Download TPFx Mobile Available On

Market Highlight (17/07/2026)

by Annan Firsta

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity: Bullish  Range        0,70000 – 0,70500

Penguatan mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback terus berlanjut. Dimana mata uang Australia ini tetap berada di dekat level tertinggi tiga minggu karena pelemahan dolar AS mengimbangi kekhawatiran atas meningkatnya konflik di Timur Tengah. AS telah meluncurkan gelombang serangan lain terhadap aset militer pesisir Iran dan memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap Iran. Konflik yang kembali memanas ini mendorong harga minyak naik tajam dan memicu kekhawatiran baru tentang inflasi. Namun, melemahnya dolar AS secara umum menopang dolar Australia, karena meredanya tekanan inflasi AS mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Di Australia, ekspektasi inflasi telah melambat selama tiga bulan berturut-turut ke level terendah enam bulan sebesar 4,7% pada Juli 2026, turun dari 5,5% pada bulan sebelumnya. Pasar saat ini memperkirakan hanya ada peluang 20% ​​untuk kenaikan suku bunga pada bulan Agustus dan sekitar 60% pada bulan Desember. Para pedagang kini menunggu data penting terkait ketenagakerjaan dan inflasi yang akan dirilis akhir bulan ini untuk mendapatkan petunjuk baru tentang prospek kebijakan.

Pivot : 0,69964

R1 : 0,70073          S1 : 0,69809

R2 : 0,70228          S2 : 0,69700

R3 : 0,70337          S3 : 0,69545


USDJPY

Opportunity: Bullish  Range       162,300 – 162,800

Sebelumnya mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS sempat bergerak menguat meski terbatas dan sementara. Namun tidak lama kemudian Yen kembali mengalami pelemahan. Penguatan sebelumnya terjadi imbas mendapat dukungan dari Dollar AS yang lebih lemah setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan meredakan kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga Federal Reserve yang akan segera terjadi. Namun, prospek tetap suram akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dengan harga minyak naik setelah pasukan AS melakukan serangan tambahan terhadap Iran sambil memberlakukan kembali blokade AS terhadap Teheran di Selat Hormuz. Di Jepang, data menunjukkan pesanan mesin menurun lebih dari yang diperkirakan pada bulan Mei, menyoroti kelemahan yang meluas dalam investasi bisnis. Terlepas dari pemulihan yang moderat, yen tetap berada di dekat level terendah 40 tahun di tengah tidak adanya langkah-langkah konkret dari Tokyo untuk memperkuat mata uang tersebut. Sebuah laporan baru-baru ini juga menunjukkan bahwa Jepang tidak memiliki rencana segera untuk menyesuaikan alokasi aset dana pensiun negara, meredam ekspektasi dukungan jangka pendek untuk aset domestik.

Pivot : 162,297

R1 : 162,621          S1 : 162,057

R2 : 162,861          S2 : 161,733

R3 : 163,185          S3 : 161,493


GBPUSD

Opportunity  : Bearish menuju  :  1.3408 –  1.3357

Diluar perkiraan, Pounds ditutup melemah pada perdagangan Kamis kemarin. Pound sterling tertekan turun sekitar 0,5% menuju 1,3470 akibat permintaan luas terhadap Dolar AS. Indeks Dollar menguat terdorong data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan. Indeks Dolar AS (DXY) naik sekitar 0,3% menuju level 100,80. Klaim pengangguran awal AS turun ke angka 208 ribu, berada di bawah perkiraan pasar sebesar 217 ribu dan realisasi minggu sebelumnya sebanyak 216 ribu. Angka ini menandai level terendah dalam dua bulan terakhir dan menegaskan ketahanan pasar tenaga kerja AS di tengah berbagai tekanan ekonomi global. Pelemahan mata-uang Poundsterling seiring dengan meningkatnya Eskalasi menyusul serangan baru AS terhadap target militer Iran dan pembalasan Teheran terhadap pangkalan AS di negara-negara tetangga, yang meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan Selat Hormuz dan mendorong harga minyak mentah ke level tertinggi dalam satu bulan. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini menyusul akan rilisnya data ekonomi AS Industrial Production dan Michigan Consumer Sentiment pada malam nanti yang diperkirakan akan mengalami kenaikan.

 Open  : 1.3476    Pivot  1.3492

R1  : 1.3525          S1  : 1.3441

R2  : 1.3575          S2  : 1.3408

R3  : 1.3610          S3  : 1.3357


EURUSD

Opportunity  : Bearish menuju  1.1403 – 1.1376

Euro tertekan oleh penguatan U.S Dollar pada perdagangan Kamis kemarin. Dolar AS menguat pada perdagangan Kamis, terdorong data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan. Indeks Dolar AS (DXY) naik sekitar 0,3% menuju level 100,80. Kondisi ini berlangsung meski data penjualan ritel AS menunjukkan perlambatan pertumbuhan. EUR turun sekitar 0,2% menuju 1,1440 seiring pelaku pasar menanti laporan final inflasi zona Euro. Inflasi inti HICP diperkirakan bertahan di 2,4% secara tahunan, sementara inflasi utama diprediksi turun 0,1% secara bulanan. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang juga disebabkan akan rilisnya data ekonomi AS Industrial Production dan Michigan Consumer Sentiment pada malam nanti yang diperkirakan akan mengalami kenaikan.

Open  : 1.1441 Pivot  : 1.1448

R1  : 1.1466      S1  : 1.1421

R2  : 1.1493     S2  : 1.1403

R3  : 1.1511     S3  : 1.1376


USDCHF

Opportunity  : Bullish menuju  :  0.8133  –  0.8171

Swiss Franc kembali tertekan setelah menguat di sesi sebelumnya. Swiss Franc tertekan oleh Penguatan Dolar AS yang ditopang data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan. Indeks Dolar AS (DXY) naik sekitar 0,3% menuju level 100,80. Klaim pengangguran awal AS turun ke angka 208 ribu, berada di bawah perkiraan pasar sebesar 217 ribu dan realisasi minggu sebelumnya sebanyak 216 ribu. Angka ini menandai level terendah dalam dua bulan terakhir dan menegaskan ketahanan pasar tenaga kerja AS di tengah berbagai tekanan ekonomi global. Disisi-lain pertumbuhan penjualan ritel AS melambat menjadi 0,2% secara bulanan pada Juni, jauh di bawah capaian 1,0% pada bulan sebelumnya. Pelaku pasar akan memantau rilis data penting AS turut dinanti, termasuk Housing Starts, Building Permits, Industrial Production, dan Indeks Sentimen Konsumen Michigan versi awal. Rangkaian data ini berpotensi menjadi penggerak arah pasar mata uang menjelang akhir pekan. CHF masih berpotensi untuk tertekan pada perdagangan hari ini.

Open  : 0.8086  Pivot  : 0.8071

R1  : 0.8108       S1  : 0.8046

R2  : 0.8133       S2  : 0.8008

R3  : 0.8171       S3. : 0.7983


DXY

Opportunity: Bullish  Range         100,700 – 101,000

Geliat tanda penguatan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya mulai nampak di market. Kondisi mata uang Greenback ini tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang kembali naik dan sentuh level tertinggi hariannya di 100,831. Penguatan ini disebabkan oleh, karena investor menilai data ekonomi terbaru yang menunjukkan ketahanan berkelanjutan dalam perekonomian AS. Penjualan ritel naik sesuai dengan ekspektasi, dengan harga bensin yang lebih rendah menekan penerimaan di SPBU, sementara penjualan di dealer kendaraan bermotor dan pengecer non-toko tetap kuat. Sementara itu, klaim pengangguran awal turun ke level terendah dua bulan di angka 208 ribu. Pasar juga terus memantau perkembangan di Timur Tengah, dengan harga minyak berada di dekat level tertinggi satu bulan setelah AS mengintensifkan serangannya terhadap Iran. Dengan latar belakang ini, pasar saat ini memperkirakan sekitar 12% kemungkinan kenaikan suku bunga oleh The Fed bulan ini, sementara kemungkinan kenaikan pada bulan September berada di angka sekitar 56%. Dollar AS sebagian besar menguat terhadap Poundsterling Inggris dan Euro.

Pivot : 100,658

R1 :  100,879         S1 :  100,485 

R2 :  101,052         S2 :  100,264

R3 :  101,273         S3 :  100,091

 


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bearish ke area 60,115

Indeks Nikkei 225 turun 2,8% menjadi di bawah 65.000, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 1,3% menjadi 3.975 pada hari Jumat, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya dan mengikuti penurunan Wall Street setelah aksi jual tajam di saham semikonduktor. Pelemahan ini terjadi karena investor semakin mempertanyakan apakah valuasi tinggi produsen chip terkait AI masih dibenarkan oleh ekspektasi pertumbuhan industri yang ambisius. Sentimen pasar juga tertekan oleh meningkatnya konflik antara AS dan Iran, yang mendorong harga minyak lebih tinggi dan membuat tekanan inflasi serta kekhawatiran suku bunga tetap menjadi fokus. Saham teknologi dan terkait AI memimpin penurunan di Jepang, dengan Kioxia Holdings anjlok 15%, Tokyo Electron turun 4,5%, SoftBank Group kehilangan 6,3%, Advantest turun 5,9%, dan Murata Manufacturing merosot 7,7%. Indeks Nikkei 225 dan Topix kini berada di jalur untuk mencatat kerugian mingguan masing-masing hampir 6% dan 2%

Pivot : 62,026

R1 : 63,068      S1 : 60,773

R2 : 64,321      S2 : 59,731

R3 : 66,616     S3 : 57,436


HANGSENG

Opportunity: Menguji support ke area: 25,434

Indeks Hang Seng naik 1,3%, atau 328 poin, dan ditutup pada 25.009 pada hari Kamis, memperpanjang kenaikan karena sentimen investor membaik setelah data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan dan optimisme di pasar global. Reli tersebut didukung oleh pembelian saham sektor keuangan, konsumen, dan teknologi, sementara investor terus beralih ke saham-saham yang terdaftar di Hong Kong meskipun data ekonomi Tiongkok lebih lemah dari perkiraan. Sentimen pasar meningkat setelah harga produsen AS secara tak terduga turun pada bulan Juni, memperkuat ekspektasi bahwa tekanan inflasi mereda. Namun, investor tetap berhati-hati karena harga minyak mentah memperpanjang kenaikan setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran, meningkatkan kekhawatiran bahwa meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dapat mengganggu pasokan energi global dan menjaga tekanan inflasi tetap tinggi. Saham-saham yang mengalami kenaikan signifikan antara lain Tencent (2,1%), Xiaomi (6,2%), Meituan (4,9%), Kuaishou (5,6%), dan Pop Mart International (6,9%).

Pivot : 25,870

R1 : 26,094    S1 : 25,448

R2 : 26,516    S2 : 25,224

R3 : 27,162    S3 : 24,578


NASDAQ

Opportunity: Sell Limit: 29,737| SL: 29,840 | TP: 28,500

Kontrak berjangka saham AS sedikit turun pada hari Jumat setelah indeks utama mengalami penurunan pada sesi sebelumnya, tertekan oleh aksi jual besar-besaran di saham semikonduktor. Investor juga mencerna laporan pendapatan perusahaan terbaru, dengan Netflix anjlok hampir 9% dalam perdagangan lanjutan setelah hasilnya mengecewakan investor yang sudah khawatir tentang melambatnya keterlibatan pengguna dan meningkatnya persaingan dari platform video pendek. Selama sesi reguler Kamis, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 1,4%, sementara S&P 500 dan Dow Jones masing-masing turun 0,51% dan 0,2%. Para pelaku pasar semakin mempertanyakan apakah valuasi tinggi dari produsen chip terkait AI masih dapat dibenarkan mengingat ekspektasi pertumbuhan industri yang agresif. Micron Technology dan AMD masing-masing merosot lebih dari 5%, sementara SanDisk anjlok lebih dari 12%, Broadcom kehilangan sekitar 5%, dan saham SK Hynix yang terdaftar di AS jatuh lebih dari 13%.

