FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,69800 – 0,69000
Akhirnya mata uang Aussie tumbang juga terhadap mata uang Greenback. Meski begitu Aussie berada pada posisi tetap stabil di dekat level tertinggi 3 tahun dan siap untuk kenaikan mingguan yang tajam, karena prospek suku bunga yang lebih tinggi di dalam negeri mengimbangi meningkatnya keengganan terhadap risiko global. Pasar tetap waspada karena Iran meningkatkan serangan terhadap fasilitas minyak dan transportasi di seluruh Timur Tengah, dan Pemimpin Tertinggi yang baru bersumpah untuk menjaga agar Selat Hormuz tetap tertutup secara efektif. Akibatnya, harga minyak naik karena konflik berkepanjangan mengancam akan mengurangi pasokan energi, memicu kekhawatiran akan kemerosotan ekonomi global. Meskipun demikian, dolar Australia terus diuntungkan dari spekulasi bahwa Bank Sentral akan menaikkan suku bunga acuan sebesar seperempat poin menjadi 4,10% minggu depan untuk menekan inflasi. Kekhawatiran akan kenaikan biaya hidup domestik akibat harga bahan bakar yang lebih tinggi mendorong pasar untuk memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 78% pada pertemuan 17 Maret, naik dari di bawah 30% pada awal pekan. Langkah selanjutnya diperkirakan akan sepenuhnya tercermin dalam harga pada bulan Agustus, dengan para pedagang memperkirakan pengetatan total sekitar 60 basis poin tahun ini.
Pivot : 0,70180
R1 : 0,70553 S1 : 0,69444
R2 : 0,71289 S2 : 0,69071
R3 : 0,71662 S3 : 0,68335
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 159,600 – 160,300
Ketidakmampuan mata uang Yen untuk bangkit terhadap mata uang Greenback terus berlangsung. Bahkan Yen berada di dekat level terlemahnya sejak Juli 2024, menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan intervensi oleh otoritas. Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan mereka siap mengambil semua langkah yang diperlukan di pasar mata uang di tengah melonjaknya harga minyak. Gubernur Bank Sentral Jepang, Kazuo Ueda, juga memperingatkan bahwa Yen yang lemah dapat memperparah inflasi impor di tengah kenaikan harga minyak, yang berpotensi mendorong bank sentral untuk mempercepat normalisasi kebijakan. Ueda menambahkan bahwa nilai tukar mata uang saat ini memiliki dampak yang lebih besar terhadap inflasi dibandingkan di masa lalu, sehingga memiliki bobot yang lebih besar dalam pengambilan keputusan kebijakan. Harga minyak melonjak setelah pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, berjanji untuk menjaga agar Selat Hormuz tetap tertutup secara efektif sementara Teheran meningkatkan serangan terhadap fasilitas minyak dan transportasi regional. Konflik di Timur Tengah tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, dengan retorika menantang dari Teheran dan Washington yang menandakan bahwa perang melawan Iran masih jauh dari de-eskalasi.
Pivot : 159,468
R1 : 159,938 S1 : 159,226
R2 : 160,180 S2 : 158,756
R3 : 160,650 S3 : 158,514
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3167 – 1.3107
Sesuai perkiraan, Pounds ditutup melemah pada perdagangan Jumat kemarin. Tekanan terhadap mata-uang Poundsterling terjadi akibat meningkatnya eskalasi perang Timur-tengah yang terus mengancam kenaikan harga minyak global. Dollar AS diuntungkan dengan adanya eskalasi tersebut, karena para investor mengalihkan aset yang lebih aman dan mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi seperti Dollar dan Obligasi AS. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang dikarenakan penguatan mata-uang U.S Dollar. Data ekonomi AS yang menunjukan tingkat belanja konsumen naik lebih tinggi dari angka sebelumnya pada Jumat kemarin yang menandakan bahwa tekanan tingkat inflasi masih dapat bertahan.
Open : 1.3234 Pivot 1.3277
R1 : 1.3311 S1 : 1.3220
R2 : 1.3369 S2 : 1.3167
R3 : 1.3424 S3 : 1.3107
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1358 – 1.1314
Euro masih dalam tekanan U.S Dollar pada perdagangan akhir pekan kemarin. Euro melemah sekitar 0,6% ke level 1,1439 dolar pada akhir perdagangan. Indeks Dollar naik sekitar 0,7% ke level 100,35. Sepanjang pekan, indeks tersebut menguat sekitar 1,5%. Lonjakan mata-uang Dollar terjadi akibat eskalasi perang Timur-tengah meningkat. Lonjakan harga minyak menjadi ancaman serius bagi ekonomi kawasan Eropa. Euro sangat sensitif terhadap kenaikan harga minyak karena Eropa bergantung pada impor sumber energi yang besar. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini karena Dollar masih akan diuntungkan dengan adanya eskalasi perang tersebut.
