Sentimen Pasar Global Menguat Selektif
Sentimen pasar global bergerak beragam pada perdagangan Selasa. Indeks saham dunia dan Dow Jones Industrial Average mencetak rekor tertinggi baru, sementara indeks utama AS lainnya melemah. Penurunan imbal hasil obligasi AS menjadi faktor utama setelah data ekonomi menunjukkan tanda perlambatan.
Dow Jones Industrial Average naik 108,71 poin atau 0,22% ke 50.244,58, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi intraday. Sebaliknya, S&P 500 turun 6,15 poin atau 0,09% ke 6.958,67, sementara Nasdaq Composite melemah 62,32 poin atau 0,27% ke 23.176,35.
Data Ekonomi AS Tekan Yield Obligasi
Sentimen pasar global juga dipengaruhi oleh rilis data ekonomi AS. Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan ritel Desember stagnan, lebih lemah dari ekspektasi kenaikan 0,4% dan di bawah pertumbuhan November. Data ini mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve memiliki ruang lebih besar untuk memangkas suku bunga.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 5,1 basis poin ke 4,147%, mencatat penurunan empat hari beruntun. Secara kumulatif, yield telah turun lebih dari 13 basis poin, menjadi penurunan empat hari terbesar sejak pertengahan Oktober.
Wall Street Tertekan Saham Teknologi
Tekanan di Wall Street datang dari sektor teknologi. Saham Alphabet melemah setelah perusahaan tersebut menerbitkan obligasi senilai USD 20 miliar, yang membebani S&P 500 dan Nasdaq.
Di sisi lain, saham Marriott International melonjak 9% setelah merilis kinerja kuartal keempat yang lebih baik dari perkiraan. Musim laporan keuangan tetap menjadi penopang selektif bagi pasar saham AS.
Indeks Dunia dan Bursa Asia Menguat
MSCI World Index naik 1,89 poin atau 0,18% ke 1.055,86, setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi baru. Di Eropa, indeks STOXX 600 melemah tipis 0,07%, mencerminkan kehati-hatian investor regional.
Di Asia, Nikkei 225 melonjak 2,3% dan mencatat kenaikan tiga hari beruntun. Penguatan ini terjadi setelah kemenangan pemilu Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, yang meningkatkan ekspektasi stimulus fiskal dan stabilitas politik.
Yen Menguat, Dolar AS Melemah
Dolar AS melemah terhadap yen Jepang sebesar 0,94% ke 154,40. Indeks dolar turun 0,1% ke 96,85, sementara euro melemah 0,15% ke USD 1,1895.
Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyatakan bahwa dolar yang lebih lemah berada pada level yang lebih alami untuk mendorong ekspor dan memperluas pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.
Komentar Gedung Putih dan Fokus Tenaga Kerja
Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett menyebut pertumbuhan lapangan kerja berpotensi melambat dalam beberapa bulan mendatang. Ia menyoroti kebijakan imigrasi pemerintahan Presiden Donald Trump dan peningkatan produktivitas akibat adopsi teknologi kecerdasan buatan.
Pasar kini menanti laporan ketenagakerjaan AS Januari yang akan dirilis Rabu, sebagai penentu arah kebijakan moneter jangka pendek.
Emas dan Minyak Bergerak Terbatas
Harga emas spot turun 0,75% ke USD 5.026,68 per ons, melanjutkan pergerakan volatil setelah aksi jual tajam pekan lalu. Ketidakpastian kebijakan moneter AS dan spekulasi perubahan kepemimpinan Federal Reserve menjaga volatilitas tetap tinggi.
Harga minyak bergerak terbatas. Brent turun 24 sen atau 0,3% ke USD 68,80 per barel, sementara WTI melemah 40 sen atau 0,6% ke USD 63,96 per barel. Pasar menunggu perkembangan diplomatik AS–Iran dan dinamika geopolitik global.
Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran ingin mencapai kesepakatan terkait program nuklir dan rudal balistiknya. Pernyataan ini meredakan sebagian kekhawatiran, meski risiko pasokan global masih membayangi pasar energi.
Prospek Harga Emas Rabu | 11 Februari 2026
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat sedang berkonsolidasi setelah rebound dari area support 4.824–4.894, dengan harga bergerak di atas SMA 50 namun masih tertahan oleh area resistance 5.091. Selama harga mampu bertahan di atas 4.982, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target terdekat menguji 5.146 hingga 5.205, sejalan dengan RSI yang bertahan di atas level netral dan menunjukkan momentum bullish moderat.
Namun, kegagalan bertahan di atas 4.982 berisiko memicu tekanan jual lanjutan menuju support 4.894 bahkan 4.824, yang dapat mengubah bias jangka pendek kembali bearish.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.091 R2 5.146 R3 5.205
S1 4.982 S2 4.894 S3 4.824
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.985 |
| Profit Target Level | 5.080 |
| Stop Loss Level | 4.930 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.090 |
| Profit Target Level | 4.985 |
| Stop Loss Level | 5.150 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 11 Februari 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih menunjukkan bias bullish terbatas, dengan harga bertahan di atas SMA 50 yang bertepatan dengan area support 63,61. Selama level ini mampu dipertahankan, harga berpeluang melanjutkan kenaikan untuk menguji resistance 65,49 hingga 66,41, seiring RSI yang berada di atas level netral dan mencerminkan momentum positif yang moderat.
Namun, penembusan ke bawah 63,61 berpotensi membuka ruang koreksi lanjutan menuju support 62,17 hingga 61,08 dan melemahkan struktur kenaikan jangka pendek.
US Oil INTRADAY AREA
R1 65,49 R2 66,41 R3 67,05
S1 63,61 S2 62,17 S3 61,08
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 64,05 |
| Profit Target Level | 65,30 |
| Stop Loss Level | 63,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | Breakout 63,60 |
| Profit Target Level | 62,30 |
| Stop Loss Level | 64,60 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
