Market Summary
Dollar AS mencapai level terendahnya di tahun 2025 pada Kamis (12/6), seiring data inflasi AS yang melemah dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Di sisi lain, bursa saham Wall Street terus melanjutkan reli yang telah berlangsung sejak awal April.
Data inflasi konsumen dan produsen Amerika Serikat menunjukkan bahwa tekanan harga secara keseluruhan masih terkendali selama Mei. Penurunan harga terjadi pada sektor bahan bakar, kendaraan, perumahan, dan layanan seperti transportasi udara. Meskipun demikian, banyak ekonom memperkirakan inflasi akan kembali naik dalam beberapa bulan mendatang seiring mulai dirasakannya dampak tarif impor AS.
Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga Semakin Kuat
Pelemahan inflasi membuat pasar semakin yakin bahwa The Fed bisa segera melanjutkan pemangkasan suku bunga. Dollar AS yang telah kehilangan sekitar 10% terhadap sekeranjang mata uang utama sepanjang tahun ini, jatuh ke level terendah sejak April 2022. Hal ini mendorong penguatan mata uang safe haven seperti franc Swiss dan yen Jepang, masing-masing menguat 1,1% dan 0,7% terhadap dollar.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turun. Yield Treasury 10 tahun turun hampir 6 basis poin menjadi di bawah 4,36%, sementara yield obligasi 2 tahun — yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga — juga menurun ke kisaran 3,91%.
Wall Street dan Emas Menguat, Saham Boeing Tertekan
Indeks S&P 500 naik 0,4%, Nasdaq menguat 0,24%, dan Dow Jones menambah 0,24% di tengah optimisme investor terhadap pelonggaran kebijakan moneter. Harga emas spot ikut melonjak 0,9% ke $3.383,22 per ons, mencapai level tertinggi dalam sepekan karena meningkatnya ketegangan geopolitik dan ekspektasi penurunan suku bunga AS.
Sementara itu, saham Boeing anjlok hampir 5% setelah pesawat Air India jenis Boeing 787-8 mengalami kecelakaan di Ahmedabad, India, yang mengangkut lebih dari 200 penumpang.
Ketegangan Timur Tengah dan Gejolak Perdagangan Tekan Sentimen Pasar Global
Kekhawatiran geopolitik meningkat setelah pemerintah AS memindahkan personel dari Timur Tengah karena ancaman keamanan yang memburuk. Harga minyak sempat melonjak 4% akibat kekhawatiran eskalasi, namun akhirnya terkoreksi ke level $69,65 per barel. Iran menyatakan tidak akan meninggalkan haknya untuk pengayaan uranium, dan mendapat peringatan dari negara tetangga terkait kemungkinan serangan militer Israel.
Sementara itu, optimisme awal pekan terkait pernyataan Presiden AS tentang kesepakatan dagang dengan China mulai memudar. Presiden AS juga menyebut akan mengirimkan surat berisi syarat kesepakatan dagang kepada puluhan negara lain dalam 1–2 minggu mendatang. Pasar mulai mempertimbangkan kembali potensi risiko dari kebijakan tarif yang tidak konsisten.
Bursa Eropa dan Asia Melemah, Euro Menguat
Saham-saham di Eropa ditutup melemah untuk hari keempat berturut-turut, dengan indeks STOXX 600 turun 0,3%. Bursa China dan Hong Kong juga terkoreksi, dipimpin oleh sektor teknologi. Sementara itu, euro menguat 0,77% ke $1,15, menyentuh level tertinggi sejak Oktober 2021.
Harga Minyak Bertahan Dekat Puncak 2 Bulan
Harga minyak dunia ditutup sedikit melemah sebesar 0,17% ke level $69,65 per barel pada Kamis (12/6). Penurunan ringan ini terjadi setelah reli sebelumnya yang membawa harga mendekati level tertinggi dalam dua bulan terakhir.
Meskipun turun, harga minyak tetap berada dalam tren pemulihan jangka pendek, terutama setelah sempat mengalami penurunan hampir 20% dalam satu tahun terakhir. Stabilnya harga di level tinggi ini menambah dimensi baru dalam proyeksi kebijakan suku bunga global, terutama di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve akibat data inflasi yang melambat.
Kondisi ini menandakan bahwa pasar energi masih sangat sensitif terhadap dinamika geopolitik dan arah kebijakan moneter, dengan harga minyak menjadi salah satu indikator penting yang terus diawasi oleh investor dan bank sentral.
Prospek Harga Emas Hari Jumat (13/06)
Pergerakan emas pada time frame grafik H4 menunjukkan kecenderungan bullish dalam jangka pendek, ditopang oleh pola higher low yang terbentuk di atas garis tren naik (ascending trendline) serta posisi harga yang bergerak di atas SMA 50. Indikator RSI 14 berada di sekitar level 61, menandakan adanya momentum positif namun belum dalam kondisi overbought, sehingga masih memberi ruang untuk kelanjutan penguatan menuju resistance di 3.403, 3.426, hingga 3.450.
Namun demikian, skenario bearish dapat terjadi jika harga menembus ke bawah garis tren naik dan level support penting di 3.351. Jika penurunan ini dikonfirmasi oleh pergerakan harga di bawah SMA 50 dan RSI yang turun ke bawah level 50, maka tekanan jual bisa meningkat dengan potensi pelemahan lanjutan menuju area support berikutnya di 3.319 hingga 3.293.
Data Perdagangan pada hari Kamis (12/06)
Open: 3.357,99 High: 3.398,90 Low: 3.338,35 Close: 3.386,47 Range: 60,55
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.403 R2 3.426 R3 3.450
S1 3.351 S2 3.319 S3 3.293
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.352 |
| Profit Target Level | 3.400 |
| Stop Loss Level | 3.319 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.400 |
| Profit Target Level | 3.370 |
| Stop Loss Level | 3.430 |
Prospek Harga Minyak Hari Jumat (13/06)
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tren naik yang cukup kuat, dengan harga di atas SMA 50. RSI 14 berada di sekitar 64, mencerminkan momentum bullish yang masih sehat tanpa tanda-tanda jenuh beli yang ekstrem. Selama harga bertahan di atas support 66,26, peluang kenaikan ke area resistance 68,35 hingga 70,00 tetap terbuka, dengan potensi penutupan gap harga yang terjadi sebelumnya.
Koreksi teknikal bisa saja terjadi, namun masih dianggap wajar selama harga tidak turun menembus level SMA 50 di sekitar 64,66. Jika area tersebut mampu bertahan sebagai support dinamis, tren bullish diperkirakan tetap berlanjut.
Data perdagangan pada hari Kamis (13/06)
Open: 67,65 High: 67,68 Low: 65,49 Close: 67,09 Range: 2,19
OIL INTRADAY AREA
R1 68,35 R2 69,23 R3 70,00
S1 64,66 S2 65,41 S3 66,26
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 66,30 |
| Profit Target Level | 68,35 |
| Stop Loss Level | 65,30 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 68,35 |
| Profit Target Level | 66,50 |
| Stop Loss Level | 69,30 |
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan USD/CHF masih berada dalam tren bearish, dengan level pivot kunci di 0.8170. Selama harga bergerak di bawah level ini, tekanan jual diperkirakan berlanjut, dengan target penurunan terdekat di area 0.8125. Jika level tersebut berhasil ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju kisaran support berikutnya di 0.8100 hingga 0.8075.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan pola higher low yang ditopang oleh trendline naik (biru), mengindikasikan tekanan beli yang mulai meningkat. Harga saat ini bergerak di atas SMA 50, yang menunjukkan momentum bullish jangka menengah. RSI 14 berada di kisaran 61, menandakan kondisi bullish moderat tanpa tanda-tanda overbought.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan penguatan harga yang signifikan setelah menembus resistance 66,26, didukung oleh posisi harga yang berada jauh di atas SMA 50 sebagai sinyal tren naik yang kuat. RSI 14 saat ini berada di zona overbought, sekitar 74,90, yang menandakan bahwa meskipun momentum bullish masih dominan, potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka.
Secara teknikal, analisis Trading Central melihat potensi bullish pada harga emas di time frame H4. Level pivot berada di 3.320. Selama harga bertahan di atas level ini, target berikutnya diperkirakan menguji resistance di 3.360-3.400.
Pergerakan emas pada time frame H4 saat ini harga masih bergerak di bawah area resistance 3.338 dengan support terdekat di kisaran 3.293. Pergerakan harga masih tertahan di sekitar garis SMA 50, yang saat ini berperan sebagai resistance dinamis.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tren naik yang didukung oleh posisi harga di atas SMA 50, yang kini berperan sebagai support dinamis. Saat ini harga tertahan di bawah resistance 65,57, dan jika berhasil menembusnya, ada potensi kenaikan lanjutan menuju 66,41 hingga 67,14.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan GBP/USD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3520. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan akan berlanjut dengan target ke area support 1.3465–1.3425.
Pergerakan emas pada time frame H4 H4 terlihat harga saat ini mengalami rebound setelah menyentuh area support di sekitar 3.293 dan mulai menguji resistance dinamis berupa SMA 50. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas SMA 50 serta resistance minor di 3.338, maka ada potensi kelanjutan tren naik menuju level resistance berikutnya di 3.353 hingga 3.375.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan penguatan setelah berhasil menembus resistance di sekitar 64,73 dan kini bergerak stabil di atas SMA 50. Struktur harga mengindikasikan potensi bullish lanjutan dengan target berikutnya di kisaran 65,57 hingga 67,14.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/JPY pada time frame H4 cenderung bearish, dengan level pivot berada di 144.45. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, potensi pergerakan selanjutnya adalah penurunan menuju area support di kisaran 143.78-142.90.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga telah menembus ke bawah SMA 50 (sekitar 3.330). Ini mengindikasikan potensi pergeseran tren menuju arah bearish. RSI 14 berada di level 39.31, mencerminkan tekanan jual yang mulai menguat, meski belum memasuki area jenuh jual.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4, terlihat harga telah berhasil menembus area konsolidasi (zona kuning) dan bergerak di atas SMA 50, mengindikasikan penguatan momentum bullish. RSI 14 berada di level 68,57, mendekati area overbought, namun masih mendukung kelanjutan tren naik. Selama harga mampu bertahan di atas area breakout 63,85, peluang penguatan menuju resistance berikutnya di 65,57 hingga 66,41 tetap terbuka.
Memasuki pekan yang dimulai pada 9 Juni, pasar global akan menghadapi agenda ekonomi yang relatif tenang, meskipun beberapa data penting dan peristiwa geopolitik tetap menjadi perhatian utama. Isu terkait negosiasi tarif, khususnya ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan Amerika Serikat, akan menjadi topik yang diawasi ketat oleh pelaku pasar. Berikut adalah rangkuman sorotan utama dari berbagai kawasan:
