Download TPFx Mobile Available On

Market Highlights (24/09/2026)

by Annan Firsta

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity: Bearish  Range        0,70300 – 0,69800

Akhirnya mata uang Aussie mengalami pelemahan terhadap mata uang Dollar AS. Bahkan saat ini Dollar Australia sudah berada pada level terendah empat minggu terakhir karena penguatan dolar AS mengimbangi spekulasi kenaikan suku bunga RBA minggu depan, yang sekarang sebagian besar telah diperhitungkan. Gubernur Michele Bullock mengatakan risiko inflasi yang meningkat mungkin sedang terwujud, menunjuk pada harga energi yang terus tinggi dan kelebihan permintaan yang berkelanjutan dalam perekonomian domestik. Sebelumnya, Asisten Gubernur Sarah Hunter juga menegaskan kembali bahwa suku bunga mungkin perlu dinaikkan untuk keempat kalinya tahun ini guna meredam inflasi. Pasar kini memperhitungkan peluang sebesar 95% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,60% pada tanggal 29 September, dengan perkiraan suku bunga akan mencapai puncaknya di level 4,85% pada awal tahun depan. Sementara itu, dolar AS tetap stabil karena pernyataan dari para pejabat Fed setelah keputusan kebijakan tersebut mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut jika inflasi tidak mereda. Di tempat lain, para pelaku pasar mengamati KTT AS-China yang akan datang untuk mencari tanda-tanda kemajuan perdagangan, yang dapat mendukung dolar Australia mengingat hubungan perdagangan Australia yang kuat dengan China.

Pivot : 0,70598

R1 : 0,70945      S1 : 0,70028

R2 : 0,71515      S2 : 0,69681

R3 : 0,71862      S3 : 0,69111


USDJPY

Opportunity: Bullish  Range       158,200 – 158,700

Terpuruknya mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS terus berlanjut. Bahkan saat ini Yen Jepang melemah dan sudah menyentuh level 158,392, mata uang ini tetap berada di bawah tekanan dan membuat para pelaku pasar waspada terhadap kemungkinan intervensi di tengah masa libur panjang di Jepang. Sebelumnya, Tokyo telah memanfaatkan likuiditas yang tipis selama liburan untuk melakukan intervensi di pasar mata uang, sementara kekhawatiran meningkat setelah laporan bahwa Bank Sentral Jepang melakukan pengecekan suku bunga dengan pelaku pasar pada Jumat lalu. Yen juga tetap tertekan oleh dolar yang lebih kuat karena komentar bernada *hawkish* dari para pejabat Federal Reserve memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga AS lebih lanjut. Pekan lalu, mata uang Jepang jatuh tajam setelah BOJ menaikkan suku bunga dalam langkah yang telah banyak diantisipasi, dengan dua pembuat kebijakan menentang keputusan tersebut. Gubernur Kazuo Ueda mengatakan BOJ tetap berkomitmen untuk menaikkan suku bunga dan menyesuaikan tingkat akomodasi moneter seiring perkembangan kondisi ekonomi, sambil mencatat bahwa kondisi keuangan yang akomodatif diperkirakan akan tetap berlaku untuk mendukung pertumbuhan.

Pivot : 157,983

R1 : 158,703     S1 : 157,574   

R2 : 159,112     S2 : 156,854

R3 : 159,832      S3 : 156,445


GBPUSD

Opportunity  : Bearish menuju  :  1.3193 –  1.3145

Sesuai perkiraan, Pounds ditutup melemah pada perdagangan Rabu kemarin. Poundsterling mendekati level terendah tiga bulan di sekitar 1,3230. Pound masih berada di bawah tekanan setelah Dollar mencatat kenaikan selama beberapa sesi perdagangan. Dari Inggris, CBI Distributive Trades menjadi salah satu agenda ekonomi utama. Pasar juga akan mencermati komentar dari pejabat Bank of England Dave Ramsden, Swati Dhingra, dan Sarah Breeden. Disisi lain Indeks Dollar AS melonjak ke level tertinggi dalam 1,75 bulan dan ditutup naik pada hari Rabu, 23 September 2026, terdorong lonjakan imbal hasil Treasury AS. Indeks dolar AS ditutup melonjak 0,56% pada 101,11. Dolar AS menguat setelah imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun melesat ke level tertinggi dalam 19 tahun di angka 5,13%, yang memperkuat selisih suku bunga Dollar. Dollar AS juga mendapat dukungan setelah OECD menaikkan perkiraan PDB AS tahun 2026 dan menurunkan perkiraan inflasi AS. GBP diperkirakan masih akan tertekan pada perdagangan hari ini akibat kuatnya akan permintaan U.S Dollar.

Open  : 1.3239         Pivot  1.3270

R1  : 1.3318              S1  : 1.3222

R2  : 1.3347              S2  : 1.3193

R3  : 1.3395              S3  : 1.3145


EURUSD

Opportunity  : Bearish menuju  1.1361 – 1.1320

Euro masih dalam tekanan U.S Dollar pada Rabu kemarin. Pasangan mata uang EUR/USD ditutup merosot 0,57% pada 1.1384. Euro tertekan penguatan dolar AS pada hari Rabu. Namun Euro mendapatkan dukungan terbatas setelah data PMI manufaktur dan PMI komposit S&P Zona Euro bulan September naik melebihi perkiraan. PMI manufaktur S&P Zona Euro bulan September tercatat stabil di angka 52,7, lebih kuat dibandingkan perkiraan penurunan ke level 52,6. PMI komposit S&P Zona Euro bulan September secara tak terduga naik +1,1 poin menjadi 53,1 lebih kuat dari perkiraan penurunan ke 51,7 dan mencatatkan laju ekspansi tercepat dalam 3,25 tahun terakhir. Selain itu, komentar bernada *hawkish* pada hari Rabu dari anggota Dewan Gubernur ECB sekaligus Presiden Bundesbank, Joachim Nagel, turut mendukung euro; ia menyatakan bahwa ECB mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut di tengah inflasi yang tetap tinggi. Pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 60% bagi ECB untuk menaikkan suku bunga sebesar +25 basis poin pada pertemuan kebijakan berikutnya tanggal 29 Oktober. EUR masih berpotensi untuk tertekan yang akan dibayangi oleh penguatan U.S Dollar. Indeks Dolar AS menembus level 101,00 pada Rabu dan mencapai posisi tertinggi dalam dua bulan. Greenback mencatat penguatan selama tiga hari berturut-turut setelah data ekonomi AS menunjukkan kinerja yang solid.

Open  : 1.1382   Pivot  : 1.1401

R1  : 1.1432        S1  : 1.1370

R2  : 1.1451        S2  : 1.1361

R3  : 1.1481        S3  : 1.1320


USDCHF

Opportunity  : Bullish menuju  :  0.8296  –  0.8331

Sesuai perkiraan, Franc Swiss ditutup melemah setelah penguatan dalam empat hari berturut. Penguatan mata-uang Swiss yang hampir sepekan didukung oleh turunnya harga minyak global dalam satu pekan terakhir. Namun Swiss Franc kembali tertekan oleh penguatan U.S Dollar pada perdagangan Rabu kemarin. Indeks Dollar AS menembus level 101,00 pada Rabu dan mencapai posisi tertinggi dalam dua bulan. Greenback mencatat penguatan selama tiga hari berturut-turut setelah data ekonomi AS menunjukkan kinerja yang solid. Kenaikan Dollar juga mendapat dukungan dari pernyataan hawkish sejumlah pejabat Federal Reserve. Pada saat yang sama, imbal hasil US Treasury meningkat di berbagai tenor dan menambah daya tarik aset berbasis Dollar. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan oleh tingginya permintaan mata-uang U.S Dollar.

