : 1.1572 Pivot : 1.1593
R1 : 1.1613 S1 : 1.1559
R2 : 1.1649 S2 : 1.1518
R3 : 1.1696 S3 : 1.1473
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.7839 – 0.7879
Swiss Franc kembali tertekan oleh penguatan U.S Dollar pada perdagangan Rabu kemarin. Rilisnya data Inflasi AS yang mengalami kenaikan mendorong penguatan U.S Dollar. Swiss yang tidak memiliki data pendukung untuk menguat membuat mata-uang Franc ditutup lebih tinggi. CHF masih berpotensi untuk melemah akibat ancaman kenaikan Inflasi akibat konflik geopolitik di Timur-tengah yang mengakibatkan naiknya harga di sektor Energi. Disatu-sisi penguatan Dollar masih mendominasi didukung data ekonomi AS yang masih cukup solid.
Open : 0.7797 Pivot : 0.7787
R1 : 0.7808 S1 : 0.7764
R2 : 0.7839 S2 : 0.7749
R3 : 0.7879 S3. : 0.7728
USDCAD
Opportunity : buy stop di 1.36130 dengan target 1.36382 dan stop loss dibawah 1.35617
Secara struktur market pada timeframe H4, USDCAD masih berada dalam fase bearish correction setelah sebelumnya membentuk lower high dan impuls turun kuat pada awal Maret. Penurunan tajam yang terlihat di chart menandakan adanya break struktur dari area 1.36600 menuju area support pivot, yang menunjukkan dominasi seller masih cukup kuat. Saat ini harga sedang bergerak sideways consolidation di sekitar area pivot point 1.35831, yang biasanya menjadi zona keseimbangan antara buyer dan seller sebelum menentukan arah berikutnya.
Open price :1.35876 Pivot :1.35831
R1 :1.36120 S1 :1.35617
R2 :1.36334 S2 :1.35328
R3 :1.36623 S3 :1.35114
DXY
Opportunity: Bullish Range 99,200 – 99,600
Penguatan kembali terjadi pada mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya. Tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang kembali naik dan sentuh level 99,299. Hal tersebut mendekati level tertinggi yang dicapai sejak perang dengan Iran dimulai awal bulan ini. Para pedagang terus memantau perang dan dampaknya terhadap pasar minyak. Harga minyak sempat pulih di tengah laporan bahwa beberapa negara bersiap untuk melepaskan cadangan minyak mereka, tetapi harga kembali naik, sehingga kekhawatiran tentang lonjakan inflasi yang dipicu oleh sektor energi tetap ada. Dari sisi data, inflasi Februari sesuai dengan perkiraan, menunjukkan CPI yang stabil tetapi di atas target. Namun, dampak penuh dari lonjakan energi akibat konflik tersebut belum sepenuhnya terlihat. Secara luas diperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga dana federal tetap stabil minggu depan, dengan para pedagang mengantisipasi hanya satu pemotongan sebesar 25 bps, kemungkinan pada bulan September. Dolar AS sebagian besar menguat terhadap Euro dan Yen tetapi melemah terhadap Aussie karena para pedagang meningkatkan espektasi bahwa RBA akan menaikkan suku bunga minggu depan.
Pivot : 99,083
R1 : 99,467 S1 : 98,867
R2 : 99,683 S2 : 98,483
R3 : 100,067 S3 : 98,267

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 57,373
Indeks Nikkei 225 turun 1,1% menjadi sekitar 54.400, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 1,3% menjadi 3.650 pada hari Kamis, mengakhiri kenaikan dua hari karena harga minyak terus meningkat, yang kembali memicu kekhawatiran tentang inflasi. Harga minyak melonjak untuk hari kedua karena perang Iran tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, bahkan setelah IEA menyetujui pelepasan darurat terbesar yang pernah ada sebesar 400 juta barel minyak mentah. Itu termasuk 172 juta barel dari AS, sementara Jepang akan melepaskan 80 juta barel minyak dari cadangannya. Jepang tetap sangat rentan terhadap guncangan pasokan minyak karena ketergantungannya yang besar pada impor dari Timur Tengah. Kerugian signifikan terlihat di antara saham-saham unggulan indeks, termasuk Advantest (-2,6%), SoftBank Group (-3,3%), JX Advanced Metals (-1,4%), Mitsubishi UFJ (-1,3%), dan Tokyo Electron (-1,4%).
Pivot : 58,888
R1 : 59,506 S1 : 58,081
R2 : 60,313 S2 : 57,463
R3 : 61,738 S3 : 56,038
HANGSENG
Opportunity: Koreksi ke area: 27,000
Saham-saham di Hong Kong turun 160 poin, atau 0,6%, menjadi 25.737 pada perdagangan Kamis pagi, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya di tengah penurunan harga saham berjangka AS karena harga minyak kembali menguat. Para pedagang tetap tidak yakin bahwa rekor pelepasan cadangan minyak mentah dapat mengimbangi guncangan pasokan akibat konflik Timur Tengah. Sementara itu, pasar daratan Tiongkok lesu, karena AS dilaporkan meluncurkan penyelidikan baru terhadap mitra-mitra utamanya, termasuk Tiongkok, setelah Mahkamah Agung membatalkan elemen kunci dari tarif era Trump bulan lalu. Semua sektor di Hang Seng bergerak turun, dengan sektor properti dan keuangan masing-masing turun lebih dari 1%, sementara penurunan di sektor teknologi dan konsumen relatif kecil. Saham-saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain Nongfu Spring (-3,8%), Sino Land (-3,2%), Techtronic Industries (-2,6%), dan Trip.com (-2,1%). Sebaliknya, Cathay Pacific naik tipis 0,3% setelah membukukan laba yang lebih kuat dan memproyeksikan pertumbuhan kapasitas penumpang dua digit.
Pivot : 27,272
R1 : 27,428 S1 : 27,125
R2 : 27,575 S2 : 26,969
R3 : 27,878 S3 : 26,666
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 24,636| SL: 24,550 | TP: 24,157
Kontrak berjangka saham AS anjlok tajam pada hari Kamis karena harga minyak kembali naik, memicu kekhawatiran tentang inflasi yang kembali meningkat. Minyak mentah WTI kembali naik di atas $90 per barel karena prospek perang Iran yang berkepanjangan membayangi pelepasan cadangan minyak secara terkoordinasi oleh negara-negara ekonomi utama. Pasar juga menilai pelepasan minyak darurat tersebut tidak cukup meskipun IEA telah menyetujui pelepasan terbesar yang pernah ada, yaitu 400 juta barel minyak mentah. Itu termasuk 172 juta barel dari AS, yang akan membutuhkan waktu sekitar 120 hari untuk dikirim. Dalam perdagangan reguler pada hari Rabu, Dow dan S&P 500 masing-masing kehilangan 0,61% dan 0,08%, sementara Nasdaq Composite naik tipis 0,08%. Delapan dari 11 sektor berakhir lebih rendah, dengan energi, teknologi, dan layanan komunikasi menjadi satu-satunya sektor yang ditutup di wilayah positif. Dana energi bersih juga muncul sebagai titik terang, mencapai rekor tertinggi karena investor mencari alternatif untuk pasokan bahan bakar fosil yang volatil di tengah konflik regional yang sedang berlangsung.
Pivot : 24,799.92
R1 : 24,995.58 S1 : 24,460.08
R2 : 25,335,42 S2 : 24,264.42
R3 : 25,870.92 S3 : 23,728.92

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Harga mulai bergerak di bawah SMA 50 di time frame H4, indikasi bahwa trend berbalik bearish, dengan area 5.124 sebagai support terdekatnya. Penembusan support tersebut bisa membuka potensi penurunan lanjutan menuju 5.050.
Harga emas mengalami penurunan pada perdagangan Kamis dan kembali berada di bawah level USD 5.150 per ounce, mencatat pelemahan untuk sesi kedua berturut-turut. Tekanan terhadap emas terutama datang dari meningkatnya harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi global. Lonjakan harga energi tersebut membuat pelaku pasar menilai bahwa bank sentral, khususnya Federal Reserve, kemungkinan akan lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneternya. Ekspektasi pemangkasan suku bunga yang sebelumnya cukup optimistis kini berkurang, dengan proyeksi pasar saat ini hanya mengarah pada satu kali penurunan suku bunga sepanjang tahun ini.
Selain itu, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut membebani pergerakan emas. Kedua faktor tersebut mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai karena meningkatkan opportunity cost bagi investor untuk memegang aset tanpa imbal hasil seperti logam mulia. Meskipun data inflasi inti AS yang dirilis pada Rabu menunjukkan bahwa tekanan harga masih relatif terkendali pada awal tahun, kekhawatiran terhadap inflasi ke depan tetap meningkat seiring kenaikan harga energi. Di sisi lain, Uni Eropa juga memperingatkan bahwa inflasi di kawasan tersebut berpotensi melampaui 3% tahun ini, yang semakin memperkuat pandangan bahwa suku bunga global dapat bertahan lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Pivot : 5.156
R1 5.183 R2 5.210 R3 5.239
S1 5.124 S2 5.089 S3 5.050
Silver
Opportunity : Sell limit di 88.631 dengan target 86.148 dan stop loss diatas 93.997
Pada timeframe H4, XAGUSD masih berada dalam struktur sideways setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam di awal Maret. Harga sempat melakukan impuls naik yang cukup kuat dari area 82.000 – 83.000 menuju resistance sekitar 88.000, namun setelah mencapai area tersebut muncul rejection yang menunjukkan adanya tekanan seller di resistance.
Dari sisi struktur market, silver saat ini berada dalam fase range antara support 83.665 dan resistance 88.631, dengan harga sedang bergerak di sekitar pivot point 86.520. Struktur ini menunjukkan market sedang berada dalam fase konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.
Open price :85.64 Pivot :86.52
R1 :88.631 S1 :83.665
R2 :91.486 S2 :81.554
R3 :93.597 S3 :78.699
Oil
Opportunity : Bullish selama bertahan di atas 88,84, testing resistance 95,95.
Harga minyak mentah dunia melanjutkan penguatannya pada perdagangan Kamis, dengan kontrak WTI kembali naik di atas level USD 90 per barel. Kenaikan ini menjadi sesi penguatan kedua berturut-turut, didorong oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global akibat eskalasi konflik yang melibatkan Iran dan kawasan Timur Tengah. Ketegangan geopolitik yang terus berkembang dinilai berpotensi mengganggu distribusi minyak global, sehingga mendorong pelaku pasar untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan pasokan yang lebih luas.
Situasi semakin memanas setelah Irak menghentikan operasi di terminal minyaknya menyusul serangan terhadap dua kapal tanker di perairan negara tersebut. Peristiwa ini menambah kekhawatiran bahwa jalur distribusi energi di kawasan menjadi semakin tidak aman. Selain itu, Iran melalui pihak perantara menyatakan bahwa Amerika Serikat harus memberikan jaminan bahwa baik Washington maupun Israel tidak akan menyerang Iran di masa mendatang jika gencatan senjata ingin dipertimbangkan. Namun tuntutan tersebut dipandang kecil kemungkinan akan diterima oleh pihak AS.
Pivot: 88,84
R1 95,95 S1 88,84
R2 99,99 S2 86,11
R3 104,73 S3 82,00
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Kamis, 12 Maret 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Jobless Claims AS Diproyeksikan Naik, Ke Mana Arah Harga Emas?
Catat jam dan waktunya ya!
| Kamis, 12 Maret 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
