Pasar Keuangan Global Tertekan Sentimen Risiko
Pasar keuangan global melemah pada Kamis setelah kekhawatiran terhadap besarnya biaya pengembangan kecerdasan buatan membebani saham global. Indeks saham dunia MSCI turun lebih dari 1% dan ditutup di 1.027,24, mencerminkan pelemahan selera risiko investor secara luas.
Wall Street dan Bursa Global Bergerak Melemah
Tekanan kuat terlihat di pasar saham Amerika Serikat. Dow Jones Industrial Average turun 592,58 poin atau 1,20% ke 48.908,72. Indeks S&P 500 melemah 1,23% dan ditutup di 6.798,40, sementara Nasdaq Composite terkoreksi 1,59% ke 22.540,59.
Di Eropa, indeks STOXX 600 pan-Eropa berakhir turun 1,05% seiring investor mencermati laporan keuangan perusahaan yang beragam.
Tekanan Saham Teknologi dan Isu Belanja AI
Saham teknologi kembali tertekan setelah rencana belanja modal besar memperkuat kekhawatiran terhadap profitabilitas. Saham Amazon anjlok lebih dari 10% setelah perusahaan mengumumkan rencana belanja tahun 2026 sebesar USD 200 miliar, jauh di atas ekspektasi pasar. Alphabet sebelumnya mengungkapkan rencana belanja modal hingga USD 185 miliar, atau sekitar 55% di atas perkiraan.
Tekanan pada saham teknologi mengikis daya tahan pasar secara keseluruhan meski rotasi ke saham siklikal dan value masih berlangsung.
Data Tenaga Kerja AS Dorong Pasar Obligasi
Pasar obligasi AS menguat setelah data tenaga kerja menunjukkan pelemahan. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun 8,8 basis poin ke 4,19%, sementara yield obligasi 30 tahun melemah 6,8 basis poin ke 4,8469%.
Yield Treasury 2 tahun, yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga The Fed, turun 9,8 basis poin ke 3,461%, sekaligus menyentuh level terendah dalam empat pekan.
Dolar AS Menguat, Pound dan Euro Tertekan
Di pasar mata uang, dolar AS menguat ke level tertinggi dua pekan. Indeks dolar naik 0,26% ke 97,94. Euro melemah 0,21% ke USD 1,1781.
Pound sterling turun 0,86% ke USD 1,3532 setelah Bank of England mempertahankan suku bunga dan memberi sinyal peluang penurunan suku bunga jika inflasi terus melandai. Penurunan pound turut mendorong pelemahan imbal hasil obligasi Inggris.
Terhadap yen Jepang, dolar AS menguat 0,13% ke 157,05, sementara yen melemah untuk hari keempat menjelang pemilu nasional Jepang.
Logam Mulia Alami Tekanan Tajam
Di pasar logam mulia, perak dan emas melemah seiring penguatan dolar AS dan aksi likuidasi investor. Komoditas perak spot anjlok 16,4% ke USD 73,62 per ons, setelah sempat menyentuh level terendah intraday di USD 72,21.
Harga emas spot turun 3,14% ke USD 4.806,58 per ons, setelah sebelumnya mencatat reli singkat pasca koreksi tajam dari level tertinggi.
Harga Minyak Turun Hampir 3%
Di pasar energi, harga minyak melemah tajam setelah Amerika Serikat dan Iran sepakat menggelar pembicaraan di Oman. Minyak mentah AS (WTI) ditutup turun 2,84% atau USD 1,85 ke USD 63,29 per barel.
Minyak Brent juga turun 2,75% atau USD 1,91 dan berakhir di USD 67,55 per barel.
Prospek Harga Emas Jumat | 06 Februari 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal bertahan di atas area resistance 5.023 dan 4.958, yang kini beralih fungsi sebagai area penahan kenaikan. Harga terlihat bergerak di bawah SMA 50, menandakan tren jangka menengah yang masih lemah, sementara RSI berada di sekitar level 39 yang menunjukkan momentum bearish masih dominan meski belum masuk area oversold.
Selama harga tetap tertahan di bawah 4.907, potensi penurunan lanjutan masih terbuka dengan target ke area support 4.674, kemudian 4.596 hingga 4.537, sebagaimana tercermin dari proyeksi pergerakan harga pada grafik.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.907 R2 4.958 R3 5.023
S1 4.674 S2 4.596 S3 4.537
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.600 |
| Profit Target Level | 4.700 |
| Stop Loss Level | 4.530 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.905 |
| Profit Target Level | 4.800 |
| Stop Loss Level | 4.960 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 06 Februari 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah gagal bertahan di atas area 63,82, dengan harga saat ini bergerak di bawah SMA 50 di sekitar 62,94. Kondisi ini membuka ruang tekanan lanjutan selama harga tertahan di bawah 63,82, dengan potensi penurunan mengarah ke area support 61,69, kemudian 61,08 hingga 60,08.
Sementara itu, skenario pemulihan baru akan terbuka jika harga mampu kembali menguat dan bertahan di atas 63,82, yang dapat mendorong kenaikan lanjutan menuju 64,63 hingga 65,49. RSI berada di sekitar level 47, mencerminkan momentum yang melemah dan mendukung peluang pergerakan korektif dalam jangka pendek.
US Oil INTRADAY AREA
R1 63,82 R2 64,63 R3 65,49
S1 61,69 S2 61,08 S3 60,08
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 61,70 |
| Profit Target Level | 63,00 |
| Stop Loss Level | 61,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 63,00 |
| Profit Target Level | 62,00 |
| Stop Loss Level | 63,90 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
