Market Summary
Peluang Trading GBP/USD pasca rilis data PDB Inggris masih menjadi perhatian pelaku pasar setelah rilis data ekonomi terbaru dari Inggris dan Amerika Serikat. Pasangan mata uang GBP/USD bergerak stabil di atas level 1,34 dan berada di jalur penguatan mingguan terbaiknya dalam hampir satu bulan. Pelemahan dolar AS menjadi faktor utama yang menopang pergerakan pound sterling menjelang penutupan pekan.
PDB Inggris Kontraksi, Tekanan Ekonomi Mulai Terlihat
Data terbaru menunjukkan ekonomi Inggris menyusut 0,1% pada April 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Angka tersebut sesuai ekspektasi pasar dan menjadi kontraksi pertama sejak Agustus tahun lalu. Penurunan aktivitas terutama terjadi pada sektor jasa, khususnya layanan administrasi, hiburan, dan rekreasi.
Meski demikian, data tahunan masih menunjukkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,2%. Sektor informasi dan komunikasi menjadi salah satu penopang utama dengan pertumbuhan 1,1%. Sementara itu, sektor konstruksi juga mencatat kenaikan tipis sebesar 0,1%.
Kondisi ini memunculkan keraguan mengenai kekuatan pemulihan ekonomi Inggris. Namun kontraksi yang relatif terbatas membuat pasar belum sepenuhnya mengubah ekspektasi terhadap kebijakan moneter Bank of England (BoE).
Neraca Perdagangan Inggris Memberikan Dukungan
Di tengah perlambatan ekonomi, data perdagangan Inggris memberikan sinyal yang lebih positif. Defisit perdagangan turun menjadi £8,44 miliar pada April dari £9,66 miliar pada bulan sebelumnya.
Ekspor meningkat 1,1% menjadi £79,97 miliar, didorong oleh kenaikan pengiriman barang ke negara Uni Eropa maupun non-Uni Eropa. Sementara itu, impor turun 0,4% menjadi £88,41 miliar.
Perbaikan neraca perdagangan tersebut membantu meredakan sebagian kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi Inggris dalam jangka pendek.
Pelemahan Dolar AS Menjadi Katalis Utama
Dari sisi Amerika Serikat, dolar AS kehilangan momentum setelah meningkatnya optimisme terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan dapat tercapai dalam waktu dekat setelah adanya kemajuan dalam proses negosiasi.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, juga mengungkapkan bahwa dokumen kesepakatan sedang dipelajari pemerintah Iran dan kini semakin dekat menuju persetujuan.
Harapan meredanya konflik geopolitik membuat minat terhadap aset safe haven berkurang. Akibatnya, Indeks Dolar AS (DXY) kembali melemah dan berada di sekitar level terendah dalam satu pekan. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi GBP/USD untuk tetap bertahan di area tinggi.
Selain itu, data Producer Price Index (PPI) AS menunjukkan tekanan inflasi inti masih terkendali. Situasi ini mengurangi ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.
Bank of England (BoE) Diperkirakan Tetap Hawkish
Fokus pasar berikutnya tertuju pada pertemuan Bank of England bulan ini. Sejumlah analis memperkirakan BoE akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75% untuk pertemuan keempat secara berturut-turut.
Meski belum ada ekspektasi kenaikan suku bunga tahun ini, risiko pengetatan kebijakan mulai meningkat. Kenaikan harga energi yang berlangsung lebih lama berpotensi memicu tekanan inflasi lanjutan sehingga dapat memengaruhi sikap BoE pada beberapa bulan mendatang.
Prospek kebijakan yang relatif lebih hawkish dibandingkan Federal Reserve menjadi salah satu faktor yang mendukung pound sterling.
Prospek GBP/USD
Peluang Trading GBP/USD pasca rilis data PDB Inggris masih cenderung positif selama tekanan terhadap dolar AS berlanjut. Walaupun kontraksi ekonomi Inggris menjadi faktor penghambat, perbaikan neraca perdagangan dan ekspektasi Bank of England yang tetap hawkish mampu menjaga daya tarik pound.
Dalam jangka pendek, arah GBP/USD akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi AS-Iran, pergerakan dolar AS, serta sinyal kebijakan dari Bank of England.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai GBP/USD masih bergerak dalam tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot berada di 1.3375. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka menuju resistance terdekat di 1.3435. Jika berhasil menembus area tersebut, penguatan berpotensi berlanjut ke 1.3460 hingga 1.3480.
Sebaliknya, jika harga turun dan menembus level pivot 1.3375, tekanan jual dapat meningkat sehingga membuka peluang penurunan menuju area support 1.3350, kemudian 1.3325.
Resistance 1: 1.3435 Resistance 2: 1.3460 Resistance 3: 1.3480
Support1: 1.3375 Support 2: 1.3350 Support 3: 1.3325
Baca juga: Peluang Trading Silver Jelang Data PPI AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
