Market Summary
Peluang trading perak kembali terbuka setelah harga XAG/USD melanjutkan kenaikan selama dua sesi berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar $78.00 per troy ounce pada sesi Asia. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik yang masih tinggi.
Ketidakpastian antara Amerika Serikat dan Iran terus mendukung harga perak. Pemerintah Iran menyebut adanya kesepakatan awal terkait kerangka kerja nuklir, namun Wakil Presiden JD Vance menegaskan bahwa Iran belum memenuhi batas yang ditetapkan. Presiden Donald Trump juga menegaskan bahwa opsi militer tetap terbuka.
Di sisi lain, konflik antara Ukraina dan Rusia masih berlanjut tanpa kemajuan berarti. Presiden Volodymyr Zelenskiy menyatakan bahwa Rusia memperlambat upaya perdamaian, sementara tekanan terhadap Ukraina terus meningkat di medan perang. Kondisi ini menjaga daya tarik perak sebagai aset lindung nilai.
Dolar AS Tahan Kenaikan Perak
Meski mendapat dukungan dari faktor geopolitik, kenaikan perak berpotensi terbatas karena penguatan dolar AS. Indeks dolar AS (DXY) bertahan di sekitar 97.70 setelah menguat pada sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi setelah risalah pertemuan Federal Reserve menunjukkan nada hawkish.
Risalah dari Federal Open Market Committee mengindikasikan bahwa suku bunga dapat kembali dinaikkan jika inflasi tetap tinggi. Mayoritas pejabat mendukung mempertahankan suku bunga, sementara hanya sebagian kecil yang menginginkan penurunan. Pasar masih memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun.
Ekspektasi ini turut didukung oleh data ekonomi AS yang kuat. Produksi industri naik 0,7% secara bulanan, pesanan barang tahan lama inti meningkat 0,9%, dan pembangunan perumahan mencapai level tertinggi dalam lima bulan. Data tersebut memperkuat posisi dolar AS dan menekan ruang kenaikan perak.
Fokus Pasar pada Data Jobless Claims
Selanjutnya, perhatian pasar tertuju pada rilis data klaim pengangguran awal AS. Data ini akan menjadi indikator penting untuk menilai kekuatan pasar tenaga kerja dan arah kebijakan moneter The Fed.
Selain itu, pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi berbasis Personal Consumption Expenditures (PCE) serta pertumbuhan ekonomi kuartal keempat. Kombinasi data ini akan menentukan ekspektasi suku bunga ke depan.
Dalam jangka pendek, peluang trading perak akan sangat dipengaruhi oleh hasil data tersebut. Jika data tenaga kerja melemah, perak berpotensi melanjutkan kenaikan. Sebaliknya, data yang kuat dapat memperkuat dolar AS dan menahan laju kenaikan harga perak.
Dengan kondisi ini, peluang trading perak tetap menarik namun memerlukan perhatian terhadap sentimen global dan arah kebijakan moneter AS.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAG/USD pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 77,60. Selama harga bertahan di atas level tersebut, kenaikan berpotensi berlanjut untuk menguji resistance di 80,00, kemudian 80,80, hingga 81,50.
Sebagai skenario alternatif, jika harga turun menembus 77,60, tekanan bearish dapat meningkat dengan potensi penurunan menuju area support di kisaran 76,40–75,40.
Resistance 1: 80,00 Resistance 2: 80,80 Resistance 3: 81,50
Support1: 77,60 Support 2: 76,40 Support 3: 75,40
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
