FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,71700 – 0,72300
Pelemahan terbatas dan sementara terjadi pada mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS. Namun kondisi tersebut menandai sesi penurunan ketiga berturut-turut dan mencapai level terendah dalam hampir tiga minggu, karena investor terus lebih memilih Dollar AS sebagai aset aman di tengah ketidakpastian atas negosiasi perdamaian AS-Iran. Presiden Trump memperingatkan bahwa “waktu terus berjalan” bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan, sementara Kantor Berita Mehr Iran mengatakan Washington belum menawarkan “konsesi nyata” dan terus menuntut persyaratan yang tidak dapat diterima. Di dalam negeri, perhatian kini beralih ke notulen rapat RBA akhir pekan ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan, setelah bank sentral menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 4,35% pada bulan Mei. Investor juga memperhatikan pernyataan dari Sarah Hunter, yang diperkirakan akan tetap berhati-hati dan menjaga opsi kenaikan suku bunga tetap terbuka jika inflasi tetap tinggi. Sementara itu, laporan pasar tenaga kerja bulan April akan dipantau secara cermat untuk melihat tanda-tanda bahwa kenaikan suku bunga dan biaya bahan bakar membebani permintaan dan aktivitas ekonomi.
Pivot : 0,71564
R1 : 0,71947 S1 : 0,71290
R2 : 0,72221 S2 : 0,70907
R3 : 0,72604 S3 : 0,70633
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 158,800 – 159,300
Pelemahan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback terus terjadi. Kondisi Yen ini merupakan sesi penurunan keenam berturut-turut karena dolar AS terus menguat di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin perlu menaikkan suku bunga tahun ini untuk mengendalikan inflasi. Inflasi AS meningkat akibat guncangan harga energi yang berasal dari konflik Timur Tengah, sementara AS dan Iran masih gagal mencapai kesepakatan perdamaian atau membuat kemajuan dalam membuka kembali Selat Hormuz. Yen juga semakin mendekati ambang batas kunci 160 per dolar yang sebelumnya memicu intervensi oleh otoritas Tokyo pada akhir April untuk mendukung mata uang tersebut. Para pelaku pasar tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi lain, terutama setelah beberapa pejabat Jepang mengisyaratkan bahwa tidak ada batasan seberapa sering otoritas dapat turun tangan di pasar valuta asing. Menambah fokus, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan dukungan untuk upaya Jepang baru-baru ini untuk menstabilkan yen.
Pivot : 158,779
R1 : 159,069 S1 : 158,488
R2 : 159,360 S2 : 158,198
R3 : 159,650 S3 : 157,907
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3301 – 1.3246
Diluar perkiraan, Pounds ditutup menguat pada perdagangan Senin kemarin. Indeks Dollar AS yang turun 0,33% ke level 99,03 Akibat aksi ambil untung para pelaku pasar setelah reli dalam satu pekan terakhir. Pounds dapat menguat di tengah ketegangan politik Inggris yang sedang terjadi. Para pelaku pasar masih mengkhawatirkan ancaman tingkat Inflasi yang tinggi akibat naiknya harga energi. Kondisi ini diiringi dengan naiknya Yield Obligasi di beberapa negara besar yang ikut tinggi. Kenaikan yield obligasi global menjadi perhatian utama investor. Disisi lain Investor juga khawatir perang Iran dapat memicu lonjakan inflasi global melalui kenaikan harga energi. Kondisi tersebut berpotensi membuat bank sentral AS atau Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga untuk menahan tekanan harga. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini selain kondisi politik Inggris yang belum kondusif juga akan rilis laporan data Pengangguran yang diperkirakan tidak mengalami perubahan tetap di angka 4.9%.
Open : 1.3431 Pivot 1.3393
R1 : 1.3449 S1 : 1.3358
R2 : 1.3484 S2 : 1.3301
R3 : 1.3531 S3 : 1.3246
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1608 – 1.1574
Euro ditutup menguat pada perdagangan Senin kemarin. Penguatan mata-uang Euro akibat melemahnya Indeks Dollar AS sebesar 0,33% ke level 99,03 Akibat aksi ambil untung para pelaku pasar setelah reli dalam satu pekan terakhir. Penguatan mata-uang Euro juga terjadi di tengah ancaman tingkat Inflasi yang tinggi akibat naiknya harga energi. Harga minyak Brent naik ke level tertinggi dalam dua pekan karena pasar terus memantau perkembangan negosiasi untuk mengakhiri perang Iran. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati terhadap aset berisiko. Investor khawatir perang Iran dapat memicu lonjakan inflasi global melalui kenaikan harga energi. Kondisi tersebut berpotensi membuat bank sentral AS atau Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga untuk menahan tekanan harga. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang masih dibayangi oleh lonjakan harga minyak global dan konflik Timur-tengah.
Open : 1.1655 Pivot : 1.1640
R1 : 1.1660 S1 : 1.1628
R2 : 1.1678 S2 : 1.1608
R3 : 1.1717 S3 : 1.1574
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.7876 – 0.7899
Swiss Franc terkoreksi turun akibat aksi ambil untung setelah reli dalam satu pekan terakhir. Indeks Dollar AS yang turun 0,33% ke level 99,03. Penguatan mata-uang Swiss terjadi di tengah ancaman tingkat Inflasi yang tinggi akibat naiknya harga minyak global. Harga minyak Brent naik ke level tertinggi dalam dua pekan karena pasar terus memantau perkembangan negosiasi untuk mengakhiri perang Iran. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati terhadap aset berisiko. Investor khawatir perang Iran dapat memicu lonjakan inflasi global melalui kenaikan harga energi. Kondisi tersebut berpotensi membuat bank sentral AS atau Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga untuk menahan tekanan harga. CHF masih berpotensi 7ntuk melemah pada perdagangan hari ini yang masih dibayangi konflik Timur-tengah yang mengakibatkan tingginya harga energi yang dapat menekan mata-uang Swiss Franc.
Open : 0.7839 Pivot : 0.7853
R1 : 0.7862 S1 : 0.7839
R2 : 0.7876 S2 : 0.7823
R3 : 0.7899 S3. : 0.7801
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.39025 dengan target 1.38794 dan stop loss di atas 1.39488
Secara struktur, USDCAD masih berada dalam uptrend yang valid, ditandai dengan pola higher high dan higher low yang konsisten sejak pertengahan Maret. Namun, pergerakan terakhir menunjukkan fase retracement setelah harga gagal melanjutkan kenaikan di area 1.39400 dan saat ini terkoreksi menuju area keseimbangan di sekitar pivot 1.38871. Secara teknikal, posisi harga di area pivot ini menjadi titik krusial karena menentukan apakah tren bullish akan berlanjut atau justru terjadi koreksi lebih dalam.
Open price :1.38722 Pivot :1.38871
R1: 1.39025 S1: 1.38562
R2: 1.39334 S2: 1.38408
R3: 1.39488 S3: 1.38099
DXY
Opportunity: Bearish Range Limited 98,900 – 98,600
Tekanan mulai mewarnai pergerakan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya. Pelemahan tersebut terlihat pada Indeks Dolar AS (DXY) yang mulai menurun dan sentuh level terendah hariannya di 98,944. Kondisi Dollar AS ini mundur dari level tertinggi lebih dari satu bulan yang dicapai Jumat lalu, karena tanda-tanda kemajuan baru dalam negosiasi AS-Iran meningkatkan sentimen investor. Media Iran melaporkan bahwa Washington telah mengusulkan penangguhan sementara sanksi minyak hingga kesepakatan akhir tercapai, sementara laporan terpisah menunjukkan Teheran dapat menerima pembekuan jangka panjang pada program nuklirnya. Namun, situasi di Timur Tengah tetap sangat rapuh dan tidak pasti, dengan Selat Hormuz sebagian besar tetap tertutup. Akibatnya, harga minyak terus naik dan diperkirakan akan tetap tinggi, menambah tekanan inflasi global dan membatasi ruang lingkup bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter. Pasar saat ini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga dana federal tidak berubah hingga akhir tahun, meskipun kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan sebesar 25 bps telah meningkat menjadi sekitar 40%. Dollar AS melemah secara luas, dengan penurunan paling tajam tercatat terhadap Poundsterling Inggris.
