Dolar AS Catat Kenaikan Bulanan di Maret
Dolar AS catat kenaikan bulanan dengan performa terkuat dalam hampir satu tahun terakhir. Penguatan ini terjadi seiring meningkatnya permintaan aset safe haven akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Indeks dolar naik 0,3% ke level 100,17 pada akhir pekan. Sepanjang Maret, indeks telah menguat sekitar 2,57%, menjadikannya kinerja bulanan terbaik sejak Juli 2025. Permintaan terhadap dolar meningkat karena investor menghindari risiko di tengah ketidakpastian global.
Selain itu, pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga AS tahun ini. Perubahan ekspektasi ini memberi tambahan dorongan bagi penguatan dolar.
Konflik Timur Tengah Perkuat Safe Haven
Ketegangan geopolitik menjadi faktor utama di balik penguatan dolar. Presiden AS, Donald Trump, menunda batas waktu serangan terhadap fasilitas energi Iran hingga 6 April.
Ia juga menyatakan Iran sempat mengizinkan 10 kapal tanker minyak melintas di Selat Hormuz sebagai bentuk isyarat diplomatik. Namun, Iran menolak proposal damai dari AS dan mengajukan syarat baru, termasuk pengakuan atas otoritas mereka di jalur strategis tersebut.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan konflik kemungkinan berlangsung dalam hitungan minggu, bukan bulan. Ia juga menilai tujuan AS dapat dicapai tanpa pengerahan pasukan darat.
Di sisi lain, laporan menyebut Pentagon mempertimbangkan pengiriman hingga 10.000 pasukan tambahan ke kawasan tersebut. Kondisi ini menekan harapan pasar terhadap deeskalasi dalam waktu dekat.
Yen Tertekan, Risiko Intervensi Jepang
Yen Jepang melemah 0,34% ke level 160,35 per dolar, menembus level psikologis penting untuk pertama kalinya sejak Juli 2024. Pelemahan ini meningkatkan spekulasi intervensi oleh otoritas Jepang.
Sepanjang Maret, yen telah melemah sekitar 2,74%. Tekanan juga datang dari kenaikan imbal hasil obligasi Jepang setelah bank sentral memberi sinyal kesiapan menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi.
Namun, ketergantungan Jepang pada impor energi membuat mata uangnya lebih rentan terhadap lonjakan harga minyak global.
Ekspektasi Kebijakan The Fed Berubah
Dolar AS catat kenaikan bulanan juga dipicu oleh perubahan arah ekspektasi kebijakan moneter. Sebelumnya, pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga, tetapi kini beralih pada kemungkinan kenaikan.
Presiden Richmond Fed, Thomas Barkin, menekankan bahwa ketidakpastian akibat perang serta perkembangan kecerdasan buatan menjadi alasan untuk mempertahankan suku bunga.
Sementara itu, Anna Paulson dari Federal Reserve menyoroti risiko terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang dipicu oleh konflik.
Imbal hasil obligasi AS turut meningkat. Yield obligasi 2 tahun berada di 3,914%, sementara yield 10 tahun naik ke 4,438%, mencerminkan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi.
Mata Uang Global Melemah
Euro turun 0,17% ke $1,1509, sementara poundsterling melemah 0,48% ke $1,3268 dan mencatat penurunan empat hari berturut-turut.
Dolar Australia, yang sensitif terhadap risiko, turun 0,2% ke $0,687 setelah sempat menyentuh level terendah dua bulan. Sejak awal konflik, mata uang ini telah melemah sekitar 3%.
Rupee India menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di antara mata uang utama, dengan pelemahan sekitar 5,37% sepanjang periode konflik.
Pasar Saham dan Energi Bergejolak
Pasar saham AS ditutup melemah tajam. Dow Jones turun 1,4% dan kini lebih dari 10% di bawah puncak terbarunya. Nasdaq kehilangan 1,9%, sementara S&P 500 turun 1,4%.
Saham teknologi berada di bawah tekanan, termasuk Nvidia, Microsoft, dan Alphabet. Sektor keuangan juga melemah, dengan JPMorgan dan Visa mencatat penurunan.
Sebaliknya, saham energi menguat seiring lonjakan harga minyak. Harga minyak mentah melonjak lebih dari 5% hingga menembus $99 per barel, level tertinggi sejak Juli 2022. Gangguan di Selat Hormuz membatasi aliran sekitar seperlima pasokan energi global.
Emas dan Minyak Naik di Tengah Ketidakpastian
Dolar AS catat kenaikan bulanan terjadi bersamaan dengan pergerakan volatil di pasar komoditas. Harga emas naik kembali di atas $4.500 per ounce setelah sempat turun tajam sehari sebelumnya.
Kenaikan ini terjadi setelah pernyataan Donald Trump yang menunda serangan terhadap Iran. Namun, tekanan tetap muncul karena meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga global.
Di sisi lain, harga minyak melonjak tajam akibat gangguan distribusi di Selat Hormuz. Ketegangan ini memperkuat kekhawatiran inflasi global dan meningkatkan risiko stagflasi di berbagai negara.
Prospek Harga Emas Senin | 30 Maret 2026
Pergerakan XAUUSD pada timeframe H4 masih berada dalam tekanan bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA serta struktur lower high yang terbentuk. Setelah sempat rebound dari area support sekitar 4.230–4.300, kenaikan tertahan di area resistance 4.550–4.600 yang berdekatan dengan SMA 50, menandakan adanya tekanan jual yang masih dominan. RSI yang berada di kisaran netral cenderung naik menunjukkan adanya momentum pemulihan terbatas, namun belum cukup kuat untuk membalikkan tren.
Selama harga tetap berada di bawah area 4.600, potensi penurunan masih terbuka untuk kembali menguji support 4.350 hingga 4.230, sementara skenario alternatif baru akan terbuka jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 4.600 yang dapat mendorong kenaikan lebih lanjut menuju 4.726.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.556 R2 4.600 R3 4.726
S1 4.351 S2 4.302 S3 4.223
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.360 |
| Profit Target Level | 4.485 |
| Stop Loss Level | 4.300 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.550 |
| Profit Target Level | 4.370 |
| Stop Loss Level | 4.605 |
Prospek Harga US Oil Senin | 30 Maret 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan momentum bullish yang mulai menguat setelah harga berhasil rebound dan menembus area resistance 98,82 hingga 101,20. Saat ini harga bergerak di atas SMA 50, mengindikasikan adanya perubahan arah tren jangka pendek menjadi lebih positif. RSI yang berada di atas level 70 mencerminkan kondisi overbought, namun juga menegaskan kuatnya momentum beli dalam waktu dekat.
Selama harga mampu bertahan di atas area 98,82, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 108,00 hingga 111,79, sementara koreksi wajar dapat terjadi jika harga kembali turun ke bawah 98,82 dengan target pelemahan menuju area support 95,34.
US Oil INTRADAY AREA
R1 108,00 R2 111,79 R3 115,88
S1 101,20 S2 98,82 S3 95,34
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 101,20 |
| Profit Target Level | 98,80 |
| Stop Loss Level | 108,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 108,00 |
| Profit Target Level | 105,00 |
| Stop Loss Level | 111,80 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
