FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,69400 – 0,69000
Pelemahan mata uang Aussie terhadap Dollar AS terus berlanjut. Bahkan kondisi Aussie memangkas keuntungan dari minggu sebelumnya karena penguatan Dollar AS menekan mata uang tersebut. Nilai tukar Dollar AS menguat setelah Presiden Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve berikutnya. Pasar memandang Warsh sebagai kandidat yang lebih agresif, yang diperkirakan akan mendukung suku bunga yang lebih rendah. Namun, penurunan Dollar Australia sebagian diimbangi oleh ekspektasi kenaikan suku bunga dari Reserve Bank of Australia. Investor secara luas memperkirakan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,85% pada selasa siang ini pukul 10:30 WIB, menandai kenaikan pertama dalam lebih dari dua tahun dalam upaya untuk mengendalikan inflasi yang terus berlanjut. Di bidang ekonomi, Indeks Inflasi Bulanan Australia naik 0,2% pada Januari 2026, melambat dari 1% pada Desember dan menandai laju paling lambat sejak Agustus 2025. Sementara itu, Iklan Lowongan Kerja ANZ-Indeed melonjak 4,4% secara bulanan pada Desember, kenaikan pertama sejak Juli dan kenaikan bulanan terkuat sejak Februari 2022.
Pivot : 0,69413
R1 : 0,69749 S1 : 0,69126
R2 : 0,70036 S2 : 0,68790
R3 : 0,70372 S3 : 0,68503
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 155,500 – 156,500
Kondisi mata uang Yen terus mengalami pelemahan terhadap mata uang Dollar AS. Bahkan mata uang Jepang ini memperpanjang penurunan tajam dari sesi sebelumnya setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan pada akhir pekan bahwa Yen yang lemah dapat menjadi peluang besar bagi industri ekspor, yang menandakan dukungan untuk mata uang yang lebih lemah. Ia kemudian mengklarifikasi bahwa komentarnya bertujuan untuk mempromosikan ekonomi yang tangguh terhadap fluktuasi mata uang. Yen melemah sekitar 1% terhadap Dollar AS pada hari Jumat setelah Presiden AS Trump menominasikan Kevin Warsh untuk menjadi ketua Federal Reserve berikutnya, yang secara luas dipandang sebagai pilihan yang lebih agresif. Para pedagang juga bersiap menghadapi peningkatan volatilitas menjelang pemilihan majelis rendah yang diadakan mendadak pada 8 Februari, di mana partai penguasa Takaichi diperkirakan akan memperoleh kursi dan mendorong kebijakan fiskal ekspansif. Obligasi pemerintah Jepang dan Yen berada di bawah tekanan bulan lalu karena ekspektasi stimulus fiskal, dengan pembicaraan pemotongan pajak kemungkinan akan semakin menekan keuangan pemerintah.
Pivot : 155,312
R1 : 156,081 S1 : 154,844
R2 : 156,549 S2 : 154,075
R3 : 157,318 S3 : 153,607
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3622 – 1.3586
Sesuai perkiraan, Pounds ditutup melemah pada pedagangan Senin kemarin. Penguatan Dollar masih mendominasi setelah presiden Donald Trump mengumumkan Kevin Warsh sebagai pengganti Jerone Powell sebagai ketua the Fed. Pounds juga tertekan oleh aksi jual para pelaku pasar akibat mulai meredanya ketegangan geopolitik. Indeks dolar naik 0,37% ke level 97,59, sedangkan Poundsterling ditutup melemah di level 1.3663. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan tekanan dari penguatan U S Dollar yang didukung data ekonomi AS yang cukup solid.
Open : 1.3663 Pivot : 1.3669
R1 : 1.3714 S1 : 1.3644
R2 : 1.3749 S2 : 1.3622
R3 : 1.3778 S3 : 1.3586
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1739 – 1.1705
Mata-uang Euro masih dalam tekanan Dollar. Euro ditutup melemah ke level 1.1792, sedangkan Dollar AS menguat ke level 97.59 atau menguat 0.37% terhadap mata-uang utama lainnya. Dollar masih mendominasi setelah presiden Donald Trump mengumumkan Kevin Warsh sebagai pengganti Jerone Powell sebagai ketua the Fed. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini akibat penguatan U.S Dollar yang didukung oleh dta ekonomi AS yang cukup solid.
Open : 1.1789 Pivot : 1.1814
R1 : 1.1836 S1 : 1.1775
R2 : 1.1874 S2 : 1.1739
R3 : 1.1916 S3 : 1.1705
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.7816 – 0.7855
Swiss Franc kembali tertekan oleh penguatan U.S Dollar di tengah kuatnya data ekonomi Swiss disektor penjualan Retail yang naik sebesar 1.0% versus -0.1% angka sebelumnya. Mata uang, Dollar AS menguat secara luas. Indeks dolar naik 0,37% ke level 97,59, sedangkan Franc Swiss ditutup melemah dilevel 0.7795. Dollar masih mendominasi setelah Donald Trump mengumumkan Kevin Warsh sebagai pengganti Jeeome Powell sebagai ketua the Fed. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini.
Open : 0.7779 Pivot : 0.7765
R1 : 0.7792 S1 : 0.7737
R2 : 0.7816 S2 : 0.7713
R3 : 0.7855 S3. : 0.7662
USDCAD
Opportunity : Buy stop di 1.37209 dengan target di 1.37710 dan stop loss dibawah 1.36196
Pada timeframe Daily, pergerakan harga USDCAD masih berada dalam struktur bearish setelah gagal bertahan di atas area 1.38000. Tekanan jual yang kuat mendorong harga turun hingga mendekati Pivot di 1.36607, yang kini berperan sebagai area keseimbangan jangka pendek. Selama harga masih bergerak di bawah zona resistance 1.37199 hingga 1.37610, kecenderungan pergerakan harian USDCAD tetap mengarah ke bawah dengan pendekatan sell on rally.
Sementara pada timeframe H4, terlihat adanya rebound teknikal dari area support bawah di kisaran 1.35193 hingga 1.35604. Namun demikian, kenaikan ini masih bersifat korektif dan belum cukup kuat untuk mengubah tren utama. Selama harga gagal menembus dan bertahan di atas R1 1.37199, potensi kenaikan diperkirakan akan terbatas dan rawan mengalami rejection kembali ke area Pivot Point 1.36607 atau bahkan ke support 1.36196 dan 1.35604.
Open price :1.36749 Pivot :1.36607
R1 : 1.37199 S1 : 1.36196
R2 : 1.37610 S2 : 1.35604
R3 : 1.38202 S3 : 1.35193
DXY
Opportunity: Bullish Range 97,600 – 97,900
Tanda berlanjutnya penguatan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terus mewarnai pergerakan market. Bahkan terlihat dari Indeks Dollar AS (DXY) yang terus bergerak naik dan sentuh level 97,733. Penguatan ini terjadi pada hari perdagangan pertama bulan Februari, level tertinggi dalam lebih dari seminggu, memperpanjang kenaikan lebih dari 0,7% dari sesi sebelumnya. Dollar AS pulih setelah mengalami pelemahan pada bulan Januari, karena pencalonan Kevin Warsh oleh Presiden AS Donald Trump sebagai ketua Fed berikutnya menyuntikkan ketidakpastian baru ke dalam prospek kebijakan moneter. Pasar memandang Warsh sebagai pilihan yang lebih agresif yang akan mendukung suku bunga yang lebih rendah, meskipun tidak seagresif beberapa kandidat potensial lainnya. Ia juga diharapkan untuk mengendalikan neraca Fed, sebuah langkah yang biasanya mendukung dolar dengan mengurangi likuiditas dalam sistem keuangan. Dollar AS juga mendapat dukungan dari data AS yang lebih kuat dari perkiraan, dengan PMI manufaktur ISM secara tak terduga naik ke level tertinggi sejak 2022 pada Januari. Dollar AS menguat terhadap Yen Jepang dan juga menguat terhadap Franc Swiss, Dollar Kanada, dan Euro.
Pivot : 97,449
R1 : 97,890 S1 : 97,165
R2 : 98,174 S2 : 96,724
R3 : 98,615 S3 : 96,440

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 54,500
Indeks Nikkei 225 melonjak 2,6% menjadi sekitar 54.000 sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 2,1% menjadi 3.610 pada hari Selasa, memulihkan kerugian dari sesi sebelumnya karena aksi jual logam mulia mereda, meningkatkan sentimen investor. Saham Jepang juga mengikuti kenaikan di Wall Street menyusul ekspansi mengejutkan dalam aktivitas pabrik AS, yang menandakan latar belakang yang lebih mendukung untuk pertumbuhan global dan pendapatan perusahaan. Saham lokal semakin didukung oleh yen yang lebih lemah, yang meningkatkan prospek ekonomi Jepang yang sangat bergantung pada ekspor. Selama akhir pekan, Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan yen yang lemah dapat menjadi peluang besar bagi eksportir dan membantu melindungi sektor otomotif dari dampak tarif AS. Saham-saham yang terkait dengan teknologi dan AI memimpin pemulihan, dengan Kioxia melonjak 10%, Fujikura naik 6,8%, dan Advantest naik 3,9%. Perusahaan-perusahaan berorientasi ekspor juga bergerak lebih tinggi, termasuk Toyota Motor (1,7%), Fast Retailing (1,7%), dan Mitsubishi Heavy Industries (1,3%).
Pivot : 50,355
R1 : 50,555 S1 : 50,090
R2 : 50,820 S2 : 49,890
R3 : 51,285 S3 : 49,425
HANGSENG
Opportunity: Bullish ke area: 26,837
Indeks Hang Seng anjlok 612 poin, atau 2,2%, dan ditutup pada 26.776 pada hari perdagangan pertama bulan Februari, memperpanjang kerugian untuk sesi kedua dan mundur dari level tertinggi 4,5 tahun pekan lalu. Tekanan jual bersifat luas, dengan semua sektor utama membebani indeks. Saham teknologi, properti, dan keuangan masing-masing merosot antara 2 hingga 3%, mengikuti penurunan tajam pada kontrak berjangka AS karena kekhawatiran baru tentang valuasi AI dan volatilitas logam mulia mengganggu pasar global. Investor juga memantau harga bitcoin setelah aksi jual akhir pekan. Di Tiongkok, saham mencatat penurunan tajam, mempertahankan kerugian sebelumnya di tengah data manufaktur resmi yang lemah, pertumbuhan pendapatan fiskal yang lambat, dan penurunan tajam dalam penjualan mobil. Saham terkait komoditas memimpin kerugian karena harga logam global jatuh tajam setelah reli baru-baru ini. Zhaojin Mining merosot 9,0%, bersama dengan Zijin Gold Intl. (-8,1%), XPeng (-7,3%), SMIC (-4,0%), dan Laopu Gold (-3,9%). Sebaliknya, Sands China naik 3,6% setelah pendapatan perjudian Makau menguat.
Pivot : 26,361
R1 : 26,620 S1 : 26,024
R2 : 26,957 S2 : 25,765
R3 : 27,216 S3 : 25,428
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 25,168 | SL: 26,000 | TP: 26,300
Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 sedikit naik pada hari Selasa, didukung oleh laporan pendapatan yang menggembirakan dari perusahaan teknologi besar yang mengangkat sentimen pasar. Dalam perdagangan setelah jam kerja reguler, perusahaan analitik data Palantir Technologies melonjak sekitar 6% setelah melampaui ekspektasi baik dalam pendapatan maupun laba, sementara saham robotika Teradyne melonjak 23% setelah mengeluarkan panduan yang kuat untuk kuartal saat ini. Sebaliknya, NXP Semiconductor turun 5% setelah panduan margin kotor Q1 yang lemah. Investor sekarang beralih ke jadwal laporan pendapatan yang padat pada Selasa sore, dengan hasil yang akan dirilis dari AMD, PepsiCo, Pfizer, PayPal, dan Chipotle, di antara lainnya. Dalam perdagangan reguler pada hari Senin, Dow naik 1,05%, S&P 500 naik 0,54%, dan Nasdaq Composite naik 0,56%. Saham teknologi dan infrastruktur AI memimpin reli, termasuk Apple (4,1%), Micron (5,5%), dan Sandisk (15,4%). Sementara itu, saham Nvidia turun 2,9% karena ketidakpastian masih berlanjut terkait investasi OpenAI senilai $100 miliar yang terhenti.
Pivot : 25,706.83
R1 : 25,784.67 S1 : 25,620.92
R2 : 25,870.58 S2 : 25,543.08
R3 : 26,034.33 S3 : 25,379.33

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bearish selama di bawah 4.863–5.004, testing support 4.690-4.590.
Harga emas mengalami pemulihan tajam pada perdagangan Selasa, dengan kenaikan lebih dari 3% hingga kembali menembus level USD 4.800 per ons. Kenaikan ini terjadi setelah dua sesi sebelumnya diwarnai aksi jual besar-besaran, yang mendorong harga emas anjlok hampir 5% hanya dalam satu hari dan mencatat penurunan terdalam dalam lebih dari satu dekade. Tekanan jual tersebut dipicu oleh reaksi pasar terhadap nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve oleh Presiden Donald Trump. Warsh dipersepsikan memiliki pandangan kebijakan moneter yang lebih hawkish dibanding kandidat lainnya, sehingga memunculkan kekhawatiran pasar akan arah kebijakan moneter yang lebih ketat ke depan.
Meski volatilitas meningkat tajam, minat beli kembali (bargain hunting) mulai muncul seiring investor menilai pelemahan harga sebelumnya terlalu dalam. Secara fundamental, emas tetap mendapat dukungan kuat dari pembelian bank sentral yang berkelanjutan serta fenomena “debasement trade”, di mana investor beralih dari mata uang dan obligasi menuju aset fisik di tengah meningkatnya kekhawatiran fiskal global. Selain itu, ketidakpastian geopolitik serta kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve turut memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun sentimen jangka pendek masih rentan terhadap perubahan kebijakan moneter AS, fondasi permintaan emas secara struktural tetap solid.
Pivot : 4.863
R1 4.863 R2 5.004 R3 5.143
S1 4.690 S2 4.596 S3 4.409
Silver
Opportunity : Buy limit di 71.412 dengan target 79.706 dan stop loss dibawah 54.825
XAGUSD pada timeframe Daily masih mencerminkan tren naik besar, meskipun candle bearish kuat sebelumnya mengindikasikan adanya aksi profit taking yang agresif setelah reli panjang. Saat ini harga bergerak di sekitar Pivot Point 79.663, yang menjadi level krusial untuk menentukan arah lanjutan. Selama harga mampu bertahan di atas level ini, peluang kelanjutan koreksi naik masih terbuka, meskipun volatilitas diperkirakan tetap tinggi.
Sementara di timeframe H4, pergerakan harga menunjukkan fase konsolidasi setelah penurunan tajam, menandakan pasar sedang memasuki fase penyeimbangan sebelum menentukan arah berikutnya. Selama harga bertahan di atas Pivot Point 79.663, bias jangka pendek cenderung bullish korektif dengan potensi pengujian kembali area resistance 87.999 hingga 96.250. Sebaliknya, jika terjadi breakdown yang valid di bawah 79.663, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju support 71.412.
Open price :79.241 Pivot :79.663
R1 : 87.999 S1 : 71.412
R2 : 96.250 S2 : 63.076
R3 : 104.586 S3 : 54.825
Oil
Opportunity : Harga sudah bergerak di bawah SMA 50, dengan begitu trend mulai bergerak bearish untuk uji area support 60,10.
Harga minyak mentah WTI bergerak relatif stabil di kisaran USD 62,2 per barel pada perdagangan Selasa, setelah sebelumnya mencatat penurunan harian terbesar dalam enam bulan terakhir. Pelemahan harga tersebut terutama dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik, khususnya setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan rencana untuk melanjutkan kembali perundingan pada hari Jumat guna menghidupkan kembali diplomasi terkait program nuklir Iran. Langkah ini menurunkan kekhawatiran pasar akan potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pernyataan Presiden Trump mengenai rencana penurunan tarif atas barang-barang India dari 25% menjadi 18%, menyusul kesepakatan dengan Perdana Menteri Narendra Modi. India disebut akan menghentikan pembelian minyak Rusia dan meningkatkan impor dari Amerika Serikat serta kemungkinan dari Venezuela, yang secara tidak langsung mengubah ekspektasi arus perdagangan energi global. Dari sisi pasokan, OPEC+ menegaskan kembali rencana untuk mempertahankan tingkat produksi pada bulan Maret. Keputusan ini menjaga kondisi pasokan tetap longgar, terutama setelah kelompok tersebut sebelumnya menunda kenaikan produksi di tengah lemahnya permintaan musiman. Kombinasi meredanya risiko geopolitik dan pasokan yang tetap memadai membuat pergerakan harga minyak cenderung tertahan, dengan pasar masih menunggu katalis baru untuk menentukan arah selanjutnya.
Pivot: 62,57
R1 62,57 S1 60,10
R2 63,58 S2 58,90
R3 64,68 S3 57,60
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Selasa, 03 Februari 2026)
Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
JOLTS Job Openings : Mengukur Kekuatan Pasar Tenaga Kerja AS
Catat jam dan waktunya ya!
| Selasa, 03 Februari 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
