Download TPFx Mobile Available On

Market Highlight (13/07/2026)

by Annan Firsta

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity: Bullish  Range        0,69500 – 0,70000

Pergerakan mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback sempat mengalami penguatan terbatas pada akhir pekan kemarin. Namun Aussie tetap tidak berubah karena para pelaku pasar memantau perkembangan seputar Selat Hormuz menyusul ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah. Dollar AS sebagai aset aman menguat, sementara harga minyak naik setelah AS dan Iran melakukan serangan militer di Teluk awal pekan ini. Namun, kedua negara kini bersiap untuk melanjutkan pembicaraan perdamaian meskipun terjadi peningkatan ketegangan baru-baru ini. Sementara itu, Dana Moneter Internasional menurunkan perkiraan pertumbuhan Australia untuk tahun 2026 menjadi 1,9% dari 2,0% dan memperingatkan bahwa inflasi akan tetap tinggi di sekitar 4% tahun ini. Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia) akan mengadakan pertemuan pada bulan Agustus dan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah di 4,35%, meskipun pasar masih memperkirakan sekitar 60% kemungkinan kenaikan suku bunga terakhir di akhir tahun ini, tergantung pada pergerakan harga minyak. Para pelaku pasar juga menantikan data penting tentang lapangan kerja dan inflasi yang akan dirilis akhir bulan ini, yang dapat memberikan petunjuk baru tentang prospek kebijakan.

Pivot : 0,69512

R1 : 0,69695          S1 : 0,69334

R2 : 0,69873          S2 : 0,69151

R3 : 0,70056          S3 : 0,68973


USDJPY

Opportunity: Bearish  Range       161,700 – 161,000

Sempat terjadi penguatan terbatas pada mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS pada penutupan akhir pekan kemarin. Yen Jepang menguat terbatas dan sementara, hampir membalikkan semua kerugiannya dari awal pekan setelah Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan pemerintah akan mendorong dana pensiun domestik untuk meningkatkan kepemilikan aset keuangan Jepang mereka. Investor juga menantikan data penting yang akan dirilis akhir bulan ini untuk menentukan apakah otoritas Jepang berada di balik kenaikan tajam namun singkat pada yen yang terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Sementara itu, para pelaku pasar mencerna data yang menunjukkan harga produsen Jepang naik 7,1% pada bulan Juni, kenaikan tahunan tercepat sejak Maret 2023, yang mencerminkan tekanan biaya yang terus-menerus dari konflik Timur Tengah dan depresiasi tajam Yen. Harga minyak juga turun setelah laporan menunjukkan bahwa AS dan Iran akan melanjutkan negosiasi perdamaian meskipun terjadi peningkatan permusuhan baru-baru ini, yang memberikan dukungan tambahan bagi mata uang Jepang.

Pivot : 161,801

R1 : 162,330          S1 : 161,182

R2 : 162,949          S2 : 160,653

R3 : 163,478          S3 : 160,034


GBPUSD

Opportunity  : Bearish menuju  :  1.3354 –  1.3317

Pounds kembali ditutup melemah pada perdagangan Jumat kemarin. Pelemahan mata-uang Poundsterling terjadi ditengah gejolak konflik Timur-tengah yang kembali memanas. U.S Dollar kembali menguat di akhir sesi perdagangan Amerika. Pelaku pasar kembali memburu Dollar AS akibat ketegangan AS-Iran dan kekhawatiran kenaikan harga Minyak global. Disatu-sisi data Ekonomi Inggris belum dapat mendorong kekuatan mata-uang Inggris untuk mempertahankan penguatannya. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang akan dibayangi oleh penguatan U.S Dollar.

Open  : 1.3382      Pivot  1.3414

R1  : 1.3436           S1  : 1.3377

R2  : 1.3473           S2  : 1.3354

R3  : 1.3496           S3  : 1.3317


EURUSD

Opportunity  : Bearish menuju  1.1379 – 1.1347

Euro kembali tertekan oleh penguatan U.S Dollar di akhir perdagangan pekan kemarin. Risalah pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) menunjukkan proyeksi inflasi diperkirakan masih berada di atas target hingga tahun depan meski suku bunga sudah dinaikkan. Disisi lain Risalah rapat Federal Reserve pada 16-17 Juni menunjukkan kekhawatiran terhadap inflasi masih meningkat. Bahkan, beberapa pejabat bank sentral menilai kenaikan suku bunga seharusnya dapat segera dilakukan sebelum akhirnya suku bunga dipertahankan. Mata-uang Euro tertekan juga akibat ketegangan AS-Iran kembali meningkat setelah kedua belah pihak saling serang. Euro masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini.

Open  : 1.1399  Pivot  : 1.1428

R1  : 1.1446      S1  : 1.1396

R2  : 1.1477     S2  : 1.1379

R3  : 1.1495     S3  : 1.1347


USDCHF

Opportunity  : Bullish menuju  :  0.8126  –  0.8163

Swiss Franc kembali tertekan pada perdagangan Jumat kemarin. Ketegangan konflik yang kembali terjadi di Timur-tengah membuat mata-uang Franc Swiss kembali tertekan. Dollar AS kembali menguat seiring permintaan Safe Haven meningkat. Risalah rapat Federal Reserve pada 16-17 Juni menunjukkan kekhawatiran terhadap inflasi masih meningkat. Bahkan, beberapa pejabat bank sentral menilai kenaikan suku bunga seharusnya dapat segera dilakukan sebelum akhirnya suku bunga dipertahankan. Disatu-sisi klaim pengangguran awal di Amerika Serikat turun menjadi 215.000, lebih rendah dari perkiraan 218.000. Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja masih cukup solid sehingga tekanan inflasi berpotensi tetap bertahan. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang akan dibayangi oleh penguatan U.S Dollar.

Open  : 0.8084   Pivot  : 0.8067

R1  : 0.8104        S1  : 0.8045

R2  : 0.8126        S2  : 0.8008

R3  : 0.8163        S3. : 0.7986


DXY

Opportunity: Bearish  Range Limited         100,900 – 100,600

Menutup pekan kemarin, pergerakan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya cenderung stabil. Hal tersebut tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang tetap berada di range level 100,965. Mata uang Greenback ini pada akhir pekan lalu sebagian besar tidak berubah, karena para pedagang terus menilai situasi yang rapuh dan tidak pasti di Timur Tengah. Harga minyak turun setelah melonjak di awal pekan, menyusul laporan bahwa AS dan Iran akan melanjutkan negosiasi perdamaian. Namun, peningkatan serangan udara antara kedua negara menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik dapat meningkat lebih lanjut, dengan status gencatan senjata sebelumnya yang masih belum pasti. Ketegangan yang kembali meningkat juga menghidupkan kembali kekhawatiran akan gelombang tekanan inflasi lainnya, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed mungkin perlu memperketat kebijakan moneter. Saat ini, pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga Fed pada bulan September sebesar 62%, naik dari 58% seminggu yang lalu tetapi turun dari sekitar 70% pada awal pekan ini. Sementara itu, Presiden Federal Reserve New York, John Williams, mengatakan bahwa di antara faktor-faktor yang mendorong inflasi di AS, ia paling khawatir tentang permintaan yang dipicu oleh AI.

Pivot : 100,853

R1 :  101,108         S1 :  100,709 

R2 :  101,252         S2 :  100,454

R3 :  101,507         S3 :  100,310

 


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bearish ke area 60,115

Indeks Nikkei 225 turun 1,5% menjadi sekitar 67.500 sementara Indeks Topix yang lebih luas kehilangan 0,2% menjadi 4.026 pada hari Senin, karena saham-saham Jepang berada di bawah tekanan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang membuat tekanan inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga tetap menjadi fokus. AS dan Iran saling melancarkan serangan rudal baru selama akhir pekan di tengah perselisihan yang sedang berlangsung mengenai pengiriman melalui Selat Hormuz, yang mendorong harga minyak lebih tinggi. Investor juga menunggu gelombang laporan pendapatan perusahaan dari Wall Street minggu ini, yang akan menjadi ujian penting apakah reli pasar yang didorong oleh kecerdasan buatan dapat didukung oleh hasil perusahaan yang kuat. Di antara saham-saham individual, Kioxia Holdings (-1,8%), Taiyo Yuden (-4,8%), dan Yaskawa Electric (-14,2%) memimpin penurunan, sementara SUMCO Corp (7,9%), SoftBank Group (2%), dan Mitsubishi UFJ (2,4%) mencatatkan kenaikan yang solid.

Pivot : 62,026

R1 : 63,068      S1 : 60,773

R2 : 64,321      S2 : 59,731

R3 : 66,616     S3 : 57,436


HANGSENG

Opportunity: Menguji support ke area: 25,434

Indeks Hang Seng turun 0,7%, atau 169 poin, dan ditutup pada 24.030 pada hari Kamis, membalikkan kenaikan awal karena pelemahan dan volatilitas saham teknologi regional membebani sentimen pasar. Knowledge Atlas Technology, juga dikenal sebagai Zhipu AI, melonjak lebih dari 11,3% karena volatilitas seputar berakhirnya penguncian saham IPO baru-baru ini mereda, sementara pesaingnya, MiniMax, merosot hampir 18% selama berakhirnya penguncian saham utama pertamanya. Sementara itu, Smart-Core Holdings melonjak lebih dari 23%, melawan penurunan pasar yang lebih luas. Pelemahan di Hong Kong terjadi meskipun ada pemulihan di tempat lain di Asia, dengan ketegangan AS-Iran yang kembali meningkat mendorong harga minyak lebih tinggi dan menambah tekanan pada sentimen risiko regional. Saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain Tencent (-1,9%), Xiaomi (-1,2%), Meituan (-3,0%), Kuaishou (4,3%), dan Pop Mart International (-2,5%). Sebaliknya, Semiconductor Manufacturing International Corporation melonjak 10,2%.

