Saham AS Melemah Setelah Data Beragam
Saham AS melemah pada perdagangan Kamis setelah rilis data ekonomi yang beragam serta proyeksi mengecewakan dari Walmart. Wall Street turun karena investor mulai mengevaluasi kekuatan konsumsi domestik dan arah rotasi sektor di pasar.
Indeks utama Wall Street bergerak turun tipis. Dow Jones Industrial Average turun 0,54% ke 49.395,16, sementara S&P 500 melemah 0,28% ke 6.861,91 dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,31% ke 22.682,73.
Komentar pasar menunjukkan bahwa investor kini menimbang data ekonomi terbaru dan sinyal dari sektor ritel terkait kekuatan konsumen. Selain itu, pelaku pasar mulai mempertanyakan apakah rotasi dari saham teknologi berkapitalisasi besar masih berlanjut atau mulai kehilangan momentum.
Data Ekonomi dan Arah Kebijakan The Fed
Saham AS melemah juga dipengaruhi oleh data klaim pengangguran yang menurun, menandakan pasar tenaga kerja tetap solid. Namun, defisit perdagangan barang AS melebar ke rekor tertinggi akibat lonjakan impor meskipun tarif diberlakukan oleh Donald Trump.
Fokus investor kini tertuju pada laporan PCE yang akan dirilis oleh U.S. Department of Commerce, yang diperkirakan menunjukkan inflasi kembali meningkat.
Risalah rapat Federal Reserve juga mengindikasikan adanya perbedaan pandangan terkait penurunan suku bunga. Kondisi pasar tenaga kerja yang masih cukup kuat membuat bank sentral cenderung berhati-hati dalam menentukan langkah kebijakan selanjutnya.
Bursa Global Ikut Terkoreksi
Pasar saham global bergerak searah dengan Wall Street. Indeks STOXX 600 turun 0,53% setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi. Saham perusahaan besar seperti Airbus dan Rio Tinto turut membebani sentimen.
Sementara itu, indeks global MSCI turun 0,28%. Di Asia, pergerakan cenderung positif dengan Nikkei 225 naik 0,57%.
Harga Minyak Naik karena Ketegangan AS-Iran
Harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam enam bulan terakhir akibat kekhawatiran gangguan pasokan. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan ini.
Minyak mentah AS ditutup naik 1,90% ke $66,43 per barel, sedangkan Brent naik 1,86% ke $71,66. Risiko geopolitik di Timur Tengah meningkatkan permintaan terhadap aset komoditas, termasuk minyak dan emas.
Dolar Menguat, Emas Tertahan
Indeks dolar AS menguat 0,19% ke 97,88, didukung data tenaga kerja yang solid. Terhadap yen Jepang, dolar naik ke 155,09, sementara euro melemah ke $1,1768.
Di pasar obligasi, imbal hasil bervariasi seiring evaluasi kebijakan suku bunga The Fed. Yield obligasi 10-tahun turun ke 4,075%, sedangkan yield 2-tahun naik ke 3,472%.
Harga emas spot naik tipis 0,46% ke $5.002,19 per ons. Pergerakan emas cenderung terbatas karena tarik-menarik antara permintaan safe haven akibat risiko geopolitik dan tekanan dari sinyal kebijakan moneter yang masih hawkish.
Prospek Harga Emas Jumat | 20 Februari 2026
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat masih bergerak sideways dalam range yang cukup jelas, dengan harga tertahan di area resistance 5.046–5.100 dan support di kisaran 4.906 hingga 4.842. Area yang diarsir menunjukkan fase konsolidasi setelah penurunan tajam sebelumnya, menandakan pasar masih mencari arah berikutnya.
Harga saat ini bergerak di sekitar garis SMA 50 yang cenderung datar, mencerminkan momentum yang netral tanpa dominasi tren kuat. Sementara itu, RSI berada di sekitar level 55, mengindikasikan kondisi netral dengan sedikit kecenderungan bullish namun belum cukup kuat untuk mendorong breakout.
Selama harga mampu bertahan di atas 5000, peluang rebound ke 5.046 hingga 5.100 tetap terbuka. Sebaliknya, jika gagal bertahan dan turun di bawah 5000, tekanan bearish berpotensi mendorong harga turun ke 4.906 hingga 4.842.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.000 R2 5.046 R3 5.100
S1 4.906 S2 4.842 S3 4.762
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.910 |
| Profit Target Level | 4.990 |
| Stop Loss Level | 4.840 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.000 |
| Profit Target Level | 4.940 |
| Stop Loss Level | 5.050 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 20 Februari 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan momentum bullish yang cukup kuat setelah berhasil breakout dari area konsolidasi di sekitar 63,61. Kenaikan yang agresif membawa harga saat ini mendekati resistance 67,05, dengan struktur higher high yang mulai terbentuk.
Harga juga bergerak di atas SMA 50, menandakan tren naik masih dominan dalam jangka pendek. Sementara itu, RSI berada di sekitar 74,66 yang menunjukkan kondisi overbought, sehingga membuka peluang terjadinya koreksi jangka pendek sebelum melanjutkan kenaikan.
Selama harga mampu bertahan di atas area 65,43 hingga 64,61 sebagai support terdekat, tren bullish berpotensi berlanjut untuk menguji 67,05 hingga 67,73. Namun, jika terjadi koreksi lebih dalam dan menembus 64,61, maka harga berisiko kembali melemah menuju area 63,61.
US Oil INTRADAY AREA
R1 67,05 R2 67,73 R3 68,55
S1 65,43 S2 64,61 S3 63,61
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 65,45 |
| Profit Target Level | 67,00 |
| Stop Loss Level | 64,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 67,05 |
| Profit Target Level | 66,00 |
| Stop Loss Level | 67,75 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
