Download TPFx Mobile Available On

Market Highlight (24/06/2026)

by Annan Firsta
Feature

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity:  Bearish  Range         0,69100 – 0,68500 

Mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Dollar AS terus berada di dalam jalur pelemahannya. Bahkan saat ini Aussie mencapai level terendah dalam sebelas minggu karena Dollar AS terus menguat, sementara kehati-hatian meningkat menjelang data inflasi domestik dan data lapangan kerja pagi ini yang dapat mengindikasikan apakah Bank Sentral telah selesai menaikkan suku bunga. Inflasi utama diperkirakan akan meningkat menjadi 4,4% pada bulan Mei dari 4,2% pada bulan sebelumnya, sementara inflasi inti kemungkinan akan sedikit naik menjadi 3,5% dari 3,4%, keduanya jauh di atas target bank sentral. Wakil Gubernur Andrew Hauser diperkirakan akan berbicara tentang prospek inflasi setelah rilis CPI. Untuk data ketenagakerjaan, diperkirakan akan terjadi peningkatan 25.000 lapangan kerja bersih pada Mei, sementara tingkat pengangguran kemungkinan akan turun menjadi 4,4% setelah mencapai level tertinggi 4,5% dalam 4,5 tahun terakhir pada bulan lalu. Sementara itu, dolar AS semakin menguat karena pasar terus mengantisipasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga tahun ini setelah nada hawkish dari para pejabat. Di tempat lain, mata uang Australia yang peka terhadap risiko ini mendapat dukungan dari tanda-tanda kemajuan awal dalam negosiasi perdamaian AS-Iran yang sedang berlangsung.

Pivot : 0,69418

R1 : 0,69774          S1 : 0,68802

R2 : 0,70390          S2 : 0,68446

R3 : 0,70746          S3 : 0,67830


USDJPY

Opportunity: Bullish  Range       161,500 – 162,100

Keterpurukan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback belum usai. Bahkan pelemahan Yen ini berfluktuasi di dekat level terlemahnya sejak 1986 karena upaya intervensi verbal berulang dari Tokyo gagal membendung penurunan mata uang tersebut. Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan bahwa ia telah berbicara melalui telepon dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent, dan menegaskan kembali kesepakatan untuk mengkoordinasikan tindakan di pasar mata uang jika diperlukan. Investor tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi resmi berikutnya setelah yen menghapus semua keuntungan yang tercatat pada 30 April, ketika Tokyo melakukan operasi pembelian mata uang dalam jumlah rekor. Yen tetap berada di bawah tekanan meskipun Bank Sentral Jepang baru-baru ini menaikkan suku bunga, yang menurut pasar tidak cukup untuk mengurangi secara signifikan perbedaan suku bunga negara tersebut dengan negara-negara ekonomi utama lainnya. Pelemahan tambahan terjadi akibat penguatan Dollar AS, yang didukung oleh sinyal-sinyal hawkish dari Federal Reserve.

Pivot : 161,510

R1 : 161,761          S1 : 161,288

R2 : 161,983          S2 : 161,037

R3 : 162,234          S3 : 160,815


GBPUSD

Opportunity  : Bearish menuju  :  1.3158  –  1.3115

Pounds kembali tertekan yang sempat menguat di sesi sebelumnya. Indeks dolar AS kembali menguat untuk hari keempat berturut-turut dan ditutup di level 101,3 pada Selasa. Posisi tersebut menjadi yang tertinggi sejak April tahun lalu. Meningkatnya ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat. Pertemuan Federal Reserve pekan lalu menghasilkan nada yang lebih hawkish dari perkiraan pasar, sehingga mendorong investor kembali memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga hingga akhir tahun. Poundsterling Inggris melemah di kisaran $1,32 karena investor menyeimbangkan meredanya ketidakpastian politik dengan data ekonomi Inggris yang lebih lemah. Poundsterling membalikkan sebagian dari keuntungan sesi sebelumnya karena dolar kembali menguat dan sentimen pasar yang lebih luas melunak. Disisi lain laporan data ekonomi Inggris menunjukan data flash PMI Juni mengalami pelemahan, dengan indeks komposit turun ke level terendah 14 bulan di 49,4, di bawah ekspektasi dan menandakan kontraksi bulan kedua berturut-turut. GBP masih berpotensi untuk melemah yang tertekan oleh penguatan U.S Dollar pada perdagangan hari ini.

Open  : 1.3196     Pivot  1.3209

R1  : 1.3225         S1  : 1.3182

R2  : 1.3252         S2  : 1.3158

R3  : 1.3295         S3  : 1.3115


EURUSD

Opportunity  : Bearish menuju  1.1356 – 1.1312

Euro masih dalam tekanan U.S Dollar pada perdagangan Selasa kemarin. Euro berada di bawah tekanan setelah komentar dovish dari Presiden ECB Lagarde mengurangi peluang kenaikan suku bunga ECB tambahan, karena ia mengatakan tidak melihat perlunya response ECB yang lebih tegas terhadap perang AS-Iran. Disisi lain Indeks dolar AS kembali menguat untuk hari keempat berturut-turut dan ditutup di level 101,3 pada Selasa. Penguatan dolar didukung oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga serta arus masuk dana ke aset yang dianggap lebih aman setelah pasar saham global mengalami tekanan. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September mencapai sekitar 68%, naik signifikan dari sekitar 29% sepekan sebelumnya. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang akan dibayangi oleh penguatan U.S Dollar.

Open  : 1.1378 Pivot  : 1.1400

R1  : 1.1414      S1  : 1.1376

R2  : 1.1438     S2  : 1.1356

R3  : 1.1480     S3  : 1.1312


USDCHF

Opportunity  : Bullish menuju  :  0.8124  –  0.8148

Swiss Franc masih tertekan oleh penguatan U.S Dollar. Franc Swiss tertekan hingga menyentuh level terendah dalam tujuh bulan terakhir seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve masih berpotensi menaikkan suku bunga tahun ini, sementara dolar AS terus menguat ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun. Indeks dolar AS kembali menguat untuk hari keempat berturut-turut dan ditutup di level 101,3 pada Selasa. Posisi tersebut menjadi yang tertinggi sejak April tahun lalu. CHF masih akan tertekan oleh ekspektasi pasar terhadap sifat hawkish the Fed yang akan menaikan suku-bunga hingga akhir tahun.

Open  : 0.8091    Pivot  : 0.8093

R1  : 0.8105        S1  : 0.8086

R2  : 0.8124       S2  : 0.8074

R3  : 0.8148       S3 : 0.8050

 


DXY

Opportunity: Bullish  Range         101,300 – 101,600

Kondisi mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terus berada di level penguatannya. Penguatan ini tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang terus naik dan sentuh level tertinggi hariannya di 101,433. Bahkan level tersebut adalah level tertinggi sejak April tahun lalu, memperpanjang kenaikan karena investor terus memperhitungkan prospek kenaikan suku bunga Fed tahun ini. Dollar AS juga mendapat dukungan dari aksi cari aset aman yang dipicu oleh aksi jual saham-saham teknologi. Pesan hawkish dari Fed pekan lalu telah menyebabkan pasar meningkatkan taruhan pada pengetatan moneter, dengan para pedagang sekarang menetapkan probabilitas sekitar 68% untuk kenaikan suku bunga pada bulan September, naik dari 29% seminggu yang lalu. Dukungan tambahan datang dari data PMI S&P Global yang lebih kuat dari perkiraan, yang menunjukkan aktivitas ekonomi yang tangguh pada bulan Juni. Para investor kini akan mengalihkan perhatian mereka ke laporan inflasi PCE minggu ini, ukuran inflasi pilihan The Fed, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang arah suku bunga. Di antara mata uang utama, Dollar AS mencatatkan kenaikan terkuatnya terhadap Dollar Australia dan Euro.

Pivot : 101,258

R1 :  101,564         S1 :  101,083 

R2 :  101,739         S2 :  100,777

R3 :  102,045        S3 :  100,602


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bearish ke area 60,115

Indeks Nikkei 225 turun 0,6% menjadi di bawah 69.500 pada hari Rabu, memperpanjang kerugian sesi sebelumnya karena aksi jual yang dipicu oleh sektor teknologi di Wall Street membebani sentimen di tengah meningkatnya kekhawatiran atas pengeluaran besar-besaran untuk AI oleh perusahaan-perusahaan hyperscaler. Di Jepang, Ringkasan Opini dari pertemuan Bank Sentral Jepang bulan Juni menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan umumnya mendukung kelanjutan kenaikan suku bunga, dengan alasan inflasi inti mendekati target 2% bank sentral sementara kondisi keuangan tetap mendukung. Di bidang geopolitik, kemajuan dalam negosiasi perdamaian AS-Iran membantu meningkatkan lalu lintas melalui Selat Hormuz, mengurangi tekanan pada pasokan energi global dan mengurangi kekhawatiran inflasi. Di antara saham-saham yang mengalami penurunan signifikan, Fujikura turun 2,7%, Tokyo Electron turun 2,2%, Furukawa Electric turun 1,7%, Disco Corp turun 2,2%, dan Sumitomo Electric turun 1,6%.

Pivot : 62,026

R1 : 63,068      S1 : 60,773

R2 : 64,321      S2 : 59,731

R3 : 66,616     S3 : 57,436


HANGSENG

Opportunity: Menguji support ke area: 25,434

Indeks Hang Seng anjlok 1,8% dan ditutup pada 23.336 pada hari Selasa, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya karena kekhawatiran atas suku bunga global lebih besar daripada dukungan dari meredanya ketegangan geopolitik. Sentimen didukung oleh tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan perdamaian AS-Iran, yang membantu menjaga harga minyak mendekati level terendah baru-baru ini dan mendukung selera risiko di pasar Asia. Namun, investor tetap berhati-hati setelah Federal Reserve memberi sinyal bahwa biaya pinjaman dapat tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama di tengah tekanan inflasi yang masih ada. Sentimen regional beragam, dengan saham-saham kesulitan menentukan arah setelah Wall Street sebagian besar berakhir lebih rendah meskipun terjadi penurunan tajam harga minyak mentah. Investor juga memantau perkembangan di pasar IPO Hong Kong dan pelepasan saham yang terkunci yang akan datang, yang dapat menambah volatilitas pasar dalam beberapa minggu mendatang. Di antara saham-saham yang mengalami penurunan signifikan termasuk Tencent (-4,2%), SMIC (-1,3%), Kingboard Laminates (-5,1%), Knowledge Atlas (-9,9%), dan Xiaomi (-4,6%).

Pivot : 25,870

R1 : 26,094    S1 : 25,448

R2 : 26,516    S2 : 25,224

R3 : 27,162    S3 : 24,578


NASDAQ

Opportunity:Sell Limit: 29,737| SL: 29,840 | TP: 28,500

Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 naik pada hari Rabu karena investor menunggu laporan pendapatan Micron Technology, dengan sektor chip memori terus diuntungkan dari ekspansi global infrastruktur AI. Saham Micron naik lebih dari 1% dalam perdagangan setelah jam kerja, sementara pesaingnya, Sandisk, bertambah sekitar 1%, sedikit pulih setelah kedua saham tersebut anjlok lebih dari 13% selama sesi reguler hari Selasa. Sementara itu, saham perusahaan induk Google, Alphabet, naik sekitar 0,5% setelah S&P Global mengumumkan bahwa perusahaan tersebut akan bergabung dengan Dow Jones yang terdiri dari 30 saham sebelum perdagangan dimulai Senin depan. Pada sesi sebelumnya, S&P 500 turun 1,44% dan Nasdaq Composite turun 2,21%, sementara Dow Jones kehilangan 0,09%. Aksi jual dipimpin oleh perusahaan infrastruktur AI, termasuk pembuat semikonduktor dan chip memori, karena investor semakin khawatir bahwa investasi AI besar-besaran oleh perusahaan hyperscaler dapat menghasilkan pengembalian yang lebih lemah dari yang diharapkan.

Pivot : 29,057.92

R1 : 29,889.08                     S1 : 28,291.17

R2 : 30,676.17                   S2 : 27,439.67

R3 : 32,294.42                  S3 : 25,821.42



COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF

Gold

Opportunity: Bearish menuju support 4.052 – 4.024.

Harga emas melanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu dengan turun di bawah level USD 4.100 per ons troy, mendekati titik terendah dalam tujuh bulan terakhir. Tekanan terhadap logam mulia terutama berasal dari perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat yang semakin hawkish. Dalam pertemuan kebijakan terbarunya, Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan, namun sejumlah pejabat bank sentral menunjukkan dukungan yang semakin kuat terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga pada periode mendatang. Sentimen tersebut diperkuat oleh pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang menegaskan komitmennya untuk mengembalikan stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

Di sisi lain, perkembangan positif dalam perundingan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran turut mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven. Kemajuan negosiasi tersebut mendorong normalisasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz, sehingga meningkatkan optimisme terhadap kelancaran pasokan energi global. Kondisi ini membantu meredakan kekhawatiran inflasi yang sebelumnya dipicu oleh risiko gangguan distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah.

Selain faktor fundamental tersebut, harga emas juga menghadapi tekanan tambahan akibat aksi jual di pasar keuangan. Penurunan tajam saham-saham teknologi Amerika Serikat memaksa sebagian investor melakukan penyesuaian portofolio dengan melepas kepemilikan emas guna menutupi kerugian di aset lainnya. Kombinasi ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, meredanya risiko geopolitik, dan aksi likuidasi portofolio menyebabkan tekanan jual pada emas semakin dominan sepanjang sesi perdagangan.

Pivot : 4.145

R1  4.145   R2  4.180  4.220

S1  4.072  S2  4.052  S3  4.024


Oil

Opportunity : Bearish menguji support 72,80. Target support berikutnya 70,40-67,78.

Harga minyak mentah bergerak melemah pada perdagangan Rabu dengan turun di bawah USD 73 per barel, mendekati level yang tercatat sebelum meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pelemahan ini didorong oleh membaiknya prospek pasokan global seiring kemajuan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong semakin banyak kapal tanker kembali melintasi Selat Hormuz.

Sentimen pasar semakin positif setelah International Maritime Organization (IMO) menyatakan telah menerima jaminan keamanan yang berpotensi memungkinkan ratusan kapal keluar dari kawasan Teluk Persia melalui Selat Hormuz. Langkah tersebut dinilai dapat mempercepat normalisasi arus perdagangan energi global sekaligus mengurangi risiko gangguan pasokan yang sebelumnya menjadi perhatian utama pasar.

Dari sisi pasokan fisik, International Energy Agency (IEA) melaporkan bahwa ekspor minyak Uni Emirat Arab pada awal Juni telah pulih hingga hampir 85% dari tingkat sebelum konflik. Pemulihan tersebut ditopang oleh pemanfaatan jaringan pipa, fasilitas penyimpanan, serta jalur pengiriman alternatif yang membantu menjaga kelancaran distribusi minyak ke pasar internasional.

Tekanan terhadap harga minyak juga datang dari kebijakan baru Amerika Serikat yang memberikan pengecualian selama 60 hari bagi pembeli global, termasuk kilang di AS, untuk membeli minyak mentah dan produk olahan asal Iran. Kebijakan ini meningkatkan ekspektasi bahwa pasokan minyak Iran dapat kembali masuk ke pasar internasional dalam volume yang lebih besar, sehingga memperkuat pandangan bahwa ketersediaan pasokan global akan meningkat.

Meski demikian, pasar masih mencermati perkembangan terbaru dari pembahasan antara Iran dan Oman mengenai kerangka kerja bersama untuk pengelolaan lalu lintas di Selat Hormuz, termasuk kemungkinan penerapan biaya transit. Wacana tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi tambahan biaya logistik bagi pengiriman energi.

Namun untuk saat ini, fokus utama pelaku pasar tetap tertuju pada prospek membaiknya pasokan dan berkurangnya risiko geopolitik, yang menjadi faktor dominan pendorong pelemahan harga minyak.

Pivot: 78,49

R1 76,04        S1  72,80

R2  78,49        S2 70,40

R3  81,63      S3  67,78


 

DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Rabu, 24 Juni 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

Analisis AUD/USD Menggunakan Moving Average Setelah Rilis Data CPI Australia

Catat jam dan waktunya ya!

  Rabu, 24 Juni 2026 
  13.00 WIB
  Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy