Market Summary
Peluang Trading Perak muncul setelah harga perak terkoreksi ke bawah level USD 80 per ounce pada perdagangan Rabu. Penurunan ini terjadi saat pelaku pasar melakukan aksi ambil untung usai reli tiga hari berturut-turut yang membawa harga mendekati rekor tertinggi.
Penguatan dolar AS menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting turut memberi tekanan pada logam mulia. Investor memilih bersikap wait and see karena laporan ekonomi AS berpotensi memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve.
Pergerakan Harga Perak Jelang Data Ekonomi AS
Harga perak bergerak melemah ke area USD 80,15 pada sesi Asia. Tekanan muncul karena trader mengurangi posisi sebelum rilis data ekonomi utama AS. Fokus pasar tertuju pada laporan ISM Services PMI yang dirilis Rabu serta data tenaga kerja AS di akhir pekan.
Meski demikian, potensi penurunan harga perak terlihat terbatas karena ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed masih cukup kuat.
Ekspektasi Suku Bunga The Fed Jadi Penopang
Pasar Fed Funds masih memproyeksikan peluang sekitar 82% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Januari. Pernyataan sejumlah pejabat The Fed yang membuka peluang pelonggaran kebijakan lebih agresif ikut menjaga minat pada aset safe haven, termasuk perak.
Kondisi ini membantu menahan tekanan jual meski dolar AS bergerak menguat dalam jangka pendek.
Data ADP Jadi Pemicu Volatilitas Pasar
Peluang Trading Perak semakin menarik menjelang rilis laporan ADP Employment Change bulan Desember. Data ini diperkirakan menunjukkan penambahan 45.000 lapangan kerja, berbalik dari kontraksi pada bulan sebelumnya.
Laporan ADP sering menjadi perhatian karena dirilis sebelum Nonfarm Payrolls. Perbedaan signifikan dari ekspektasi pasar dapat memicu pergerakan tajam pada dolar AS dan aset berbasis dolar, termasuk perak.
Faktor Geopolitik Dukung Permintaan Safe Haven
Ketegangan geopolitik global tetap menjadi faktor pendukung harga perak. Aksi militer AS di Venezuela serta meningkatnya ketegangan antara China dan Jepang mendorong investor mencari aset lindung nilai.
Situasi ini membantu menjaga minat beli pada perak meski pasar masih dibayangi ketidakpastian arah data ekonomi AS.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga perak pada time frame H4 masih berada dalam tren menurun dengan level pivot di 81,00. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan bearish berpotensi berlanjut untuk menguji area support di kisaran 78,20-76,00.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga mampu bergerak naik dan menembus level 81,10, maka peluang penguatan lanjutan terbuka dengan target pengujian area resistance 81,80 –82,70.
Resistance 1: 81,10 Resistance 2: 81,80 Resistance 3: 82,70
Support1: 78,20 Support 2: 77,40 Support 3: 76,00
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
