Saham Global Stabil di Tengah Likuiditas Tipis
Saham global stabil pada awal pekan karena aktivitas perdagangan menurun akibat libur Tahun Baru Imlek di Asia dan Presidents Day di Amerika Serikat. Beberapa pasar utama seperti China, Korea Selatan, dan Taiwan tidak beroperasi, sehingga volume perdagangan lebih rendah dari biasanya. Indeks saham dunia bergerak mendatar setelah tekanan yang dipicu kekhawatiran terkait investasi besar di sektor kecerdasan buatan pada pekan sebelumnya.
Pasar saham Eropa berhasil memangkas kerugian dan berbalik menguat menjelang akhir sesi. Sektor perbankan memimpin pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan akibat kekhawatiran dampak belanja AI terhadap sektor keuangan. Stabilitas ini menunjukkan bahwa investor mulai menyesuaikan portofolio mereka di tengah perubahan ekspektasi pertumbuhan dan kebijakan moneter global.
Data Jepang Melemah, Tantangan bagi Sanae Takaichi
Ekonomi Jepang tumbuh hanya 0,2% secara tahunan pada kuartal keempat, jauh di bawah perkiraan 1,6%. Perlambatan ini terjadi karena pengeluaran pemerintah yang lebih rendah menekan aktivitas ekonomi. Kondisi ini meningkatkan tekanan terhadap Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk mempercepat stimulus fiskal guna mendukung pertumbuhan dan menjaga momentum reflasi.
Meskipun data ekonomi mengecewakan, investor tetap optimis terhadap pasar saham Jepang. Kemenangan besar dalam pemilu memberikan ruang bagi pemerintah untuk melanjutkan kebijakan ekonomi ekspansif. Faktor ini membantu menjaga sentimen positif terhadap aset berisiko, meskipun data fundamental jangka pendek melemah.
Rotasi Investasi dan Dampak Belanja AI
Perubahan besar dalam alokasi investasi terjadi karena perusahaan teknologi meningkatkan belanja modal untuk pengembangan AI. Goldman Sachs mencatat bahwa lonjakan belanja modal telah mengurangi aktivitas pembelian kembali saham oleh perusahaan dalam indeks S&P 500 sekitar 7% dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan perusahaan lebih fokus pada ekspansi jangka panjang dibandingkan distribusi keuntungan kepada pemegang saham.
Di sisi lain, Deutsche Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat akan melambat menjadi 2,5% pada kuartal keempat, turun dari 4,4% pada kuartal sebelumnya. Perlambatan ini dapat memengaruhi ekspektasi laba perusahaan dan arah kebijakan moneter ke depan.
Sektor defensif, termasuk barang konsumsi pokok, menarik minat investor. Saham Walmart mencatat kenaikan signifikan tahun ini dan menjadi indikator penting bagi kekuatan konsumsi rumah tangga di Amerika Serikat.
Prospek Kebijakan Federal Reserve dan Pergerakan Dolar
Aliran dana mulai bergerak ke pasar obligasi karena investor mengantisipasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Ekspektasi pasar menunjukkan kemungkinan pemangkasan suku bunga pada pertengahan tahun meningkat, didukung oleh tanda-tanda perlambatan ekonomi dan penurunan imbal hasil obligasi.
Penurunan imbal hasil juga melemahkan dolar AS terhadap yen Jepang dalam beberapa waktu terakhir. Pergerakan ini mencerminkan perubahan ekspektasi kebijakan moneter dan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.
Harga Komoditas Bergerak Beragam, Fokus pada Kebijakan OPEC
Harga emas mengalami penurunan setelah volatilitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Sebagian investor keluar dari posisi leveraged, yang memicu tekanan harga logam mulia. Sementara itu, harga minyak mencatat kenaikan moderat karena pasar mempertimbangkan rencana peningkatan produksi oleh OPEC mulai April.
Kenaikan harga minyak didukung oleh ekspektasi permintaan yang stabil serta penyesuaian pasokan global. Pergerakan komoditas ini memperkuat gambaran bahwa saham global stabil meskipun pasar menghadapi ketidakpastian terkait pertumbuhan ekonomi, kebijakan moneter, dan perubahan struktur investasi global.
Prospek Harga Emas Selasa | 17 Februari 2026
Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan bahwa harga masih berada dalam fase konsolidasi setelah gagal menembus resistance kuat di area 5.077 hingga 5.119. Penolakan di area tersebut memicu koreksi, namun tekanan jual belum sepenuhnya dominan karena harga saat ini masih tertahan di sekitar SMA 50. Posisi ini menunjukkan bahwa SMA 50 masih berperan sebagai support dinamis, dan harga belum menembusnya secara valid.
Selama harga tetap bertahan di atas atau di sekitar SMA 50, peluang pemulihan masih terbuka, dengan resistance terdekat berada di 5.046 hingga 5.077. Namun, jika harga turun dan menembus SMA 50 serta support 4.934, maka tekanan bearish akan menguat dan membuka peluang penurunan menuju 4.877 hingga 4.851.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.046 R2 5.077 R3 5.119
S1 4.934 S2 4.887 S3 4.851
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.935 |
| Profit Target Level | 5.010 |
| Stop Loss Level | 4.880 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.017 |
| Profit Target Level | 4.950 |
| Stop Loss Level | 5.050 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 17 Februari 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan bahwa harga sedang menguji area SMA 50 di sekitar 63,61 setelah sebelumnya memantul dari support 62,35. Posisi ini menunjukkan bahwa SMA 50 menjadi resistance dinamis yang menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 63,61, maka kenaikan berpotensi berlanjut menuju 64,44 hingga 65,49. Namun, jika harga gagal menembus SMA 50 dan kembali turun di bawah 62,35, maka tekanan bearish dapat meningkat dengan potensi penurunan menuju 61,69 hingga 61,08.
US Oil INTRADAY AREA
R1 63,61 R2 64,44 R3 65,49
S1 62,35 S2 61,69 S3 61,08
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | Breakout 63,75 |
| Profit Target Level | 64,44 – 65,49 |
| Stop Loss Level | 62,80 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 63,60 |
| Profit Target Level | 62,50 |
| Stop Loss Level | 64,00 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