Open  : 0.8251    Pivot  : 0.8238 

R1  : 0.8274         S1  : 0.8216

R2  : 0.8296         S2  : 0.8180

R3  : 0.8331          S3  : 0.8158


DXY

Opportunity: Bullish  Range    100,400 –  100,700

Dukungan penguatan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terus berlanjut. Keperkasaan tersebut terlihat jelas pada Indeks Dollar AS (DXY) yang melonjak tajam dan sentuh level tertinggi hariannya 101,231. Kondisi Dollar AS ini mencapai level tertinggi dalam 8 minggu setelah data menunjukkan aktivitas bisnis AS berekspansi dengan laju tercepat dalam lebih dari lima tahun, yang memicu ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed. Indeks flash US Composite PMI dari S&P Global naik ke angka 58,4 pada bulan September, mencatatkan angka tertinggi sejak Juli 2021 dan mengindikasikan percepatan tajam dalam aktivitas ekonomi. Sementara itu, harga minyak mentah Brent naik ke atas US$100 per barel, mengakhiri tren penurunan selama lima sesi berturut-turut. Para pedagang kini memperkirakan hampir 60% kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 bps lagi bulan depan, menyusul kenaikan pekan lalu, sementara peluang kenaikan lainnya di bulan Desember berada di sekitar 48%. Pasar juga memantau perkembangan upaya untuk mengakhiri perang dengan Iran. Para investor mengamati perkembangan pembicaraan AS-Iran, yang dapat memperbaiki sentimen risiko.

Pivot : 100,963

R1 :   101,382     S1 :  100,695 

R2 :   101,650     S2 :  100,276

R3 :   102,069     S3 :  100,008

 


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bearish ke area 62,470

Indeks Nikkei 225 melonjak 1,6% menjadi di atas 66.000 pada hari Kamis seiring dibukanya kembali pasar setelah liburan panjang, dengan saham teknologi dan kecerdasan buatan memimpin kenaikan karena menyamai kinerja saham global lainnya. Saham teknologi dan AI global berkinerja lebih baik dalam beberapa sesi terakhir setelah agen AI pribadi Muse milik Meta kembali membangkitkan minat investor di sektor ini dan meningkatkan permintaan saham infrastruktur AI. Saham-saham yang mencatatkan kenaikan signifikan di Jepang termasuk Kioxia Holdings (3,2%), Ibiden Co (5,9%), Advantest (1%), SoftBank Group (5,4%), dan Tokyo Electron (0,8%). Sementara itu, investor tetap berhati-hati karena Wall Street berada di bawah tekanan pada hari Rabu setelah data ekonomi AS yang kuat dan rebound harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut, mendorong dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah lebih tinggi. Investor juga terus memantau perkembangan dalam pembicaraan AS-Tiongkok yang dapat mengarah pada perjanjian perdagangan baru.

Pivot : 64,048

R1 : 65,222      S1 : 63,357

R2 : 65,913      S2 : 62,183

R3 : 67,087     S3 : 61,492


HANGSENG

Opportunity: Bearish ke 25,420

Indeks Hang Seng turun 1,0%, atau 254 poin, dan ditutup pada 24.834 pada hari Rabu, membalikkan kenaikan kecil pada sesi sebelumnya dan mengakhiri tren kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Saham-saham teknologi memimpin penurunan karena investor mengambil keuntungan dan tetap berhati-hati menjelang pertemuan yang diharapkan antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump. Investor mengamati pembicaraan tersebut untuk mendapatkan sinyal tentang perdagangan, semikonduktor, kecerdasan buatan, dan rantai pasokan, dengan AI muncul sebagai area utama persaingan strategis antara dua ekonomi terbesar di dunia. Alibaba turun 4,2% setelah laporan bahwa Tiongkok sedang menyelidiki potensi kebocoran data yang melibatkan DeepSeek dan Moonshot. Sementara itu, minyak mentah Brent turun di bawah $100 per barel, memberikan sedikit kelegaan dari kekhawatiran inflasi baru-baru ini. Saham-saham keuangan, jasa teknologi, dan perdagangan ritel memimpin penurunan, dengan Tencent (-2,4%), Z.AI Co. (-12,4%), Xiaomi (-3,8%), MiniMax (-4,0%), dan AIA (-1,2%) termasuk di antara saham-saham yang mengalami penurunan signifikan.

