Saham Global Reli Dipimpin Sektor Teknologi AS
Saham global reli pada awal pekan seiring aksi beli murah setelah tekanan tajam pekan lalu. Indeks Dow Jones naik 31,97 poin atau 0,07% ke 50.149,46, bertahan di atas level psikologis 50.000 setelah mencetak rekor penutupan baru pada Jumat. S&P 500 menguat 40,27 poin atau 0,58% ke 6.972,60, sementara Nasdaq Composite melonjak paling besar dengan kenaikan 234,24 poin atau 1,02% ke 23.266,32.
Penguatan Nasdaq dipicu rebound saham teknologi, khususnya sektor perangkat lunak, yang sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran margin akibat intensitas persaingan di era kecerdasan buatan. Pola buy the dip kembali mendominasi, terutama dari investor ritel yang memanfaatkan koreksi harga.
Bursa Jepang Cetak Rekor, Yen Berbalik Menguat
Saham global reli semakin solid setelah pasar Asia dipimpin Jepang. Indeks Nikkei melonjak 3,9% dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, didorong kemenangan telak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Hasil pemilu tersebut membuka ruang bagi peningkatan belanja pemerintah dan pemangkasan pajak.
Penguatan pasar saham Jepang mendorong imbal hasil obligasi pemerintah tenor dua tahun naik ke 1,3%, level tertinggi sejak 1996. Yen menguat tajam dan membalikkan pelemahan enam sesi beruntun. Terhadap dolar AS, yen menguat 0,91% ke level 155,77 per dolar, menandai pemulihan signifikan setelah volatilitas tinggi di akhir Januari.
Tekanan Politik Inggris Mereda, FTSE 100 Berbalik Naik
Di Eropa, Inggris sempat menjadi sumber tekanan pasar setelah Perdana Menteri Keir Starmer menghadapi desakan mundur dari pimpinan partainya di Skotlandia, menyusul pengunduran diri dua ajudan kunci dalam dua hari berturut-turut. Kondisi tersebut menekan pasar saham dan obligasi Inggris di awal sesi.
Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris tenor 10 tahun sempat menyentuh 4,6%, sementara yield tenor 30 tahun naik ke level tertinggi sejak November. Namun, tekanan mereda menjelang akhir sesi. Indeks FTSE 100 berhasil menghapus pelemahan awal dan ditutup menguat, mencerminkan stabilisasi sentimen di pasar Inggris.
Secara regional, indeks STOXX 600 Eropa naik 0,7%, sejalan dengan membaiknya minat risiko global.
Dolar Melemah Jelang Data Penting AS
Saham global reli terjadi bersamaan dengan pelemahan dolar AS. Indeks dolar turun 0,8% ke 96,83. Euro menguat 0,85% ke 1,1917 dolar, sementara yen mencatat penguatan paling menonjol terhadap greenback.
Pasar menantikan rilis data ekonomi Amerika Serikat yang krusial bagi arah kebijakan Federal Reserve. Laporan nonfarm payrolls Januari dijadwalkan rilis Rabu, disusul data inflasi konsumen pada Jumat. Pelaku pasar kini memproyeksikan pemangkasan suku bunga pertama tahun ini pada Juni.
Imbal hasil US Treasury bergerak turun menjelang rilis data tersebut. Yield obligasi AS tenor 10 tahun melemah 0,4 basis poin ke 4,202%, menandakan meningkatnya kehati-hatian investor.
Perak Melonjak Tajam, Emas Kembali Bersinar
Di pasar logam mulia, perak mencatat lonjakan tajam sebesar 6,3% ke level 82,86 dolar per ons setelah performa lemah pekan sebelumnya. Harga perak masih bergerak di bawah rekor tertinggi 121,64 dolar yang tercapai pada 29 Januari, namun rebound ini menunjukkan kembalinya minat beli spekulatif.
Emas juga menguat signifikan, naik lebih dari 2% ke sekitar 5.070 dolar per ons, level tertinggi dalam lebih dari sepekan. Pelemahan dolar AS, penurunan imbal hasil riil, serta meningkatnya permintaan aset lindung nilai menjelang rilis data ekonomi AS menopang pergerakan harga. Mary Daly menyatakan keterbukaan terhadap satu hingga dua kali pemangkasan suku bunga, memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar. Bank sentral China kembali memperpanjang pembelian emas resmi untuk bulan kelima belas berturut-turut, menjaga permintaan institusional tetap kuat.
Harga Minyak Naik Didorong Risiko Geopolitik
Harga minyak mentah menguat setelah Departemen Transportasi AS mengeluarkan imbauan kepada kapal berbendera AS untuk menjaga jarak sejauh mungkin dari wilayah Iran saat melintasi Selat Hormuz dan Teluk Oman. Langkah ini kembali mengangkat premi risiko geopolitik di pasar energi.
Minyak mentah AS naik 81 sen dan ditutup di 64,36 dolar per barel, sementara Brent menguat 99 sen ke 69,04 dolar per barel. Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran gangguan pasokan, meski risiko konflik langsung dinilai belum sepenuhnya meningkat.
Prospek Harga Emas Selasa | 10 Februari 2026
Pada time frame H4, pergerakan emas terlihat berada dalam fase konsolidasi setelah rebound dari tekanan tajam sebelumnya, dengan harga bergerak di bawah area resistance 5.091 dan masih tertahan di sekitar SMA 50. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas area resistance tersebut, risiko pelemahan masih terbuka dengan potensi penurunan menuju support 4.982, kemudian 4.894 hingga 4.824.
Namun, jika harga berhasil breakout ke atas zona konsolidasi dan menembus 5.091 secara valid, peluang penguatan lanjutan akan terbuka untuk menguji resistance berikutnya di area 5.146- 5.205. RSI H4 berada di sekitar 59 dan bergerak naik, menunjukkan momentum bullish mulai terbentuk meski belum sepenuhnya dominan.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.091 R2 5.146 R3 5.205
S1 4.982 S2 4.894 S3 4.824
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.895 |
| Profit Target Level | 4.980 |
| Stop Loss Level | 4.850 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | Breakout 4.980 |
| Profit Target Level | 4.900 |
| Stop Loss Level | 5.045 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 10 Februari 2025
Pada time frame H4, pergerakan US Oil masih berada dalam struktur bullish dengan harga bertahan di atas SMA 50 dan trendline naik, sementara RSI(14) berada di sekitar 55, yang menunjukkan momentum beli masih terjaga dan mendukung kelanjutan tren naik meski belum berada di fase overbought.
Selama harga mampu bertahan di atas area 63,61 yang bertepatan dengan SMA 50, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance 64,81, kemudian 65,49 hingga 66,41. Namun, jika harga menembus ke bawah 63,61, tekanan jual berpotensi meningkat dengan target penurunan menuju 62,17, lalu 61,08 yang bertepatan dengan area support trendline naik.
US Oil INTRADAY AREA
R1 65,49 R2 66,41 R3 67,05
S1 63,61 S2 62,17 S3 61,08
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 63,70 |
| Profit Target Level | 64,70 |
| Stop Loss Level | 63,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | Breakout 63,60 |
| Profit Target Level | 62,30 |
| Stop Loss Level | 64,60 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
