Market Summary
Peluang Trading Minyak kembali menarik perhatian ketika harga minyak memangkas sebagian kenaikan pekan lalu. West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di sekitar $85,35 per barel pada Senin. Sementara itu, Brent berada di kisaran $93 per barel.
Investor memilih mengambil sebagian keuntungan setelah harga minyak mencatat reli tajam pekan lalu. Namun, tekanan jual masih terbatas karena pasar menunggu pengumuman sanksi baru Amerika Serikat terhadap Iran.
Sanksi AS Menjadi Fokus Pasar Minyak
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington sedang menyiapkan salah satu tekanan ekonomi terbesar terhadap Iran. Ia menyebut langkah tersebut sebagai “economic D-Day”.
Bessent dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Senin untuk menjelaskan paket sanksi tersebut. Washington ingin mempersempit jalur perdagangan dan ekonomi Iran. Sanksi baru itu juga berpotensi menyasar pihak yang masih memiliki hubungan dagang dengan Tehran.
Pasar kini mencermati kemungkinan dampaknya terhadap Rusia dan China. Keduanya memiliki hubungan perdagangan dengan Iran dan berperan penting dalam rantai pasokan energi global.
Iran Balik Mengancam Ekspor Minyak
Iran menolak ancaman sanksi baru dari Washington. Tehran menegaskan bahwa China, Turki, dan negara lain tidak akan memutus hubungan ekonomi dengan Iran.
Pemerintah Iran bahkan mengancam akan menghentikan seluruh ekspor minyak dari kawasan Teluk jika tekanan semakin meningkat. Tehran juga memperingatkan bahwa kerja sama dengan Amerika Serikat dapat dianggap sebagai “act of war”.
Pernyataan tersebut meningkatkan risiko geopolitik di pasar energi. Pelaku pasar kini kembali memperhatikan keamanan jalur pengiriman minyak di kawasan Timur Tengah.
Risiko Selat Hormuz Meningkat
Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena jalur tersebut memiliki peran penting dalam perdagangan minyak dunia. Lalu lintas kapal di kawasan tersebut masih berada jauh di bawah kondisi normal.
Jika ketegangan meningkat, gangguan pengiriman dapat memperketat pasokan minyak global. Kondisi ini berpotensi mendorong harga WTI dan Brent kembali naik.
Sebaliknya, penurunan tensi geopolitik dapat mengurangi premi risiko pada harga minyak. Trader perlu mencermati setiap perkembangan dari Washington dan Tehran sebelum mengambil posisi besar.
Persediaan Minyak Mulai Menyusut
Commerzbank menilai penurunan harga minyak kemungkinan masih terbatas. Risiko geopolitik tetap tinggi, sementara persediaan energi terus menyusut.
Kondisi stok diesel juga menjadi perhatian. Persediaan yang ketat dapat mendorong harga produk energi lebih tinggi jika penurunannya berlanjut.
Situasi tersebut menjadi semakin penting menjelang musim pemanasan. Jika pasokan dari Timur Tengah tetap terganggu dan aktivitas kilang Rusia tidak meningkat, tekanan terhadap harga energi dapat semakin besar.
Peluang Trading Minyak Masih Terbuka
Peluang Trading Minyak masih terbuka selama risiko pasokan dan geopolitik tetap tinggi. WTI berpotensi kembali menguat jika harga mampu bertahan di atas support penting.
Namun, trader perlu mengantisipasi pergerakan harga yang cepat. Satu headline dari Washington atau Tehran dapat mengubah sentimen pasar dalam waktu singkat.
Karena itu, posisi trading sebaiknya tetap memperhatikan level support dan resistance. Trader juga perlu mengendalikan risiko karena pasar minyak sedang menghadapi kombinasi antara ketegangan geopolitik dan pasokan yang ketat.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat US Oil masih berpotensi bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 86,60. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan bearish masih berpeluang berlanjut dengan support terdekat di 84,80. Jika support ini ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju 83,90 hingga 83,15.
Sebaliknya, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 86,60, skenario bearish akan melemah. Kondisi tersebut dapat membuka peluang kenaikan menuju area resistance 87,65 hingga 88,40.
Resistance 86,60 Resistance 2: 87,65 Resistance 3: 88,40
Support1: 84,80 Support 2: 83,90 Support 3: 83,15
Baca juga: Peluang Trading EUR/USD Jelang Data PMI AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
