Ringkasan Pasar & Proyeksi Ekonomi Dalam Sepekan
Ringkasan Pasar & Proyeksi Ekonomi pekan 12–16 Januari 2026 menunjukkan penguatan signifikan di pasar keuangan global. Indeks saham utama dunia ditutup di level tertinggi sepanjang masa setelah data tenaga kerja Amerika Serikat memperlihatkan perlambatan moderat yang tidak mengubah ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Sentimen risk-on tetap terjaga meski ketegangan geopolitik meningkat.
Wall Street Cetak Rekor di Awal Tahun
Pasar saham Amerika Serikat menguat tajam, dengan indeks S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq Composite mencatatkan penutupan tertinggi sepanjang sejarah. Kinerja positif ini dipimpin oleh sektor teknologi, khususnya saham semikonduktor. Presiden AS Donald Trump menyampaikan komentar positif usai pertemuannya dengan pimpinan salah satu perusahaan chip besar, yang langsung mendorong minat beli di sektor tersebut. Sepanjang pekan, penguatan juga didukung sektor material dan industri yang sebelumnya tertinggal dari teknologi.
Data Tenaga Kerja AS Jaga Ekspektasi Suku Bunga
Laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan penambahan 50.000 pekerjaan nonfarm pada Desember, lebih rendah dari perkiraan namun masih mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif stabil. Tingkat pengangguran turun ke 4,4% sesuai ekspektasi. Data ini dinilai belum cukup kuat untuk mengubah arah kebijakan moneter Federal Reserve, sehingga ekspektasi penurunan suku bunga tahun ini tetap terjaga.
Bursa Global Ikut Menguat
Ringkasan Pasar & Proyeksi Ekonomi global juga mencerminkan optimisme yang meluas. Indeks MSCI dunia mencatat kenaikan dan menyentuh rekor intraday. Di Eropa, indeks STOXX 600 ditutup di level tertinggi sepanjang masa, didukung penguatan saham sektor tambang dan energi. Kinerja ini menandai reli mingguan terpanjang bursa Eropa sejak Mei, mencerminkan perbaikan sentimen investor terhadap prospek pertumbuhan regional.
Dolar AS dan Obligasi Bergerak Selektif
Di pasar mata uang, dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama meski sempat memangkas kenaikan awalnya pasca rilis data ketenagakerjaan. Pergerakan ini sejalan dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun, yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga Federal Reserve. Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor 10 tahun justru bergerak turun tipis, mencerminkan keseimbangan antara optimisme pertumbuhan dan kehati-hatian inflasi.
Komoditas Menguat di Tengah Ketidakpastian Global
Harga minyak mentah melonjak tajam di akhir pekan. Investor menilai produksi minyak Venezuela tidak akan meningkat signifikan dalam waktu dekat meski berada di bawah kendali AS. Di sisi lain, harga tembaga melanjutkan kenaikan seiring meningkatnya ekspektasi permintaan jangka panjang, sementara aluminium menyentuh level tertinggi sejak 2022, didukung sentimen positif sektor industri.
Fokus Pasar pada Kebijakan Perdagangan AS
Pelaku pasar tetap mencermati perkembangan kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Mahkamah Agung AS dijadwalkan melanjutkan pembahasan terkait legalitas tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump, dengan potensi keputusan pada pertengahan Januari. Meski demikian, ketidakpastian ini belum cukup kuat untuk menahan reli pasar saham global.
Prospek Pasar Pekan Depan
Menutup Ringkasan Pasar & Proyeksi Ekonomi pekan ini, fokus investor akan tertuju pada kelanjutan rilis data ekonomi utama, arah kebijakan Federal Reserve, serta perkembangan geopolitik dan perdagangan global. Selama ekspektasi pemangkasan suku bunga tetap terjaga dan data ekonomi tidak menunjukkan pelemahan tajam, pasar berpeluang mempertahankan momentum positif dalam jangka pendek.
WEEK AHEAD
(12 – 16 Januari 2026)
Gambaran Umum Pekan Depan
Pekan perdagangan kedua penuh di awal tahun akan diwarnai rilis data ekonomi penting dari negara-negara utama serta dimulainya musim laporan kinerja kuartal keempat perbankan besar Amerika Serikat. Fokus pasar akan tertuju pada inflasi AS, arah kebijakan moneter, serta indikator pertumbuhan global di tengah meningkatnya ketidakpastian perdagangan internasional.
Amerika
Di Amerika Serikat, perhatian utama tertuju pada rilis inflasi Desember. Indeks harga konsumen diperkirakan bertahan di 2,7% secara tahunan, sementara inflasi inti diproyeksikan naik tipis ke 2,7%. Secara bulanan, kedua indikator diperkirakan meningkat 0,3%. Data ini akan menjadi sorotan karena perbedaan pandangan di internal Federal Reserve terkait waktu dan besaran pemangkasan suku bunga.
Selain inflasi, pasar juga menantikan laporan harga produsen, penjualan ritel, produksi industri, serta data sektor perumahan. Penjualan ritel diperkirakan meningkat 0,4% setelah stagnan pada bulan sebelumnya, sementara produksi industri diproyeksikan tumbuh 0,2%. Neraca transaksi berjalan kuartal ketiga diperkirakan mencatat defisit yang sedikit menyempit.
Dari sisi korporasi, musim laporan keuangan kuartal keempat resmi dimulai dengan sejumlah bank besar AS dijadwalkan merilis kinerja keuangan. Hasil ini akan menjadi indikator awal kondisi sektor keuangan dan aktivitas ekonomi domestik. Pasar juga akan mencermati pernyataan pejabat Federal Reserve untuk mendapatkan sinyal tambahan terkait prospek kebijakan moneter.
Di kawasan Amerika lainnya, Kanada akan merilis data awal pembangunan perumahan yang dapat memberikan gambaran kondisi sektor properti.
Eropa
Di Eropa, Inggris akan menjadi sorotan dengan rilis data produk domestik bruto bulanan, output manufaktur, serta neraca perdagangan. Perekonomian Inggris diperkirakan stagnan setelah dua bulan berturut-turut mengalami kontraksi ringan, meski produksi manufaktur diproyeksikan menunjukkan perbaikan.
Jerman akan merilis angka pertumbuhan ekonomi tahun 2025, dengan Bundesbank memperkirakan pertumbuhan terbatas. Zona euro secara keseluruhan juga akan merilis data produksi industri dan neraca perdagangan, yang penting untuk mengukur momentum ekonomi kawasan..
Asia Pasifik
Di kawasan Asia Pasifik, China akan merilis data perdagangan Desember yang akan memberikan gambaran dampak proteksionisme global terhadap ekspor dan impor. Pertumbuhan perdagangan diperkirakan melambat, sementara surplus perdagangan diproyeksikan meningkat tipis. Data kredit dan pembiayaan sosial juga akan dirilis, dengan fokus pada efektivitas stimulus pemerintah dalam mendorong permintaan domestik.
Jepang akan mengumumkan data transaksi berjalan, pesanan mesin, inflasi produsen, serta indeks sentimen bisnis. Data ini akan menjadi acuan penting untuk menilai kondisi sektor manufaktur dan tekanan harga. Sementara itu, Australia akan merilis indikator konsumsi rumah tangga, kepercayaan konsumen, serta izin bangunan.
Data Mingguan Perdagangan Emas (05 – 09 Januari 2026)
Open : 4.353,62 High : 4.517,10 Low : 4.344,29 Close : 4.509,71 Range : 172,81
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 4.397 | R1 4.570 |
| S2 4.284 | R2 4.630 |
| S3 4.224 | R3 4.743 |
Gold Outlook : Bullish
Data Mingguan Perdagangan US Oil (05 – 09 Januari 2026)
Open : 57,42 High : 59,76 Low : 55,75 Close : 58,83 Range : 4.01
OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 56,57 | R1 60,48 |
| S2 54,10 | R2 62,12 |
| S3 56,67 | R3 64,49 |
Oil Outlook : Bearish
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
