Download TPFx Mobile Available On

Market Highlight (30/04/2026)

by Annan Firsta

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity:  Bearish  Range         0,71200 – 0,70700

Kondisi mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Greenback mulai mengalami tekanan. Pelemahan ini tetap berada di dekat level tertinggi empat tahun karena kenaikan inflasi yang tajam membuat ekspektasi kenaikan suku bunga tetap tinggi minggu depan. Inflasi utama melonjak menjadi 4,6% per tahun pada bulan Maret, sedikit di bawah perkiraan 4,7%, tetapi tetap di atas target Bank Sentral sebesar 2–3% dan menandai angka tertinggi sejak data CPI bulanan dimulai pada tahun 2025. Ukuran rata-rata tahunan tetap berada di angka 3,3%, sesuai dengan ekspektasi karena biaya bahan bakar yang lebih tinggi akibat gangguan pasokan dari Timur Tengah menambah tekanan harga yang sudah tinggi. Tanpa kejutan inflasi besar yang meningkat, dolar Australia menarik beberapa penjual di tengah sentimen risiko yang hati-hati karena ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut. Namun demikian, pasar memperkirakan peningkatan kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin minggu depan. Di AS dan negara-negara G-7 lainnya, para pembuat kebijakan kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil minggu ini sambil memantau risiko kenaikan biaya energi yang memicu inflasi, karena Selat Hormuz tetap tertutup di tengah ketegangan AS-Iran.

Pivot : 0,71349

R1 : 0,71688          S1 : 0,70807

R2 : 0,72230          S2 : 0,70468

R3 : 0,72569          S3 : 0,69926


USDJPY

Opportunity:  Bullish  Range       160,300 – 160,800

Akhirnya pelemahan mata uang Yen terhadap mata uang Dollar AS sentuh level terlemahnya sepanjang waktu. Dimana Yen tak kuasa dalam perdagangan liburan pada hari Rabu, tetap berada di dekat ambang batas kritis 160 bahkan setelah Bank Sentral Jepang memberikan rekomendasi kebijakan moneter yang ketat minggu ini. Pada hari Selasa, BOJ mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah di 0,75% seperti yang diharapkan, sementara menaikkan prospek inflasi dan menurunkan perkiraan pertumbuhan untuk tahun fiskal 2026 untuk mencerminkan dampak ekonomi dari konflik Timur Tengah. Yang perlu diperhatikan, tiga dari sembilan anggota dewan kebijakan mendukung kenaikan suku bunga, menggarisbawahi kekhawatiran yang meningkat atas tekanan inflasi yang terkait dengan perang Iran. Gubernur BOJ Kazuo Ueda juga menegaskan kembali komitmen bank sentral terhadap jalur pengetatan bertahap, menandakan bahwa suku bunga dapat terus naik seiring dengan perkembangan kondisi ekonomi, harga, dan keuangan. Sementara itu, Menteri Keuangan Satsuki Katayama menegaskan kembali bahwa pihak berwenang siap untuk melakukan intervensi di pasar mata uang kapan saja untuk mendukung Yen.

Pivot : 160,096

R1 : 160,737          S1 : 159,727

R2 : 161,106          S2 : 159,086

R3 : 161,747          S3 : 158,717


GBPUSD

Opportunity  : Bearish menuju  :  1.3433  –  1.3406

Sesuai perkiraan, pounds masih tertekan di tengah ketidakpastian konflik di Timur-tengah. Selain konflik yang berkepanjangan, para investor j7ga menyoroti kebijakan moneter Bank Sentral dalam menghadapi ancaman tingkat inflasi yang tinggi. Di pasar valuta asing, dolar AS juga menguat terhadap mata uang utama. Indeks dolar naik ke 98,96, sementara Pound Sterling melemah. Katalis terbaru bahwa The Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga, namun sinyal kebijakan ke depan justru memicu ketidakpastian. GBP masih berpotensi untuk tertekan pada perdagangan hari ini selama ketegangan di Timur Tengah belum mereda dan arah kebijakan The Fed masih abu-abu, pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Open  : 1.3473         Pivot  1.3484

R1  : 1.3501              S1  : 1.3457

R2  : 1.3529             S2  : 1.3433

R3  : 1.3560             S3  : 1.3406


EURUSD

Opportunity  : Bearish menuju  1.1625 – 1.1582

Euro masih tertekan atas penguatan U.S Dollar. Konflik Timur-tengah yang berkepanjangan dan kebijakan the Fed membuat mata-uang Dollar menguat. Indeks Dollar menguat terhadap mata-uang utama lainnya termasuk Euro setelah the Fed mempertahankan tingkat suku-bunga acuan, namun sinyal kebijakan ke depan justru memicu ketidakpastian. Keputusan ini bahkan diwarnai perbedaan pandangan yang tajam di antara para pejabat. Harga minyak naik saat ini menjadi faktor utama yang mempengaruhi arah pasar global. Kombinasi antara konflik geopolitik, kebijakan moneter yang tidak pasti, serta pergerakan dolar AS akan terus menjadi pendorong volatilitas dalam jangka pendek. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini selama ketegangan di Timur Tengah belum mereda dan arah kebijakan The Fed masih abu-abu, pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Open  : 1.1674       Pivot  : 1.1684

R1  : 1.1697            S1  : 1.1661

R2  : 1.1720           S2  : 1.1625

R3  : 1.1740           S3  : 1.1582


USDCHF

Opportunity  : Bullish menuju  :  0.7952  –  0.7985

Swiss Franc masih dalam tekanan U.S Dollar. Konflik Timur-tengah dan arah kebijakan Bank Sentral mendorong mata-uang U.S Dollar lebih kuat. Swiss Franc yang tertekan selama satu pekan terakhir belum terlihat ada penguatan terhadap U.S Dollar. CHF masih berpotensi untuk tertekan pada perdagangan hari ini selama ketegangan di Timur Tengah belum mereda dan arah kebijakan The Fed masih abu-abu, pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Disisi lain harga minyak naik saat ini menjadi faktor utama yang mempengaruhi arah pasar global. Kombinasi antara konflik geopolitik, kebijakan moneter yang tidak pasti, serta pergerakan dolar AS akan terus menjadi pendorong volatilitas dalam jangka pendek.

Open  : 0.7900        Pivot  : 0.7903

R1  : 0.7924             S1  : 0.7882

R2  : 0.7952             S2  : 0.7867

R3  : 0.7985             S3. : 0.7848


USDCAD

Opportunity : Sell limit di 1.39025 dengan target 1.38794 dan stop loss di atas 1.39488

Secara struktur, USDCAD masih berada dalam uptrend yang valid, ditandai dengan pola higher high dan higher low yang konsisten sejak pertengahan Maret. Namun, pergerakan terakhir menunjukkan fase retracement setelah harga gagal melanjutkan kenaikan di area 1.39400 dan saat ini terkoreksi menuju area keseimbangan di sekitar pivot 1.38871. Secara teknikal, posisi harga di area pivot ini menjadi titik krusial karena menentukan apakah tren bullish akan berlanjut atau justru terjadi koreksi lebih dalam.

Open price :1.38722        Pivot :1.38871

R1: 1.39025         S1: 1.38562

R2: 1.39334         S2: 1.38408

R3: 1.39488         S3: 1.38099


DXY

Opportunity:  Bullish Range         98,900 – 99,300

Penguatan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terus berlanjut. Kondisi tersebut tergambar pada Indeks Dolar AS (DXY) yang terus naik dan sentuh level tertinggi hariannya 99,050. Bahkan Dollar AS tertinggi dalam tiga minggu, karena para pembuat kebijakan Federal Reserve mengambil sikap hawkish dalam mempertahankan suku bunga mereka dan ketegangan geopolitik yang terus berlanjut mendukung keamanan dolar AS. The Fed mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah seperti yang diharapkan oleh pasar, tetapi tiga anggota FOMC berbeda pendapat mengenai bias pelonggaran dalam sinyal bank sentral tersebut. Hal ini meningkatkan ambang batas bagi para presiden Fed regional, yang dikenal lebih cenderung bersikap keras, untuk memberikan suara mendukung pemotongan suku bunga di masa mendatang. Selain itu, Ketua Powell mengumumkan bahwa ia akan tetap berada di FOMC untuk sementara waktu, menggantikan Miran yang menentang kebijakan dovish. Presiden Trump memberi sinyal bahwa kesepakatan untuk mencabut blokade kapal tanker di Teluk Persia hanya akan dicabut dengan adanya kesepakatan nuklir Iran, yang menambah kebuntuan dalam konflik tersebut. Bank of Canada mengisyaratkan bahwa mereka tidak melihat adanya penurunan inflasi domestik dalam kebijakan suku bunga mereka, meskipun Bank of Japan menyampaikan pernyataan yang cenderung hawkish dalam pertemuan mereka. Baik ECB maupun Bank of England akan memutuskan suku bunga mereka hari ini.

Pivot : 98,863

R1 :    99,161         S1 :    98,676 

R2 :    99,348         S2 :    98,378

R3 :    99,646         S3 :    98,191


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bullish ke area 58,300

Indeks Nikkei 225 turun 1% menjadi sekitar 59.300, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 1,6% menjadi 3.710 dalam perdagangan pasca-liburan pada hari Kamis, memperpanjang kerugian sesi sebelumnya karena harga minyak kembali melonjak di tengah konflik AS-Iran yang berkepanjangan dan blokade yang terus berlanjut di Selat Hormuz. Prospek untuk negosiasi perdamaian yang diperbarui melemah setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS akan mempertahankan blokade angkatan lautnya terhadap Iran sampai kesepakatan nuklir tercapai. Ketergantungan Jepang yang besar pada impor minyak Timur Tengah menambah tekanan pasar. Sementara itu, Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah seperti yang diperkirakan secara luas, meskipun empat pejabat berbeda pendapat dengan keputusan tersebut. Di dalam negeri, data menunjukkan produksi industri Jepang secara tak terduga mengalami kontraksi pada bulan Maret, sementara penjualan ritel melebihi perkiraan. Penurunan yang signifikan tercatat di antara konstituen indeks utama, termasuk SoftBank Group (-3,1%), Fujikura (-4,1%), Mitsubishi UFJ (-2,5%), Mitsubishi Heavy (-5%), dan Hitachi (-2,7%).

Pivot : 57,153

R1 : 58,186       S1 : 56,023

R2 : 58,718       S2 : 55,588

R3 : 60,283       S3 : 54,023


HANGSENG

Opportunity: Koreksi ke area: 27,000

Indeks Hang Seng turun 155 poin, atau 0,6%, menjadi 25.947 pada hari Rabu, karena sentimen hati-hati tetap dominan meskipun didukung oleh kenaikan saham-saham teknologi besar dan perusahaan asuransi pada sesi sebelumnya. Kepercayaan investor tetap tertahan oleh kenaikan harga minyak yang berkelanjutan, yang memperpanjang reli mereka untuk sesi keempat berturut-turut di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan gangguan yang sedang berlangsung di Selat Hormuz. Lonjakan biaya energi meningkatkan kekhawatiran tentang inflasi dan potensi dampaknya terhadap pertumbuhan global, yang membebani selera risiko. Di kawasan ini, saham-saham teknologi turun karena optimisme awal seputar tema kecerdasan buatan berubah menjadi tekanan jual di tengah kenaikan harga minyak dan ketidakpastian geopolitik yang kembali muncul. Di antara saham-saham yang mengalami penurunan signifikan adalah Tencent Holdings (-1,6%), Xiaomi Corporation (-2,3%), Meituan Class (-1,2%), China Resources Land Limited (-1,2%), dan WH Group (-2,0%).

Pivot : 27,272

R1 : 27,428    S1 : 27,125

R2 : 27,575    S2 : 26,969

R3 : 27,878    S3 : 26,666


NASDAQ

Opportunity:Buy Limit: 25,385| SL: 25,285 | TP: 25,800

Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 naik pada hari Kamis karena investor menilai hasil kuartalan dari tujuh perusahaan teknologi terkemuka. Dalam perdagangan setelah jam kerja reguler, Alphabet melonjak 7% setelah melampaui ekspektasi pendapatan berkat kinerja Google Cloud yang kuat, sementara Amazon naik hampir 3% karena pertumbuhan yang solid di segmen komputasi awannya. Microsoft juga sedikit naik, didukung oleh lonjakan pendapatan sebesar 40% dari Azure dan layanan cloud terkaitnya, sedangkan Meta Platforms merosot 7% ​​setelah melaporkan pengeluaran modal kuartal pertama yang lebih lemah dari perkiraan dan pertumbuhan pengguna yang mengecewakan. Dalam perdagangan reguler pada hari Rabu, Dow dan S&P 500 masing-masing turun 0,57% dan 0,04%, sementara Nasdaq Composite naik 0,04%. Pergerakan ini mengikuti keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan tidak berubah seperti yang diantisipasi, meskipun empat pejabat berbeda pendapat, menandakan meningkatnya perpecahan atas prospek kebijakan di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait perang Iran.

Pivot : 25,342.17

R1 : 25,771.08                     S1 : 25,126.33

R2 : 25,986.92                  S2 : 24,697.42

R3 : 26,631.67                  S3 : 24,052.67



COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF

Gold

Opportunity: Bearish selama di bawah 4.610 – 4.630, testing support 4.510 – 4.483 

Harga emas tercatat berada di kisaran USD 4.550 per ounce pada hari Kamis, mendekati level terendah dalam satu bulan terakhir. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan inflasi global yang dipicu oleh lonjakan harga energi. Kondisi tersebut mendorong ekspektasi pasar bahwa bank-bank sentral utama dunia kemungkinan perlu kembali mengambil sikap kebijakan moneter yang lebih ketat, termasuk potensi kenaikan suku bunga dalam jangka menengah.

Ketegangan geopolitik turut menjadi faktor penting yang mempengaruhi sentimen pasar. Pernyataan Presiden Donald Trump terkait keberlanjutan blokade laut terhadap Iran hingga tercapainya kesepakatan nuklir memperpanjang ketidakpastian global. Di sisi lain, Iran menilai langkah tersebut sebagai bentuk tekanan ekonomi dan politik. Konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah, ditambah dengan terganggunya jalur strategis Selat Hormuz, membuat pelaku pasar menjadi lebih berhati-hati.

Meskipun emas secara tradisional dianggap sebagai aset safe haven, kenaikan ekspektasi suku bunga justru menahan penguatannya. Investor mulai mengurangi spekulasi terhadap penurunan suku bunga dalam waktu dekat dan bahkan mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada tahun-tahun mendatang. Sikap bank sentral AS yang menahan suku bunga, namun diiringi perbedaan pandangan di antara para pejabatnya, semakin menegaskan tingginya ketidakpastian arah kebijakan ke depan. Hal ini membuat pergerakan emas cenderung tertahan meskipun risiko global meningkat.

Pivot : 4.610

R1  4.580   R2  4.610  R3 4.630

S1  4.529   S2  4.510  S3  4.483


Silver

Opportunity : Buy stop di 76.423 dengan target 77.609 dan stop loss di bawah 73.900

Pada XAGUSD, struktur besar masih menunjukkan downtrend, namun pergerakan terbaru memperlihatkan fase pullback bullish yang cukup kuat dari area bawah sekitar 68–70 hingga saat ini mendekati resistance penting. Kenaikan ini lebih bersifat korektif daripada pembalikan tren, karena belum ada perubahan struktur menjadi higher high yang signifikan pada timeframe H4. Saat ini harga bergerak di sekitar pivot 75.041 dan mendekati resistance 76.273, yang menjadi area kunci untuk menentukan arah selanjutnya.

Open price :75.003      Pivot :75.041

R1: 76.273                     S1: 73.900
R2: 77.374                     S2: 72.628
R3: 78.646                     S3: 71.527


Oil

Opportunity : Bullish selama bertahan di atas 105,56 – 101,78, testing resistance 111,20 – 113,35.

Harga minyak mentah jenis WTI melonjak signifikan dan diperdagangkan di atas USD 108 per barel, mencatat kenaikan hampir 15% sepanjang pekan ini. Kenaikan tajam ini terutama didorong oleh gangguan pasokan global akibat konflik di Timur Tengah yang berdampak langsung pada penutupan efektif Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi energi dunia.

Kebijakan Amerika Serikat untuk mempertahankan blokade terhadap Iran menjadi pemicu utama ketegangan. Pernyataan Presiden Donald Trump yang menegaskan keberlanjutan langkah tersebut hingga tercapainya kesepakatan nuklir memperkuat kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik. Iran sendiri memberikan sinyal perlawanan dan memperingatkan adanya kemungkinan aksi balasan jika tekanan terus berlanjut.

Selain faktor geopolitik, data fundamental juga turut mendukung kenaikan harga minyak. Penurunan tajam persediaan minyak mentah dan bahan bakar di Amerika Serikat, ditambah dengan lonjakan ekspor yang mencapai rekor lebih dari 6 juta barel per hari, menunjukkan kondisi pasokan yang semakin ketat. Kombinasi antara risiko geopolitik yang tinggi dan terbatasnya suplai global menciptakan tekanan naik yang kuat pada harga minyak, sekaligus meningkatkan volatilitas pasar energi dalam jangka pendek.

Pivot: 101,78

R1 111,20         S1  105,56

R2  113,25       S2  101,78

R3  117,51        S3 98,36


 

DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Kamis, 30 April 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

Price Action Sebagai Panduan Trading Emas Jelang Data GDP dan Core PCE AS

Catat jam dan waktunya ya!

  Kamis, 30 April 2026 
  13.00 WIB
  Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy