Weekly Review dan Outlook 06 – 10 Juli 2026 memperlihatkan perubahan sentimen pasar setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Pelemahan dolar AS mendorong penguatan mayoritas mata uang utama dan emas, sementara Wall Street tetap mampu mencetak kinerja positif meski saham-saham teknologi menghadapi tekanan akibat aksi ambil untung. Memasuki pekan 06–10 Juli, perhatian investor akan tertuju pada risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC), sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, Eropa, dan Asia, serta pertemuan OPEC+.
Market Review
Wall Street mengakhiri perdagangan pekan ini dengan pergerakan yang bervariasi. Dow Jones Industrial Average menjadi bintang utama setelah melonjak sekitar 595 poin dan mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Sebaliknya, S&P 500 ditutup relatif datar, sementara Nasdaq 100 terkoreksi sekitar 0,8% akibat tekanan pada saham-saham teknologi dan semikonduktor.
Aksi jual di sektor teknologi muncul setelah investor mulai mempertanyakan apakah optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah mendorong valuasi saham ke level yang terlalu tinggi. Saham Micron, Applied Materials, AMD, dan Tesla mengalami penurunan tajam, sedangkan Apple, Visa, dan Walmart berhasil mencatat kenaikan yang membantu menopang Dow Jones.
Meskipun terjadi rotasi sektor, sentimen pasar tetap positif setelah data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan perlambatan yang mengurangi peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Sepanjang pekan, S&P 500 naik sekitar 1,8%, Nasdaq menguat 2,1%, dan Dow Jones bertambah sekitar 2%.
Dolar AS Tertekan Setelah Data Ketenagakerjaan
Indeks Dolar AS (DXY) melemah menuju area 100,90 dan diperkirakan menutup pekan dengan penurunan sekitar 0,5%. Pelemahan tersebut dipicu oleh laporan Nonfarm Payrolls yang jauh lebih rendah dari ekspektasi sehingga meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan memiliki ruang lebih besar untuk mulai melonggarkan kebijakan moneternya apabila perlambatan ekonomi berlanjut.
Perhatian pasar kini beralih pada risalah rapat FOMC bulan Juni. Dokumen tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai bagaimana para pembuat kebijakan, di bawah kepemimpinan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh, memandang inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan prospek suku bunga beberapa bulan ke depan.
Euro dan Poundsterling Menguat
Pelemahan dolar AS memberikan ruang bagi euro dan poundsterling untuk menguat sepanjang pekan. EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1,1440 setelah investor tetap menilai European Central Bank (ECB) akan bersikap hati-hati dalam menentukan langkah kebijakan berikutnya.
GBP/USD mencatat kenaikan lebih dari 1% dan bergerak di sekitar 1,3350. Pergerakan pound masih sangat dipengaruhi arah dolar AS. Jika risalah FOMC menunjukkan meningkatnya kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi Amerika Serikat, sterling berpotensi mempertahankan penguatannya.
Sementara itu, USD/JPY bertahan di sekitar 161,40 setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam empat dekade di 162,84. Yen Jepang masih berada di bawah tekanan akibat perbedaan arah kebijakan moneter dengan Amerika Serikat, meski pasar tetap mewaspadai kemungkinan intervensi apabila pelemahan yen berlanjut.
Di sisi lain, AUD/USD bertahan di sekitar 0,6940 setelah memperoleh dukungan dari membaiknya aktivitas sektor jasa Australia dan tetap kuatnya aktivitas sektor jasa di China.
Minyak Turun, Emas Melanjutkan Reli
Harga minyak mentah WTI turun menuju kisaran US$68,80 per barel setelah arus kapal tanker melalui Selat Hormuz kembali meningkat sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan mulai mereda. Penurunan harga minyak juga membantu menurunkan ekspektasi inflasi global.
Sebaliknya, emas melanjutkan penguatannya hingga mendekati US$4.175 per troy ons. Logam mulia memperoleh dukungan dari melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Namun, ruang kenaikan emas masih bergantung pada hasil risalah FOMC. Jika Federal Reserve tetap mempertahankan nada hawkish, penguatan emas berpotensi terbatas.
WEEK AHEAD
(06 – 10 Juli 2026)
Week Ahead: Risalah FOMC Menjadi Sorotan Utama
Weekly Review dan Outlook 06 – 10 Juli 2026 memasuki pekan baru dengan fokus utama pada publikasi risalah rapat FOMC yang dijadwalkan pada Rabu. Investor akan mencari petunjuk mengenai seberapa besar perbedaan pandangan di antara para pejabat Federal Reserve mengenai inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan arah kebijakan suku bunga setelah perlambatan data ketenagakerjaan terbaru.
Sebelumnya, Kevin Warsh menyatakan bahwa penurunan harga minyak telah membantu meredakan ekspektasi inflasi. Namun, ia juga menegaskan bahwa Federal Reserve tetap berkomitmen mengembalikan inflasi menuju target sehingga keputusan berikutnya akan tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi.
Selain risalah FOMC, Amerika Serikat akan merilis ISM Services PMI, S&P Global Services PMI final, neraca perdagangan, Existing Home Sales, Initial Jobless Claims, ekspektasi inflasi konsumen, persediaan grosir, dan Consumer Credit.
ECB dan Data Ekonomi Eropa Menarik Perhatian
Di Eropa, investor akan mencermati risalah pertemuan kebijakan moneter ECB. Dokumen tersebut diharapkan memberikan gambaran mengenai alasan di balik keputusan bank sentral menaikkan suku bunga pada pertemuan sebelumnya.
Selain itu, pasar akan memantau data produksi industri Jerman dan Italia. Investor juga menunggu data perdagangan Jerman dan Prancis, serta penjualan ritel kawasan euro. Seluruh data tersebut akan menjadi indikator penting untuk mengukur kekuatan pemulihan ekonomi Eropa.
Sejumlah pejabat ECB juga dijadwalkan menyampaikan pidato sepanjang pekan. Mereka antara lain Christine Lagarde, Isabel Schnabel, Philip Lane, dan Piero Cipollone. Pelaku pasar akan mencermati setiap komentar yang berkaitan dengan inflasi dan prospek kebijakan moneter.
Dari Inggris, perhatian investor akan tertuju pada Laporan Stabilitas Keuangan Bank of England. Selain itu, Catherine Mann dan Sarah Breeden juga dijadwalkan menyampaikan pandangan mengenai kondisi ekonomi dan stabilitas sistem keuangan Inggris.
Asia Pasifik Dipenuhi Agenda Penting
China akan merilis data inflasi konsumen dan produsen yang menjadi indikator penting bagi prospek permintaan domestik dan aktivitas manufaktur.
Jepang juga menghadapi pekan yang padat dengan publikasi data belanja rumah tangga, inflasi produsen, transaksi berjalan, serta pesanan mesin. Seluruh data tersebut akan menjadi perhatian mengingat yen masih berada di bawah tekanan dan pasar terus mengantisipasi potensi intervensi pemerintah.
Di Australia, investor akan memantau indikator inflasi bulanan, data lowongan kerja, serta persetujuan pembangunan rumah. Sementara itu, perhatian terbesar kawasan akan tertuju pada keputusan suku bunga Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Bank sentral tersebut diperkirakan menaikkan Official Cash Rate sebesar 25 basis poin menjadi 2,50%.
OPEC+ dan Pasar Energi
Selain agenda ekonomi, pasar juga akan mencermati pertemuan OPEC+ yang akan menentukan arah kebijakan produksi minyak untuk beberapa bulan mendatang.
Membaiknya arus pelayaran melalui Selat Hormuz memang telah mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global. Namun, perubahan target produksi dari OPEC+ tetap berpotensi memicu volatilitas baru pada harga minyak mentah dan turut memengaruhi ekspektasi inflasi global.
Data Mingguan Perdagangan Emas (29 Juni – 03 Juli 2026)
Open : 4.080,80 High : 4.195,60 Low : 3.942,08 Close : 4.174,91 Range : 253,52
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 4.013 | R1 4.266 |
| S2 3.851 | R2 4.358 |
| S3 3.759 | R3 4.520 |
Gold Outlook : Bearish
Data Mingguan Perdagangan US Oil (29 Juni – 03 Juli 2026)
Open : 70.80 High : 71.52 Low : 67.00 Close : 68.73 Range : 4.52
OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 66.65 | R1 71.17 |
| S2 64.56 | R2 73.60 |
| S3 62.13 | R3 75.69 |
Oil Outlook : Bearish
Baca juga: Weekly Review dan Outlook 29 Juni – 03 Juli 2026
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
