Market Summary
Peluang trading EUR/USD kembali menarik perhatian pelaku pasar pada sesi Eropa hari Selasa. Euro (EUR) bergerak naik tipis ke kisaran 1,1395 terhadap Dolar AS (USD). Penguatan pasangan mata uang ini terjadi karena Dolar AS mengalami koreksi menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS) untuk periode Juni. Data tersebut akan dipublikasikan pukul 12.30 GMT.
Dalam perdagangan sesi Eropa, Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,13% ke level sekitar 101,15. Indeks ini mengukur nilai Dolar terhadap enam mata uang utama dunia.
Sorotan Utama: Rilis Data CPI AS Juni
Investor memantau ketat rilis data inflasi AS pekan ini. Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Juni menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan memandang inflasi tinggi sebagai “risiko dominan” yang masih membayangi perekonomian.
Badan Statistik Ketenagakerjaan AS (BLS) dijadwalkan merilis data CPI Juni pada hari Selasa. Laporan tersebut diperkirakan menunjukkan penurunan inflasi konsumen. Pelemahan harga minyak mentah pasca gencatan senjata antara AS dan Iran menjadi salah satu pendorong utama tren tersebut.
Secara bulanan, CPI diperkirakan turun 0,1%, setelah sebelumnya naik 0,5% pada Mei. Sementara itu, angka tahunan diperkirakan melandai ke 3,8% dari 4,2% pada bulan sebelumnya, yang sempat menjadi level tertinggi sejak Mei 2023. CPI inti, yang tidak memperhitungkan harga pangan dan energi, diperkirakan naik 0,2% secara bulanan dan 2,9% secara tahunan, stabil dibandingkan Mei.
Harga minyak mentah turun lebih dari 20% sepanjang Juni setelah sebelumnya anjlok hampir 17% pada Mei. Harga minyak kini kembali ke level sebelum konflik, seiring investor menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran pada 17 Juni untuk memulai negosiasi mengakhiri konflik. Penurunan angka CPI bulanan pun bukan menjadi kejutan besar bagi pasar.
Analis TD Securities memberikan pandangan mereka menjelang rilis data ini. Mereka memperkirakan inflasi inti naik 0,20% secara bulanan, dengan harga barang yang melunak dan normalisasi biaya sewa hunian turut menjaga inflasi inti tetap stabil. Meski demikian, guncangan harga minyak tahun ini berpotensi terus mengerek tarif penerbangan. Mereka menilai risiko terhadap proyeksi mereka kini lebih seimbang dibanding laporan-laporan sebelumnya, dengan perkiraan CPI headline turun 0,22% secara bulanan, didorong oleh penurunan harga bensin sebesar 10%.
Peringatan Pejabat The Fed soal Risiko Inflasi
Gubernur Federal Reserve (Fed), Christopher Waller, memberikan peringatan pada hari Senin terkait potensi pengetatan kondisi moneter dalam waktu dekat jika angka inflasi kembali naik. Waller menyampaikan komentarnya dalam laporan Reuters.
“Saya tidak menganggap enteng sinyal-sinyal inflasi yang saya bahas hari ini. Jika angka inflasi inti kembali panas pekan ini, maka FOMC perlu mempertimbangkan pengetatan kebijakan moneter dalam waktu dekat,” ujar Waller.
Selain itu, Ketua Fed Kevin Warsh dijadwalkan memberikan kesaksian di hadapan Kongres pada hari yang sama. Warsh kemungkinan besar tidak memberikan sinyal baru terkait arah suku bunga AS. Ia sebelumnya menegaskan dalam konferensi pers kebijakan Juni bahwa panduan ke depan (forward guidance) dinilai kurang sesuai untuk kondisi kebijakan saat ini.
Sinyal dari Bank Sentral Eropa untuk Euro
Selain data CPI AS, investor juga mencari sinyal baru terkait langkah European Central Bank (ECB) ke depan. Pertanyaan utama pasar adalah apakah ECB akan kembali menaikkan suku bunga tahun ini. Analis MUFG memperkirakan ECB akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan bulan September.
ECB sendiri telah menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan kebijakan Juni lalu. Bank sentral itu juga menegaskan akan tetap mengambil kebijakan berdasarkan data ke depan.
Peluang Trading EUR/USD Jelang Rilis Data
Peluang trading EUR/USD tetap terbuka menjelang rilis CPI AS sore ini. Pelemahan Dolar AS memberi ruang penguatan bagi Euro dalam jangka pendek. Namun, arah pergerakan pasangan mata uang ini masih sangat bergantung pada hasil aktual data inflasi AS dibandingkan proyeksi pasar.
Jika data CPI AS keluar lebih rendah dari perkiraan, Dolar berpotensi melemah lebih dalam dan mendukung penguatan EUR/USD. Sebaliknya, jika angka inflasi inti kembali panas, peringatan Waller soal pengetatan kebijakan moneter bisa terealisasi dan menekan kembali Euro. Trader disarankan memantau rilis data pukul 12.30 GMT serta kesaksian Warsh di Kongres untuk menangkap sinyal arah pasar selanjutnya.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot berada di 1.1410. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan target penurunan menuju area support 1.1375, kemudian 1.1355, hingga 1.1340.
Sebaliknya, jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas level 1.1410, peluang pembalikan arah ke bullish akan terbuka dengan target kenaikan menuju area resistance 1.1425 hingga 1.1440.
Resistance 1: 1.1410 Resistance 2: 1.1425 Resistance 3: 1.1440
Support1: 1.1375 Support 2: 1.1355 Support 3: 1.1340
Baca juga: Peluang Trading Emas di Tengah Memanasnya Konflik Geopolitik
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
