FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range Limited 0,66900 – 0,67300
Aussie menguat terhadap mata uang Dollar AS. Bahkan diperdagangkan mendekati level tertinggi 14 bulan untuk memulai tahun baru dengan positif karena investor menunggu data inflasi bulanan Rabu lusa, yang dapat mempengaruhi sikap kebijakan RBA setelah mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini. Risalah rapat bank sentral bulan Desember menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan siap memperketat kebijakan jika inflasi tidak mereda seperti yang diantisipasi. Perhatian juga akan terfokus pada laporan CPI, karena angka inflasi inti yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memicu perubahan pada pertemuan RBA tanggal 3 Februari. Selain itu, sentimen tersebut didukung oleh data terbaru yang menunjukkan aktivitas manufaktur bulan Desember tetap berada pada level tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Dollar Australia semakin menguat berkat melemahnya Dollar AS secara umum di tengah kekhawatiran atas independensi Federal Reserve di bawah pemerintahan Trump. Aussie mengakhiri tahun 2025 dengan catatan yang kuat, naik hampir 8%, kinerja tahunan terkuatnya sejak 2020.
Pivot : 0,66893
R1 : 0,67144 S1 : 0,66720
R2 : 0,67317 S2 : 0,66469
R3 : 0,67568 S3 : 0,66296
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 156,800 – 157,300
Stabilnya pergerakan mata uang Yen terhadap mata uang Greenback mewarnai pergerakan market diawal tahun 2026 ini. Sebelumnya Yen setelah dua sesi berturut-turut mengalami pelemahan, berada di dekat level terendah 10 bulan, yang memperkuat seruan untuk intervensi. Peringatan verbal Tokyo bulan lalu sempat membuat Yen keluar dari zona intervensi, dengan Menteri Keuangan Katayama menekankan kebebasan Jepang untuk bertindak melawan langkah-langkah yang berlebihan, meskipun kekhawatiran akan pelemahan lebih lanjut tetap ada. Para pemimpin lobi bisnis Jepang kini mendesak pemerintah untuk mengatasi pelemahan Yen dan mendukung mata uang yang lebih kuat. Kebijakan fiskal ekspansif negara tersebut tetap menjadi sumber kekhawatiran, dengan utang publik yang sudah melebihi 2x lipat ukuran ekonomi negara tersebut. Kabinet baru-baru ini menyetujui anggaran Perdana Menteri Takaichi yang memecahkan rekor sebesar 122,3 triliun Yen, dengan tujuan menyeimbangkan pengeluaran yang agresif dengan pengelolaan utang melalui pembatasan penerbitan obligasi baru. Yen mengakhiri tahun 2025 dengan penguatan moderat sebesar 0,3%, mengakhiri tren pelemahan selama empat tahun, sebagian didukung oleh dua kenaikan suku bunga tahun ini.
Pivot : 156,739
R1 : 157,068 S1 : 156,484
R2 : 157,323 S2 : 156,155
R3 : 157,652 S3 : 155,900
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3413 – 1.3392
Pounds diperdagangkan stabil di awal pembukaan tahun ini, namun ditutup sedikit lebih rendah. Indeks dolar tercatat naik ke area 98,48, sementara Poundsterling melemah. Volume perdagangan cenderung tipis karena pasar Jepang dan China tutup, namun sentimen tetap terfokus pada prospek suku bunga dan stabilitas kebijakan AS. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan rilis data ekonomi Inggris yang sedikit turun. Disatu-sisi laporan data ekonomi AS ISM Manufacturing PMI diperkirakan sedikit naik.
Open : 1.3446 Pivot : 1.3467
R1 : 1.3485 S1 : 1.3433
R2 : 1.3501 S2 : 1.3413
R3 : 1.3529 S3 : 1.3392
EURUSD
Opportunity : Bearish Menuju 1.1684 – 1.1651
Euro tertekan cukup signifikan di pembukaan awal tahun. Indeks dolar tercatat naik ke area 98,48, sementara Euro melemah, namun sentimen tetap terfokus pada prospek suku bunga dan stabilitas kebijakan AS. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini Dolar AS menguat pada awal 2026 setelah sempat tertekan sepanjang tahun lalu terhadap mayoritas mata uang utama. Penguatan ini terjadi ketika pelaku pasar bersiap menghadapi pekan krusial rilis data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi menentukan arah kebijakan moneter Federal Reserve sekaligus mempengaruhi pasar global.
Open : 1.1720 Pivot : 1.1731
R1 : 1.1744 S1 : 1.1711
R2 : 1.1764 S2 : 1.1684
R3 : 1.1797 S3 : 1.1651
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.7940 – 0.7961
Swiss Franc ditutup melemah pada perdagangan Jumat kemarin. Mata-uang Swiss Franc tertekan oleh penguatan U.S Dollar. Indeks dolar tercatat naik ke area 98,48. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan akan rilisnya laporan data Retail Sales Swiss yang diperkirakan turun ke level 2.5% versus 2.7% angka sebelumnya. Disatu-sisi laporan data ekonomi AS ISM Manufacturing PMI diperkirakan sedikit naik.
Open : 0.7903 Pivot : 0.7920
R1 : 0.7930 S1 : 0.7900
R2 : 0.7940 S2 : 0.7888
R3 : 0.7961 S3. : 0.7875
USDCAD
Opportunity : Buy stop di 1,37504 dengan target 1,37742 dan stop loss dibawah 1,37019
Pada tanggal 2 Januari 2026, USDCAD membentuk candle bullish kecil dengan body relatif pendek dari low 1,36997 ke high 1,37472, memperlihatkan tekanan naik moderat menjelang penutupan sesi. Pembukaan 5 Januari 2026 di 1,37337 dan harga yang masih running di 1,37470, struktur candle menunjukkan continuation bullish.
Tidak banyak rilis penting yang dijadwalkan tepat 3 Januari 2026, namun pasar global cenderung tenang setelah libur akhir tahun dengan sentimen Dolar AS yang menguat pada awal tahun 2026. Selain sentimen data makro Dolar AS yang cenderung kuat pada awal tahun karena prospek data ekonomi yang akan datang, pasar juga tengah bereaksi terhadap eskalasi geopolitik besar berupa serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela pada tanggal 3 Januari 2026. Operasi militer yang dilancarkan oleh AS disebutkan telah menangkap Presiden Nicolas Maduro, yang kemudian dibawa ke AS, sebuah tindakan yang telah memicu kecaman dari negara-negara seperti Rusia, Iran, dan sekutu regional karena dianggap agresi terhadap kedaulatan negara lain. Kondisi tersebut meningkatkan ketidakpastian geopolitik, khususnya terhadap harga minyak global dan mata uang komoditas seperti CAD, karena Venezuela adalah negara kaya minyak dan perubahan besar di sana berpotensi mempengaruhi pasar energi dan risiko globalSentimen risk-off ringan juga terlihat di beberapa pasar karena minimnya rilis data besar pada hari itu.
Open price :1,37337 Pivot :1,37246
R1 :1,37494 S1 :1,37019
R2 :1,37721 S2 :1,36771
R3 :1,37969 S3 :1,36544
DXY
Opportunity: Bullish Range Limited 98,400 – 98,600
Diawal tahun 2026 mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya sempat mengalami pelemahan. Tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang sempat menyentuh level 98,145. Dollar AS pada hari perdagangan pertama tahun 2026, melanjutkan pelemahan tahunan terparahnya dalam 8 tahun terakhir. Dollar AS melemah sekitar 9% tahun lalu, terbebani oleh ketidakpastian kebijakan menyusul langkah-langkah tarif Presiden Donald Trump, meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve, menyempitnya keunggulan imbal hasil dibandingkan mata uang lainnya, dan kekhawatiran investor atas defisit fiskal dan otonomi Fed. Sementara itu, para pedagang kini mengamati data ekonomi AS yang penting, termasuk laporan penggajian pekan ini, yang dapat memberikan gambaran tentang pasar tenaga kerja dan prospek suku bunga. Perhatian juga beralih ke kepemimpinan Fed, dengan Presiden Donald Trump diperkirakan akan menunjuk pengganti Jerome Powell pada awal tahun ini, seiring pasar berspekulasi akan penunjukan yang lebih lunak. Saat ini, para pedagang memperkirakan 2x penurunan suku bunga tahun ini, dibandingkan dengan proyeksi The Fed sendiri yang hanya memperkirakan 1x penurunan.
