Market Summary
Peluang trading emas jelang rilis CPI AS kembali mencuat setelah harga emas (XAU/USD) pulih pada sesi Asia. Logam mulia bangkit dari area terendah mingguan di sekitar 4.878–4.877 dan bergerak mendekati level psikologis 5.000. Pelaku pasar kini bersikap lebih berhati-hati sambil menanti rilis inflasi Amerika Serikat yang berpotensi mengarahkan kebijakan Federal Reserve.
Pergerakan ini terjadi setelah tekanan jual tajam sehari sebelumnya. Minat beli muncul kembali karena investor mencari aset lindung nilai menjelang data penting. Emas tetap sensitif terhadap ekspektasi suku bunga dan pergerakan dolar AS.
Data Tenaga Kerja dan Dampaknya ke Dolar AS
Laporan Nonfarm Payrolls yang solid membuat pasar memangkas peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Kondisi ini menjaga US Dollar Index tetap bertahan, meski tidak jauh dari level terendah dua pekan. Dolar yang stabil sempat menekan emas, namun dampaknya mulai mereda.
Di sisi lain, data Klaim Pengangguran AS terbaru menunjukkan sinyal pelemahan pasar tenaga kerja. Jumlah klaim awal turun ke 227 ribu, namun klaim berkelanjutan naik ke 1,862 juta. Angka ini menegaskan adanya slack di pasar tenaga kerja, yang kerap mendukung harga emas.
Sentimen Risiko Global Dukung Emas
Nada lemah di pasar saham global turut mendorong arus dana ke aset safe haven. Emas kembali mendapat dukungan dari perubahan sentimen risiko ini. Meski begitu, pelaku pasar cenderung menahan posisi besar hingga data inflasi dirilis.
Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah pembeli mampu menjaga momentum di atas area psikologis penting. Jika tidak, pasar bisa kembali bergerak datar sambil menunggu katalis baru.
Fokus Utama: Rilis CPI AS
Perhatian pasar tertuju pada laporan Consumer Price Index (CPI) Januari yang akan dirilis oleh Bureau of Labor Statistics. Inflasi utama diperkirakan turun ke 2,5% dari 2,7%, sementara inflasi inti juga diproyeksikan melambat ke 2,5%. Angka bulanan diprediksi bertahan di 0,3%.
Meski CPI bukan indikator inflasi favorit The Fed, data ini sering memicu volatilitas tinggi. CPI memberi petunjuk awal tentang arah tekanan harga. Karena itu, Peluang trading emas jelang rilis CPI AS sangat ditentukan oleh seberapa jauh data tersebut menyimpang dari ekspektasi pasar.
Implikasi Kebijakan The Fed dan Prospek Emas
Pasar saat ini menilai peluang The Fed menahan suku bunga pada pertemuan berikutnya sangat besar. Alat CME FedWatch menunjukkan probabilitas tersebut mendekati 91%. Sejumlah pejabat The Fed juga memberi sinyal bahwa kebijakan moneter sudah cukup ketat dan membuka ruang pelonggaran ke depan.
Jika CPI lebih rendah dari perkiraan, dolar berpotensi melemah dan emas bisa melanjutkan penguatan. Sebaliknya, inflasi yang lebih panas dapat menahan reli emas dalam jangka pendek. Dengan kondisi ini, manajemen risiko menjadi kunci saat memanfaatkan peluang trading emas jelang rilis CPI AS.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai pergerakan harga emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish dengan level pivot di 5.007. Selama harga bertahan di bawah area tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan potensi penurunan menuju area support 4.910, kemudian 4.875, hingga 4.845.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga mampu menembus dan bergerak stabil di atas 5.007, maka peluang penguatan terbuka untuk menguji area resistance di kisaran 5.040–5.080.
Resistance 1: 5.007 Resistance 2: 5.040 Resistance 3: 5.080
Support1: 4.910 Support 2: 4.875 Support 3: 4.845
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
