Pasar Global Berfluktuasi Setelah Pernyataan Trump
Donald Trump kembali menjadi sorotan pasar global setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus memanas. Ketidakpastian terkait durasi perang dan dampaknya terhadap ekonomi dunia mendorong investor bersikap hati-hati. Sentimen negatif mulai kembali mendominasi pergerakan pasar, terutama di Wall Street.
Indeks saham utama di Amerika Serikat ditutup melemah. Dow Jones turun 0,18% ke 46.124,06, S&P 500 melemah 0,37% ke 6.556,37, dan Nasdaq jatuh 0,84% ke 21.761,89. Pelemahan ini terjadi setelah reli singkat sehari sebelumnya, yang sempat dipicu pernyataan optimistis dari Donald Trump terkait pembicaraan dengan Iran.
Ketegangan Timur Tengah Dorong Harga Minyak
Lonjakan harga energi menjadi fokus utama pasar. Harga minyak Brent ditutup di level $104,49 per barel, sementara WTI melonjak 4,79% ke $92,35. Kenaikan ini dipicu gangguan distribusi energi global, terutama karena jalur strategis Selat Hormuz yang terdampak konflik.
Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melewati jalur tersebut. Gangguan distribusi membuat harga energi diperkirakan tetap tinggi dalam waktu dekat. Kondisi ini juga menambah tekanan terhadap inflasi global.
Emas Menguat di Tengah Ketidakpastian
Aset safe haven seperti emas ikut menguat tajam. Harga emas spot naik 1,5% ke $4.474,38 per ons, sementara emas berjangka ditutup di $4.504,90. Kenaikan ini dipicu laporan yang menyebut adanya potensi gencatan senjata sementara antara AS dan Iran.
Namun, laporan tersebut belum terkonfirmasi. Investor merespons cepat karena ketidakjelasan arah konflik masih tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar tetap sensitif terhadap setiap perkembangan geopolitik.
Donald Trump dan Arah Negosiasi Iran
Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran masih berlangsung dan melibatkan sejumlah pejabat penting. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Wakil Presiden JD Vance disebut ikut terlibat dalam proses negosiasi.
Trump juga menegaskan bahwa Iran telah menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir. Namun, pernyataan ini belum sepenuhnya meyakinkan pasar karena laporan yang saling bertentangan terus bermunculan.
Dampak ke Inflasi dan Kebijakan The Fed
Ketegangan geopolitik meningkatkan risiko inflasi yang lebih tinggi. Gubernur The Fed, Christopher Waller, menyatakan bahwa tekanan inflasi akibat konflik cukup kuat untuk menahan penurunan suku bunga.
Ekspektasi pasar kini mulai bergeser. Pelaku pasar melihat kemungkinan kenaikan suku bunga kembali terbuka jika tekanan harga terus berlanjut. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun pun naik ke 4,356%.
Pasar Global Bergerak Beragam
Di luar AS, pasar saham global menunjukkan kinerja yang lebih stabil. Indeks MSCI global naik tipis 0,09%, sementara STOXX 600 Eropa menguat 0,43%. Meski demikian, data ekonomi menunjukkan pertumbuhan sektor swasta di zona euro hampir stagnan.
Lonjakan ekspektasi inflasi dan gangguan rantai pasok mulai membebani aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Hal ini memperkuat kekhawatiran bahwa konflik geopolitik telah berdampak langsung pada ekonomi global.
Secara keseluruhan, pergerakan pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik Timur Tengah. Selama ketidakpastian masih tinggi, volatilitas diperkirakan akan tetap mendominasi, dengan Donald Trump menjadi salah satu faktor utama yang diperhatikan investor.
Prospek Harga Emas Rabu | 25 Maret 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan adanya rebound yang cukup kuat setelah menyentuh area support 4.099 – 4.223, dengan harga kini sudah kembali dan bertahan di atas level 4.351. Kenaikan ini membuka peluang untuk melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di kisaran 4.600 hingga 4.726. Selama harga mampu bertahan di atas 4.351, momentum bullish jangka pendek masih terjaga, apalagi RSI juga mulai bergerak naik dari area rendah yang menandakan pemulihan momentum.
Namun demikian, secara struktur yang lebih besar tren masih cenderung bearish karena harga masih berada di bawah SMA 50 dan trendline turun masih valid. Jika harga kembali turun dan menembus di bawah 4.351, maka tekanan jual berpotensi meningkat lagi dengan target penurunan kembali ke 4.223 hingga 4.099.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.600 R2 4.726 R3 4.842
S1 4.351 S2 4.223 S3 4.099
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.350 |
| Profit Target Level | 4.600 |
| Stop Loss Level | 4.300 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.600 |
| Profit Target Level | 4.500 |
| Stop Loss Level | 4.650 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 25 Maret 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 saat ini menunjukkan fase rebound setelah penurunan tajam dari area 101,20, di mana harga sempat menyentuh support 84,40 sebelum akhirnya memantul naik. Namun, kenaikan tersebut masih tertahan di area resistance 92,09 hingga 94,71, yang kini menjadi zona kunci penentu arah berikutnya.
Selama harga masih bergerak di bawah area 92,09–94,71, rebound yang terjadi cenderung bersifat korektif dan tekanan bearish masih mendominasi. Hal ini juga didukung oleh posisi harga yang belum mampu kembali stabil di atas SMA 50, sehingga potensi penurunan kembali ke 84,40 masih terbuka, bahkan bisa berlanjut ke 81,55 jika support tersebut ditembus.
Di sisi lain, jika harga mampu breakout dan bertahan di atas 94,71, maka struktur rebound akan semakin kuat dan membuka peluang kenaikan lanjutan menuju resistance 101,20. RSI yang mulai bergerak naik dari area rendah menunjukkan adanya upaya pemulihan, tetapi konfirmasi arah tetap bergantung pada reaksi harga di zona resistance tersebut.
US Oil INTRADAY AREA
R1 92,09 R2 94,71 R3 101,20
S1 84,40 S2 81,55 S3 76,72
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 84,50 |
| Profit Target Level | 92,00 |
| Stop Loss Level | 81,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 92,05 |
| Profit Target Level | 86,00 |
| Stop Loss Level | 94,75 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
