Dolar AS Menguat Usai Pernyataan Trump
Dolar AS menguat pada akhir pekan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pujian terbuka kepada penasihat ekonominya, Kevin Hassett, dalam sebuah acara di Gedung Putih. Trump menyatakan keinginannya untuk mempertahankan Hassett di posisi saat ini, sehingga memicu spekulasi bahwa ia kecil kemungkinan ditunjuk sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya.
Trump mengatakan bahwa Hassett tampil sangat baik di media dan ia lebih memilih mempertahankannya dalam peran sekarang. Pernyataan ini mendorong pasar menilai proses penunjukan Ketua The Fed semakin terkait dengan kredibilitas politik, bukan hanya arah kebijakan moneter.
Spekulasi Ketua The Fed Dorong Penguatan Dolar
Pasar menilai Kevin Hassett sebagai kandidat yang paling dovish dan paling dekat dengan agenda politik Trump, khususnya keinginan untuk memangkas suku bunga. Karena itu, berkurangnya peluang Hassett justru memperkuat dolar, seiring meningkatnya ekspektasi bahwa kandidat yang lebih independen akan terpilih.
Trump diperkirakan akan mengumumkan pengganti Jerome Powell dalam beberapa pekan ke depan, dengan masa jabatan Powell berakhir pada Mei. Kandidat utama yang mencuat meliputi Kevin Hassett, Gubernur The Fed Christopher Waller, mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh, serta Rick Rieder dari BlackRock. Pasar taruhan menunjukkan Kevin Warsh kini menjadi favorit.
Indeks dolar naik ke 99,41 dan sempat mencetak level tertinggi enam pekan di 99,49. Euro melemah ke area 1,1594. Data pasar tenaga kerja AS yang membaik turut menopang dolar AS menguat, karena ekspektasi penurunan suku bunga The Fed bergeser ke Juni.
Pernyataan Pejabat The Fed dan Data Ekonomi AS
Wakil Ketua The Fed bidang Pengawasan, Michelle Bowman, menegaskan bahwa bank sentral harus siap memangkas suku bunga kembali jika pasar tenaga kerja melemah dengan cepat. Pernyataan ini muncul setelah data menunjukkan produksi pabrik AS naik secara tak terduga pada Desember, didorong lonjakan output logam dasar.
Meski demikian, aktivitas manufaktur secara keseluruhan tetap tertekan pada kuartal keempat akibat tantangan tarif impor. Kombinasi data ini membuat pasar lebih berhati-hati dalam memproyeksikan arah kebijakan The Fed ke depan.
Jepang Waspada, Yen Berpotensi Hadapi Intervensi
Yen Jepang menguat setelah Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menegaskan bahwa Tokyo tidak menutup kemungkinan melakukan intervensi, termasuk secara terkoordinasi dengan Amerika Serikat, untuk menahan pelemahan mata uang.
Yen sebelumnya menyentuh level terlemah 18 bulan terhadap dolar akibat kekhawatiran kebijakan fiskal ekspansif Perdana Menteri Sanae Takaichi. Takaichi berencana membubarkan parlemen dan menggelar pemilu cepat guna memperoleh dukungan publik atas rencana belanja pemerintah.
Yen menguat sekitar 0,3% ke 158,16 per dolar. Beberapa pembuat kebijakan Bank of Japan juga melihat peluang kenaikan suku bunga lebih cepat, bahkan mulai April, guna menahan tekanan inflasi akibat pelemahan yen.
Wall Street Bergerak Datar, Saham Teknologi Menopang
Bursa saham AS ditutup cenderung datar. Investor mencermati perkembangan geopolitik, ketidakpastian arah The Fed, dan awal musim laporan keuangan kuartal IV. S&P 500 dan Nasdaq bergerak terbatas, sementara Dow Jones turun tipis.
Saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor, memberikan dukungan setelah Taiwan Semiconductor, Nvidia, dan Micron menguat berkat optimisme AI serta kesepakatan dagang AS–Taiwan senilai US$250 miliar. Sebaliknya, saham sektor keuangan tertinggal akibat kekhawatiran pembatasan suku bunga kartu kredit.
Harga Emas Koreksi Setelah Sentuh Rekor
Harga emas melemah pada akhir pekan seiring aksi ambil untung setelah mencetak rekor tertinggi. Meredanya ketegangan geopolitik mengurangi minat terhadap aset lindung nilai, sehingga mendorong koreksi jangka pendek. Meski demikian, emas masih berada di jalur kenaikan mingguan, mencerminkan sentimen positif yang belum sepenuhnya hilang.
Harga Minyak Bertahan di Tengah Risiko Geopolitik
Harga minyak mentah tetap mendapat dukungan meski bergerak volatil. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan potensi gangguan pasokan Iran menjaga premi risiko tetap tinggi. Fokus pasar tertuju pada Selat Hormuz, karena setiap eskalasi dapat berdampak signifikan terhadap pasokan minyak global.
Prospek Harga Emas Senin | 19 Januari 2026
Pada timeframe H4, harga emas masih berada dalam tren naik yang solid setelah berhasil menembus resistance 4.640 dan bergerak di atas SMA 50, yang menegaskan dominasi buyer. Pembukaan gap up di area 4.592 menjadi sinyal lanjutan momentum bullish, dengan zona 4.592–4.640 kini berperan sebagai support penting selama harga tidak kembali menutup gap tersebut.
Selama harga bertahan di atas SMA 50 dan trendline naik, potensi kenaikan tetap terbuka dengan target resistance berikutnya di 4.700, lalu berpeluang berlanjut ke 4.760 hingga 4.800 sebagai level psikologis. Risiko koreksi baru meningkat apabila harga turun kembali ke bawah 4.592, yang dapat memicu pullback menuju area 4.550–4.500, sementara RSI di sekitar 64 mencerminkan momentum bullish masih terjaga meski mulai melandai.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.700 R2 4.760 R3 4.800
S1 4.640 S2 4.592 S3 4.550
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.650 |
| Profit Target Level | 4.700-4.760 |
| Stop Loss Level | 4.620 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.760 |
| Profit Target Level | 4.720 |
| Stop Loss Level | 4.810 |
Prospek Harga US Oil Senin | 19 Januari 2025
Pada pembukaan pasar, harga US Oil dibuka gap down di 58,74 dari penutupan sebelumnya di 59,21 dan sempat menembus support 58,69. Tekanan jual tidak berlanjut karena harga mampu bertahan dan memantul dari area tersebut, sehingga pergerakan selanjutnya hampir menutup gap yang terbentuk. Selama harga bertahan di atas support 58,69, peluang pemulihan tetap terbuka dengan potensi kenaikan menuju resistance 59,88, kemudian 60,56.
Sebaliknya, penurunan kembali ke bawah 58,69 berisiko memicu koreksi lanjutan ke area 57,85 hingga 57,14. Sementara itu, indikator RSI yang masih berada di bawah level 50 menunjukkan momentum pemulihan belum sepenuhnya kuat.
US Oil INTRADAY AREA
R1 59,88 R2 60,56 R3 62,18
S1 58,69 S2 57,85 S3 57,14
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 58,80 |
| Profit Target Level | 59,80 |
| Stop Loss Level | 58,20 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 59,80 |
| Profit Target Level | 58,80 |
| Stop Loss Level | 60,60 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
