Outlook pasar forex minggu ini bergerak di tengah gejolak besar di pasar obligasi AS. Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana pembelian kembali obligasi bertenor panjang secara besar-besaran. Kebijakan ini langsung menekan dolar AS dan mendorong harga emas melesat ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Selain itu, ketegangan geopolitik di Selat Hormuz dan sanksi baru terhadap Iran turut mengangkat harga minyak dunia.
Dolar AS Melemah, Harga Emas Melonjak Tajam
Harga emas spot melonjak sekitar 4% hingga 5% sepanjang pekan lalu. Logam mulia ini ditutup di kisaran $4.590 hingga $4.623 per ons, level tertinggi dalam tiga bulan. Kenaikan ini terjadi setelah emas menembus sejumlah rata-rata pergerakan penting.
Dua faktor utama mendorong reli emas. Pertama, utang nasional AS yang menembus $40 triliun memicu kekhawatiran akan nilai mata uang dan mendorong pelaku pasar mencari aset safe haven. Kedua, langkah mengejutkan Departemen Keuangan AS untuk memperbesar program pembelian kembali obligasi bertenor panjang melemahkan dolar dan memberi angin segar bagi logam mulia.
Dolar AS tetap tertekan sepanjang pekan akibat kekhawatiran defisit dan sinyal intervensi Departemen Keuangan di pasar obligasi jangka panjang. Euro justru menguat dan menembus zona resistance jangka pendek karena pelaku pasar mengapresiasi disiplin fiskal Eropa dan data PMI yang solid. Dolar Australia dan franc Swiss juga mengungguli dolar AS sepanjang pekan.
Minyak Menguat, Wall Street Bergerak Variatif
Harga minyak naik untuk pekan kedua berturut-turut. Kebuntuan antara AS dan Iran soal kendali Selat Hormuz memicu kenaikan ini. Presiden Donald Trump menyatakan dirinya akan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran secara signifikan. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut sanksi yang akan dijatuhkan pada Iran sebagai sanksi paling berat sepanjang sejarah.
Brent crude untuk kontrak Oktober naik 0,2% dan ditutup di $93,93 per barel. Sementara itu, WTI kontrak Oktober turun tipis 0,2% ke $86,64 per barel. Dalam dua pekan terakhir, Brent sudah melonjak lebih dari 12%, sedangkan WTI naik lebih dari 10%.
Bursa saham AS ditutup menguat pada Jumat setelah data aktivitas bisnis AS tumbuh dengan laju tercepat dalam lebih dari empat tahun. S&P 500 naik 0,4%, Nasdaq 100 naik 0,3%, dan Dow Jones bertambah 518 poin. Saham teknologi besar ikut terangkat, dengan Alphabet naik 1,1%, Microsoft naik 0,4%, dan Meta naik 0,8%. Di sisi lain, saham chip bergerak variatif. Nvidia turun 1%, Micron turun 0,8%, dan Intel merosot 2,2%. Walmart anjlok lebih dari 10% sepekan setelah laporan laba mengecewakan pasar dan memicu kekhawatiran soal daya beli konsumen AS.
WEEK AHEAD
(24 – 28 Agustus 2026)
Sorotan Utama: Pidato Fed Chair Warsh di Jackson Hole
Outlook pasar forex pekan ini akan sangat dipengaruhi oleh pidato Fed Chair Warsh di simposium Jackson Hole pada Rabu mendatang. Risalah rapat terbaru The Fed menunjukkan bahwa Warsh serius mempertimbangkan pengurangan jumlah rapat kebijakan dari delapan menjadi enam kali per tahun. Pidatonya kemungkinan besar akan membahas kritik terhadap arah kebijakan bank sentral modern selama beberapa dekade terakhir, meskipun ia belum tentu menyinggung sikap kebijakan moneter saat ini secara langsung.
Selain itu, Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis estimasi awal revisi benchmark payroll non-pertanian. Angka ini berpotensi menjadi sorotan besar karena survei establishment selama ini menunjukkan cerita pertumbuhan lapangan kerja yang berbeda dari indikator lain yang menunjukkan pelemahan.
Outlook Pasar Forex Minggu Ini per Kawasan
Outlook pasar forex minggu ini tidak lepas dari deretan agenda ekonomi besar di tiga kawasan utama dunia, mulai dari Amerika, Eropa, hingga Asia Pasifik.
Amerika
Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole yang digelar Federal Reserve Bank of Kansas City menjadi agenda utama pekan ini. Fed Chair Warsh dijadwalkan menyampaikan pidato kunci. Pidato ini berpotensi memperbarui pandangan Warsh soal kondisi keuangan, meski ia cenderung enggan mengomentari perekonomian secara langsung. Sorotan pasar terhadap imbal hasil jangka panjang semakin kuat setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan intervensi di pasar obligasi dan penerbitan kredit korporasi melonjak tajam.
Laporan laba Nvidia akan menjadi indikator penting arah tren kecerdasan buatan global, di tengah proyeksi ambisius yang mulai diragukan sebagian pelaku pasar akibat kekhawatiran belanja infrastruktur berlebihan. Laporan laba dari Palo Alto Networks, Intuit, CrowdStrike, dan Salesforce juga dinantikan pekan ini.
Dari sisi data, belanja pribadi diperkirakan naik 0,2% dan pendapatan pribadi naik 0,3% pada Juli. Indeks harga PCE inti diperkirakan naik 0,2% secara bulanan, membuat laju tahunannya bertahan di 3,3%. Data ini beriringan dengan estimasi kedua PDB kuartal kedua setelah angka awal tercatat 1,5% secara tahunan. Pesanan barang tahan lama diperkirakan melonjak 0,7%, sementara revisi tahunan payroll non-pertanian hingga Maret 2026 akan memperbarui tren pasar tenaga kerja. Data neraca dagang barang, persediaan grosir, penjualan rumah baru, serta indeks harga rumah S&P/Case-Shiller turut menjadi perhatian.
Di Kanada, pertumbuhan PDB kuartal kedua diperkirakan menguat setelah stagnan pada kuartal pertama. Laba perbankan besar Kanada, termasuk RBC, TD Bank, BMO, Scotiabank, CIBC, dan NBC, turut menjadi sorotan.
Eropa
Bank Sentral Eropa (ECB) akan merilis risalah pertemuan kebijakan moneter terbaru. ECB mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan Juli, setelah menaikkan 25 basis poin pada Juni sebagai kenaikan pertama dalam tiga tahun terakhir.
Indeks Iklim Bisnis Ifo Jerman diperkirakan naik untuk bulan keempat berturut-turut dan mencapai level tertinggi sejak Februari. Indikator Iklim Konsumen GfK Jerman diperkirakan membaik tipis, meski masih tertahan tidak jauh dari titik terendah tiga tahun pada Mei. Data inflasi awal Agustus mulai muncul dari Prancis dan Spanyol pada Jumat. Harga konsumen Prancis diperkirakan naik 0,6% secara bulanan, sejalan dengan laju Juli, dan mendorong laju tahunan ke 2,3%. Jerman dan Prancis juga akan memperbarui data PDB kuartal kedua. Rilis penting lain mencakup data pengangguran Jerman dan Prancis, survei bisnis dan konsumen di zona euro, Prancis, dan Italia, survei CBI Distributive Trades Inggris, indeks harga rumah Nationwide, serta indikator utama KOF Swiss.
Asia Pasifik
Di China, pelaku pasar mencermati pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional di Beijing pada 25-28 Agustus, di mana otoritas berpotensi memberi sinyal dukungan kebijakan tambahan menyusul rentetan data ekonomi yang lemah. China juga akan merilis data laba industri Juli, dengan sektor teknologi mencatat pemulihan laba di tengah booming kecerdasan buatan global.
Di Jepang, rilis data penting mencakup tingkat pengangguran Juli serta indeks kepercayaan konsumen dan inflasi Tokyo untuk Agustus. Di Australia, pelaku pasar akan mencermati risalah rapat RBA setelah bank sentral mempertahankan suku bunga acuan di 4,35% bulan ini. Para pembuat kebijakan RBA menandai tekanan inflasi yang masih persisten. Data inflasi Juli serta belanja modal dan belanja rumah tangga kuartal kedua Australia juga akan dirilis pekan ini.
Data Mingguan Perdagangan Emas (17 – 21 Agustus 2026)
Open : 4.380,14 High : 4.632,24 Low : 4.324,17 Close : 4.610,90 Range : 308,07
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 4.413 | R1 4.721 |
| S2 4.214 | R2 4.830 |
| S3 4.105 | R3 5.028 |
Gold Outlook : Bullish
Data Mingguan Perdagangan US Oil (17 – 21 Agustus 2026)
Open : 81,44 High : 87,64 Low : 80,76 Close : 86,80 Range : 6,88
OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 82,49 | R1 89,37 |
| S2 78,19 | R2 91,95 |
| S3 75,61 | R3 96,25 |
Oil Outlook : Bullish
Baca juga: Weekly Review dan Outlook 17–21 Agustus 2026
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
