Download TPFx Mobile Available On

Market Highlights (12/10/2026)

by Annan Firsta

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity: Bullish  Range        0,69800 – 0,70200

Kebangkitan mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS mulai nampak. Kondisi tersebut terlihat Dollar Australia diperdagangkan di atas level terendah beberapa bulan terakhir karena penurunan tajam imbal hasil obligasi pemerintah AS menekan nilai Dollar AS. Kenaikan harga obligasi pemerintah AS menurunkan imbal hasil dari level tertinggi dalam 24 tahun, memberikan sedikit kelegaan bagi pasar global setelah berminggu-minggu mengalami aksi jual besar-besaran. Penurunan imbal hasil tersebut membantu Aussie tetap berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan yang moderat, yang merupakan kenaikan pertama dalam lima minggu terakhir. Perhatian kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan Australia bulan September yang akan dirilis Kamis depan, menyusul kenaikan tak terduga tingkat pengangguran menjadi 4,6% pada bulan Agustus. Peningkatan lebih lanjut dalam angka pengangguran akan memperkuat argumen untuk tidak menaikkan kembali suku bunga oleh Reserve Bank of Australia, setelah kenaikan bulan lalu mendongkrak suku bunga acuan atau cash rate menjadi 4,60%. Pasar memperkirakan adanya peluang sekitar 30% untuk kenaikan suku bunga pada November, yang meningkat menjadi 46% pada Desember. Risalah rapat bank sentral tanggal 13 Oktober juga akan menjadi fokus, serta laporan CPI kuartal September akhir bulan ini, dengan inflasi inti diperkirakan akan tetap tinggi

Pivot : 0,69764

R1 : 0,69979      S1 : 0,69650

R2 : 0,70093      S2 : 0,69435

R3 : 0,70308      S3 : 0,69321


USDJPY

Opportunity: Bullish  Range       158,200 – 158,700

Nasib mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS terus mengalami pelemahan. Dimana Yen melemah dan sentuh level terendah akhir pekan kemarin di 158,422. Kondisi tersebut menuju penurunan mingguan keempat berturut-turut di tengah tekanan yang terus berlanjut dari kesenjangan suku bunga yang lebar antara AS dan Jepang. Disisi lain karena suku bunga domestik yang relatif rendah dan beban utang negara yang besar terus menekan mata uang tersebut. Sementara itu, data menunjukkan bahwa belanja rumah tangga Jepang turun selama 9 bulan berturut-turut pada bulan Agustus, seiring sikap hati-hati konsumen di tengah inflasi yang terus berlanjut. Terkait kebijakan moneter, anggota dewan BOJ Ayano Sato—yang sebelumnya menentang kenaikan suku bunga bank sentral pada bulan September—menyatakan minggu ini bahwa ia mendukung pendekatan bertahap dalam menaikkan suku bunga, yang memperkuat ekspektasi akan pengetatan kebijakan lebih lanjut. Di sisi lain, Perdana Menteri Sanae Takaichi terus menjalankan kebijakan fiskal ekspansif meskipun ada kekhawatiran mengenai pelemahan Yen dan tingginya imbal hasil obligasi, dengan janji untuk memangkas pajak konsumsi atas bahan makanan.

Pivot : 158,140

R1 : 158,529     S1 : 157,858   

R2 : 158,811     S2 : 157,469

R3 : 159,200      S3 : 157,187


GBPUSD

Opportunity  : Bullish menuju  :  1.3253 –  1.3297

Pounds ditutup sedikit menguat pada perdagangan Jumat kemarin. Pasangan mata-uang GBP/USD naik tipis ditutup di level 1.3240 sedikit di atas harga pembukaan. Penguatan mata-uang Poundsterling terbatas oleh meningkatnya konflik Timur-tengah yang mengangkat harga Minyak kembali menguat pada Jumat kemarin. Indeks Dollar AS berakhir naik tipis pada akhir pekan hari Jumat, 9 Oktober 2026, terdukung imbal hasil Treasury AS yang tinggi, namun kenaikan tertahan data sentimen konsumen AS yang lebih lemah dari perkiraan. Indeks Dollar AS ditutup naik 0,09% pada 102,21. Memasuki awal pekan ini, 12 Oktober 2026, dolar AS berpotensi mendapat dukungan dari eskalasi konflik di Timur Tengah yang kini meluas ke Arab Saudi dan Yaman. Kenaikan U.S Dollar tertahan setelah data sentimen konsumen AS memburuk. Indeks sentimen konsumen University of Michigan Oktober turun ke 46,3 dari 48,1 pada September, lebih rendah dari perkiraan ekonom. Ekspektasi inflasi satu tahun ke depan naik menjadi 4,7% dari 4,6%. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini menunggu pernyataan beberapa pejabat BOE yang akan memberikan pandangan mengenai kebijakan Moneter dalam waktu dekat ini.

Open  : 1.3227        Pivot  1.3229

R1  : 1.3253              S1  : 1.3208

R2  : 1.3274              S2  : 1.3184

R3  : 1.3297              S3  : 1.3164


EURUSD

Opportunity  : Bullish menuju  1.1265 – 1.1289

Euro tertekan pada perdagangan akhir pekan kemarin. Pasangan mata uang EUR/USD berakhir turun pada akhir pekan hari Jumat, 9 Oktober 2026, tertekan penguatan U.S Dollar dan masih berada dekat level terendah dalam 16 bulan. Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 0,08% pada 1.1202. Secara mingguan, Euro melemah sekitar 0,5%. Euro sempat menguat di awal sesi dan naik ke 1.12249 setelah rebound dari level terendah 1.1171 pada hari Kamis. Namun euro berbalik turun setelah dolar AS menguat terdukung imbal hasil Treasury AS. Yield Treasury 10 tahun bertahan di sekitar 5,3%, level tertinggi sejak 2002. Indeks dolar AS ditutup naik 0,09% pada 102,21. Euro juga tertahan oleh meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga ECB. Sejumlah pejabat ECB menyatakan tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga lagi. Selain itu, kekhawatiran fiskal di Prancis dan tingginya harga energi terus membebani sentimen Euro. Namun Euro masih memiliki sejumlah faktor pendukung. Kementerian Ekonomi Jerman menaikkan perkiraan PDB Jerman 2026 menjadi 1,3% dari 0,5%. EUR berpeluang untuk menguat pada perdagangan hari ini yang merujuk Ringkasan rapat ECB bulan September menunjukkan para pejabat memperingatkan perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut untuk meredam inflasi.

Open  : 1.1183    Pivot  : 1.1210

R1  : 1.1233         S1  : 1.1178

R2  : 1.1265         S2  : 1.1155

R3  : 1.1289         S3  : 1.1123


USDCHF

Opportunity  : Bearish menuju  :  0.8282  –  0.8268

Sesuai perkiraan, Swiss Franc ditutup menguat pada perdagangan Jumat kemarin. Penguatan mata-uang Swiss Franc terjadi di tengah turunnya angka SECO Consumer Climate di bulan September. Namun Swiss Franc dapat menguat didorong oleh rilisnya data sentimen konsumen AS memburuk. Indeks sentimen konsumen University of Michigan Oktober turun ke 46,3 dari 48,1 pada September, lebih rendah dari perkiraan ekonom. Ekspektasi inflasi satu tahun ke depan naik menjadi 4,7% dari 4,6%. Indeks Dollar AS berakhir naik tipis pada akhir pekan hari Jumat, 9 Oktober 2026, terdukung imbal hasil Treasury AS yang tinggi, namun kenaikan tertahan data sentimen konsumen AS yang lebih lemah dari perkiraan. Indeks dolar AS ditutup naik 0,09% pada 102,21. CHF masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini akibat lemahnya sentimen Konsumen AS akibatnya tingginya tingkat Inflasi. Indeks Dollar dapat kembali tertekan pada perdagangan hari ini.

Open  : 0.8295    Pivot  : 0.8305

R1  : 0.8315         S1  : 0.8291

R2  : 0.8328         S2  : 0.8282

R3  : 0.8338         S3  : 0.8268


DXY

Opportunity: Bullish  Range    102,200 –  102,500

Terbatasnya pergerakan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terus mewarnai perdagangan market akhir pekan lalu. Kondisi tersebut tetap berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan hampir 0,2%, hal ini menandai kenaikan selama empat minggu berturut-turut dan mendorong mata uang AS tersebut ke level tertinggi sejak April 2025. Para pelaku pasar terus memantau perkembangan di Timur Tengah serta dampaknya terhadap harga energi dan inflasi. Harga minyak turun setelah Presiden AS Trump berjanji untuk menahan diri untuk menyerang Iran hingga setelah pemilihan paruh waktu, yang membantu meredakan kekhawatiran tentang gangguan pasokan energi lebih lanjut. Meskipun demikian, pasar terus memperhitungkan prospek Federal Reserve mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama guna menahan tekanan inflasi yang terus berlanjut. Probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga tetap stabil bulan ini berada di kisaran 81%, sementara peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 bps pada bulan Desember sekitar 69%.

Pivot : 102,162

R1 :   102,404     S1 :  101,989 

R2 :   102,577     S2 :  101,747

R3 :   102,819     S3 :  101,574

 


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bullish ke area 67,031

Indeks Nikkei 225 berakhir hampir datar di 69.031 pada hari Jumat, memulihkan sebagian besar kerugian sebelumnya setelah laporan menunjukkan bahwa OpenAI memperkirakan pendapatan tahunan akan mencapai atau melebihi $70 miliar pada akhir tahun. Investor tetap fokus pada apakah pendapatan terkait AI dapat membenarkan pengeluaran investasi yang besar di sektor ini, terutama karena perusahaan Jepang memainkan peran kunci dalam pembangunan infrastruktur AI global. Saham juga mendapat dukungan dari penurunan imbal hasil obligasi dan penurunan harga minyak setelah Presiden Trump mengatakan AS terlibat dalam “diskusi produktif” dengan Iran dan akan menahan diri dari menyerang negara tersebut sebelum pemilihan paruh waktu. Namun, saham teknologi dan terkait AI tetap berada di bawah tekanan, dengan Kioxia Holdings (2,2%), SoftBank Group (3,9%), dan Murata Manufacturing (3,6%) mencatat kerugian tajam. Pasar Jepang akan tutup pada hari Senin karena hari libur nasional.

Pivot : 65,887

R1 : 66,893      S1 : 65,303

R2 : 67,477      S2 : 64,297

R3 : 68,483     S3 : 63,713


HANGSENG

Opportunity: Bearish ke 25,217

Indeks Hang Seng turun 1,4%, atau 345 poin, dan ditutup pada 23.786 pada hari Kamis, memperpanjang kerugian pagi harinya karena sentimen penghindaran risiko secara luas meningkat. Penurunan di Wall Street dan kekhawatiran yang kembali muncul tentang inflasi dan suku bunga membebani sentimen. Aksi jual di Wall Street semalam, ditambah dengan kenaikan tajam imbal hasil obligasi pemerintah AS, meningkatkan kekhawatiran tentang suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama, sementara harga minyak mentah Brent tetap di atas US$100 per barel, menambah tekanan inflasi. Secara lokal, aktivitas sektor swasta Hong Kong tetap mengalami kontraksi, dengan PMI September turun menjadi 49,2 dari 49,5 pada bulan Agustus, menandai bulan kedua berturut-turut di bawah ambang batas 50. Saham teknologi menjadi yang paling tertekan, dengan Tencent (-2,2%), SMIC (-6,7%), Kingboard Laminates (-6,4%), Genscript Biotech (-5,1%), dan Lenovo (-8,1%) termasuk di antara saham yang mengalami penurunan signifikan. Di sisi positif, pasar daratan Tiongkok dibuka kembali setelah liburan.

Pivot : 24,408

R1 : 24,558    S1 : 24,120

R2 : 24,846    S2 : 23,970

R3 : 24,996    S3 : 23,682


NASDAQ

Opportunity: Buy Limit: 30,560| SL: 30,400 | TP: 30,720

Kontrak berjangka saham AS sedikit menguat pada hari Senin karena investor bersiap untuk pekan yang sibuk dengan laporan pendapatan bank-bank besar, menandai dimulainya musim pelaporan kuartal ketiga. JPMorgan, Goldman Sachs, Citigroup, dan Wells Fargo dijadwalkan untuk melaporkan pada hari Selasa, diikuti oleh Bank of America dan Morgan Stanley pada hari Rabu. Investor juga menunggu data inflasi penting, dengan indeks harga konsumen dan produsen September yang akan dirilis masing-masing pada hari Rabu dan Kamis. Pekan lalu, ketiga indeks saham utama AS ditutup lebih tinggi karena reli saham teknologi membantu mengimbangi kekhawatiran atas kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi. Sementara itu, kekhawatiran pasar energi muncul kembali setelah Presiden Donald Trump mengatakan kepada wartawan pada akhir pekan bahwa ia mempertimbangkan untuk bergabung dengan Arab Saudi dalam kampanyenya melawan militan Houthi yang didukung Iran di Yaman setelah serangan mematikan lainnya di bandara internasional Riyadh.

