Market Summary
Peluang Trading Emas Jelang FOMC Meeting menguat setelah harga emas melonjak ke atas USD 5.200 per ounce dan mencetak rekor tertinggi baru. Kenaikan ini terjadi seiring pelemahan tajam dolar AS yang mendorong permintaan terhadap aset safe haven. Indeks dolar turun ke level terendah sejak Februari 2022, mencerminkan tekanan berkelanjutan terhadap mata uang tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak khawatir dengan pelemahan dolar dan menilai penurunannya masih dalam batas wajar. Pernyataan ini memperkuat persepsi pasar bahwa pemerintah AS nyaman dengan dolar yang lebih lemah guna mendukung daya saing ekspor.
Tekanan Dolar AS dan Ketidakpastian Kebijakan
Pelemahan dolar berlanjut untuk sesi kelima berturut-turut di tengah meningkatnya ketidakpastian kebijakan di Washington. Ancaman tarif baru terhadap negara lain serta pernyataan Trump yang kembali mengkritik independensi Federal Reserve menambah tekanan terhadap greenback.
Selain itu, spekulasi terkait potensi koordinasi intervensi mata uang antara Amerika Serikat dan Jepang untuk menopang yen turut membebani dolar. Kondisi ini membuat logam mulia, khususnya emas, tetap diminati sebagai aset lindung nilai di tengah gejolak kebijakan dan geopolitik.
Fokus Pasar Jelang FOMC Meeting
Menjelang FOMC Meeting, pasar secara luas memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,5%–3,75%. The Fed saat ini berada dalam fase jeda setelah memangkas suku bunga tiga kali tahun lalu, yang menurunkan biaya pinjaman ke level terendah sejak 2022.
Pelaku pasar mencermati sinyal mengenai waktu penurunan suku bunga berikutnya, di tengah perlambatan pertumbuhan tenaga kerja, stabilnya tingkat pengangguran, serta inflasi yang masih bertahan di atas target 2%. Dalam proyeksi sebelumnya, The Fed hanya mengindikasikan satu kali pemangkasan suku bunga pada 2026.
Emas Tetap Kuat Didukung Permintaan Global
Peluang Trading Emas Jelang FOMC Meeting juga diperkuat oleh faktor fundamental global. Pembelian emas oleh bank sentral tetap solid, sementara arus masuk ke ETF emas terus berlanjut. Sepanjang tahun berjalan, harga emas telah melonjak sekitar 20%, menunjukkan minat investor yang konsisten terhadap logam mulia.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish dengan level pivot di 5.220. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 5.330, kemudian 5.380, hingga 5.430.
Sebagai skenario alternatif, Trading Central menilai bahwa penurunan harga ke bawah level 5.220 dapat membuka ruang pelemahan lanjutan dengan potensi pengujian area support di kisaran 5.180–5.130.
Resistance 1: 5.330 Resistance 2: 5.380 Resistance 3: 5.430
Support1: 5.220 Support 2: 5.180 Support 3: 5.130
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
