FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,70000 – 0,70500
Penguatan mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback terus berlanjut. Dimana mata uang Australia ini tetap berada di dekat level tertinggi tiga minggu karena pelemahan dolar AS mengimbangi kekhawatiran atas meningkatnya konflik di Timur Tengah. AS telah meluncurkan gelombang serangan lain terhadap aset militer pesisir Iran dan memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap Iran. Konflik yang kembali memanas ini mendorong harga minyak naik tajam dan memicu kekhawatiran baru tentang inflasi. Namun, melemahnya dolar AS secara umum menopang dolar Australia, karena meredanya tekanan inflasi AS mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Di Australia, ekspektasi inflasi telah melambat selama tiga bulan berturut-turut ke level terendah enam bulan sebesar 4,7% pada Juli 2026, turun dari 5,5% pada bulan sebelumnya. Pasar saat ini memperkirakan hanya ada peluang 20% untuk kenaikan suku bunga pada bulan Agustus dan sekitar 60% pada bulan Desember. Para pedagang kini menunggu data penting terkait ketenagakerjaan dan inflasi yang akan dirilis akhir bulan ini untuk mendapatkan petunjuk baru tentang prospek kebijakan.
Pivot : 0,69964
R1 : 0,70073 S1 : 0,69809
R2 : 0,70228 S2 : 0,69700
R3 : 0,70337 S3 : 0,69545
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 162,300 – 162,800
Sebelumnya mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS sempat bergerak menguat meski terbatas dan sementara. Namun tidak lama kemudian Yen kembali mengalami pelemahan. Penguatan sebelumnya terjadi imbas mendapat dukungan dari Dollar AS yang lebih lemah setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan meredakan kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga Federal Reserve yang akan segera terjadi. Namun, prospek tetap suram akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dengan harga minyak naik setelah pasukan AS melakukan serangan tambahan terhadap Iran sambil memberlakukan kembali blokade AS terhadap Teheran di Selat Hormuz. Di Jepang, data menunjukkan pesanan mesin menurun lebih dari yang diperkirakan pada bulan Mei, menyoroti kelemahan yang meluas dalam investasi bisnis. Terlepas dari pemulihan yang moderat, yen tetap berada di dekat level terendah 40 tahun di tengah tidak adanya langkah-langkah konkret dari Tokyo untuk memperkuat mata uang tersebut. Sebuah laporan baru-baru ini juga menunjukkan bahwa Jepang tidak memiliki rencana segera untuk menyesuaikan alokasi aset dana pensiun negara, meredam ekspektasi dukungan jangka pendek untuk aset domestik.
Pivot : 162,297
R1 : 162,621 S1 : 162,057
R2 : 162,861 S2 : 161,733
R3 : 163,185 S3 : 161,493
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3408 – 1.3357
Diluar perkiraan, Pounds ditutup melemah pada perdagangan Kamis kemarin. Pound sterling tertekan turun sekitar 0,5% menuju 1,3470 akibat permintaan luas terhadap Dolar AS. Indeks Dollar menguat terdorong data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan. Indeks Dolar AS (DXY) naik sekitar 0,3% menuju level 100,80. Klaim pengangguran awal AS turun ke angka 208 ribu, berada di bawah perkiraan pasar sebesar 217 ribu dan realisasi minggu sebelumnya sebanyak 216 ribu. Angka ini menandai level terendah dalam dua bulan terakhir dan menegaskan ketahanan pasar tenaga kerja AS di tengah berbagai tekanan ekonomi global. Pelemahan mata-uang Poundsterling seiring dengan meningkatnya Eskalasi menyusul serangan baru AS terhadap target militer Iran dan pembalasan Teheran terhadap pangkalan AS di negara-negara tetangga, yang meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan Selat Hormuz dan mendorong harga minyak mentah ke level tertinggi dalam satu bulan. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini menyusul akan rilisnya data ekonomi AS Industrial Production dan Michigan Consumer Sentiment pada malam nanti yang diperkirakan akan mengalami kenaikan.
Open : 1.3476 Pivot 1.3492
R1 : 1.3525 S1 : 1.3441
R2 : 1.3575 S2 : 1.3408
R3 : 1.3610 S3 : 1.3357
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1403 – 1.1376
Euro tertekan oleh penguatan U.S Dollar pada perdagangan Kamis kemarin. Dolar AS menguat pada perdagangan Kamis, terdorong data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan. Indeks Dolar AS (DXY) naik sekitar 0,3% menuju level 100,80. Kondisi ini berlangsung meski data penjualan ritel AS menunjukkan perlambatan pertumbuhan. EUR turun sekitar 0,2% menuju 1,1440 seiring pelaku pasar menanti laporan final inflasi zona Euro. Inflasi inti HICP diperkirakan bertahan di 2,4% secara tahunan, sementara inflasi utama diprediksi turun 0,1% secara bulanan. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang juga disebabkan akan rilisnya data ekonomi AS Industrial Production dan Michigan Consumer Sentiment pada malam nanti yang diperkirakan akan mengalami kenaikan.
Open : 1.1441 Pivot : 1.1448
R1 : 1.1466 S1 : 1.1421
R2 : 1.1493 S2 : 1.1403
R3 : 1.1511 S3 : 1.1376
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8133 – 0.8171
Swiss Franc kembali tertekan setelah menguat di sesi sebelumnya. Swiss Franc tertekan oleh Penguatan Dolar AS yang ditopang data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan. Indeks Dolar AS (DXY) naik sekitar 0,3% menuju level 100,80. Klaim pengangguran awal AS turun ke angka 208 ribu, berada di bawah perkiraan pasar sebesar 217 ribu dan realisasi minggu sebelumnya sebanyak 216 ribu. Angka ini menandai level terendah dalam dua bulan terakhir dan menegaskan ketahanan pasar tenaga kerja AS di tengah berbagai tekanan ekonomi global. Disisi-lain pertumbuhan penjualan ritel AS melambat menjadi 0,2% secara bulanan pada Juni, jauh di bawah capaian 1,0% pada bulan sebelumnya. Pelaku pasar akan memantau rilis data penting AS turut dinanti, termasuk Housing Starts, Building Permits, Industrial Production, dan Indeks Sentimen Konsumen Michigan versi awal. Rangkaian data ini berpotensi menjadi penggerak arah pasar mata uang menjelang akhir pekan. CHF masih berpotensi untuk tertekan pada perdagangan hari ini.
Open : 0.8086 Pivot : 0.8071
R1 : 0.8108 S1 : 0.8046
R2 : 0.8133 S2 : 0.8008
R3 : 0.8171 S3. : 0.7983
DXY
Opportunity: Bullish Range 100,700 – 101,000
Geliat tanda penguatan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya mulai nampak di market. Kondisi mata uang Greenback ini tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang kembali naik dan sentuh level tertinggi hariannya di 100,831. Penguatan ini disebabkan oleh, karena investor menilai data ekonomi terbaru yang menunjukkan ketahanan berkelanjutan dalam perekonomian AS. Penjualan ritel naik sesuai dengan ekspektasi, dengan harga bensin yang lebih rendah menekan penerimaan di SPBU, sementara penjualan di dealer kendaraan bermotor dan pengecer non-toko tetap kuat. Sementara itu, klaim pengangguran awal turun ke level terendah dua bulan di angka 208 ribu. Pasar juga terus memantau perkembangan di Timur Tengah, dengan harga minyak berada di dekat level tertinggi satu bulan setelah AS mengintensifkan serangannya terhadap Iran. Dengan latar belakang ini, pasar saat ini memperkirakan sekitar 12% kemungkinan kenaikan suku bunga oleh The Fed bulan ini, sementara kemungkinan kenaikan pada bulan September berada di angka sekitar 56%. Dollar AS sebagian besar menguat terhadap Poundsterling Inggris dan Euro.
Pivot : 100,658
R1 : 100,879 S1 : 100,485
R2 : 101,052 S2 : 100,264
R3 : 101,273 S3 : 100,091

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 60,115
Indeks Nikkei 225 turun 2,8% menjadi di bawah 65.000, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 1,3% menjadi 3.975 pada hari Jumat, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya dan mengikuti penurunan Wall Street setelah aksi jual tajam di saham semikonduktor. Pelemahan ini terjadi karena investor semakin mempertanyakan apakah valuasi tinggi produsen chip terkait AI masih dibenarkan oleh ekspektasi pertumbuhan industri yang ambisius. Sentimen pasar juga tertekan oleh meningkatnya konflik antara AS dan Iran, yang mendorong harga minyak lebih tinggi dan membuat tekanan inflasi serta kekhawatiran suku bunga tetap menjadi fokus. Saham teknologi dan terkait AI memimpin penurunan di Jepang, dengan Kioxia Holdings anjlok 15%, Tokyo Electron turun 4,5%, SoftBank Group kehilangan 6,3%, Advantest turun 5,9%, dan Murata Manufacturing merosot 7,7%. Indeks Nikkei 225 dan Topix kini berada di jalur untuk mencatat kerugian mingguan masing-masing hampir 6% dan 2%
Pivot : 62,026
R1 : 63,068 S1 : 60,773
R2 : 64,321 S2 : 59,731
R3 : 66,616 S3 : 57,436
HANGSENG
Opportunity: Menguji support ke area: 25,434
Indeks Hang Seng naik 1,3%, atau 328 poin, dan ditutup pada 25.009 pada hari Kamis, memperpanjang kenaikan karena sentimen investor membaik setelah data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan dan optimisme di pasar global. Reli tersebut didukung oleh pembelian saham sektor keuangan, konsumen, dan teknologi, sementara investor terus beralih ke saham-saham yang terdaftar di Hong Kong meskipun data ekonomi Tiongkok lebih lemah dari perkiraan. Sentimen pasar meningkat setelah harga produsen AS secara tak terduga turun pada bulan Juni, memperkuat ekspektasi bahwa tekanan inflasi mereda. Namun, investor tetap berhati-hati karena harga minyak mentah memperpanjang kenaikan setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran, meningkatkan kekhawatiran bahwa meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dapat mengganggu pasokan energi global dan menjaga tekanan inflasi tetap tinggi. Saham-saham yang mengalami kenaikan signifikan antara lain Tencent (2,1%), Xiaomi (6,2%), Meituan (4,9%), Kuaishou (5,6%), dan Pop Mart International (6,9%).
Pivot : 25,870
R1 : 26,094 S1 : 25,448
R2 : 26,516 S2 : 25,224
R3 : 27,162 S3 : 24,578
NASDAQ
Opportunity: Sell Limit: 29,737| SL: 29,840 | TP: 28,500
Kontrak berjangka saham AS sedikit turun pada hari Jumat setelah indeks utama mengalami penurunan pada sesi sebelumnya, tertekan oleh aksi jual besar-besaran di saham semikonduktor. Investor juga mencerna laporan pendapatan perusahaan terbaru, dengan Netflix anjlok hampir 9% dalam perdagangan lanjutan setelah hasilnya mengecewakan investor yang sudah khawatir tentang melambatnya keterlibatan pengguna dan meningkatnya persaingan dari platform video pendek. Selama sesi reguler Kamis, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 1,4%, sementara S&P 500 dan Dow Jones masing-masing turun 0,51% dan 0,2%. Para pelaku pasar semakin mempertanyakan apakah valuasi tinggi dari produsen chip terkait AI masih dapat dibenarkan mengingat ekspektasi pertumbuhan industri yang agresif. Micron Technology dan AMD masing-masing merosot lebih dari 5%, sementara SanDisk anjlok lebih dari 12%, Broadcom kehilangan sekitar 5%, dan saham SK Hynix yang terdaftar di AS jatuh lebih dari 13%.
Pivot : 29,057.92
R1 : 29,889.08 S1 : 28,291.17
R2 : 30,676.17 S2 : 27,439.67
R3 : 32,294.42 S3 : 25,821.42

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bearish menguji support 3.942
Harga emas tertahan di bawah level US$4.000 per ons pada perdagangan Jumat, dan berada di jalur untuk mencatatkan pelemahan lebih dari 3% dalam sepekan. Tekanan pada logam mulia ini utamanya bersumber dari eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang mendorong harga minyak melonjak dan pada gilirannya memicu kekhawatiran baru terhadap tekanan inflasi serta arah suku bunga ke depan. Sepanjang pekan ini, Amerika Serikat melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran, sementara Presiden Donald Trump memperingatkan kemungkinan menyasar infrastruktur Iran pekan depan apabila upaya diplomatik tidak membuahkan hasil. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke pangkalan-pangkalan AS di negara-negara tetangga, yang semakin memicu kekhawatiran pasar akan perluasan konflik dan gangguan pasokan energi yang berkepanjangan dari kawasan tersebut.
Di sisi lain, data inflasi AS yang dirilis pekan ini menunjukkan angka lebih lunak dari perkiraan, sehingga kemungkinan kenaikan suku bunga pada Juli praktis telah tersingkir dari ekspektasi pasar. Meski demikian, Ketua The Fed Kevin Warsh kembali menegaskan komitmennya untuk memulihkan stabilitas harga, dan pelaku pasar pun masih terbelah pendapat mengenai peluang kenaikan suku bunga pada September. Ketidakpastian arah kebijakan moneter inilah yang turut membebani emas, mengingat sifatnya sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding), sehingga daya tariknya berkurang di tengah spekulasi suku bunga yang masih tinggi.
Pivot : 4.014
R1 4.014 R2 4.081 R3 4.115
S1 3.942 S2 3.886 S3 3.819
Oil
Opportunity : Bullish menguji resistance 81,22
Harga minyak mentah bertahan stabil di atas US$79 per barel pada Jumat, dan diperkirakan akan mencatatkan kenaikan signifikan lebih dari 11% untuk periode sepekan. Lonjakan tajam ini didorong oleh memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran mendalam terhadap potensi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah. Sepanjang pekan, AS melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran, termasuk yang dilaporkan mengenai sebuah kapal tanker minyak di dekat terminal ekspor utama negara tersebut, sebuah insiden pertama sejak AS kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Presiden Donald Trump turut memperingatkan bahwa AS dapat menyasar infrastruktur Iran pekan depan jika jalur diplomasi tidak menghasilkan terobosan.
Ketegangan semakin diperparah dengan laporan bahwa Teheran telah menginstruksikan kelompok pemberontak Houthi di Yaman untuk menutup Selat Bab el-Mandeb, jalur krusial bagi ekspor minyak Arab Saudi melalui Laut Merah, apabila infrastruktur kelistrikan Iran turut diserang. Sebagai dampak dari meningkatnya risiko tersebut, lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz tercatat menurun tajam, meski sebagian kapal masih melanjutkan pelayaran melintasi jalur strategis tersebut. Situasi ini menegaskan betapa rentannya pasokan energi global terhadap gejolak geopolitik di kawasan yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.
Pivot: 77,79
R1 81,22 S1 77,79
R2 85,55 S2 76,02
R3 88,61 S3 73,38
DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Jumat, 17 Juli 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Strategi Supply & Demand Menjelang Penutupan Perdagangan Pekan Ini
Catat jam dan waktunya ya!
| Jumat, 17 Juli 2026 | |
| 14.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
