Market Summary
Peluang trading silver kembali menjadi sorotan pasar pada perdagangan Rabu ini. Harga silver bergerak di kisaran $64 per ounce, level terendah dalam dua pekan terakhir. Investor mencermati prospek kenaikan suku bunga The Federal Reserve setelah yield obligasi global dan harga minyak dunia melonjak tajam.
Yield Obligasi dan Harga Minyak Angkat Ekspektasi Suku Bunga
Imbal hasil obligasi global naik akibat tekanan inflasi yang semakin kuat dan ekspektasi kenaikan suku bunga yang kian nyata. Yield US Treasury membalikkan arah setelah sempat turun menyusul pengumuman Menteri Keuangan AS Scott Bessent soal perluasan program buyback obligasi jangka panjang. Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan komitmennya memerangi inflasi, sebuah sikap yang memperkuat pandangan hawkish pasar. Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 70% The Fed akan menaikkan suku bunga bulan ini. Harga minyak dunia turut melanjutkan penguatan seiring eskalasi ketegangan antara AS dan Iran, yang semakin membesarkan risiko inflasi.
Data ADP Employment Jadi Perhatian Utama Pelaku Pasar
ADP Research Institute akan merilis laporan bulanan penciptaan lapangan kerja sektor swasta AS untuk Agustus pada hari Rabu. Konsensus pasar memperkirakan sektor swasta AS menambah 47 ribu posisi baru bulan ini, hampir tidak berubah dari 44 ribu lapangan kerja pada Juli. Laporan ADP mendahului rilis Non-Farm Payrolls (NFP) yang jauh lebih penting, yang akan dipublikasikan Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada hari Jumat.
ADP bukan indikator utama tren NFP, namun laporan ini tetap relevan karena kerap menentukan arah ekspektasi pasar terhadap data resmi ketenagakerjaan, salah satu acuan utama kebijakan moneter The Fed. Kejutan pada data ADP biasanya memicu volatilitas signifikan pada Dolar AS.
ADP Berpotensi Beri Petunjuk Arah Kebijakan The Fed
Laporan ADP Agustus terbit di tengah sorotan besar terhadap kebijakan The Fed. Ketua Kevin Warsh menghadapi tekanan dari Presiden AS Donald Trump agar menurunkan suku bunga, sementara kekhawatiran inflasi yang masih tinggi menarik ke arah berlawanan, dan Federal Open Market Committee (FOMC) sendiri terpecah pandangan. Menteri Keuangan Scott Bessent juga mengumumkan rencana melipatgandakan buyback obligasi pemerintah jangka panjang, sinyal lain bahwa pemerintah AS ingin menghindari kebijakan moneter yang terlalu ketat.
Analis Commerzbank memperkirakan resistensi politik terhadap pengetatan moneter akan meningkat menjelang pertemuan The Fed di September. Mereka menilai rencana buyback Treasury menunjukkan otoritas fiskal AS berupaya menahan tekanan kenaikan yield lewat langkah tidak konvensional, bukan lewat disiplin fiskal yang lebih ketat. Commerzbank menambahkan bahwa The Fed tidak bisa mengabaikan perkembangan ini, sebab kenaikan suku bunga justru akan mempersulit upaya Treasury menahan yield, sehingga memperkuat alasan bagi The Fed untuk menahan diri meski inflasi tetap tinggi.
Analisa Teknikal
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga silver berpotensi mengalami rebound pada time frame H4, dengan level pivot di 62,82. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, silver berpeluang melanjutkan rebound dengan target resistance di 65,05, kemudian 65,69, hingga 66,32.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga menembus dan bergerak di bawah level 62,82, silver berpotensi melanjutkan penurunan dengan target support di area 61,75 hingga 61,11.
Resistance 65,05 Resistance 2: 65,69 Resistance 3: 66,32
Support1: 62,82 Support 2: 61,75 Support 3: 61,11
Baca juga: Peluang Trading WTI di Tengah Ketegangan Geopolitik
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
