Download TPFx Mobile Available On

Market Highlight (12/03/2026)

by Dewi Hernawati
Feature

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity:   Bullish  Range           0,71300 – 0,71800

Espektasi bahwa RBA akan segera menaikan suku bunganya kembali membuat penguatan mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback terus berlanjut. Bahkan Aussie mencapai level tertinggi sejak Mei 2022, didorong oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga minggu depan. Wakil gubernur Bank Sentral mengisyaratkan bahwa kenaikan harga minyak dapat mendorong inflasi lebih tinggi, meningkatkan tekanan untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan 17 Maret, yang oleh bank sentral digambarkan sebagai pertemuan yang “aktif” terkait suku bunga. Pasar dengan cepat menaikkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Maret menjadi sekitar 75%, naik dari di bawah 30% pada awal pekan, dengan langkah selanjutnya kini sepenuhnya diperkirakan akan terjadi pada bulan Agustus. Secara total, para pelaku pasar memperkirakan pengetatan kebijakan moneter sekitar 60 bps tahun ini, yang dapat mendorong suku bunga acuan di atas puncaknya pasca-pandemi yang dicapai ketika inflasi melebihi 7%. Saat ini, inflasi utama berada di angka 3,8% dan diperkirakan akan melampaui 4% karena harga bensin terus naik, sementara inflasi inti tetap tinggi di angka 3,4%, jauh di atas kisaran target 2-3% yang ditetapkan oleh RBA. Di tempat lain, pasar tetap waspada di tengah laporan yang saling bertentangan dan meningkatnya ketidakpastian seputar perang di Timur Tengah.

Pivot : 0,71498

R1 : 0,71875          S1 : 0,71126      

R2 : 0,72247          S2 : 0,70749

R3 : 0,72624          S3 : 0,70377


USDJPY

Opportunity:   Bullish  Range       158,900 – 160,500

Ketidakberdayaan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback terus berlanjut. Kondisi tersebut tetap berada di bawah tekanan karena meningkatnya ketidakpastian atas konflik Timur Tengah terus mendukung Dollar AS. Pemerintahan Trump mengirimkan sinyal yang beragam mengenai perang Iran, dengan Presiden Donald Trump mengatakan konflik tersebut dapat segera berakhir, sementara para pejabat senior mengindikasikan bahwa operasi militer semakin intensif dan pembicaraan diplomatik tetap tidak mungkin terjadi. Garda Revolusi Iran menolak klaim Trump, dan memperingatkan bahwa blokade akan berlanjut sampai serangan AS dan Israel berhenti. Sementara itu, harga minyak terus turun setelah muncul laporan bahwa IEA mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarahnya untuk membantu menenangkan pasar. Jepang sangat rentan terhadap guncangan harga minyak mengingat ketergantungannya pada impor energi, tetapi negara tersebut siap menggunakan cadangan daruratnya untuk mengimbangi risiko pasokan. Sementara itu, data menunjukkan bahwa harga produsen di Jepang naik 2% pada bulan Februari, menandai kenaikan paling lambat dalam hampir dua tahun.

Pivot : 158,586

R1 : 159,316          S1 : 158,206      

R2 : 159,696          S2 : 157,476

R3 : 160,426          S3 : 157,096


GBPUSD

Opportunity  :  Bearish menuju  :  1.3264  –  1.3318

Sesuai perkiraan, Pounds tertekan turun pada perdagangan Rabu kemarin. Tekanan mata-uang U,S Dollar terhadap Poundsterling terjadi setelah rilis data CPI AS yang rilis lebih tinggi dari angka sebelumnya. harga konsumen (CPI) naik 0,3% secara bulanan. Angka ini sesuai dengan perkiraan pasar dan lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,2% pada Januari. Secara tahunan, Inflasi AS tercatat sebesar 2,4% hingga Februari. Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi berada di level 2,5%. Kedua angka tersebut juga sesuai dengan ekspektasi pasar.

Data ini menunjukkan bahwa tekanan harga masih relatif terkendali. Namun, investor mulai mempertimbangkan risiko kenaikan inflasi baru setelah konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga energi global. Disatu sisi Pounds tidak memiliki data penting untuk melawan penguatan Dollar. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan mata-uang U,S Dollar masih mendominasi.

