Pasar Saham Global Menguat ke Rekor Baru
Pasar saham global menguat untuk hari kelima berturut-turut pada Selasa dan mencapai rekor intraday, seiring meningkatnya aktivitas musim laporan keuangan di Amerika Serikat. Sentimen risiko tetap terjaga meski investor bersikap hati-hati menjelang pengumuman kebijakan Federal Reserve.
Di Wall Street, S&P 500 naik 0,41% ke level 6.978,60 dan mencatat rekor penutupan tertinggi sepanjang masa, sementara Nasdaq Composite menguat 0,91% ke 23.817,10. Sebaliknya, saat pasar saham global menguat, Dow Jones Industrial Average justru turun 0,83% atau 408,99 poin ke 49.003,41, terbebani pelemahan saham Boeing dan koreksi tajam UnitedHealth.
Musim Laba Tekan Dow, S&P 500 Tetap Solid
Tekanan pada Dow muncul setelah Boeing turun 1,6%, sementara UnitedHealth anjlok hampir 20% usai mengisyaratkan penurunan pendapatan tahun 2026. Pelemahan saham UnitedHealth menyumbang tekanan sekitar 420 poin terhadap Dow Jones.
Sektor asuransi kesehatan juga bergerak melemah menyusul proposal pemerintah AS terkait tingkat penggantian Medicare 2027 yang berada di bawah ekspektasi. Meski demikian, kekuatan saham-saham teknologi menjaga S&P 500 dan Nasdaq tetap berada di jalur penguatan.
Bursa Global dan Eropa Ikut Menguat
Di pasar global, MSCI World Index naik 0,85% ke 1.053,09 dan sempat mencetak rekor intraday 1.053,88, menandai reli lima hari beruntun terpanjang sepanjang tahun ini.
Sementara itu, indeks STOXX 600 Eropa ditutup menguat 0,58%, dengan saham perbankan melonjak sekitar 1,8% dan menjadi penopang utama penguatan kawasan.
Dolar AS Terpuruk Jelang The Fed
Di pasar mata uang, indeks dolar AS jatuh 0,9% ke 96,23 dan sempat menyentuh level terendah hampir empat tahun di 95,566. Pelemahan dolar terjadi di tengah ketidakpastian kebijakan dan meningkatnya perhatian pasar terhadap arah Federal Reserve.
Euro menguat 0,81% ke $1,1975, pound sterling naik 1,14% ke $1,3833, sementara dolar AS melemah terhadap yen Jepang ke 152,26, mendekati level terendah sejak akhir Oktober.
Yen menguat setelah muncul spekulasi potensi intervensi bersama antara Bank of Japan dan otoritas AS. Sebelumnya, mata uang Jepang sempat tertekan sejak Perdana Menteri Sanae Takaichi menjabat pada Oktober akibat kekhawatiran pembengkakan utang dan rencana stimulus fiskal.
Ketegangan Dagang Bayangi Asia
Di Asia, Korea Selatan berupaya menenangkan pasar setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan rencana kenaikan tarif impor otomotif dan barang lain. Langkah ini menambah daftar ancaman tarif Trump setelah pekan lalu menargetkan beberapa negara Eropa.
Meski demikian, won Korea justru menguat 0,97% ke 1.431,85 per dolar AS, mencerminkan respons positif pasar terhadap komitmen Seoul menjaga perjanjian dagang dengan Washington.
Emas dan Komoditas Melejit
Pelemahan dolar dan meningkatnya risiko geopolitik mendorong lonjakan komoditas. Emas spot melonjak 3,19% ke $5.174,09 per ons, setelah mencetak rekor intraday $5.186,59. Perak spot melesat 7,93% ke $121,13 per ons, memperpanjang reli kuat sejak awal pekan.
Goldman Sachs menyatakan masih terdapat risiko kenaikan signifikan pada harga emas hingga akhir tahun, sementara Deutsche Bank menilai pelemahan dolar dapat membuka ruang emas menuju level yang lebih tinggi.
Harga Minyak Menguat Usai Gangguan Produksi
Di pasar energi, minyak mentah WTI ditutup naik 2,9% ke $62,39 per barel, sedangkan Brent menguat 3,02% ke $67,57 per barel. Kenaikan harga dipicu badai musim dingin yang menghambat produksi dan menghentikan ekspor minyak mentah dari wilayah Teluk AS.
Prospek Harga Emas Rabu | 28 Januari 2026
Pada timeframe H4, harga emas masih bergerak dalam tren naik yang solid, ditopang oleh posisi harga yang konsisten berada di atas garis SMA 50. Harga saat ini bertahan di atas pivot point di area 5.125, yang menjaga bias bullish tetap dominan. Selama area ini mampu dipertahankan, emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance terdekat di 5.236, kemudian R2 di 5.299 hingga R3 di 5.410.
Namun, RSI yang berada di kisaran 74 mengindikasikan kondisi overbought, sehingga potensi koreksi teknikal tetap terbuka. Jika harga turun kembali di bawah 5.125, tekanan jual dapat membawa emas menguji support di 5.062, lalu S2 di 4.950 hingga 4.888 sebagai area penyangga berikutnya sebelum tren naik utama kembali diuji.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.236 R2 5.299 R3 5.410
S1 5.062 S2 4.950 S3 4.888
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 5.125 |
| Profit Target Level | 5.230 |
| Stop Loss Level | 5.060 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.236 |
| Profit Target Level | 5.150 |
| Stop Loss Level | 5.300 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 28 Januari 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga kembali bergerak di atas SMA 50. Harga juga mampu bertahan di atas pivot point di area 61,67. Selama level ini dipertahankan, peluang kenaikan masih terbuka menuju resistance di 63,26. Target kenaikan berikutnya berada di R2 64,13 dan R3 65,72.
Di sisi lain, RSI yang berada di sekitar 70 menandakan kondisi jenuh beli. Hal ini membuka peluang koreksi jangka pendek. Jika harga turun dan menembus 61,67, tekanan jual berpotensi membawa US Oil menguji support di 60,80. Penurunan lanjutan dapat mengarah ke 59,21 hingga 58,34 sebelum tren naik kembali mendapatkan pijakan.
US Oil INTRADAY AREA
R1 63,26 R2 64,13 R3 65,72
S1 60,80 S2 59,21 S3 58,34
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 61,70 |
| Profit Target Level | 63,20 |
| Stop Loss Level | 60,70 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 63,26 |
| Profit Target Level | 62,00 |
| Stop Loss Level | 64,15 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
