Indeks Dolar AS 99,00 kembali tercapai pada awal pekan ini, level tertinggi sejak anjlok pada Rabu pekan lalu. Permintaan aset aman mendorong penguatan ini setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan eskalasi tajam kampanye sanksi terhadap Iran.
Bessent Ancam Sanksi Bank Besar
Scott Bessent menegaskan bahwa Washington akan menerapkan kebijakan “zero leakage” atau tanpa celah kebocoran dalam penegakan sanksi Iran. Ia memperingatkan bahwa satu lembaga keuangan besar akan terkena sanksi dalam beberapa hari ke depan. Pernyataan ini langsung memicu sentimen risk-off di pasar global.
Emas Melonjak, Minyak Justru Melemah
Sentimen risk-off mengangkat harga emas secara signifikan. Emas naik tajam dan mendekati level $4.650 per troy ons akibat ketegangan geopolitik seputar Iran. Namun, sentimen ini tidak merambat ke pasar minyak. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) justru melemah menuju kisaran $85,00 per barel meski ketegangan AS-Iran meningkat.
Mata Uang Utama Tertekan Indeks Dolar AS 99,00
Penguatan Greenback menekan hampir semua mata uang utama pada perdagangan Selasa. EUR/USD turun di bawah level 1,1700 dan bergerak menuju kisaran 1,1600-an. GBP/USD melemah ke sekitar 1,3630 tanpa dukungan data ekonomi Inggris. USD/JPY naik dan bertahan di atas 159,00 seiring pelemahan Yen Jepang.
AUD/USD menjadi mata uang dengan performa terburuk hari ini. Pasangan ini tergelincir menuju 0,7150 akibat aversi risiko dan penguatan dolar. Pasar kini menantikan risalah RBA dan data inflasi Australia yang rilis akhir sesi Selasa.
Wall Street Ditutup Bervariasi
Pasar saham AS berakhir bervariasi pada perdagangan Senin. Pelemahan saham produsen chip mengimbangi penguatan di sektor lain. Indeks S&P 500 turun 0,3% dan Nasdaq melemah 1%, sementara Dow Jones naik 140 poin. Saham-saham infrastruktur AI memimpin pelemahan di tengah ketidakpastian soal imbal hasil investasi sektor ini. Rencana IPO sejumlah pengembang model AI generatif turut meredam kekhawatiran soal belanja modal chip yang investor nilai terlalu besar.
Broadcom anjlok 2,6%, Micron merosot 5,8%, AMD turun 3,5%, Intel melemah 3,1%, dan Sandisk jatuh 6,4%. Nvidia juga turun 2,9% menjelang laporan pendapatan pada Rabu mendatang, katalis utama berikutnya bagi saham-saham AI.
Harga energi melandai namun tetap tinggi setelah AS berkomitmen mengisolasi ekonomi Iran. Kondisi ini menambah kekhawatiran inflasi di tengah defisit anggaran besar dan program pembelian kembali obligasi Treasury. Di sisi lain, saham sektor jasa kartu kredit pulih dari koreksi pekan lalu. Visa naik 3,1% dan Mastercard bertambah 3,3%.
Fokus Pasar Hari Ini
Agenda Eropa: IFO Jerman dan PDB
Ekonom memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua Jerman tetap lemah. Namun, perhatian pasar lebih tertuju pada survei IFO bulan Agustus. Survei memperkirakan Indeks Iklim Bisnis naik ke 87,2 dari 86,6, sementara indeks penilaian kondisi saat ini dan ekspektasi juga akan menguat. Data Kepercayaan Konsumen Prancis melengkapi rilis data pagi ini.
Padatnya Data Ekonomi AS
Sesi AS akan dipadati sejumlah data penting. Rilis dimulai dari rata-rata empat minggu data ketenagakerjaan ADP, lalu data harga rumah, Kepercayaan Konsumen Conference Board, Penjualan Rumah Baru, dan Indeks Manufaktur Richmond Fed. Lelang Surat Utang 2 Tahun dan laporan stok mingguan minyak mentah API akan menyusul di akhir sesi.
Prospek Harga Emas Selasa | 25 Agustus 2026
Harga emas masih bergerak dalam tren bullish setelah menembus resistance 4.625 dan bertahan di atas area tersebut. Posisi harga yang berada jauh di atas SMA 50 mengindikasikan momentum kenaikan masih kuat, meski RSI 14 di 73,84 menunjukkan kondisi overbought sehingga peluang koreksi tetap terbuka.
Selama harga bertahan di atas 4.625, tren bullish berpeluang berlanjut menuju 4.765, kemudian 4.853 hingga 4.990. Sebaliknya, jika harga kembali turun di bawah 4.625, koreksi dapat berlanjut menuju 4.573, dengan support berikutnya di 4.485.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.765 R2 4.853 R3 4.990
S1 4.625 S2 4.573 S3 4.485
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.625 |
| Profit Target Level | 4.725 |
| Stop Loss Level | 4.570 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.765 |
| Profit Target Level | 4.675 |
| Stop Loss Level | 4.855 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 25 Agustus 2025
Harga US Oil masih bergerak dalam tren bullish setelah berhasil bertahan di atas SMA 50 dan support 84,28. Saat ini harga sedang mengalami koreksi, namun RSI 14 di 50,17 menunjukkan momentum masih relatif netral sehingga ruang untuk kembali menguat masih terbuka.
Selama harga bertahan di atas 84,28, peluang bullish tetap terjaga untuk menguji resistance 87,63, kemudian 89,19 hingga 90,49. Sebaliknya, jika harga menembus 84,28 ke bawah, koreksi berpotensi berlanjut menuju 82,68 dan 81,24.
US Oil INTRADAY AREA
R1 87,63 R2 89,19 R3 90,49
S1 84,28 S2 82,68 S3 81,24
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 84,50 |
| Profit Target Level | 87,00 |
| Stop Loss Level | 82,60 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 87,00 |
| Profit Target Level | 85,00 |
| Stop Loss Level | 87,70 |
Baca analisa sebelumnya: Indeks Dolar AS Melemah, Emas Melonjak ke $4.600
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
