Download TPFx Mobile Available On

Market Highlight (18/06/2026)

by Dewi Hernawati
Feature

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity:   Bearish  Range         0,70100 – 0,69500

Akhirnya mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS tumbang juga. Dimana pelemahan Dollar Australia ini terjadi saat sebelumnya Aussie sempat menguat terbatas. Penguatan tersebut melanjutkan pemulihannya dari level terendah dua bulan terakhir karena Bank Sentral mengisyaratkan pengetatan lebih lanjut untuk menahan inflasi. Setelah bank sentral mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah di 4,35% pada pertemuan Juni lalu, Gubernur Michele Bullock mengatakan dewan tetap waspada terhadap risiko inflasi yang meningkat, menekankan bahwa permintaan masih perlu lebih moderat. Meskipun RBA memilih untuk menunda kenaikan suku bunga guna menilai dampak penuh dari tiga kenaikan suku bunga sebelumnya tahun ini, ia menegaskan kembali bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut tidak dapat dikesampingkan. Meskipun pasar semakin curiga bahwa siklus pengetatan kebijakan moneter telah berakhir, nada hawkish dari RBA (Reserve Bank of Australia) telah mempertahankan kemungkinan sekitar 50% untuk kenaikan suku bunga terakhir tahun ini, tetapi peluang kenaikan suku bunga pada bulan Agustus hanya sebesar 25%. Laporan CPI Mei yang akan datang minggu depan akan sangat penting untuk prospek pasar. Sementara itu, membaiknya sentimen risiko akibat kemajuan menuju kesepakatan perdamaian AS-Iran juga mendukung dolar Australia, meredakan kekhawatiran atas tekanan inflasi yang dipicu oleh sektor energi.

Pivot : 0,70274

R1 : 0,70605          S1 : 0,69800      

R2 : 0,71079          S2 : 0,69469

R3 : 0,71410          S3 : 0,68995


USDJPY

Opportunity:   Bullish  Range       160,600 – 161,000

Pelemahan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback terus berlanjut. Bahkan saat ini Yen tetap berada di bawah tekanan meskipun data perdagangan lebih kuat dari perkiraan dan kenaikan suku bunga baru-baru ini oleh bank sentral. Angka resmi menunjukkan ekspor Jepang melonjak 17% secara tahunan pada bulan Mei, laju tercepat sejak November 2022, didukung oleh permintaan yang kuat untuk mobil dan semikonduktor. Data tersebut dirilis setelah keputusan Bank Sentral Jepang pada hari Selasa untuk menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 25 basis poin menjadi 1% dalam upaya untuk mengendalikan inflasi dan mendukung mata uang yang melemah. Namun, langkah tersebut tidak didukung secara bulat, dengan anggota dewan Toichiro Asada berpendapat bahwa risiko penurunan pertumbuhan dan lapangan kerja lebih besar daripada risiko kenaikan inflasi. Yen terus menghadapi tekanan jual dalam beberapa pekan terakhir karena para pedagang menumpuk posisi jual dan terlibat dalam perdagangan carry trade, yang mencerminkan perbedaan suku bunga yang masih signifikan antara Jepang dan AS.

Pivot : 160,508

R1 : 160,912          S1 : 160,228      

R2 : 161,192          S2 : 159,824

R3 : 161,596          S3 : 159,544


GBPUSD

Opportunity  :  Bearish menuju  :  1.3236  –  1.3198

Pounds tertekan cukup signifikan setelah The Fed isyaratkan kenaikan suku bunga pada akhir tahun setelah mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan kebijakan terbaru. Sinyal tersebut mendorong aksi jual di pasar saham Amerika Serikat, mengangkat dolar AS, dan menekan mata-uang Poundsterling. Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan mempertahankan suku bunga federal funds rate di kisaran 3,50%-3,75%, sesuai ekspektasi pasar. Keputusan tersebut menjadi rapat kebijakan pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh. Sebelum pengumuman kebijakan The Fed, pasar menerima data ekonomi yang cukup kuat dari sektor konsumsi. Biro Sensus Amerika Serikat melaporkan penjualan ritel naik 0,9% secara bulanan pada Mei. Disisi lain pelemahan mata-uang poundsterling juga didorong oleh rilisnya data Inflasi Inggris yang rilus di bawah angka perkiraan. GBP diperkirakan masih dapat tertekan oleh penguatan U.S Dollar.

Open  : 1.3289           Pivot  1.3327

R1  : 1.3368                S1  : 1.3261

R2  : 1.3433                S2  : 1.3236

R3  : 1.3460                S3  : 1.3198


EURUSD

Opportunity  : Bearish menuju  1.1442 – 1.1411

Euro ditutup melemah pada perdagangan Rabu kemarin. Mata-uang

Sikap hawkish The Fed langsung mendorong penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama. Euro melemah 0,5% ke level US$1,1553. Euro tertekan setelah The Fed isyaratkan kenaikan suku bunga pada akhir tahun setelah mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan kebijakan terbaru. Sinyal tersebut mendorong aksi jual di pasar saham Amerika Serikat, mengangkat dolar AS, dan menekan mata-uang Euro. Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan mempertahankan suku bunga federal funds rate di kisaran 3,50%-3,75%, sesuai ekspektasi pasar. Keputusan tersebut menjadi rapat kebijakan pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh. Sebelum pengumuman kebijakan The Fed, pasar menerima data ekonomi yang cukup kuat dari sektor konsumsi. Biro Sensus Amerika Serikat melaporkan penjualan ritel naik 0,9% secara bulanan pada Mei. Rilisnya data CPI kawasan yang rilus di bawah angka perkiraan  juga menekan mata-uang Euro. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang akan teryekan oleh penguatan U.S Dollar.

Open  : 1.1499           Pivot  : 1.1531

R1  : 1.1563                S1  : 1.1477

R2  : 1.1616                S2  : 1.1442

R3  : 1.1643                S3  : 1.1411


USDCHF

Opportunity  :  Bullish menuju  :  0.8075  –  0.8100

Swiss Franc kembali tertekan oleh penguatan U.S Dollar. Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan mempertahankan suku bunga federal funds rate di kisaran 3,50%-3,75%, sesuai ekspektasi pasar. Keputusan tersebut menjadi rapat kebijakan pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh. The Fed isyaratkan kenaikan suku bunga bersamaan dengan dimulainya sejumlah reformasi yang diperkenalkan Kevin Warsh. Dalam konferensi pers pertamanya sebagai ketua bank sentral, Warsh mengumumkan pembentukan lima kelompok kerja yang akan meninjau berbagai aspek kebijakan moneter. Sikap hawkish The Fed langsung mendorong penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama. Franc Swiss tertekan hingga menyentuh level 0.8014. CHF masih berpotensi untuk melemah oleh penguatan U.S Dollar. Disatu-sisi Bank Sentral Swiss akan memutuskan kebijakan suku-bunga acuan yang dijadwalkan pada siang nanti yang diperkirakan tidak merubah tingkat suku-bunganya yaitu tetap di level 0.0%.

Open  : 0.7990           Pivot  : 0.7974

R1  : 0.8040                S1  : 0.7949

R2  : 0.8075                S2  : 0.7908

R3  : 0.8100                S3. : 0.7866

 


DXY

Opportunity:   Bullish  Range         100,300 – 100,600

Geliat keperkasaan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya telah kembali. Kondisi tersebut tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang melonjak dan sentuh level tertinggi hariannya di level 100,574. Bahkan Dollar AS tertinggi sejak Maret, seiring para pedagang mencerna keputusan FOMC terbaru. Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah, seperti yang diperkirakan secara luas, dalam pertemuan pertama Kevin Warsh sebagai Ketua Fed. Namun, proyeksi para pembuat kebijakan ditafsirkan lebih agresif daripada yang diperkirakan, dengan sekitar setengah dari anggota FOMC memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga tahun ini. Fed juga merevisi tajam perkiraan inflasinya ke atas. Proyeksi inflasi PCE tahun 2026 dinaikkan menjadi 3,6% dari 2,7% dalam perkiraan bulan Maret, sementara inflasi inti PCE sekarang diperkirakan mencapai 3,3%, naik dari 2,7% sebelumnya. Para pedagang kini telah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga Fed sebesar seperempat poin pada akhir tahun ini. Sementara itu, Ketua Warsh mengumumkan perubahan pada Fed, termasuk lima gugus tugas yang akan menangani komunikasi bank sentral, neraca keuangannya, dan masalah lainnya. Dolar AS menguat secara luas, mencatatkan kenaikan terbesar terhadap poundsterling Inggris dan euro.

Pivot : 100,150

R1 :  100,810         S1 :    99,727

R2 :  101,233           S2 :    99,067

R3 :  101,893         S3 :    98,644


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bearish ke area 60,115

Indeks Nikkei 225 naik 1,8% menjadi di atas 71.000, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 1,6% menjadi 4.078 pada hari Kamis, dengan kedua indeks acuan mencapai rekor tertinggi baru setelah Presiden Donald Trump menandatangani perjanjian sementara untuk mengakhiri konflik dengan Iran dan membuka kembali Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut meredakan kekhawatiran atas perekonomian Jepang, yang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah. Saham-saham Jepang juga mengabaikan aksi jual semalam di Wall Street menyusul sinyal dari Federal Reserve AS bahwa dukungan untuk kenaikan suku bunga tahun ini meningkat. Saham-saham keuangan memimpin reli, dengan kenaikan dari Mitsubishi UFJ Financial Group (2,8%), Sumitomo Mitsui Financial Group (3,7%), dan Mizuho Financial Group (2,7%). Saham-saham teknologi juga bergerak lebih tinggi, termasuk Kioxia Holdings (3%), Tokyo Electron (3,5%), dan SoftBank Group (4,5%).

Pivot : 62,026

R1 : 63,068           S1 : 60,773

R2 : 64,321           S2 : 59,731

R3 : 66,616           S3 : 57,436


HANGSENG

Opportunity: Menguji support ke area: 25,434

Indeks Hang Seng turun 182 poin, atau 0,7%, dan ditutup pada 24.312 pada hari Rabu, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya karena investor tetap berhati-hati menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve, di mana suku bunga secara luas diperkirakan akan tetap tidak berubah, sambil mempertimbangkan harapan akan dukungan kebijakan tambahan dari China. Sentimen pasar tetap beragam, dengan para pedagang memantau dengan cermat Forum Lujiazui di Shanghai untuk mendapatkan petunjuk tentang langkah selanjutnya Beijing untuk mendukung perlambatan ekonomi, sambil juga memposisikan diri untuk pertemuan kebijakan pertama Fed di bawah Ketua Kevin Warsh. Kekhawatiran atas pemulihan China yang tidak merata dan preferensi investor yang berkelanjutan terhadap saham-saham terkait AI di tempat lain menahan kenaikan. Saham-saham teknologi termasuk di antara saham-saham dengan kinerja terbaik di pasar, dipimpin oleh kenaikan Knowledge Atlas (12,6%), sementara Kingboard Holdings naik 3,1%. Namun, pasar secara keseluruhan tetap berada di bawah tekanan, dengan penurunan yang signifikan dari Tencent Holdings (-0,5%), Xiaomi (-0,9%), dan China Hongqiao (-2,0%).

Pivot : 25,870

R1 : 26,094    S1 : 25,448

R2 : 26,516    S2 : 25,224

R3 : 27,162    S3 : 24,578


NASDAQ

Opportunity:Sell Limit: 29,737| SL: 29,840 | TP: 28,500

Kontrak berjangka saham AS naik pada hari Kamis setelah indeks utama berada di bawah tekanan pada sesi sebelumnya, karena Federal Reserve mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini. Pada perdagangan reguler hari Rabu, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 1,21% dan 1,34%, menandai hari kedua berturut-turut mengalami penurunan untuk kedua indeks acuan tersebut. Dow juga turun 0,97%, mengakhiri tren kenaikan selama empat sesi. Ringkasan Proyeksi Ekonomi Juni dari Fed menunjukkan bahwa setengah dari anggota FOMC memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga tahun ini, karena ukuran inflasi yang mendasarinya terus menunjukkan tekanan harga sementara data pasar tenaga kerja tetap tangguh meskipun terjadi gangguan ekonomi yang terkait dengan konflik di Iran. Sementara itu, AS dan Iran secara digital menandatangani perjanjian perdamaian sementara mereka, meskipun masih belum pasti apakah Iran telah mulai mengambil langkah-langkah untuk sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz.

Pivot : 29,057.92

R1 : 29,889.08                     S1 : 28,291.17

R2 : 30,676.17                  S2 : 27,439.67

R3 : 32,294.42                  S3 : 25,821.42



COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF

Gold

Opportunity: Rebound, menguji kembali resistance 4.364.

Pada perdagangan Kamis, harga emas dunia kembali menguat dan bergerak di atas US$4.300 per troy ounce setelah sempat terkoreksi pada sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai menyusul penandatanganan perjanjian interim antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut dilaporkan mencakup percepatan pembukaan jalur pelayaran strategis itu dan penghapusan sanksi terhadap ekspor minyak Iran, sementara pembahasan mengenai isu nuklir dan kemungkinan insentif ekonomi tambahan bagi Iran masih akan berlanjut.

Meskipun demikian, penguatan emas pada Kamis hanya memulihkan sebagian dari penurunan tajam yang terjadi sehari sebelumnya. Pada Rabu, harga emas anjlok hampir 2% setelah sinyal dari Federal Reserve menunjukkan meningkatnya dukungan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan tahun ini. Ketua The Fed, Kevin Warsh, tidak memberikan petunjuk mengenai langkah kebijakan berikutnya, namun menegaskan bahwa inflasi masih bertahan di atas target 2% dan bank sentral tetap berkomitmen mengembalikan stabilitas harga.

Pivot : 4.364

R1  4.364   R2  4.423  4.476

S1  4.235  S2  4.170  S3  4.118


Oil

Opportunity : Bearish menguji support 74,77-73,22.

Harga minyak mentah melanjutkan pelemahannya pada perdagangan Kamis dan turun ke bawah US$76 per barel, mendekati level terendah sejak awal Maret. Penurunan ini dipicu oleh laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani secara digital perjanjian perdamaian interim yang mulai berlaku melalui memorandum of understanding. Kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghapusan sanksi terhadap ekspor minyak Iran, meskipun belum ada kepastian apakah Iran telah sepenuhnya memulai langkah-langkah pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut.

Sentimen pasar membaik karena risiko gangguan pasokan dari kawasan Teluk berkurang. Pelaku pasar juga mencermati perusahaan-perusahaan pelayaran yang sebelumnya menghentikan transit melalui Selat Hormuz akibat blokade yang diberlakukan oleh kedua pihak. Potensi kembalinya arus pengiriman energi melalui selat tersebut dipandang dapat memperlancar distribusi minyak global dan mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya terakumulasi pada harga minyak.

Pivot: 78,49

R1 78,49        S1  74,77

R2  81,63        S2 73,22

R3  83,60      S3  70,40


 

DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Kamis, 18 Juni 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

Strategi Candlestick untuk Mencermati Emas Jelang Data Jobless Claims AS

Catat jam dan waktunya ya!

  Kamis, 18 Juni 2026 
  13.00 WIB
  Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy