Pasar Saham Global Turun Usai Rekor Tertinggi
Pasar saham global turun setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi, dipicu kekhawatiran terhadap valuasi tinggi sektor teknologi. Koreksi ini terjadi meskipun laporan kinerja dari Nvidia menunjukkan hasil yang sangat kuat dan proyeksi pendapatan yang agresif.
Di S&P 500, indeks ditutup melemah 0,53%, sementara Nasdaq Composite turun 1,2%. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average hanya naik tipis 0,03%. Penurunan terbesar terjadi pada sektor teknologi dan layanan komunikasi, seiring aksi ambil untung setelah reli panjang.
Kekhawatiran Valuasi Tekan Saham Teknologi
Pasar saham global turun karena investor mulai mempertanyakan apakah valuasi saham teknologi masih wajar. Nvidia, yang sebelumnya menjadi motor utama reli pasar berbasis kecerdasan buatan, justru terkoreksi sekitar 5,5% meskipun mencatat kinerja yang melampaui ekspektasi.
Komentar pasar menyoroti bahwa ekspektasi terhadap perusahaan teknologi kini terlalu tinggi. Kondisi ini membuat setiap laporan keuangan harus sempurna untuk menjaga tren kenaikan harga saham. Ketidakpastian juga meningkat terkait siapa yang akan menjadi pemenang utama dalam persaingan industri AI ke depan.
Sejumlah saham teknologi besar ikut melemah, termasuk Alphabet, Apple, Amazon, dan Tesla.
Bursa Eropa Ikut Melemah
Di kawasan Eropa, indeks STOXX Europe 600 turun tipis 0,05% setelah menyentuh level tertinggi baru. Sementara itu, indeks global MSCI All Country World Index juga melemah sekitar 0,2%.
Penurunan ini menunjukkan bahwa sentimen kehati-hatian tidak hanya terjadi di Wall Street, tetapi juga meluas ke pasar global.
Ketegangan Geopolitik Dorong Aset Safe Haven
Pasar saham global turun juga dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait negosiasi nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Investor memilih aset aman di tengah ketidakjelasan hasil perundingan tersebut.
Harga minyak bergerak fluktuatif, dengan Brent ditutup di $70,75 per barel dan WTI di $66,21. Di sisi lain, obligasi pemerintah mengalami kenaikan harga, yang tercermin dari penurunan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun ke 4,012%.
Emas sebagai aset safe haven ikut menguat ke sekitar $5.185 per ons. Kenaikan ini didukung oleh meningkatnya permintaan lindung nilai terhadap risiko inflasi dan ketegangan global, meskipun ekspektasi penurunan suku bunga masih tertahan.
Dolar Menguat, Yen Ikut Menguat
Di pasar mata uang, dolar AS menguat terhadap beberapa mata uang utama. Euro melemah ke sekitar $1,1798, sementara franc Swiss juga tertekan.
Namun, yen Jepang justru menguat terhadap dolar. Penguatan ini terjadi setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi mengusulkan kandidat pro-stimulus untuk dewan Bank of Japan, yang memicu ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar.
Prospek Harga Emas Jumat | 27 Februari 2026
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat berada dalam fase konsolidasi setelah kenaikan sebelumnya, dengan harga bergerak sideways di area 5.100–5.217 yang menjadi zona kunci jangka pendek. Selama harga tetap bertahan di atas support 5.100 dan masih bergerak di atas SMA 50, bias bullish masih terjaga meskipun momentum cenderung melemah, tercermin dari RSI yang bergerak datar di sekitar level 50–60.
Jika terjadi breakout di atas 5.217, maka potensi kenaikan dapat berlanjut untuk menguji resistance berikutnya di 5.250 hingga 5.312. Namun, jika harga turun dan menembus 5.100, maka tekanan jual berpotensi meningkat dengan target penurunan menuju 5.046 hingga 4.989.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.217 R2 5.250 R3 5.312
S1 5.100 S2 5.046 S3 4.989
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 5.130 |
| Profit Target Level | 5.200 |
| Stop Loss Level | 5.090 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.215 |
| Profit Target Level | 5.130 |
| Stop Loss Level | 5.260 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 27 Februari 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah gagal bertahan di atas area resistance 67,05–67,73, dengan harga saat ini kembali mendekati area SMA 50 di sekitar 64,61. Selama harga masih bergerak di bawah resistance tersebut, tekanan koreksi cenderung meningkat, terutama jika terjadi penembusan di bawah 64,61 yang dapat membuka ruang penurunan lebih lanjut menuju 63,61 hingga 62,41.
Indikator RSI yang bergerak di bawah level 50 juga mengindikasikan pelemahan momentum, sehingga bias jangka pendek cenderung bearish. Namun, jika harga mampu kembali naik dan menembus 67,05, maka potensi penguatan bisa berlanjut untuk menguji resistance berikutnya di 67,73 hingga 68,55.
US Oil INTRADAY AREA
R1 67,05 R2 67,73 R3 68,55
S1 65,43 S2 64,61 S3 63,61
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 64,65 |
| Profit Target Level | 66,00 |
| Stop Loss Level | 63,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 67,05 |
| Profit Target Level | 66,00 |
| Stop Loss Level | 67,75 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
