Market Summary
Peluang Trading Emas kembali menarik perhatian pasar pasca pidato Kevin Warsh. Harga emas bergerak mendekati US$4.200 per troy ounce pada Jumat, melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya. Pelemahan pasar saham mendorong investor mencari aset yang lebih aman, termasuk emas dan obligasi pemerintah. Penurunan imbal hasil obligasi juga mengurangi tekanan terhadap emas yang tidak memberikan bunga.
Harga Emas Menguat di Tengah Ketidakpastian Global
Koreksi pasar saham mendorong investor mengurangi risiko dan mengalihkan dana ke aset lindung nilai. Emas mendapat dukungan dari perubahan strategi tersebut. Penurunan imbal hasil obligasi turut meningkatkan daya tarik logam mulia karena biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih rendah.
Risiko geopolitik juga memperkuat permintaan aset aman. Ketegangan di Timur Tengah meningkat seiring konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman. Selain itu, sebuah kapal kontainer berbendera Singapura dilaporkan tenggelam di Selat Hormuz setelah terkena proyektil Iran pada pekan ini.
Situasi tersebut menambah kekhawatiran investor terhadap stabilitas kawasan dan jalur perdagangan energi. Jika ketegangan terus meningkat, permintaan emas berpotensi bertahan kuat. Namun, pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik karena perubahan sentimen dapat memicu pergerakan harga secara cepat.
Pidato Kevin Warsh Jadi Fokus Pasar
Kevin Warsh menyoroti prospek ekonomi Amerika Serikat dan risiko inflasi dalam pidatonya di sebuah pertemuan IMF di Bangkok. Ia tidak memberikan sinyal pasti mengenai keputusan Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan bulan ini. Warsh menegaskan bahwa ia tidak ingin mendahului keputusan rapat kebijakan moneter untuk sisa tahun ini.
Warsh juga menyampaikan bahwa perkembangan ekonomi global secara umum masih sesuai dengan perkiraannya. Meski demikian, ia tetap menaruh perhatian pada inflasi yang bertahan tinggi. Menurutnya, bank sentral di Amerika Serikat dan berbagai negara lain masih menghadapi tekanan harga yang belum cukup mereda.
Prospek Suku Bunga The Fed Membayangi Emas
Data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed masih dapat menaikkan suku bunga. Pasar memperkirakan peluang sekitar 72% bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini. Sementara itu, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 92%.
Pada September 2026, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4%. Kenaikan ini menjadi yang pertama sejak 2023. Seluruh 19 pembuat kebijakan mendukung keputusan tersebut, sedangkan mayoritas memperkirakan satu kenaikan tambahan sebelum akhir tahun.
Prospek suku bunga yang lebih tinggi biasanya menekan emas karena meningkatkan daya tarik aset berbunga, seperti obligasi pemerintah AS. Namun, penurunan imbal hasil obligasi akibat meningkatnya permintaan aset aman dapat mengimbangi tekanan tersebut.
Karena itu, trader perlu memperhatikan dua faktor utama: arah kebijakan The Fed dan pergerakan imbal hasil obligasi. Jika ekspektasi kenaikan suku bunga menguat, harga emas berisiko terkoreksi. Sebaliknya, penurunan imbal hasil dan meningkatnya ketegangan geopolitik dapat membantu menopang harga.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai peluang trading emas pada time frame H4 masih cenderung bullish, dengan level pivot di 4.110. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 4.195. Jika harga berhasil menembus resistance ini, emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 4.217 hingga 4.239.
Sebaliknya, jika harga turun menembus level pivot 4.110, tekanan bearish berpotensi meningkat. Dalam skenario ini, harga emas dapat bergerak turun untuk menguji area support di 4.073 hingga 4.051.
Resistance 4.195 Resistance 2: 4.217 Resistance 3: 4.239
Support1: 4.110 Support 2: 4.073 Support 3: 4.051
Baca juga: Peluang Trading Perak Jelang Data PPI AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