Pivot : 29,057.92

R1 : 29,889.08     S1 : 28,291.17

R2 : 30,676.17      S2 : 27,439.67

R3 : 32,294.42      S3 : 25,821.42



COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF

Gold

Opportunity: Bearish menguji support 3.942  

Harga emas tertahan di bawah level US$4.000 per ons pada perdagangan Jumat, dan berada di jalur untuk mencatatkan pelemahan lebih dari 3% dalam sepekan. Tekanan pada logam mulia ini utamanya bersumber dari eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang mendorong harga minyak melonjak dan pada gilirannya memicu kekhawatiran baru terhadap tekanan inflasi serta arah suku bunga ke depan. Sepanjang pekan ini, Amerika Serikat melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran, sementara Presiden Donald Trump memperingatkan kemungkinan menyasar infrastruktur Iran pekan depan apabila upaya diplomatik tidak membuahkan hasil. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke pangkalan-pangkalan AS di negara-negara tetangga, yang semakin memicu kekhawatiran pasar akan perluasan konflik dan gangguan pasokan energi yang berkepanjangan dari kawasan tersebut.

Di sisi lain, data inflasi AS yang dirilis pekan ini menunjukkan angka lebih lunak dari perkiraan, sehingga kemungkinan kenaikan suku bunga pada Juli praktis telah tersingkir dari ekspektasi pasar. Meski demikian, Ketua The Fed Kevin Warsh kembali menegaskan komitmennya untuk memulihkan stabilitas harga, dan pelaku pasar pun masih terbelah pendapat mengenai peluang kenaikan suku bunga pada September. Ketidakpastian arah kebijakan moneter inilah yang turut membebani emas, mengingat sifatnya sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding), sehingga daya tariknya berkurang di tengah spekulasi suku bunga yang masih tinggi.

Pivot : 4.014

R1  4.014   R2  4.081  R3 4.115

S1  3.942  S2  3.886  S3  3.819


Oil

Opportunity : Bullish menguji resistance 81,22

Harga minyak mentah bertahan stabil di atas US$79 per barel pada Jumat, dan diperkirakan akan mencatatkan kenaikan signifikan lebih dari 11% untuk periode sepekan. Lonjakan tajam ini didorong oleh memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran mendalam terhadap potensi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah. Sepanjang pekan, AS melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran, termasuk yang dilaporkan mengenai sebuah kapal tanker minyak di dekat terminal ekspor utama negara tersebut, sebuah insiden pertama sejak AS kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Presiden Donald Trump turut memperingatkan bahwa AS dapat menyasar infrastruktur Iran pekan depan jika jalur diplomasi tidak menghasilkan terobosan.

Ketegangan semakin diperparah dengan laporan bahwa Teheran telah menginstruksikan kelompok pemberontak Houthi di Yaman untuk menutup Selat Bab el-Mandeb, jalur krusial bagi ekspor minyak Arab Saudi melalui Laut Merah, apabila infrastruktur kelistrikan Iran turut diserang. Sebagai dampak dari meningkatnya risiko tersebut, lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz tercatat menurun tajam, meski sebagian kapal masih melanjutkan pelayaran melintasi jalur strategis tersebut. Situasi ini menegaskan betapa rentannya pasokan energi global terhadap gejolak geopolitik di kawasan yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.

Pivot: 77,79

R1 81,22        S1  77,79

R2  85,55        S2 76,02

R3  88,61        S3  73,38


DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Jumat, 17 Juli 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

Strategi Supply & Demand Menjelang Penutupan Perdagangan Pekan Ini

Catat jam dan waktunya ya!

  Jumat, 17 Juli 2026 
  14.00 WIB
  Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy