Download TPFx Mobile Available On

Market Highlight (17/08/2026)

by Annan Firsta
Feature

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity: Bullish  Range        0,70800 – 0,71300

Geliat pergerakan mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS berusaha mempertahankan penguatannya. Dimana Aussie mendekati level tertinggi dalam beberapa minggu terakhir karena pernyataan terbaru Bank Sentral memperkuat sikap kebijakan yang restriktif. Asisten Gubernur RBA Christopher Kent mengatakan bahwa kenaikan suku bunga sebelumnya berjalan sesuai rencana, dengan kondisi moneter yang lebih ketat membebani pengeluaran konsumen dan memperlambat aktivitas ekonomi secara lebih luas. Ia mencatat bahwa pertumbuhan kredit perumahan telah melambat, dengan penurunan yang nyata dalam pemberian pinjaman rumah baru, dan mengatakan bahwa kondisi keuangan secara keseluruhan tetap agak ketat. Bank sentral mempertahankan suku bunga acuan di level 4,35% minggu ini setelah menaikkannya sebesar 75 basis poin sejak bulan Februari. Namun, Gubernur Michele Bullock mengatakan para pembuat kebijakan tetap khawatir bahwa inflasi mungkin tidak akan mereda seperti yang diharapkan dan siap untuk menaikkan suku bunga lagi jika diperlukan. Pasar memperkirakan sekitar 54% kemungkinan kenaikan suku bunga menjadi 4,60% pada bulan Desember, yang kemungkinan menandai berakhirnya siklus pengetatan kebijakan moneter. Perhatian kini beralih ke Gubernur Michele Bullock, yang dijadwalkan memberikan kesaksian di hadapan parlemen pada Jumat.

Pivot : 0,70764

R1 : 0,71017          S1 : 0,70577

R2 : 0,71204          S2 : 0,70324

R3 : 0,71457          S3 : 0,70137


USDJPY

Opportunity: Bullish  Range       159,300 – 160,000

Menutup pekan kemarin mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback, Yen sempat menguat terbatas, namun kembali mengalami pelemahan. Kondisi Yen Jepang diperdagangkan dan berada di jalur pelemahan sekitar 1% sepanjang pekan lalu, karena tidak adanya intervensi lanjutan dari pihak berwenang mendorong spekulan untuk terus berspekulasi melawan mata uang tersebut. Yen kini telah mengalami pelemahan sekitar setengah dari kenaikan yang terjadi pada akhir Juli dan awal Agustus, ketika Tokyo dan Washington melakukan intervensi bersama yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mata uang ini tetap tertekan oleh faktor fundamental jangka panjang, termasuk selisih suku bunga yang lebar, kekhawatiran fiskal yang meningkat, serta tingginya biaya energi dan impor. Sementara itu, pasar memprediksi mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga Bank of Japan pada September atau Oktober di tengah kekhawatiran bahwa pelemahan Yen akan memicu inflasi. Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga mengatakan Jepang harus memperkuat intervensi mata uang dengan kebijakan dan fundamental ekonomi yang mendukung Yen.

Pivot : 159,141

R1 : 159,687          S1 : 158,773

R2 : 160,055          S2 : 158,227

R3 : 160,601          S3 : 157,859


GBPUSD

Opportunity  : Bullish menuju  :  1.3607 –  1.3654

Pounds ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan kemarin. GBP diperdagangkan mendekati puncak tiga bulan di kisaran 1,3560 saat menutup pekan. Laporan pasar tenaga kerja Inggris terbit Selasa, angka inflasi Juli menyusul Rabu, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) inti diperkirakan naik mendekati 3%. Penjualan Ritel menutup rangkaian data pada Jumat. Inflasi yang tinggi berpotensi mempersulit langkah Bank of England (BoE) sekaligus memberi dukungan baru bagi Poundsterling. Sebaliknya, data yang lebih lunak bisa menjadi tekanan domestik pertama bagi mata uang ini dalam beberapa pekan terakhir. Disatu-sisi Dollar AS melemah pada akhir pekan lalu dan menutup minggu di bawah level 100,00 pada indeks DXY. Pelemahan ini terjadi setelah data ekonomi AS yang lemah muncul empat kali berturut-turut. Survei awal Sentimen Konsumen Michigan turun tajam ke angka 51 pada Agustus dari 55,2 sebelumnya, jauh di bawah perkiraan pasar. Data ini melengkapi pekan yang juga diwarnai inflasi yang mereda dan laporan Penjualan Ritel yang lesu. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini akibatnya kurangnya minat para Investor akan mata-uang U.S Dollar.

Open  : 1.3528          Pivot  1.3523

R1  : 1.3569               S1  : 1.3485

R2  : 1.3607                S2  : 1.3438

R3  : 1.3654                S3  : 1.3400


EURUSD

Opportunity  : Bullish menuju  1.1619 – 1.1654

Euro menguat cukup signifikan pada perdagangan Jumat kemarin. EUR menutup pekan di kisaran atas 1,1500, level tertinggi dalam dua bulan terakhir dan mendekati 1,1600. Kalender ekonomi zona Euro relatif sepi pekan ini. Survei ZEW Jerman terbit Selasa, sementara PMI awal Jumat menjadi ujian utama dari dalam negeri. Bank Sentral Eropa (ECB) masih memilih menunggu, sehingga pergerakan pasangan mata uang ini tetap bergantung pada arah Dolar AS. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini mengingat lemahnya mata-uang U.S Dollar setelah data ekonomi AS yang lemah muncul empat kali berturut-turut. Survei awal Sentimen Konsumen Michigan turun tajam ke angka 51 pada Agustus dari 55,2 sebelumnya, jauh di bawah perkiraan pasar. Data ini melengkapi pekan yang juga diwarnai inflasi yang mereda dan laporan Penjualan Ritel yang lesu. 

Open  : 1.1562 Pivot  : 1.1559

R1  : 1.1594      S1  : 1.1534

R2  : 1.1619     S2  : 1.1499

R3  : 1.1654     S3  : 1.1473


USDCHF

Opportunity  : Bearish menuju  :  0.8085  –  0.8068

Swiss Franc berhasil ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan kemarin. Swiss Franc sempat tertekan dalam empat hari berturut oleh penguatan U.S Dollar. Dolar AS melemah pada akhir pekan lalu dan menutup minggu di bawah level 100,00 pada indeks DXY. Pelemahan ini terjadi setelah data ekonomi AS yang lemah muncul empat kali berturut-turut. Survei awal Sentimen Konsumen Michigan turun tajam ke angka 51 pada Agustus dari 55,2 sebelumnya, jauh di bawah perkiraan pasar. Data ini melengkapi pekan yang juga diwarnai inflasi yang mereda dan laporan Penjualan Ritel yang lesu. CHF masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang didukung data ekonomi Swiss yang cukup solid dengan laporan tingkat pertumbuhan GDP yang naik cukup signifikan pada Jumat kemarin.

Open  : 0.8125  Pivot  : 0.8126

R1  : 0.8149       S1  : 0.8108

R2  : 0.8167       S2  : 0.8085

R3  : 0.8190       S3 : 0.8068


DXY

Opportunity: Bearish  Range        99,600 –  99,300

Tekanan pada mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya mulai mewarnai penutupan market pekan lalu. Kondisi tersebut tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang merosot dan sentuh level terendahnya di 99,475. Pelemahan Dollar AS ini mendekati level terendah dua bulan di 95,53 pada tanggal 7 Agustus karena data ekonomi terbaru membatasi posisi terkait kenaikan suku bunga Federal Reserve. Angka penjualan ritel kelompok kontrol (*retail sales control group*) secara tak terduga turun pada Juli, menantang pandangan mengenai ketahanan kuat konsumen AS, meskipun efek musiman yang fluktuatif turut mendistorsi data tersebut. Hasil tersebut dirilis setelah inflasi produsen dan konsumen melambat pada periode tersebut, yang tampaknya menunda urgensi bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga dalam pertemuan September mereka. Meskipun demikian, dana asing tetap relatif kurang berinvestasi pada obligasi Treasury AS jangka panjang dibandingkan awal tahun ini karena kekhawatiran bahwa indeks harga yang tinggi dan sikap acuh tak acuh The Fed terhadap inflasi dapat meningkatkan inflasi dalam jangka panjang. Di tengah tekanan terhadap mata uang tersebut, indeks DXY bergerak di dekat level terendahnya setelah Departemen Keuangan AS menyelesaikan intervensi gabungan di pasar valuta asing bersama Tokyo untuk mendukung Yen.

