FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,70000 – 0,69500
Kondisi mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback tetap berada di jalur pelemahan. Bahkan saat ini Dollar Australia melemah under $0,700, tetap berada di dekat level terendah sepuluh minggu karena ketidakpastian dalam perundingan perdamaian AS-Iran membebani sentimen risiko, sementara pasar menunggu rilis data ekonomi domestik penting minggu ini. Fokus kemungkinan akan tertuju pada rilis data CPI dan data ketenagakerjaan Rabu esok hari, yang akan menjadi sangat penting bagi langkah kebijakan Bank Sentral selanjutnya. Inflasi utama diperkirakan akan meningkat menjadi 4,4% pada Mei dari 4,2% pada bulan sebelumnya, sementara inflasi inti kemungkinan akan naik menjadi 3,5% dari 3,4%, keduanya jauh di atas target bank sentral. Untuk data ketenagakerjaan, perkiraan berpusat pada peningkatan 25.000 lapangan kerja bersih untuk Mei, sementara tingkat pengangguran kemungkinan akan turun menjadi 4,4% setelah mencapai level tertinggi dalam 4,5 tahun sebesar 4,5% bulan lalu. Sementara itu, AS dan Iran menyepakati peta jalan 60 hari menuju kesepakatan akhir, dengan pembicaraan yang akan berlanjut hingga akhir pekan ini. Namun, kekhawatiran tetap ada setelah kedua pihak baru-baru ini saling mengancam terkait konflik di Lebanon, dengan Teheran mengklaim telah kembali menutup Selat Hormuz.
Pivot : 0,70041
R1 : 0,70149 S1 : 0,69897
R2 : 0,70293 S2 : 0,69789
R3 : 0,70401 S3 : 0,69645
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 161,600 – 162,000
Semakin tidak berdayanya mata uang Yen terhadap mata uang Dollar AS terus berlangsung. Bahkan Yen berada di dekat level terendahnya sejak 1986 karena intervensi verbal berulang dari Tokyo gagal menghentikan penurunan mata uang tersebut. Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan pihak berwenang siap mengambil tindakan yang tepat terhadap pergerakan mata uang yang berlebihan kapan saja, mengulangi peringatan sebelumnya. Yen kini telah kehilangan semua keuntungan yang diperoleh pada 30 April, ketika para pejabat melakukan intervensi pasar dalam skala rekor untuk mendukung mata uang tersebut. Penurunan terbaru terjadi meskipun Bank Sentral Jepang terus melakukan normalisasi kebijakan, termasuk kenaikan suku bunga 25 basis poin menjadi 1% pekan lalu. Mata uang tersebut juga tetap berada di bawah tekanan dari aktivitas carry-trade yang tinggi, karena investor terus memilih posisi short Yen di tengah kesenjangan suku bunga yang masih lebar antara Jepang dan AS.
Pivot : 161,508
R1 : 161,945 S1 : 161,097
R2 : 162,356 S2 : 160,660
R3 : 162,793 S3 : 160,249
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3298 – 1.3324
Di luar perkiraan, Pounds ditutup menguat ditengah gejolak politik Inggris. Poundsterling dalam pair GBPUSD terpantau bergerak kuat kembali mendekati posisi tertinggi akhir pekan lalu pada perdagangan forex sesi Eropa hari Senin (22/6/2026) setelah dilaporkan PM Inggris mengundurkan diri. Meskipun ada gejolak, pelemahan poundsterling relatif terukur. Hal ini dikarenakan Starmer menyatakan akan tetap menjabat sebagai caretaker (pelaksana tugas) sampai pemimpin baru Partai Buruh terpilih. Langkah ini memberikan sedikit kepastian bagi pasar bahwa tidak akan ada kekosongan kekuasaan mendadak. Disisi lain indeks Dollar menguat yang didorong sifat hawkish the Fed yang akan menaikan tingkat suku-bunga sebelum akhir tahun. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang didukung oleh optimisme politik dalam negeri yang dapat terus berjalan oleh kepemimpinan Starmer hingga Juli mendatang.
Open : 1.3246 Pivot 1.3238
R1 : 1.3272 S1 : 1.3217
R2 : 1.3298 S2 : 1.3183
R3 : 1.3324 S3 : 1.3158
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1374 – 1.1356
Euro kembali tertekan pada perdagangan awak pekan ini. Euro tertekan oleh penguatan U.S Dollar akibat sifat hawkish the Fed yang berencana akan menaikkan tingkat Suku-bunga. Pelaku pasar masih mencerna proyeksi terbaru Federal Reserve yang jauh lebih hawkish dibandingkan perkiraan sebelumnya. Dot plot terbaru menunjukkan setidaknya separuh anggota Federal Open Market Committee kini memperkirakan kenaikan suku bunga tahun ini untuk mengendalikan tekanan inflasi. Nada hawkish tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan meningkatkan daya tarik dolar AS. Akibatnya, mata uang Negeri Paman Sam menguat terhadap sebagian besar mata uang utama dunia. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang akan dibayangi oleh penguatan U.S Dollar
Open : 1.1427 Pivot : 1.1439
R1 : 1.1452 S1 : 1.1419
R2 : 1.1473 S2 : 1.1374
R3 : 1.1506 S3 : 1.1356
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8124 – 0.8148
Swiss Franc masih tertekan oleh penguatan U.S Dollar. Dolar AS menguat tajam karena pasar semakin memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada tahun ini. Ketua The Fed, Kevin Warsh, pekan lalu menegaskan pentingnya mengembalikan stabilitas harga di tengah risiko inflasi yang masih tinggi. Nada hawkish tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan meningkatkan daya tarik dolar AS. Akibatnya, mata uang Negeri Paman Sam menguat terhadap sebagian besar mata uang utama dunia. CHF masih berpotensi untuk melemah akibat tekanan Dollar yang masih diperkirakan akan menguat pada perdagangan hari ini.
Open : 0.8082 Pivot : 0.8085
R1 : 0.8096 S1 : 0.8079
R2 : 0.8124 S2 : 0.8068
R3 : 0.8148 S3. : 0.8050
DXY
Opportunity: Bullish Range 100,900 – 101,300
Penguatan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya semakin tak terbendung. Keperkasaan tersebut terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang terus melonjak naik dan sentuh level tertinggi hariannya di 101,076. Dimana level tersebut mencapai level tertinggi baru dalam lebih dari setahun, seiring investor kembali dari libur panjang akhir pekan dan memfokuskan kembali perhatian pada perkembangan di Timur Tengah dan prospek kebijakan moneter. AS dan Iran menyepakati peta jalan menuju kesepakatan akhir untuk mengakhiri konflik mereka dalam waktu 60 hari, dengan menteri luar negeri Iran menyebutkan “kemajuan” dalam negosiasi, yang berkontribusi pada penurunan harga minyak. Namun, pasar terus mengantisipasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dana federal tahun ini, menyusul nada hawkish dari Fed pekan lalu dan revisi ke atas terhadap perkiraan inflasi. Perhatian kini beralih ke laporan PCE minggu ini, yang mencakup indikator inflasi pilihan The Fed dan diharapkan memberikan wawasan baru tentang tekanan harga yang mendasarinya. Dollar AS menguat paling signifikan terhadap Yen Jepang di tengah meningkatnya kekhawatiran intervensi, sementara sedikit melemah terhadap Poundsterling Inggris menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Pivot : 100,944
R1 : 101,128 S1 : 100,812
R2 : 101,260 S2 : 100,628
R3 : 101,444 S3 : 100,496

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 60,115
Indeks Nikkei 225 turun 0,6% menjadi di bawah 72.000, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 0,5% menjadi 7.073 pada hari Selasa, dengan kedua indeks acuan tersebut mundur dari rekor tertinggi karena investor mengambil keuntungan setelah reli kuat pada saham-saham semikonduktor dan yang terkait dengan kecerdasan buatan. Saham-saham Jepang juga mencerminkan pelemahan semalam di Wall Street, di mana saham-saham teknologi utama AS berada di bawah tekanan. Sementara itu, investor mendapat dorongan dari tanda-tanda kemajuan dalam negosiasi AS-Iran yang sedang berlangsung setelah Washington memberi Teheran izin 60 hari untuk menjual minyak di pasar internasional, yang memicu ekspektasi pemulihan pasokan global yang lebih cepat. Di antara pergerakan saham individual, SoftBank Group turun 5,8%, JX Advanced Metals turun 3,1%, Furukawa Electric turun 4,6%, Taiyo Yuden turun 1,7%, dan Murata Manufacturing turun 3,9%.
