Market Summary
Peluang Trading GBP/USD kembali terbuka pada Selasa ini setelah pasangan mata uang ini melanjutkan pelemahan terhadap Dolar AS. Data pengangguran Inggris bulan Juni gagal meyakinkan investor di tengah pasar yang sudah bersikap risk-off, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. GBP/USD saat ini berada di level 1,3522, setelah sempat tertahan di area 1,3570 pada Senin.
Data Tenaga Kerja Inggris Bikin Pasar Ragu
Tingkat pengangguran ILO Inggris bertahan di 4,9% dalam tiga bulan hingga Juni. Angka ini berbeda dari ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan ke 4,8%. National Statistics merilis data tersebut pada Selasa. Jumlah tenaga kerja bertambah 83 ribu orang, jauh di bawah kenaikan 147 ribu pada Mei.
Di sisi lain, klaim pengangguran turun 11 ribu, padahal pasar memperkirakan kenaikan 11,2 ribu. Data bulan sebelumnya juga mengalami revisi turun menjadi penurunan 6,4 ribu.
Inflasi upah justru mengalami akselerasi. Rata-rata pendapatan tanpa bonus naik 3,5% secara tahunan dalam tiga bulan hingga Juni, meningkat dari 3,4% pada periode sebelumnya. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa tekanan inflasi dari sisi upah masih akan berlanjut.
Ketegangan Geopolitik Angkat Dolar AS
Dolar AS mendapat dukungan dari kondisi pasar yang risk-off. Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada Juni, namun kesepakatan itu berakhir pada Senin. Proses perdamaian kedua negara masih menemui jalan buntu, sementara Washington dan Teheran justru meningkatkan retorika mereka satu sama lain.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengebom Oman, salah satu sekutu AS, jika negara tersebut “menghalangi” kesepakatan dengan Iran. Di sisi lain, seorang pejabat militer Iran menyatakan bahwa angkatan bersenjata negaranya akan beralih ke sikap yang sepenuhnya ofensif.
Scotiabank Menilai Dolar AS Masih Rentan
Penguatan Dolar AS tetap terbatas karena mata uang ini masih menghadapi sejumlah kelemahan. Scotiabank mencatat bahwa data ekonomi AS yang lemah meredam ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed. Bank ini juga melihat tanda-tanda kekhawatiran pasar terhadap dinamika fiskal AS, yang tercermin dari kurva imbal hasil Treasury yang semakin curam.
Scotiabank memproyeksikan Dolar AS masih akan tertekan dalam jangka pendek. Bank ini menyebut bahwa mundurnya ekspektasi pengetatan The Fed serta kurva imbal hasil yang lebih curam berpotensi mendorong indeks Dolar AS (DXY) kembali ke kisaran 97,5-98,5.
Peluang Trading GBP/USD ke Depan
Peluang Trading GBP/USD saat ini terbentuk dari kombinasi data domestik Inggris yang lemah dan sentimen risk-off global akibat ketegangan geopolitik. Trader perlu mencermati level 1,3570 sebagai resistance jangka pendek, sementara support terdekat berada di sekitar 1,3500. Selama Dolar AS masih tertekan oleh ekspektasi pelonggaran The Fed, ruang penguatan GBP/USD tetap terbuka, meski volatilitas geopolitik bisa membatasi pergerakan.
Secara keseluruhan, Peluang Trading GBP/USD tetap layak dicermati. Trader perlu memantau perkembangan ketegangan AS-Iran serta arah kebijakan The Fed, karena kedua faktor ini akan menentukan apakah Dolar AS melanjutkan pelemahan atau justru kembali menguat.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot di 1.3565. Selama harga masih bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target penurunan menuju area support 1.3497, kemudian 1.3478, hingga 1.3459.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas level 1.3565, tren berpotensi berbalik menguat dengan peluang kenaikan menuju area resistance 1.3597 hingga 1.3617.
Resistance 1.3565 Resistance 2: 1.3597 Resistance 3: 1.3617
Support1: 1.3497 Support 2: 1.3478 Support 3: 1.3459
Baca juga: Peluang Trading USD/CAD Jelang Data Inflasi Kanada
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
