Market Summary
Peluang trading US Oil kini terbuka sangat lebar bagi para pelaku pasar keuangan. Harga minyak mentah standar Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), melonjak kuat sekitar 1,9% hingga diperdagangkan di atas $99,00 per barel. Lonjakan ini terjadi karena pasar mengkhawatirkan pembatasan pasokan energi global. Ketegangan yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah menjadi pemicu utama pergerakan signifikan pada komoditas ini.
Ancaman Jalur Pasokan Selat Hormuz
Kekhawatiran pasar meningkat setelah Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan ancaman baru. Pihak IRGC menegaskan bahwa tindakan Washington yang terus memaksa kapal-kapal melewati Selat Hormuz melalui rute ilegal dapat memicu serangan terhadap pangkalan militer AS di wilayah tersebut.
Selain itu, IRGC mengonfirmasi bahwa pasukan mereka telah menyerang empat kapal yang terlibat dalam transfer minyak ilegal di Teluk Persia. Tiga kapal lainnya dilaporkan menabrak ranjau laut saat mencoba melintasi koridor laut Hormuz. Situasi ini langsung meningkatkan risiko geopolitik di jalur distribusi minyak dunia.
Ladang Minyak Arab Saudi dalam Bahaya
Ancaman terhadap pasokan energi tidak hanya datang dari sektor maritim. Milisi Houthi Yaman, yang merupakan sekutu dekat Teheran, meluncurkan serangan pesawat tanpa awak (drone) baru ke Ladang Minyak Shaybah milik Aramco. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan dua orang. Insiden ini mengaktifkan kembali kecemasan pasar global terkait gangguan pasokan minyak dari Arab Saudi.
Di sisi lain, laporan dari The New York Times yang mengutip para pejabat AS menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Israel kemungkinan sedang merencanakan gelombang serangan udara besar baru ke Iran. Serangan ini direncanakan setelah pemilihan paruh waktu AS. Rencana militer tersebut bertujuan untuk memaksa Teheran membuat konsesi di meja perundingan.
Penurunan Stok Minyak Komersial Amerika Serikat
Selain faktor geopolitik, dorongan harga juga datang dari data domestik Amerika Serikat. Data resmi dari Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan bahwa persediaan minyak komersial AS turun tajam sebesar 3,1 juta barel untuk pekan yang berakhir 16 Oktober.
Angka penurunan stok ini jauh melampaui perkiraan para analis pasar yang hanya memproyeksikan penurunan sebesar 800 ribu barel. Penurunan pasokan yang signifikan di dalam negeri AS ini memberikan dorongan momentum tambahan bagi kenaikan harga WTI. Kombinasi antara menyusutnya stok AS dan risiko konflik di Timur Tengah menciptakan volatilitas tinggi yang membuka peluang trading US Oil bagi para trader.
Analisa Teknikal

Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa US Oil pada time frame H4 masih berpotensi melanjutkan tren bullish, dengan level pivot di 98,15. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan terbuka untuk menguji area resistance 101,35, kemudian 102,50 hingga 104,00.
Sebagai skenario alternatif, jika harga turun menembus level pivot 98,15, US Oil berpotensi mengalami koreksi untuk menguji area support 96,65, diikuti 94,85.
Resistance 101,35 Resistance 2: 102,50 Resistance 3: 104,00
Support1: 98,15 Support 2: 96,65 Support 3: 94,85
Baca juga: Peluang Trading GBP/USD Pasca Data CPI Inggris
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