Pivot : 25,870

R1 : 26,094    S1 : 25,448

R2 : 26,516    S2 : 25,224

R3 : 27,162    S3 : 24,578


NASDAQ

Opportunity: Sell Limit: 29,737| SL: 29,840 | TP: 28,500

Kontrak berjangka saham AS sedikit turun pada hari Senin karena investor bersiap menghadapi pekan yang sibuk dengan laporan pendapatan perusahaan sambil terus memantau meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Bank-bank besar AS, termasuk JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Morgan Stanley, Bank of America, Citigroup, dan Wells Fargo, akan melaporkan hasil kuartalan terbaru mereka. Perusahaan lain yang dijadwalkan untuk merilis pendapatan termasuk Johnson & Johnson, GE Aerospace, UnitedHealth Group, Intuitive Surgical, dan Netflix. Perusahaan-perusahaan S&P 500 diperkirakan akan membukukan peningkatan laba sebesar 24% pada kuartal kedua, yang menjadi ujian penting apakah pendapatan yang kuat dapat mendukung reli yang didorong oleh kecerdasan buatan. Investor juga menunggu data inflasi AS yang penting minggu ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan Federal Reserve. Sementara itu, AS dan Iran saling melancarkan serangan rudal baru selama akhir pekan di tengah ketegangan yang terus berlanjut terkait pengiriman melalui Selat Hormuz.

Pivot : 29,057.92

R1 : 29,889.08     S1 : 28,291.17

R2 : 30,676.17      S2 : 27,439.67

R3 : 32,294.42      S3 : 25,821.42



COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF

Gold

Opportunity: Bearish menguji support 4.021

Harga emas melemah ke bawah level $4.100 per ons pada hari Senin, melanjutkan tekanan jual yang terjadi akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Serangan rudal yang kembali terjadi antara kedua negara turut mendorong harga minyak naik, yang pada gilirannya memicu ekspektasi pasar bahwa bank sentral perlu menaikkan suku bunga guna meredam tekanan inflasi. Kondisi ini membuat emas, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, menjadi kurang menarik di tengah prospek suku bunga yang lebih tinggi.

Ketegangan geopolitik semakin memanas setelah AS melancarkan serangan keempatnya dalam sepekan terhadap Iran pada hari Minggu, sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal kontainer berbendera Siprus. Di sisi lain, Teheran menyatakan akan menutup Selat Hormuz “hingga pemberitahuan lebih lanjut”, meski klaim tersebut langsung dibantah oleh Komando Pusat AS (US Central Command).

Pelaku pasar kini tengah menanti rilis data inflasi AS pekan ini yang diperkirakan akan memberikan petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan The Fed ke depan. Saat ini, pasar memperkirakan The Fed masih akan menaikkan suku bunga sekali lagi sebelum akhir tahun. Sentimen investor juga akan diwarnai oleh penampilan perdana Ketua The Fed, Kevin Warsh, di hadapan Kongres AS pada hari Selasa — sebuah momen yang berpotensi menjadi katalis penting bagi arah harga emas selanjutnya.

Pivot : 4.134

R1  4.134   R2  4.180  R3 4.221

S1  4.021  S2  3.972    S3  3.942


Oil

Opportunity : Rebound berlanjut menguji resistance 76,02 – 78,07.

Harga minyak mentah melonjak sekitar 4% ke atas level $74 per barel pada hari Senin, mengakhiri tren pelemahan yang berlangsung selama dua hari terakhir. Kenaikan tajam ini dipicu oleh baku tembak rudal terbaru antara AS dan Iran akhir pekan lalu, di tengah ketegangan yang terus berlanjut terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Eskalasi ini bermula dari serangan keempat AS dalam sepekan terhadap Iran pada hari Minggu, sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal kontainer berbendera Siprus. Iran kemudian mengumumkan penutupan Selat Hormuz “hingga pemberitahuan lebih lanjut”, meskipun klaim tersebut ditolak oleh Komando Pusat AS.

Kenaikan harga minyak pekan ini sekaligus membalikkan sebagian penurunan yang sebelumnya terjadi akibat kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran, yang sempat memunculkan harapan akan bertambahnya pasokan energi dari kawasan Timur Tengah. Namun, eskalasi terbaru ini justru meredupkan peluang dilanjutkannya jalur diplomasi. Teheran bersikukuh bahwa Washington harus terlebih dahulu memenuhi komitmen sebelumnya terkait akses transit di Selat Hormuz serta normalisasi ekspor minyak Iran, sebelum negosiasi dapat kembali dilanjutkan.

Pivot: 69,18

R1 76,02        S1  69,18

R2  78,07        S2 67,00

R3  81,63        S3  64,84


DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Kamis, 9 Juli 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

Ketegangan AS-Iran Tetap Jadi Sorotan Pasar di Awal Pekan

Catat jam dan waktunya ya!

  Senin, 13 Juli 2026 
  13.00 WIB
  Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy