FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,71500 – 0,71000
Geliat pergerakan mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS berusaha mempertahankan penguatannya, meski terus dibayangi tekanan. Dimana sebelumnya Aussie bergerak kembali menuju level tertinggi empat tahun karena pasar mempertimbangkan kegagalan rencana putaran kedua pembicaraan damai AS-Iran. Laporan menunjukkan bahwa Wakil Presiden JD Vance membatalkan rencana perjalanan ke Islamabad untuk bernegosiasi setelah Iran menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan tersebut. Teheran juga mengindikasikan akan tetap menutup Selat Hormuz selama pencegatan angkatan laut AS berlanjut, sementara Presiden Trump memperpanjang gencatan senjata saat ini. Di dalam negeri, fokus tetap tertuju pada kebijakan setelah Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk menstabilkan ekspektasi inflasi. Hal ini memperkuat spekulasi tentang pengetatan lebih lanjut, dengan pasar sekarang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 77% bulan depan dan kemungkinan kenaikan lagi pada bulan September. Investor kini menantikan data PMI yang akan datang untuk mendapatkan sinyal yang lebih jelas tentang momentum ekonomi. Sementara itu, sebuah survei menunjukkan perusahaan-perusahaan Australia memperkirakan dolar Australia mendekati $0,72 pada akhir tahun, sedangkan dana pensiun memperkirakan sekitar $0,71.
Pivot : 0,71599
R1 : 0,71751 S1 : 0,71442
R2 : 0,71908 S2 : 0,71290
R3 : 0,72060 S3 : 0,71133
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 159,400 – 159,800
Kondisi mata uang Yen terhadap mata uang Greenback berusaha stabil, namun tetap dibayangi dengan pelemahan. Hal tersebut setelah mengalami penurunan selama dua sesi berturut-turut, karena investor mempertimbangkan prospek kebijakan Bank Sentral Jepang menjelang pertemuannya minggu depan. Laporan menunjukkan bahwa bank sentral kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah bulan ini sambil menilai dampak ekonomi dari konflik Timur Tengah, meskipun mungkin akan memberi sinyal kemungkinan kembali ke normalisasi kebijakan sesegera mungkin pada bulan Juni. Bank Sentral Jepang (BOJ) juga diperkirakan akan menaikkan perkiraan inflasi sambil menurunkan proyeksi pertumbuhan, yang mencerminkan biaya energi yang lebih tinggi dan hambatan yang lebih luas terkait dengan perang Iran. Dari segi data, ekspor Jepang meningkat untuk bulan ketujuh berturut-turut, didukung oleh permintaan yang kuat dari China dan ekonomi ASEAN. Yen juga menghadapi tekanan tambahan dari dolar AS yang lebih kuat setelah rencana putaran kedua pembicaraan damai AS-Iran gagal, meskipun Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata saat ini.
Pivot : 159,363
R1 : 159,630 S1 : 159,159
R2 : 159,834 S2 : 158,892
R3 : 160,101 S3 : 158,688
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3475 – 1.3445
Pounds ditutup melemah tipis di perdagangan Rabu kemarin. Pounds sempat menguat di sesi perdagangan Asia, namun kembali tertekan setelah rilis data Inflasi Inggris mengalami kenaikan. Pelemahan mata-uang Inggris juga didominasi oleh penguatan Dollar yang masih menjadi pilihan para Investor di tengah rapuhnya kondisi di Timur-tengah. Dollar AS masih cenderung menguat melihat fundamental ekonomi AS masih solid. Konsumsi tetap kuat dan kinerja korporasi tidak terganggu signifikan oleh lonjakan harga energi. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang juga disebabkan lemahnya data ekonomi Inggris yang rilis siang nanti.
Open : 1.3501 Pivot 1.3508
R1 : 1.3518 S1 : 1.3492
R2 : 1.3535 S2 : 1.3475
R3 : 1.3569 S3 : 1.3445
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1678 – 1.1644
Euro melemah cukup signifikan pada perdagangan Rabu kemarin. Pelemahan mata-uang Euro terjadi justru di awal sesi perdagangan Eropa. Kondisi ketegangan di Timur-tengah yang rapuh dan penutupan selat Hormuz menjadi pendorong utama lemahnya mata-uang Euro. Dollar AS masih mendominasi dan menguat 0,26% ke 98,63 terhadap sekeranjang mata uang utama dan Euro turun ke $1,1704. EUR masih berpotensi tertekan pada perdagangan hari ini yang disebabkan lemahnya data ekonomi kawasan akibat tingginya Inflasi. Disatu-sisi ekonomi AS masih solid melihat daya beli konsumen masih tinggi yang tercermin oleh data Retail sales yang meningkat.
Open : 1.1702 Pivot : 1.1725
R1 : 1.1739 S1 : 1.1702
R2 : 1.1762 S2 : 1.1678
R3 : 1.1790 S3 : 1.1644
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.7872 – 0.7913
Swiss Franc kembali tertekan pada perdagangan Rabu kemarin. Rapuhnya kondisi di Timur-tengah dan penutupan selat Hormuz menjadi penyebab utama lemahnya mata-uang Swiss Franc. Dollar AS naik 0,26% ke 98,63 terhadap sekeranjang mata uang utama dan Franc melemah ke level 0.7848. CHF masih berpotensi untuk lanjut melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan oleh dominasi Dollar yang didukung oleh ekonomi AS yang solid setelah rilis data Retail Sales yang naik cukup signifikan.
Open : 0.7838 Pivot : 0.7826
R1 : 0.7848 S1 : 0.7813
R2 : 0.7872 S2 : 0.7791
R3 : 0.7913 S3. : 0.7774
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.39025 dengan target 1.38794 dan stop loss diatas 1.39488
Secara struktur, USDCAD masih berada dalam uptrend yang valid, ditandai dengan pola higher high dan higher low yang konsisten sejak pertengahan Maret. Namun, pergerakan terakhir menunjukkan fase retracement setelah harga gagal melanjutkan kenaikan di area 1.39400 dan saat ini terkoreksi menuju area keseimbangan di sekitar pivot 1.38871. Secara teknikal, posisi harga di area pivot ini menjadi titik krusial karena menentukan apakah tren bullish akan berlanjut atau justru terjadi koreksi lebih dalam.
Open price :1.38722 Pivot :1.38871
R1: 1.39025 S1: 1.38562
R2: 1.39334 S2: 1.38408
R3: 1.39488 S3: 1.38099
DXY
Opportunity: Bullish Range 98,600 – 98,900
Semakin perkasanya mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya tetap mewarnai pergerakn market. Nampak jelas pada Indeks Dolar AS (DXY) yang terus melonjak dan sentuh level tertinggi hariannya 98,643. Kondisi Dollar AS ini sebagian besar diperdagangkan mendatar di dekat level sebelum perang, karena ketidakpastian di Timur Tengah terus berlanjut meskipun ada sedikit keringanan jangka pendek dari perpanjangan gencatan senjata. Presiden AS Trump mengumumkan bahwa ia akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu, tepat sebelum masa berlakunya berakhir, untuk memberi waktu bagi negosiasi perdamaian. Ia juga mengindikasikan bahwa tidak ada serangan baru yang direncanakan, meskipun blokade Selat Hormuz akan tetap diberlakukan. Namun, ketidakpastian masih berlanjut mengenai waktu dimulainya negosiasi formal, dan berita menunjukkan Iran menembakkan kapal-kapal di Selat Hormuz. Sementara itu, calon kepala Federal Reserve, Kevin Warsh, berjanji untuk mempertahankan independensi dari Gedung Putih sambil memajukan reformasi yang luas, sebuah sikap yang dipandang lebih agresif daripada yang diperkirakan pasar. The Fed akan memutuskan kebijakan moneter minggu depan dan tidak ada perubahan pada suku bunga dana federal yang diperkirakan akan terjadi.