Pivot : 62,026
R1 : 63,068 S1 : 60,773
R2 : 64,321 S2 : 59,731
R3 : 66,616 S3 : 57,436
HANGSENG
Opportunity: Menguji support ke area: 25,434
Indeks Hang Seng turun 0,3% menjadi 23.766 pada hari Selasa, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya karena kekhawatiran atas suku bunga global lebih besar daripada dukungan dari meredanya ketegangan geopolitik. Sentimen didukung oleh tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan perdamaian AS-Iran, yang membantu menjaga harga minyak mendekati level terendah baru-baru ini dan mendukung selera risiko di seluruh pasar Asia. Namun, investor tetap berhati-hati setelah Federal Reserve memberi sinyal bahwa biaya pinjaman dapat tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama di tengah tekanan inflasi yang masih ada. Sentimen regional beragam, dengan saham-saham kesulitan menentukan arah setelah Wall Street sebagian besar berakhir lebih rendah meskipun terjadi penurunan tajam harga minyak mentah. Investor juga memantau perkembangan di pasar IPO Hong Kong dan pelepasan saham yang terkunci yang akan datang, yang dapat menambah volatilitas pasar dalam beberapa minggu mendatang. Di antara saham yang mengalami penurunan signifikan, Tencent (-1,7%), Knowledge Atlas (-5,0%), dan Xiaomi (-2,7%) mengalami penurunan. Sementara itu, SMIC (+3,2%), Dongyue Group (+3,2%), dan Lenovo (+0,3%) mengalami kenaikan.
Pivot : 25,870
R1 : 26,094 S1 : 25,448
R2 : 26,516 S2 : 25,224
R3 : 27,162 S3 : 24,578
NASDAQ
Opportunity:Sell Limit: 29,737| SL: 29,840 | TP: 28,500
Kontrak berjangka saham AS sedikit turun pada hari Selasa setelah Wall Street membuka pekan dengan catatan yang lemah, terbebani oleh kerugian tajam pada saham teknologi. Selama sesi reguler Senin, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 0,37% dan 1,32%, sementara Dow Jones naik 0,29%. Saham-saham teknologi utama memimpin penurunan, dengan Alphabet turun 5%, Microsoft kehilangan 3,2%, Amazon turun 4,8%, Broadcom merosot 4,7%, dan Meta Platforms turun 2,3%. SpaceX juga anjlok 16,4%, menandai sesi penurunan ketiga berturut-turut setelah meluncurkan penawaran obligasi baru. Sementara itu, Micron melonjak 6,8% setelah mengumumkan kemitraan strategis dengan Anthropic. Di bidang geopolitik, AS memberikan Iran izin 60 hari untuk menjual minyak di pasar global, meningkatkan ekspektasi pemulihan pasokan minyak mentah yang lebih cepat.
Pivot : 29,057.92
R1 : 29,889.08 S1 : 28,291.17
R2 : 30,676.17 S2 : 27,439.67
R3 : 32,294.42 S3 : 25,821.42

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Gagal bertahan di atas 4.218 membuat tren tetap bearish, dengan support 4.118 menjadi target penurunan berikutnya.
Harga emas bertahan di kisaran USD 4.200 per troy ounce pada perdagangan Selasa, melanjutkan penguatan yang tercatat pada sesi sebelumnya. Pergerakan ini didukung oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi setelah muncul indikasi awal kemajuan dalam perundingan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen positif semakin menguat setelah pemerintah AS memberikan lisensi selama 60 hari kepada Iran untuk menjual minyak di pasar internasional, yang memicu ekspektasi bahwa pasokan energi global dapat pulih lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Perkembangan tersebut turut memperbaiki kondisi pasar energi global. Aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz mulai meningkat, sementara negara-negara produsen seperti Kuwait dan Uni Emirat Arab berhasil menemukan jalur alternatif untuk mempertahankan ekspor energi mereka. Selain itu, Iran dilaporkan telah mengirimkan lebih dari 30 juta barel minyak dalam sepekan terakhir. Kondisi ini membantu mengurangi risiko gangguan pasokan energi yang sebelumnya menjadi salah satu faktor utama pendorong kenaikan ekspektasi inflasi global.
Meski demikian, harga emas masih berada di bawah tekanan yang telah berlangsung sejak pecahnya konflik Timur Tengah pada akhir Februari. Pada periode tersebut, gangguan arus energi melalui Selat Hormuz mendorong lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran inflasi, sehingga memunculkan ekspektasi bahwa bank-bank sentral akan mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga untuk menekan kenaikan harga. Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil. Oleh karena itu, perkembangan diplomatik antara AS dan Iran menjadi faktor penting yang saat ini diperhatikan investor untuk menentukan arah pergerakan emas selanjutnya.
Pivot : 4.218
R1 4.218 R2 4.278 R3 4.330
S1 4.118 S2 4.027 S3 4.024
Oil
Opportunity : Selama tertahan di bawah resistance 78,49, tren masih bearish dengan support 72,80 menjadi target pengujian berikutnya.
Harga minyak mentah bergerak stabil di sekitar USD 74 per barel pada perdagangan Selasa setelah mengalami tekanan pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar tengah mencermati perkembangan awal perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Swiss, dengan harapan tercapainya kesepakatan yang dapat membantu meredakan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Sentimen utama yang membebani harga minyak berasal dari keputusan Washington yang memberikan lisensi selama 60 hari kepada Iran untuk menjual minyak di pasar internasional. Kebijakan tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa pasokan minyak global akan bertambah dalam waktu dekat, sehingga mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi kekurangan pasokan. Di saat yang sama, aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz mulai menunjukkan pemulihan, didukung oleh upaya sejumlah negara produsen, termasuk Kuwait dan Uni Emirat Arab, yang berhasil memanfaatkan rute alternatif untuk menjaga kelancaran ekspor energi mereka.
Pasokan tambahan juga datang dari Iran yang dilaporkan telah mengekspor lebih dari 30 juta barel minyak dalam satu minggu terakhir. Kondisi ini semakin memperkuat pandangan bahwa risiko gangguan pasokan global mulai berkurang dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Namun demikian, pasar masih berhati-hati karena isu program nuklir Iran tetap menjadi sumber ketidakpastian. Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa Iran telah menyetujui masuknya inspeksi nuklir internasional, meskipun klaim tersebut dibantah oleh pejabat Iran. Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa proses negosiasi masih menghadapi tantangan dan berpotensi memengaruhi sentimen pasar energi dalam jangka pendek.
Pivot: 78,49
R1 78,49 S1 72,80
R2 81,63 S2 70,40
R3 83,60 S3 67,78
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Selasa, 23 Juni 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Suku Bunga The Fed Diperkirakan Naik, ke Mana Arah Emas Selanjutnya?
Catat jam dan waktunya ya!
| Selasa, 23 Juni 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
