Market Summary
US Oil kembali menjadi fokus pasar energi global setelah harga WTI melonjak di atas $102 per barel pada awal pekan. Kenaikan ini mengakhiri penurunan dua hari sebelumnya, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz. Lonjakan ini mempertegas peran US Oil sebagai indikator utama risiko pasar energi global.
Ketegangan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga
Harga minyak menguat tajam setelah laporan menyebutkan sebuah kapal tanker terkena proyektil di Selat Hormuz. Insiden ini terjadi tidak lama setelah Presiden AS mengumumkan rencana “Project Freedom” untuk mengawal kapal-kapal sipil melintasi jalur tersebut.
Iran merespons dengan peringatan keras bahwa pihaknya akan menargetkan setiap kekuatan AS yang memasuki wilayah tersebut. Selain itu, kapal komersial dan tanker minyak diimbau untuk tidak melintas tanpa koordinasi dengan militer Iran. Situasi ini mencerminkan meningkatnya risiko terhadap jalur distribusi energi global.
Konflik AS-Iran Tekan Pasar Energi Global
Ketegangan antara AS dan Iran terus memberikan dampak luas terhadap pasar energi. Tim riset Danske mencatat bahwa konflik ini telah mendorong lonjakan harga bensin di Amerika Serikat hingga mendekati 50% sejak awal eskalasi.
Harga bensin rata-rata mencapai sekitar $4,45 per galon, mencerminkan tekanan besar pada sektor energi domestik. Kenaikan harga energi juga mendorong ekspektasi inflasi global serta meningkatkan tekanan pada yield obligasi dan suku bunga.
Di sisi lain, ketidakstabilan kawasan semakin terlihat dengan meningkatnya tensi di Timur Tengah, termasuk perintah evakuasi di Lebanon selatan. Meskipun terdapat jeda sementara dalam aktivitas militer, gangguan terhadap pasar energi tetap berlangsung.
Risiko Pasokan dan Pergerakan Harga Minyak
Penutupan efektif Selat Hormuz telah menjadi faktor utama yang mengganggu keseimbangan pasokan global. Jalur ini merupakan salah satu rute pengiriman minyak paling penting di dunia, sehingga setiap gangguan langsung berdampak pada harga.
Harga minyak tercatat telah melonjak signifikan sepanjang tahun ini seiring berlanjutnya konflik di Timur Tengah. Namun, peluang solusi diplomatik masih terbuka setelah Iran menyatakan sedang meninjau respons AS terhadap proposal terbaru.
Selama ketidakpastian geopolitik tetap tinggi, pergerakan US Oil diperkirakan akan tetap volatil, dengan sentimen pasar sangat bergantung pada perkembangan konflik dan kondisi pasokan global.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 101,00. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka, di mana saat ini harga sedang menguji area resistance terdekat di 106,00. Jika berhasil menembus dan bertahan di atas level tersebut, kenaikan berpotensi berlanjut menuju resistance berikutnya di 108,50 hingga 110,30.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga turun dan menembus di bawah 101,00, maka tekanan koreksi berpotensi meningkat dengan target penurunan menuju area support di 99,00 hingga 97,00.
Resistance 1: 106,00 Resistance 2: 1108,50 Resistance 3: 110,30
Support1: 101,00 Support 2: 99,00 Support 3: 97,00
Baca juga: Peluang Trading GBP/USD Menjelang BoE Meeting
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
