Market Summary
Harga emas naik pada Jumat dan diperkirakan mencatat kenaikan mingguan, didorong oleh data ekonomi AS yang melemah meskipun optimisme awal terhadap pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sempat menahan kenaikan.
Spot gold meningkat sebesar 0,3% menjadi $3,363.33 per ounce pada pukul 0548 GMT, dengan kenaikan mingguan sebesar 2,3%. Sementara itu, emas berjangka AS naik 0,4% menjadi $3,387 per ounce.
Dampak Pembicaraan Trump-Xi pada Sentimen Pasar
Percakapan langka antara Trump dan Xi pada hari Kamis membahas ketegangan perdagangan dan sengketa mineral kritis, meskipun beberapa isu utama belum terselesaikan. Optimisme awal atas pembicaraan tersebut mulai memudar, memungkinkan harga emas untuk kembali menguat.
Prospek Kebijakan Moneter dan Inflasi
Meski pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda pelemahan, pembuat kebijakan Federal Reserve menekankan bahwa inflasi tetap menjadi perhatian utama. Hal ini mencerminkan kemungkinan jeda yang lebih panjang dalam penyesuaian kebijakan moneter, sebuah situasi yang mendukung kinerja emas sebagai aset safe haven.
Permintaan Fisik Emas di Asia Melemah
Pada sisi fisik, harga emas yang tinggi mengurangi minat pembelian di pusat-pusat utama Asia. Di India, diskon emas mencapai level tertinggi dalam lebih dari sebulan, mencerminkan berkurangnya permintaan di pasar domestik.
Fokus ke Data NFP AS
Fokus pasar kini tertuju pada data ketenagakerjaan AS, yang akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah ekonomi negara tersebut. Kenaikan harga emas juga didukung oleh laporan meningkatnya jumlah klaim pengangguran mingguan di AS ke level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.
Data nonfarm payroll (NFP) AS yang dijadwalkan rilis pada pukul 1230 GMT (19:30 WIB) menjadi perhatian utama para investor. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memproyeksikan tambahan 130.000 pekerjaan baru pada Mei, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap stabil di 4,2%.
Hasil yang signifikan di luar ekspektasi dapat menjadi katalisator utama pergerakan harga emas, memberikan peluang trading menarik bagi para pelaku pasar.
Analisis Teknikal

Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren bearish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 3.378. Selama harga bertahan di bawah level ini, potensi penurunan dapat berlanjut untuk menguji area support di 3.349 hingga 3.326.
Sebagai alternatif, jika harga berhasil menembus level 3.378 ke atas, potensi pergerakan bullish akan terbuka, dengan target resistance berikutnya di kisaran 3.389 hingga 3.403.
Resistance 1: 3.378 Resistance 2: 3.389 Resistance 3: 3.403
Support1: 3.349 Support 2: 3.338 Support 3: 3.326
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat bahwa harga saat ini bergerak dalam tren naik jangka pendek yang ditunjukkan oleh garis trendline ascending dan posisi harga yang berada di atas SMA 50. Meskipun sempat mengalami koreksi dari area resistance di sekitar 3.400, harga masih bertahan di atas trendline yang menjadi support dinamis. Indikator RSI berada di level 52, yang menunjukkan bahwa momentum pasar masih cenderung positif dan mendukung peluang lanjutan penguatan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD masih memiliki kecenderungan bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 1.1395. Selama harga tetap bergerak di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji area resistance di 1.1435–1.1470.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat saat ini harga bergerak di atas garis SMA 50, menunjukkan momentum bullish jangka menengah masih terjaga. Struktur harga membentuk pola ascending triangle dengan resistance kuat di area 3.392. Jika harga mampu menembus level tersebut secara valid, maka potensi penguatan lanjutan menuju 3.431 hingga 3.468 terbuka lebar.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga masih bergerak sideways dalam zona konsolidasi yang ditandai area kuning, dengan batas bawah di sekitar 61,24 dan batas atas di sekitar 63,86. Harga saat ini berada sedikit di bawah resistance atas, namun belum mampu breakout secara meyakinkan. Posisi harga yang masih di atas SMA 50 menunjukkan kecenderungan bullish masih ada, namun validasi arah perlu konfirmasi lanjutan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan peluang harga emas melanjutkan tren bullish pada time frame H4. Level pivot saat ini berada di 3.334,6. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi penguatan bisa berlanjut. Target berikutnya adalah area resistance di kisaran 3.373 hingga 3.405.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat harga saat ini berada di atas garis tren naik dan juga di atas SMA 50, yang mengindikasikan potensi kelanjutan tren bullish. RSI (14) berada di level 58.86, mendekati area overbought namun masih memberi ruang untuk kenaikan lebih lanjut.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga sedang menguji area resistance atas dari pola konsolidasi berbentuk rectangle (ditandai warna kuning), dengan SMA 50 yang mulai melandai dan harga bergerak di atasnya, memberi sinyal potensi breakout. RSI (14) berada di 60,62, masih mendukung kelanjutan momentum bullish.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan EUR/USD masih berpotensi bullish pada time frame H4. Level pivot kunci berada di 1.1289. Selama harga bertahan di atas level ini, kenaikan diperkirakan berlanjut. Target kenaikan berada di area resistance 1.1453 hingga 1.1480.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan sinyal bullish setelah berhasil menembus garis tren turun dan bergerak di atas SMA 50, mengindikasikan potensi kelanjutan tren naik. RSI 14 yang saat ini berada di area overbought di atas 70 mencerminkan momentum kuat, namun juga memberi sinyal waspada terhadap kemungkinan koreksi jangka pendek akibat tekanan profit-taking.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih bergerak dalam pola konsolidasi atau sideways yang terbentuk sejak pertengahan Mei, dengan batas bawah di sekitar 60.54 dan batas atas di area resistance kuat 63.86. Saat ini harga tertahan di bawah resistance tersebut setelah sempat menguat, namun belum mampu melakukan breakout yang valid. Meskipun koreksi terjadi, harga masih bergerak di atas SMA 50, menandakan adanya dukungan tren jangka pendek yang mulai menguat. RSI 14 berada di kisaran 60, mencerminkan momentum yang positif namun belum terlalu kuat.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan GBP/USD berpotensi bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 1.3510. Selama harga bertahan di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance terdekat di 1.3557. Jika resistance tersebut berhasil ditembus, potensi kenaikan lebih lanjut dapat terjadi menuju resistance di kisaran 1.3586-1.3600.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga bergerak dalam pola konsolidasi yang membentuk segitiga simetris, dengan garis resistance menurun yang masih membatasi kenaikan. Harga saat ini berada di sekitar area SMA 50, mencerminkan kondisi pasar yang belum memiliki arah dominan. RSI berada di level 53, sedikit condong ke arah bullish, menandakan mulai adanya dorongan beli meskipun belum terlalu kuat.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan pola sideways yang konsisten sejak pertengahan Mei. Harga bergerak dalam kisaran sempit yang terlihat jelas di area kotak kuning. Saat ini, harga mencoba menembus zona konsolidasi atas dan berada sedikit di atas SMA 50. Hal ini memberikan sinyal awal adanya potensi momentum bullish. Indikator RSI berada di level 55, mencerminkan dominasi moderat tekanan beli.
