Market Summary
Peluang Trading GBP/USD menjadi perhatian pelaku pasar menjelang pidato Gubernur Bank of England (BoE), Andrew Bailey. Pasangan mata uang ini menguat ke area 1,3470 pada perdagangan Eropa hari Selasa setelah dolar AS melemah akibat meredanya permintaan aset safe haven.
Penguatan poundsterling terjadi setelah muncul kabar mengenai gencatan senjata parsial antara Israel dan Hezbollah. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Israel telah menyetujui penarikan pasukan yang sebelumnya dipersiapkan untuk menyerang Beirut dan wilayah pinggirannya yang dikuasai Hezbollah. Trump juga menyampaikan bahwa komunikasi melalui perantara dengan Hezbollah menghasilkan komitmen untuk tidak melakukan serangan terhadap Israel.
Konflik Timur Tengah Masih Menjadi Risiko Utama
Meski sentimen pasar sempat membaik, ketidakpastian geopolitik masih membayangi pergerakan pasar keuangan global. Media Iran melaporkan bahwa Teheran menghentikan negosiasi tidak langsung dengan Amerika Serikat. Pada saat yang sama, Iran dan sekutunya di kawasan disebut menyusun langkah untuk memblokir Selat Hormuz serta membuka tekanan di jalur strategis lainnya seperti Selat Bab el-Mandeb.
Laporan juga menyebutkan bahwa Iran menambah ranjau laut di sekitar Selat Hormuz. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dan gas alam cair dunia.
Jika ketegangan kembali meningkat, permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman berpotensi menguat kembali dan membatasi kenaikan GBP/USD.
Pidato Andrew Bailey Menjadi Fokus Pasar
Faktor penting berikutnya bagi Peluang Trading GBP/USD adalah pidato Andrew Bailey. Pekan lalu, Bailey menegaskan bahwa Bank of England tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga. Ia menilai pertumbuhan ekonomi domestik masih lemah dan dampak konflik Iran terhadap ekonomi global masih sulit diprediksi.
Sikap hati-hati tersebut mendorong pelaku pasar menyesuaikan ekspektasi kebijakan moneter Inggris. Saat ini pasar memperkirakan kenaikan suku bunga sekitar 32 basis poin hingga akhir tahun. Proyeksi tersebut mengindikasikan satu kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin hampir sepenuhnya diperhitungkan pasar, sementara peluang kenaikan tambahan kedua masih berada di sekitar 30%.
Komentar Bailey pada pidato berikutnya dapat menjadi petunjuk baru mengenai arah kebijakan Bank of England. Jika ia memberikan sinyal yang lebih hawkish, poundsterling berpotensi mendapatkan dukungan tambahan.
Dolar AS Menanti Data Tenaga Kerja
Di sisi lain, indeks dolar AS masih bertahan di atas level 99 setelah menguat pada sesi sebelumnya. Dolar mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan aset aman akibat mandeknya proses perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
Selain faktor geopolitik, pasar juga memperhatikan risiko inflasi yang berasal dari kenaikan harga energi. Kondisi tersebut mendorong sebagian investor mulai mempertimbangkan kemungkinan Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.
Pelaku pasar kini menunggu laporan JOLTS Job Openings yang dirilis Selasa serta data ketenagakerjaan bulanan AS pada Jumat. Data tersebut dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai prospek kebijakan moneter Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang.
Prospek Peluang Trading GBP/USD
Peluang Trading GBP/USD masih cenderung positif selama dolar AS tetap tertekan oleh meredanya permintaan aset aman dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan Bank of England tetap mendukung poundsterling. Namun, perkembangan konflik di Timur Tengah dan data ekonomi AS berpotensi memicu volatilitas tinggi dalam jangka pendek.
Pidato Andrew Bailey menjadi katalis utama yang dapat menentukan arah pergerakan GBP/USD berikutnya. Sikap yang lebih optimistis terhadap ekonomi Inggris dapat memperkuat peluang kenaikan pasangan mata uang ini, sementara nada yang lebih hati-hati berpotensi memicu aksi ambil untung pada poundsterling.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai GBP/USD masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada time frame H4 dengan level pivot di 1.3445. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 1.3485, kemudian 1.3505, dan selanjutnya 1.3530.
Sebaliknya, jika harga menembus dan bergerak di bawah level pivot 1.3445, tekanan jual berpotensi meningkat sehingga membuka peluang penurunan menuju area support 1.3430, sebelum menguji support berikutnya di 1.3405.
Resistance 1: 1.3485 Resistance 2: 1.3505 Resistance 3: 1.3530
Support1: 1.3445 Support 2: 1.3430 Support 3: 1.3405
Baca juga: Peluang Trading EUR/JPY Usai Data Ekonomi Zona Euro Beragam
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
