FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,66800 – 0,66300
Perlemahan melanda mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback. Bahkan mata uang Aussie melemah dari level tertinggi 15 bulan, karena para pelaku pasar terus menilai prospek kenaikan suku bunga pada bulan Februari, sementara data perdagangan yang lemah membebani sentimen. Data menunjukkan surplus perdagangan negara tersebut menyempit menjadi AUD 2,94 miliar pada bulan November, angka terkecil dalam 3 bulan dan lebih rendah dari perkiraan sebesar AUD 4,9 miliar. Sementara itu, pasar masih terpecah pendapat mengenai apakah Bank Sentral akan segera mengambil tindakan, dengan beberapa ekonom memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga secara tiba-tiba dapat mengganggu pemulihan ekonomi Australia yang masih rapuh. Langkah tersebut dapat memberikan tekanan baru pada sektor swasta, yang baru-baru ini mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Setelah laporan inflasi bulan November yang beragam, perhatian beralih ke data CPI triwulanan yang akan dirilis akhir bulan ini untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang prospek kebijakan. Seorang pejabat tinggi RBA mengatakan perlambatan inflasi sebagian besar sudah diperkirakan dan masih terlalu tinggi. Kenaikan suku bunga pada bulan Februari saat ini diperkirakan sebesar 25%, dengan pengetatan total hingga tahun 2026 sekitar 30 basis poin.
Pivot : 0,66852
R1 : 0,67075 S1 : 0,66668
R2 : 0,67259 S2 : 0,66445
R3 : 0,67482 S3 : 0,66261
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 157,800 – 158,300
Akhirnya kondisi mata uang Yen Jepang terhadap Dollar AS mengalami pelemahan yang cukup besar. Yen Jepang melemah dan sentuh level 158,180, tertekan untuk sesi keempat berturut-turut, terutama terbebani oleh penguatan Dollar AS karena para pelaku pasar mencerna serangkaian data ekonomi AS dan menilai prospek kebijakan Federal Reserve. Pelemahan Yen terjadi meskipun ada indikator domestik yang positif, termasuk peningkatan belanja rumah tangga sebesar 2,9% pada bulan November, yang didukung oleh pembelian terkait musim dingin dan meredanya tekanan inflasi. Namun, upah riil turun 2,8% pada bulan tersebut karena inflasi melampaui pertumbuhan upah, yang menjadi tantangan bagi rencana Bank Sentral Jepang untuk pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Awal pekan lalu, Gubernur Kazuo Ueda menegaskan kembali bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga jika perkembangan ekonomi dan harga sesuai dengan perkiraan, yang menandakan pendekatan yang hati-hati namun fleksibel terhadap kebijakan moneter.
Pivot : 157,569
R1 : 158,475 S1 : 156,959
R2 : 159,085 S2 : 156,053
R3 : 159,991 S3 : 155,443
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3369 – 1.3320
Sesuai perkiraan, Pounds tertekan turun pada perdagangan akhir pekan kemarin. Indeks dolar naik ke area 99,13 dan mengarah pada penguatan mingguan kedua berturut-turut. Data Departemen Tenaga Kerja AS mencatat penambahan 50.000 pekerjaan pada Desember, lebih rendah dari perkiraan pasar. Meski begitu, tingkat pengangguran justru turun menjadi 4,4%, menandakan pasar tenaga kerja tetap stabil meski pertumbuhannya melambat. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini mengingat respon market terhadap laporan tenaga kerja-kerja AS yang tumbuh melambat namun tingkat pengangguran tercatat mulai menurun.
Open : 1.3393 Pivot : 1.3414
R1 : 1.3428 S1 : 1.3392
R2 : 1.3450 S2 : 1.3369
R3 : 1.3486 S3 : 1.3320
EURUSD
Opportunity : Bearish Menuju 1.1593 – 1.1550
Di Eropa, Euro tertekan ke area USD1,1635 setelah data ekspor Jerman melemah pada November, meski produksi industrinya justru meningkat. Dolar AS menguat untuk pekan kedua berturut-turut setelah data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan perlambatan penciptaan lapangan kerja. Kondisi ini memberi ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga acuannya dalam waktu dekat. Data Departemen Tenaga Kerja AS mencatat penambahan 50.000 pekerjaan pada Desember, lebih rendah dari perkiraan pasar. Meski begitu, tingkat pengangguran justru turun menjadi 4,4%, menandakan pasar tenaga kerja tetap stabil meski pertumbuhannya melambat. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini akibat ketegangan geopolitik yang semakin memanas.
Open : 1.1624 Pivot : 1.1635
R1 : 1.1645 S1 : 1.1618
R2 : 1.1662 S2 : 1.1593
R3 : 1.1689 S3 : 1.1550
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8036 – 0.8068
Swiss Franc kembali tertekan secara beruntun dalam tiga hari berturut. Indeks dolar kembali naik ke area 99,13 dan mengarah pada penguatan mingguan kedua berturut-turut. Terhadap franc Swiss, dolar naik ke level 0,801 Jumat kemarin. Dolar AS menguat untuk pekan kedua berturut-turut setelah data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan perlambatan penciptaan lapangan kerja. Kondisi ini memberi ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga acuannya dalam waktu dekat. Data Departemen Tenaga Kerja AS mencatat penambahan 50.000 pekerjaan pada Desember, lebih rendah dari perkiraan pasar. Meski begitu, tingkat pengangguran justru turun menjadi 4,4%, CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini.
Open : 0.7992 Pivot : 0.8000
R1 : 0.8016 S1 : 0.7991
R2 : 0.8038 S2 : 0.7976
R3 : 0.8068 S3. : 0.7950
USDCAD
Opportunity : Buy stop di 1.39312 dengan target 1.39602 dan stop loss di bawah 1.38723
Pada grafik H4, USDCAD menunjukkan momentum bullish lanjutan dari bottom akhir Desember setelah rebound kuat dari area 1.36420. Pagi ini 12 Desember 2026, harga dibuka di 1.39139 diatas pivot 1.38931 dan saat ditulis sedang bergerak menuju area R1 1.39302. Struktur uptrend saat ini menunjukkan higher highs & higher lows, meskipun tekanan resistensi pertama memberikan potensi sideways terlebih dahulu. Break di atas 1.39302 akan membuka peluang menuju resistance lebih tinggi di 1.39510–1.39881.
Open price :1,39139 Pivot :1.38931
R1 :1.39302 S1 :1.38723
R2 :1.39510 S2 :1.38352
R3 :1.39881 S3 :1.38144
DXY
Opportunity: Bullish Range 99,100 – 99,300
Menutup akhir pekan kemarin mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terus berusaha menguat. Terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang bertahan di level hariannya 99,264. Dollar AS awalnya kehilangan sebagian keuntungannya, tetapi tetap dekat dengan level tertinggi 1 bulan karena para pelaku pasar mencerna data pasar tenaga kerja terbaru. Laporan pekerjaan terbaru AS memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan berhati-hati dalam memangkas suku bunga. Jumlah pekerjaan di sektor non-pertanian meningkat sebesar 50.000 pada bulan Desember, di bawah perkiraan sebesar 70.000, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,4% dari 4,6%, melampaui ekspektasi. Gambaran yang beragam, penciptaan lapangan kerja yang lebih lambat tetapi tingkat pengangguran yang lebih rendah, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja sedang mendingin tanpa melemah secara tajam, mendukung argumen untuk pelonggaran kebijakan secara bertahap daripada pemotongan yang cepat. Akibatnya, nilai Dollar AS tetap relatif stabil meskipun angka penggajian secara keseluruhan lebih rendah. Selain data ekonomi, para pedagang juga mengamati potensi putusan Mahkamah Agung mengenai masa depan tarif impor AS.
Pivot : 99,099
R1 : 99,302 S1 : 98,934
R2 : 99,467 S2 : 98,731
R3 : 99,670 S3 : 98,566

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 54,500
Indeks Nikkei 225 melonjak 1,61% dan ditutup pada 51.940, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,85% menjadi 3.514 pada hari Jumat, dengan saham Jepang mengakhiri penurunan dua sesi di tengah meredanya kekhawatiran tentang perselisihan dengan China. Sentimen membaik setelah China mengatakan kontrol ekspornya terhadap barang-barang dwiguna ke Jepang tidak akan mempengaruhi penggunaan sipil, dan menambahkan bahwa perusahaan yang terlibat dalam perdagangan sipil normal tidak perlu khawatir. Di dalam negeri, pengeluaran rumah tangga Jepang secara tak terduga meningkat pada bulan November, didukung oleh pembelian terkait musim dingin dan meredanya tekanan inflasi, yang membantu menopang konsumsi. Dalam berita perusahaan, Fast Retailing, pemilik Uniqlo, melonjak lebih dari 10% setelah menaikkan perkiraan pendapatan setahun penuhnya, menyusul lonjakan laba kuartal pertama sebesar 34% yang didorong oleh penjualan yang kuat di Eropa dan Amerika Utara. Saham-saham lain yang mengalami kenaikan signifikan antara lain Tokyo Electron (+3,5%), Mitsubishi UFJ (+1,5%), Sumitomo Mitsui (+2,9%), Toyota Motor (+2,9%), dan Kawasaki Heavy Industries (+3,2%).
Pivot : 50,355
R1 : 50,555 S1 : 50,090
R2 : 50,820 S2 : 49,890
R3 : 51,285 S3 : 49,425
HANGSENG
Opportunity: Bullish ke area: 26,837
Indeks Hang Seng Hong Kong naik 82 poin, atau 0,3%, dan ditutup pada 26.232 pada hari Jumat, mengakhiri penurunan selama dua hari berturut-turut karena kenaikan moderat di seluruh sektor, yang dipimpin oleh saham konsumen dan properti, mengangkat sentimen pasar. Di Tiongkok, indeks acuan Shanghai berada di level tertinggi dalam satu dekade setelah data terbaru menunjukkan harga konsumen pada bulan Desember naik dengan laju tahunan tercepat dalam hampir tiga tahun, mencerminkan kenaikan harga pangan terkuat dalam 14 bulan. Deflasi harga produsen juga mereda, dengan penurunan melambat ke tingkat terendah dalam 16 bulan, yang menggarisbawahi upaya Beijing untuk mengekang persaingan harga yang ketat dan menstabilkan margin. Saham-saham yang mengalami pergerakan signifikan antara lain Laopu Gold (5,4%), Kuaishou Tech. (3,7%), Zhaojin Mining (3,6%), CK Hutchison (3,6%), dan Zijin Gold Intl. (2,6%). Namun, pasar saham kota tersebut turun 0,4% untuk minggu ini, membalikkan kenaikan sebelumnya, karena ketegangan geopolitik dan kehati-hatian menjelang angka perdagangan dan kredit Tiongkok menjadi faktor yang membebani. Perhatian juga beralih ke AS menjelang angka-angka penting terkait lapangan kerja dan putusan Mahkamah Agung tentang tarif.
Pivot : 26,361
R1 : 26,620 S1 : 26,024
R2 : 26,957 S2 : 25,765
R3 : 27,216 S3 : 25,428
NASDAQ
Opportunity: Buy Limit: 25,641 | SL: 25,541 | TP: 25,900
Saham-saham AS ditutup pada level tertinggi sepanjang masa pada hari Jumat karena investor bereaksi terhadap laporan pekerjaan bulan Desember dan menunggu potensi panduan dari The Fed. S&P 500 naik 0,6% dan Dow naik 0,5%, keduanya mencapai level tertinggi baru, sementara Nasdaq bertambah 0,8%. Laporan Desember menunjukkan peningkatan jumlah pekerjaan di sektor non-pertanian sebesar 50.000, di bawah ekspektasi, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,4%, menandakan pasar tenaga kerja yang tetap stabil tetapi pertumbuhannya lambat. Produsen chip memimpin kenaikan sektor, dengan Broadcom (+3,8%), Intel (+10,8%), dan Lam Research (+8,7%) naik tajam karena optimisme investor terhadap pertumbuhan AI dan semikonduktor. Saham-saham perusahaan pembangunan rumah dan perbaikan rumah juga meningkat setelah Presiden Trump mengarahkan pembelian obligasi hipotek untuk menurunkan suku bunga, dengan DR Horton (+7,8%), PulteGroup (+7,3%), Lennar (+8,8%), dan Home Depot (+2,2%) semuanya naik. Sepanjang minggu, ketiga indeks utama mencatatkan kenaikan yang solid, dengan S&P 500 naik 1%, Nasdaq naik 1,3%, dan Dow naik 1,2%.
Pivot : 25,706.83
R1 : 25,784.67 S1 : 25,620.92
R2 : 25,870.58 S2 : 25,543.08
R3 : 26,034.33 S3 : 25,379.33

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Penembusan resistance ATH memberikan potensi bullish continuation menuju 4.630-4.700.
Harga emas mengalami penguatan signifikan pada awal pekan, dengan kenaikan lebih dari 1% hingga menembus level di atas USD 4.570 per ons dan mencetak rekor tertinggi baru. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta ekspektasi pasar terhadap kelanjutan pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat. Situasi di Iran menjadi perhatian utama pelaku pasar setelah gelombang protes yang telah berlangsung selama beberapa pekan dilaporkan menelan ratusan korban jiwa. Pernyataan Ketua Parlemen Iran yang memperingatkan Amerika Serikat dan Israel agar tidak melakukan intervensi, menyusul ancaman serangan militer dari Presiden Donald Trump, semakin memperkuat persepsi risiko global. Dalam kondisi ketidakpastian seperti ini, emas kembali berfungsi sebagai aset lindung nilai utama.
Dari sisi fundamental moneter, sentimen positif terhadap emas juga diperkuat oleh rilis data tenaga kerja AS pada akhir pekan lalu yang menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja di bawah ekspektasi. Data tersebut memperkuat keyakinan investor bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga. Pasar saat ini memperkirakan setidaknya dua kali pemotongan suku bunga tambahan hingga akhir tahun. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah cenderung menekan imbal hasil aset berbunga dan meningkatkan daya tarik emas, sehingga mendorong arus beli yang kuat di pasar logam mulia.
Pivot : 4.550
R1 4.630 R2 4.700 R3 4.760
S1 4.550 S2 4.500 S3 4.453
Silver
Opportunity : Buy stop di 81.859 dengan target 84.369 dan stop loss dibawah 76.689
Harga XAGUSD telah tampil bullish kuat sejak akhir Desember, menguat dari area rendah di sekitar 70.064. Pagi ini 12 Januari 2026 dibuka di 80.094 dan kemudian berlanjutnaik hingga mendekati level R1 81.709. Momentum naik diperkuat oleh beberapa candle bullish serta support kuat di pivot 78.595. Saat ini harga masih di dalam tren naik. Rejection atau pullback yang terjaga di atas pivot dapat membuka ruang kenaikan lanjutan menuju area 83.615–86.729.
Sentimen pasar logam seperti perak umumnya berkorelasi negatif dengan yield riil dan kuat terhadap risiko global. Laporan pekerjaan AS yang lemah serta potensi data inflasi CPI yang akan rilis 13 Januari berpotensi meningkatkan daya tarik aset logam seperti perak. Fokus trader fundamental adalah pada data inflasi AS mendatang yang lebih memengaruhi harga logam.
Open price :80.094 Pivot :78.595
R1 :81.709 S1 :76.689
R2 :83.615 S2 :73.575
R3 :86.729 S3 :71.669
Oil
Opportunity : Bullish selama bertahan di atas 58,84, testing resistance 60,01.
Harga minyak mentah WTI melanjutkan tren penguatannya dan diperdagangkan di atas USD 59,5 per barel, mencatatkan kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut. Penguatan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan global seiring memburuknya situasi politik dan keamanan di Iran. Protes yang telah memasuki minggu ketiga tersebut dilaporkan semakin intens, dengan jumlah korban yang terus bertambah dan sinyal dari otoritas Iran mengenai pengetatan tindakan keamanan. Risiko geopolitik meningkat lebih jauh setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Teheran dan dilaporkan tengah mempertimbangkan opsi militer, sementara Iran kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel agar tidak ikut campur.
Kekhawatiran pasar cukup beralasan mengingat posisi strategis Iran sebagai eksportir hampir 2 juta barel per hari dan produsen minyak terbesar keempat di OPEC. Setiap eskalasi konflik berpotensi menimbulkan gangguan signifikan terhadap pasokan minyak global. Di sisi lain, ketidakpastian juga datang dari Amerika Latin, khususnya Venezuela, di mana arus ekspor minyak masih dibayangi perubahan kebijakan dan sanksi Amerika Serikat. Penyitaan kapal tanker yang terkait dengan ekspor minyak Venezuela serta peringatan Trump kepada Kuba mengenai penghentian pasokan minyak dan dukungan finansial dari Venezuela semakin menambah kompleksitas risiko pasokan. Kombinasi faktor-faktor tersebut menjaga sentimen bullish di pasar minyak, meskipun volatilitas diperkirakan tetap tinggi dalam waktu dekat.
Pivot: 58,84
R1 61,25 S1 58,84
R2 60,48 S2 58,17
R3 60,01 S3 57,60
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Senin, 12 Januari 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Analisis Pasar: Awal Pekan Pasca Data NFP AS
Catat jam dan waktunya ya!
| Senin, 12 Januari 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
