Saham Global Rebound Picu Optimisme Pasar
Saham global rebound setelah pasar keuangan merespons meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kenaikan ini terjadi usai Presiden AS, Donald Trump, menyatakan akan menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran.
Pernyataan tersebut langsung meningkatkan sentimen risiko di pasar. Investor kembali masuk ke aset berisiko setelah sebelumnya diliputi kekhawatiran konflik berkepanjangan. Trump juga mengklaim bahwa pembicaraan dengan Iran berlangsung produktif dan mengarah pada penyelesaian konflik secara menyeluruh.
Namun, media pemerintah Iran membantah adanya pembicaraan langsung dengan AS. Meski begitu, pasar tetap merespons positif sinyal deeskalasi tersebut.
Minyak Anjlok Tajam, Bursa Saham Menguat
Saham global rebound semakin kuat seiring anjloknya harga minyak lebih dari 10%. Penurunan ini terjadi karena risiko gangguan pasokan energi mulai mereda.
Harga minyak mentah AS turun ke kisaran $88,84 per barel, sementara Brent jatuh ke sekitar $99,90 per barel. Penurunan tajam ini memberikan ruang bagi pasar saham untuk menguat.
Indeks saham utama di AS mencatat kenaikan signifikan. Dow Jones naik 1,38%, S&P 500 menguat 1,15%, dan Nasdaq melonjak 1,38%. Sementara itu, indeks saham global MSCI juga bergerak naik setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam empat bulan terakhir.
Di Eropa, indeks STOXX 600 turut menguat, mencerminkan optimisme yang meluas di pasar global.
Ekspektasi Suku Bunga Mulai Diturunkan
Saham global rebound juga didukung oleh perubahan ekspektasi kebijakan moneter. Investor mulai memangkas perkiraan kenaikan suku bunga, terutama di Inggris dan kawasan Eropa.
Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris tenor dua tahun turun tajam, sementara yield 10 tahun juga melemah dari level tertinggi sejak 2008. Hal ini menunjukkan tekanan di pasar obligasi mulai mereda.
Di AS, yield Treasury juga mengalami penurunan. Kondisi ini memperkuat daya tarik aset berisiko seperti saham. Pelemahan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya turut memberikan dorongan tambahan bagi pasar global.
Komentar dari pelaku pasar menunjukkan bahwa risiko terburuk belum sepenuhnya hilang. Namun, kemungkinan eskalasi dalam waktu dekat dinilai mulai berkurang.
Emas Masih Tertekan di Tengah Harapan Damai
Harga emas sempat turun tajam sebelum akhirnya memangkas kerugian. Logam mulia ini tetap berada dalam tekanan akibat ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi.
Spot gold tercatat turun sekitar 1,7% ke level $4.408 per ons, setelah sebelumnya sempat merosot lebih dalam. Kontrak berjangka emas juga mengalami penurunan signifikan.
Meski ada harapan deeskalasi konflik, pasar masih mempertimbangkan dampak jangka panjang dari perang terhadap inflasi global. Hal ini membuat emas belum sepenuhnya kembali diminati sebagai aset safe haven.
Pernyataan Trump Jadi Penggerak Utama Pasar
Presiden Donald Trump menegaskan bahwa pembicaraan dengan Iran berlangsung konstruktif. Ia bahkan memerintahkan Pentagon untuk menunda serangan selama lima hari.
Langkah ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa jalur diplomasi mulai diutamakan. Meski Iran membantah adanya dialog langsung, pasar tetap melihat peluang meredanya konflik.
Perkembangan ini menjadi faktor utama yang mendorong perubahan sentimen global secara cepat. Investor kini lebih fokus pada potensi solusi dibandingkan eskalasi konflik.
Prospek Harga Emas Selasa | 24 Maret 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga sempat turun tajam hingga membentuk low baru di kisaran 4.099, lalu mengalami rebound dan kini bertahan di atas support 4.351. Bertahannya harga di atas level ini membuka peluang koreksi naik untuk menguji resistance di 4.600 hingga 4.726. Dari sisi indikator, RSI terlihat mulai naik dari area oversold dan kini berada di sekitar level 30–40, mengindikasikan adanya momentum rebound meski belum cukup kuat untuk membalikkan tren.
Sementara itu, SMA 50 masih berada di atas harga dan cenderung menurun, yang menegaskan bahwa tren utama tetap bearish. Dengan demikian, kenaikan saat ini lebih bersifat sebagai technical pullback selama harga masih bergerak di bawah SMA 50 dan area resistance penting.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.600 R2 4.726 R3 4.803
S1 4.351 S2 4.223 S3 4.099
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.380 |
| Profit Target Level | 4.600 |
| Stop Loss Level | 4.315 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.600 |
| Profit Target Level | 4.500 |
| Stop Loss Level | 4.650 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 24 Maret 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya sempat bergerak dalam fase sideways di area 92,09 hingga 101,20, namun tekanan jual kembali muncul setelah harga gagal bertahan di atas resistance tersebut. Penurunan tajam terbaru membawa harga turun menembus area SMA 50, yang kini mulai mendatar hingga cenderung berbalik arah, mengindikasikan melemahnya momentum bullish sebelumnya.
Dari sisi indikator, RSI berada di kisaran level 30–40 dan cenderung melemah, menunjukkan tekanan bearish masih dominan meski belum sepenuhnya oversold. Selama harga tetap berada di bawah area 92,09 hingga 94,71, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji support di 84,40, kemudian 81,55 hingga 76,72. Namun, jika harga mampu kembali naik dan bertahan di atas area 94,71, maka ada peluang rebound terbatas untuk menguji kembali resistance di 101,20, meskipun secara keseluruhan bias masih cenderung bearish dalam jangka pendek.
US Oil INTRADAY AREA
R1 92,09 R2 94,71 R3 101,20
S1 84,40 S2 81,55 S3 76,72
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 84,50 |
| Profit Target Level | 92,00 |
| Stop Loss Level | 81,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 92,05 |
| Profit Target Level | 86,00 |
| Stop Loss Level | 94,75 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
