FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,71400 – 0,71800
Nampaknya penguatan mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback belum usai. Terlebih Aussie sebelumnya membalikkan kenaikan dari sesi sebelumnya karena kenaikan tak terduga dalam tingkat pengangguran meredam ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut. Tingkat pengangguran Australia yang disesuaikan secara musiman naik menjadi 4,5% pada April 2026, melebihi angka Maret dan ekspektasi pasar sebesar 4,3%. Angka terbaru menandai tingkat pengangguran tertinggi sejak November 2021. Sementara itu, lapangan kerja turun 18.600 menjadi 14,74 juta pada Maret 2026, meleset dari ekspektasi pasar untuk kenaikan 17.500 dan menandai penurunan pertama sejak November. Hal ini mendorong investor untuk mengurangi ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia akan menaikkan suku bunga acuan menjadi 4,6% pada Juni, setelah tiga kali kenaikan suku bunga berturut-turut. Menambah sentimen bearish, data awal menunjukkan PMI Manufaktur turun menjadi 50,3 pada Mei dari 51,3 pada April, sementara PMI Jasa merosot ke wilayah kontraksi di angka 47,7 dari 50,7 sebelumnya.
Pivot : 0,71387
R1 : 0,71781 S1 : 0,71095
R2 : 0,72073 S2 : 0,70701
R3 : 0,72467 S3 : 0,70409
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 159,000 – 159,500
Mata uang Yen Jepang sempat menguat terbatas terhadap mata uang Dollar AS, namun kembali mengalami pelemahan. Sebelumnya Yen menghentikan penurunan baru-baru ini karena harga minyak dan Dollar AS melemah di tengah meningkatnya optimisme atas potensi kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran. Presiden Donald Trump mengatakan AS berada di tahap akhir negosiasi dengan Iran, meningkatkan harapan bahwa Selat Hormuz yang strategis dapat segera dibuka kembali. Di dalam negeri, data menunjukkan ekspor Jepang naik 14,8% pada bulan April, melebihi perkiraan karena permintaan yang kuat dari China, AS, negara-negara ASEAN, dan Uni Eropa. Sementara itu, Yen tetap mendekati ambang batas kunci 160 per dolar yang dilaporkan mendorong intervensi oleh otoritas Jepang pada akhir April dan awal Mei. Beberapa pejabat di Tokyo baru-baru ini mengindikasikan bahwa pembuat kebijakan dapat melakukan intervensi di pasar valuta asing sesering yang diperlukan untuk menstabilkan mata uang jika volatilitas yang berlebihan terus berlanjut.
Pivot : 159,015
R1 : 159,267 S1 : 158,691
R2 : 159,591 S2 : 158,439
R3 : 159,843 S3 : 158,115
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3378 – 1.3346
Pounds ditutup melemah sedikit dibawah harga pembukaan pada perdagangan Kamis kemarin. Kondisi ekonomi dan politik dalam negeri Inggris masih menjadi penghalang penguatan mata-uang Poundsterling. Tingkat pengangguran di Inggris menunjukan angka kenaikan yang menjadi beban untuk mata-uang Poundsterling. Disatu-sisi indeks Dollar AS bergerak stabil di level 99,13 setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam enam minggu terakhir. Informasi terkini terkait optimisme negosiasi damai AS-Iran mengalami kemajuan yang dinyatakan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan terdapat “beberapa sinyal positif” dalam pembicaraan dengan Iran. Pelaku pasar kini menunggu arah yang lebih jelas dari negosiasi AS-Iran dan data ekonomi Amerika Serikat berikutnya. Kondisi pasar masih dinilai rapuh karena investor belum sepenuhnya yakin ketegangan geopolitik benar-benar mereda. Pounds masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan oleh rilisnya data ekonomi Inggris Retail Sales yang diperkirakan turun cukup signifikan pada siang nanti.
Open : 1.3425 Pivot 1.3422
R1 : 1.3454 S1 : 1.3405
R2 : 1.3484 S2 : 1.3378
R3 : 1.3532 S3 : 1.3346
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1557 – 1.1523
Euro ditutup sedikit melemah pada perdagangan Kamis kemarin. Pelemahan mata-uang Euro terjadi ditengah optimisme negosiasi damai AS-Iran yang dinyatakan melalui Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang mengatakan bahwa “beberapa sinyal positif” dalam pembicaraan dengan Iran. Indeks dolar AS bergerak stabil di level 99,13 setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam enam minggu terakhir. Euro tercatat turun tipis 0,03% ke US$1,1624. Pelaku pasar kini menunggu arah yang lebih jelas dari negosiasi AS-Iran dan data ekonomi Amerika Serikat berikutnya. Kondisi pasar masih dinilai rapuh karena investor belum sepenuhnya yakin ketegangan geopolitik benar-benar mereda. EUR masih berpotensi melemah pada perdagangan hari ini mengingat adanya penguatan Dollar AS yang didukung oleh rilisnya data Klaim pengangguran AS yang turun dibawah angka perkiraan pada malam tadi.
Open : 1.1616 Pivot : 1.1605
R1 : 1.1635 S1 : 1.1590
R2 : 1.1657 S2 : 1.1557
R3 : 1.1681 S3 : 1.1523
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.7903 – 0.7923
Swiss Franc juga ditutup melemah tipis pada perdagangan Kamis kemarin. Laporan data ekonomi Swiss di sektor Industri mengalami penurunan yang cukup signifikan. Data Industrial Production Swiss turun sebesar -7.1% versus -0.4% angka sebelumnya. Naiknya harga minyak mentah global telah berdampak pada sektor Industri di negara Swiss. Namun kekhawatiran itu mulai mereda setelah Perkembangan diplomasi AS-Iran mengalami kemajuan yang menekan harga minyak global turun tajam di perdagangan Kamis kemarin. Minyak mentah AS ditutup turun US$1,91 ke level US$96,35 per barel, sedangkan Brent melemah US$2,44 ke US$102,58 per barel. Pelaku pasar kini menunggu arah yang lebih jelas dari negosiasi AS-Iran dan data ekonomi Amerika Serikat berikutnya. Kondisi pasar masih dinilai rapuh karena investor belum sepenuhnya yakin ketegangan geopolitik benar-benar mereda. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini.
Open : 0.7858 Pivot : 0.7874
R1 : 0.7885 S1 : 0.7856
R2 : 0.7903 S2 : 0.7838
R3 : 0.7923 S3. : 0.7817
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.39025 dengan target 1.38794 dan stop loss di atas 1.39488
Secara struktur, USDCAD masih berada dalam uptrend yang valid, ditandai dengan pola higher high dan higher low yang konsisten sejak pertengahan Maret. Namun, pergerakan terakhir menunjukkan fase retracement setelah harga gagal melanjutkan kenaikan di area 1.39400 dan saat ini terkoreksi menuju area keseimbangan di sekitar pivot 1.38871. Secara teknikal, posisi harga di area pivot ini menjadi titik krusial karena menentukan apakah tren bullish akan berlanjut atau justru terjadi koreksi lebih dalam.
Open price :1.38722 Pivot :1.38871
R1: 1.39025 S1: 1.38562
R2: 1.39334 S2: 1.38408
R3: 1.39488 S3: 1.38099
DXY
Opportunity: Bullish Range 99,100 – 99,400
Tanda penguatan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya kembali mewarnai pergerakan market. Dimana Dollar AS mencapai level tertinggi April, karena keraguan kembali muncul tentang penyelesaian jangka pendek perang Iran yang mendorong harga minyak lebih tinggi lagi dan menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi. Reuters melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran telah mengeluarkan arahan yang menyatakan bahwa uranium tingkat mendekati senjata nuklir yang dimiliki negara itu tidak boleh dikirim ke luar negeri, memperkeras posisi Teheran terkait tuntutan utama AS dalam perundingan perdamaian. Sementara itu, risalah dari pertemuan FOMC terbaru menunjukkan bahwa mayoritas pembuat kebijakan percaya bahwa kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan jika inflasi tetap berada di atas target 2% Federal Reserve secara terus-menerus. Pasar secara umum masih memperkirakan suku bunga akan tetap tidak berubah hingga akhir tahun, meskipun para pelaku pasar saat ini memperkirakan sekitar 40% kemungkinan kenaikan sebesar 25 basis poin pada bulan Desember.
