Dolar AS dan pasar global kembali bergerak volatil pada perdagangan Selasa. Indeks Dolar AS (DXY) berhasil memulihkan sebagian besar kerugian pada Senin dan sempat menembus level 99,60.
Penguatan dolar terjadi saat pasar menghadapi tekanan baru dari meningkatnya ketegangan Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut juga mendorong kenaikan imbal hasil Treasury AS dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global.
DXY Pulih dari Tekanan
DXY menunjukkan pemulihan setelah mengalami penurunan pada awal pekan. Indeks dolar sempat melewati level 99,60 sebelum kembali bergerak di sekitar area tersebut.
Pasar kini menunggu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat. Data yang menjadi perhatian antara lain ADP Employment Change, Factory Orders, dan laporan persediaan minyak mentah mingguan dari EIA.
MBA Mortgage Applications juga akan dirilis, tetapi perhatian pasar kemungkinan lebih besar tertuju pada data ketenagakerjaan dan aktivitas industri.
EUR/USD Kembali Tertekan
EUR/USD kembali melemah dan turun di bawah 1,1600. Pergerakan tersebut menghapus sebagian besar penguatan pasangan mata uang ini pada awal pekan.
Data inflasi awal zona euro kembali meningkatkan spekulasi mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga ECB pada September. Namun, penguatan dolar AS tetap menjadi tekanan bagi euro.
Pasar selanjutnya akan mencermati final S&P Global Services PMI Jerman dan zona euro. Data Producer Prices zona euro juga akan menjadi perhatian pada 3 September.
GBP/USD Melanjutkan Penurunan
GBP/USD kembali turun menuju area rendah 1,3500. Poundsterling gagal mempertahankan momentum positif yang muncul pada Senin.
Tidak banyak data ekonomi Inggris yang menjadi perhatian pada perdagangan berikutnya. Karena itu, pasar akan mengalihkan fokus ke final S&P Global Services PMI yang dijadwalkan rilis pada 3 September.
Pergerakan dolar AS masih menjadi faktor penting bagi GBP/USD. Jika DXY mempertahankan penguatan, pasangan ini berpotensi tetap menghadapi tekanan.
USD/JPY Kembali Mendekati 160
USD/JPY kembali menguat setelah sempat mengalami koreksi pada Senin. Pasangan ini menguji area puncak sebelumnya di atas level psikologis 160,00.
Momentum tersebut menunjukkan bahwa tekanan beli terhadap dolar masih kuat. Namun, level 160 tetap menjadi area penting karena pasar juga mencermati potensi respons dari Bank of Japan.
Data Monetary Base Jepang akan menjadi perhatian berikutnya. Pasar juga menunggu pidato pejabat BoJ Takada untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Jepang.
AUD/USD Turun ke Area 0,7130
AUD/USD menghapus sebagian besar kenaikan pada Senin dan kembali menguji area 0,7140–0,7130. Area tersebut menjadi salah satu zona penting dalam pergerakan jangka pendek dolar Australia.
Perhatian pasar Australia akan tertuju pada data pertumbuhan ekonomi kuartal kedua. Data GDP Growth Rate Q2 menjadi agenda utama, disusul Ai Group Manufacturing Index.
Hasil ekonomi yang lebih lemah dapat menambah tekanan terhadap dolar Australia. Sebaliknya, data yang kuat dapat membantu AUD/USD menemukan kembali momentum positif.
Harga WTI Mendekati $90
US Oilmelanjutkan kenaikan dan mencetak level tertinggi dalam dua bulan. Harga bahkan bergerak hanya beberapa sen di bawah $90 per barel.
Kenaikan minyak terjadi setelah ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Gangguan terhadap ekspor energi dari kawasan tersebut menambah kekhawatiran mengenai pasokan global.
Situasi ini juga meningkatkan risiko inflasi. Harga energi yang lebih tinggi dapat membuat bank sentral lebih sulit melonggarkan kebijakan moneter.
Emas Tertekan Dolar dan Yield
Harga emas mengalami penurunan tajam dan mendekati level $4.300 per troy ounce. Logam mulia tersebut juga kembali mendekati level terendah dalam tiga minggu.
Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan emas. Kenaikan yield Treasury AS di berbagai tenor turut meningkatkan tekanan terhadap logam mulia.
Emas biasanya menghadapi tekanan ketika dolar menguat dan imbal hasil obligasi meningkat. Kondisi tersebut membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi relatif kurang menarik.
Wall Street Melemah
Dolar AS dan pasar global menghadapi tekanan tambahan setelah indeks saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada Selasa.
S&P 500 turun 0,7%, Dow Jones kehilangan 419 poin, sedangkan Nasdaq 100 melemah 1,3%. Investor semakin khawatir bahwa kondisi keuangan yang lebih ketat dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.
Ketegangan Amerika Serikat dan Iran juga memperpanjang gangguan terhadap ekspor energi dari kawasan Teluk Persia. Risiko tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global.
Situasi ini kembali memunculkan kemungkinan bahwa sejumlah bank sentral dapat mempertahankan atau menaikkan suku bunga pada tahun ini.
Prospek Pasar Berikutnya
Pergerakan pasar selanjutnya akan sangat bergantung pada data ekonomi Amerika Serikat, perkembangan konflik AS-Iran, serta arah yield Treasury.
Jika dolar dan yield terus naik, emas dan aset berisiko dapat menghadapi tekanan lebih besar. Sebaliknya, penurunan yield dapat memberikan ruang bagi emas dan saham untuk melakukan pemulihan.
Prospek Harga Emas Rabu | 02 September 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish setelah menembus area support 4.396 dan bergerak di bawah SMA 50 yang mulai mengarah turun. Saat ini harga berada di sekitar 4.331, dengan support terdekat di 4.311, kemudian 4.262 dan 4.223, sementara resistance berada di 4.396, 4.464 hingga 4.508.
RSI 14 yang berada di 22,63 menunjukkan kondisi oversold sehingga peluang rebound teknikal masih terbuka, dengan area 4.396 menjadi level penting yang perlu ditembus untuk mengurangi tekanan bearish.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.396 R2 4.464 R3 4.508
S1 4.311 S2 4.262 S3 4.223
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.315 |
| Profit Target Level | 4.370 |
| Stop Loss Level | 4.260 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.375 |
| Profit Target Level | 4.315 |
| Stop Loss Level | 4.400 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 02 September 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish setelah harga menembus resistance 89,30 dan bergerak di atas SMA 50 yang mulai mengarah naik. Saat ini harga berada di sekitar 90,75, dengan resistance terdekat di 91,78, kemudian 93,43 dan 95,42, sementara support berada di 89,30 dan 87,64 hingga 85,07.
Namun, RSI 14 yang berada di 79,73 menunjukkan kondisi overbought sehingga peluang koreksi teknikal tetap terbuka sebelum melanjutkan kenaikan.
US Oil INTRADAY AREA
R1 91,78 R2 93,43 R3 95,42
S1 89,30 S2 87,64 S3 85,07
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 88,00 |
| Profit Target Level | 86,50 |
| Stop Loss Level | 91,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 91,75 |
| Profit Target Level | 90,00 |
| Stop Loss Level | 93,45 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Melemah, Minyak Naik, Saham Tertekan
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