Open : 1.1418 Pivot : 1.1458
R1 : 1.1485 S1 : 1.1414
R2 : 1.1529 S2 : 1.1358
R3 : 1.1566 S3 : 1.1314
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.7964 – 0.8019
Swiss Franc masih dalam tekanan U.S Dollar. Swiss Franc ditutup melemah cukup signifikan akibat meningkatnya eskalasi konflik Timur-tengah. Indeks dolar yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang naik sekitar 0,7% ke level 100,35. Sepanjang pekan, indeks tersebut menguat sekitar 1,5%. CHF masih berpotensi melemah pada perdagangan hari ini karena penguatan Dollar masih mendominasi sebagai aset safe haven bagi para investor saat ini sepanjang eskalasi perang masih meningkat.
Open : 0.7894 Pivot : 0.7889
R1 : 0.7916 S1 : 0.7872
R2 : 0.7964 S2 : 0.7846
R3 : 0.8019 S3. : 0.7803
USDCAD
Opportunity: Buy stop di 1.37720 dengan target 1.38323 dan stop loss dibawah 1.36503
USDCAD pada timeframe H4 menunjukkan bahwa harga sedang berada dalam fase bullish retracement setelah sebelumnya mengalami tekanan bearish sejak akhir Februari. Kenaikan terbaru terlihat cukup agresif dengan beberapa candle bullish beruntun yang mendorong harga naik dari area 1.35600 menuju 1.37000. Struktur market mulai membentuk pola higher low di sekitar 1.35600, yang mengindikasikan adanya perubahan momentum jangka pendek ke arah bullish. Saat ini harga berada di sekitar pivot point 1.36956, yang menjadi level kunci untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya. Selama harga mampu bertahan di atas level ini, potensi kenaikan masih terbuka menuju resistance 1.37710 dan 1.38163, bahkan jika momentum berlanjut harga berpeluang menguji 1.38917. Dari sisi candlestick terlihat dominasi buyer dengan body candle yang cukup kuat, meskipun terdapat sedikit rejection di area 1.37100 yang menandakan adanya tekanan jual sementara. Apabila harga gagal bertahan di atas 1.36956, maka koreksi kemungkinan terjadi menuju 1.36503 dan 1.35749, dengan support lebih dalam berada di 1.35296.
Open price :1.37140 Pivot :1.36956
R1 :1.37710 S1 :1.36503
R2 :1.38163 S2 :1.35749
R3 :1.38917 S3 :1.35296
DXY
Opportunity: Bullish Range 100,400 – 100,800
Geliat pergerakan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya masih terus diwarnai dengan penguatan. Terlihat jelas pada Indeks Dollar AS (DXY) yang kembali melonjak naik dan sentuh level tertinggi hariannya 100,540. Hal tersebut menggambarkan bahwa Dollar AS berada di level tertinggi sejak pertengahan Mei 2025, dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan kedua berturut-turut karena para pelaku pasar terus menyukai Dollar AS sebagai aset aman di tengah meningkatnya konflik dengan Iran dan kurangnya prospek penyelesaian yang segera. Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan kepada wartawan bahwa AS akan melancarkan gelombang serangan terbesar yang pernah ada terhadap Iran pada hari Jumat. Harga minyak juga pulih setelah sempat turun, dan tetap berada di dekat level tertinggi sejak tahun 2022. Investor melihat AS berada pada posisi yang lebih baik dibandingkan negara-negara lain karena kemandirian energinya yang lebih besar. Bank Sentral AS (Federal Reserve) akan memutuskan kebijakan moneter minggu depan dan, meskipun tidak ada perubahan pada suku bunga dana federal yang diperkirakan, pasar akan mengamati dengan cermat petunjuk tentang pandangan para pembuat kebijakan untuk sisa tahun ini, khususnya bagaimana inflasi dapat berkembang mengingat reli energi baru-baru ini. Investor saat ini memperkirakan hanya satu kali penurunan suku bunga oleh The Fed pada tahun 2026.
Pivot : 100,206
R1 : 100,827 S1 : 99,873
R2 : 101,160 S2 : 99,252
R3 : 101,781 S3 : 98,919

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 57,373
Indeks Nikkei 225 turun 0,1% menjadi di bawah 53.800 sementara Indeks Topix yang lebih luas kehilangan 0,2% menjadi 3.620 pada hari Senin, dengan saham-saham Jepang kesulitan mendapatkan momentum karena investor terus bergulat dengan ketidakpastian Timur Tengah dan harga minyak yang bergejolak. Dalam perkembangan terbaru, AS menyerang target militer di pusat ekspor minyak utama Iran di Pulau Kharg pada akhir pekan, sementara laporan menunjukkan bahwa AS akan segera mengumumkan koalisi negara-negara untuk mengawal kapal melalui Selat Hormuz. Seorang pejabat senior Jepang mengatakan ambang batasnya “sangat tinggi” bagi Tokyo untuk mengerahkan kapal perang guna membantu melindungi jalur pelayaran minyak di Timur Tengah. Sementara itu, Bank Sentral Jepang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya tetap stabil minggu ini di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai dampak perang Iran terhadap perekonomian domestik. Saham-saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain Nintendo (-1,8%), Fujikura (-2%), dan Lasertec (-2,1%).
Pivot : 58,888
R1 : 59,506 S1 : 58,081
R2 : 60,313 S2 : 57,463
R3 : 61,738 S3 : 56,038
HANGSENG
Opportunity: Koreksi ke area: 27,000
Saham Hong Kong turun 225 poin, atau 0,9%, menjadi 25.495 pada perdagangan Jumat pagi, menandai penurunan ketiga berturut-turut setelah pelemahan Wall Street semalam. Konflik AS-Iran memasuki hari ke-14, dengan Teheran bersumpah untuk menjaga jalur pasokan minyak utama dunia tetap tertutup, sementara penundaan pengiriman cadangan AS memicu kekhawatiran inflasi. Di China, saham sedikit turun setelah dua sesi kenaikan karena para pedagang menunggu data aktivitas untuk Januari-Februari, terutama produksi industri, penjualan ritel, dan tingkat pengangguran yang disurvei, yang akan dirilis minggu depan. Namun, kerugian sebagian tertahan oleh pandangan bahwa sebagian besar risiko makro sudah diperhitungkan, dengan investor terus menambah saham-saham yang undervalued. Tekanan jual terlihat di seluruh sektor di kota tersebut, dengan penurunan yang menonjol termasuk Orient Overseas (-7,2%), SenseTime (-5,2%), Cathay Pacific (-3,1%), Zijin Gold Intl. (-2,6%), dan SMIC (-1,7%). Indeks Hang Seng berada di jalur penurunan mingguan kedua berturut-turut, turun sekitar 1,0% sejauh ini.
Pivot : 27,272
R1 : 27,428 S1 : 27,125
R2 : 27,575 S2 : 26,969
R3 : 27,878 S3 : 26,666
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 24,636| SL: 24,550 | TP: 24,157
Kontrak berjangka saham AS naik sedikit pada hari Senin karena investor terus memantau eskalasi perang Iran dan melonjaknya harga minyak. Dalam perkembangan terbaru, AS menyerang target militer di pusat ekspor minyak utama Iran, Pulau Kharg, pada akhir pekan dan mengancam akan memperluas serangan ke infrastruktur energi jika Teheran mengganggu transit melalui Selat Hormuz. Pasar juga menilai laporan bahwa AS akan segera mengumumkan koalisi negara-negara untuk mengawal kapal melalui jalur air sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global. Pekan lalu, Dow Jones turun 1,99%, S&P 500 turun 1,6%, dan Nasdaq Composite turun 1,26%, dengan ketiga indeks acuan tersebut mengalami penurunan untuk pekan ketiga berturut-turut karena risiko geopolitik membebani sentimen. Harga energi yang lebih tinggi dan tekanan inflasi yang meningkat juga mengurangi ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga.
Pivot : 24,799.92
R1 : 24,995.58 S1 : 24,460.08
R2 : 25,335,42 S2 : 24,264.42
R3 : 25,870.92 S3 : 23,728.92

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bearish selama berada di bawah 5.061-5.122, testing support 4.961.
Harga Emas bergerak relatif stabil di sekitar level $5.000 per ounce pada perdagangan Senin setelah sebelumnya mengalami penurunan selama dua pekan berturut-turut. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah serangan militer Amerika Serikat terhadap fasilitas ekspor minyak utama Iran di Pulau Kharg pada akhir pekan. Aksi militer tersebut memicu serangan balasan dari Teheran terhadap Israel serta sejumlah infrastruktur energi di negara-negara Arab lainnya, sehingga memperpanjang konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang kini telah memasuki minggu ketiga tanpa tanda-tanda penyelesaian yang jelas. Ketidakpastian geopolitik tersebut sempat memberikan dukungan terhadap aset safe haven seperti emas, namun penguatan harga energi global justru memunculkan tekanan baru bagi logam mulia.
Lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi global, yang pada gilirannya menurunkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve dalam waktu dekat. Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan minggu ini. Kondisi tersebut menjadi faktor penekan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), sehingga cenderung kurang menarik ketika suku bunga tetap tinggi. Selain itu, sejumlah bank sentral utama lainnya—termasuk di kawasan Eropa, Inggris, Jepang, hingga negara-negara besar seperti China dan Kanada—juga dijadwalkan mengambil keputusan kebijakan moneter dalam waktu dekat, yang semakin meningkatkan kehati-hatian investor di pasar logam mulia. Dalam kondisi ini, pergerakan harga emas masih sangat dipengaruhi oleh dinamika konflik geopolitik dan arah kebijakan moneter global.
Pivot : 5.061
R1 5.061 R2 5.122 R3 5.192
S1 4.961 S2 4.906 S3 4.842
Silver
Opportunity : Sell limit di 83.970 dengan target 80.959 dan stop loss diatas 89.991
XAGUSD (Silver) pada timeframe H4 menunjukkan bahwa harga masih berada dalam fase bearish correction di dalam struktur range yang lebih besar. Setelah sebelumnya gagal mempertahankan area resistance 87.702 hingga 89.991, harga mengalami tekanan turun hingga mendekati area pivot point 81.681. Struktur harga saat ini masih menunjukkan pola lower high, yang menandakan tekanan bearish masih cukup dominan dalam jangka menengah. Namun di sekitar pivot terlihat adanya reaksi pasar berupa candle dengan rejection di bagian bawah, yang mengindikasikan mulai munculnya minat beli dan potensi technical rebound. Selama harga mampu bertahan di atas 81.681, terdapat peluang kenaikan menuju resistance 83.970 dan 87.702. Akan tetapi jika level pivot tersebut ditembus dengan kuat, maka tekanan jual berpotensi berlanjut menuju area support 77.949, kemudian 75.660, bahkan hingga 71.928 apabila momentum bearish semakin kuat.
Open price :80.215 Pivot :81.681
R1 :83.970 S1 :77.949
R2 :87.702 S2 :75.660
R3 :89.991 S3 :71.928
Oil
Opportunity : Bullish selama bertahan di atas 92,50, testing resistance 99,99.
Harga Minyak Mentah jenis West Texas Intermediate Crude Oil sempat melonjak hingga $102,4 per barel pada perdagangan Senin sebelum akhirnya bergerak melemah kembali. Kenaikan harga terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap aset militer Iran di Pulau Kharg selama akhir pekan, yang merupakan pusat ekspor minyak utama negara tersebut. Ketegangan meningkat ketika Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa infrastruktur energi Iran di pulau tersebut dapat menjadi target berikutnya apabila Teheran mengganggu jalur pengiriman energi global melalui Strait of Hormuz. Jalur laut strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global ini dilaporkan masih praktis tertutup sejak konflik meningkat, sementara pemimpin tertinggi baru Iran menegaskan bahwa penutupan selat tersebut akan tetap dilakukan selama permusuhan berlangsung.
Situasi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global karena Pulau Kharg menangani sekitar 90% ekspor minyak Iran, sementara Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi paling penting di dunia. Di sisi lain, pasar juga mempertimbangkan laporan bahwa Amerika Serikat tengah mempersiapkan koalisi internasional untuk mengawal kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut guna menjaga kelancaran distribusi energi. Tekanan terhadap pasokan global juga diperkuat oleh pernyataan dari International Energy Agency yang menyebutkan bahwa minyak dari pelepasan cadangan strategis sebesar 400 juta barel pekan lalu akan segera didistribusikan ke pasar Asia. Kombinasi antara risiko geopolitik yang tinggi, potensi gangguan distribusi, serta langkah darurat dari negara-negara konsumen utama membuat volatilitas harga minyak diperkirakan tetap tinggi dalam jangka pendek.
Pivot: 92,50
R1 99,99 S1 92,50
R2 104,73 S2 89,81
R3 108,00 S3 86,11
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Senin, 16 Maret 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Fluktuasi Minyak dan Inflasi Kanada Warnai Sentimen Pasar
Catat jam dan waktunya ya!
| Senin, 16 Maret 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
