Market Summary
Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Asia Jumat setelah sebelumnya rebound kuat dari level terendah sejak akhir Maret. Pergerakan emas masih terbatas karena pelaku pasar memilih menunggu perkembangan terbaru terkait proposal perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran sebelum mengambil posisi baru di pasar.
Emas spot atau XAU/USD saat ini bergerak di sekitar level psikologis 4.500. Sentimen pasar mulai membaik setelah laporan menyebutkan bahwa Washington dan Teheran telah menyusun rancangan kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.
Laporan tersebut ikut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah. Kondisi ini membuat harga minyak mentah tetap berada dekat level terendah bulanan dan membantu menurunkan ekspektasi kenaikan inflasi global dalam jangka pendek.
Dolar AS Melemah, Emas Tetap Mendapat Dukungan
Harga emas dunia juga memperoleh dukungan dari pelemahan dolar AS. Indeks dolar turun mendekati area 99 setelah pasar menilai risiko geopolitik mulai mereda dan tekanan inflasi kemungkinan tidak sebesar yang sebelumnya dikhawatirkan.
Selain itu, pasar melihat peluang bahwa ketegangan di Selat Hormuz dapat berkurang apabila negosiasi nuklir antara AS dan Iran berjalan lancar. Jalur tersebut menjadi salah satu rute penting distribusi minyak global sehingga setiap perkembangan positif langsung memengaruhi sentimen pasar keuangan.
Meski begitu, proposal perdamaian tersebut masih menunggu persetujuan akhir dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Investor juga masih meragukan tercapainya kesepakatan permanen karena kedua negara masih memiliki perbedaan besar terkait program nuklir Iran.
Inflasi AS dan Kebijakan The Fed Masih Jadi Fokus
Di sisi lain, data ekonomi terbaru Amerika Serikat masih membatasi penguatan emas lebih lanjut. Indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) naik 3,8% secara tahunan pada April 2026, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya di level 3,5%.
Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi tercatat naik 3,3%, sesuai perkiraan pasar. Data tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan tetap mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Produk domestik bruto (GDP) Amerika Serikat pada kuartal pertama 2026 juga direvisi turun menjadi 1,6% dari estimasi awal 2,0%. Perlambatan ekonomi ini membuat pasar semakin berhati-hati dalam menentukan arah investasi berikutnya.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini masih melihat peluang sekitar 50% bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir 2026.
Peluang Trading Emas Masih Terbuka
Harga emas dunia diperkirakan masih bergerak volatil dalam jangka pendek karena pasar terus memantau perkembangan hubungan AS-Iran serta arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah membantu menekan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini membuat pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sehingga menjadi sentimen positif bagi pergerakan emas.
Sebaliknya, apabila konflik kembali memanas, lonjakan harga minyak berpotensi menghidupkan kembali tekanan inflasi. Situasi tersebut dapat mendorong Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir 2026. Sentimen higher for longer ini dapat membatasi kenaikan emas dan mendukung penguatan dolar AS.
Pelaku pasar saat ini juga menunggu petunjuk baru dari pejabat Federal Reserve terkait arah kebijakan moneter berikutnya. Kombinasi faktor geopolitik, inflasi, dan pergerakan dolar AS masih menjadi penggerak utama harga emas dalam waktu dekat.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berpotensi rebound. Level pivot berada di area 4.460. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 4.550. Jika momentum bullish berlanjut, harga berpotensi naik menuju 4.580 hingga 4.605.
Sebagai alternatif skenario, tekanan bearish bisa meningkat apabila harga turun ke bawah 4.460. Kondisi ini dapat membuka peluang penurunan lebih lanjut menuju area support 4.424 hingga 4.400.
Resistance 1: 4.550 Resistance 2: 4.580 Resistance 3: 4.605
Support1: 4.460 Support 2: 4.424 Support 3: 4.400
Baca juga: Peluang Trading Silver Menjelang Data Core PCE AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
