Ringkasan Pasar Global Awal Pekan
Ringkasan pasar global pada akhir pekan lalu menunjukkan meningkatnya kehati-hatian investor menjelang periode 26–30 Januari 2026. Pasar keuangan bergerak dinamis dengan penguatan aset aman, volatilitas mata uang, serta tekanan geopolitik yang kembali menjadi faktor dominan dalam pengambilan keputusan investor.
Indeks saham global MSCI mencatat kenaikan tipis, sementara imbal hasil obligasi AS melemah seiring ekspektasi kebijakan moneter yang tetap ketat namun stabil. Di sisi lain, pasar valuta asing dan komoditas menunjukkan pergerakan yang lebih agresif dibandingkan pasar saham.
Yen Jepang Menguat Tajam dan Picu Spekulasi Kebijakan
Ringkasan pasar global juga menyoroti lonjakan signifikan yen Jepang terhadap dolar AS. Mata uang Jepang bergerak sangat volatil dengan dua lonjakan mendadak yang memicu spekulasi adanya intervensi otoritas moneter.
Pergerakan ini terjadi setelah Federal Reserve Bank of New York melakukan pemeriksaan nilai tukar dolar/yen. Di saat yang sama, Bank of Japan menyampaikan sinyal kesiapan untuk melanjutkan kenaikan suku bunga yang masih berada di level rendah, meskipun kondisi politik domestik tengah memanas menjelang pemilu mendadak.
Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menegaskan bahwa pemerintah memantau pergerakan nilai tukar secara ketat. Pernyataan ini memperkuat persepsi pasar bahwa otoritas Jepang siap bertindak jika volatilitas yen dinilai berlebihan.
Dolar Tertekan, Mata Uang Utama Menguat
Pelemahan dolar AS berlangsung secara luas, tercermin dari penurunan indeks dolar ke level terendah dalam beberapa pekan. Yen Jepang mencatat penguatan paling menonjol, sementara euro dan pound sterling juga bergerak naik terhadap dolar.
Kondisi ini sejalan dengan turunnya imbal hasil obligasi AS, terutama pada tenor pendek yang sensitif terhadap ekspektasi kebijakan Federal Reserve. Investor mulai mengurangi posisi dolar menjelang pertemuan The Fed dan rilis data ekonomi utama pada pekan berjalan.
Pasar Saham Global Bergerak Selektif
Di pasar saham, Wall Street menutup pekan dengan pergerakan terbatas setelah volatilitas tinggi di awal minggu. Dow Jones melemah, sementara S&P 500 dan Nasdaq mencatat kenaikan tipis. Investor memilih pendekatan wait and see setelah reli singkat yang dipicu meredanya ketegangan tarif AS.
Pasar Eropa mencatat pelemahan mingguan, dengan indeks STOXX 600 menghentikan tren kenaikan lima pekan berturut-turut. Sentimen investor tertekan oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan minimnya katalis positif jangka pendek.
Tekanan Geopolitik Dorong Kenaikan Harga Minyak
Harga minyak melonjak tajam setelah Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui sanksi baru pada armada pengangkut minyak dan pengumuman pengerahan kekuatan militer ke kawasan Timur Tengah.
Langkah tersebut memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Minyak mentah AS dan Brent sama-sama mencatat kenaikan harian hampir 3%, menempatkan pasar energi dalam posisi sensitif terhadap perkembangan geopolitik selama pekan ini.
Emas dan Perak Cetak Rekor di Tengah Ketidakpastian
Ringkasan pasar global juga mencerminkan lonjakan minat terhadap aset lindung nilai. Harga emas dan perak kembali mencetak rekor baru, didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik serta penurunan imbal hasil obligasi AS.
Emas mendekati level psikologis US$5.000 per ons, sementara perak menembus US$100 per ons untuk pertama kalinya. Kenaikan ini menegaskan pergeseran preferensi investor menuju aset aman menjelang agenda ekonomi penting.
Proyeksi Ekonomi 26–30 Januari 2026
Memasuki pekan 26–30 Januari 2026, fokus utama pasar tertuju pada keputusan Federal Reserve. Kontrak berjangka Fed Funds menunjukkan probabilitas tinggi bahwa suku bunga akan ditahan, namun pasar akan mencermati nada kebijakan dan proyeksi ekonomi ke depan.
Selain kebijakan moneter AS, investor juga memantau laporan keuangan emiten besar, rilis data ekonomi utama, serta perkembangan geopolitik global, termasuk negosiasi konflik Rusia–Ukraina. Kombinasi faktor ini berpotensi menjaga volatilitas tetap tinggi di seluruh kelas aset sepanjang pekan berjalan.
WEEK AHEAD
(26 – 30 Januari 2026)
Week Ahead 26–30 Januari 2026
Memasuki pekan terakhir Januari, ringkasan pasar global menempatkan fokus pada kombinasi krusial antara keputusan kebijakan moneter, rilis data ekonomi utama, serta laporan kinerja korporasi global. Agenda padat dari Amerika Serikat, Eropa, hingga Asia Pasifik berpotensi menjaga volatilitas pasar tetap tinggi sepanjang pekan 26–30 Januari 2026.
Amerika
Di kawasan Amerika, fokus utama pasar tertuju pada hasil rapat Federal Reserve yang akan berakhir pada Rabu. Pasar secara luas memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%, seiring kondisi pasar tenaga kerja yang masih solid dan inflasi yang tetap bertahan pada kuartal keempat. Pernyataan kebijakan dan proyeksi ekonomi akan menjadi penentu arah pasar selanjutnya.
Musim laporan keuangan kuartal keempat juga memasuki fase krusial. Sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Apple, Microsoft, dan Meta Platforms dijadwalkan merilis kinerja, yang dinilai penting untuk membaca arah permintaan kecerdasan buatan dan investasi pusat data. Emiten besar dari sektor industri, keuangan, energi, dan konsumen turut melaporkan hasil usaha, sehingga berpotensi meningkatkan volatilitas pasar saham.
Dari sisi data ekonomi AS, pasar mencermati pesanan barang tahan lama, Indeks Harga Produsen (PPI), neraca perdagangan, serta sejumlah indikator aktivitas dan sentimen ekonomi. Rangkaian data ini akan menjadi bahan evaluasi tambahan terhadap prospek kebijakan moneter ke depan.
Sementara itu di Kanada, perhatian pasar beralih ke keputusan kebijakan Bank of Canada (BoC), yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan. Selain kebijakan moneter, rilis data produk domestik bruto (GDP) dan neraca perdagangan Kanada akan menjadi fokus untuk menilai ketahanan ekonomi di tengah tekanan suku bunga tinggi dan melemahnya permintaan global.
Eropa
Di Eropa, fokus pasar akan menyoroti rilis awal pertumbuhan ekonomi kuartal keempat dari kawasan Euro, termasuk Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol. Ekonomi Zona Euro diperkirakan mencatat pertumbuhan moderat, dengan Spanyol tetap menjadi kontributor terkuat, sementara negara inti mencatat ekspansi terbatas.
Inflasi juga menjadi perhatian, khususnya rilis awal Januari dari Jerman dan Spanyol. Data ini akan menjadi acuan penting bagi arah kebijakan moneter Bank Sentral Eropa ke depan. Selain itu, sejumlah indikator sentimen bisnis dan konsumen dijadwalkan rilis, yang akan memberikan gambaran kondisi permintaan domestik Eropa.
Asia Pasifik
Di kawasan Asia Pasifik, perhatian pasar tertuju pada China yang akan merilis data PMI resmi pertama tahun ini. Angka tersebut diharapkan menunjukkan perbaikan moderat pada sektor manufaktur. Data laba industri Desember juga menjadi indikator penting bagi kesehatan sektor korporasi China.
Di Jepang, pasar menantikan risalah rapat Bank of Japan bulan Desember, ketika bank sentral menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam tiga dekade. Selain itu, inflasi Tokyo, produksi industri, perumahan, dan data pasar tenaga kerja akan menjadi acuan tambahan untuk menilai prospek kebijakan lanjutan BoJ.
Sementara itu, Australia akan merilis data inflasi konsumen Desember, yang diperkirakan meningkat secara tahunan. Data ini akan menjadi faktor penting dalam ekspektasi kebijakan moneter Reserve Bank of Australia ke depan.
Data Mingguan Perdagangan Emas (19 – 23 Januari 2026)
Open : 4.633,70 High : 4.989,93 Low : 4.628,51 Close : 4.981,88 Range : 361,42
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 4.744 | R1 5.105 |
| S2 4.505 | R2 5.228 |
| S3 4.382 | R3 5.466 |
Gold Outlook : Bullish
Data Mingguan Perdagangan US Oil (19 – 23 Januari 2026)
Open : 58,74 High : 61,25 Low : 58,45 Close : 61,20 Range : 2,80
OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 59,35 | R1 62,15 |
| S2 57,50 | R2 63,10 |
| S3 56,55 | R3 64,95 |
Oil Outlook : Bullish
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