Pivot : 98,486
R1 : 98,762 S1 : 98,330
R2 : 98,918 S2 : 98,054
R3 : 99,194 S3 : 97,898

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 58,300
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,8% menjadi di atas 60.000 pada hari Kamis, melampaui ambang batas penting untuk pertama kalinya, didorong oleh kenaikan kuat saham teknologi karena perpanjangan gencatan senjata AS-Iran meningkatkan selera risiko. Presiden Donald Trump mengatakan gencatan senjata saat ini akan tetap berlaku tanpa batas waktu sementara Washington menunggu proposal perdamaian baru dari Iran, meskipun Teheran telah mengindikasikan bahwa mereka tidak berniat untuk bergabung dalam negosiasi dalam waktu dekat. Namun, blokade AS terhadap pelabuhan Iran tetap berlaku, sementara Teheran telah menyita dua kapal di Selat Hormuz karena terus menegaskan kendali atas jalur strategis tersebut. Saham teknologi terkemuka yang mengalami kenaikan di Jepang termasuk Kioxia Holdings (3,3%), SoftBank Group (6,8%), Advantest (2,3%), Hitachi (4,7%), dan Renesas Electronics (5,5%). Di sisi lain, penurunan yang signifikan tercatat pada Disco Corp (-1,1%), Lasertec (-2,5%), dan Recruit Holdings (-4,6%).
Pivot : 57,153
R1 : 58,186 S1 : 56,023
R2 : 58,718 S2 : 55,588
R3 : 60,283 S3 : 54,023
HANGSENG
Opportunity: Koreksi ke area: 27,000
Indeks Hang Seng turun 324 poin, atau 1,2%, dan ditutup pada 26.163 pada hari Rabu, mengakhiri tren kenaikan dua sesi berturut-turut karena investor menjadi lebih berhati-hati di tengah kondisi global yang beragam. Perpanjangan gencatan senjata AS-Iran memberikan sedikit kelegaan tetapi tidak sepenuhnya meredakan ketidakpastian, dengan pembicaraan yang terhenti dan gangguan berkelanjutan pada rute pengiriman minyak utama yang membuat sentimen risiko tetap rendah. Kenaikan harga minyak menambah kekhawatiran inflasi, sementara isyarat global tidak merata. Di Hong Kong, CATL turun 4,2% setelah pemegang saham utama menjual sebagian besar saham melalui penempatan dipercepat dengan harga diskon, memicu aksi ambil untung dan membebani sentimen kendaraan listrik dan teknologi. China Unicom turun sekitar 2,4% setelah pendapatan yang lebih lemah dari perkiraan, dengan penurunan laba dan pendapatan memicu aksi jual tajam. Saham-saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain Tencent Holdings (-2,9%), SMIC (-1,3%), Meituan Class (-2,5%), Xiaomi (-1,9%), dan Pop Mart (-2,6%). Investor juga menantikan data inflasi yang akan dirilis besok untuk mendapatkan sinyal mengenai suku bunga dan arah kebijakan moneter global.
Pivot : 27,272
R1 : 27,428 S1 : 27,125
R2 : 27,575 S2 : 26,969
R3 : 27,878 S3 : 26,666
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 25,385| SL: 25,285 | TP: 25,800
Kontrak berjangka indeks AS sedikit berubah pada hari Kamis setelah S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup pada rekor tertinggi baru di sesi sebelumnya, didorong oleh pendapatan perusahaan yang kuat dan perpanjangan gencatan senjata AS-Iran. Presiden Donald Trump mengatakan gencatan senjata saat ini akan tetap berlaku tanpa batas waktu karena Washington menunggu proposal perdamaian baru dari Iran, meskipun Teheran telah mengindikasikan bahwa mereka tidak berencana untuk terlibat dalam negosiasi dalam waktu dekat. Dalam perdagangan reguler pada hari Rabu, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik 1,05% dan 1,64%, sementara Dow bertambah 0,69%. Sentimen pasar didukung oleh musim pendapatan yang solid, dengan 3 dari 4 perusahaan S&P 500 yang melaporkan sejauh ini melampaui ekspektasi pendapatan atau laba. Dalam perdagangan lanjutan, Tesla berfluktuasi setelah memperingatkan peningkatan tajam dalam pengeluaran modal, sementara IBM dan ServiceNow masing-masing turun lebih dari 7% dan 12%, menyusul hasil yang mengecewakan.
Pivot : 25,342.17
R1 : 25,771.08 S1 : 25,126.33
R2 : 25,986.92 S2 : 24,697.42
R3 : 26,631.67 S3 : 24,052.67

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bearish selama di bawa 4.771, testing support 4.668.
Harga emas global pada perdagangan Kamis bergerak di kisaran USD 4.750 per troy ounce dengan volatilitas yang masih tinggi. Pergerakan ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama akibat berlanjutnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Situasi semakin kompleks dengan masih tertutupnya Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi energi global. Pembatasan lalu lintas kapal internasional oleh Teheran serta laporan penembakan terhadap kapal komersial meningkatkan kekhawatiran pasar.
Di sisi lain, langkah Washington yang mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran turut memperkeruh situasi, meskipun Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata saat ini akan tetap berlangsung sambil menunggu proposal perdamaian baru. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian berkepanjangan yang memengaruhi sentimen investor.
Pivot : 4.771
R1 4.771 R2 4.833 R3 4.871
S1 4.668 S2 4.644 S3 4.607
Silver
Opportunity : Buy stop di 76.423 dengan target 77.609 dan stop loss dibawah 73.900
Pada XAGUSD, struktur besar masih menunjukkan downtrend, namun pergerakan terbaru memperlihatkan fase pullback bullish yang cukup kuat dari area bawah sekitar 68–70 hingga saat ini mendekati resistance penting. Kenaikan ini lebih bersifat korektif daripada pembalikan tren, karena belum ada perubahan struktur menjadi higher high yang signifikan pada timeframe H4. Saat ini harga bergerak di sekitar pivot 75.041 dan mendekati resistance 76.273, yang menjadi area kunci untuk menentukan arah selanjutnya.
Open price :75.003 Pivot :75.041
R1: 76.273 S1: 73.900
R2: 77.374 S2: 72.628
R3: 78.646 S3: 71.527
Oil
Opportunity : Bullish jika support 89,57 mampu bertahan, testing resistance 95,17 – 97,90.
Harga minyak mentah jenis WTI pada Kamis melanjutkan tren penguatan dengan menembus level USD 93 per barel, mencatat kenaikan selama empat sesi berturut-turut. Kenaikan ini didorong oleh minimnya kemajuan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat, serta masih tertutupnya Selat Hormuz yang menjadi jalur utama ekspor minyak dunia.
Teheran dilaporkan tetap menguasai jalur tersebut dan membatasi hampir seluruh lalu lintas internasional, bahkan disebut melakukan tindakan agresif terhadap kapal komersial. Di saat yang sama, kebijakan blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat menambah tekanan geopolitik dan memperbesar risiko gangguan pasokan global. Pernyataan Donald Trump mengenai keberlanjutan gencatan senjata belum mampu meredakan kekhawatiran pasar, terlebih Iran mengindikasikan belum bersedia untuk kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat.
Pivot: 89,57
R1 95,17 S1 89,57
R2 97,90 S2 87,58
R3 99,92 S3 85,41
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Kamis, 23 April 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Validasi Sinyal Candlestick di Emas Menjelang Data Jobless Claims AS
Catat jam dan waktunya ya!
| Kamis, 23 April 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
