Dolar AS Melemah Setelah Komentar Trump
Dolar AS melemah pada perdagangan Kamis setelah tekanan jual meningkat akibat komentar Presiden Donald Trump dan penurunan harga minyak mentah. Pergerakan ini mendorong indeks dolar AS (DXY) menjauh dari level tertinggi terbaru.
DXY terkoreksi dari penguatan pada Rabu dan menguji area 102,00. Meski demikian, indeks dolar masih bertahan di bagian atas rentang perdagangan terkini. Investor kini menantikan data awal sentimen konsumen dari University of Michigan serta pidato pejabat Federal Reserve (The Fed), Susan Collins.
Pasar juga mencermati arah kebijakan moneter AS dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Kedua faktor tersebut berpotensi memengaruhi permintaan terhadap dolar dalam jangka pendek.
Pergerakan Mata Uang Utama
EUR/USD mencoba pulih dan kembali bergerak di atas 1,1200. Kenaikan pasangan ini berlangsung terbatas karena tidak ada rilis data ekonomi utama dari kawasan Eropa pada Kamis. Investor akan mencermati komentar pejabat Bank Sentral Eropa (ECB), Piero Cipollone dan Isabel Schnabel.
GBP/USD menguat dan berhasil menembus level 1,3200 setelah dolar kehilangan momentum. Perhatian pelaku pasar Inggris selanjutnya tertuju pada laporan BRC Retail Sales Monitor yang dijadwalkan rilis pada 13 Oktober.
USD/JPY berbalik melemah ke sekitar 157,70, sekaligus menyentuh level terendah dalam tiga hari. Penurunan dolar mendorong pasangan ini turun dari posisi sebelumnya. Jepang selanjutnya akan merilis data belanja rumah tangga dan pesanan mesin perkakas.
AUD/USD memangkas sebagian penurunan sebelumnya setelah memantul dari area 0,6930. Investor Australia akan menantikan risalah rapat Reserve Bank of Australia (RBA) pada 13 Oktober, disusul data kepercayaan bisnis dari National Australia Bank.
Sementara itu, USD/CAD mundur dari puncak terbarunya di sekitar 1,4300 dan mencoba stabil di area 1,4200. Penguatan dolar Kanada turut menekan pasangan tersebut. Laporan ketenagakerjaan Kanada pada akhir pekan menjadi perhatian utama pasar.
Harga Minyak Naik di Tengah Risiko Pasokan
Harga minyak mentah kembali menguat setelah kekhawatiran terhadap pasokan energi dari Timur Tengah meningkat. Kontrak berjangka WTI untuk pengiriman terdekat naik melewati US$93 per barel dan menyentuh level tertinggi dalam sepekan.
Serangan Iran terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz kembali meningkatkan kekhawatiran pasar. Jalur tersebut merupakan salah satu rute penting perdagangan minyak dunia. Gangguan terhadap aktivitas pelayaran dapat membatasi pasokan dan mendorong harga energi lebih tinggi.
Ancaman badai terhadap produksi lepas pantai Amerika Serikat di Teluk Meksiko turut menambah ketidakpastian. Kombinasi risiko geopolitik dan gangguan produksi membuat harga minyak bergerak volatil.
Pergerakan harga minyak juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dolar AS. Namun, arah mata uang tersebut tetap bergantung pada respons pasar terhadap kebijakan pemerintah AS, prospek suku bunga, dan perkembangan ekonomi global.
Harga Emas Masih Tertekan
Harga emas mencoba pulih menuju US$4.150 per troy ounce setelah mengalami koreksi pada Rabu. Meski demikian, logam mulia tersebut masih mencatat penurunan secara mingguan.
Upaya pemulihan ini menunjukkan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mereda. Investor masih mempertimbangkan arah dolar AS, ekspektasi suku bunga, dan risiko geopolitik sebelum menentukan posisi berikutnya di pasar emas.
Jika dolar kembali melemah, emas berpeluang memperoleh dukungan. Sebaliknya, penguatan dolar dan perubahan ekspektasi kebijakan moneter The Fed dapat membatasi ruang kenaikan harga emas.
Saham Teknologi AS Tertekan Kekhawatiran AI
Saat dolar AS melemah, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada Kamis, dengan indeks S&P 500 turun 0,5% dan Nasdaq melemah 1,4%. Dow Jones Industrial Average justru naik 52 poin.
Tekanan terbesar datang dari saham teknologi setelah Financial Times melaporkan bahwa pendapatan OpenAI jauh di bawah perkiraan yang sebelumnya diberitakan sejumlah media. Laporan tersebut mengutip dokumen yang menunjukkan pendapatan tahunan pada tingkat berjalan (annualized revenue) sekitar US$50 miliar, bukan US$70 miliar seperti perkiraan sebelumnya.
Laporan itu kembali memicu kekhawatiran mengenai kemampuan perusahaan pengembang model bahasa besar (large language models atau LLM) untuk menghasilkan keuntungan. Investor juga mempertanyakan keberlanjutan investasi besar pada infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Kekhawatiran tersebut menekan saham sejumlah perusahaan semikonduktor. Nvidia turun 2,9%, Broadcom melemah 4,6%, dan Micron terkoreksi 4,8%. Saham perusahaan teknologi besar juga bergerak turun. Alphabet kehilangan 0,7%, Microsoft melemah 1,3%, sedangkan Oracle anjlok 5,8%.
Tekanan pada saham teknologi menjadi perhatian karena investasi AI telah mendukung kenaikan pasar saham dan pertumbuhan ekonomi AS sepanjang tahun ini. Jika investor mulai meragukan potensi keuntungan dari investasi tersebut, volatilitas saham teknologi dapat meningkat.
Fokus Pasar pada Data Ekonomi dan Geopolitik
Pelaku pasar kini menghadapi sejumlah katalis yang dapat mengubah arah perdagangan. Data sentimen konsumen AS dan komentar pejabat The Fed menjadi perhatian untuk menilai prospek ekonomi serta kebijakan moneter.
Di pasar energi, perkembangan konflik di Timur Tengah dan potensi gangguan pasokan minyak akan terus memengaruhi harga komoditas. Sementara itu, laporan pendapatan perusahaan teknologi dan besarnya investasi AI berpotensi menentukan sentimen di bursa saham AS.
Dalam jangka pendek, dolar AS melemah seiring meningkatnya tekanan jual setelah komentar Trump dan perubahan harga minyak. Namun, arah selanjutnya masih bergantung pada data ekonomi AS, sinyal kebijakan The Fed, serta perkembangan geopolitik. Investor perlu mencermati faktor-faktor tersebut sebelum mengambil keputusan di pasar mata uang, komoditas, dan saham.
Prospek Harga Emas Jumat | 09 Oktober 2026
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih berada dalam tren bearish, tetapi mulai menunjukkan pemulihan setelah harga membentuk low baru di area 4.065. Harga kemudian rebound dan kini mencoba menembus resistance 4.146. Jika berhasil menembus dan bertahan di atas level tersebut, harga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance 4.188 hingga 4.219. Namun, harga masih menghadapi tekanan dari SMA 50 dan garis tren turun, sehingga rebound ini belum mengonfirmasi pembalikan tren menjadi bullish.
Sementara itu, RSI 49,89 mendekati level 50, menunjukkan momentum bearish mulai melemah, meskipun momentum bullish belum dominan. Sebaliknya, jika harga gagal menembus resistance 4.146, tekanan jual berpotensi kembali muncul dan mendorong harga menguji support 4.105, 4.081, hingga 4.065.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.146 R2 4.188 R3 4.219
S1 4.105 S2 4.081 S3 4.065
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | Breakout 4.146 |
| Profit Target Level | 4.188 – 4.219 |
| Stop Loss Level | 4.100 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.145 |
| Profit Target Level | 4.105 |
| Stop Loss Level | 4.170 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 09 Oktober 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 mulai menunjukkan pemulihan setelah harga rebound dari area support 86,82–87,90. Harga kini berada di sekitar 91,02 dan mencoba melanjutkan kenaikan setelah bergerak di atas SMA 50. RSI 53,41 juga berada di atas level 50, mengindikasikan momentum bullish mulai menguat. Jika mampu mempertahankan momentum dan menembus resistance 93,14, harga berpeluang melanjutkan rebound menuju 94,67 hingga 96,72.
Namun, tren sebelumnya masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga turun dari puncak di atas 105. Karena itu, kenaikan saat ini masih berpotensi menjadi koreksi selama harga belum mampu menembus rangkaian resistance tersebut. Sebaliknya, jika harga gagal bertahan di atas 89,87, tekanan jual berpotensi kembali meningkat dan mendorong harga menguji support 87,90 hingga 86,82.
US Oil INTRADAY AREA
R1 93,14 R2 94,67 R3 96,72
S1 89,87 S2 87,90 S3 86,82
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 90,80 |
| Profit Target Level | 93,10 |
| Stop Loss Level | 89,80 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 93,10 |
| Profit Target Level | 90,00 |
| Stop Loss Level | 94,70 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Kembali Menguat ke Level Tertinggi
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