Pivot : 25,235

R1 : 25,315    S1 : 25,130

R2 : 25,420    S2 : 25,050

R3 : 25,550    S3 : 24,945


NASDAQ

Opportunity: Sell Limit: 29,200| SL: 29,320 | TP: 28,950

Kontrak berjangka saham AS stabil pada hari Kamis setelah indeks utama turun pada sesi sebelumnya, karena data ekonomi yang kuat, lelang obligasi pemerintah yang lemah, dan kekhawatiran inflasi yang kembali muncul terkait dengan harga energi mendorong imbal hasil obligasi pemerintah ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Dalam perdagangan reguler pada hari Rabu, Dow Jones turun 0,68%, S&P 500 turun 0,75%, dan Nasdaq Composite turun 1,13%. Sepuluh dari 11 sektor S&P berakhir lebih rendah, dipimpin oleh layanan komunikasi, utilitas, dan barang konsumsi non-esensial. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun acuan naik menjadi sekitar 5,11%, level tertinggi sejak Juli 2007. Pergerakan ini mengikuti data PMI Global S&P yang menunjukkan pesanan baru yang kuat dan inflasi harga input dan output tertinggi dalam beberapa tahun, yang memicu ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve lainnya tahun ini. Harga minyak juga pulih karena ketidakpastian terus berlanjut mengenai kemajuan pembicaraan AS-Iran. Investor sekarang menunggu data klaim pengangguran mingguan terbaru, bersama dengan laporan pendapatan dari Costco dan Darden Restaurants.

Pivot : 29,905.75

R1 : 29,571.75      S1 : 29,113.75

R2 : 29,763.75       S2 : 28,655.75 

R3 : 30,029.75       S3 : 28,655.75



COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF

Gold

Opportunity: Bearish selama di bawah resistance 4.342, testing support 4.251 – 4.223

Harga emas bergerak di bawah level US$4.300 per troy ounce pada perdagangan Kamis setelah mengalami penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Tekanan utama datang dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury AS, yang membuat emas menjadi relatif kurang menarik bagi investor karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil. Pergerakan tersebut terjadi setelah data sektor swasta AS yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih akan melanjutkan kebijakan moneter yang ketat.

Sentimen terhadap emas juga tertekan setelah sejumlah pejabat The Fed kembali menyatakan dukungan terhadap kenaikan suku bunga pada pekan sebelumnya, sekaligus memperingatkan bahwa risiko inflasi masih persisten. Pasar kini memperkirakan probabilitas sekitar 70% untuk kenaikan suku bunga The Fed berikutnya pada Oktober, meningkat dari sekitar 55% sehari sebelumnya. Perubahan ekspektasi tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dan memberikan dukungan tambahan bagi dolar, sehingga menciptakan tekanan terhadap harga emas.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak menjadi faktor tambahan yang perlu diperhatikan oleh pasar emas karena dapat meningkatkan tekanan inflasi global. Ketidakpastian terkait hubungan AS-Iran dan kondisi di sekitar Selat Hormuz mendorong harga minyak kembali menguat, yang berpotensi mempertahankan perhatian investor terhadap risiko inflasi.

Pivot : 4,342

R1  4,342    R2  4,371   R3 4,400

S1  4,251    S2  4,223   S3  4,184


Oil

Opportunity : Bearish selama di bawah 93,81, testing support 88,68.

Harga minyak mentah bertahan di atas US$92 per barel pada perdagangan Kamis setelah mengalami rebound pada sesi sebelumnya. Penguatan tersebut berlangsung di tengah ketidakpastian mengenai perkembangan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran, terutama setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran tidak akan menyerah terhadap ancaman dan tetap mempertahankan haknya untuk mengembangkan teknologi nuklir bagi kepentingan ekonomi. Pezeshkian juga menyatakan bahwa Iran tidak akan mengizinkan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz selama sanksi dan blokade AS masih diberlakukan.

Pernyataan tersebut meningkatkan perhatian pasar terhadap risiko gangguan pasokan dan jalur perdagangan minyak global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur strategis bagi transportasi energi. Ketidakpastian geopolitik tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang harga minyak meskipun pasar masih mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran.

Dari sisi kebijakan energi AS, Menteri Energi Chris Wright mengatakan pemerintahan Trump sedang bekerja sama dengan perusahaan penyulingan untuk mendorong pengurangan ekspor diesel AS secara sukarela sebagai alternatif dari pemberlakuan larangan ekspor secara formal. Sementara itu, Arab Saudi mengambil langkah untuk kembali menggunakan jalur pipa East-West yang merupakan salah satu infrastruktur penting bagi ekspor minyaknya. Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa dirinya telah membahas kemungkinan gencatan senjata energi dengan Presiden Trump.

Pivot: 93,81

R1  93,81        S1  88,68

R2  96,04        S2  85,89

R3  97,99        S3  83,40


DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Kamis, 24 September 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

Support & Resistance Jadi Kunci Trading Emas Jelang Jobless Claims

Catat jam dan waktunya ya!

  Kamis, 24 September 2026 
  13.00 WIB
  Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy