Ketegangan Geopolitik Picu Volatilitas Pasar
Konflik Timur Tengah kembali memicu volatilitas di pasar keuangan global pada perdagangan Selasa. Investor menilai perkembangan terbaru di kawasan tersebut setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa perang di kawasan itu berpotensi segera berakhir.
Pernyataan tersebut muncul meskipun Amerika Serikat dan Israel masih melancarkan serangan udara intens terhadap Iran. Di Iran, kelompok garis keras menunjukkan dukungan terhadap pemimpin baru mereka, Mojtaba Khamenei. Garda Revolusi Iran juga menegaskan bahwa blokade ekspor minyak akan tetap berlangsung sampai serangan dari Amerika Serikat dan Israel dihentikan.
Situasi tersebut membuat investor tetap berhati-hati karena perkembangan geopolitik masih sulit diprediksi.
Wall Street Kehilangan Momentum
Indeks saham utama di Wall Street kehilangan momentum setelah sempat menguat pada awal sesi perdagangan. Dow Jones Industrial Average turun sekitar 0,07%. Indeks S&P 500 melemah sekitar 0,2%. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite bergerak relatif datar.
Pergerakan ini menunjukkan investor masih membatasi eksposur terhadap aset berisiko di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Harga Minyak Anjlok Tajam
Harga minyak mengalami penurunan tajam setelah sebelumnya melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun akibat kekhawatiran terhadap Konflik Timur Tengah.
Kontrak Brent Crude Oil turun sekitar 11% dan ditutup di kisaran 87,80 dolar per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate melemah sekitar 11,9% dan berakhir di sekitar 83,45 dolar per barel. Penurunan ini menjadi yang terbesar sejak Maret 2022. Koreksi tajam terjadi setelah pasar sebelumnya bereaksi kuat terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
Komentar dari Wells Fargo menyebutkan bahwa harga minyak kemungkinan kembali stabil di kisaran 65 hingga 75 dolar per barel karena fundamental ekonomi global dan kinerja perusahaan masih cukup kuat.
Saham Asia dan Eropa Menguat
Di luar Amerika Serikat, beberapa pasar saham global justru mencatat penguatan. Indeks STOXX Europe 600 naik sekitar 1,65% setelah sebelumnya turun selama tiga hari berturut-turut. Di Asia, indeks saham regional yang dilacak oleh MSCI juga meningkat sekitar 3%.
Pergerakan ini menunjukkan sebagian investor menilai dampak ekonomi dari ketegangan geopolitik kemungkinan hanya bersifat sementara.
Emas dan Bitcoin Menguat
Ketidakpastian global juga mendorong investor beralih ke aset lindung nilai. Harga emas naik sekitar 1,15% ke level 5.195 dolar per ons. Pada saat yang sama, Bitcoin menguat sekitar 1,58% hingga diperdagangkan di kisaran 70.094 dolar.
Pergerakan ini menunjukkan investor masih mencari perlindungan dari potensi volatilitas pasar selama ketegangan Konflik Timur Tengah berlangsung.
Prospek Harga Emas Rabu | 11 Maret 2026
Pergerakan emas pada grafik H4 terlihat mulai pulih setelah sebelumnya mengalami koreksi tajam dari area puncak di sekitar 5.370. Setelah sempat bergerak sideways, harga kini kembali menguat dan bergerak di sekitar 5.190, dengan posisi yang masih berada di sekitar garis SMA 50, menandakan tren jangka pendek mulai stabil.
Selama harga mampu bertahan di atas support 5.156, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 5.239. Jika level tersebut ditembus, penguatan berpotensi berlanjut menuju 5.288 hingga 5.336. RSI yang berada di atas level 50 juga menunjukkan momentum bullish mulai terbentuk.
Sebaliknya, jika harga turun di bawah 5.156, tekanan jual dapat meningkat dengan target penurunan menuju 5.116 dan selanjutnya 5.061 sebagai support berikutnya.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.206 R2 5.260 R3 5.305
S1 5.050 S2 4.996 S3 4.935
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 5.185 |
| Profit Target Level | 5.235 |
| Stop Loss Level | 5.156 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.280 |
| Profit Target Level | 5.240 |
| Stop Loss Level | 5.336 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 11 Maret 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 terlihat mengalami koreksi tajam setelah sebelumnya melonjak hingga area sekitar 119. Penurunan cepat tersebut membawa harga kembali ke area 80-an sebelum akhirnya mencoba stabil dan bergerak konsolidasi di sekitar 85.
Saat ini harga masih berada di atas SMA 50, yang menunjukkan tren menengah masih cenderung bullish. Selama harga mampu bertahan di atas support 81,14, peluang rebound masih terbuka dengan target kenaikan menuju resistance 91,36. Jika level tersebut berhasil ditembus, penguatan berpotensi berlanjut ke area 95,95 hingga 99,99.
Namun, jika tekanan jual kembali meningkat dan harga turun di bawah 81,14, koreksi dapat berlanjut menuju 77,91 dan selanjutnya ke 74,93 sebagai area support berikutnya. RSI yang berada di sekitar level 49 menunjukkan momentum masih netral setelah pelemahan tajam sebelumnya.
US Oil INTRADAY AREA
R1 91,36 R2 95,95 R3 99,99
S1 81,14 S2 77,91 S3 74,93
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 81,20 |
| Profit Target Level | 91,30 |
| Stop Loss Level | 77,80 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 91,30 |
| Profit Target Level | 85,00 |
| Stop Loss Level | 96,00 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
