FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,66900 – 0,66300
Akhirnya mata uang Aussie mengalami pelemahan terhadap mata uang Dollar AS. Bahkan mata uang Aussie melemah dari level terkuatnya lima belas bulan, karena investor terus menilai prospek kenaikan suku bunga pada bulan Februari, sementara data perdagangan yang lebih lemah dari perkiraan membebani sentimen. Data menunjukkan surplus perdagangan barang negara tersebut menyempit menjadi AUD 2,94 miliar pada bulan November, angka terkecil dalam tiga bulan dan lebih rendah dari perkiraan sebesar AUD 4,9 miliar. Sementara itu, pasar masih terpecah pendapat mengenai apakah Bank Sentral akan segera mengambil tindakan, dengan beberapa ekonom memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga secara tiba-tiba dapat mengganggu pemulihan ekonomi Australia yang masih rapuh. Langkah seperti itu dapat memberikan tekanan baru pada sektor swasta, yang baru-baru ini mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Setelah laporan inflasi bulan November yang beragam, perhatian kini beralih ke data CPI triwulanan yang akan dirilis akhir bulan ini untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang prospek kebijakan. Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser mengatakan perlambatan inflasi “bermanfaat” tetapi sebagian besar sudah diperkirakan dan inflasi masih terlalu tinggi.
Pivot : 0,67014
R1 : 0,67217 S1 : 0,66778
R2 : 0,67453 S2 : 0,66575
R3 : 0,67656 S3 : 0,66339
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 156,700 – 157,200
Pelemahan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback terus terjadi. Bahkan kondisi Yen telah menandai sesi penurunan ketiga berturut-turut imbas penguatan Dollar AS dan meningkatnya risiko geopolitik menekan mata uang tersebut. Dollar AS menguat secara luas terhadap mata uang utama lainnya, dengan data ekonomi AS yang beragam memberikan sedikit petunjuk tentang prospek kebijakan Federal Reserve. Investor juga mempertimbangkan potensi dampak dari meningkatnya ketegangan antara Jepang dan China setelah Beijing memberlakukan kontrol ekspor terhadap produk-produk yang digunakan untuk keperluan militer ke Jepang. Di dalam negeri, upah riil di Jepang turun 2,8% pada bulan November karena inflasi jauh melampaui pertumbuhan upah untuk bulan tersebut, yang menantang rencana Bank Sentral Jepang untuk pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Awal pekan ini, Gubernur Kazuo Ueda menegaskan kembali bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga jika perkembangan ekonomi dan harga sesuai dengan perkiraan.
Pivot : 156,783
R1 : 157,119 S1 : 156,502
R2 : 157,400 S2 : 156,166
R3 : 157,736 S3 : 155,885
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3415 – 1.3389
Diluar perkiraan, Pounds kembali melemah di tengah meningkatnya Klaim pengangguran AS. Data terbaru menunjukkan klaim tunjangan pengangguran AS meningkat moderat, menandakan pemutusan hubungan kerja tetap terkendali meski permintaan tenaga kerja belum pulih sepenuhnya. Pelemahan mata-uang Poundsterling juga ditekan oleh rilisnya data indeks harga perumahan Inggris yang turun. Ketegangan geopolitik di kawasan Eropa yang belum reda juga mendorong pelemahan mata-uang poundsterling. Pelaku pasar akan fokus pada laporan tenaga-kerja AS Non-farm payroll malam nanti. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini.
Open : 1.3433 Pivot : 1.3439
R1 : 1.3464 S1 : 1.3427
R2 : 1.3580 S2 : 1.3415
R3 : 1.3494 S3 : 1.3389
EURUSD
Opportunity : Bearish Menuju 1.1627 – 1.1611
Euro kembali tertekan pada perdagangan Kamus kemarin. Laporan data ekonomi kawasan yang diluar perkiraan terdapat pelemahan. Disatu-sisi Indeks Dollar AS menguat tipis, didukung kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Penguatan dolar menekan pergerakan euro yang mencatat penurunan beruntun terhadap greenback.penguatan Dollar terjadi di tengah meningkatnya Klaim pengangguran AS yang ril8s malam tadi. Data terbaru menunjukkan klaim tunjangan pengangguran AS meningkat moderat, menandakan pemutusan hubungan kerja tetap terkendali meski permintaan tenaga kerja belum pulih sepenuhnya. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini. Pelaku pasar akan fokus pada laporan tenaga-kerja AS Non-farm payroll malam nanti.
Open : 1.1651 Pivot : 1.1663
R1 : 1.1682 S1 : 1.1642
R2 : 1.1707 S2 : 1.1627
R3 : 1.1727 S3 : 1.1611
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8022 – 0.8046
Swiss Franc kembali melemah secara beruntun dalam tiga hari berturut. Pelemahan mata-uang Swiss terjadi di tengah naiknya data Inflasi Swiss yang rilis Kamis kemarin. Disatu-sisi Indeks Dollar AS menguat tipis. Penguatan dolar menekan pergerakan euro yang mencatat penurunan beruntun terhadap greenback.penguatan Dollar terjadi di tengah meningkatnya Klaim pengangguran AS yang ril8s malam tadi. Data terbaru menunjukkan klaim tunjangan pengangguran AS meningkat moderat, menandakan pemutusan hubungan kerja tetap terkendali meski permintaan tenaga kerja belum pulih sepenuhnya. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang akan berfokus pada laporan tenaga-kerja AS Non-farm payroll malam nanti.
Open : 0.7988 Pivot : 0.7981
R1 : 0.7998 S1 : 0.7971
R2 : 0.8022 S2 : 0.7953
R3 : 0.8046 S3. : 0.7932
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.38817 dengan target 1.38630 dan stop loss diatas 1.39192
USDCAD terlihat mencoba rebound setelah koreksi pendek dari level 1.38876. Harga saat ini bergerak di atas pivot point mingguan klasik, menunjukkan bias intraday sedikit bullish. Namun momentum upside relatif terbatas karena harga masih berada di bawah resistance kuat di sekitar high 8 Januari 1.38876. Struktur mayor masih sideways dengan kemungkinan rejection dari zona atas jika breakout tidak terjadi.
Pada 9 Januari 2026, rilis data ekonomi yang penting adalah US Nonfarm Payrolls (NFP) dan Kanada Net Change in Employment / Unemployment Rate (20:30 WIB) yang bisa meningkatkan volatilitas CAD dan USDCAD di sesi awal perdagangan. Data pekerjaan AS diperkirakan menunjukkan peningkatan pekerjaan moderat, sementara Kanada juga akan mengumumkan perubahan lapangan kerja dan tingkat pengangguran— indikator yang sering menjadi driver utama USDCAD. Selain itu, data Michigan Consumer Sentiment akan memberikan gambaran konsumsi AS yang berdampak pada outlook ekonomi AS secara lebih luas.
Open price :1.38560 Pivot :1.38659
R1 :1.38817 S1 :1.38442
R2 :1.39034 S2 :1.38284
R3 :1.39192 S3 :1.38067
DXY
Opportunity: Bullish Range 98,800 – 99,200
Kebangkitan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terus mewarnai pergerakan market. Tergambar jelas pada Indeks Dollar AS (DXY) yang kembali melonjak dan sentuh level tertinggi hariannya 98,984. Kondisi mata uang Amerika ini merupakan level tertinggi sejak 9 Desember, karena para pelaku pasar mempertimbangkan data ekonomi AS yang beragam dan menilai kembali arah kebijakan Federal Reserve. Klaim tunjangan pengangguran awal meningkat sedikit menjadi 208.000 minggu lalu, sementara pemutusan hubungan kerja turun menjadi 35.553 pada bulan Desember, terendah sejak Juli 2024, menandakan pasar tenaga kerja yang tangguh dan meredakan kekhawatiran akan perlambatan yang akan segera terjadi. Defisit perdagangan menyempit tajam menjadi $29,4 miliar pada bulan Oktober, terkecil sejak Juni 2009 dan jauh di bawah perkiraan $58,1 miliar, karena impor turun ke level terendah dalam 21 bulan dan ekspor mencapai rekor tertinggi di tengah volatilitas yang dipicu oleh tarif. Kini perhatian beralih ke laporan ketenagakerjaan (NFP) bulan Desember yang akan dirilis malam nanti pukul 20:30 WIB untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut mengenai kondisi pasar tenaga kerja. Pasar saat ini memperkirakan hampir 90% kemungkinan Fed mempertahankan suku bunga tetap, meskipun para pedagang masih mengharapkan beberapa pemotongan suku bunga di akhir tahun ini.
