FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,70400 – 0,71000
Geliat tanda penguatan mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS mulai nampak, meski terbatas dan sementara. Kondisi Aussie ini tetap pada level terendah sembilan minggu karena ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah membebani sentimen risiko global. AS terus melancarkan serangan terhadap Iran, dengan Presiden Trump menuduh Teheran menunda pembicaraan mengenai kesepakatan perdamaian sementara, sehari setelah menuduh Iran telah menembak jatuh sebuah helikopter. Konflik yang berkepanjangan dan hampir tertutupnya Selat Hormuz terus mengganggu aliran energi dari Teluk Persia, meningkatkan kekhawatiran akan tekanan inflasi. Di Australia, sentimen konsumen semakin melemah pada bulan Juni karena inflasi dan biaya bahan bakar yang lebih tinggi terus membebani keuangan rumah tangga. Fokus sekarang beralih ke keputusan kebijakan Bank Sentral Australia (RBA) yang akan datang minggu depan, di mana suku bunga secara luas diperkirakan akan tetap tidak berubah. Gubernur Bullock menegaskan kembali pekan lalu bahwa RBA tetap fokus untuk menurunkan inflasi setelah tiga kali kenaikan suku bunga awal tahun ini. Sementara itu, para ekonom telah mengurangi prediksi untuk kenaikan suku bunga pada bulan Agustus dan sekarang memperkirakan suku bunga akan mencapai puncaknya di 4,35%.
Pivot : 0,70263
R1 : 0,70743 S1 : 0,69982
R2 : 0,71024 S2 : 0,69502
R3 : 0,71504 S3 : 0,69221
USDJPY
Opportunity: Bearish Range 160,000 – 159,500
Tanda penguatan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback mulai nampak, meski masih terbatas dan sementara. Namun Yen tetap bertahan di dekat level terlemahnya sejak Juli 2024 meskipun inflasi grosir negara itu meningkat dengan laju tercepat dalam tiga tahun terakhir akibat melonjaknya harga energi. Harga produsen Jepang naik 6,1% pada Mei dibandingkan tahun sebelumnya, setelah revisi kenaikan 5,3% pada April dan melebihi ekspektasi pasar sebesar 5,5%. Data terbaru memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Jepang akan menaikkan suku bunga minggu depan karena para pembuat kebijakan berupaya mengatasi tekanan inflasi yang meningkat akibat konflik di Timur Tengah dan depresiasi tajam Yen. Investor juga menantikan sinyal-sinyal agresif dari Gubernur BOJ Kazuo Ueda, dengan pasar semakin berspekulasi tentang kenaikan suku bunga lagi pada bulan September dan kemungkinan kenaikan ketiga pada bulan Desember.
Pivot : 159,997
R1 : 160,461 S1 : 159,409
R2 : 161,049 S2 : 158,945
R3 : 161,513 S3 : 158,357
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3460 – 1.3482
Pounds berhasil rebound setelah tertekan dalam dua sesi sebelumnya. Pounds kembali menguat setelah meningkatnya optimisme bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan damai. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer terhadap Iran dan menyatakan bahwa proses negosiasi telah mencapai tingkat tertinggi dalam kepemimpinan Iran. Trump juga mengatakan bahwa pembahasan akhir telah mendapatkan persetujuan dari sejumlah negara di Timur Tengah dan kawasan sekitarnya. Harapan perdamaian juga mendorong investor keluar dari aset safe haven. Akibatnya, dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat mengalami penurunan. Indeks dolar turun 0,36% ke level 99,69. Pounds menguat ke level 1.3432 diperdagangan Kamis kemarin. Perhatian investor kini tertuju pada pertemuan Federal Reserve pekan depan yang akan menjadi rapat pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh. Mayoritas pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan tersebut. Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember masih cukup tinggi. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang didukung optimisme kesepakatan damai Timur-tengah.
Open : 1.3412 Pivot 1.3391
R1 : 1.3432 S1 : 1.3366
R2 : 1.3460 S2 : 1.3325
R3 : 1.3482 S3 : 1.3300
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1614 – 1.1644
Euro ditutup menguat pada perdagangan Kamis kemarin. Penguatan mata-uang Euro terjadi setelah Bank Sentral Eropa menaikan tingkat suku-bunga sebesar 2.40%. Disisi lain kesepakatan damai antara AS-Iran mengalami peningkatan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer terhadap Iran dan menyatakan bahwa proses negosiasi telah mencapai tingkat tertinggi dalam kepemimpinan Iran. Trump juga mengatakan bahwa pembahasan akhir telah mendapatkan persetujuan dari sejumlah negara di Timur Tengah dan kawasan sekitarnya. Indeks dolar turun 0,36% ke level 99,69. Euro menguat ke US$1,1579. Perhatian investor kini tertuju pada pertemuan Federal Reserve pekan depan yang akan menjadi rapat pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh. Mayoritas pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan tersebut. Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember masih cukup tinggi. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini mengingat beralihnya aset safe haven terhadap Dollar AS ke aset berisiko.
Open : 1.1576 Pivot : 1.1556
R1 : 1.1588 S1 : 1.1535
R2 : 1.1614 S2 : 1.1502
R3 : 1.1644 S3 : 1.1476
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.7915 – 0.7871
Swiss Franc berhasil menguat pada perdagangan Kamis kenarin. Penguatan mata-uang Swiss didukung adanya kesepakatan damai AS-Iran yang mengalami kemajuan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer terhadap Iran dan menyatakan bahwa proses negosiasi telah mencapai tingkat tertinggi dalam kepemimpinan Iran. Trump juga mengatakan bahwa pembahasan akhir telah mendapatkan persetujuan dari sejumlah negara di Timur Tengah dan kawasan sekitarnya. Indeks Dollar turun 0,36% ke level 99,69. CHF menguat ke US$0.7940. Disisi lain laporan klaim pengangguran AS malam tadi mengalami peningkatan sebesar 229k versus 225k angka sebelumnya. Dollar AS masih diperkirakan akan tertekan dan CHF berpotensi masih akan menguat pada perdagangan hari ini.
Open : 0.7946 Pivot : 0.7967
R1 : 0.7984 S1 : 0.7940
R2 : 0.8012 S2 : 0.7915
R3 : 0.8042 S3 : 0.7871
DXY
Opportunity: Bearish Range 99,600 – 99,300
Penguatan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya mulai tertahan. Kondisi tersebut tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang kembali merosot dan sentuh level terendah hariannya di level 99,586. Sebelumnya Dollar AS mendekati level tertinggi dalam sepuluh minggu karena investor semakin khawatir bahwa peningkatan konflik antara AS dan Iran dapat mendorong harga energi lebih tinggi dan menambah tekanan inflasi. Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa AS akan menyerang Iran “dengan sangat keras” dan mengindikasikan bahwa Washington dapat mengambil alih Pulau Kharg dalam waktu dekat. Sementara itu, data terbaru menunjukkan bahwa inflasi meningkat pada bulan Mei dengan laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun, dengan dampak konflik Iran yang berkontribusi pada meningkatnya tekanan harga. Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja, indeks harga produsen meningkat 6,5% secara tahunan dan naik 1,1% dari bulan sebelumnya. Di Eropa, Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun, menandakan bahwa mereka tidak dapat lagi menunda tindakan karena risiko inflasi meningkat di tengah ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung. Euro sebagian besar tetap stabil terhadap Dollar AS.
Pivot : 99,858
R1 : 100,130 S1 : 99,402
R2 : 100,586 S2 : 99,130
R3 : 100,858 S3 : 98,674

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 60,115
Indeks Nikkei 225 melonjak 4% menuju 67.000, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 2,1% menjadi 3.910 pada hari Jumat, karena saham-saham Jepang pulih dari kerugian awal pekan setelah Presiden Donald Trump mengatakan perjanjian perdamaian dengan Iran dapat ditandatangani secepatnya akhir pekan ini di Eropa, yang menyebabkan harga minyak turun tajam. Sentimen investor juga meningkat menjelang debut SpaceX di Wall Street, dengan perusahaan tersebut diperkirakan akan mengumpulkan sekitar $75 miliar dengan proyeksi valuasi pasar sebesar $1,78 triliun. Saham-saham teknologi dan terkait AI memimpin kenaikan, dengan Kioxia Holdings naik 6%, Tokyo Electron melonjak 10%, SoftBank Group bertambah 3,4%, Advantest naik 8,7%, dan Taiyo Yuden meroket 13%. Saham-saham keuangan dan konsumen juga menguat, termasuk Mitsubishi UFJ naik 1,1%, Sumitomo Mitsui naik 2,3%, dan Fast Retailing naik 1,9%.
Pivot : 62,026
R1 : 63,068 S1 : 60,773
R2 : 64,321 S2 : 59,731
R3 : 66,616 S3 : 57,436
HANGSENG
Opportunity: Menguji support ke area: 25,434
Indeks Hang Seng naik sekitar 1,6% atau 392 poin pada perdagangan awal Jumat, pulih dari kerugian yang mendorong indeks acuan ke level terendah 11 bulan pada sesi sebelumnya, karena sentimen risiko global yang membaik mengangkat saham di seluruh kawasan. Kepercayaan investor menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Iran telah mencapai kemajuan signifikan, meningkatkan harapan bahwa kesepakatan perdamaian dapat dicapai secepatnya akhir pekan ini. Prospek meredanya ketegangan geopolitik meningkatkan selera terhadap aset berisiko secara global. Sementara itu, harga minyak turun ke level terendah dua bulan karena kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan mereda, mendukung sektor-sektor yang sensitif terhadap biaya bahan bakar. Saham-saham sektor keuangan, teknologi, dan perdagangan ritel yang berbobot besar memimpin kenaikan, sementara sektor komunikasi adalah satu-satunya segmen yang mencatat penurunan moderat. Di antara saham-saham individual, AIA (+1,4%), Semiconductor (+3,3%), Kingboard (+4,4%), Lenovo (+2,2%), Knowledge Atlas (+7,3%), dan Dongyue (+10,0%) termasuk di antara saham-saham dengan kinerja terbaik.
Pivot : 25,870
R1 : 26,094 S1 : 25,448
R2 : 26,516 S2 : 25,224
R3 : 27,162 S3 : 24,578
NASDAQ
Opportunity:Sell Limit: 29,737| SL: 29,840 | TP: 28,500
Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah pada hari Jumat karena investor menantikan debut pasar SpaceX yang sangat dinantikan dan mempertimbangkan tanda-tanda meredanya ketegangan antara AS dan Iran. SpaceX dijadwalkan mulai diperdagangkan pada hari Jumat dan diperkirakan akan menjadi IPO terbesar dalam sejarah. Perusahaan menetapkan harga sahamnya sebesar $135 per lembar, mengumpulkan sekitar $75 miliar dan menyiratkan valuasi pasar sekitar $1,78 triliun. Di bidang geopolitik, Presiden Donald Trump mengatakan kesepakatan perdamaian dengan Iran dapat dicapai paling cepat akhir pekan ini setelah menunda serangan yang direncanakan dan memperingatkan bahwa AS dapat menargetkan infrastruktur minyak negara tersebut. Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, juga melaporkan bahwa Teheran kemungkinan akan menerima perjanjian tersebut, meskipun belum ada teks final yang disetujui. Pada sesi reguler Kamis, Dow melonjak 1,86%, S&P 500 naik 1,75%, dan Nasdaq Composite naik 2,54%.
Pivot : 29,057.92
R1 : 29,889.08 S1 : 28,291.17
R2 : 30,676.17 S2 : 27,439.67
R3 : 32,294.42 S3 : 25,821.42

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Meski rebound, harga masih di bawah SMA 50, menunjukkan trend keseluruhan masih bearish.
Harga emas bertahan di atas level USD 4.200 per troy ounce pada perdagangan Jumat setelah mencatat pemulihan lebih dari 3% pada sesi sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh perubahan sentimen pasar menyusul meningkatnya optimisme terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran dalam waktu dekat. Pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebutkan bahwa kesepakatan dapat tercapai secepat akhir pekan ini membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap risiko inflasi berkepanjangan yang sebelumnya dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Sentimen positif semakin menguat setelah media semi-resmi Iran melaporkan bahwa Teheran kemungkinan bersedia menerima kesepakatan tersebut, meskipun hingga kini belum ada naskah final yang disetujui oleh kedua pihak. Prospek meredanya konflik berpotensi mengurangi tekanan pada pasar energi global dan menurunkan risiko gangguan pasokan minyak yang selama ini menjadi salah satu faktor pendorong inflasi.
Di sisi lain, Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023 serta merevisi naik proyeksi inflasi untuk tahun 2026 dan 2027. Selain itu, data menunjukkan harga produsen Amerika Serikat meningkat 6,5% secara tahunan pada Mei, mencerminkan dampak kenaikan biaya energi akibat gejolak di Timur Tengah. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpotensi menaikkan suku bunga pada tahun ini. Dengan demikian, pasar emas saat ini berada di antara dua kekuatan yang saling berlawanan, yaitu berkurangnya permintaan aset safe haven akibat meredanya risiko geopolitik dan dukungan dari tekanan inflasi yang tetap tinggi.
Pivot : 4.345
R1 4.271 R2 4.345 R3 4.423
S1 4.187 S2 4.116 S3 4.019
Oil
Opportunity : Bearish, testing support 83,60.
Harga minyak mentah melemah menuju level USD 86 per barel pada perdagangan Jumat dan menyentuh titik terendah dalam hampir dua bulan terakhir. Pelemahan ini terjadi setelah munculnya harapan bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan damai yang dapat mengurangi risiko gangguan pasokan energi global.
Tekanan jual meningkat setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran berpotensi tercapai dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut disampaikan setelah pemerintah AS menunda rencana serangan militer dan menyampaikan peringatan bahwa infrastruktur minyak Iran dapat menjadi sasaran apabila negosiasi gagal. Di saat yang sama, laporan dari media semi-resmi Iran mengindikasikan bahwa Teheran kemungkinan akan menerima proposal kesepakatan, meskipun belum ada persetujuan final dari kedua belah pihak.
Pasar menilai bahwa tercapainya kesepakatan dapat membuka kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, salah satu rute perdagangan energi terpenting di dunia. Selain itu, kesepakatan tersebut diperkirakan akan memungkinkan pemulihan ekspor minyak Iran secara bertahap, sehingga meningkatkan prospek pasokan global dan menekan harga minyak.
Meski demikian, pelaku pasar masih bersikap hati-hati karena normalisasi pasokan diperkirakan tidak akan berlangsung secara instan. Berbagai tantangan teknis masih harus dihadapi, termasuk proses pembersihan ranjau di Selat Hormuz, pengaktifan kembali ladang minyak yang sempat berhenti beroperasi, serta perbaikan fasilitas energi yang mengalami kerusakan akibat serangan drone dan rudal. Oleh karena itu, meskipun sentimen jangka pendek cenderung bearish bagi harga minyak, ketidakpastian terkait implementasi kesepakatan dan pemulihan pasokan tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan oleh pasar.
Pivot: 85,93
R1 85,93 S1 83,60
R2 88,61 S2 81,26
R3 91,40 S3 78,97
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Jumat, 12 Juni 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Membaca Arah Pasar Akhir Pekan dengan Strategi Supply & Demand
Catat jam dan waktunya ya!
| Jumat, 12 Juni 2026 | |
| 14.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