Pivot : 99,103
R1 : 99,262 S1 : 98,797
R2 : 99,568 S2 : 98,638
R3 : 99,727 S3 : 98,332

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 60,115
Indeks Hang Seng turun 288 poin, atau 1,1%, dan ditutup pada 25.675 pada hari Senin, karena sentimen investor memburuk di tengah meningkatnya kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan di China dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pasar berada di bawah tekanan setelah data menunjukkan momentum ekonomi China melemah pada bulan April, dengan output industri dan penjualan ritel sama-sama di bawah ekspektasi karena biaya energi yang lebih tinggi. Selain itu, serangan drone memicu kebakaran di fasilitas nuklir di Uni Emirat Arab, sementara Arab Saudi melaporkan telah mencegat tiga drone. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump meminta Iran untuk bertindak cepat dalam mencapai kesepakatan dengan Washington. Investor juga menjadi waspada terhadap prospek pengetatan moneter lebih lanjut oleh bank sentral utama untuk menahan tekanan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga energi. Saham-saham sektor keuangan dan teknologi memimpin penurunan. Di antara saham-saham yang mengalami penurunan signifikan adalah Tencent Holdings (-2,1%), SMIC (-3,9%), Li Auto (-13,9%), Xiaomi (-0,7%), dan Meituan Class (-1,0%).
Pivot : 62,026
R1 : 63,068 S1 : 60,773
R2 : 64,321 S2 : 59,731
R3 : 66,616 S3 : 57,436
HANGSENG
Opportunity: Menguji support ke area: 25,434
Indeks Hang Seng turun 288 poin, atau 1,1%, dan ditutup pada 25.675 pada hari Senin, karena sentimen investor memburuk di tengah meningkatnya kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan di China dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pasar berada di bawah tekanan setelah data menunjukkan momentum ekonomi China melemah pada bulan April, dengan output industri dan penjualan ritel sama-sama di bawah ekspektasi karena biaya energi yang lebih tinggi. Selain itu, serangan drone memicu kebakaran di fasilitas nuklir di Uni Emirat Arab, sementara Arab Saudi melaporkan telah mencegat tiga drone. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump meminta Iran untuk bertindak cepat dalam mencapai kesepakatan dengan Washington. Investor juga menjadi waspada terhadap prospek pengetatan moneter lebih lanjut oleh bank sentral utama untuk menahan tekanan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga energi. Saham-saham sektor keuangan dan teknologi memimpin penurunan. Di antara saham-saham yang mengalami penurunan signifikan adalah Tencent Holdings (-2,1%), SMIC (-3,9%), Li Auto (-13,9%), Xiaomi (-0,7%), dan Meituan Class (-1,0%).
Pivot : 25,870
R1 : 26,094 S1 : 25,448
R2 : 26,516 S2 : 25,224
R3 : 27,162 S3 : 24,578
NASDAQ
Opportunity:Sell Limit: 29,420| SL: 29,520 | TP: 29,000
Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah pada hari Selasa setelah indeks utama mencatatkan sesi kerugian kedua berturut-turut, terutama tertekan oleh pelemahan saham teknologi. Selama sesi reguler Senin, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 0,07% dan 0,51%, karena aksi jual di produsen chip memori menyeret kedua indeks acuan tersebut lebih rendah untuk hari kedua berturut-turut. Penurunan tersebut menyusul penurunan hampir 7% pada saham Seagate setelah CEO Dave Mosley mengatakan pada konferensi JPMorgan bahwa membangun pabrik baru akan “memakan waktu terlalu lama,” yang memicu kekhawatiran bahwa perusahaan tersebut mungkin kesulitan untuk memenuhi permintaan terkait AI yang meningkat pesat. Saham pesaingnya, Micron Technology, juga turun sekitar 6%. Investor kini mengalihkan perhatian mereka ke serangkaian laporan pendapatan perusahaan baru yang akan dirilis Selasa, termasuk hasil dari Home Depot, Keysight Technologies, dan Toll Brothers, sambil juga memantau data penjualan rumah April yang tertunda untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang ekonomi AS.
Pivot : 29,103.08
R1 : 29,363.17 S1 : 28,788.42
R2 : 29,707.83 S2 : 28,498.33
R3 : 30,312.58 S3 : 27,893.58

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bearish selama di bawah 4.605, testing kembali support 4.525 – 4.480.
Harga emas dunia melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa dengan bergerak mendekati level USD 4.600 per troy ounce. Kenaikan ini terjadi setelah pasar merespons berkembangnya harapan bahwa Amerika Serikat dan Iran berpotensi kembali membuka jalur negosiasi diplomatik. Pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyebut penangguhan rencana serangan militer terhadap Iran memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global dan membantu meredakan sebagian kekhawatiran inflasi yang sebelumnya meningkat akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Trump mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah adanya permintaan dari Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab yang meyakini masih terdapat peluang tercapainya kesepakatan baru dengan Teheran yang dapat memenuhi kepentingan Washington. Meredanya risiko eskalasi konflik membuat pasar mulai mengurangi posisi defensif yang sebelumnya mendukung lonjakan harga emas sebagai aset safe haven.
Pivot : 4.560
R1 4.605 R2 4.646 R3 4.670
S1 4.525 S2 4.480 S3 4.420
Silver
Opportunity : Buy stop di 76.423 dengan target 77.609 dan stop loss dibawah 73.900
Pada XAGUSD, struktur besar masih menunjukkan downtrend, namun pergerakan terbaru memperlihatkan fase pullback bullish yang cukup kuat dari area bawah sekitar 68–70 hingga saat ini mendekati resistance penting. Kenaikan ini lebih bersifat korektif daripada pembalikan tren, karena belum ada perubahan struktur menjadi higher high yang signifikan pada timeframe H4. Saat ini harga bergerak di sekitar pivot 75.041 dan mendekati resistance 76.273, yang menjadi area kunci untuk menentukan arah selanjutnya.
Open price :75.003 Pivot :75.041
R1: 76.273 S1: 73.900
R2: 77.374 S2: 72.628
R3: 78.646 S3: 71.527
Oil
Opportunity :Meski koreksi, trend tetap bullish selama bertahan di atas 100,50 – 98,98, testing resistance 105,25.
Harga minyak mentah dunia mengalami koreksi pada perdagangan Selasa, dengan kontrak WTI turun mendekati level USD 102 per barel setelah sebelumnya mencatat kenaikan signifikan selama lebih dari sepekan terakhir. Pelemahan ini dipicu oleh pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyebut dirinya membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran setelah adanya desakan dari negara-negara Teluk Persia untuk memberi ruang bagi proses negosiasi baru.
Menurut Trump, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab meminta Washington untuk menahan tindakan militer karena pembicaraan serius dengan Teheran disebut kembali berlangsung. Pernyataan tersebut memunculkan optimisme di pasar bahwa ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah berpotensi mereda sehingga risiko gangguan pasokan energi global dapat berkurang. Namun hingga kini, pihak Iran belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim dimulainya kembali negosiasi tersebut.
Pivot: 100.50
R1 105,25 S1 100,50
R2 107,34 S2 98,98
R3 109,35 S3 97,43
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Selasa, 19 Mei 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Membaca Arah GBP/USD dengan Support & Resistance Jelang Data Tenaga Kerja Inggris
Catat jam dan waktunya ya!
| Selasa, 19 Mei 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
