Market Summary
Peluang Trading EUR/USD kembali menjadi perhatian setelah rilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) Zona Euro menunjukkan pemulihan aktivitas sektor jasa pada September. Namun, perbaikan tersebut belum mampu mengangkat euro secara signifikan karena pasar masih mencermati kondisi fiskal Prancis dan penguatan dolar AS.
EUR/USD sempat turun ke sekitar 1,1160, level terendah dalam 17 bulan. Pasangan mata uang ini kemudian mencoba kembali menembus 1,1200. Tekanan terhadap euro juga semakin besar setelah EUR/USD mencatat penurunan sekitar 3% dalam empat pekan terakhir.
PMI Jasa Zona Euro Menunjukkan Pemulihan
Data final HCOB menunjukkan aktivitas sektor jasa Zona Euro meningkat pada September. PMI jasa naik ke 53 dari 51,7 pada Agustus. Angka di atas 50 menunjukkan bahwa sektor tersebut masih berada dalam fase ekspansi.
Jerman juga mencatat perbaikan yang cukup kuat. PMI jasa naik ke 52,9 dari 49,7 pada bulan sebelumnya. Data tersebut menunjukkan pemulihan aktivitas bisnis di salah satu ekonomi terbesar Zona Euro.
Namun, kinerja negara-negara anggota Zona Euro belum sepenuhnya seragam. Aktivitas jasa Italia dan Prancis melambat lebih dari perkiraan. Sebaliknya, Spanyol mencatat pertumbuhan yang melampaui ekspektasi.
Sentimen Investor Mulai Melemah
Perbaikan PMI belum cukup untuk menjaga sentimen investor terhadap euro. Indeks Sentix Investor Confidence Zona Euro turun menjadi 2,7 pada Oktober dari 5,1 pada bulan sebelumnya.
Penurunan tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar masih menghadapi sejumlah kekhawatiran terhadap prospek ekonomi kawasan. Kondisi fiskal beberapa negara juga menjadi perhatian, terutama Prancis.
Di sisi lain, Italia menunjukkan perkembangan positif dari sisi rasio utang publik terhadap produk domestik bruto. Rasio tersebut turun menjadi 2% pada kuartal kedua dari 4,8% pada kuartal sebelumnya.
Krisis Fiskal Prancis Menekan Euro
Tekanan terbesar terhadap euro saat ini datang dari kondisi fiskal Prancis. Biaya pinjaman pemerintah Prancis terus meningkat di tengah ketegangan sosial dan kebuntuan politik.
Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis bertenor 10 tahun sempat mencapai 4,99% pada Jumat. Level tersebut melampaui puncak yang tercatat pada 2008 dan kembali memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas kredit di kawasan euro.
Pasar juga melihat kecilnya peluang pemerintah Prancis menjalankan rencana penghematan yang kredibel dalam waktu dekat. Jika tekanan fiskal berlanjut, kekhawatiran terhadap Prancis dapat menyebar ke negara lain di Zona Euro.
Dolar AS Masih Mendapat Dukungan Yield
Di tengah tekanan terhadap euro, dolar AS mendapatkan dukungan dari meningkatnya minat terhadap aset safe haven. Investor cenderung memilih dolar ketika kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan risiko pasar meningkat.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun juga tetap berada di atas 5%. Kondisi tersebut memberikan daya tarik tambahan bagi dolar karena meningkatkan imbal hasil aset berbasis mata uang AS.
DBS Group Research menilai kenaikan yield yang muncul akibat pengetatan kebijakan Federal Reserve dapat mendukung dolar. Namun, kenaikan yield yang berasal dari kekhawatiran terhadap pasokan utang, keberlanjutan fiskal, dan kredibilitas pasar Treasury belum tentu memberikan dukungan yang tahan lama bagi USD.
Peluang Trading EUR/USD Masih Menghadapi Tekanan
Peluang Trading EUR/USD dalam jangka pendek masih menghadapi risiko penurunan selama pasangan ini bertahan di bawah area 1,1200. Penembusan kembali di atas level tersebut dapat memberikan ruang bagi euro untuk melakukan pemulihan teknikal.
Sebaliknya, kegagalan EUR/USD mempertahankan 1,1200 dapat membuka jalan menuju pengujian ulang area 1,1160. Level tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya menjadi titik terendah baru dalam 17 bulan.
Trader juga perlu memperhatikan perkembangan imbal hasil obligasi Prancis dan AS. Kenaikan yield Prancis dapat memperbesar tekanan terhadap euro, sedangkan yield AS yang tetap tinggi berpotensi menjaga permintaan terhadap dolar.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat peluang rebound pada EUR/USD di time frame H4 dengan level pivot 1.1181. Selama harga bertahan di atas level tersebut, pasangan ini berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance 1.1231. Jika berhasil ditembus, penguatan berikutnya dapat mengarah ke 1.1242 hingga 1.1254.
Sebaliknya, jika EUR/USD kembali bergerak di bawah 1.1181, tekanan jual berpotensi meningkat. Dalam skenario tersebut, harga dapat melanjutkan penurunan untuk menguji area support 1.1161 hingga 1.1150.
Resistance 1.1231 Resistance 2: 1.1242 Resistance 3: 1.1254
Support1: 1.1181 Support 2: 1.1161 Support 3: 1.1150
Baca juga: Peluang Trading Emas Jelang Data NFP AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
