Keputusan The Fed Tekan Pasar Global
Fed mempertahankan suku bunga dan langsung memicu tekanan di pasar saham global. Investor merespons sikap hati-hati bank sentral AS di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Indeks saham utama di Wall Street ditutup melemah tajam. Dow Jones turun 1,63%, S&P 500 terkoreksi 1,36%, dan Nasdaq melemah 1,45%. Semua sektor di S&P 500 bergerak di zona merah, dipimpin penurunan sektor consumer staples.
Proyeksi Inflasi Naik, Pemangkasan Terbatas
Fed mempertahankan suku bunga sembari merilis proyeksi ekonomi terbaru. Bank sentral hanya melihat peluang pemangkasan sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun.
Proyeksi inflasi justru naik menjadi 2,7% dari sebelumnya 2,4%. Kondisi ini menunjukkan tekanan harga masih kuat. Pasar melihat kebijakan ini sebagai sinyal bahwa pelonggaran moneter akan berjalan sangat terbatas.
Komentar yang beredar menyebut investor sebenarnya mendapatkan apa yang diharapkan, yaitu sikap The Fed yang sabar. Namun, risiko dari konflik Timur Tengah tetap menjadi perhatian utama pasar.
Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran
Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah serangan terhadap ladang gas Pars di Iran. Harga minyak pun melonjak, dengan WTI ditutup di USD 96,63 per barel dan Brent mencapai USD 107,38.
Kenaikan harga energi memperkuat tekanan inflasi global. Hal ini membuat arah kebijakan moneter menjadi semakin kompleks.
Data Inflasi AS Perkuat Tekanan
Fed mempertahankan suku bunga di tengah lonjakan data inflasi produsen. Indeks Harga Produsen (PPI) AS naik 0,7% secara bulanan, jauh di atas ekspektasi 0,3%.
Secara tahunan, PPI meningkat 3,4%, tertinggi dalam satu tahun terakhir. Data ini memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi bisa kembali meningkat akibat lonjakan harga energi.
Bank Sentral Global Ikut Waspada
Sejumlah bank sentral global mulai mengambil langkah hati-hati dalam merespons tekanan inflasi. Bank of Canada memilih menahan suku bunga acuannya. Namun, Gubernur Tiff Macklem menegaskan bahwa pihaknya siap menaikkan suku bunga jika tekanan inflasi kembali meningkat.
Sementara itu, Reserve Bank of Australia justru menaikkan suku bunga menjadi 4,1% untuk merespons risiko inflasi dari konflik Iran.
Pelaku pasar kini menantikan keputusan dari European Central Bank dan Bank of England dalam beberapa hari ke depan.
Dolar Menguat, Emas Tertekan
Penguatan imbal hasil obligasi AS mendorong dolar naik. Indeks dolar menguat ke 100,17, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun naik ke 4,265%.
Di sisi lain, emas justru melemah tajam. Harga emas spot turun ke USD 4.818 per ounce, level terendah dalam lebih dari satu bulan.
Meskipun konflik Timur Tengah meningkat, permintaan safe haven terhadap emas tetap terbatas. Kenaikan dolar dan imbal hasil menjadi faktor utama penekan harga logam mulia.
Prospek Harga Emas Kamis | 19 Maret 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah penembusan kuat di bawah area support 4.961 dan 4.900. Harga saat ini bergerak di bawah SMA yang mulai menurun, mengindikasikan tren turun masih dominan, sementara RSI berada di area oversold namun belum menunjukkan sinyal pembalikan yang signifikan.
Selama harga tidak mampu kembali ke atas 4.961, potensi pelemahan masih terbuka menuju support 4.789 hingga 4.674, sedangkan skenario rebound terbatas berpotensi menguji area 4.961sebelum kembali melanjutkan penurunan.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.900 R2 4.961 R3 5.040
S1 4.789 S2 4.674 S3 4.537
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.810 |
| Profit Target Level | 4.880 |
| Stop Loss Level | 4.780 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.900 |
| Profit Target Level | 4.790 |
| Stop Loss Level | 4.965 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 19 Maret 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bertahan di atas area support 92,50 dan didukung oleh posisi harga yang masih berada di atas SMA yang menanjak. Saat ini harga sedang menguji resistance 99,99, sehingga jika mampu ditembus, potensi kenaikan dapat berlanjut menuju 104,73 hingga 108,00.
Namun, jika gagal menembus resistance tersebut, harga berpotensi terkoreksi kembali ke area 92,50, dengan penurunan lanjutan mengarah ke 89,81 hingga 86,11.
US Oil INTRADAY AREA
R1 99,99 R2 104,73 R3 108,00
S1 92,50 S2 89,81 S3 86,11
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 92,60 |
| Profit Target Level | 99,00 |
| Stop Loss Level | 89,80 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 104,70 |
| Profit Target Level | 101,00 |
| Stop Loss Level | 108,00 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