Pivot : 30,917.92

R1 : 31,166.33      S1 : 30,771.33

R2 : 31,312.92      S2 : 30,522.92 

R3 : 31,561.33      S3 : 30,376.33



COMMODITY ZONE BY NITRA

Gold

Opportunity: Netral cenderung bearish dengan rebound korektif yang diuji di area 4.200–4.255

Pada Jumat 9 Oktober 2026, emas dibuka di 4.134,39, sempat menyentuh low 4.130,83, lalu naik ke high 4.207,59 dan ditutup di 4.196,18. Itu kenaikan 62,17 poin atau sekitar 1,50% dari penutupan sebelumnya di 4.134,01. Close yang dekat dengan high menunjukkan pembeli menguasai sesi, dan harga kembali berada di atas SMA10 (4.151,69). Sepanjang pekan, emas sempat jatuh ke low 4.066,30 pada Rabu 7 Oktober, lalu rebound dan menutup pekan naik sekitar 1,27%. Itu kenaikan mingguan pertama setelah dua pekan berturut-turut melemah. Secara struktur, emas masih berada di bawah SMA20 (4.231,51), SMA50 (4.334,70) dan SMA200 (4.529,75), jauh di bawah rekor 5.597,52 yang tercetak 29 Januari. Rangkaian puncak rebound juga terus menurun, dari 4.399 pada 18 September, ke 4.275 pada 28 September, 4.228 pada 2 Oktober, dan 4.208 pada Jumat lalu. RSI(14) di 37,9 menunjukkan momentum masih lemah tetapi belum jenuh jual, dan ATR(14) sekitar 80 poin berarti ayunan harian bisa lebar. Pada sesi awal Senin pagi, emas bergerak sempit di kisaran 4.184 hingga 4.194 dengan likuiditas tipis.

Untuk hari ini, tidak ada rilis data besar. Senin 12 Oktober adalah libur Columbus Day di AS, sehingga pasar obligasi tutup dan pergerakan cenderung sepi. Fokus pasar tertuju ke CPI September AS pada Rabu 14 Oktober pukul 19.30 WIB. Konsensus headline berada di kisaran 3,6–3,7% y/y dan core sekitar 2,4–2,5%, dengan core bulanan diperkirakan 0,2%. Dalam rezim sekarang, emas bergerak mengikuti real yield dan bukan sebagai aset pelindung krisis. Yield obligasi AS 10 tahun sempat menyentuh level tertinggi sejak 2002 pekan lalu, dan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember masih sekitar 70% menurut CME FedWatch, sementara peluang suku bunga ditahan pada rapat 28 Oktober sekitar 80%. Rebound Jumat didorong turunnya yield jangka panjang dari puncaknya, sementara DXY masih bertahan dekat 101,9 yang merupakan level tertinggi enam bulan. Dukungan tambahan datang dari permintaan fisik Tiongkok yang pulih setelah Golden Week. Agenda lain pekan ini adalah PPI dan penjualan ritel AS pada Kamis, serta pidato Ketua The Fed Kevin Warsh pada Jumat 16 Oktober. Karena itu, kenaikan emas saat ini lebih tepat dibaca sebagai peredaan sementara akibat turunnya yield, bukan pembalikan arah kebijakan Fed.

Bias hari ini adalah netral cenderung bearish dalam tren besar, dengan rebound korektif yang diuji di area 4.200–4.255. Level pivot harian dari candle Jumat adalah PP 4.178, R1 4.226, R2 4.255, R3 4.302, S1 4.149, S2 4.101 dan S3 4.072. Resistance horizontal yang perlu diperhatikan adalah 4.207 (high Jumat), 4.231 (SMA20), 4.275 (high 28 September) dan 4.303–4.316 (high 24–25 September). Support utamanya ada di 4.131 (low Jumat), 4.103–4.104 (low 6 dan 8 Oktober), 4.066 (low pekan lalu), lalu level psikologis 4.000. Skenario yang lebih masuk akal adalah rentang sebelum CPI, yaitu sell on rally saat harga menguji zona 4.226–4.255 dan menunjukkan penolakan, dengan stop di atas 4.275–4.300 dan target kembali ke 4.178 lalu 4.149. Buy hanya layak dipertimbangkan setelah ada konfirmasi pantulan di 4.149–4.131, dengan stop di bawah 4.100. Jika harga menembus dan menutup di bawah 4.100, target berikutnya 4.072 lalu 4.000, sedangkan penutupan harian di atas 4.255 membuka ruang menuju 4.275 dan 4.303. Mengingat besarnya risiko CPI, ukuran lot sebaiknya dikurangi menjelang rilis.

Pivot : 4178.20

R1 4225.57   R2 4254.96    R3 4302.33

S1  4148.81   S2 4101.44   S3  4072.05


Oil

Opportunity : Cenderung bullish terbatas selama harga bertahan di atas zona support 88,65–88,71

Pada Jumat 9 Oktober, WTI dibuka di 91,10, bergerak antara low 90,00 dan high 92,10, lalu ditutup di 91,53, naik 0,69 atau sekitar 0,76% dari 90,84. Rentang harian hanya 2,10, jauh lebih sempit dari ATR(14) sebesar 4,19, dan candle Jumat berada sepenuhnya di dalam rentang Kamis (88,71–93,14) sehingga membentuk inside day. Ini tanda pasar sedang menahan napas dan menunggu pemicu baru. Sepanjang pekan, harga bergerak antara low 86,82 pada Selasa 6 Oktober dan high 93,14 pada Kamis, lalu menutup nyaris datar, hanya naik sekitar 0,22% dari 91,33. Secara struktur, setelah reli tajam dari area 68 pada awal Juli ke puncak 106,67 pada 15 September, harga terkoreksi dan kini berkonsolidasi di rentang kasar 86,8–93,1. Harga berada di sekitar SMA10 (90,70), di bawah SMA20 (93,29), tetapi masih di atas SMA50 (88,79), SMA100 (84,87) dan SMA200 (83,35), sehingga tren menengah masih terjaga. RSI(14) di 49,2 berada di posisi netral. Pada awal sesi Senin, WTI dibuka sedikit gap ke atas di 91,84 dan sempat bergerak ke 92,55.

Untuk hari ini, faktor utama tetap geopolitik dan pasokan. Presiden Trump menyatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela 3 November dan menyebut pembicaraan dengan Teheran produktif. Itu meredakan kekhawatiran gangguan di Selat Hormuz, tetapi blokade laut masih berjalan dan serangan terhadap kapal tanker masih dilaporkan, sehingga pasar cenderung menganggap janji tersebut sebagai tenggat waktu, bukan kesepakatan damai. Dari sisi pasokan, Badai Isaias menghentikan sebagian produksi lepas pantai Teluk Meksiko. Estimasi volumenya berbeda antar sumber, antara sekitar 0,5 hingga 1,5 juta barel per hari, dan kecepatan pemulihannya akan menentukan seberapa lama dukungan ini bertahan. Laporan stok mingguan EIA pada Rabu akan menjadi yang pertama merekam dampak badai secara penuh. Di akhir pekan, Babypips mencatat serangan mematikan di bandara Riyadh pada Sabtu serta kesepakatan Trump–Putin yang membuka lebih banyak diesel Rusia ke pasar. Kabar pertama berpotensi memicu volatilitas saat pasar dibuka, sedangkan yang kedua berpotensi menekan harga produk BBM. CPI AS pada Rabu juga berpengaruh tidak langsung, karena data panas cenderung menguatkan dolar dan menahan minyak, sementara data lunak bekerja sebaliknya. Satu agenda lagi adalah tinjauan target OPEC+ pada 1 November.

Bias hari ini adalah netral cenderung bullish tipis selama harga bertahan di atas 90,00, dengan karakter pasar yang masih bergerak dalam rentang. Level pivot harian dari candle Jumat adalah PP 91,21, R1 92,42, R2 93,31, R3 94,52, S1 90,32, S2 89,11 dan S3 88,22. Resistance penting ada di 93,14 (high Kamis), 93,29–93,31 (SMA20 dan R2), 94,52, lalu area 96,7 (high 24 September). Support penting ada di 90,32, 90,00, 89,11, 88,71 (low Kamis) dan 86,82 (low pekan lalu). Karena harga sudah berada di sekitar R1 pada awal sesi, mengejar buy di area ini kurang menarik. Strategi yang lebih rapi adalah buy on dip di 90,3–89,1 dengan stop di bawah 88,70 dan target 92,4 lalu 93,3. Penembusan dan penutupan harian di atas 93,14 membuka jalan ke 94,5 dan 96,7. Sell hanya layak dipertimbangkan bila muncul penolakan jelas di 93,3–94,5, dengan target kembali ke 91,2 dan 90,3. Penutupan di bawah 88,70 melemahkan bias dan membuka target 86,8. Risiko headline Iran dan CPI membuat lonjakan mendadak mungkin terjadi, jadi stop loss dan ukuran posisi perlu disiplin.

Pivot: 91.21

R1 92.42     S1 90.32

R2 93.31    S2  89.11

R3  94.52    S3 88.22


DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Senin, 12 Oktober 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

Membaca Momentum Pasar dengan Price Action di Tengah Konflik Timur Tengah

Catat jam dan waktunya ya!

  Senin, 12 Oktober 2026 
  13.00 WIB
  Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy