Weekly Review dan Outlook kali ini menyoroti pergerakan liar pasar keuangan global setelah Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, melontarkan sikap hawkish dalam pidatonya di Jackson Hole. Warsh menegaskan bahwa inflasi inti belum turun signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Ia juga menyebut bahwa pasar tenaga kerja AS sudah berada pada level full employment. The Fed, menurut Warsh, tetap memantau indeks PCE sebagai acuan utama inflasi, dengan nada yang lebih ketat dibanding sinyal sebelumnya soal kemungkinan pergantian gauge inflasi oleh salah satu satuan tugas baru The Fed.
Dolar AS Menguat Usai Sinyal Hawkish The Fed
Indeks dolar AS naik ke level 99,5 pada Jumat lalu. Angka ini melanjutkan rebound dari titik terendah tiga bulan di 98,8 pada 21 Agustus. Yield obligasi Treasury jangka pendek melonjak seiring pernyataan tegas Warsh soal inflasi. Pasar rate futures pun bergeser ke arah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bulan depan. Revisi tahunan data nonfarm payrolls turut memperkuat dolar karena angkanya jauh di bawah perkiraan sebelumnya, menandakan pasar tenaga kerja AS masih kuat. Di sisi lain, sinyal inflasi yang lebih tinggi di Zona Euro mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga ECB, sehingga membatasi penguatan indeks dolar.
Emas Anjlok Lebih dari 3 Persen
Harga emas berbalik arah dan turun lebih dari 3% pada Jumat. Investor ramai-ramai menaikkan taruhan atas kenaikan suku bunga setelah pernyataan Warsh soal upaya menekan inflasi. Emas spot melemah 2,9% ke level $4.567,23 per ounce pada pukul 13.44 waktu EDT, level terendah sejak 20 Agustus. Kontrak futures emas AS untuk pengiriman Desember ditutup melemah 2,9% ke $4.529,9. Sepanjang pekan ini, bullion turun 2,9% setelah sempat menyentuh level tertinggi tiga bulan di $4.696,18 pada hari Selasa.
Harga Minyak Tertekan Isu Venezuela dan Iran
Harga minyak turun tipis menyusul kabar bahwa Washington semakin dekat mendapat akses ke cadangan minyak Venezuela. Perusahaan AS, Chevron dan Halliburton, berpotensi menanamkan modal miliaran dolar di ladang minyak Venezuela. Di waktu bersamaan, AS dan Iran menandai enam bulan konflik, sehari setelah upaya diplomasi kedua negara mengalami kemunduran. Brent crude kontrak November turun 0,3% ke $88,24 per barel. WTI kontrak Oktober melemah 0,1% ke $83,44 per barel. Sepanjang pekan, Brent anjlok 4,8% sementara WTI turun 4,2%.
Wall Street Ditutup Variatif, Nvidia Jadi Bintang
Bursa Wall Street mayoritas ditutup melemah pada Jumat. Pidato hawkish Warsh di Jackson Hole membebani indeks utama, meski saham sektor consumer discretionary dan communication services sempat menguat. Sebagian besar saham Magnificent Seven juga naik dan membantu menahan pelemahan lebih dalam. Secara mingguan, bursa AS justru mencatat kenaikan berkat rally pada hari Kamis yang dipicu hasil kuartalan dan panduan bisnis mengesankan dari Nvidia. Indeks S&P 500 turun 0,3% ke 7.709,18 poin. Dow Jones Industrial Average nyaris flat di 53.559,34 poin. Nasdaq Composite melemah 0,5% ke 26.402,42 poin. Untuk sepekan, S&P dan Dow masing-masing naik 0,5%, sedangkan Nasdaq bertambah 0,9%.
WEEK AHEAD
(31 Agustus – 04 September 2026)
Pekan Depan: Data Tenaga Kerja AS Jadi Sorotan Utama
Weekly Review dan Outlook pekan ini juga menyoroti agenda ekonomi sepekan ke depan. Suku bunga jangka panjang tetap menjadi penopang sekaligus tantangan bagi pasar menuju awal September. Harga energi yang tinggi, penerbitan utang korporasi terkait AI yang melimpah, dan defisit anggaran yang lebar menekan yield di tengah pertumbuhan ekonomi yang masih tangguh. Fokus data AS akan tertuju pada laporan Employment Situation dari BLS, mengingat FOMC menilai ekonomi AS sudah mencapai full employment. PMI ISM juga akan menjadi perhatian pasar.
Amerika
Di Amerika, investor akan mencermati laporan kuartal kedua dari Broadcom, Dell, Palo Alto Networks, dan Snowflake. Ekonom memperkirakan AS menambah 45.000 lapangan kerja pada Agustus, membaik dari kehilangan 23.000 pekerjaan di Juli. Tingkat pengangguran diprediksi naik ke 4,2% dari 4,1%. Pertumbuhan upah per jam diperkirakan naik ke 0,2% secara bulanan dari 0,1%. PMI manufaktur dan jasa ISM diperkirakan masih menunjukkan ekspansi. Investor turut memantau laporan JOLTS, dengan lowongan kerja diprediksi naik ke 7,39 juta pada Juli dari 7,36 juta di Juni. Kalender AS juga mencakup laporan ADP, neraca dagang Juli, pesanan pabrik, dan Dallas Fed Manufacturing Index.
The Fed akan merilis Beige Book pekan depan. Gubernur The Fed, Michael Barr dan Christopher Waller, dijadwalkan memberi pidato yang akan diteliti ketat oleh pasar untuk mencari petunjuk arah suku bunga AS selanjutnya.
Di kawasa Amerika lainnya, Bank of Canada (BoC) diperkirakan menahan suku bunga acuan di 2,25% pada pertemuan Rabu. Kanada juga akan merilis data tenaga kerja, neraca dagang, dan Ivey PMI.
Eropa
Data inflasi flash menjadi sorotan utama Eropa pekan depan. Inflasi tahunan Zona Euro diperkirakan naik ke 3,2% pada Agustus, menyamai posisi Mei dan menjadi level tertinggi sejak September 2023. Inflasi Jerman diperkirakan naik ke 2,9%, sementara Italia diprediksi mengalami akselerasi harga lebih lanjut. Angka-angka ini menyusul data inflasi Spanyol dan Prancis yang lebih tinggi dari perkiraan, menambah kekhawatiran soal tekanan inflasi yang kembali menguat. Swiss juga akan merilis data inflasi penting pekan ini.
PMI manufaktur dan jasa terbaru untuk Spanyol, Italia, dan Swiss akan memberi gambaran lebih jelas soal momentum ekonomi kawasan. Pesanan pabrik Jerman diperkirakan stagnan pada Juli setelah dua bulan berturut-turut naik. Tingkat pengangguran Zona Euro diprediksi bertahan di 6,3% untuk bulan kelima berturut-turut, sedangkan Italia diperkirakan naik ke 5,8%. Inggris akan merilis data hipotek dan harga rumah, sementara Spanyol mempublikasikan data pasar tenaga kerja.
Asia Pasifik
Weekly Review dan Outlook edisi ini menutup pembahasan dengan agenda Asia Pasifik. Investor di kawasan ini akan mencermati laporan PMI manufaktur dan jasa resmi maupun swasta China untuk Agustus guna menilai kesehatan ekonomi terbesar kedua dunia. Jepang akan merilis rentetan data ekonomi, mulai dari produksi industri, penjualan ritel, kepercayaan konsumen, housing starts, hingga pengeluaran rumah tangga.
Sementara itu, Australia akan fokus pada data PDB kuartal kedua, ditambah data perdagangan, izin bangunan, neraca berjalan, harga komoditas, dan aktivitas industri.
Data Mingguan Perdagangan Emas (24 – 28 Agustus 2026)
Open : 4.619,92 High : 4.696,81 Low : 4.445,23 Close : 4.457,90 Range : 251,58
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 4.370 | R1 4.621 |
| S2 4.282 | R2 4.785 |
| S3 4.118 | R3 4.873 |
Gold Outlook : Bullish
Data Mingguan Perdagangan US Oil (24 – 28 Agustus 2026)
Open : 86,44 High : 86,52 Low : 79,58 Close : 83,39 Range : 6,94
OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 79,81 | R1 86,75 |
| S2 76,22 | R2 90,10 |
| S3 72,87 | R3 93,69 |
Oil Outlook : Bullish
Baca juga: Weekly Review dan Outlook 24–28 Agustus 2026
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