Pivot : 99,682

R1 :    99,889         S1 :    99,428 

R2 :  100,143        S2 :    99,221

R3 :  100,350        S3 :    98,967

 


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bullish ke 64,700

Indeks Nikkei 225 naik 0,4% menuju 69.000 pada hari Senin, memperpanjang kenaikan minggu lalu setelah data awal menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh kurang dari yang diharapkan pada kuartal kedua, karena permintaan domestik yang lemah mengimbangi ekspor yang kuat. Namun demikian, permintaan yang kuat terkait dengan kecerdasan buatan terus mendukung prospek perusahaan-perusahaan Jepang yang terintegrasi secara mendalam ke dalam rantai pasokan semikonduktor global. Saham-saham yang terkait dengan chip dan AI sebagian besar naik, termasuk Kioxia Holdings (2,9%), Advantest (3,9%), Fujikura (3%), Tokyo Electron (1,6%), dan Furukawa Electric (4,1%). Sementara itu, saham-saham keuangan dan konsumen sebagian besar turun. Dalam berita perusahaan, Nvidia dilaporkan berencana untuk berinvestasi hingga $3 miliar di SB Energy, anak perusahaan SoftBank Group yang mengembangkan proyek pusat data besar di Ohio untuk OpenAI.

Pivot : 62,930

R1 : 64,550      S1 : 62,085

R2 : 65,395       S2 : 60,465

R3 : 67,015     S3 : 59,620


HANGSENG

Opportunity: Bullish ke 26,270

Indeks Hang Seng sedikit turun 0,2%, atau 44 poin, dan ditutup pada 25.397 pada hari Kamis, karena investor tetap berhati-hati setelah penurunan sesi sebelumnya meskipun data inflasi AS yang lebih lemah memperkuat ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang lebih akomodatif. Pasar Asia secara umum lebih kuat setelah data harga konsumen AS meredakan kekhawatiran inflasi dan mendukung ekspektasi prospek kebijakan moneter yang lebih akomodatif. Namun, kenaikan di Hong Kong terbatas karena investor terus menilai kelemahan saham teknologi dan risiko geopolitik. Saham teknologi tetap menjadi fokus utama karena investor mencerna hasil kuartal kedua Tencent dan terus menilai perkembangan di sektor kecerdasan buatan China. Kinerja teknologi beragam, dengan Lenovo (20,2%), Z.AI Co. (9,0%), dan MiniMax (5,4%) naik, sementara Tencent (-4,5%) dan Xiaomi (-1,8%) turun. Investor juga memantau pendapatan perusahaan yang akan datang dan perkembangan di sektor teknologi China.

Pivot : 25,894

R1 : 26,141    S1 : 25,762

R2 : 26,273    S2 : 25,515

R3 : 26,520    S3 : 25,383


NASDAQ

Opportunity: Buy Limit: 28,261| SL: 28,150 | TP: 28,600

Kontrak berjangka saham AS sedikit menguat pada hari Senin karena investor menantikan pekan yang relatif tenang, dengan laporan pendapatan dari peritel besar kemungkinan akan memberikan petunjuk baru tentang kesehatan ekonomi. Home Depot dijadwalkan melaporkan hasilnya pada hari Selasa, diikuti oleh Lowe’s pada hari Rabu dan Walmart pada hari Kamis. Di bidang ekonomi, investor akan mencermati risalah rapat terbaru Federal Reserve pada hari Rabu setelah data inflasi AS yang lesu pekan lalu mendorong para pedagang untuk mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan September. Sementara itu, S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatatkan kenaikan mingguan selama tiga minggu berturut-turut, dengan S&P 500 berada di dekat rekor tertinggi. Musim pendapatan yang kuat telah mendukung Wall Street meskipun ada ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan kekhawatiran yang masih ada seputar perdagangan kecerdasan buatan.

Pivot : 27,969.50

R1 : 28,707.00     S1 : 27,586.25

R2 : 29,090.25    S2 : 26,848.75

R3 : 29,827.75     S3 : 26,465.50



COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF

Gold

Opportunity: Bullish menguji resistance 4.402 – 4.444

Harga emas kembali menguat pada awal pekan dan berhasil menembus level $4.400 per troy ounce, melanjutkan kenaikan dari sesi sebelumnya. Penguatan tersebut terutama didorong oleh perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve setelah sejumlah data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Data yang dirilis pekan lalu memperlihatkan tekanan inflasi AS yang relatif terkendali, sementara sentimen konsumen dan penjualan ritel juga menunjukkan pelemahan. Kondisi tersebut membuat investor mulai mengurangi ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September hanya sekitar satu banding tiga, turun dari hampir 50 persen sebelum rangkaian data ekonomi tersebut dirilis.

Perubahan ekspektasi kebijakan moneter menjadi katalis positif bagi emas. Prospek suku bunga yang lebih rendah atau setidaknya sikap The Fed yang tidak terlalu agresif mengurangi tekanan terhadap aset tanpa imbal hasil seperti emas. Pada saat yang sama, pelemahan sejumlah indikator ekonomi AS turut meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai ketika investor mulai mempertanyakan kekuatan pertumbuhan ekonomi.

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada risalah pertemuan FOMC serta pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole. Kedua agenda tersebut berpotensi memberikan petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter AS dan menjadi faktor penting bagi pergerakan emas berikutnya.

Di luar faktor moneter, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih memberikan dukungan tambahan terhadap permintaan aset safe haven. Israel kembali melancarkan serangan ke Lebanon pada akhir pekan, sementara Presiden Donald Trump tengah mempersiapkan sanksi ekonomi baru terhadap Iran. Perkembangan tersebut menjaga tingkat ketidakpastian geopolitik tetap tinggi dan berpotensi mempertahankan minat investor terhadap emas.

Namun, kenaikan emas juga menghadapi faktor penahan dari pasar energi. Pergerakan minyak yang masih terkendali karena adanya pengiriman minyak mentah secara diam-diam melalui Selat Hormuz membantu meredam kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi dan risiko inflasi. Jika tekanan inflasi kembali mereda, kondisi tersebut justru dapat memberikan ruang lebih besar bagi ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS.

Pivot : 4.310

R1  4.402   R2  4.444  R3 4.476

S1  4.310   S2  4.278  S3  4.223


Oil

Opportunity : Sideway to bullish selama bertahan di atas 81,24, target 82,68 – 84,40.

Harga minyak mentah kembali diperdagangkan di atas $82 per barel pada awal pekan dan mempertahankan sebagian besar kenaikan dari sesi sebelumnya. Ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah membuat pasar tetap waspada terhadap potensi gangguan pasokan, khususnya karena perkembangan konflik masih berkaitan erat dengan keamanan jalur perdagangan energi melalui Selat Hormuz.

Pada akhir pekan, Israel melancarkan serangan baru ke Lebanon yang dilaporkan menewaskan 11 orang, termasuk seorang komandan senior Hezbollah. Di sisi lain, Presiden Donald Trump tengah mempersiapkan sanksi ekonomi baru terhadap Iran sebagai bagian dari tekanan untuk memaksa Teheran menyerah. Situasi tersebut membuat risiko geopolitik tetap menjadi faktor utama yang menopang harga minyak.

Pasar juga mencermati berakhirnya secara resmi perjanjian gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Pada saat yang sama, negosiasi untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz masih menghadapi kebuntuan. Ketidakpastian tersebut membuat pelaku pasar tetap memperhitungkan kemungkinan gangguan pasokan apabila situasi kembali memburuk.

Meski demikian, kenaikan harga minyak masih relatif terkendali. Produsen minyak di kawasan Timur Tengah dilaporkan tetap mengalirkan jutaan barel minyak mentah secara diam-diam melalui Selat Hormuz. Aktivitas tersebut membantu menjaga pasokan energi tetap tersedia sehingga mengurangi tekanan kenaikan harga yang lebih agresif.

Perkembangan hubungan antara Iran dan Oman juga menjadi perhatian. Kedua negara disebut semakin mendekati kesepakatan mengenai mekanisme pengelolaan Selat Hormuz, meskipun Amerika Serikat tidak terlibat langsung dalam pembicaraan tersebut. Jika tercapai kesepakatan yang mampu menjaga kelancaran lalu lintas kapal tanker, risiko gangguan pasokan global dapat berkurang dan berpotensi membatasi kenaikan harga minyak lebih lanjut.

Dari sisi pasar, kondisi tersebut menciptakan keseimbangan antara risiko geopolitik dan kemampuan pasokan untuk tetap berjalan. Ketegangan di Timur Tengah memberikan premium risiko pada harga minyak, tetapi arus minyak yang masih berlangsung melalui Selat Hormuz mencegah pasar mengalami kepanikan pasokan.

Pivot: 81,24

R1 82,68        S1  81,24

R2  84,40        S2 79,88

R3  86,14        S3  77,74


DAILY ECONOMIC DATA

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy