Pasar Saham AS Bergerak Terbatas
Pasar saham AS ditutup menguat tipis pada awal pekan, seiring investor yang masih menunggu kepastian terkait konflik di Timur Tengah. Aktivitas perdagangan relatif sepi setelah libur panjang, sehingga pergerakan indeks utama cenderung terbatas.
Indeks Dow Jones naik 0,36% ke 46.669,88, sementara S&P 500 menguat 0,44% ke 6.611,83. Nasdaq mencatat kenaikan 0,54% ke 21.996,34. Kenaikan ini menjadi reli keempat berturut-turut, meskipun belum menunjukkan momentum kuat.
Ketegangan AS-Iran Menahan Sentimen Pasar
Pasar saham AS masih dibayangi ketidakpastian geopolitik setelah Presiden Donald Trump kembali mengancam Iran. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat siap melakukan serangan jika tidak tercapai kesepakatan dalam waktu dekat.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth juga menyatakan bahwa intensitas serangan bisa meningkat. Sementara itu, pihak militer Iran menilai ancaman tersebut tidak realistis.
Situasi ini membuat pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu perkembangan terbaru.
Harga Minyak Naik karena Risiko Pasokan
Harga minyak ditutup menguat setelah sempat bergerak fluktuatif sepanjang sesi. Minyak mentah AS naik 0,78% ke USD112,41 per barel, sedangkan Brent menguat 0,68% ke USD109,77 per barel.
Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global, terutama jika konflik berdampak pada jalur distribusi energi utama.
Harga Emas Melemah Jelang Batas Waktu
Pasar saham AS juga mencerminkan pergeseran minat investor terhadap aset safe haven. Harga emas justru melemah tipis karena pelaku pasar menunggu kejelasan arah konflik sebelum mengambil posisi lebih besar.
Harga emas spot turun 0,42% ke USD4.656,21 per ounce. Penurunan ini terjadi karena investor belum melihat sinyal yang cukup kuat untuk meningkatkan permintaan aset lindung nilai, meskipun ketegangan geopolitik masih tinggi.
Sebaliknya, pergerakan perak relatif stabil dengan kenaikan tipis.
Data Ekonomi Perkuat Tekanan Inflasi
Data dari Institute for Supply Management menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor jasa melambat pada Maret. Namun, harga input bisnis meningkat mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa konflik yang berkepanjangan mulai memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi, terutama melalui kenaikan harga energi.
Obligasi dan Dolar Cenderung Stabil
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak terbatas, mencerminkan keseimbangan antara optimisme dan kekhawatiran pasar. Yield obligasi tenor 10 tahun berada di sekitar 4,34%, sementara tenor 2 tahun relatif stabil.
Di pasar mata uang, indeks dolar melemah tipis di tengah likuiditas yang rendah. Euro menguat, sementara yen Jepang bergerak stabil setelah adanya peringatan dari otoritas Jepang terkait volatilitas.
Prospek Harga Emas Selasa| 07 April 2026
Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan fase pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan turun yang cukup dalam, dengan harga kini bergerak di atas SMA 50 yang mulai melandai dan mengindikasikan potensi perubahan arah tren. Harga sempat menguji area resistance 4.742 namun gagal menembusnya, sehingga saat ini bergerak konsolidatif di sekitar 4.700–4.595.
Selama harga mampu bertahan di atas support 4.595, peluang rebound masih terbuka untuk kembali menguji 4.742 hingga 4.803. Namun jika tekanan jual meningkat dan harga turun menembus 4.595, maka koreksi berpotensi berlanjut menuju 4.523 hingga 4.480 sebagai support berikutnya. RSI yang berada di sekitar level netral juga menunjukkan momentum masih terbatas dan menunggu katalis lanjutan.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.700 R2 4.742 R3 4.803
S1 4.595 S2 4.523 S3 4.480
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.600 |
| Profit Target Level | 4.680 |
| Stop Loss Level | 4.520 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.700 |
| Profit Target Level | 4.610 |
| Stop Loss Level | 4.750 |
Prospek Harga US Oil Selasa| 07 April 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya berhasil menembus resistance 101,58 yang juga bertepatan dengan posisi SMA 50, sehingga mengonfirmasi perubahan momentum ke arah bullish. Setelah itu, harga mengalami reli cukup kuat sebelum akhirnya terkoreksi dan membentuk support baru di 108,83. Namun, struktur harga terbaru masih menunjukkan terbentuknya lower high, yang mengindikasikan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya hilang meskipun tren utama masih cenderung naik.
Selama harga mampu bertahan di atas 108,83, peluang untuk melanjutkan kenaikan masih terbuka dengan potensi pengujian kembali area 119,38 hingga 127,62. Sebaliknya, jika level 108,83 ditembus, maka koreksi berpotensi berlanjut lebih dalam menuju 101,58 sebagai support kunci yang kini menjadi area penopang utama.
US Oil INTRADAY AREA
R1 119,38 R2 127,62 R3 139,33
S1 108,83 S2 101,58 S3 96,42
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 109,00 |
| Profit Target Level | 119,00 |
| Stop Loss Level | 104,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 119,00 |
| Profit Target Level | 110,00 |
| Stop Loss Level | 122,00 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