Pivot : 99,256
R1 : 99,449 S1 : 98,998
R2 : 99,707 S2 : 98,805
R3 : 99,900 S3 : 98,547

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 60,115
Indeks Nikkei 225 melonjak 1,7% menjadi di atas 62.700, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,7% menjadi 3.880 pada hari Jumat, melanjutkan kenaikan dari sesi sebelumnya di tengah optimisme baru seputar saham teknologi dan kecerdasan buatan. SoftBank Group melonjak lebih dari 10%, memperpanjang reli hampir 20% pada hari sebelumnya, setelah laporan menunjukkan bahwa dua perusahaan portofolionya, OpenAI dan SB Energy, sedang menuju penawaran umum perdana (IPO) di AS. Saham teknologi utama lainnya juga bergerak lebih tinggi, termasuk Kioxia Holdings (+3%), Fujikura (+6,2%), dan Ibiden Co (+3,9%). Di bidang geopolitik, Teheran mengatakan proposal AS terbaru sebagian telah mempersempit perbedaan antara pihak-pihak yang bertikai. Namun, pernyataan dari Pemimpin Tertinggi Iran tentang mempertahankan cadangan uranium negara itu, bersama dengan ketidaksepakatan mengenai usulan bea masuk di Selat Hormuz, terus mengaburkan prospek kesepakatan terobosan.
Pivot : 62,026
R1 : 63,068 S1 : 60,773
R2 : 64,321 S2 : 59,731
R3 : 66,616 S3 : 57,436
HANGSENG
Opportunity: Menguji support ke area: 25,434
Indeks Hang Seng turun 265 poin, atau 1,0%, dan ditutup pada 25.386 pada hari Kamis, membalikkan kenaikan sebelumnya karena sentimen investor melemah dan aksi ambil untung muncul di pasar yang lebih luas, dengan kerugian pada saham sektor keuangan dan jasa teknologi membebani indeks acuan. Suasana hati-hati ini muncul di tengah melemahnya selera risiko regional setelah kenaikan pasar baru-baru ini. Di Hong Kong, Sany Heavy Equipment International turun 9,3%, menandai level terendahnya sejak 16 Januari. Saham-saham lain yang mengalami penurunan signifikan termasuk Tencent Holdings (-3,5%), Semiconductor Manufacturing International Corporation (-2,0%), dan Meituan Class (-0,6%). Terlepas dari penurunan yang lebih luas, saham teknologi elektronik berkinerja lebih baik, naik 9,9%, dengan Sunny Optical Technology naik sekitar 9,2%. Sementara itu, investor juga menunggu data inflasi yang akan dirilis hari ini untuk mendapatkan sinyal tentang suku bunga dan arah kebijakan moneter global.
Pivot : 25,870
R1 : 26,094 S1 : 25,448
R2 : 26,516 S2 : 25,224
R3 : 27,162 S3 : 24,578
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 29,254| SL: 29,150 | TP: 29,500
Kontrak berjangka saham AS sedikit menguat pada hari Jumat setelah indeks utama naik selama dua sesi berturut-turut, karena harga minyak turun seiring dengan harapan baru akan potensi kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri konflik. Laporan menunjukkan bahwa Iran memandang proposal AS terbaru sebagai langkah yang sebagian mempersempit perbedaan antara kedua pihak, sementara Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan ada “beberapa tanda baik” bahwa kesepakatan pada akhirnya dapat tercapai. Dalam perdagangan reguler pada hari Kamis, Dow naik 0,55%, S&P 500 naik 0,17%, dan Nasdaq Composite bertambah 0,09%, menandai kenaikan hari kedua berturut-turut untuk ketiga indeks acuan tersebut. Delapan dari 11 sektor S&P ditutup di wilayah positif, dipimpin oleh sektor utilitas, barang konsumsi non-esensial, dan material. Indeks utama juga menuju kenaikan mingguan meskipun terjadi volatilitas di awal pekan, dengan Dow naik 1,53%, S&P 500 naik 0,5%, dan Nasdaq Composite naik 0,26% sejauh ini.
Pivot : 29,373.83
R1 : 29,634.42 S1 : 29,195.92
R2 : 29,812.33 S2 : 28,935.33
R3 : 30,250.83 S3 : 28,935.33

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Tren masih bearish selama harga bergerak di bawah resistance 4.589, dengan potensi menguji kembali area support di kisaran 4.453–4.500.
Harga emas bergerak relatif stabil pada perdagangan Jumat, dengan posisi bertahan di atas level USD 4.500 per ounce dan mencatatkan kinerja mingguan yang nyaris tidak berubah. Pergerakan yang cenderung sideways ini dipengaruhi oleh sinyal yang saling bertentangan terkait perkembangan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, sehingga pelaku pasar memilih bersikap hati-hati terhadap prospek inflasi global maupun arah kebijakan suku bunga ke depan.
Dari sisi geopolitik, pemerintah Iran menyatakan bahwa proposal terbaru dari Amerika Serikat telah berhasil memperkecil sebagian perbedaan pandangan antara kedua negara. Pernyataan tersebut sempat meningkatkan optimisme pasar bahwa ketegangan di kawasan Timur Tengah berpotensi mereda dalam waktu dekat. Namun demikian, sentimen positif tersebut tertahan setelah muncul laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran memerintahkan agar cadangan uranium yang telah diperkaya tetap berada di dalam wilayah Iran. Kondisi ini menjadi hambatan baru dalam proses negosiasi, mengingat penghentian atau pembongkaran program nuklir Iran masih menjadi salah satu tuntutan utama dari pihak Amerika Serikat.
Pivot : 4.533
R1 4.589 R2 4.637 R3 4.670
S1 4.500 S2 4.453 S3 4.404
Silver
Opportunity : Buy stop di 76.423 dengan target 77.609 dan stop loss dibawah 73.900
Pada XAGUSD, struktur besar masih menunjukkan downtrend, namun pergerakan terbaru memperlihatkan fase pullback bullish yang cukup kuat dari area bawah sekitar 68–70 hingga saat ini mendekati resistance penting. Kenaikan ini lebih bersifat korektif daripada pembalikan tren, karena belum ada perubahan struktur menjadi higher high yang signifikan pada timeframe H4. Saat ini harga bergerak di sekitar pivot 75.041 dan mendekati resistance 76.273, yang menjadi area kunci untuk menentukan arah selanjutnya.
Open price :75.003 Pivot :75.041
R1: 76.273 S1: 73.900
R2: 77.374 S2: 72.628
R3: 78.646 S3: 71.527
Oil
Opportunity : Bearish selama di bawah 100,50, testing support 95,02.
Harga minyak mentah WTI menguat mendekati level USD 98 per barel pada perdagangan Jumat setelah muncul laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran memerintahkan agar cadangan uranium yang telah diperkaya tetap berada di dalam negeri. Keputusan tersebut dinilai memperumit proses negosiasi damai yang tengah berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat, terutama karena penghentian program nuklir Iran masih menjadi fokus utama Washington dalam perundingan.
Sentimen bullish di pasar minyak juga didorong oleh laporan bahwa Iran tengah menjajaki kerja sama dengan Oman untuk membangun kerangka sistem tarif permanen di Selat Hormuz. Jika diterapkan, kebijakan tersebut akan memperkuat posisi Iran dalam mengatur lalu lintas kapal yang melintasi jalur distribusi energi paling vital di dunia. Kekhawatiran atas potensi gangguan distribusi minyak global mendorong pelaku pasar kembali meningkatkan premi risiko geopolitik pada harga minyak.
Pivot: 102,06
R1 100,50 S1 95,02
R2 102,74 S2 93,21
R3 105,15 S3 89,75
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Jum’at, 22 Mei 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Price Action Jadi Fokus Trading Emas Akhir Pekan
Catat jam dan waktunya ya!
| Jum’at, 22 Mei 2026 | |
| 14.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
