FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,70300 – 0,70800
Berlanjutnya penguatan mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS tetap mewarnai pergerakan market akhir pekan kemarin. Dimana Dollar Australia saat ini tetap di dekat level tertinggi 4 minggu karena komentar hawkish dari bank sentral meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga lagi. Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser mengatakan kebijakan moneter yang lebih ketat membuahkan hasil, tetapi memperingatkan bahwa prospek inflasi tetap “jauh lebih buruk” sebagian karena harga minyak yang tinggi. Ia menekankan perlunya menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali menjelang pertemuan RBA pada 3 November, di mana para pembuat kebijakan akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga ke-5 tahun ini. Selanjutnya, pasar meningkatkan peluang kenaikan suku bunga 25bps pada bulan November menjadi 64%. Perhatian kini beralih ke data inflasi kuartal ketiga yang akan dirilis pekan ini, dengan inflasi inti diperkirakan naik 1,0% secara kuartalan, naik dari 0,9% sebelumnya. Inflasi inti tahunan juga diproyeksikan tetap berada di angka 3,5%, jauh di atas kisaran target RBA sebesar 2%-3%. Sementara itu, aksi jual saham global yang dipicu oleh sektor teknologi akibat kekhawatiran tentang investasi besar-besaran di bidang AI membebani mata uang yang sensitif terhadap risiko seperti Dollar Australia.
Pivot : 0,70255
R1 : 0,70468 S1 : 0,70134
R2 : 0,70589 S2 : 0,69921
R3 : 0,70802 S3 : 0,69800
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 156,800 – 157,300
Tanda penguatan mata uang Yen terhadap mata uang Dollar AS nampaknya tidak bertahan lama. Sebelumnya Yen menguat dan sentuh 156, mencapai level tertinggi dalam lima minggu sebelum kemudian melemah karena aksi jual global di saham teknologi dan kecerdasan buatan meningkatkan permintaan aset safe-haven. Penurunan pasar saham semakin intensif minggu ini setelah rencana Meta Platforms untuk meningkatkan belanja modal kembali memicu kekhawatiran bahwa perusahaan teknologi mungkin akan mengambil lebih banyak utang untuk membiayai pengembangan AI. Di Jepang, data menunjukkan bahwa inflasi utama dan inflasi inti naik 2,1% secara tahunan pada bulan September, menandai level tertinggi dalam 9 bulan karena pelemahan Yen dan harga energi yang tinggi mendorong kenaikan biaya impor. Dengan inflasi inti yang kembali di atas target 2% Bank Sentral Jepang, ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga lagi tahun ini semakin menguat. Bank Sentral Jepang (BOJ) secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan mendatang, yang berpotensi membuka jalan bagi kenaikan suku bunga pada bulan Desember.
Pivot : 156,680
R1 : 157,288 S1 : 156,205
R2 : 157,763 S2 : 155,597
R3 : 158,371 S3 : 155,122
GBPUSD
Opportunity: Bullish menuju 1.3459 – 1.3497
Pounds ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan kemarin. Penguatan mata-uang Poundsterling kembali tertahan oleh penguatan U.S Dollar. Indeks Dollar AS ditutup naik pada akhir pekan hari Jumat, 23 Oktober 2026, didukung kenaikan harga minyak dan data PMI manufaktur AS yang kuat. Indeks Dollar AS ditutup naik 0,21% pada 101,81. Dollar AS menguat karena harga minyak Brent melonjak sekitar 3% ke dekat $116,7-116,9 per barel, level tertinggi sejak akhir April, setelah serangan Houthi terhadap fasilitas energi Arab Saudi dan laporan bahwa AS dapat melanjutkan serangan terhadap Iran. Indeks sentimen konsumen University of Michigan untuk akhir Oktober direvisi naik menjadi 48,0 dari estimasi awal 46,3. Meski membaik, angka tersebut masih menunjukkan tingkat sentimen terendah dalam lima bulan terakhir. Disatu-sisi Inggris tidak memiliki data ekonomi penting untuk mempertahankan nilai mata-uangnya. Pelaku pasar perlu mencermati data PCE, pernyataan pejabat The Fed, dan perkembangan geopolitik. Kombinasi faktor tersebut akan menentukan arah dolar AS. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini seiring meningkatnya ketegangan konflik di Timur-tengah.
Open : 1.3368 Pivot 1.3381
R1 : 1.3402 S1 : 1.3356
R2 : 1.3428 S2 : 1.3335
R3 : 1.3449 S3 : 1.3309
EURUSD
Opportunity: Bearish menuju 1.1163 – 1.1141
Euro berakhir turun pada akhir pekan hari Jumat, 23 Oktober 2026, tertekan data PMI zona Euro yang mengecewakan. Mata uang Euro ditutup turun 0,12% pada 1.1202, dan menjadi penurunan hari kedua berturut-turut. Pelemahan mata uang Euro dipicu data awal PMI komposit zona Euro bulan Oktober yang turun ke 51,9 dari 53,1 pada bulan sebelumnya. Aktivitas sektor swasta Prancis tidak terduga mengalami kontraksi, sementara pertumbuhan Jerman juga melambat. Kekhawatiran utang dan krisis politik Prancis, serta kenaikan harga minyak, terus membayangi Euro. Disisi lain indeks Dollar AS ditutup naik 0,21% pada 101,81. Dollar AS menguat karena harga minyak Brent melonjak sekitar 3% ke dekat $116,7-116,9 per barel, level tertinggi sejak akhir April, setelah serangan Houthi terhadap fasilitas energi Arab Saudi dan laporan bahwa AS dapat melanjutkan serangan terhadap Iran. Indeks sentimen konsumen University of Michigan untuk akhir Oktober direvisi naik menjadi 48,0 dari estimasi awal 46,3. Meski membaik, angka tersebut masih menunjukkan tingkat sentimen terendah dalam lima bulan terakhir. Pekan ini menjadi pekan penting bagi kebijakan moneter. Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan yang dimulai 28 Oktober. ECB juga diperkirakan menahan suku bunga deposito di 2,50% pada pertemuan 29 Oktober, dengan peluang sekitar 95%.
Open: 1.1220 Pivot: 1.1204
R1: 1.1225 S1: 1.1183
R2: 1.1246 S2: 1.1163
R3: 1.1366 S3: 1.1141
USDCHF
Opportunity: Bullish menuju : 0.8296 – 0.8337
Swiss Franc ditutup melemah setelah adanya penguatan dalam tiga sesi sebelumnya. Swiss Franc ditutup melemah di level 0.8252 pada Jumat kemarin. Pelemahan mata-uang Swiss tertekan oleh meningkatnya ketegangan konflik Timur-tengah yang menyebabkan naiknya harga minyak. Harga minyak mentah AS menembus US$102 per barel pada Jumat, mencapai level tertinggi dalam lima minggu. Minyak mencatat kenaikan sekitar 3% sepanjang pekan dan membukukan penguatan mingguan selama tiga pekan berturut-turut. Sementara itu, minyak Brent melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun di tengah kekhawatiran mengenai gangguan pasokan energi. Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali meningkatkan risiko konflik terbuka. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Washington tidak sedang bernegosiasi dengan Teheran dan mengisyaratkan kemungkinan perkembangan dalam waktu dekat. Kepala Angkatan Darat Iran juga menyatakan kesiapan militernya menghadapi perang asimetris. Kondisi tersebut tentu akan merugikan mata-uang Swiss Franc yang dapat kembali tertekan lebih jauh. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini akibat kondisi ketegangan geopolitik yang kian meningkat.
Open: 0.8233 Pivot: 0.8232
R1: 0.8273 S1: 0.8209
R2: 0.8296 S2: 0.8168
R3: 0.8337 S3: 0.8145
DXY
Opportunity: Bullish Range 101,700 – 102,000
Kondisi mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya tetap berada di range yang terbatas, meski berusaha untuk bangkit. Situasi tersebut terlihat pada Indeks Dollar (DXY) yang berusaha naik dan di tutup di level 101,751. Nasib Dollar AS ini berfluktuasi di dekat level terendah 3 minggu dan turun hampir 0,2% dalam 1 pekan. Sentimen kehati-hatian tetap bertahan di tengah kenaikan lebih lanjut harga minyak dan kekhawatiran akan potensi peningkatan permusuhan di Timur Tengah, sementara pemilihan paruh waktu AS kini kurang dari 2 minggu lagi. Sementara itu, kekhawatiran atas pengeluaran besar terkait AI terus membebani sentimen pasar. The Fed dijadwalkan akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pekan ini, dengan pasar memperkirakan sekitar 91% kemungkinan suku bunga akan tetap tidak berubah. Sementara itu, probabilitas kenaikan suku bunga 25bps pada bulan Desember berada di sekitar 76%. Di antara mata uang utama, Yen Jepang menguat terhadap Dollar AS, diuntungkan oleh daya tariknya sebagai aset safe-haven. Sebaliknya, Euro sedikit melemah karena ketidakpastian politik di Prancis dan tekanan jual yang berkelanjutan di pasar obligasi negara tersebut membebani mata uang tunggal kawasan Eropa.
Pivot: 101,697
R1: 101,906 S1: 101,542
R2: 102,061 S2: 101,333
R3: 102,270 S3: 101,178

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 67,031
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,3% menjadi di bawah 62.500 pada hari Senin, memperpanjang kerugian dari minggu lalu di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang keberlanjutan investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI). Investor juga menantikan laporan pendapatan dari perusahaan teknologi raksasa minggu ini yang dapat memberikan petunjuk baru tentang perdagangan AI. Sementara itu, pasar bersiap untuk keputusan kebijakan moneter yang akan datang, dengan bank sentral di AS, Jepang, dan Zona Euro secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah sebelum berpotensi menaikkannya akhir tahun ini. Di bidang geopolitik, investor tetap waspada terhadap kemungkinan serangan AS yang diperbarui terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu minggu depan, serta potensi pembalasan dari Teheran terhadap sekutu AS di kawasan tersebut. Saham teknologi Jepang terus menghadapi tekanan jual, dengan Kioxia Holdings turun 3,5%, Advantest turun 2,6%, Disco Corp turun 2,3%, Tokyo Electron turun 3,1%, dan Ibiden Co turun 3%.
Pivot : 65,887
R1 : 66,893 S1 : 65,303
R2 : 67,477 S2 : 64,297
R3 : 68,483 S3 : 63,713
HANGSENG
Opportunity: Bearish ke 25,217
Indeks Hang Seng turun 0,5% ke sekitar 22.822 pada perdagangan Jumat, memperpanjang pelemahan setelah aksi jual tajam pada Kamis. Tekanan berkelanjutan pada saham teknologi terus membebani sentimen pasar. Kekhawatiran terhadap skala dan pendanaan investasi kecerdasan buatan (AI) masih menekan saham teknologi global, menyusul penurunan tajam di Wall Street pada perdagangan semalam.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent melonjak 4% menjadi US$114 per barel setelah serangan Houthi di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan di Timur Tengah dan memperbesar risiko inflasi. Di dalam negeri, perusahaan rintisan AI asal Tiongkok, DeepSeek, dilaporkan telah mengumpulkan dana sekitar US$15 miliar, yang berpotensi memberikan sinyal positif bagi sektor AI domestik. Namun, sentimen tersebut belum mampu mengimbangi pelemahan pasar secara keseluruhan.
Sejumlah saham mencatatkan penurunan signifikan, antara lain SMIC (-3,0%), Genscript Biotech (-9,7%), Lenovo (-3,1%), AIA (-0,6%), dan Wuxi Biologics (-1,5%). Sepanjang pekan ini, indeks Hang Seng telah turun lebih dari 6%.
Pivot : 24,408
R1 : 24,558 S1 : 24,120
R2 : 24,846 S2 : 23,970
R3 : 24,996 S3 : 23,682
NASDAQ
Opportunity: Buy Limit: 30,560| SL: 30,400 | TP: 30,720
Kontrak berjangka saham AS stabil pada hari Senin setelah indeks utama mencatat kerugian untuk minggu kedua berturut-turut, tertekan oleh meningkatnya kekhawatiran atas pengeluaran kecerdasan buatan dan kenaikan harga minyak. Investor mengalihkan perhatian mereka ke keputusan kebijakan Federal Reserve minggu ini, dengan bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah sebelum berpotensi menaikkannya pada bulan Desember. Bank sentral di Zona Euro dan Jepang juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil. Di sektor korporasi, investor bersiap untuk laporan pendapatan dari perusahaan teknologi besar, termasuk Amazon, Alphabet, Microsoft, dan Intel, bersama dengan perusahaan terkemuka lainnya seperti Visa, Coca-Cola, Boeing, Eli Lilly, dan Exxon Mobil. Sementara itu, pelaku pasar terus memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah di tengah kekhawatiran bahwa AS dapat melanjutkan serangan militer terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu 3 November.
Pivot : 30,917.92
R1 : 31,166.33 S1 : 30,771.33
R2 : 31,312.92 S2 : 30,522.92
R3 : 31,561.33 S3 : 30,376.33

COMMODITY ZONE BY NITRA
Gold
Opportunity:cenderung bearish selama harga berada di bawah pivot 4.002.22
Pada perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026, emas ditutup di 3.997,03 dolar AS per ons setelah dibuka di 4.024,58, dengan rentang harian 3.975,54 hingga 4.034,10. Harga turun sekitar 0,6 persen dari penutupan sehari sebelumnya, dan untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juli emas menembus level psikologis 4.000. Dalam sepekan emas kehilangan sekitar 172 dolar, atau kira-kira 4,1 persen, dan kini berada sekitar 29 persen di bawah puncak 5.597 yang tercetak pada 29 Januari. Secara teknikal, harga bertengger di bawah rata-rata bergerak 20 hari (4.135), 50 hari (4.301) dan 200 hari (4.510), sementara RSI 14 hari berada di 33, mendekati wilayah jenuh jual. Volatilitas harian rata-rata (ATR 14) sekitar 69 dolar, sehingga ayunan 60 hingga 70 dolar dalam sehari masih tergolong wajar.
Untuk hari ini, Senin 26 Oktober 2026, kalender data ekonomi AS relatif sepi, sehingga arah emas lebih banyak ditentukan oleh sentimen menjelang pekan yang padat. Tekanan datang dari yield obligasi AS yang tinggi, dolar yang kokoh, dan lonjakan harga minyak akibat serangan Houthi ke infrastruktur energi Arab Saudi, yang menyuburkan kekhawatiran inflasi dan taruhan pengetatan lanjutan The Fed. Pekan lalu emas juga ikut terseret aksi jual paksa di tengah koreksi saham teknologi, sehingga fungsinya sebagai aset lindung nilai tidak bekerja. Pelaku pasar kini menanti keputusan FOMC pada Rabu, 28 Oktober, yang secara luas diperkirakan menahan suku bunga di 3,75 hingga 4,00 persen dengan peluang kenaikan hanya sekitar 8 hingga 10 persen, namun nada Ketua The Fed Kevin Warsh dalam konferensi pers akan menjadi penentu. Setelah itu menyusul PDB kuartal ketiga dan inflasi inti PCE pada Kamis, 29 Oktober, lalu keputusan ECB dan Bank of Japan.
Pivot : 4.002,22
R1 4.028,91 R2 4.060,78 R3 4.087,47
S1 3.970,35 S2 3.943,66 S3 3.911,79
Oil
Opportunity: cenderung bullish selama harga bertahan di atas pivot 101,93
Minyak WTI menutup perdagangan 23 Oktober 2026 di 103,14 dolar per barel, naik sekitar 4,1 persen dari penutupan sebelumnya di 99,04. Harga dibuka di 99,09 dan sempat menyentuh 103,86 sebelum bertahan di dekat level tertinggi hari itu. Ini adalah penutupan tertinggi sejak 15 September dan kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, dengan tambahan sekitar 4,2 dolar dalam sepekan. Secara teknikal, harga berada di atas rata-rata bergerak 20 hari (93,95), 50 hari (92,30) dan 200 hari (85,28), dengan RSI 14 hari di 69, mendekati jenuh beli. Rata-rata rentang harian sekitar 3,7 dolar, jadi pergerakan 3 hingga 4 dolar dalam sehari adalah hal biasa.
Fundamental hari ini, 26 Oktober 2026, masih didominasi risiko geopolitik Timur Tengah. Serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas energi Arab Saudi, termasuk pelabuhan Yanbu, membuat Aramco meminta staf kantor pusat Dhahran bekerja dari rumah dan Departemen Luar Negeri AS memerintahkan personel nonesensial meninggalkan Arab Saudi. Pasar juga mengantisipasi kemungkinan AS kembali menyerang Iran dalam beberapa pekan ke depan, yang dilaporkan bisa terjadi setelah pemilu sela, sementara Presiden Trump menyatakan Washington tidak berunding dengan Teheran. Sebagai penyeimbang, ekspor minyak mentah dari Teluk Persia dilaporkan telah pulih mendekati level sebelum perang, sehingga kenaikan harga lebih banyak ditopang premi risiko ketimbang kekurangan pasokan aktual. Dari sisi makro, keputusan The Fed pada 28 Oktober serta data PDB dan PCE pada 29 Oktober berpotensi menggoyang sentimen risiko secara umum, dan harga Brent yang sudah di atas 110 dolar terus menjadi bahan bakar kekhawatiran inflasi
Pivot: 101,93
R1 105,07 S1 100,01
R2 106,99 S2 96,87
R3 110,13 S3 94,95
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Senin, 26 Oktober 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi
Catat jam dan waktunya ya!
| Senin, 26 Oktober 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
