Download TPFx Mobile Available On

Weekly Review dan Outlook 17–21 Agustus 2026

by Alwy Assegaf
Flash News Weekly

Review: Pasar Sepekan Terakhir

Weekly review dan outlook kali ini menyoroti pergerakan pasar keuangan global setelah serangkaian data ekonomi Amerika Serikat tampil lebih lemah dari perkiraan. Laporan lapangan kerja Juli yang mengecewakan, inflasi yang mereda, dan penjualan ritel yang turun tak terduga membuat pasar derivatif memangkas peluang kenaikan suku bunga bulan depan. Kontrak Fed funds futures kini hanya memperhitungkan kurang dari delapan basis poin pengetatan, turun tajam dari 18 basis poin pada akhir Juli.

Data Ekonomi AS Melemah, Peluang Kenaikan Suku Bunga Fed Menyusut

Tiga pejabat regional Federal Reserve sempat mengajukan dissent hawkish bulan lalu. Mereka berharap bisa meyakinkan koleganya untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan FOMC berikutnya. Namun data terbaru justru berjalan ke arah sebaliknya. Payroll yang lesu, inflasi yang sejalan ekspektasi, penjualan ritel yang lemah, dan sentimen konsumen yang melemah bersama-sama menunjukkan momentum ekonomi AS mulai memudar. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan September.

Meski dolar melemah, imbal hasil obligasi tetap bertahan di level tinggi. Situasi ini menjadi sumber risiko besar bagi pasar, bukan hanya untuk emas dan aset berimbal hasil rendah lainnya, tapi juga untuk pasar saham secara keseluruhan.

Harga Emas Menguji Level Kunci $4.000

Harga emas sempat terkoreksi sebelum pulih pada paruh pertama sesi perdagangan Jumat, terbantu oleh data ekonomi AS yang kembali melemah. Namun kenaikan harga minyak menjelang akhir pekan berpotensi menahan momentum penguatan emas.

Emas melonjak pekan lalu setelah berkonsolidasi selama beberapa minggu di sekitar level $4.000. Pergerakan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah ini awal dari tren naik baru, atau sekadar rebound kuat dalam fase konsolidasi yang lebih panjang? Perdagangan pekan ini masih menunjukkan sedikit penguatan lanjutan, meski bergerak choppy. Untuk saat ini, terlalu dini menyimpulkan bahwa fase kenaikan besar berikutnya sudah dimulai.

Ketegangan Iran-AS Bikin Harga Minyak Sulit Ditebak

Setelah rilis data ekonomi pekan ini, perhatian pasar beralih penuh ke Timur Tengah dan prospek harga minyak mentah. Harga minyak sempat turun pada Kamis, memberi sedikit kelegaan, sebelum kembali naik. Upaya menghidupkan kembali kesepakatan AS-Iran sebelumnya belum menunjukkan kemajuan berarti, sementara ketidakpastian di Selat Hormuz tetap menjadi ancaman serius bagi pasar energi global.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menambah tekanan dengan menegaskan bahwa Washington akan mengambil langkah-langkah belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran sebagai bagian dari kampanye tekanan maksimum.

Situasi ini membuat reli emas semakin rumit. Meski inflasi CPI melunak, harga minyak justru melonjak sekitar 20% sepanjang Juli. Jika harga minyak tetap tinggi, risiko inflasi kembali menguat pun terbuka lebar. Energi yang mahal akan mempersulit langkah pelonggaran The Fed, sekaligus berpotensi mendorong imbal hasil obligasi dan dolar naik lebih tinggi — dua faktor yang justru menjadi hambatan bagi emas.

Wall Street Ditutup Melemah, Saham Teknologi Tertekan

Dalam weekly review dan outlook, indeks saham utama AS ditutup melemah pada Jumat akibat tekanan makroekonomi. S&P 500 turun 0,2% dari rekor tertingginya, Dow Jones kehilangan 108 poin, dan Nasdaq 100 melemah 0,1%. Indeks sentimen konsumen University of Michigan periode awal Agustus anjlok ke 51, jauh di bawah perkiraan 55. Penjualan ritel Juli juga turun paling tajam dalam lebih dari setahun terakhir.

Kombinasi data lemah ini menandakan ekonomi AS mulai mendingin, sebuah kondisi yang berpotensi menekan laba korporasi dan pasar saham ke depan. Saham-saham hyperscaler ikut tertekan: Meta turun 0,9%, Oracle anjlok 3,7%, dan Amazon melemah 0,9%. Produsen chip besar bergerak variatif — Broadcom turun 5,9% dan Intel melemah 2%, sementara AMD melesat 6,5% dan produsen memori melanjutkan penguatan tajam mereka. Micron menambah 2,3% berkat rekomendasi bullish dari sejumlah broker, sedangkan SanDisk melonjak 7,4% setelah reli 14% sehari sebelumnya.

WEEK AHEAD
(17 – 21 Agustus 2026) 

Kalender Ekonomi 17 - 21 Agustus 2026 - Kepoin TradingOutlook: Week Ahead 17–21 Agustus 2026

Dalam weekly review dan outlook, kebuntuan antara Iran dan AS akan terus mendikte arah harga energi dan suku bunga global, setelah Washington memperpanjang tekanan ekonomi terhadap Teheran alih-alih membuka jalur diplomasi. Suku bunga juga akan menjadi sorotan lewat rilis notulen pertemuan Federal Reserve yang penuh perpecahan, dengan tiga dissent di dalamnya. ECB turut merilis notulen kebijakan moneternya pekan ini.

Amerika: PMI, Data Perumahan, dan Laporan Keuangan Ritel Raksasa

Musim laporan keuangan mulai melambat, namun pasar tetap menanti hasil dari Walmart, Home Depot, TJX Companies, Lowe’s, dan Target sebagai indikator kekuatan konsumen AS. Analog Devices juga dinanti sebagai penanda arah investasi di sektor AI.

Dari sisi data, PMI flash S&P Global diperkirakan masih menunjukkan ekspansi di sektor jasa maupun manufaktur. Produksi industri diproyeksikan tumbuh 0,3%. Harga impor, yang dihitung bersih dari tarif, diprediksi naik 0,1%, sementara harga ekspor berpotensi turun 0,2%. Pekan ini juga padat data perumahan: izin bangunan diperkirakan stabil di 1,37 juta unit tahunan, sedangkan housing starts diprediksi melambat ke 1,35 juta unit. Penjualan rumah tertunda turut dirilis, ditambah survei regional Empire State dan Philadelphia Fed serta data arus modal TIC dari Departemen Keuangan.

Di Kanada, tingkat inflasi tahunan diperkirakan naik ke 3,2%, menyamai level tertinggi dua tahun pada Mei lalu. Penjualan ritel Kanada juga akan dirilis pekan ini.

Eropa: Inflasi Inggris dan Keputusan Suku Bunga Riksbank

ECB akan merilis notulen pertemuan kebijakan moneter terbarunya, setelah menahan suku bunga acuan pada pertemuan Juli menyusul kenaikan 25 basis poin di Juni. Bank sentral Swedia, Riksbank, akan mengumumkan keputusan suku bunga setelah pertemuan Juni membuka peluang kenaikan lanjutan tahun ini.

PMI flash manufaktur dan jasa untuk kawasan Euro, Jerman, Prancis, dan Italia akan memberi gambaran terbaru soal aktivitas ekonomi dan tekanan harga di kawasan. Indeks Sentimen Ekonomi ZEW Jerman turut dinanti untuk Agustus, setelah mencapai level tertinggi lima bulan pada Juli.

Inggris menghadapi pekan padat data: inflasi, pasar tenaga kerja, penjualan ritel, dan PMI flash. Tingkat inflasi tahunan diperkirakan naik ke 2,9%, level tertinggi dalam empat bulan, sementara inflasi inti diprediksi sedikit melunak. Tingkat pengangguran Inggris diperkirakan turun ke 4,8%, sedangkan pertumbuhan upah rata-rata mingguan diprediksi melambat untuk bulan kedua berturut-turut ke 4%. Swiss akan merilis data produksi industri, yang diperkirakan turun untuk bulan ketiga beruntun.

Asia Pasifik: GDP Jepang dan Data Ekonomi China Jadi Sorotan

China akan merilis rentetan data penting, mulai dari produksi industri, penjualan ritel, harga rumah, investasi aset tetap, hingga tingkat pengangguran Juli. People’s Bank of China diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga pinjaman acuan satu dan lima tahun di level 3% dan 3,5%.

Jepang akan merilis data PDB kuartal kedua yang diperkirakan tetap di 0,5% secara kuartalan, ditambah data perdagangan, inflasi, pesanan mesin, dan PMI flash. Sementara Australia menanti data kepercayaan konsumen, ekspektasi inflasi, dan data ketenagakerjaan Juli.

Data Mingguan Perdagangan Emas (10 – 14 Agustus 2026)

Open : 4.348,05    High : 4.449,82     Low  : 4.310,83     Close : 4.374,75     Range  : 138,99

GOLD PRE ANALYSIS

WEEKLY VALUE AREA

WEEKLY SUPPORT WEEKLY  RESISTANCE
S1   4.307 R1   4.446
S2   4.239 R2   4.517
S3  4.168 R3   4.585

Gold Outlook : Bullish

Data Mingguan Perdagangan US Oil (10 – 14 Agustus 2026)

Open : 78,48    High : 84,56      Low  : 77,74      Close : 81,31     Range  : 6,82                                           

OIL PRE ANALYSIS

                                                                 WEEKLY VALUE AREA

WEEKLY SUPPORT WEEKLY RESISTANCE
S1  77,85 R1  84,67
S2   74,38 R2  88,02
S3   71,03  R3  91,49

Oil Outlook : Bearish

Baca juga: Weekly Review dan Outlook 10–14 Agustus 2026

Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.

Selamat trading dan semoga sukses!

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy