Yen Jatuh Setelah Kemenangan Takaichi Di Jepang
Yen jatuh signifikan setelah Partai Demokrat Liberal memenangkan pemilu majelis rendah Jepang dengan mayoritas besar. Kemenangan ini memperkuat posisi Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk menjalankan kebijakan fiskal ekspansif, termasuk rencana pemangkasan pajak konsumsi, yang meningkatkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan utang Jepang.
USD/JPY bergerak menguat ke area 157,10–157,62, menempatkan yen di level terlemah dalam lebih dari dua pekkan. Pasar kembali menyoroti area 159,45 sebagai zona yang sebelumnya memicu spekulasi stabilisasi, sementara tekanan lanjutan membuka ruang kenaikan menuju 162 jika volatilitas meningkat.
Dolar AS Stabil, Tekanan Pada Yen Berlanjut
Dolar AS terkoreksi terbatas dari puncak dua pekan seiring rebound aset berisiko global. Indeks dolar turun sekitar 0,34% secara harian, tetapi masih mencatatkan kenaikan mingguan sekitar 0,5%. Sentimen dolar tetap didukung oleh penunjukan Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve, yang dinilai kurang mendukung pemangkasan suku bunga agresif.
Komentar Philip Jefferson, Wakil Ketua Federal Reserve, yang menyampaikan optimisme hati-hati terhadap prospek ekonomi 2026, menahan ekspektasi pelonggaran cepat. Namun, pelemahan indikator tenaga kerja AS meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga pada paruh pertama tahun ini, meski belum cukup kuat untuk menahan pelemahan yen.
Pergerakan Mata Uang Utama Dunia
Euro menguat ke area 1,1822 setelah Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga dan menilai fluktuasi nilai tukar tidak menjadi faktor utama kebijakan. Pound sterling naik ke sekitar 1,3614, meski masih berada di jalur penurunan mingguan terdalam sejak akhir Oktober setelah Bank of England menahan suku bunga dengan selisih suara yang sempit.
Di tengah pergerakan tersebut, Yen jatuh lebih dalam dibanding mata uang utama lain, mencerminkan dominasi risiko domestik Jepang dibanding sentimen global.
Saham Global Reli, Yen Tetap Tertinggal
Pasar saham AS melonjak tajam pada akhir pekan. Dow Jones ditutup di rekor tertinggi setelah naik 2,5%. S&P 500 menguat 1,9%, sementara Nasdaq naik 2,1%, didorong reli saham semikonduktor seperti Nvidia, Broadcom, dan AMD yang masing-masing melonjak lebih dari 7%.
Meski selera risiko membaik, pelemahan yen berlanjut karena pasar menilai kebijakan fiskal Jepang pasca pemilu berpotensi menekan obligasi pemerintah dan mata uang, sekaligus mendukung saham Jepang berorientasi ekspor.
Emas Menguat, Minyak Bergerak Fluktuatif
Harga emas melonjak lebih dari 3,5% dan bergerak di atas 4.950 dolar per ons. Kenaikan ini didukung pelemahan data tenaga kerja AS dan meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan Federal Reserve, yang menekan imbal hasil riil.
Minyak WTI bergerak fluktuatif dan diperdagangkan di sekitar 63,70 dolar per barel. Meredanya risiko geopolitik Timur Tengah dan sinyal pasokan global yang longgar menekan harga, meski rebound terbatas terjadi menjelang penutupan pekan.
Kripto Pulih, Fokus Pasar Tetap Pada Yen
Bitcoin melonjak ke sekitar 70.547 dolar setelah sebelumnya menyentuh level 60.017 dolar, meski secara mingguan masih mencatatkan penurunan sekitar 7,5%. Pemulihan ini mencerminkan kembalinya selera risiko global.
Namun, fokus utama pasar tetap pada Asia, di mana Yen jatuh menjadi faktor kunci yang membentuk pergerakan lintas aset, dari forex hingga komoditas, dalam jangka pendek.
Prospek Harga Emas Senin | 09 Februari 2026
Pada time frame H4, pergerakan emas berada dalam fase konsolidasi setelah penurunan tajam dari puncak sebelumnya. Harga kini mencoba stabil di atas area support 4.762–4.824. Selama zona ini mampu dipertahankan, peluang pemulihan tetap terbuka dengan resistensi awal di 5.023, yang berdekatan dengan SMA 50 sebagai resistance dinamis.
Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan lanjutan mengarah ke 5.091 hingga 5.146. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support 4.762 membuka risiko tekanan turun lanjutan menuju area bawah. RSI yang berada di sekitar level 55 menunjukkan momentum mulai membaik, namun belum sepenuhnya kuat.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.023 R2 5.091 R3 5.146
S1 4.894 S2 4.824 S3 4.762
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.895 |
| Profit Target Level | 4.980 |
| Stop Loss Level | 4.850 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.091 |
| Profit Target Level | 5.025 |
| Stop Loss Level | 5.150 |
Prospek Harga US Oil Senin | 09 Februari 2025
Pada time frame H4, pergerakan US Oil berada dalam fase konsolidasi cenderung bearish setelah harga tertahan di bawah SMA 50 yang kini berada di sekitar area 63,61. Selama harga masih bergerak di bawah SMA 50, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan support terdekat berada di 62,17, diikuti 61,08. Jika area 62,17 ditembus, penurunan lanjutan berpeluang mengarah ke 60,08.
Sebaliknya, peluang pemulihan baru terbuka apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas SMA 50, yang akan membuka ruang kenaikan menuju resistance 64,32 hingga 65,49. RSI di sekitar level 47 mencerminkan momentum netral yang masih rentan terhadap tekanan jual lanjutan.
US Oil INTRADAY AREA
R1 63,61 R2 64,32 R3 65,49
S1 62,17 S2 61,08 S3 60,08
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 62,20 |
| Profit Target Level | 63,50 |
| Stop Loss Level | 61,60 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 63,60 |
| Profit Target Level | 62,40 |
| Stop Loss Level | 64,40 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
