FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,66700 – 0,66200
Pergerakan mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS cenderung terbatas. Dolar Australia bergerak mendatar, karena investor menilai prospek kenaikan suku bunga pada bulan Februari. Probabilitas Bank Sentral menaikkan suku bunga acuan sebesar seperempat poin bulan depan tetap sekitar 27%, turun dari hampir 40% pekan lalu, meskipun pasar melihat peluang 76% untuk kenaikan suku bunga pada bulan Mei. Investor terus mempertimbangkan serangkaian data, dengan sedikit penurunan inflasi November dan menurunnya kepercayaan konsumen menambah ketidakpastian terhadap pergerakan suku bunga Februari, sementara penurunan 0,2% dalam lowongan pekerjaan pada kuartal November menandakan permintaan tenaga kerja yang stabil. Namun, pengeluaran rumah tangga yang kuat pada November dapat menjaga inflasi tetap tinggi dan mendukung ekspektasi kebijakan yang lebih ketat. Langkah bank sentral selanjutnya sebagian besar akan bergantung pada rilis CPI kuartal keempat yang akan dirilis akhir bulan ini, dengan angka inti yang lebih kuat dari perkiraan kemungkinan akan meningkatkan tekanan untuk kenaikan suku bunga lebih awal. Pasar juga mengamati laporan pekerjaan Desember minggu depan untuk petunjuk lebih lanjut tentang kebijakan moneter.
Pivot : 0,66859
R1 : 0,66993 S1 : 0,66700
R2 : 0,67152 S2 : 0,66566
R3 : 0,67286 S3 : 0,66407
USDJPY
Opportunity: Bearish Range 158,300 – 157,600
Awalnya mata uang Yen melemah terhadap mata uang Greenback, namun akhirnya bergerak menguat meski terbatas dan sementara. Sebelumnya Yen melemah mencapai level terendah sejak Juli 2024 dan mendekati ambang batas psikologis utama 160, yang sebelumnya telah memicu intervensi oleh otoritas lokal. Penurunan ini menyusul spekulasi bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi mungkin akan mengadakan pemilihan umum mendadak bulan depan untuk mengkonsolidasikan kekuasaan dan memajukan kebijakan fiskal ekspansif, dengan laporan yang menunjukkan bahwa pemilihan majelis rendah dapat diadakan pada 8 Februari. Di bidang ekonomi, survei swasta menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur melambat karena gesekan perdagangan, sementara sektor jasa menghadapi gangguan terkait pariwisata, yang membatasi kemampuan Bank Sentral Jepang untuk menaikkan suku bunga. Sementara itu, Menteri Keuangan Satsuki Katayama mencatat awal pekan ini bahwa ia dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan keprihatinan atas “depresiasi sepihak” Yen setelah pertemuan bilateral di sela-sela pertemuan menteri keuangan multilateral.
Pivot : 158,681
R1 : 159,267 S1 : 157,915
R2 : 160,033 S2 : 157,329
R3 : 160,619 S3 : 156,563
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3463 – 1.3484
Pounds ditutup sedikit menguat pada perdagangan Rabu kemarin. Penguatan mata-uang Poundsterling tertahan oleh naiknya indeks Dollar di sesi perdagangan AS. Data PPI AS rilis sedikit diatas angka sebelumnya yang menunjukan naiknya angka Inflasi di sektor produsen. Dollar menguat tipis di tengah isu politik AS yang meragukan Independensi The Fed sebagai Bank Sentral AS. Dari sisi lain, data penjualan ritel AS tercatat meningkat lebih kuat dari perkiraan. Data ini mendukung ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang memangkas suku bunga sebanyak dua kali tahun ini. GBP masih berpeluang untuk menguat pada perdagangan hari ini yang akan didukung oleh rilisnya data Good Trade Balance dan laporan GDP Inggris yang diperkirakan sedikt menguat. Disatu-sisi laporan Klaim pengangguran AS diperkirakan meningkat pada malam nanti.
