Market Summary
Peluang trading minyak kembali menarik perhatian setelah harga West Texas Intermediate (WTI) menguat selama dua hari berturut-turut. Harga minyak mentah acuan Amerika Serikat itu naik ke level tertinggi sejak 23 Juli pada perdagangan Selasa di sesi Eropa.
Kenaikan tersebut terjadi ketika ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Kondisi ini mendorong investor untuk memperhitungkan risiko gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
Harga WTI Menguat di Tengah Ketegangan Iran-AS
WTI kini bergerak mendekati level $92 per barel. Pembeli masih berusaha mempertahankan momentum kenaikan setelah harga berhasil menembus sejumlah level penting.
Ketegangan geopolitik menjadi salah satu faktor utama yang menopang harga minyak. Pada akhir pekan, pasukan Amerika Serikat menyerang dan melumpuhkan tiga kapal tanker minyak Iran.
Serangan tersebut terjadi sebagai respons terhadap serangan rudal balistik dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang menargetkan dua kapal perang Angkatan Laut AS di kawasan tersebut.
Situasi ini kembali meningkatkan geopolitical risk premium di pasar minyak. Investor mulai memperhitungkan kemungkinan gangguan terhadap produksi dan distribusi minyak dari kawasan Teluk.
Risiko Pasokan Minyak Kembali Meningkat
Ketegangan terbaru antara Washington dan Tehran juga menunjukkan rapuhnya kondisi pasar energi. TD Securities menilai eskalasi konflik memperlihatkan bahwa stabilitas pasar energi masih sangat bergantung pada keberlangsungan kesepakatan yang konkret.
Ketegangan baru antara AS dan Iran juga menunjukkan betapa cepat sentimen pasar dapat berubah. Setiap perkembangan militer dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pasokan minyak global.
Iran sendiri telah memperingatkan bahwa mereka dapat merespons serangan baru terhadap asetnya. Tehran juga menyebut infrastruktur energi di kawasan Teluk dapat menghadapi risiko jika konflik kembali meningkat.
Ancaman terhadap Selat Hormuz menjadi perhatian penting bagi pasar. Selat tersebut merupakan salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia. Gangguan di wilayah tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan dan distribusi minyak global.
Selat Hormuz Menjadi Faktor Penting
Kepala keamanan Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa Tehran sedang mempersiapkan kemungkinan penerapan blokade penuh di sekitar Selat Hormuz sebagai respons terhadap sanksi ekonomi.
Pernyataan tersebut meningkatkan kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan dalam jangka pendek. Pasar minyak biasanya merespons ancaman terhadap jalur distribusi utama dengan meningkatkan premi risiko.
Jika konflik terus meluas, harga minyak berpotensi mendapatkan dukungan tambahan. Sebaliknya, apabila AS dan Iran kembali menurunkan eskalasi, premi risiko dapat berkurang dan membatasi kenaikan harga.
Peluang Trading Minyak Terbuka Menuju $93,25
Peluang trading minyak masih terbuka selama WTI mampu mempertahankan momentum bullish. Kenaikan menuju area $92 menunjukkan bahwa pembeli masih memiliki kendali dalam jangka pendek.
Level berikutnya yang perlu diperhatikan berada di sekitar $93,25 per barel. Area tersebut bertepatan dengan swing high Juli dan dapat menjadi resistance penting.
Jika WTI mampu menembus $93,25 secara meyakinkan, harga berpotensi melanjutkan kenaikan ke level yang lebih tinggi. Momentum tersebut dapat semakin kuat apabila ketegangan Iran-AS terus meningkatkan risiko gangguan pasokan.
Namun, trader tetap perlu memperhatikan perkembangan geopolitik. Setiap kabar mengenai serangan baru, negosiasi, sanksi, atau kondisi Selat Hormuz dapat memicu perubahan harga yang cepat.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai US Oil masih berada dalam tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 91,45. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka menuju area resistance 96,00. Jika momentum bullish berlanjut, harga berpotensi melanjutkan penguatan ke level 98,00 hingga 100,00.
Sebaliknya, jika harga menembus dan bergerak di bawah level pivot 91,45, tekanan jual dapat meningkat. Dalam skenario ini, US Oil berpeluang melanjutkan koreksi untuk menguji area support di 89,75, kemudian 88,50.
Resistance 96,00 Resistance 2: 98,00 Resistance 3: 100,00
Support1: 91,45 Support 2: 89,75 Support 3: 88,50
Baca juga: Peluang Trading EUR/CAD Pasca Survey Sentix Jerman
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
