Gencatan senjata AS – Iran Dorong Reli Wall Street
Gencatan senjata AS – Iran mendorong penguatan signifikan di pasar saham Amerika Serikat pada Rabu. Investor merespons positif kesepakatan penghentian konflik selama dua minggu yang membuka peluang negosiasi langsung antara kedua negara.
Dow Jones melonjak lebih dari 1.300 poin atau 2,85%, mencatatkan kinerja terbaik sejak April 2025. S&P 500 naik 2,5%, sementara Nasdaq menguat 2,80%. Sentimen risiko kembali meningkat seiring meredanya kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah.
Saham teknologi berbasis AI memimpin kenaikan, dengan Nvidia, Meta, Tesla, AMD, dan Micron menguat antara 4% hingga 10%. Sektor maskapai juga ikut menguat karena prospek biaya bahan bakar yang lebih rendah, dengan Delta naik sekitar 6% setelah rilis kinerja keuangan.
Harga Minyak Tertekan Setelah Penundaan Serangan
Gencatan senjata AS – Iran memicu tekanan besar pada harga minyak global. Minyak WTI turun lebih dari 15% ke sekitar $95 per barel setelah Presiden Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran selama dua minggu.
Langkah ini memberi ruang bagi proses negosiasi setelah Iran mengajukan proposal kesepakatan. Iran juga menyetujui pembukaan kembali Selat Hormuz secara sementara, jalur penting yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Penurunan harga mencerminkan meredanya risiko gangguan pasokan global. Namun, ketegangan tetap terlihat setelah serangan drone menghantam pipa utama di Arab Saudi yang menjadi jalur distribusi energi menuju Laut Merah.
Dolar Melemah, Ekspektasi The Fed Berubah
Indeks dolar AS bertahan di bawah level 99 dan mendekati titik terendah dalam satu bulan. Pelemahan ini terjadi seiring turunnya harga minyak yang mengurangi tekanan inflasi.
Pelaku pasar mulai meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Sebelumnya, pasar tidak melihat peluang pemangkasan dalam waktu dekat, tetapi kondisi terbaru mengubah pandangan tersebut.
Risalah pertemuan FOMC menunjukkan kekhawatiran terhadap potensi inflasi akibat konflik geopolitik. Meski demikian, bank sentral tetap membuka peluang satu kali pemangkasan suku bunga tahun ini. Investor kini menunggu data inflasi AS sebagai petunjuk arah kebijakan berikutnya.
Harga Emas Bertahan di Tengah Perubahan Sentimen
Harga emas tetap bertahan di atas $4.700 per ounce meskipun sempat terkoreksi dari level tertinggi intraday. Logam mulia ini mendapat dukungan dari pelemahan dolar dan turunnya imbal hasil obligasi.
Sebagian pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung seiring menguatnya pasar saham global. Namun, ketidakpastian geopolitik masih menjaga minat terhadap aset safe haven.
Laporan serangan sporadis di kawasan Timur Tengah menunjukkan bahwa kondisi masih rentan. Situasi ini membuat pergerakan emas tetap stabil meskipun sentimen risiko mulai membaik.
Prospek Harga Emas Kamis | 09 April 2026
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya berhasil menembus resistance 4.700 dan melanjutkan kenaikan hingga membentuk high di kisaran 4.858, yang kini menjadi resistance terdekat. Setelah mencapai level tersebut, harga mengalami koreksi, namun penurunan masih tertahan di area 4.700 yang kini beralih fungsi sebagai support kunci.
Selama harga mampu bertahan di atas 4.700, struktur bullish masih terjaga dan membuka peluang untuk kembali menguji resistance 4.858. Jika level tersebut berhasil ditembus, maka potensi kenaikan lanjutan masih terbuka. Sebaliknya, jika harga turun dan menembus di bawah 4.700, maka tekanan jual berpotensi meningkat dengan target koreksi menuju area SMA 50 di sekitar 4.654, yang menjadi support berikutnya.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.843 R2 4.899 R3 4.967
S1 4.700 S2 4.654 S3 4.595
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.700 |
| Profit Target Level | 4.800 |
| Stop Loss Level | 4.640 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.840 |
| Profit Target Level | 4.720 |
| Stop Loss Level | 4.900 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 09 April 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan harga sempat berada dalam tren bullish sebelum mengalami penurunan tajam dari resistance 109,14 hingga mendekati support 89,47.
Setelah itu, harga mencoba rebound namun masih tertahan di resistance 103,23 yang menjadi level kunci. Selama harga belum mampu menembus level ini, tekanan jual masih berpotensi berlanjut.
Jika harga kembali melemah, penurunan berpeluang menguji 89,47 hingga 84,40. Sebaliknya, jika 103,23 berhasil ditembus, kenaikan dapat berlanjut menuju 109,14 hingga 117,51.
US Oil INTRADAY AREA
R1 103,23 R2 109,14 R3 117,51
S1 89,47 S2 84,40 S3 76,72
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 92,00 |
| Profit Target Level | 102,00 |
| Stop Loss Level | 89,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 103,20 |
| Profit Target Level | 97,00 |
| Stop Loss Level | 109,25 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