Open : 1.3438 Pivot : 1.3440
R1 : 1.3453 S1 : 1.3417
R2 : 1.3463 S2 : 1.3404
R3 : 1.3484 S3 : 1.3388
EURUSD
Opportunity : Bullish Menuju 1.1661 – 1.1677
Euro diperdagangkan cukup stabil pada Rabu kemarin. Sempa5 menguatbdisesi perdagangan Eropa namun kembali tertekan di sesi perdagangan AS setelah rilis data PPI AS yang sedikit naik dari angka sebelumnya di bulan November. Dari sisi lain, data penjualan ritel AS tercatat meningkat lebih kuat dari perkiraan. Data ini mendukung ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang memangkas suku bunga sebanyak dua kali tahun ini. EUR berpeluang untuk menguat pada perdagangan hari ini yang akan didukung oleh rilisnya beberapa data ekononi kawasan. Disisi-lain laporan Klaim pengangguran AS diperkirakan meningkat pada malam nanti.
Open : 1.1642 Pivot : 1.1648
R1 : 1.1655 S1 : 1.1636
R2 : 1.1661 S2 : 1.1625
R3 : 1.1677 S3 : 1.1595
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8038 – 0.8064
Swiss
Open : 0.8008 Pivot : 0.7992
R1 : 0.8014 S1 : 0.7978
R2 : 0.8038 S2 : 0.7955
R3 : 0.8064 S3. : 0.7922
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.38947 dengan target di 1.38788 dan stop loss diatas 1.39265
USDCAD pada time frame H4 masih berada dalam fase konsolidasi bullish setelah reli kuat sejak akhir Desember. Harga bergerak stabil di atas area pivot harian, menandakan buyer masih mendominasi meskipun momentum mulai melambat. Struktur harga membentuk higher low, sehingga bias jangka pendek tetap bullish selama harga bertahan di atas pivot. Area 1.38947 (R1) menjadi resistance terdekat yang menentukan kelanjutan tren, sementara pelemahan di bawah pivot berpotensi memicu koreksi teknikal menuju support pertama.
Dari sisi fundamental, pergerakan USDCAD hari ini sensitif terhadap rilis data ekonomi Amerika Serikat seperti Weekly Jobless Claims dan data manufaktur regional (Empire & Philly Fed). Data tenaga kerja yang melemah berpotensi menekan USD dan membuka ruang koreksi USDCAD, sementara data manufaktur yang solid dapat menopang kelanjutan penguatan USD. Selain itu, harga minyak tetap menjadi faktor pendukung CAD, sehingga kenaikan minyak dapat membatasi kenaikan USDCAD.
Open price :1,38773 Pivot :1.38801
R1 :1.38947 S1 :1.38629
R2 :1.39119 S2 :1.38483
R3 :1.39265 S3 :1.38311
DXY
Opportunity: Bullish Range 99,000 – 99,300
Pelemahan terbatas dan sementara mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya kembali mewarnai pergerakan market. Tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang kembali turun tipis ke 98,933. Level tersebut sedikit turun dari level tertinggi satu bulan yang dicapai sebelumnya dalam sesi perdagangan karena pasar terus mengukur besarnya pemotongan suku bunga yang mungkin dilakukan Federal Reserve tahun ini. Baik harga produsen utama maupun inti menahan diri untuk tidak naik di atas ekspektasi pada bulan November, konsisten dengan laporan CPI moderat dari minggu ini. Hasil tersebut mempertahankan pandangan pasar bahwa Fed memiliki ruang untuk melakukan beberapa pemotongan suku bunga tahun ini untuk memprioritaskan pasar tenaga kerja yang stagnan. Namun, sebagian dari FOMC terus-menerus menyuarakan kekhawatiran tentang inflasi yang membandel. Sementara itu, dolar mendapat dukungan dari yen yang lebih lemah setelah Perdana Menteri Takaichi mengatakan dia akan mengadakan pemilihan umum sela, yang diharapkan akan mengamankan mandat yang lebih kuat dan memperpanjang kebijakan fiskal longgar yang telah dia serukan.
Pivot : 99,085
R1 : 99,238 S1 : 98,923
R2 : 99,400 S2 : 98,770
R3 : 99,553 S3 : 98,608

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 54,500
Indeks Nikkei 225 turun 0,9% menjadi di bawah 54.000 pada hari Kamis, mundur dari rekor tertinggi dan mengikuti kerugian di Wall Street semalam, karena saham-saham teknologi berada di bawah tekanan. Pada Rabu malam, Presiden AS Donald Trump menandatangani proklamasi yang memberlakukan tarif 25% pada chip AI tertentu dengan alasan keamanan nasional, yang merusak sentimen di sektor teknologi. Saham-saham teknologi Jepang mengikuti penurunan saham-saham AS, dengan kerugian yang signifikan dari Advantest (-3,2%), SoftBank Group (-3,9%), Disco Corp (-3,7%), Tokyo Eletron (-3,5%), dan Lasertec (-1,7%). Dalam berita korporasi, grup Toyota menaikkan penawarannya untuk memprivatisasi Toyota Industries Corp. sebesar 15% menjadi 18.800 yen per saham, tetapi investor menuntut premi yang lebih tinggi. Sementara itu, Honda Motor mengumumkan rencana untuk meningkatkan produksi kendaraan berbahan bakar bensin yang lebih murah tahun ini.
Pivot : 50,355
R1 : 50,555 S1 : 50,090
R2 : 50,820 S2 : 49,890
R3 : 51,285 S3 : 49,425
HANGSENG
Opportunity: Bullish ke area: 26,837
Indeks Hang Seng naik 151 poin, atau 0,6%, dan ditutup pada 26.999 pada hari Rabu, memperpanjang kenaikan untuk sesi keempat berturut-turut karena kekuatan saham konsumen dan teknologi mengimbangi kerugian di tempat lain. Sentimen didukung oleh surplus perdagangan China yang mencapai rekor pada tahun 2025, dengan angka Desember tetap di atas USD 100 miliar, didorong oleh ekspor yang kuat ke pasar non-AS sebagai reaksi terhadap risiko tarif era Trump. Namun, kenaikan dibatasi oleh penurunan lain pada ekuitas daratan setelah bursa China secara tak terduga memperketat persyaratan margin untuk mendinginkan pasar yang terlalu panas. Sementara itu, futures ekuitas AS jatuh tajam setelah kerugian Wall Street pada hari Selasa karena kekhawatiran atas independensi bank sentral, data inflasi AS yang lesu, dan meningkatnya risiko geopolitik setelah Beijing memperingatkan pembalasan jika Washington mengenakan tarif 25% pada negara-negara yang berdagang dengan Teheran. Saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi termasuk Alibaba Health Intl. (17,4%), Nongfu Spring (5,7%), Kuaishou Tech (3,9%), Laopu Gold (3,2%), dan Galaxy Entertainment (2,6%).
Pivot : 26,361
R1 : 26,620 S1 : 26,024
R2 : 26,957 S2 : 25,765
R3 : 27,216 S3 : 25,428
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 25,838 | SL: 25,738 | TP: 26,000
Saham-Kontrak berjangka saham AS sedikit turun pada hari Kamis setelah indeks utama jatuh untuk sesi kedua berturut-turut, tertekan oleh penurunan saham teknologi dan perbankan. Dalam perdagangan reguler hari Rabu, Dow Jones turun 0,09%, S&P 500 kehilangan 0,53%, dan Nasdaq Composite turun 1%. Produsen chip dan perusahaan perangkat lunak termasuk Nvidia (1,4%), Broadcom (4,2%), Micron (1,4%), dan Oracle (4,3%) turun setelah laporan bahwa otoritas Tiongkok membatasi chip dan perangkat lunak keamanan siber buatan AS tertentu. Perusahaan teknologi besar lainnya juga merosot, dengan Microsoft (2,4%), Amazon (2,5%), dan Meta (2,5%) turun. Sektor keuangan melanjutkan aksi jual baru-baru ini, dipimpin oleh Wells Fargo, yang anjlok 4,5% karena pendapatan yang lebih lemah, sementara Bank of America (3,8%) dan Citigroup (3,3%) turun meskipun melampaui perkiraan laba, di tengah kekhawatiran atas usulan Presiden Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit.
Pivot : 25,706.83
R1 : 25,784.67 S1 : 25,620.92
R2 : 25,870.58 S2 : 25,543.08
R3 : 26,034.33 S3 : 25,379.33

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish, namun RSI mulai membentuk bearish divergence, ada potensi koreksi menuju support 4.550. Namun trend tetap bullish selama support bertahan
Harga emas melanjutkan reli dan diperdagangkan di atas level USD 4.630 per ounce pada Rabu, mencetak rekor baru seiring pasar menimbang kombinasi antara meredanya tekanan inflasi dan ketahanan permintaan domestik Amerika Serikat. Data terbaru menunjukkan indeks harga produsen (PPI) November tidak memberikan kejutan kenaikan, dengan core PPI tercatat stagnan secara bulanan. Angka ini sejalan dengan rilis CPI yang lebih jinak sebelumnya dan memperkuat persepsi bahwa tekanan inflasi inti mulai melandai. Kondisi tersebut menjaga ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga sebanyak dua hingga tiga kali tahun ini, sebuah sentimen yang terus mendukung daya tarik emas di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter.
Di sisi lain, data penjualan ritel AS yang kuat menegaskan bahwa belanja rumah tangga masih solid, sehingga membatasi ekspektasi dovish yang terlalu agresif. Namun, faktor ini belum cukup kuat untuk menghentikan momentum kenaikan emas. Permintaan aset lindung nilai tetap kokoh, didorong oleh kembali mencuatnya kekhawatiran terkait independensi Federal Reserve setelah adanya penyelidikan kriminal yang dikaitkan dengan kesaksian Ketua The Fed Jerome Powell pada Juni lalu. Selain itu, ketegangan geopolitik yang berkelanjutan di sekitar Iran turut memberikan lapisan dukungan tambahan bagi harga emas, menjaga minat investor terhadap logam mulia tersebut.
Pivot : 4.550
R1 4.640 R2 4.700 R3 4.760
S1 4.550 S2 4.500 S3 4.453
Silver
Opportunity : Buy stop di 95.237 dengan target 98.549 dan stop loss dibawah 88.464
XAGUSD masih berada dalam tren bullish yang kuat pada H4, ditandai dengan rangkaian higher high dan higher low yang jelas. Harga bergerak jauh di atas pivot harian, menandakan dominasi buyer yang solid. Selama harga bertahan di atas area pivot, potensi kelanjutan kenaikan tetap terbuka menuju resistance berikutnya. Koreksi yang terjadi sejauh ini masih bersifat teknikal dan sehat dalam struktur tren naik.
Open price :93,232 Pivot :90.982
R1 : 95.087 S1 : 88.464
R2 : 97.605 S2 : 84.359
R3 : 101.710 S3 : 81.841
Oil
Opportunity : Meski koreksi, namun harga masih mampu bertahan di atas support 58,47-59,76. Tren tetap bullish selama support bertahan.
Harga minyak terkoreksi untuk pertama kalinya dalam enam hari terakhir setelah Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bahwa ia mungkin menahan diri untuk sementara waktu dari serangan terhadap Iran. West Texas Intermediate sempat turun hingga 2,4% ke bawah USD 61 per barel setelah sebelumnya menguat sekitar 11% dalam sepekan, sementara Brent ditutup di bawah USD 67 per barel. Pernyataan Trump bahwa ia menerima jaminan Iran akan menghentikan aksi kekerasan terhadap para demonstran mengurangi peluang respons militer AS dalam waktu dekat, sekaligus menurunkan risiko gangguan terhadap produksi minyak Iran dan jalur pelayaran utama di kawasan tersebut.
Meski demikian, situasi di Iran masih dinilai rapuh. Penutupan sementara wilayah udara di sekitar Teheran serta redeploy personel AS di Qatar dan pangkalan militer lain di kawasan menunjukkan bahwa ketegangan belum sepenuhnya mereda. Secara lebih luas, harga minyak memang telah bergerak naik sejak awal tahun, didorong oleh gejolak di Iran sebagai produsen terbesar keempat OPEC serta ketidakpastian di Venezuela, yang kembali menambahkan premi geopolitik setelah pasar sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran kelebihan pasokan selama lima bulan berturut-turut. Trump juga menyebutkan adanya pembicaraan yang “sangat baik” dengan Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez, dengan isu minyak menjadi salah satu topik utama.
Pivot: 58,47
R1 61,26 S1 59,76
R2 62,00 S2 59,05
R3 62,58 S3 58,47
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Kamis, 15 Januari 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Data Jobless Claims AS Siap Menggerakan Pasar Keuangan
Catat jam dan waktunya ya!
| Kamis, 15 Januari 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