Pivot : 98,357
R1 : 98,569 S1 : 98,220
R2 : 98,706 S2 : 98,008
R3 : 98,918 S3 : 97,871

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 49,000
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,4% menjadi 50.339 pada sesi perdagangan terakhir tahun 2025, terbebani oleh penurunan saham logam dan perusahaan pialang. Meskipun terjadi penurunan di akhir sesi, indeks acuan tersebut naik sekitar 26% sepanjang tahun, menandai kenaikan tahunan ketiga berturut-turut, sebagian besar didorong oleh kekuatan saham produsen chip dan saham terkait konstruksi. Indeks Topix yang lebih luas turun 0,5% menjadi 3.409 pada hari Selasa tetapi masih menutup tahun dengan kenaikan 22% pada rekor tertinggi akhir tahun, didukung oleh pemulihan ekonomi yang stabil, pendapatan yang tangguh, dan meredanya hambatan perdagangan global, meskipun ada kekhawatiran atas kenaikan suku bunga bertahap Bank Sentral Jepang. Di antara saham-saham yang berkinerja baik, Kioxia Holdings melonjak lebih dari enam kali lipat pada tahun 2025, sementara SoftBank Group naik 92%. Kontraktor umum utama Taisei dan Shimizu meningkat lebih dari dua kali lipat karena peningkatan belanja modal perusahaan dan pengeluaran infrastruktur pemerintah. Ke depan, para investor akan mengalihkan perhatian mereka ke langkah-langkah kebijakan Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk memperkuat perekonomian. Pasar dibuka kembali pada hari Senin, 5 Januari.
Pivot : 50,355
R1 : 50,555 S1 : 50,090
R2 : 50,820 S2 : 49,890
R3 : 51,285 S3 : 49,425
HANGSENG
Opportunity: Bearish ke area: 24,900
Indeks Hang Seng melonjak 708 poin, atau 2,8%, dan ditutup pada level tertinggi enam minggu di 26.384 pada hari Jumat, hari perdagangan pertama tahun baru, pulih dari pelemahan sebelumnya di tengah kekuatan sektor yang meluas. Indeks teknologi Hong Kong melonjak 3,6% setelah DeepSeek meluncurkan makalah tentang pengembangan AI yang lebih murah, menghidupkan kembali optimisme terhadap sektor teknologi Tiongkok. Saham konsumen, teknologi, dan properti juga menguat setelah Presiden Xi Jinping mengisyaratkan kebijakan makro yang lebih proaktif pada tahun 2026 untuk mempertahankan momentum setelah pertumbuhan sekitar 5% tahun lalu. Baidu melonjak 8,8% karena unitnya, Kunlunxin, mengumumkan rencana untuk pencatatan saham di Hong Kong. Sementara itu, Hua Hong Semiconductor melonjak 12,8% sebelum mereda setelah mengumumkan penempatan saham swasta senilai CNY 7,6 miliar untuk mendanai proyek dan membayar utang. Sementara itu, Shanghai Biren Technology meningkat lebih dari dua kali lipat pada debutnya di Hong Kong, menandai pencatatan saham pertama pusat keuangan tersebut pada tahun 2026 dengan awal yang kuat. Sepanjang minggu ini, pasar Hong Kong melonjak 2,0%, setelah menutup tahun 2025 dengan kenaikan tahunan terbaik sejak 2017.
Pivot : 26,361
R1 : 26,620 S1 : 26,024
R2 : 26,957 S2 : 25,765
R3 : 27,216 S3 : 25,428
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 25,532 | SL: 25,432 | TP: 25,900
Saham-saham AS sebagian besar ditutup lebih tinggi setelah sesi pertama tahun ini yang bergejolak, mencerminkan ketidakpastian pasar tentang apakah penyedia perangkat lunak AI telah berlebihan dalam janji belanja modal AI mereka. Dow Jones naik 370 poin berkat kekuatan sektor-sektor inti ekonomi, sementara S&P 500 bertambah 0,3% dan Nasdaq 100 ditutup datar. Produsen chip naik tajam di tengah serangkaian perkembangan positif perusahaan di sektor ini, dengan Nvidia naik 2%, sementara Micron dan Intel melonjak masing-masing 10% dan 7%. Baidu mengumumkan IPO anak perusahaan chip AI-nya di Hong Kong, sementara manajer aset meningkatkan peringkat ASML. Produsen furnitur juga naik karena Presiden Trump menunda tarif input, dengan Wayfair dan RH bertambah 6% dan 8%. Produsen perangkat lunak AI turun tajam, dengan Microsoft, Meta, Amazon, dan Palantir turun antara 2% dan 5%. Selain itu, Tesla kehilangan 2,5% setelah gagal mencapai target pengiriman pada kuartal keempat. Sektor-sektor yang lebih luas didukung oleh pandangan pertumbuhan yang kuat dan suku bunga yang lebih rendah oleh The Fed tahun ini.
Pivot : 25,706.83
R1 : 25,784.67 S1 : 25,620.92
R2 : 25,870.58 S2 : 25,543.08
R3 : 26,034.33 S3 : 25,379.33

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Potensi bullish menguji resistance 4.431
Harga emas melanjutkan penguatan signifikan pada awal pekan ini, dengan kenaikan lebih dari 1% hingga mendekati level USD 4.400 per ounce. Kenaikan tersebut memperpanjang reli yang telah dimulai sejak akhir pekan lalu, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global yang mendorong arus investasi ke aset safe haven. Sentimen pasar memburuk setelah Amerika Serikat secara mengejutkan menggulingkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington akan sementara waktu “menjalankan” pemerintahan Venezuela, hanya beberapa jam setelah operasi militer berskala besar berujung pada penangkapan Maduro. Perkembangan ini memicu ketidakpastian besar terkait stabilitas politik dan arah kepemimpinan Venezuela ke depan, sehingga memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Pivot : 4.343
R1 4.431 R2 4.472 R3 4.510
S1 4.377 S2 4.343 S3 4.310
Silver
Opportunity : Buy stop di 74,414 dengan target di 76,110 dan stop loss dibawah 70,873
Pada sesi 2 Januari 2026, XAGUSD mengalami rebound dari level rendah sekitar 71,156 dan sempat menyentuh 74,547, menunjukkan momentum bullish kuat pasca koreksi. Pembukaan 5 Januari 2026 di 74,172 dengan harga running 74,250 menunjukkan kelanjutan tren kenaikan setelah menguji area pivot dan sedikit terkonsolidasi. Struktur candle sebelumnya mendukung bias bullish yang masih dominan.
Sentimen pasar logam mulia (termasuk perak) kali ini dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik serius dari serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela pada 3 Januari. Operasi besar yang menargetkan negara kaya minyak ini menciptakan keresahan global terhadap risiko geopolitik, yang cenderung mendorong permintaan aset safe-haven seperti XAGUSD. Kekhawatiran akan gangguan pasokan energi serta eskalasi konflik regional turut mendukung pembelian safe-haven. Tekanan geopolitik ini dapat memperkuat tren bullish di XAGUSD selama risiko global tidak mereda.
Open price :74,172 Pivot :72,710
R1 :74,264 S1 :70,873
R2 :76,101 S2 :69,319
R3 :77,655 S3 :67,482
Oil
Opportunity : Tetap bearish bearish selama di bawah 57,60-58,03, testing support 56,64.
Harga minyak mentah WTI menunjukkan pergerakan yang volatil pada perdagangan Senin. Harga sempat tertekan hingga turun di bawah USD 57 per barrel, sebelum akhirnya berbalik menguat seiring pasar mencerna dampak serangan militer AS ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Fokus utama investor tertuju pada potensi gangguan pasokan minyak di kawasan tersebut, mengingat Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Meski demikian, sebagian analis menilai risiko gangguan pasokan global relatif terbatas dalam jangka pendek, mengingat produksi minyak Venezuela saat ini berada di bawah 1 juta barel per hari, atau kurang dari 1% total produksi minyak dunia.
Namun, pandangan yang lebih berhati-hati tetap membayangi pasar. Beberapa pelaku pasar memperingatkan bahwa harga minyak berpotensi menguat lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan jika Amerika Serikat meningkatkan tekanan geopolitik terhadap negara-negara produsen utama lainnya, termasuk Iran, yang dapat memperketat keseimbangan pasokan global. Selain itu, muncul laporan bahwa Gedung Putih tengah mendorong perusahaan-perusahaan AS untuk berperan dalam upaya menghidupkan kembali industri minyak Venezuela, khususnya bagi perusahaan yang menuntut kompensasi atas aset-aset yang dinasionalisasi sekitar dua dekade lalu. Dinamika geopolitik ini membuat pasar minyak tetap berada dalam kondisi sensitif, dengan pergerakan harga yang sangat bergantung pada perkembangan kebijakan dan stabilitas kawasan produsen utama.
Pivot: 57,60
R1 57,60 S1 56,64
R2 58,03 S2 56,07
R3 58,45 S3 55,60
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Senin, 05 Januari 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Menilai Daya Tahan Ekonomi AS Berdasarkan ISM Manufacturing PMI
Catat jam dan waktunya ya!
| Senin, 05 Januari 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
