Market Summary
Harga emas hari ini bergerak menguat dan kembali diperdagangkan di atas level $5.050 pada sesi Asia. Pelemahan dolar AS menopang pergerakan emas seiring meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve. Minat beli muncul setelah koreksi ringan, meski sentimen pasar yang relatif positif masih membatasi kenaikan lanjutan.
Tekanan terhadap dolar AS berlanjut karena pasar menilai kebijakan moneter AS akan lebih longgar ke depan. Kondisi ini membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas kembali menarik bagi pelaku pasar global.
Data Retail Sales AS Tekan Dolar
Tekanan dolar AS meningkat setelah data Retail Sales Amerika Serikat stagnan pada Desember. Penjualan ritel tidak berubah setelah sebelumnya naik 0,6% pada November dan meleset dari ekspektasi pasar. Secara tahunan, pertumbuhan penjualan ritel juga melambat, menandakan konsumsi mulai kehilangan momentum.
Data ini memperkuat pandangan bahwa pertumbuhan ekonomi AS melambat. Pasar pun meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, yang terus membebani pergerakan dolar dan mendukung emas.
Isu Independensi The Fed dan Pernyataan Pejabat
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh isu independensi bank sentral AS. Presiden AS Donald Trump menyatakan kemungkinan menggugat Kevin Warsh apabila kebijakan suku bunga tidak diturunkan. Pernyataan ini memicu kekhawatiran intervensi politik terhadap kebijakan moneter.
Gubernur The Fed Stephan Miran menegaskan bahwa independensi bank sentral secara penuh sulit diwujudkan. Komentar tersebut menambah tekanan terhadap dolar AS, meski sejumlah pejabat regional The Fed masih menahan ekspektasi pemangkasan agresif.
Presiden Fed Dallas Lorie Logan menyebut pasar tenaga kerja mulai stabil, sementara inflasi tetap berada di atas target 2%. Ia menilai posisi kebijakan moneter saat ini sudah mendekati level netral. Presiden Fed Cleveland Beth Hammack juga menilai suku bunga berada di sekitar titik netral dan memberi ruang bagi The Fed untuk menunggu data lanjutan.
Fokus Pasar ke Nonfarm Payrolls AS
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis data Nonfarm Payrolls AS yang tertunda. Pasar memperkirakan penambahan tenaga kerja sekitar 70 ribu pada Januari, dengan tingkat pengangguran tetap di 4,4%. Data ini berpotensi memicu volatilitas tinggi pada dolar AS dan emas.
Hasil laporan ketenagakerjaan akan menjadi kunci dalam membentuk ekspektasi arah kebijakan The Fed. Data yang lemah berpeluang memperkuat harga emas hari ini, sementara kejutan positif bisa menahan laju penguatan emas.
Sentimen Global Masih Batasi Kenaikan Emas
Meskipun prospek suku bunga lebih rendah mendukung emas, meredanya ketegangan geopolitik global mengurangi permintaan aset safe haven. Kondisi ini membuat pasar cenderung menunggu katalis baru sebelum mendorong harga lebih tinggi.
Dengan kombinasi sentimen tersebut, harga emas hari ini masih bergerak hati-hati menjelang rilis data tenaga kerja AS. Arah pergerakan selanjutnya sangat bergantung pada hasil Nonfarm Payrolls dan respons pasar terhadap kebijakan moneter AS.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 5.000. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 5.085. Apabila level ini berhasil ditembus, penguatan berpotensi berlanjut menuju area resistance berikutnya di kisaran 5.145 hingga 5.230.
Sebagai skenario alternatif, pelemahan di bawah level 5.000 berpotensi memicu tekanan jual lanjutan yang dapat membawa harga menguji area support di 4.945 hingga 4.905.
Resistance 1: 5.085 Resistance 2: 5.145 Resistance 3: 5.230
Support1: 5.000 Support 2: 4.945 Support 3: 4.905
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
