FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,70100 – 0,69500
Mata uang Aussie terus mengalami pelemahan terhadap mata uang Greenback. Bahkan kondisi Aussie ini tetap berada di dekat level terendah dua bulan karena Dollar AS melonjak setelah keputusan suku bunga Federal Reserve. Meskipun The Fed mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah, setengah dari anggota FOMC memperkirakan kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi. Sementara itu, Ketua Fed yang baru, Kevin Warsh, beralih dari panduan ke depan dalam komunikasi perdananya, dan lebih menekankan pada kebijakan yang berfokus pada inflasi. Di Australia, Reserve Bank memberi sinyal pengetatan lebih lanjut setelah mempertahankan suku bunga tetap stabil. Gubernur Michele Bullock menekankan bahwa inflasi masih terlalu tinggi dan menegaskan kembali bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut tidak dapat dikesampingkan. Meskipun pasar semakin curiga bahwa siklus pengetatan kebijakan moneter telah berakhir, nada hawkish dari RBA (Reserve Bank of Australia) telah mempertahankan kemungkinan sekitar 50% untuk kenaikan suku bunga terakhir tahun ini. Di tempat lain, Presiden AS Trump menandatangani perjanjian sementara untuk mengakhiri perang dengan Iran, meskipun masih belum pasti apakah Iran telah mulai mengambil langkah-langkah untuk sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz.
Pivot : 0,70172
R1 : 0,70340 S1 : 0,69933
R2 : 0,70579 S2 : 0,69765
R3 : 0,70747 S3 : 0,69526
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 161,300 – 162,000
Terpuruknya nilai mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS terus berlangsung dan sudah sentuh level 161.xxx. Pelemahan Yen ini ditanggapi dengan pemerintah Jepang siap bertindak jika diperlukan untuk mengatasi volatilitas nilai tukar yang berlebihan, kata Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara pada hari Kamis. Ia menambahkan bahwa pemerintah siap merespons pergerakan pasar kapan saja, dengan menyatakan, “Kami siap merespons pergerakan mata uang dengan tepat sesuai kebutuhan kapan saja.” Ia menambahkan bahwa para pejabat akan terus memantau perkembangan nilai tukar mata uang asing secara cermat. Kihara mencatat bahwa meskipun yen yang lebih lemah menguntungkan para produsen dengan meningkatkan daya saing ekspor dan keuntungan perusahaan, hal itu juga meningkatkan biaya impor, sehingga menambah beban bagi bisnis dan rumah tangga melalui harga yang lebih tinggi. “Kita perlu meneliti dampak tersebut secara komprehensif,” katanya, seraya menekankan penilaian pemerintah yang seimbang mengenai dampak mata uang terhadap perekonomian.
Pivot : 161,203
R1 : 161,956 S1 : 160,603
R2 : 162,556 S2 : 159,850
R3 : 163,309 S3 : 159,250
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3324 – 1.3384
Sesuai perkiraan, Pounds tertekan turun pada perdagangan Kamis kemarin. Poundsterling melemah setelah Bank of England memutuskan mempertahankan suku bunga di level 3,75%, sejalan dengan ekspektasi pasar. Pelemahan mata-uang Poundsterling juga disebabkan oleh the Fed yang memberikan sinyal kebijakan yang lebih hawkish dibandingkan ekspektasi sebelumnya. Indeks Dollar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama naik ke level 100,80, tertinggi sejak Mei 2025. Penguatan tersebut menekan euro dan poundsterling ke level terendah dalam lebih dari dua bulan. Penguatan Dollar terjadi di tengah meningkatnya keyakinan pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat masih berpeluang menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Pounds berpeluang untuk menguat pada perdagangan hari ini yang akan didukung oleh rilisnya data Retail Sales Inggris pada siang nanti yang diperkirakan akan mengalami kenaikan.
Open : 1.3203 Pivot 1.3243
R1 : 1.3274 S1 : 1.3192
R2 : 1.3324 S2 : 1.3160
R3 : 1.3384 S3 : 1.3125
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1527 – 1.1575
Euro kembali melemah pada perdagangan Kamis kemarin. Indeks Dollar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama naik ke level 100,80, tertinggi sejak Mei 2025. Penguatan tersebut menekan euro dan poundsterling ke level terendah dalam lebih dari dua bulan. Dolar AS melonjak ke level tertinggi dalam satu tahun setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75% pada pertemuan kebijakan terbarunya. Proyeksi suku bunga terbaru menunjukkan hampir setengah pembuat kebijakan kini memperkirakan kenaikan suku bunga tahun ini karena kekhawatiran terhadap inflasi yang masih bertahan. EUR masih berpeluang untuk menguat pada perdagangan hari ini yang didukung oleh kondisi konflik geopolitik yang mulai mereda. Presiden AS Donald Trump menandatangani nota kesepahaman dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang mengakhiri operasi militer dan membuka periode negosiasi selama 60 hari untuk mencapai kesepakatan permanen.
Open : 1.1456 Pivot : 1.1480
R1 : 1.1498 S1 : 1.1451
R2 : 1.1527 S2 : 1.1414
R3 : 1.1575 S3 : 1.1374
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.7980 – 0.7938
Swiss Franc kembali tertekan oleh penguatan U.S Dollar. Dolar AS melonjak setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan namun memberikan sinyal kebijakan yang lebih hawkish dibandingkan ekspektasi sebelumnya. Penguatan dolar terjadi di tengah meningkatnya keyakinan pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat masih berpeluang menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Indeks Dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama naik ke level 100,80, tertinggi sejak Mei 2025. Penguatan tersebut menekan mata-uang Swiss kelevel terendah dalam dua bulan terakhir. CHF masih berpeluang untuk menguat pada perdagangan hari ini dimana Presiden AS Donald Trump sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang mengakhiri operasi militer dan membuka periode negosiasi selama 60 hari untuk mencapai kesepakatan permanen. Kesepakatan tersebut mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan energi global yang sebelumnya mendorong lonjakan harga minyak. Akibatnya, premi risiko geopolitik yang terbentuk sejak konflik dimulai mulai menghilang dari pasar.
Open : 0.8034 Pivot : 0.8030
R1 : 0.8060 S1 : 0.8011
R2 : 0.8084 S2 : 0.7980
R3 : 0.8124 S3. : 0.7938
DXY
Opportunity: Bullish Range 100,800 – 101,300
Kekuatan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya semakin tak tertandingi. Kondisi mata uang Amerika tersebut terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang terus melonjak dan sentuh level tertinggi hariannya di 100,918. Posisi saat ini menggambarkan bahwa Greenback mencapai level tertinggi sejak Mei 2025, karena investor meningkatkan espektasi pada kenaikan suku bunga Fed akhir tahun ini setelah sinyal hawkish dari Federal Reserve. The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah seperti yang diperkirakan, tetapi memberi sinyal dukungan yang semakin besar untuk kebijakan yang lebih ketat di akhir tahun ini. Sekitar setengah dari anggota FOMC kini memproyeksikan setidaknya satu kenaikan suku bunga pada tahun 2026, sementara bank sentral juga menaikkan perkiraan inflasi di tengah dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah. Ketua Fed Kevin Warsh menolak memberikan arahan mengenai langkah kebijakan selanjutnya, tetapi menekankan bahwa inflasi tetap berada di atas target 2% selama beberapa tahun, menegaskan kembali komitmen Fed untuk memulihkan stabilitas harga. Pasar kini sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga pada bulan Oktober. Dollar AS menguat secara luas, dengan penguatan terbesar terlihat terhadap Poundsterling Inggris dan Franc Swiss setelah Bank of England dan Bank Nasional Swiss mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Pivot : 100,646
R1 : 101,086 S1 : 100,374
R2 : 101,358 S2 : 99,934
R3 : 101,798 S3 : 99,662

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 60,115
Indeks Nikkei 225 naik 0,7% menjadi di atas 71.400, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 0,1% menjadi 4.064 dalam perdagangan yang beragam pada hari Jumat, karena investor menilai data yang menunjukkan inflasi inti Jepang tetap stabil di 1,4% pada bulan Mei. Angka tersebut sesuai dengan ekspektasi dan menunjukkan bahwa tekanan harga yang mendasarinya tetap terkendali meskipun ada kekhawatiran bahwa biaya energi yang tinggi dapat memicu inflasi. Terlepas dari kinerja yang beragam pada hari Jumat, Nikkei dan Topix berada di jalur untuk naik lebih dari 8% dan 4%, masing-masing, untuk minggu ini karena perjanjian perdamaian AS-Iran mulai berlaku, mendorong harga minyak lebih rendah dan meredakan kekhawatiran inflasi. Saham Jepang juga mendapat dukungan dari reli global di saham semikonduktor dan saham terkait kecerdasan buatan, membantu mengimbangi dampak sinyal hawkish dari Federal Reserve AS. Di antara sektor-sektor, saham teknologi sebagian besar naik pada hari Jumat, sementara saham keuangan, industri, dan konsumen umumnya lebih lemah.
Pivot : 62,026
R1 : 63,068 S1 : 60,773
R2 : 64,321 S2 : 59,731
R3 : 66,616 S3 : 57,436
HANGSENG
Opportunity: Menguji support ke area: 25,434
Indeks Hang Seng turun 387 poin, atau 1,6%, dan ditutup pada 23.925 pada hari Kamis, memperpanjang kerugian untuk sesi ketiga berturut-turut dan terendah sejak Juli 2025, karena investor menghindari risiko setelah Federal Reserve mengambil nada yang lebih hawkish, yang menandakan bahwa pengetatan kebijakan lebih lanjut mungkin masih diperlukan untuk menahan inflasi. Prospek suku bunga AS yang lebih tinggi meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah dan dolar AS sekaligus menekan Wall Street semalam. Secara lokal, Otoritas Moneter Hong Kong mempertahankan suku bunga dasarnya tidak berubah di 4,0%, mencerminkan keputusan Fed untuk mempertahankan suku bunga tetap. Investor juga tetap berhati-hati di tengah ketidakpastian yang masih ada mengenai prospek ekonomi global dan potensi dampak dari suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka panjang. Saham sektor keuangan, teknologi, dan ritel memimpin penurunan, dengan kerugian yang signifikan dari Tencent (-1,2%), Meituan (-3,5%), Xiaomi (-3,3%), Lenovo (-4,4%), dan Pop Mart International (-4,1%). Pasar Hong Kong tutup pada hari Jumat karena hari libur nasional dan akan kembali berdagang pada hari Senin.
Pivot : 25,870
R1 : 26,094 S1 : 25,448
R2 : 26,516 S2 : 25,224
R3 : 27,162 S3 : 24,578
NASDAQ
Opportunity:Sell Limit: 29,737| SL: 29,840 | TP: 28,500
Saham-saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Kamis, karena kekuatan sektor teknologi dan optimisme atas kesepakatan AS-Iran mengimbangi kekhawatiran atas kebijakan moneter ketat Federal Reserve. Indeks S&P 500 naik 1% dan Nasdaq 100 naik 1,9%, sementara Dow naik 72 poin. Perjanjian perdamaian sementara yang ditandatangani oleh AS dan Iran, yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, meningkatkan harapan akan berakhirnya konflik dan meredakan kekhawatiran tentang harga energi yang bergejolak. Sementara itu, Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetap stabil, dengan setengah dari pejabat mengisyaratkan bahwa setidaknya satu kenaikan suku bunga mungkin diperlukan tahun ini. Intel melonjak 10,6% setelah Presiden Trump mengumumkan bahwa raksasa semikonduktor itu akan memproduksi chip untuk Apple di AS. Berita tersebut mengangkat sektor chip secara keseluruhan, dengan Nvidia naik 2,8% dan Micron Technology naik 8,5%. Maskapai penerbangan juga mencatat kenaikan yang signifikan, dengan American Airlines naik 3,3%. Wall Street akan tutup pada hari Jumat karena libur.
Pivot : 29,057.92
R1 : 29,889.08 S1 : 28,291.17
R2 : 30,676.17 S2 : 27,439.67
R3 : 32,294.42 S3 : 25,821.42

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bearish menguji support 4.170
Harga emas mengalami tekanan pada perdagangan Jumat setelah sempat mencatat kenaikan di awal pekan. Logam mulia tersebut turun menembus level USD 4.200 per ounce seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat yang lebih ketat. Sentimen utama yang membebani emas berasal dari hasil pertemuan Federal Reserve pada Rabu lalu. Meskipun bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuannya sesuai ekspektasi pasar, sejumlah pejabat The Fed menunjukkan dukungan yang semakin kuat terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga pada tahun ini.
Prospek suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang kepemilikan aset non-yielding seperti emas, sehingga mengurangi daya tarik logam mulia tersebut bagi investor. Akibatnya, arus dana cenderung beralih ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi ketika ekspektasi pengetatan kebijakan moneter menguat.
Pivot : 4.278
R1 4.278 R2 4.330 4.364
S1 4.170 S2 4.118 S3 4.024
Oil
Opportunity : Peluang rebound masih terbuka untuk menguji area resistance di 78,45. Namun, tren tetap cenderung bearish selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas level resistance tersebut.
Harga minyak mentah bergerak melemah pada perdagangan Jumat dan diperdagangkan di kisaran USD 76 per barel. Secara mingguan, minyak berpotensi mencatat penurunan sekitar 10%, mencerminkan perubahan sentimen pasar yang signifikan setelah membaiknya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Penurunan harga dipicu oleh implementasi kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang mengakhiri konflik berkepanjangan penyebab gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah modern. Pasar menyambut positif langkah tersebut karena membuka jalan bagi pemulihan jalur distribusi energi global, khususnya melalui Selat Hormuz yang merupakan salah satu rute perdagangan minyak terpenting di dunia.
Pivot: 78,49
R1 78,49 S1 72,80
R2 81,63 S2 70,40
R3 83,60 S3 67,78
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Jum’at, 19 Juni 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Setup Trading Berbasis Supply & Demand untuk Akhir Pekan
Catat jam dan waktunya ya!
| Jum’at, 19 Juni 2026 | |
| 14.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
