Data Tenaga Kerja AS Dorong Yield dan Ubah Ekspektasi Pasar
Data tenaga kerja AS menjadi pemicu utama pergerakan pasar global setelah laporan Januari menunjukkan penciptaan lapangan kerja yang jauh melampaui ekspektasi. Nonfarm payrolls bertambah 130.000 pekerjaan, jauh di atas proyeksi pasar sebesar 70.000, meskipun data November dan Desember direvisi turun tipis.
Tingkat pengangguran turun dari 4,4% menjadi 4,3%, lebih baik dari perkiraan pasar yang memperkirakan angka tetap di 4,4%. Rata-rata upah per jam naik 0,4% secara bulanan, mendorong pertumbuhan upah tahunan ke 3,7%, tanpa memicu tekanan inflasi berlebihan.
Kombinasi penguatan pasar tenaga kerja dan stabilnya tekanan upah memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS masih cukup solid, sehingga ruang pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat menjadi semakin terbatas.
Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed Menyempit
Setelah rilis data tenaga kerja AS, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed berubah signifikan. Peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Maret turun tajam dari sekitar 20% menjadi hanya 6%, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Pasar kini memundurkan ekspektasi pemangkasan suku bunga penuh ke sekitar Juli, dari sebelumnya diperkirakan terjadi pada Juni. Perubahan ini mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, dengan yield Treasury tenor 10 tahun naik 2,7 basis poin dari 4,145% menjadi 4,172%.
Wall Street Mixed, Energi Menguat
Di pasar saham AS, indeks bergerak bervariasi. Dow Jones Industrial Average turun 19,92 poin atau 0,04% ke level 50.169,46. Sebaliknya, S&P 500 naik 13,23 poin atau 0,18% ke 6.955,04, sementara Nasdaq Composite menguat 21,86 poin atau 0,10% ke 23.124,33.
Saham sektor energi mencatat kenaikan seiring penguatan harga minyak mentah, mencerminkan meningkatnya kembali premi risiko geopolitik di pasar energi global.
Bursa Eropa Cetak Rekor, Saham Global Menguat
Di Eropa, indeks acuan STOXX 600 naik 0,1% dan ditutup di level tertinggi sepanjang masa. Perdagangan tetap diwarnai kekhawatiran terhadap dampak disrupsi kecerdasan buatan, yang sebelumnya menekan sektor asuransi dan perangkat lunak, dan kini merembet ke saham manajer aset.
Secara global, indeks saham dunia MSCI World Index naik 3,01 poin atau 0,29% ke level 1.057,73, mencerminkan sentimen risiko yang masih relatif terjaga meski ekspektasi kebijakan moneter AS menjadi lebih ketat.
Dolar Melemah, Yen dan Dolar Australia Menguat
Indeks dolar AS turun 0,12% ke level 96,80, setelah sempat menguat pasca rilis data tenaga kerja. Euro melemah 0,1% ke USD 1,1882.
Terhadap yen Jepang, dolar AS melemah cukup tajam sebesar 1,02% ke level 152,79. Penguatan yen berlanjut dalam beberapa hari terakhir, mencerminkan perubahan sentimen investor pasca kemenangan telak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam pemilu.
Dolar Australia melonjak 0,88% terhadap dolar AS ke level USD 0,7136, tertinggi dalam tiga tahun. Wakil Gubernur Reserve Bank of Australia, Andrew Hauser, menegaskan bahwa inflasi masih terlalu tinggi dan bank sentral berkomitmen melakukan langkah apa pun yang diperlukan untuk mengendalikannya.
Harga Minyak Naik, Tapi Terbatas Lonjakan Stok AS
Harga minyak mentah AS WTI naik 67 sen dan ditutup di USD 64,63 per barel, sementara kontrak berjangka WTI sempat naik lebih dari 1% ke atas USD 64,5 per barel, mendekati level tertinggi sejak September.
Kenaikan harga dipicu kembali oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Laporan menyebutkan Washington mempertimbangkan langkah intersepsi kapal tanker pembawa minyak Iran dan kemungkinan pengerahan tambahan armada jika negosiasi nuklir gagal.
Namun, kenaikan harga tertahan oleh data EIA yang menunjukkan lonjakan persediaan minyak AS sebesar 8,5 juta barel dalam sepekan terakhir, peningkatan terbesar dalam satu tahun. Pasar juga menantikan laporan bulanan OPEC serta penilaian IEA yang memperingatkan potensi surplus pasokan global tahun ini.
Emas Bertahan Tinggi Meski Yield Naik
Harga emas spot naik 1,32% ke USD 5.089,35 per ons, memangkas kenaikan sebelumnya. Kuatnya data tenaga kerja AS mengurangi urgensi pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat, sehingga menopang yield dan membatasi kenaikan lanjutan emas.
Meski demikian, emas tetap berada di dekat level tertinggi beberapa pekan terakhir. Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter di paruh kedua tahun ini, risiko geopolitik yang berlanjut, serta permintaan berkelanjutan dari bank sentral—termasuk perpanjangan aksi beli oleh PBoC—masih menjadi faktor pendukung utama harga emas.
Prospek Harga Emas Kamis | 12 Februari 2026
Pada time frame H4, pergerakan XAUUSD menunjukkan kecenderungan bullish moderat setelah harga bertahan di atas area support 5.019–4.982. Harga juga kembali bergerak di atas SMA 50 yang mulai melandai ke atas. RSI (14) berada di sekitar level 60, menandakan momentum beli masih terjaga tanpa indikasi jenuh beli.
Selama harga bertahan di atas 5.019, peluang penguatan tetap terbuka untuk menguji area resistance 5.119–5.146. Jika momentum berlanjut, harga berpotensi naik menuju 5.205. Namun, jika harga berbalik turun dan menembus ke bawah 5.019, tekanan koreksi dapat meningkat dengan potensi penurunan menuju area support 4.982 hingga 4.936.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.119 R2 5.146 R3 5.205
S1 5.019 S2 4.982 S3 4.936
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 5.020 |
| Profit Target Level | 5.100 |
| Stop Loss Level | 4.980 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.119 |
| Profit Target Level | 5.020 |
| Stop Loss Level | 5.150 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 12 Februari 2025
Pada time frame H4, pergerakan WTI Crude Oil masih berada dalam tren bullish setelah harga bertahan di atas SMA 50 yang terus menanjak serta garis tren naik jangka menengah. Harga juga masih bergerak di atas area support kunci 63,61 sehingga struktur kenaikan tetap terjaga. RSI (14) berada di sekitar level 54, mencerminkan momentum bullish yang masih ada meski belum terlalu kuat.
Selama harga mampu bertahan di atas area 63,61–62,64, peluang penguatan masih terbuka untuk menguji resistance 65,49 hingga 66,41. Jika momentum berlanjut, harga berpotensi naik menuju area 67,05. Namun, apabila harga turun dan menembus ke bawah 63,61, tekanan koreksi dapat meningkat dengan potensi penurunan lanjutan menuju area support 62,64 hingga 61,69.
US Oil INTRADAY AREA
R1 65,49 R2 66,41 R3 67,05
S1 63,61 S2 62,17 S3 61,08
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 63,65 |
| Profit Target Level | 65,40 |
| Stop Loss Level | 62,60 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | Breakout 63,60 |
| Profit Target Level | 62,65 |
| Stop Loss Level | 64,10 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