Pivot : 98,846
R1 : 99,014 S1 : 98,709
R2 : 99,151 S2 : 98,541
R3 : 99,319 S3 : 98,404

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 49,000
Indeks Nikkei 225 turun 1,63% menjadi 51.117 sementara Indeks Topix yang lebih luas kehilangan 0,77% menjadi 3.484 pada hari Kamis, dengan saham Jepang mengalami penurunan untuk sesi kedua berturut-turut, tertekan oleh kerugian pada saham teknologi dan keuangan karena aksi ambil untung mulai terjadi. Saham lokal mengembalikan sebagian dari keuntungan yang dicatat sebelumnya pada minggu ini, karena optimisme awal tahun yang telah mengangkat aset berisiko mulai memudar di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi. Investor juga terus menilai potensi dampak kontrol ekspor China terhadap produk-produk militer ke Jepang, yang dapat membebani sektor industri dan manufaktur negara tersebut. Saham teknologi berbobot besar memimpin penurunan, dengan Tokyo Electron turun 4%, SoftBank Group turun 7,6%, Advantest turun 2,4%, Lasertec kehilangan 4,4%, dan Hitachi turun 3,3%. Saham-saham sektor keuangan juga mengalami penurunan, termasuk Mitsubishi UFJ (-0,6%), Sumitomo Mitsui (-2,1%), dan Mizuho Financial (-1,3%).
Pivot : 50,355
R1 : 50,555 S1 : 50,090
R2 : 50,820 S2 : 49,890
R3 : 51,285 S3 : 49,425
HANGSENG
Opportunity: Bearish ke area: 24,900
Indeks Hang Seng turun 310 poin, atau 1,2%, dan ditutup pada 26.149 pada hari Kamis, melanjutkan kerugian dari sesi sebelumnya karena sebagian besar sektor mengalami penurunan. Sentimen terpukul oleh penurunan tajam pada kontrak berjangka AS dan aksi jual besar-besaran pada reksa dana yang terdaftar di AS dan berfokus pada Tiongkok pada hari Rabu. Kehati-hatian juga meningkat menjelang data CPI dan PPI Tiongkok bulan Desember pada hari Jumat, dengan risiko deflasi masih ada. Sektor keuangan turun 1,5%, mencerminkan kelemahan di sektor-sektor sejenis di daratan Tiongkok karena investor mengambil keuntungan setelah pemulihan baru-baru ini. Indeks teknologi Hong Kong turun sekitar 1,0% meskipun ada laporan bahwa Beijing telah meminta perusahaan domestik untuk menghentikan pesanan chip Nvidia H200 dan diperkirakan akan mewajibkan pembelian chip AI lokal. Sebaliknya, saham properti naik 1% setelah bank sentral Tiongkok memberi sinyal kesiapannya untuk menurunkan biaya pinjaman tahun ini dan meluncurkan langkah-langkah kontra-siklik untuk mendukung perekonomian. Saham-saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain Sands China (-4,1%), China Reinsurance (-3,9%), Meituan (-3,6%), Kuaishou Tech (-3,0%), dan Techtronic Industries (-1,7%).
Pivot : 26,361
R1 : 26,620 S1 : 26,024
R2 : 26,957 S2 : 25,765
R3 : 27,216 S3 : 25,428
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 25,532 | SL: 25,432 | TP: 25,900
Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah pada hari Jumat karena investor menunggu laporan pekerjaan bulan Desember, data penting yang diharapkan memberikan wawasan lebih lanjut tentang kondisi pasar tenaga kerja dan prospek kebijakan Federal Reserve. Pasar juga fokus pada potensi putusan Mahkamah Agung AS mengenai legalitas tarif yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump. Dalam perdagangan reguler pada hari Kamis, Dow naik 0,55%, S&P 500 naik tipis 0,01%, dan Nasdaq Composite turun 0,44%. Sesi tersebut mencerminkan rotasi dari saham teknologi berpertumbuhan tinggi ke sektor lain di tengah meningkatnya pengawasan terhadap pengeluaran modal terkait AI. Saham semikonduktor dan saham terkait AI memimpin penurunan, termasuk Nvidia (-2,2%), Micron Technology (-3,7%), Broadcom (-3,2%), AMD (-2,5%), dan Palatir (-2,7%). Sebaliknya, saham-saham sektor pertahanan melonjak setelah Presiden Trump menyerukan anggaran militer AS sebesar $1,5 triliun untuk tahun 2027, dengan Lockheed Martin naik 4,4%, Northrop Grumman 2,4%, dan Kratos Defense 13,8%.
Pivot : 25,706.83
R1 : 25,784.67 S1 : 25,620.92
R2 : 25,870.58 S2 : 25,543.08
R3 : 26,034.33 S3 : 25,379.33

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish selama bertahan di atas 4.422, testing resistance 4.500-4.550
Harga emas kembali menguat dan diperdagangkan di atas level USD 4.470 per ons, mencerminkan bangkitnya kembali minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Permintaan safe haven kembali mendominasi seiring eskalasi risiko geopolitik, khususnya meningkatnya ketegangan seputar Venezuela setelah sejumlah langkah yang diambil oleh Amerika Serikat. Kondisi ini mendorong pelaku pasar untuk kembali menempatkan dana pada emas sebagai aset defensif di tengah ketidakpastian arah politik dan stabilitas global.
Dari sisi kebijakan moneter, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed tetap menjadi faktor pendukung utama. Pasar masih memperkirakan sekitar dua kali penurunan suku bunga tahun ini, yang menahan kenaikan imbal hasil riil dan menurunkan opportunity cost kepemilikan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Lingkungan suku bunga yang lebih akomodatif ini menjaga daya tarik emas di tengah volatilitas pasar keuangan.
Pivot : 4.422
R1 4.500 R2 4.520 R3 4.550
S1 4.465 S2 4.445 S3 4.422
Silver
Opportunity :Buy stop di 79.478 dengan target 82.066 dan stop loss dibawah 74.152
XAGUSD terlihat rebound setelah reject dari support mingguan signifikan di sekitar 74.152 (S1). Harga sekarang bergerak sideways bullish kecil di bawah pivot mingguan 76.582. Rejection sebelum mencapai R1 79.328 pada 8 Jan menunjukkan tekanan jual di area harga tinggi, namun support kuat di sekitar 74.152–71.406 meminimalkan downside. Struktur technical menunjukkan konsolidasi dengan bias sideways-to-bullish jika pivot weekly terlewati.
Fundamental yang menjadi sorotan adalah data Nonfarm Payrolls AS & Michigan Consumer Sentiment yang akan dirilis malam ini. Data pekerjaan yang kuat cenderung mengangkat imbal hasil dolar AS dan menekan safe-haven seperti silver, sedangkan angka pekerjaan lebih lemah dari ekspektasi bisa mendukung harga XAGUSD karena melemahkan USD dan meningkatkan daya tarik komoditas logam. Selain itu, risiko pasar global yang meningkat mendukung safe-haven flows ke precious metals.
Open price :76.945 Pivot :76.582
R1 :79.328 S1 :74.152
R2 :81.758 S2 :71.406
R3 :84.504 S3 :68.976
Oil
Opportunity :Harga bergerak di atas SMA 50, namun masih tertahan di resistance downtrend line. Dengan begitu, trend tetap bearish dengan potensi koreksi menguji support 57,50, yang juga merupakan area SMA 50.
Harga minyak mentah WTI menguat ke kisaran USD 58,3 per barel pada perdagangan Jumat, melanjutkan kenaikan lebih dari 3% pada sesi sebelumnya yang merupakan lonjakan harian terbesar sejak Oktober tahun lalu. Kenaikan ini terjadi seiring pasar terus mencermati risiko geopolitik yang berpotensi mengganggu pasokan global. Sepanjang pekan, minyak berada di jalur penguatan untuk pekan ketiga berturut-turut, mencerminkan meningkatnya sentimen bullish di pasar energi.
Perhatian investor tertuju pada Timur Tengah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran akan adanya respons “keras” jika pemerintah negara tersebut menyebabkan korban jiwa di tengah aksi protes. Pernyataan ini kembali memicu kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan dari Iran, yang merupakan salah satu produsen utama dalam kelompok OPEC. Risiko geopolitik di kawasan strategis ini secara historis selalu menjadi katalis utama bagi volatilitas harga minyak.
Pivot: 57,50
R1 58,84 S1 57,91
R2 59,40 S2 57,50
R3 60.01 S3 57,14
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Jum’at, 09 Januari 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Menanti Rilis Data Jobless Claims AS, Akankah Emas Berkilau?
Catat jam dan waktunya ya!
| Jum’at, 09 Januari 2026 | |
| 14.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
