Download TPFx Mobile Available On

Weekly Review dan Outlook 14 – 18 September 2026

by Alwy Assegaf
Flash News Weekly

Outlook pasar 14-18 September 2026 menjadi sorotan utama investor global pekan ini, setelah bursa saham dunia ditekan lonjakan harga minyak, kenaikan yield obligasi, dan sikap wait and see menjelang rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat. Pasar global menutup pekan lalu, Jumat 11 September 2026, dengan tekanan berat karena harga minyak mentah melewati level 100 dolar per barel.

Rekap Pekan Lalu: Wall Street Tertekan Kenaikan Minyak

Indeks S&P 500 turun empat hari beruntun dan berakhir di level 7.591,70, sementara Nasdaq 100 ikut tergelincir. Harga minyak dan yield obligasi yang naik tajam menekan saham-saham teknologi dan pertumbuhan. Bursa Eropa juga tidak luput dari koreksi. Stoxx 600 turun 0,69% ke level terendah dalam dua bulan, dan indeks DAX Jerman melemah 0,84% akibat biaya energi yang tinggi serta kenaikan suku bunga agresif dari Bank Sentral Eropa (ECB).

Bursa Asia mencatat koreksi paling tajam. Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 2,55% karena tekanan pada saham teknologi memori, sedangkan Hang Seng Hong Kong melemah 0,85%. Pelemahan serentak di tiga kawasan ini menunjukkan investor global mulai gelisah menghadapi kombinasi inflasi tinggi dan biaya energi yang terus naik.

Inflasi AS Bertahan di 3,4%, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Menguat

Inflasi Amerika Serikat bertahan di 3,4% secara tahunan pada Agustus, sejalan dengan ekspektasi pasar, seiring perang di Iran yang terus mendorong harga energi naik. CPI bulanan naik 0,4%, kenaikan tercepat dalam tiga bulan terakhir. Inflasi inti justru mempercepat laju ke 0,3% secara bulanan dari 0,2% sebelumnya, sedikit di atas ekspektasi, meski secara tahunan melandai ke 2,4% dari 2,5%.

Data ini memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan 15-16 September. Pasar kini memperhitungkan probabilitas sekitar 90% untuk kenaikan suku bunga pekan ini, seiring inflasi yang masih persisten akibat harga minyak tinggi, tarif dagang, dan investasi besar-besaran di sektor data center.

Emas Melemah, Dolar AS Kian Perkasa

Harga emas turun ke sekitar 4.344,20 dolar per ounce, melemah sekitar 1,43%, tertekan oleh lonjakan minyak dan pelemahan komoditas secara luas. Minyak Brent bertahan dekat 108,65 dolar dan WTI di 103,35 dolar setelah melonjak tajam sepanjang pekan. Harga tembaga juga anjlok akibat kekhawatiran tarif dagang, yang ikut menyeret harga perak dan logam mulia lainnya.

Indeks dolar AS naik di atas level 99 pada Jumat, melanjutkan penguatan selama tiga sesi beruntun setelah data inflasi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Pasangan EUR/USD melemah menuju 1,1601 meski ECB baru saja menaikkan suku bunga, sementara USD/JPY relatif stabil di kisaran 154,37 di tengah lonjakan yield obligasi global. Yield obligasi AS tenor 2 tahun naik ke 4,59% dan tenor 10 tahun mencapai 4,975%, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan harga energi.

WEEK AHEAD
(14 – 18 September 2026) 

Kalender ekonomi 14 - 18 September 2026Outlook Pasar 14-18 September 2026

Amerika 

Pekan ini, seluruh perhatian pasar tertuju pada pertemuan kebijakan The Fed pada 15-16 September. Data inflasi yang lebih panas dari perkiraan serta kenaikan harga produsen menjadikan keputusan ini ujian penting bagi para pembuat kebijakan. Pidato Ketua The Fed, Warsh, bulan lalu dinilai bernada hawkish dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, meski sebagian analis tetap ragu The Fed akan benar-benar menaikkan suku bunga.

Selain keputusan suku bunga, pasar juga akan mencermati rilis data ritel, produksi industri, dan harga impor AS. Penjualan ritel diproyeksikan naik 0,9% setelah turun 0,6% pada Juli, sementara produksi industri diperkirakan naik 0,3%. Di kawasan Amerika lainnya. Kanada juga akan merilis data inflasi.

Eropa

Bank of England (BoE) akan mengumumkan keputusan suku bunga pada Kamis, dengan konsensus pasar memperkirakan suku bunga tetap di 3,75%. Gubernur BoE Andrew Bailey menegaskan bahwa ekspektasi pasar soal kenaikan suku bunga mengandung “risk premium” terkait potensi kenaikan harga energi lebih lanjut.

Inflasi Inggris diperkirakan naik ke 3,1% pada Agustus, level tertinggi dalam lima bulan, sementara inflasi inti diproyeksikan naik ke 2,7%. Tingkat pengangguran diperkirakan naik ke 5%, dan rata-rata upah mingguan (termasuk bonus) diperkirakan melambat ke 3,9%. Penjualan ritel berpotensi turun untuk bulan kedua berturut-turut. Di Jerman, indikator sentimen ekonomi ZEW diperkirakan membaik untuk bulan kelima berturut-turut, sedangkan produksi industri Zona Euro diperkirakan turun untuk pertama kalinya dalam enam bulan. Inflasi final Zona Euro, Prancis, Italia, dan Spanyol juga diperkirakan mengonfirmasi percepatan laju harga. Di sisi politik, pemilu parlemen Swedia turut menjadi perhatian pasar.

Asia Pasifik

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi. Investor juga akan mencermati data perdagangan dan inflasi Jepang untuk Agustus, dengan inflasi inti diperkirakan stabil di 1,8% dan defisit dagang yang berpotensi melebar.

China akan merilis rentetan data ekonomi penting, mencakup produksi industri yang diproyeksikan naik 4,8%, penjualan ritel naik 0,8%, dan investasi aset tetap yang diperkirakan masih turun 7,1%. Data kredit baru, harga properti, dan tingkat pengangguran turut menjadi sorotan investor yang ingin menilai kekuatan ekonomi China di tengah tekanan tarif dagang global. Negara-negara BRICS juga dijadwalkan menggelar pertemuan pekan ini.

Data Mingguan Perdagangan Emas (07 – 11 September 2026)

Open : 4.422,93    High : 4.442,99     Low  : 4.291,52     Close : 4.348,97     Range  : 151,47

GOLD PRE ANALYSIS

WEEKLY VALUE AREA

WEEKLY SUPPORT WEEKLY  RESISTANCE
S1   4.279 R1   4.431
S2   4.210 R2   4.513
S3  4.128 R3   4.582

Gold Outlook : Bearish

Data Mingguan Perdagangan US Oil (07 – 11 September 2026)

Open : 91,99    High : 104,41      Low  : 90,82      Close : 100,23     Range  : 13,59                                           

OIL PRE ANALYSIS

                                                      WEEKLY VALUE AREA

WEEKLY SUPPORT WEEKLY RESISTANCE
S1  92,56 R1  106,15
S2   84,90 R2  112,08
S3   78,97  R3  119,74

Oil Outlook : Bullish

Baca juga: Weekly Review dan Outlook 07 – 11 September 2026

Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.

Selamat trading dan semoga sukses!

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy