Download TPFx Mobile Available On

Weekly Review dan Outlook: Konflik Timur Tengah

by Alwy Assegaf
Konflik Timur Tengah - TPFx

Konflik Timur Tengah : Weekly Review dan Outlook

Konflik Timur Tengah kembali menjadi penggerak utama pasar global sepanjang pekan ini. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memicu lonjakan harga minyak, menopang emas, serta menciptakan volatilitas di pasar saham dan mata uang. Meski sempat terjadi baku tembak di kawasan Teluk dan sekitar Selat Hormuz, pelaku pasar tetap berharap adanya peluang gencatan senjata yang lebih permanen sehingga tekanan risiko belum berkembang menjadi kepanikan besar.

Konflik Timur Tengah Dorong Lonjakan Harga Minyak

Harga minyak mentah Brent sempat melonjak lebih dari 3% setelah Amerika Serikat dan Iran kembali saling menyerang. Namun, penguatan mulai terbatas setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa gencatan senjata masih tetap berlaku. Brent akhirnya ditutup di sekitar US$101,29 per barel.

Pasar tetap mencermati perkembangan di Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar seperlima distribusi minyak dan gas dunia. Iran masih menutup jalur tersebut sejak konflik memanas pada akhir Februari, sehingga memicu gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah modern.

Militer AS juga melanjutkan tekanan terhadap Iran melalui blokade pelabuhan dan garis pantai sejak pertengahan April. Pada akhir pekan, Komando Pusat AS menyatakan telah melumpuhkan beberapa kapal tanker berbendera Iran di wilayah Teluk Oman. Situasi ini membuat pasar energi tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik terbaru.

Toyota bahkan memperkirakan laba tahunannya turun sekitar 20% akibat kenaikan biaya dan ketidakpastian rantai pasokan yang dipicu perang Iran. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak konflik mulai menjalar ke sektor industri global.

Emas Menguat di Tengah Ketidakpastian Global

Harga emas mencatat kenaikan mingguan lebih dari 2% setelah bangkit dari posisi terendah satu bulan pada awal Mei. Penguatan emas terjadi karena dolar AS melemah dan pelaku pasar mulai mengurangi spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Harga spot emas ditutup di kisaran US$4.717 per troy ons, sedangkan kontrak berjangka emas berada di sekitar US$4.727 per troy ons. Selain didorong pelemahan dolar, minat terhadap aset safe haven juga meningkat karena ketidakpastian terkait konflik Timur Tengah.

Komentar Donald Trump yang menegaskan gencatan senjata masih berlangsung sempat membantu meredakan kekhawatiran pasar. Namun, investor tetap berhati-hati karena potensi gangguan di Selat Hormuz masih sangat tinggi.

Wall Street Cetak Rekor Baru Ditopang Saham AI

Meski pasar global dibayangi ketegangan geopolitik, saham teknologi berbasis kecerdasan buatan tetap menjadi motor penggerak utama Wall Street. Indeks Nasdaq mencetak rekor baru setelah naik sekitar 1,7%, sementara S&P 500 menguat 0,8%.

Saham Qualcomm melonjak sekitar 8%, sedangkan Nvidia naik hampir 2%. Intel bahkan melesat sekitar 14% setelah muncul laporan kerja sama awal dengan Apple untuk memproduksi chip perangkat iPhone.

Reli saham teknologi juga menyebar ke Asia. Indeks KOSPI Korea Selatan mencatat kenaikan mingguan lebih dari 13%, terbesar sejak 2008. Penguatan tersebut ditopang lonjakan saham Samsung Electronics dan SK Hynix yang diuntungkan oleh tingginya permintaan chip AI global.

Taiwan juga mencatat kenaikan mingguan sekitar 7%, sementara indeks Nikkei Jepang naik lebih dari 5%.

Data Tenaga Kerja AS Perkuat Sikap The Fed

Data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan pasar tenaga kerja masih cukup solid. Nonfarm payrolls April meningkat lebih tinggi dari perkiraan, sedangkan tingkat pengangguran bertahan di 4,3%.

Kondisi ini membuat Federal Reserve belum memiliki urgensi untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Morgan Stanley menyebut data ketenagakerjaan yang kuat membuat The Fed tetap fokus memantau inflasi sambil mempertahankan pendekatan wait and see.

Meski demikian, sentimen konsumen AS justru jatuh ke level terendah sepanjang sejarah pada awal Mei. Kenaikan harga bahan bakar akibat perang di Timur Tengah mulai menekan daya beli masyarakat dan meningkatkan kekhawatiran terhadap perlambatan konsumsi domestik.

Dolar AS Melemah, Yen Tetap Jadi Sorotan

Dolar AS mencatat pelemahan mingguan kedua secara beruntun. Yen Jepang kembali menjadi perhatian setelah pemerintah Jepang diduga melakukan intervensi besar-besaran untuk menahan pelemahan mata uangnya.

Dollar/yen turun ke area 156 setelah sebelumnya Jepang diduga menggelontorkan hampir US$70 miliar ke pasar valuta asing. Euro menguat ke sekitar US$1,177, sedangkan yuan China bertahan dekat level terkuatnya sejak 2023.

Poundsterling juga tetap stabil meski Partai Buruh Inggris mengalami tekanan besar dalam pemilu lokal. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan dirinya tidak akan mengundurkan diri setelah hasil pemilu tersebut.

Outlook Pasar 11 – 15 Mei 2026

Pasar global pada pekan depan masih akan bergerak sangat sensitif terhadap perkembangan konflik Timur Tengah. Investor akan memantau setiap perkembangan terkait Selat Hormuz karena gangguan distribusi energi berpotensi kembali memicu lonjakan harga minyak dan inflasi global.

Pergerakan emas juga masih berpeluang tetap kuat selama ketidakpastian geopolitik bertahan dan dolar AS bergerak melemah. Selain itu, pasar akan terus mencermati komentar pejabat Federal Reserve untuk mencari petunjuk arah suku bunga berikutnya.

Di pasar saham, sektor teknologi berbasis AI diperkirakan masih menjadi penopang utama Wall Street dan bursa Asia. Namun, volatilitas dapat meningkat sewaktu-waktu apabila eskalasi geopolitik kembali memburuk atau terjadi gangguan pasokan energi yang lebih besar.

WEEK AHEAD
(11 – 15 Mei 2026) 

Kalender Ekonomi 11 - 15 Mei 2026 - TPFxWeek Ahead: Inflasi Global dan Konflik Timur Tengah Jadi Fokus Pasar

Pasar global memasuki pekan 11–15 Mei 2026 dengan perhatian besar terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga minyak, emas, dolar AS, hingga pasar saham global.

Selain geopolitik, investor juga akan menghadapi pekan padat data ekonomi, terutama inflasi Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi Eropa, serta data kredit dan inflasi China. Pelaku pasar akan menggunakan data-data tersebut untuk mengukur arah pertumbuhan ekonomi global dan potensi kebijakan bank sentral ke depan.

Amerika

Di kawasan Amerika, perhatian pasar akan tertuju pada data inflasi Amerika Serikat yang diperkirakan meningkat akibat lonjakan harga energi selama konflik Iran berlangsung. Inflasi tahunan AS diproyeksikan naik menjadi 3,4%, tertinggi sejak April 2024, sementara inflasi inti bulanan diperkirakan meningkat menjadi 0,4%.

Selain inflasi konsumen, pasar juga akan memantau inflasi produsen, harga impor, penjualan ritel, produksi industri, penjualan rumah bekas, hingga data persediaan bisnis. Seluruh data tersebut akan menjadi indikator penting mengenai ketahanan ekonomi AS di tengah tekanan biaya energi yang tinggi.

Pidato para pejabat Federal Reserve juga akan menjadi perhatian utama pasar. Investor masih mencari kepastian mengenai arah suku bunga setelah data tenaga kerja AS terakhir menunjukkan kondisi ekonomi yang tetap solid.

Perhatian tambahan datang dari proses voting Senat AS terkait pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve yang baru menjelang berakhirnya masa jabatan Jerome Powell pada 15 Mei.

Musim laporan keuangan di AS juga belum berakhir. Pasar akan menantikan hasil kinerja Cisco Systems, Applied Materials, dan Constellation Energy untuk melihat kondisi sektor teknologi dan energi.

Eropa

Di Eropa, fokus utama pasar akan tertuju pada data pertumbuhan ekonomi Inggris dan Zona Euro. Ekonomi Inggris diperkirakan tumbuh cukup kuat pada kuartal pertama 2026, meskipun aktivitas ekonomi bulanan pada Maret diproyeksikan mengalami kontraksi.

Pasar juga akan memantau data produksi industri dan manufaktur Inggris yang diperkirakan masih berada dalam tekanan akibat lemahnya permintaan dan ketidakpastian global.

Di kawasan Zona Euro, investor akan memperhatikan data produksi industri yang diperkirakan tumbuh untuk bulan kedua secara beruntun. Data ini berpotensi memberi sinyal awal stabilisasi ekonomi Eropa setelah beberapa bulan mengalami perlambatan.

Sentimen bisnis Jerman juga menjadi perhatian penting. Indeks sentimen ekonomi ZEW diperkirakan kembali melemah akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan perlambatan momentum ekonomi kawasan.

Selain itu, pasar akan mencermati data inflasi final dari sejumlah negara besar Eropa, tingkat pengangguran Prancis, serta data pertumbuhan ekonomi dan inflasi Rusia.

Musim laporan keuangan di Eropa juga akan cukup ramai dengan hasil dari Siemens, Allianz, dan Siemens Energy.

Asia Pasifik

Di kawasan Asia Pasifik, perhatian investor akan tertuju pada data inflasi dan kredit China. Inflasi konsumen China diperkirakan melambat, sementara inflasi produsen diproyeksikan meningkat tajam ke level tertinggi sejak 2022.

Pasar juga akan memantau perlambatan penyaluran kredit baru di China yang dapat menjadi sinyal melemahnya aktivitas ekonomi domestik dan investasi.

Dari Jepang, investor akan menunggu ringkasan pandangan kebijakan Bank of Japan untuk mencari petunjuk arah normalisasi kebijakan moneter. Data pengeluaran rumah tangga, transaksi berjalan, pesanan mesin, dan inflasi produsen Jepang juga akan menjadi perhatian.

Di kawasan Asia lainnya, Australia juga akan menjadi sorotan melalui data kepercayaan konsumen, kepercayaan bisnis, pertumbuhan upah, dan presentasi anggaran pemerintah terbaru.

Pasar Asia Pasifik juga masih akan dipengaruhi musim laporan keuangan perusahaan besar, terutama sektor teknologi dan perbankan. Investor menantikan hasil dari Tencent, Alibaba Group, JD.com, Mitsubishi Financial, Mizuho, Takeda Pharmaceutical, dan Commonwealth Bank.

Data Mingguan Perdagangan Emas (04  – 08 Mei 2026)

Open : 4.625,48    High : 4.764,80     Low  : 4.500,45     Close : 4.717,21     Range  : 264,35

GOLD PRE ANALYSIS

WEEKLY VALUE AREA

WEEKLY SUPPORT WEEKLY  RESISTANCE
S1   4.557 R1   4.821
S2   4.396 R2   4.925
S3  4.292 R3   5.085

Gold Outlook : Bullish

Data Mingguan Perdagangan US Oil (04  – 08 Mei 2026)

Open : 99,17    High : 107,34      Low  : 88,57      Close : 94,77     Range  : 18,77                                           

OIL PRE ANALYSIS

                                                                 WEEKLY VALUE AREA

WEEKLY SUPPORT WEEKLY RESISTANCE
S1   86,45 R1 105,22
S2   78,12 R2  115,66
S3   67,68  R3   123,99

Oil Outlook : Bullish

Baca juga: Weekly Review dan Outlook 04 – 08 Mei 2026

Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.

Selamat trading dan semoga sukses!

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy