Market Summary
Harga emas melemah selama tiga sesi berturut-turut pada Rabu menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS). Peluang trading gold jelang data CPI AS menjadi perhatian pelaku pasar karena laporan tersebut dapat memengaruhi arah dolar AS dan ekspektasi suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Harga emas spot turun 0,3% menjadi US$4.142,85 per troy ounce pada pukul 09.24 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember melemah 0,3% ke US$4.165,40 per troy ounce. Investor cenderung menahan transaksi besar sambil menunggu petunjuk baru mengenai kebijakan moneter AS.
Data CPI AS Jadi Penggerak Utama Harga Emas
Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) akan merilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) September pada Rabu. Laporan ini menjadi perhatian utama pasar karena dapat mengubah ekspektasi terhadap langkah suku bunga The Fed.
Pasar memperkirakan CPI bulanan naik 0,6%, lebih tinggi dari kenaikan 0,4% pada Agustus. Inflasi tahunan utama diperkirakan meningkat menjadi 3,6% dari 3,4%. Sementara itu, CPI inti yang tidak memasukkan harga pangan dan energi diproyeksikan naik 0,2% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan.
Jika inflasi melampaui perkiraan, pasar berpotensi memperhitungkan kebijakan moneter yang lebih ketat. Kondisi ini dapat mendorong dolar AS dan menekan harga emas. Sebaliknya, data yang lebih rendah dari ekspektasi dapat melemahkan dolar AS dan membuka peluang pemulihan emas.
Prospek Suku Bunga The Fed Tekan Pergerakan Gold
Pernyataan pejabat The Fed turut memengaruhi sentimen pasar. Presiden Federal Reserve New York John Williams kembali menyampaikan pandangannya bahwa bank sentral AS mungkin perlu menaikkan suku bunga sekali lagi tahun ini untuk menekan inflasi.
Ekspektasi kenaikan suku bunga dapat membatasi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika suku bunga meningkat, investor memiliki insentif lebih besar untuk mempertimbangkan aset berbunga.
Data CME FedWatch menunjukkan pasar memperkirakan peluang sekitar 22% untuk kenaikan suku bunga pada Oktober. Sementara itu, probabilitas kenaikan pada Desember mencapai sekitar 90%. Ekspektasi tersebut dapat berubah setelah pasar mencerna data CPI terbaru.
Harga Minyak Naik, Risiko Inflasi Tetap Membayangi
Kenaikan harga minyak turut menambah tekanan terhadap prospek inflasi. Harga minyak menguat setelah dua kapal terkena serangan di Selat Hormuz. Pejabat Iran juga menyampaikan kepada Reuters bahwa negaranya menggunakan taktik baru untuk menargetkan kapal.
Kenaikan harga energi dapat meningkatkan tekanan inflasi dan mempersulit upaya The Fed untuk menurunkan inflasi. Situasi ini menciptakan tantangan bagi emas. Di satu sisi, emas sering menjadi lindung nilai terhadap inflasi. Namun, di sisi lain, ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dapat menekan permintaannya.
Investor juga perlu mencermati rilis Indeks Harga Produsen (PPI) dan data penjualan ritel AS pada Kamis. Kedua laporan tersebut dapat memberikan gambaran tambahan mengenai tekanan harga dan kekuatan konsumsi masyarakat.
Strategi Trading Gold Jelang Rilis CPI AS
Peluang trading gold jelang data CPI AS bergantung pada selisih antara hasil aktual dan perkiraan pasar. Trader perlu mencermati reaksi dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta pergerakan harga emas setelah laporan terbit.
Jika CPI lebih tinggi dari perkiraan, dolar AS berpotensi menguat dan menekan emas. Dalam skenario ini, trader dapat memantau peluang jual setelah harga menunjukkan konfirmasi bearish. Namun, lonjakan volatilitas juga dapat memicu pergerakan tajam dua arah.
Sebaliknya, jika CPI lebih rendah dari perkiraan, dolar AS berpotensi melemah dan mendukung kenaikan emas. Trader dapat mencari konfirmasi bullish sebelum mempertimbangkan posisi beli. Hindari mengambil keputusan hanya berdasarkan angka inflasi tanpa melihat respons pasar.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai pergerakan gold pada time frame H4 masih berpotensi bullish, dengan level pivot di 4.118. Selama harga bertahan di atas level tersebut, gold berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji resistance 4.209, kemudian 4.231, dan selanjutnya 4.254.
Sebaliknya, jika harga turun menembus level pivot 4.118, tekanan bearish berpotensi meningkat. Dalam skenario ini, gold berpeluang melemah untuk menguji area support 4.081 hingga 4.059.
Resistance 4.209 Resistance 2: 4.231 Resistance 3: 4.254
Support1: 4.118 Support 2: 4.081 Support 3: 4.059
Baca juga: Peluang Trading EUR/USD Pasca Data Inflasi Jerman
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
