Market Summary
JOLTS Job Openings menjadi fokus utama pasar pada sesi New York, dengan data terbaru menunjukkan forecast di 6.89 juta, lebih rendah dari previous 6.95 juta. Penurunan ini mengindikasikan potensi mulai melonggarnya pasar tenaga kerja AS.
USD/JPY bergerak melemah tipis ke area 159.60 pada sesi Eropa, seiring dolar AS yang cenderung tertahan. Pelaku pasar mulai berhati-hati menjelang rilis data tenaga kerja ini karena bisa mengubah ekspektasi kebijakan The Fed.
Dolar AS Tertahan Meski Sentimen Risiko Membaik
Indeks dolar AS (DXY) masih bergerak datar di sekitar 100.45. Sentimen global sebenarnya membaik setelah muncul indikasi de-eskalasi konflik Timur Tengah, namun dolar tidak melemah signifikan karena harga minyak tetap tinggi di atas $100 per barel.
Ekspektasi suku bunga juga masih menjadi faktor utama. Pasar sempat mengurangi peluang pemangkasan suku bunga, tetapi pernyataan dovish dari The Fed kembali membuka ruang penurunan di akhir tahun.
Dalam kondisi ini, hasil JOLTS Job Openings akan sangat krusial. Jika data aktual lebih rendah dari forecast 6.89 juta, tekanan terhadap dolar bisa semakin besar. Sebaliknya, jika data kembali mendekati atau melebihi previous 6.95 juta, dolar berpotensi menguat.
Yen Menguat di Tengah Ancaman Intervensi Jepang
Yen Jepang menunjukkan ketahanan dengan USD/JPY yang sempat turun di bawah level 160.00. Otoritas Jepang secara aktif memberikan sinyal intervensi untuk menahan pelemahan yen.
Pernyataan Menteri Keuangan Jepang mengenai kemungkinan “tindakan tegas” meningkatkan risiko intervensi langsung di pasar. Hal ini menjadi faktor pembatas kenaikan USD/JPY.
Selain itu, kenaikan harga energi dan pelemahan yen mendorong tekanan inflasi di Jepang, yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan dalam waktu dekat.
Kombinasi Data dan Minyak Picu Volatilitas Pasar
Pergerakan USD/JPY saat ini dipengaruhi oleh kombinasi data ekonomi, harga minyak, dan geopolitik. Harga energi yang tinggi menjaga tekanan inflasi global tetap kuat, sementara potensi de-eskalasi konflik memberi sedikit ruang bagi aset berisiko.
Dengan forecast yang lebih rendah dari previous, JOLTS Job Openings berpotensi menjadi pemicu volatilitas jangka pendek. Selain itu, arus rebalancing akhir bulan dan kinerja ekuitas AS juga bisa memicu pergerakan tambahan pada dolar.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih memiliki potensi bergerak bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 159,50. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 160,00, dilanjutkan ke 160,20 hingga 160,45.
Sebagai skenario alternatif, jika harga turun dan menembus di bawah 159,50, tekanan jual berpotensi meningkat dengan target penurunan menuju area support 159,30 hingga 159,15.
Resistance 1: 160,00 Resistance 2: 160,20 Resistance 3: 160,45
Support1: 159,50 Support 2: 159,30 Support 3: 159,15
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