Open  : 1.3408           Pivot  1.3417

R1  : 1.3432                S1  : 1.3393

R2  : 1.3457                S2  : 1.3364

R3  : 1.3480                S3  : 1.3318


EURUSD

Opportunity  : Bearish menuju  1.1577 – 1.1546

Euro ditutup melemah pada perdagangan Rabu kemarin. Pelemahan mata-uang Euro terjadi setelah rilis data CPI AS mengalami kenaikan dari angka sebelumnya. harga konsumen (CPI) naik 0,3% secara bulanan. Angka ini sesuai dengan perkiraan pasar dan lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,2% pada Januari. Secara tahunan, Inflasi AS tercatat sebesar 2,4% hingga Februari. Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi berada di level 2,5%. Kedua angka tersebut juga sesuai dengan ekspektasi pasar. Disatu sisi Presiden Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde, menegaskan bahwa European Central Bank akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Ia menyatakan bahwa ECB akan melakukan segala upaya untuk mencegah terulangnya lonjakan harga energi seperti yang terjadi pada tahun 2022. Inflasi dapat kembali melonjak akibat konflik geopolitik Timur-tengah yang mengakibatkan naiknya harga di sektor energy. EUR masih berpotensi melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan Dominasi mata-uang U,S Dollar.

Open  : 1.1572           Pivot  : 1.1593

R1  : 1.1613                S1  : 1.1559

R2  : 1.1649                S2  : 1.1518

R3  : 1.1696                S3  : 1.1473

 


USDCHF

Opportunity  :  Bullish menuju  :  0.7839  –  0.7879

Swiss Franc kembali tertekan oleh penguatan U.S Dollar pada perdagangan Rabu kemarin. Rilisnya data Inflasi AS yang mengalami kenaikan mendorong penguatan U.S Dollar. Swiss yang tidak memiliki data pendukung untuk menguat membuat mata-uang Franc ditutup lebih tinggi. CHF masih berpotensi untuk melemah akibat ancaman kenaikan Inflasi akibat konflik geopolitik di Timur-tengah yang mengakibatkan naiknya harga di sektor Energi. Disatu-sisi penguatan Dollar masih mendominasi didukung data ekonomi AS yang masih cukup solid.

Open  : 0.7797           Pivot  : 0.7787

R1  : 0.7808                S1  : 0.7764

R2  : 0.7839                S2  : 0.7749

R3  : 0.7879                S3. : 0.7728


USDCAD

Opportunity : buy stop di 1.36130 dengan target 1.36382 dan stop loss dibawah 1.35617

Secara struktur market pada timeframe H4, USDCAD masih berada dalam fase bearish correction setelah sebelumnya membentuk lower high dan impuls turun kuat pada awal Maret. Penurunan tajam yang terlihat di chart menandakan adanya break struktur dari area 1.36600 menuju area support pivot, yang menunjukkan dominasi seller masih cukup kuat. Saat ini harga sedang bergerak sideways consolidation di sekitar area pivot point 1.35831, yang biasanya menjadi zona keseimbangan antara buyer dan seller sebelum menentukan arah berikutnya.

Open price :1.35876        Pivot :1.35831

R1 :1.36120         S1 :1.35617

R2 :1.36334         S2 :1.35328

R3 :1.36623         S3 :1.35114


DXY

Opportunity:   Bullish Range            99,200 – 99,600

Penguatan kembali terjadi pada mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya. Tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang kembali naik dan sentuh level 99,299. Hal tersebut mendekati level tertinggi yang dicapai sejak perang dengan Iran dimulai awal bulan ini. Para pedagang terus memantau perang dan dampaknya terhadap pasar minyak. Harga minyak sempat pulih di tengah laporan bahwa beberapa negara bersiap untuk melepaskan cadangan minyak mereka, tetapi harga kembali naik, sehingga kekhawatiran tentang lonjakan inflasi yang dipicu oleh sektor energi tetap ada. Dari sisi data, inflasi Februari sesuai dengan perkiraan, menunjukkan CPI yang stabil tetapi di atas target. Namun, dampak penuh dari lonjakan energi akibat konflik tersebut belum sepenuhnya terlihat. Secara luas diperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga dana federal tetap stabil minggu depan, dengan para pedagang mengantisipasi hanya satu pemotongan sebesar 25 bps, kemungkinan pada bulan September. Dolar AS sebagian besar menguat terhadap Euro dan Yen tetapi melemah terhadap Aussie karena para pedagang meningkatkan espektasi bahwa RBA akan menaikkan suku bunga minggu depan.

Pivot : 99,083

R1 :    99,467         S1 :   98,867       

R2 :    99,683         S2 :   98,483

R3 :  100,067         S3 :   98,267


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bearish ke area 57,373

Indeks Nikkei 225 turun 1,1% menjadi sekitar 54.400, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 1,3% menjadi 3.650 pada hari Kamis, mengakhiri kenaikan dua hari karena harga minyak terus meningkat, yang kembali memicu kekhawatiran tentang inflasi. Harga minyak melonjak untuk hari kedua karena perang Iran tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, bahkan setelah IEA menyetujui pelepasan darurat terbesar yang pernah ada sebesar 400 juta barel minyak mentah. Itu termasuk 172 juta barel dari AS, sementara Jepang akan melepaskan 80 juta barel minyak dari cadangannya. Jepang tetap sangat rentan terhadap guncangan pasokan minyak karena ketergantungannya yang besar pada impor dari Timur Tengah. Kerugian signifikan terlihat di antara saham-saham unggulan indeks, termasuk Advantest (-2,6%), SoftBank Group (-3,3%), JX Advanced Metals (-1,4%), Mitsubishi UFJ (-1,3%), dan Tokyo Electron (-1,4%).

Pivot : 58,888

R1 : 59,506           S1 : 58,081

R2 : 60,313           S2 : 57,463

R3 : 61,738           S3 : 56,038


HANGSENG

Opportunity: Koreksi ke area: 27,000

Saham-saham di Hong Kong turun 160 poin, atau 0,6%, menjadi 25.737 pada perdagangan Kamis pagi, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya di tengah penurunan harga saham berjangka AS karena harga minyak kembali menguat. Para pedagang tetap tidak yakin bahwa rekor pelepasan cadangan minyak mentah dapat mengimbangi guncangan pasokan akibat konflik Timur Tengah. Sementara itu, pasar daratan Tiongkok lesu, karena AS dilaporkan meluncurkan penyelidikan baru terhadap mitra-mitra utamanya, termasuk Tiongkok, setelah Mahkamah Agung membatalkan elemen kunci dari tarif era Trump bulan lalu. Semua sektor di Hang Seng bergerak turun, dengan sektor properti dan keuangan masing-masing turun lebih dari 1%, sementara penurunan di sektor teknologi dan konsumen relatif kecil. Saham-saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain Nongfu Spring (-3,8%), Sino Land (-3,2%), Techtronic Industries (-2,6%), dan Trip.com (-2,1%). Sebaliknya, Cathay Pacific naik tipis 0,3% setelah membukukan laba yang lebih kuat dan memproyeksikan pertumbuhan kapasitas penumpang dua digit.

Pivot : 27,272

R1 : 27,428    S1 : 27,125

R2 : 27,575    S2 : 26,969

R3 : 27,878    S3 : 26,666


NASDAQ

Opportunity:Buy Limit: 24,636| SL: 24,550 | TP: 24,157

Kontrak berjangka saham AS anjlok tajam pada hari Kamis karena harga minyak kembali naik, memicu kekhawatiran tentang inflasi yang kembali meningkat. Minyak mentah WTI kembali naik di atas $90 per barel karena prospek perang Iran yang berkepanjangan membayangi pelepasan cadangan minyak secara terkoordinasi oleh negara-negara ekonomi utama. Pasar juga menilai pelepasan minyak darurat tersebut tidak cukup meskipun IEA telah menyetujui pelepasan terbesar yang pernah ada, yaitu 400 juta barel minyak mentah. Itu termasuk 172 juta barel dari AS, yang akan membutuhkan waktu sekitar 120 hari untuk dikirim. Dalam perdagangan reguler pada hari Rabu, Dow dan S&P 500 masing-masing kehilangan 0,61% dan 0,08%, sementara Nasdaq Composite naik tipis 0,08%. Delapan dari 11 sektor berakhir lebih rendah, dengan energi, teknologi, dan layanan komunikasi menjadi satu-satunya sektor yang ditutup di wilayah positif. Dana energi bersih juga muncul sebagai titik terang, mencapai rekor tertinggi karena investor mencari alternatif untuk pasokan bahan bakar fosil yang volatil di tengah konflik regional yang sedang berlangsung.

Pivot : 24,799.92

R1 : 24,995.58                     S1 : 24,460.08

R2 : 25,335,42                   S2 : 24,264.42

R3 : 25,870.92                  S3 : 23,728.92



COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF

Gold

Opportunity: Harga mulai bergerak di bawah SMA 50 di time frame H4, indikasi bahwa trend berbalik bearish, dengan area 5.124 sebagai support terdekatnya. Penembusan support tersebut bisa membuka potensi penurunan lanjutan menuju 5.050.

Harga emas mengalami penurunan pada perdagangan Kamis dan kembali berada di bawah level USD 5.150 per ounce, mencatat pelemahan untuk sesi kedua berturut-turut. Tekanan terhadap emas terutama datang dari meningkatnya harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi global. Lonjakan harga energi tersebut membuat pelaku pasar menilai bahwa bank sentral, khususnya Federal Reserve, kemungkinan akan lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneternya. Ekspektasi pemangkasan suku bunga yang sebelumnya cukup optimistis kini berkurang, dengan proyeksi pasar saat ini hanya mengarah pada satu kali penurunan suku bunga sepanjang tahun ini.

Selain itu, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut membebani pergerakan emas. Kedua faktor tersebut mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai karena meningkatkan opportunity cost bagi investor untuk memegang aset tanpa imbal hasil seperti logam mulia. Meskipun data inflasi inti AS yang dirilis pada Rabu menunjukkan bahwa tekanan harga masih relatif terkendali pada awal tahun, kekhawatiran terhadap inflasi ke depan tetap meningkat seiring kenaikan harga energi. Di sisi lain, Uni Eropa juga memperingatkan bahwa inflasi di kawasan tersebut berpotensi melampaui 3% tahun ini, yang semakin memperkuat pandangan bahwa suku bunga global dapat bertahan lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Pivot : 5.156

R1  5.183   R2  5.210  R3 5.239

S1  5.124   S2  5.089  S3  5.050


Silver

Opportunity : Sell limit di 88.631 dengan target 86.148 dan stop loss diatas 93.997

Pada timeframe H4, XAGUSD masih berada dalam struktur sideways setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam di awal Maret. Harga sempat melakukan impuls naik yang cukup kuat dari area 82.000 – 83.000 menuju resistance sekitar 88.000, namun setelah mencapai area tersebut muncul rejection yang menunjukkan adanya tekanan seller di resistance.

Dari sisi struktur market, silver saat ini berada dalam fase range antara support 83.665 dan resistance 88.631, dengan harga sedang bergerak di sekitar pivot point 86.520. Struktur ini menunjukkan market sedang berada dalam fase konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.

Open price :85.64            Pivot :86.52

R1 :88.631            S1 :83.665

R2 :91.486            S2 :81.554

R3 :93.597            S3 :78.699


Oil

Opportunity : Bullish selama bertahan di atas 88,84, testing resistance 95,95.

Harga minyak mentah dunia melanjutkan penguatannya pada perdagangan Kamis, dengan kontrak WTI kembali naik di atas level USD 90 per barel. Kenaikan ini menjadi sesi penguatan kedua berturut-turut, didorong oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global akibat eskalasi konflik yang melibatkan Iran dan kawasan Timur Tengah. Ketegangan geopolitik yang terus berkembang dinilai berpotensi mengganggu distribusi minyak global, sehingga mendorong pelaku pasar untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan pasokan yang lebih luas.

Situasi semakin memanas setelah Irak menghentikan operasi di terminal minyaknya menyusul serangan terhadap dua kapal tanker di perairan negara tersebut. Peristiwa ini menambah kekhawatiran bahwa jalur distribusi energi di kawasan menjadi semakin tidak aman. Selain itu, Iran melalui pihak perantara menyatakan bahwa Amerika Serikat harus memberikan jaminan bahwa baik Washington maupun Israel tidak akan menyerang Iran di masa mendatang jika gencatan senjata ingin dipertimbangkan. Namun tuntutan tersebut dipandang kecil kemungkinan akan diterima oleh pihak AS.

Pivot: 88,84

R1  95,95         S1  88,84

R2  99,99          S2  86,11

R3  104,73         S3 82,00


 

DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Kamis, 12 Maret 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

Jobless Claims AS Diproyeksikan Naik, Ke Mana Arah Harga Emas?

Catat jam dan waktunya ya!

   Kamis, 12 Maret 2026 
  13.00 WIB
  Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy