Dolar AS Stabil, Pasar Fokus pada Risalah The Fed
Dolar AS Stabil mengawali pekan dengan pergerakan terbatas setelah investor mencerna komentar terbaru dari pejabat Federal Reserve dan rilis data sektor jasa Amerika Serikat. Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di sekitar level 100,90 pada akhir perdagangan Senin, mencerminkan sikap pasar yang masih berhati-hati menjelang publikasi risalah rapat Federal Reserve pada Rabu.
Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller, menegaskan bahwa bank sentral tetap berkomitmen menjaga inflasi di target 2%. Menurutnya, kondisi pasar tenaga kerja kini terlihat lebih stabil, sementara tekanan inflasi kembali meningkat. Ia juga mengatakan bahwa risiko kebijakan telah berubah karena fokus pasar kini bergeser dari pelemahan tenaga kerja menuju pengendalian inflasi.
Data Sektor Jasa AS Masih Tumbuh
Data ISM Services PMI menunjukkan aktivitas sektor jasa Amerika Serikat masih berada di zona ekspansi. Indeks tersebut turun menjadi 54,0 pada Juni dari 54,5 pada Mei, sesuai dengan ekspektasi pasar. Perlambatan terjadi pada aktivitas bisnis dan pesanan baru, namun laju ekspansi tetap mencerminkan kondisi ekonomi yang sehat.
Di sisi lain, indeks ketenagakerjaan meningkat menjadi 51,2 dari 47,9 dan mencatat ekspansi pertama sejak Februari. Sementara itu, indeks harga turun ke 67,7, level terendah dalam empat bulan terakhir. Pelaku usaha juga melaporkan bahwa aktivitas bisnis tetap kuat meski konflik di Timur Tengah masih memicu kekhawatiran terhadap inflasi.
ECB Soroti Risiko Inflasi Kawasan Euro
Di Eropa, anggota Dewan Eksekutif European Central Bank (ECB), Isabel Schnabel, mengingatkan bahwa penurunan harga minyak belum berarti kawasan euro telah kembali ke kondisi sebelum perang. Ia menilai dampak kenaikan biaya energi mulai memicu efek tidak langsung terhadap inflasi sehingga risiko tekanan harga masih perlu diwaspadai.
Komentar tersebut membuat pasangan EUR/USD bergerak terbatas di sekitar 1,1440 karena investor tetap berhati-hati terhadap prospek kebijakan moneter ECB.
Pergerakan Mata Uang Utama Beragam
GBP/USD bertahan di kisaran 1,3390 meski dolar AS tetap kuat. Investor masih membandingkan sikap hati-hati Bank of England (BoE) dengan Federal Reserve yang terus menegaskan fokusnya terhadap pengendalian inflasi.
USD/JPY menguat ke sekitar 162,10 karena permintaan terhadap dolar AS tetap solid. Selisih imbal hasil obligasi antara Amerika Serikat dan Jepang masih menjadi faktor utama yang menopang kenaikan pasangan mata uang tersebut. Pasar juga terus mencermati kemungkinan komentar dari otoritas Jepang apabila pelemahan yen berlanjut.
Sementara itu, AUD/USD naik menuju 0,6960 setelah inflasi Australia berdasarkan TD-MI Inflation Gauge melambat menjadi 3,9% secara tahunan dari 4,4%. Data tersebut mengurangi ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan mempertahankan kebijakan moneter yang agresif.
Emas dan Minyak Bergerak Terbatas
Dolar AS Stabil turut membatasi kenaikan harga emas yang masih bergerak di sekitar level US$4.160 per troy ons. Logam mulia kehilangan momentum karena pasar kembali mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga setelah komentar Christopher Waller yang bernada hawkish.
Sementara itu, minyak mentah WTI diperdagangkan di sekitar US$68,70 per barel. Meski harga minyak telah melemah dalam beberapa pekan terakhir, Isabel Schnabel menilai risiko inflasi akibat gejolak geopolitik belum sepenuhnya mereda. Karena itu, pasar energi masih sensitif terhadap perkembangan di Timur Tengah.
Wall Street Menguat Dipimpin Saham Teknologi
Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Senin. Indeks S&P 500 naik 0,7%, Nasdaq 100 menguat 1,3%, sedangkan Dow Jones Industrial Average mencetak rekor penutupan baru di level 53.056.
Kenaikan dipimpin oleh sektor semikonduktor menjelang pembaruan penjualan Samsung dan penerbitan ADR SK Hynix. Saham Broadcom melonjak setelah memperpanjang kerja sama dengan Apple, sementara Nvidia, AMD, Micron, dan Intel juga mencatat penguatan seiring optimisme terhadap permintaan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Investor kini mengalihkan perhatian pada risalah rapat Federal Reserve yang akan dirilis pertengahan pekan. Dokumen tersebut diperkirakan memberikan petunjuk mengenai bagaimana para pembuat kebijakan menyeimbangkan risiko inflasi dengan kondisi pasar tenaga kerja, sekaligus menjadi katalis berikutnya bagi pergerakan dolar AS, emas, dan pasar keuangan global.
Prospek Harga Emas Selasa | 07 Juli 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish jangka menengah. Pada perdagangan sebelumnya, harga sempat menguat dan menguji area resistance 4.221 yang bertepatan dengan trendline bearish, namun gagal menembusnya sehingga kembali terkoreksi. Meski demikian, tekanan jual masih relatif terbatas karena harga tetap mampu bertahan di atas support 4.115. Selama level support tersebut masih terjaga, peluang rebound masih terbuka untuk kembali menguji resistance 4.221. Jika berhasil menembus dan bertahan di atas level tersebut, penguatan berpotensi berlanjut menuju resistance 4.265 hingga 4.310.
Sebaliknya, apabila support 4.115 ditembus, tekanan jual diperkirakan kembali mendominasi dan membuka peluang penurunan menuju support berikutnya di 4.063. Sementara itu, RSI yang berada di kisaran 63 menunjukkan momentum bullish masih cukup terjaga, meski mulai mendekati area overbought sehingga potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.221 R2 4.265 R3 4.310
S1 4.115 S2 4.063 S3 3.942
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.130 |
| Profit Target Level | 4.200 |
| Stop Loss Level | 4.100 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.200 |
| Profit Target Level | 4.130 |
| Stop Loss Level | 4.240 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 07 Juli 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang masih bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun sehingga tekanan jual jangka menengah masih mendominasi. Pada perdagangan sebelumnya, harga sempat menguat, namun kembali gagal menembus resistance 69,18 yang juga berdekatan dengan SMA 50, sehingga masih tertahan dalam fase konsolidasi. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, tekanan jual masih berpotensi kembali mendominasi dengan target penurunan menuju support 67,00, kemudian 64,82 hingga 61,72.
Sebaliknya, apabila resistance 69,18 berhasil ditembus, peluang rebound akan semakin terbuka untuk menguji resistance 71,52, bahkan berlanjut menuju 74,69. Sementara itu, RSI yang berada di kisaran netral menunjukkan momentum belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren, sehingga arah pergerakan selanjutnya masih bergantung pada kemampuan harga keluar dari area konsolidasi saat ini.
US Oil INTRADAY AREA
R1 69,18 R2 71,52 R3 74,69
S1 67,00 S2 64,82 S3 61,72
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | Breakout 69,20 |
| Profit Target Level | 71,00 |
| Stop Loss Level | 67,60 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 69,10 |
| Profit Target Level | 67,20 |
| Stop Loss Level | 71,60 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar Tertekan, Emas Menguat Jelang Risalah The Fed
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Prospek Harga Emas Selasa | 07 Juli 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan pemulihan setelah berhasil membentuk dasar di area 3.942 dan menembus resistance 4.063 yang kini beralih menjadi support. Harga saat ini bergerak di atas SMA 50 yang mulai mendatar, mengindikasikan momentum bullish jangka pendek mulai menguat, meskipun tren utama masih dibayangi garis tren turun jangka menengah. Area 4.221 menjadi resistance penting yang bertepatan dengan trendline bearish, sehingga penembusan yang diikuti penutupan harga di atas level tersebut berpotensi membuka jalan menuju resistance 4.265 hingga 4.310.
Sebaliknya, jika harga gagal menembus area 4.221 dan kembali berbalik turun, tekanan jual berpotensi meningkat dengan target penurunan menuju support 4.115, kemudian 4.063, sementara RSI yang telah berada di atas level 70 mengindikasikan kondisi overbought sehingga peluang koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.221 R2 4.265 R3 4.310
S1 4.115 S2 4.063 S3 3.942
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.120 |
| Profit Target Level | 4.200 |
| Stop Loss Level | 4.060 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.220 |
| Profit Target Level | 4.160 |
| Stop Loss Level | 4.270 |
Prospek Harga US Oil Senin | 06 Juli 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang masih bergerak di bawah SMA 50 yang terus menurun sehingga tekanan jual jangka menengah masih mendominasi. Setelah sempat rebound dari area 67,00, harga kini bergerak konsolidasi di sekitar resistance 69,18, yang juga berdekatan dengan SMA 50 dan menjadi area krusial untuk menentukan arah pergerakan berikutnya. Apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas 69,18, peluang penguatan akan terbuka menuju resistance 71,52, kemudian 74,69.
Sebaliknya, jika kembali gagal melewati area tersebut, tekanan jual berpotensi meningkat dengan target penurunan ke support 67,00, dilanjutkan ke 64,82 hingga 61,72. Sementara itu, RSI yang masih berada di kisaran netral mengindikasikan momentum belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren, sehingga pergerakan harga masih berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi sebelum menentukan arah selanjutnya.
US Oil INTRADAY AREA
R1 69,18 R2 71,52 R3 74,69
S1 67,00 S2 64,82 S3 61,72
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 67,10 |
| Profit Target Level | 69,00 |
| Stop Loss Level | 66,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 69,10 |
| Profit Target Level | 67,20 |
| Stop Loss Level | 71,60 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Melemah Usai Data Tenaga Kerja Melambat
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
