Market Summary
Peluang trading emas jelang data ADP AS menjadi fokus utama pasar pada sesi Asia Rabu. Harga emas (XAU/USD) mengalami tekanan jual di sekitar level $5,100 seiring penguatan Dolar AS dan meredanya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.
Permintaan terhadap dolar meningkat tajam, didorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS dan preferensi investor terhadap likuiditas. Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bertahan di kisaran 4,06%, mencerminkan kekhawatiran inflasi yang kembali menguat. Kondisi ini membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor global.
Kenaikan Inflasi dan Energi Dorong Penguatan Dolar
Lonjakan harga energi akibat ketegangan geopolitik memperbesar tekanan inflasi global. Hal ini mendorong pelaku pasar untuk menunda ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Indeks Dolar AS (DXY) melanjutkan penguatan dan mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir di sekitar 99,20. Penguatan dolar juga dipicu oleh aliran dana ke aset safe haven berbasis USD di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Kondisi ini memberikan tekanan tambahan bagi emas karena hubungan terbalik antara keduanya.
Eskalasi Konflik Timur Tengah Picu Safe Haven
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus meningkat dan menjadi faktor penting dalam pergerakan pasar. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel memicu lonjakan permintaan terhadap aset aman.
Serangan militer dan eskalasi konflik di kawasan Teluk Persia berdampak pada gangguan distribusi energi global, termasuk jalur strategis Selat Hormuz. Harga minyak dan gas melonjak, memperkuat tekanan inflasi sekaligus meningkatkan permintaan safe haven.
Meskipun emas tertekan oleh dolar yang kuat, faktor geopolitik membantu menahan penurunan lebih dalam.
Pasar Menanti Rilis Data Tenaga Kerja ADP
Fokus pelaku pasar kini tertuju pada laporan tenaga kerja sektor swasta dari ADP Research Institute. Data ADP diperkirakan menunjukkan penambahan sekitar 50 ribu pekerjaan pada Februari, meningkat dari 22 ribu di bulan sebelumnya.
Laporan ini menjadi indikator awal sebelum rilis resmi Nonfarm Payrolls dari Bureau of Labor Statistics. Meskipun tidak selalu sejalan, data ADP sering memicu volatilitas pada dolar AS.
Di tengah dominasi sentimen geopolitik, perhatian pasar terhadap data ekonomi cenderung bersifat sekunder. Namun, setiap kejutan dari data tenaga kerja tetap berpotensi memengaruhi arah pergerakan jangka pendek di pasar emas dan dolar.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada timeframe H4 masih berpotensi bullish dengan level pivot di 5.085. Selama harga bertahan di atas level tersebut, kenaikan berpeluang berlanjut untuk menguji resistance di 5.225, kemudian 5.260, hingga 5.335.
Sebagai skenario alternatif, jika harga turun dan menembus di bawah 5.085, tekanan jual dapat meningkat dengan potensi penurunan menuju area support di 5.050 hingga 4.995.
Resistance 1: 5.225 Resistance 2: 5.260 Resistance 3: 5.335
Support1: 5.085 Support 2: 5.050 Support 3: 4.995
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
