Market Summary
Peluang Trading GBP/USD menjadi perhatian pasar di awal pekan seiring penguatan dolar AS setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya. Pasangan GBP/USD bergerak tertekan dan diperdagangkan di bawah level 1.3700 pada sesi Eropa, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap dolar AS sebagai aset aman.
Penguatan dolar terlihat dari indeks DXY yang bertahan di dekat level tertinggi pekan lalu di area 97,33. Kevin Warsh dikenal memiliki preferensi terhadap dolar yang kuat dan sikap yang lebih ketat terhadap kebijakan moneter, termasuk penolakannya terhadap pelonggaran neraca bank sentral di masa lalu. Kondisi ini meningkatkan daya tarik dolar dan menekan mata uang utama lainnya, termasuk pound sterling.
Kebijakan Bank of England Masih Jadi Faktor Penahan GBP
Dari sisi domestik, pound sterling cenderung bergerak hati-hati menjelang pengumuman kebijakan moneter Bank of England pada Kamis mendatang. Bank sentral Inggris diperkirakan mempertahankan suku bunga di level 3,75% setelah memangkasnya sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember.
Pasar juga menanti laporan kebijakan moneter Bank of England untuk melihat kondisi ekonomi terkini. Otoritas moneter Inggris diperkirakan tetap menegaskan bahwa arah kebijakan berada pada jalur pelonggaran yang gradual, seiring lemahnya pasar tenaga kerja. Tingkat pengangguran Inggris tercatat stabil di 5,1% untuk periode tiga bulan hingga November.
Fokus Pasar Tertuju pada Data ISM Manufacturing PMI AS
Dari Amerika Serikat, perhatian pasar tertuju pada rilis ISM Manufacturing PMI Januari yang dijadwalkan pada Senin malam waktu GMT. Indeks ini diperkirakan naik tipis ke 48,3 dari 47,9 pada bulan sebelumnya. Meski menunjukkan perbaikan, angka tersebut masih berada di bawah level 50 yang menandakan kontraksi aktivitas manufaktur.
Data Desember sebelumnya mencerminkan tekanan pada sektor manufaktur AS, terutama dari pelemahan produksi dan penurunan persediaan. Namun, perbaikan pada pesanan baru, ekspor, dan backlog pesanan memberi sinyal awal stabilisasi. Pasar tetap membutuhkan konsistensi data positif untuk mengonfirmasi pemulihan jangka menengah.
Data Tenaga Kerja AS Menentukan Arah GBP/USD Selanjutnya
Selain PMI, pergerakan Peluang Trading GBP/USD juga dipengaruhi oleh rangkaian data tenaga kerja AS, terutama laporan Nonfarm Payrolls yang akan dirilis pada akhir pekan. Investor menggunakan data ini untuk menilai prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve ke depan.
Meskipun pasar masih memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, pandangan terhadap Kevin Warsh dinilai lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan. Kondisi tersebut menjaga dolar AS tetap kuat dan berpotensi membatasi ruang pemulihan GBP/USD dalam jangka pendek.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai pergerakan GBP/USD masih berpotensi bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.3660. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 1.3725. Jika level ini berhasil ditembus, GBP/USD berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance berikutnya di kisaran 1.3760–1.3785.
Sebagai skenario alternatif, tekanan jual berpeluang meningkat apabila harga turun dan menembus ke bawah 1.3660. Dalam kondisi tersebut, GBP/USD berpotensi melemah lebih lanjut untuk menguji area support di 1.3640 hingga 1.3625.
Resistance 1: 1.3725 Resistance 2: 1.3760 Resistance 3: 1.3785
Support1: 1.3660 Support 2: 1.3640 Support 3: 1.3625
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
