Download TPFx Mobile Available On

Market Highlight (13/02/2026)

by Annan Firsta
Feature

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity:  Bullish  Range           0,70800 – 0,71500

Penguatan mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS terus berlanjut, meski mulai terbatas dan sementara. Kondisi ini terjadi pasca Aussie memperpanjang reli ke level tertinggi baru dalam tiga setengah tahun setelah bank sentral memberi sinyal sikap kebijakan yang lebih agresif. Gubernur RBA Michele Bullock mengatakan dewan tetap siap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut jika inflasi terbukti terus berlanjut, dan menyebut inflasi apa pun “dengan angka tiga di depannya” sebagai hal yang tidak dapat diterima. Komentarnya memperkuat peringatan dari Wakil Gubernur Hauser, yang sehari sebelumnya mencatat bahwa inflasi masih terlalu tinggi dan terus menjadi tantangan besar bagi dewan penentu suku bunga. Sebuah survei konsumen dirilis tak lama setelah pidatonya yang menunjukkan ekspektasi inflasi melonjak menjadi 5% pada bulan Februari, tertinggi sejak pertengahan 2025, memperkuat nada kebijakan yang agresif. Para ekonom kini secara luas memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Mei, karena RBA mempertimbangkan data inflasi kuartal pertama bersamaan dengan laporan ketenagakerjaan dan PDB yang akan datang. Asisten Gubernur Sarah Hunter juga dijadwalkan menyampaikan pidato di Perth pada Kamis sore, menawarkan wawasan tambahan.

Pivot : 0,71031

R1 : 0,71312          S1 : 0,70598

R2 : 0,71745          S2 : 0,70317

R3 : 0,72026          S3 : 0,69884


USDJPY

Opportunity:  Bearish  Range       152,700 – 151,700

Penguatan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS di uji dengan kondisi global dan internal Jepang. Kondisi ini terjadi setelah Yen menguat selama tiga sesi berturut-turut, karena investor menilai intervensi verbal yang berkelanjutan dari Tokyo dan implikasi agenda fiskal ekspansif PM Takaichi terhadap pertumbuhan domestik. Diplomat mata uang terkemuka, Atsushi Mimura, mengatakan bahwa pihak berwenang tetap waspada terhadap pergerakan nilai tukar mata uang asing, bahkan setelah apresiasi yen baru-baru ini, terutama setelah data pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan. Menteri Keuangan Satsuki Katayama juga menegaskan kembali bahwa pemerintah akan menanggapi perkembangan nilai tukar sesuai dengan pernyataan bersama AS-Jepang. Yen telah menguat sekitar 2,5% selama tiga sesi sebelumnya setelah kemenangan telak Takaichi dalam pemilihan umum, yang memberinya mandat jelas untuk mengejar pengeluaran fiskal yang lebih tinggi dan pemotongan pajak. Pasar memperkirakan bahwa platform kebijakan yang diusungnya dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi dan memberi Bank Sentral Jepang ruang lingkup yang lebih besar untuk menormalkan kebijakan moneter melalui suku bunga yang lebih tinggi.

Pivot : 152,909

R1 : 153,557          S1 : 152,067

R2 : 154,399          S2 : 151,419

R3 : 155,047          S3 : 150,577


GBPUSD

Opportunity  : Bullish menuju  :  1.3671  –  1.3713

Sesuai perkiraan, Pounds ditutup melemah pada perdagangan Kamis kemarin. Namun pelemahan mata-uang Poundsterling sangt terbatas yang diiringi penguatan Dollar yang landai. Laporan data GDP Inggris turun sebesar 1.0% versus 1.2% secara tahunan, dan stagnan di angka 0.1% secra kwartal. Market akan bergerak volatil pada perdagangan hari ini yang akan dipicu oleh rilisnya data Inflasi AS malam nanti. Para pelaku pasar menilai dari Laporan tenaga kerja AS yang kuat pada Rabu mengurangi peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja tetap solid. Klaim pengangguran mingguan memang turun, namun tidak sedalam perkiraan. GBP berpeluang untuk menguat pada perdagangan hari ini apabila laporan data CPI AS menglami pelemahan sesuai perkiraan.

Open  : 1.3616  Pivot  1.3630

R1  : 1.3645     S1  : 1.3604

R2  : 1.3671     S2  : 1.3587

R3  : 1.3713     S3  : 1.3556


EURUSD

Opportunity  : Bullish menuju  1.1913 – 1.1928

Euro mampu bertahan di tengah penguatan Dollar. Euro diperdagangkan stabil pada perdagangan Kamis kemarin. Indeks dolar bergerak tipis di 96,95. Euro bertahan di kisaran 1,1866 dolar AS. Laporan tenaga kerja AS yang kuat pada Rabu mengurangi peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja tetap solid. Klaim pengangguran mingguan memang turun, namun tidak sedalam perkiraan. EUR berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang akan disebabkan rilisnya laporan data CPI AS yang diperkirakan turun pada malam nanti.

Open  : 1.1869   Pivot  : 1.1871

R1  : 1.1889      S1  : 1.1852

R2  : 1.1913      S2  : 1.1833

R3  : 1.1928      S3  : 1.1809


USDCHF

Opportunity  : Bearish menuju  :  0.7647  –  0.7628

Swiss Franc justru ditutup menguat pada perdagangan Kamis kemarin. Swiss Franc menguat sejak awal sesi perdagangan market Asia hingga sesi market Eropa namun penguatan Franc Swiss tertahan setelah memasuki sesi market Amerika. Laporan tenaga kerja AS yang kuat pada Rabu mengurangi peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja tetap solid. Klaim pengangguran mingguan memang turun, namun tidak sedalam perkiraan. CHF masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang akan didukung oleh laporan data Inflasi Swiss uang stabil. Disatu-sisi laporan data Inflasi AS diperkirakan turun pada malam nanti.

Open  : 0.7681    Pivot  : 0.7688

R1  : 0.7702     S1  : 0.7665

R2  : 0.7724     S2  : 0.7647

R3  : 0.7749     S3. : 0.7628


USDCAD

Opportunity : Sell stop di 1.35627 dengan target 1.34823 dan stop loss di atas 1.35989

Pada time frame Daily, USDCAD masih berada dalam fase koreksi turun setelah gagal mempertahankan area supply besar di sekitar 1.41000 – 1.41400. Struktur lower high yang terbentuk mengindikasikan bahwa tekanan jual masih mendominasi dalam jangka menengah.

Harga kini bergerak mendekati area pivot harian, mencoba melakukan rebound teknikal setelah sebelumnya menyentuh area demand bawah.

Di H4, terlihat pergerakan retracement menuju resistance minor. Namun selama harga belum mampu menembus resistance kunci, bias tetap cenderung bearish.

Open price :1.36016    Pivot :1.35989

R1 : 1.36431                  S1 : 1.35627

R2 : 1.36793                  S2 : 1.35185

R3 : 1.37235                  S3 : 1.34823


DXY

Opportunity:  Bearish Range            96,900 – 96,500

Kondisi mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya bergerak stabil. Namun masih dibayangi pelemahan. Tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) bertahan di level 97,074. Bias pergerakan Dollar AS ini setelah volatilitas yang meningkat pada sesi sebelumnya, mendapat dukungan dari data pasar tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan yang mengurangi kemungkinan pemotongan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan jumlah pekerjaan di sektor non-pertanian meningkat sebesar 130.000 pada bulan Januari, peningkatan terbesar dalam lebih dari satu tahun, sementara tingkat pengangguran secara tak terduga turun menjadi 4,3%, menandakan pasar tenaga kerja yang stabil pada awal tahun 2026. Sementara itu, klaim pengangguran awal berada di atas perkiraan. Perhatian kini beralih ke laporan CPI Januari yang akan dirilis malam nanti pukul 20:30 WIB untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut mengenai dinamika inflasi. Saat ini pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada bulan Maret, dengan dua pemotongan suku bunga yang diharapkan tahun ini, satu pada bulan Juni dan satu lagi pada bulan September. Dollar AS juga mendapat dukungan tambahan dari penurunan nilai Yen, yang telah menguat tajam selama tiga sesi sebelumnya karena intervensi verbal dari otoritas Jepang.

Pivot : 96,913

R1 :    97,082         S1 :   96,752

R2 :    97,243         S2 :   96,583

R3 :    97,412         S3 :   96,422


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bullish ke area 58,618

Indeks Nikkei 225 turun 1,2% menjadi di bawah 57.000, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 0,7% menjadi 3.855 pada hari Jumat, mundur dari rekor tertinggi dan menyusul kerugian di Wall Street di tengah kekhawatiran baru tentang AI. Saham AS mengalami penurunan karena keraguan yang terus-menerus tentang keberlanjutan pengeluaran modal AI yang tinggi, dengan kekhawatiran akan gangguan terhadap model bisnis tradisional yang membebani beberapa sektor. SoftBank Group, yang secara luas dianggap sebagai pemimpin AI Jepang, merosot lebih dari 5%, bahkan setelah kembali mencatatkan laba triwulanan berkat kenaikan valuasi yang terkait dengan OpenAI. Perusahaan teknologi SDM Recruit Holdings dan konglomerat industri Hitachi masing-masing turun 7% dan 4%. Sebaliknya, Kioxia Holdings melonjak 12% setelah membukukan hasil triwulanan yang kuat, didukung oleh reli harga NAND yang didorong oleh AI. Meskipun terjadi penurunan pada hari Jumat, indeks acuan tetap berada di jalur yang tepat untuk mencatatkan kenaikan mingguan, didukung oleh optimisme bahwa agenda kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi akan mendukung pertumbuhan domestik tanpa melemahkan posisi fiskal Jepang.

Pivot : 57,828

R1 : 58,696      S1 : 57,181

R2 : 59,343       S2 : 56,313

R3 : 60,858     S3 : 54,798


HANGSENG

Opportunity: Koreksi ke area: 27,000

Indeks Hang Seng turun 234 poin, atau 0,9%, dan ditutup pada 27.032 pada hari Kamis, menghentikan kenaikan dari tiga sesi sebelumnya karena saham teknologi, konsumen, dan keuangan tertekan. Sentimen melemah menjelang libur Tahun Baru Imlek yang diperpanjang di Tiongkok mulai 15 Februari, sementara seruan Perdana Menteri Li Qiang untuk inovasi teknologi yang lebih besar dan adopsi AI gagal mengangkat pasar. Kehati-hatian juga meningkat menjelang data harga rumah Januari di Tiongkok setelah data Desember mencatat penurunan paling tajam dalam lima bulan. Namun, kerugian dibatasi oleh rebound pada futures AS, didukung oleh tren tenaga kerja yang stabil dan optimisme bahwa data inflasi dapat memperkuat jeda suku bunga jangka pendek The Fed. Di Tiongkok, PBoC berjanji untuk memangkas biaya kewajiban bank, menjaga pembiayaan tetap murah, dan mencegah risiko sistemik, sambil menegaskan kembali dukungan untuk mendorong permintaan domestik. Lenovo turun 4,6% karena laba yang lebih lemah, sementara NetEase merosot 4,1% setelah kinerja kuartal keempat yang meleset. Saham Alibaba Hong Kong turun 0,9% meskipun ada upaya untuk memposisikan ulang produk AI andalannya sebagai agen yang berinteraksi langsung dengan konsumen.

Pivot : 27,272

R1 : 27,428    S1 : 27,125

R2 : 27,575    S2 : 26,969

R3 : 27,878    S3 : 26,666


NASDAQ

Opportunity:Buy Limit: 25,168 | SL: 24,068 | TP: 25,431

Kontrak berjangka saham AS stabil pada hari Jumat setelah indeks utama mengalami penurunan pada sesi sebelumnya karena kekhawatiran baru terkait AI, sementara investor menunggu laporan indeks harga konsumen (CPI) Januari. CPI diperkirakan akan menunjukkan inflasi utama melambat menjadi 2,5% dari 2,7% dan inflasi inti melambat menjadi 2,5% dari 2,6%. Dalam perdagangan setelah jam kerja reguler, Applied Materials melonjak 12% setelah membukukan pendapatan yang lebih kuat dari perkiraan dan mengeluarkan prospek yang optimis. Rivian melonjak 16% karena panduan pengiriman kendaraan yang kuat untuk tahun ini. Sebaliknya, Pinterest anjlok 18% setelah hasil kuartalan yang lebih lemah dari perkiraan dan perkiraan yang lemah. Selama sesi reguler Kamis, Dow Jones Industrial Average turun 1,34%, S&P 500 turun 1,57%, dan Nasdaq Composite turun 2,03%. Penurunan tersebut didorong oleh kekhawatiran yang terus-menerus tentang keberlanjutan pengeluaran modal terkait AI yang tinggi, dengan kekhawatiran akan gangguan terhadap model bisnis tradisional yang terutama membebani saham perangkat lunak, real estat, dan truk.

Pivot : 25,294.08

R1 : 25,388.42                     S1 : 25,142.17

R2 : 25,540.33                   S2 : 25,047.83

R3 : 26,786.58                  S3 : 24,801.58



COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF

Gold

Opportunity: Bearish selama di bawah 4.982-5.019, testing support 4.848.

Harga emas bergerak stabil pada perdagangan awal setelah mengalami penurunan tajam di sesi sebelumnya. Logam mulia sempat merosot 3,2% — penurunan harian terbesar dalam sepekan — seiring tekanan jual yang meluas di pasar keuangan global. Pelemahan tersebut terjadi bersamaan dengan gejolak di Wall Street, di mana berbagai kelas aset tertekan akibat kekhawatiran bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) dapat memengaruhi prospek laba perusahaan. Dalam kondisi tersebut, aksi jual kemungkinan diperparah oleh aktivitas perdagangan algoritmik, khususnya dari commodity trading advisers yang menggunakan model komputer untuk menangkap momentum harga.

Pada perdagangan terkini, emas diperdagangkan di kisaran USD 4.920 per troy ounce. Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang dinilai krusial dalam membentuk ekspektasi arah kebijakan moneter Federal Reserve. Data ketenagakerjaan Januari yang kuat sebelumnya telah meredakan urgensi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Mengingat emas tidak memberikan imbal hasil bunga, prospek suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi katalis positif bagi logam mulia ini.

Selain faktor teknikal dan makroekonomi, aksi ambil untung juga diduga menjadi pemicu tekanan harga. Emas dan perak sebelumnya sempat bangkit dari pelemahan tajam di awal bulan, namun pergerakan harga tetap bergejolak. Meski demikian, prospek jangka menengah hingga panjang masih dinilai konstruktif oleh sejumlah lembaga keuangan global. BNP Paribas SA memproyeksikan harga emas dapat mencapai USD 6.000 per ounce pada akhir tahun, sementara Deutsche Bank AG dan Goldman Sachs Group Inc. juga mempertahankan pandangan bullish. Faktor pendukungnya meliputi ketegangan geopolitik, kekhawatiran atas independensi bank sentral AS, serta tren diversifikasi global menjauh dari aset tradisional seperti mata uang dan obligasi pemerintah.

Pivot : 5.019

R1  4.982   R2  5.019  R3 5.077

S1  4.848   S2  4.789  S3  4.745


Silver

Opportunity : Sell limit di 81.977 dengan target 76.663 dan stop loss di atas 92.605

Pada timeframe Daily, tren jangka menengah XAGUSD masih dalam struktur bullish besar, meskipun telah mengalami koreksi tajam dari puncaknya. Penurunan sebelumnya lebih terlihat sebagai profit taking dibanding perubahan struktur utama.

Harga saat ini bergerak dalam fase konsolidasi setelah rejection dari area resistance supply. Zona antara PP dan R1 menjadi area penentuan arah selanjutnya.

Open price :75.265 Pivot :78.157

R1 : 81.977               S1 : 71.349
R2 : 88.785               S2 : 67.529
R3 : 92.605               S3 : 60.721


Oil

Opportunity : Bearish selama di bawah 63,61, testing support 61,69.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak melemah dan bertahan di bawah USD 63 per barel pada akhir pekan, setelah sebelumnya turun hampir 3% dalam satu sesi. Tekanan tersebut membuat harga menuju pelemahan mingguan kedua berturut-turut. Sentimen negatif terutama dipicu oleh kekhawatiran kelebihan pasokan global yang masih membayangi pasar energi.

International Energy Agency dalam laporan bulanannya kembali menegaskan bahwa pasar minyak berpotensi mengalami surplus lebih dari 3,7 juta barel per hari pada 2026, yang akan menjadi rata-rata kelebihan pasokan tahunan terbesar dalam sejarah. Lembaga tersebut juga menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global untuk tahun yang sama. Selain itu, persediaan global sepanjang 2025 dilaporkan meningkat pada laju tercepat sejak pandemi 2020, memperkuat gambaran fundamental yang longgar.

Dari sisi geopolitik, pernyataan Donald Trump mengenai kemungkinan perpanjangan negosiasi dengan Iran hingga satu bulan turut meredakan kekhawatiran gangguan pasokan dalam waktu dekat. Pendekatan diplomatik yang ditempuh untuk membatasi program nuklir Iran dinilai mengurangi probabilitas aksi militer yang dapat mengganggu aliran minyak dari kawasan tersebut.

Di tengah faktor fundamental yang cenderung bearish, tekanan tambahan juga datang dari aksi jual yang meluas di pasar keuangan global. Kombinasi kekhawatiran oversupply, revisi proyeksi permintaan, serta sentimen risk-off membuat harga minyak masih rentan terhadap fluktuasi dalam jangka pendek.

Pivot: 63,61

R1  63,61         S1  61,69

R2  64,44          S2  61,08

R3  65,49          S3  60,08


 

DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Jumat, 13 Februari 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

CPI AS Diprediksi Melambat! Apakah Harga Emas Siap Melejit?

Catat jam dan waktunya ya!

   Jumat, 13 Februari 2026 
  14.00 WIB
  Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy