Indeks MSCI Global Tembus Rekor Baru
Indeks MSCI Global mencatat rekor intraday untuk sesi ketiga berturut-turut pada Rabu, seiring respons pasar terhadap keputusan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga. Bank sentral AS menilai inflasi masih berada di level tinggi, sementara pertumbuhan ekonomi tetap solid, sehingga belum membuka ruang pelonggaran kebijakan dalam waktu dekat.
Indeks saham dunia tersebut melanjutkan tren penguatan dan berada di jalur kenaikan harian terpanjang sejak akhir Desember. Kondisi ini mencerminkan optimisme investor terhadap stabilitas ekonomi global meski ketidakpastian kebijakan masih membayangi.
Wall Street Bergerak Terbatas, Investor Menanti Laba Emiten
Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 sempat menembus level psikologis 7.000 untuk pertama kalinya sebelum ditutup nyaris tidak berubah. Dow Jones menguat tipis, sementara Nasdaq mencatat kenaikan yang didorong saham teknologi. Pasar memilih bersikap hati-hati menjelang rilis laporan keuangan dari perusahaan raksasa seperti Microsoft, Tesla, Meta Platforms, dan Apple.
Pergerakan terbatas ini menunjukkan investor menimbang prospek laba perusahaan di tengah kebijakan moneter yang masih ketat.
The Fed Tegaskan Sikap, Powell Redam Spekulasi
Federal Reserve menahan suku bunga dan menegaskan fokus pada pengendalian inflasi. Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan bank sentral tidak mempertimbangkan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Namun, pernyataan kebijakan terbaru juga tidak memberi sinyal jelas mengenai waktu penurunan suku bunga berikutnya.
Pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga sebelum Juni masih terbatas. Ekspektasi ini menjaga volatilitas tetap terkendali di pasar saham dan obligasi.
Bursa Eropa Melemah, Sentimen Global Tetap Terjaga
Bursa Eropa bergerak melemah setelah saham LVMH terkoreksi tajam menyusul laporan kinerja kuartalan. Meski demikian, tekanan di Eropa tidak menggoyahkan tren positif saham global secara keseluruhan. Indeks MSCI Global tetap mampu bertahan di dekat level tertingginya, didukung optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas kebijakan moneter AS.
Dolar AS Stabil, Euro Jadi Sorotan
Dolar AS menunjukkan tanda stabilisasi setelah mengalami tekanan sebelumnya. Indeks dolar menguat terbatas, meski memangkas sebagian kenaikan usai pernyataan The Fed. Euro melemah setelah sempat menembus level $1,20, memicu kekhawatiran di kalangan pejabat Bank Sentral Eropa terkait dampaknya terhadap inflasi yang sudah berada di bawah target.
Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak terlalu mengkhawatirkan pelemahan dolar. Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan kebijakan dolar kuat tetap ditempuh melalui fundamental ekonomi, serta membantah adanya intervensi langsung di pasar valuta asing.
Emas Melonjak Tajam di Tengah Ketidakpastian
Pelemahan dolar sebelumnya mendorong reli komoditas, terutama emas. Harga emas melonjak tajam dan mencetak rekor di atas $5.300 per ons, mendekati level $5.400. Kenaikan ini didorong meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Minyak mentah AS dan Brent juga menguat, masing-masing mencatat level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Prospek Pasar Tetap Konstruktif
Secara keseluruhan, indeks MSCI global mencerminkan daya tahan pasar saham dunia di tengah kebijakan moneter yang masih ketat. Stabilitas The Fed, sikap pejabat pemerintah AS, serta lonjakan harga komoditas menjadi faktor utama yang menopang sentimen pasar global dalam jangka pendek.
Prospek Harga Emas Kamis | 29 Januari 2026
Pergerakan XAUUSD pada time frame H1 masih menunjukkan tren bullish yang kuat, terlihat dari struktur higher high dan higher low yang tetap terjaga di atas garis tren naik serta SMA yang terus mengarah ke atas. Harga saat ini bergerak di area atas dan membentuk gap di sekitar zona 5.425–5.376 yang berpotensi menjadi area konsolidasi jangka pendek.
Selama harga mampu bertahan di atas area support tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target selanjutnya mengarah ke FE 100% di 5.543 hingga FE 138.2 di 5.660. Namun, RSI yang berada di area overbought mengindikasikan risiko koreksi terbatas atau pergerakan sideways sebelum harga melanjutkan penguatan berikutnya.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.543 R2 5.560 R3 5.733
S1 5.425 S2 5.376 S3 5.311
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 5.430 |
| Profit Target Level | 5.540 |
| Stop Loss Level | 5.370 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.560 |
| Profit Target Level | 5.510 |
| Stop Loss Level | 5.580 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 29 Januari 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan momentum bullish yang masih terjaga setelah harga berhasil menembus area resistance dan bergerak stabil di atas SMA 50, yang kini mulai mengarah naik. Kenaikan terakhir membawa harga mendekati area resistance 64,08, sehingga potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka untuk menguji kembali area support di 62,85 hingga 62,18.
Selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang penguatan lanjutan tetap dominan dengan target kenaikan berikutnya mengarah ke area 65,39 hingga 66,39. RSI yang berada di atas 65 mencerminkan momentum beli yang kuat, meski juga menandakan risiko pullback terbatas sebelum tren naik berlanjut.
US Oil INTRADAY AREA
R1 64,08 R2 65,39 R3 66,39
S1 62,85 S2 62,18 S3 61,20
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 62,90 |
| Profit Target Level | 64,05 |
| Stop Loss Level | 62,10 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 65,35 |
| Profit Target Level | 64,20 |
| Stop Loss Level | 66,45 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
