Market Summary
Peluang trading EUR/USD hari ini terlihat menarik. Euro menguat mendekati level tertinggi dalam sepekan di angka $1,142 pada hari Kamis. Investor menunggu keputusan kebijakan moneter dari European Central Bank (ECB). Para pelaku pasar memperkirakan ECB akan menahan suku bunga. Namun bank sentral tetap membuka peluang kenaikan suku bunga pada bulan September.
Euro Menguat Jelang Keputusan ECB
Euro bergerak stabil di atas level 1,1400 terhadap Dolar AS pada hari Kamis. Mata uang ini menunjukkan ketahanan yang mengejutkan di tengah lonjakan harga minyak. Ketegangan di Timur Tengah juga terus meningkat. Beberapa bank komersial besar dunia menilai ekspektasi kenaikan suku bunga ECB menjadi penopang utama Euro saat ini.
ECB sebelumnya menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada bulan Juni. Bank sentral memberi sinyal bahwa langkah selanjutnya akan bergantung pada data ekonomi yang masuk. Data inflasi, pertumbuhan upah, dan aktivitas ekonomi belakangan ini melunak. Kondisi ini mengurangi urgensi ECB untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Kenaikan Harga Minyak Jadi Perhatian Utama
Lonjakan harga minyak akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran baru. Biaya energi yang lebih tinggi berpotensi mendorong tekanan inflasi kembali naik. Situasi ini bisa membuat ECB mengambil sikap yang lebih hati-hati dalam pertemuan kali ini. Pasar uang tetap memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga tambahan hingga akhir tahun.
Analis dari Commerzbank menilai ECB bisa menunda kebijakan hari ini namun tetap mempertahankan nada hawkish. Inflasi diperkirakan bertahan mendekati 3% dalam beberapa bulan mendatang. Tekanan inflasi inti bahkan berpotensi sedikit meningkat. Proyeksi baru ECB baru akan tersedia pada bulan September. Berdasarkan data tersebut, kenaikan suku bunga lanjutan menuju 2,50% dinilai masih mungkin terjadi jika kondisi mendukung.
Ekspektasi Pasar terhadap Suku Bunga ECB
Peluang trading EUR/USD juga dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap langkah ECB selanjutnya. ECB kemungkinan besar akan menahan suku bunga Deposit Facility di level 2,25% pada pertemuan ini. Keputusan ini menyusul kenaikan 25 basis poin pada bulan Juni lalu. Pelemahan tekanan inflasi awal bulan ini memberi ruang bagi ECB untuk mengevaluasi perkembangan lebih lanjut. Namun pemulihan tajam harga minyak memunculkan harapan baru soal pengetatan kebijakan di masa depan.
Menurut laporan Reuters, para trader memperkirakan ECB masih akan menaikkan suku bunga dua kali lagi tahun ini. Pelaku pasar ingin memastikan apakah risiko efek putaran kedua dari inflasi di kawasan Eropa benar-benar nyata.
Gubernur Bank Sentral Italia, Fabio Panetta, menyampaikan bahwa tujuan bank sentral adalah menjaga ekspektasi inflasi tetap terjangkar dengan kuat. Ia juga menekankan pentingnya membatasi efek langsung maupun efek putaran kedua dari berbagai guncangan ekonomi.
Analisis MUFG: Yield Spread Bergerak Melawan Dolar AS
Analis MUFG mencatat bahwa kenaikan harga energi membuat pelaku pasar mulai memperhitungkan sikap yang lebih hawkish dari bank sentral utama, termasuk ECB dan The Fed. Imbal hasil jangka pendek pun naik ke level tertinggi sepanjang tahun ini.
MUFG menjelaskan bahwa pasar suku bunga kawasan Eropa kini memperkirakan dua hingga tiga kali kenaikan suku bunga ECB dalam setahun ke depan. Sementara itu, pasar suku bunga AS hanya memperkirakan sekitar dua kali kenaikan dari The Fed pada periode yang sama. Imbal hasil jangka pendek naik lebih tinggi di Eropa dibanding di AS. Kondisi ini membuat selisih imbal hasil bergerak melawan Dolar AS.
Pandangan Societe Generale soal Level Resistance Euro
Tim FX Societe Generale melaporkan bahwa kisaran pergerakan EUR/USD semalam antara 1,1406 hingga 1,1436 masih tergolong murah dibandingkan selisih imbal hasil dua tahun. Meski begitu, keyakinan pasar tetap rendah karena konflik di Timur Tengah terus meluas dan harga minyak terus merangkak naik.
Societe Generale memperingatkan bahwa efek pertimbangan kebijakan hawkish kalah dibanding dampak negatif harga energi tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi. Kenaikan Euro melewati level 1,1480 hingga 1,1510 masih dianggap target yang cukup sulit dicapai. Korelasi antara harga minyak dan pergerakan mata uang, menurut mereka, tetap relatif lemah meski harga energi bergejolak dalam dua pekan terakhir.
Kondisi Pasar Menjelang Pengumuman ECB
Euro naik 0,15% ke sekitar level 1,1430 terhadap Dolar AS pada sesi perdagangan Eropa hari Kamis. Pasangan EUR/USD menguat karena mata uang utama ini mengungguli mata uang lain jelang pengumuman kebijakan moneter ECB pukul 12.15 GMT.
Investor akan mencermati pernyataan kebijakan moneter dan komentar dari Presiden ECB, Christine Lagarde, dalam konferensi pers nanti. Fokus utama tertuju pada pandangan Lagarde soal outlook inflasi ke depan.
Pasar keuangan cenderung risk-averse pada hari Kamis seiring harga minyak mentah terus naik akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Selain pengumuman ECB, data klaim pengangguran mingguan AS juga akan dirilis pada hari yang sama. Peluang trading EUR/USD sepanjang sesi ini akan sangat bergantung pada nada komunikasi Lagarde dan reaksi pasar terhadap data ekonomi AS yang keluar bersamaan.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 berpotensi bearish, dengan level pivot berada di 1.1433. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpeluang berlanjut untuk menguji area support di 1.1382, kemudian 1.1368, hingga 1.1355.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga bergerak naik dan menembus level 1.1433, momentum bullish berpotensi menguat sehingga harga dapat melanjutkan kenaikan menuju area resistance di 1.1456 hingga 1.1470.
Resistance 1: 1.1470 Resistance 2: 1.1456 Resistance 3: 1.1433
Support1: 1.1382 Support 2: 1.1368 Support 3: 1.1355
Baca juga: Peluang Trading USD/JPY di Tengah Sikap Hawkish BoJ
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
