Peluang Trading Emas Catat Rekor Baru
Peluang trading emas semakin terbuka setelah harga emas spot naik 0,6% ke level $3.769,48 per ons, mencetak rekor tertinggi baru. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga menguat 0,7% menjadi $3.801,70. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, di mana investor menunggu arahan lebih lanjut dari pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell.
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Dorong Emas
Ekspektasi pasar menguat bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Oktober dan Desember. Alat CME FedWatch menunjukkan probabilitas masing-masing 90% dan 73%. Lingkungan suku bunga rendah biasanya menjadi katalis positif bagi emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).
Permintaan Emas Global Tetap Solid
Selain faktor kebijakan moneter, peluang trading emas juga diperkuat oleh tingginya permintaan fisik dari India menjelang musim festival. Premi emas fisik di India bahkan naik ke level tertinggi dalam 10 bulan terakhir meskipun harga berada di rekor tertinggi. Sementara itu, minat beli dari investor institusional meningkat, terlihat dari pergeseran portofolio dari saham ke emas.
Dukungan dari ETF dan Permintaan Asia
Dari sisi investasi, kepemilikan SPDR Gold Trust—ETF emas terbesar di dunia—naik 0,60% menjadi 1.000,57 ton, level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun. Faktor lain yang dipantau pasar adalah keberlanjutan permintaan emas India, potensi rebound permintaan dari Tiongkok, serta arus masuk berkelanjutan ke ETF. Semua elemen ini mendukung prospek bullish bagi emas dalam jangka pendek.
Data PMI AS Jadi Fokus Berikutnya
Selain menanti pidato Powell, pasar juga mencermati rilis data PMI Manufaktur dan Jasa AS. Berdasarkan konsensus, PMI Manufaktur diperkirakan turun ke 52,2 dari sebelumnya 53,0, sementara PMI Jasa diprediksi melemah ke 54,0 dari 54,5.
Jika data rilis lebih lemah dari perkiraan, maka peluang trading emas berpotensi menguat karena pasar akan semakin yakin terhadap prospek pelonggaran kebijakan moneter The Fed. Sebaliknya, apabila PMI justru lebih baik dari ekspektasi, maka dolar AS bisa mendapat dukungan jangka pendek dan membatasi kenaikan emas.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 3.748. Selama harga bergerak di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 3.790. Jika area tersebut berhasil ditembus, potensi penguatan bisa berlanjut menuju resistance berikutnya di 3.810–3.830.
Namun, jika harga justru menembus ke bawah 3.748, skenario koreksi berpeluang membawa emas turun ke area support 3.728–3.712.
Resistance 1: 3.790 Resistance 2: 3.810 Resistance 3: 3.830
Support1: 3.748 Support 2: 3.728 Support 3: 3.712
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan tren naik yang cukup kuat dengan harga bergerak di atas SMA 50 biru sebagai support dinamis. Saat ini harga berada sedikit di atas level pivot point 3726,64 dan mendekati resistance 3741,17.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tren bearish setelah harga menembus ke bawah garis SMA 50 dan gagal bertahan di atas area support yang kini menjadi resistance di 63,19. Saat ini harga bergerak di kisaran 62,25 dengan RSI di level 41,55 yang masih menunjukkan momentum bearish.
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan tren naik yang masih terjaga dengan harga bergerak di atas garis MA utama. Saat ini harga sedang berada di atas level pivot 3.666.88 dan mendekati area resistance 3.701.39. Indikator RSI berada di sekitar 61, menandakan momentum bullish masih cukup kuat namun belum masuk ke area overbought.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan tekanan bearish. Harga gagal bertahan di atas area resistance 63.19 dan kini bergerak di bawah SMA 50. Saat ini, harga mendekati level support 62.02 dengan RSI di sekitar 39. Kondisi ini mengindikasikan momentum bearish masih dominan meski belum masuk ke area oversold.
Pergerakan emas pada time frame H4 memperlihatkan bahwa tren naik kuat sejak pertengahan Agustus mulai kehilangan momentum setelah harga gagal bertahan di area resistance 3.691–3.707. Setelah itu, harga membentuk pola koreksi dan bergerak di bawah SMA 50 yang sebelumnya menjadi support dinamis, mengindikasikan potensi perubahan sentimen dari bullish ke bearish dalam jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan adanya sinyal pemulihan setelah harga berhasil menembus garis tren turun dan kini bergerak di sekitar level 63,19 yang berdekatan dengan SMA 50. Kondisi ini mengindikasikan potensi perubahan sentimen dari bearish ke netral–bullish dalam jangka pendek.
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan tren naik yang cukup kuat namun saat ini harga sedang melakukan koreksi setelah gagal menembus area resistance di sekitar 3707. RSI memperlihatkan adanya bearish divergence, yang mengindikasikan potensi pelemahan momentum.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan harga berhasil menembus trendline turun dan kini bergerak di atas SMA 50 dengan RSI yang menguat mendekati area netral-atas, mengindikasikan potensi kelanjutan kenaikan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga emas pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 3.673. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, potensi penurunan bisa berlanjut untuk menguji area support terdekat di 3.657. Jika support ini ditembus, tekanan jual berpeluang mendorong harga lebih rendah ke area 3.640–3.625.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat harga masih berada dalam tren naik yang kuat ditopang oleh pergerakan di atas SMA 50, namun saat ini bergerak mendekati area jenuh beli dengan RSI di kisaran 70 sehingga potensi koreksi jangka pendek bisa muncul.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga berhasil menembus trenline turun dan kini bergerak di atas SMA 50, menunjukkan potensi perubahan arah menjadi bullish. RSI berada di kisaran 62 yang masih memberi ruang untuk kenaikan lebih lanjut.
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan tren naik yang masih terjaga dengan harga bergerak konsisten di atas SMA 50 sebagai support dinamis. Selama harga bertahan di atas pivot point 3.664,15 dan support 3.642,91, tekanan beli tetap dominan dengan peluang melanjutkan kenaikan ke resistance utama 3.701,83. Jika level ini berhasil ditembus, target kenaikan berikutnya terbuka ke area 3.723,07 hingga 3.760,75.
Pergerakan US Oil di time frame H4 menunjukkan harga sedang mencoba bangkit setelah sempat tertekan dan kini bergerak di atas support 62,72 dengan kecenderungan menguji resistance terdekat di 63,61. Jika level ini berhasil ditembus, peluang kenaikan bisa berlanjut ke area 63,94 hingga 64,47. Posisi harga saat ini masih berada di sekitar SMA 50 yang menurun, sehingga level ini bisa menjadi tantangan bagi buyer untuk mempertahankan momentum bullish.
Pergerakan emas di time frame H4 masih bergerak dalam tren naik yang solid, ditopang oleh pergerakan harga di atas garis SMA 50 serta momentum yang tetap positif dengan RSI berada di kisaran 58. Saat ini, area 3.620 – 3.600 berperan sebagai zona support penting yang menjaga kesinambungan tren bullish.
Pergerakan US Oil di time frame H4 menunjukkan kecenderungan bearish setelah gagal bertahan di atas area resistance 63,14–63,61 dan kembali ditekan ke bawah SMA 50. Tekanan jual ini membuka peluang harga melanjutkan pelemahan menuju support 61,94 dan 61,44, bahkan hingga 60,83 jika momentum bearish berlanjut.
Arah Pasar ke Depan
