Market Summary
Peluang trading emas jelang data CPI AS terlihat semakin menarik setelah harga emas (XAU/USD) naik untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan Rabu. Pada sesi Asia, emas sempat menyentuh area 5.223, mendekati level tertinggi dalam sepekan yang tercapai sehari sebelumnya.
Kenaikan ini terjadi seiring melemahnya dolar AS. Mata uang tersebut kesulitan melanjutkan rebound setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam sepekan. Pelemahan dolar dipicu oleh turunnya harga minyak yang dinilai tidak lagi cukup tinggi untuk menghambat kemungkinan Federal Reserve memangkas suku bunga.
Situasi ini memberi dukungan bagi emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika prospek penurunan suku bunga meningkat, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai biasanya ikut menguat.
Harga Minyak Turun Setelah Sinyal Perdamaian
Harga minyak sebelumnya melonjak ke level tertinggi sejak Juni 2022, namun kemudian turun tajam. Penurunan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa konflik di Timur Tengah dapat segera berakhir.
Selain itu, laporan Wall Street Journal menyebutkan bahwa International Energy Agency (IEA) mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarah untuk menekan harga energi di tengah konflik AS-Israel dengan Iran. Langkah ini membantu meredakan kekhawatiran lonjakan inflasi global akibat perang.
Meredanya kekhawatiran inflasi tersebut kembali meningkatkan harapan bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneternya. Kondisi ini kembali menekan dolar AS dan memberikan dukungan tambahan bagi harga emas.
Risiko Geopolitik Tetap Menopang Emas
Meski ada sinyal potensi de-eskalasi, konflik di Timur Tengah belum menunjukkan tanda berakhir. Iran dilaporkan mengalami serangan udara besar dari AS dan Israel pada Selasa. Di sisi lain, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) meningkatkan operasinya dan menargetkan infrastruktur teknologi milik AS dan sekutunya di kawasan tersebut.
Ketegangan ini membuat risiko geopolitik tetap tinggi. Kondisi tersebut menjaga permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Namun banyak trader masih menahan diri untuk membuka posisi besar karena pasar menunggu data ekonomi penting dari Amerika Serikat.
Dalam konteks ini, Peluang trading emas jelang data CPI AS menjadi perhatian utama pelaku pasar karena data inflasi dapat menentukan arah kebijakan suku bunga berikutnya.
Pasar Menunggu Data Inflasi Amerika Serikat
Fokus utama investor kini tertuju pada rilis Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat. Data inflasi Februari diperkirakan menunjukkan kenaikan 2,4% secara tahunan, sementara core CPI diproyeksikan naik 2,5%.
Jika inflasi lebih rendah dari perkiraan, dolar AS berpotensi melemah karena pasar akan memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Sebaliknya, data yang lebih tinggi bisa menekan emas karena peluang penurunan suku bunga menjadi lebih kecil.
Selain CPI, pasar juga akan mencermati Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index pada Jumat, yang merupakan indikator inflasi favorit Federal Reserve.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat pergerakan XAU/USD pada time frame H4 masih cenderung menguat dengan level pivot di 5.160. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka. Target terdekat berada di 5.235, kemudian 5.255, dan 5.300.
Resistance 1: 5.235 Resistance 2: 5.255 Resistance 3: 5.300
Support1: 5.160 Support 2: 5.125 Support 3: 5.090
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
