Saham Global Naik ke Rekor Baru
Saham global naik ke level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Kamis, didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Data tenaga kerja AS yang melemah membuat investor lebih fokus pada prospek pelonggaran kebijakan moneter ketimbang inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan. Di Wall Street, Dow Jones melonjak 1,36% ke 46.108, S&P 500 naik 0,85% ke 6.587, dan Nasdaq menguat 0,72% ke 22.043.
Inflasi AS Naik, Klaim Pengangguran Sentuh Tertinggi Sejak 2021
Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 0,4% pada Agustus, kenaikan terbesar dalam tujuh bulan, terutama dipicu oleh biaya perumahan dan pangan. Namun, klaim pengangguran melonjak 27.000 menjadi 263.000, tertinggi sejak Oktober 2021, jauh melampaui ekspektasi. Data ini memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pekan depan, dengan peluang tambahan pemangkasan pada Oktober dan Desember.
Imbal Hasil Obligasi Turun, Dolar AS Melemah
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sempat jatuh di bawah 4%, level terendah lima bulan. Sementara itu, dolar melemah terhadap mayoritas mata uang utama, termasuk euro, yen, sterling, peso Meksiko, dan dolar Kanada, karena ekspektasi pemangkasan suku bunga semakin menguat.
Minyak Tergelincir Setelah Tiga Hari Menguat
Harga minyak berbalik melemah lebih dari $1 setelah tiga hari berturut-turut naik, seiring kekhawatiran atas pelemahan permintaan AS dan potensi kelebihan pasokan global. WTI ditutup turun 2,04% ke $62,37 per barel, sementara Brent melemah 1,66% ke $66,37 per barel. Faktor geopolitik terkait konflik di Timur Tengah dan Ukraina hanya memberikan dukungan terbatas.
Emas Bertahan Dekat Rekor Tertinggi
Harga emas spot ditutup mendatar di $3.630 per ons, tetap dekat rekor tertinggi yang dicapai awal pekan ini. Investor masih menimbang kombinasi data inflasi yang lebih tinggi dan klaim pengangguran yang meningkat, yang memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah juga memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Prospek harga Emas Jumat | 12 September 2025
Pergerakan emas di time frame H4 masih bergerak dalam tren naik yang solid, ditopang oleh pergerakan harga di atas garis SMA 50 serta momentum yang tetap positif dengan RSI berada di kisaran 58. Saat ini, area 3.620 – 3.600 berperan sebagai zona support penting yang menjaga kesinambungan tren bullish.
Selama harga mampu bertahan di atas area ini, potensi kenaikan menuju resistance 3.656 tetap terbuka, dengan target lanjutan di 3.675 hingga 3.700. Sebaliknya, penembusan ke bawah 3.580 yang berdekatan dengan SMA 50 berpotensi melemahkan sentimen bullish dan menjadi sinyal awal perubahan tren menuju fase korektif yang lebih dalam.
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.656 R2 3.675 R3 3.700
S1 3.620 S2 3.600 S3 3.580
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.620 |
| Profit Target Level | 3.650 |
| Stop Loss Level | 3.600 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.656 |
| Profit Target Level | 3.625 |
| Stop Loss Level | 3.675 |
Prospek harga US Oil Jumat | 12 September 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan pelemahan setelah gagal bertahan di atas area resistance 63,14 – 63,61. Harga kini kembali bergerak di bawah garis SMA 50, yang menandakan tekanan jual masih dominan. RSI berada di level 37, mendekati area oversold. Kondisi ini memberi ruang bagi koreksi lebih lanjut.
Selama harga berada di bawah 62,75, tekanan bearish berpotensi membawa harga menuju support 61,94. Target lanjutan pelemahan ada di 61,44 hingga 60,83. Sebaliknya, kenaikan kembali di atas 63,14 bisa menjadi sinyal perbaikan sentimen. Meski begitu, area 63,61 tetap menjadi resistance kunci yang harus ditembus untuk membalikkan arah tren.
US Oil INTRADAY AREA
R1 62,75 R2 63,14 R3 63,61
S1 61,94 S2 61,44 S3 60,83
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 61,95 |
| Profit Target Level | 62,75 |
| Stop Loss Level | 61,40 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 62,75 |
| Profit Target Level | 61,95 |
| Stop Loss Level | 63,15 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disiniGRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan tren naik yang masih kuat dengan harga berada di atas SMA 50 dan RSI di level 64 yang masih mendukung momentum bullish. Saat ini harga sedang melakukan konsolidasi di area 3.640, dengan potensi koreksi turun menuju support 3.620–3.600 sebelum melanjutkan kenaikan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan adanya pemulihan harga setelah membentuk pola higher low dengan support kuat di sekitar 62.92–62.53. Saat ini harga bergerak di atas level 63,61 yang sekaligus berdekatan dengan garis SMA 50, menandakan potensi penguatan lanjutan. Resistance terdekat berada di 64,07, dan jika berhasil ditembus maka peluang kenaikan menuju 64,49 hingga 64,80 akan semakin terbuka.
Pergerakan emas pada timeframe H4 menunjukkan tren naik yang kuat dengan harga saat ini berada di atas garis SMA 50, menandakan momentum bullish masih dominan. Namun, indikator RSI sudah berada di area overbought sekitar 71 dan bahkan membentuk bearish divergence, yang bisa menjadi sinyal potensi koreksi. Level pivot 3.620,26 menjadi support terdekat, sementara resistance terdekat berada di 3.661,07.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan tren turun yang masih dominan dengan harga bergerak di bawah garis SMA 50. Setelah penurunan tajam, harga sempat melakukan pullback ke area resistance 62,95 namun gagal menembusnya dan berpotensi melanjutkan penurunan menuju support terdekat di 61,44.
Pergerakan harga emas di time frame H4 menunjukkan tren naik dengan posisi candle berada di atas SMA 50 dan mendekati area resistance R1 di 3613.51. Namun, indikator RSI menunjukkan adanya bearish divergence karena harga membentuk higher high sementara RSI membentuk lower high, yang menandakan potensi pelemahan momentum.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 di terlihat harga berada dalam tren turun dengan posisi candle di bawah SMA 50, namun saat ini berusaha melakukan pullback setelah menyentuh area oversold pada indikator RSI yang berada di level 29,53.
Pergerakan emas di timeframe H4 menunjukkan tren naik yang kuat setelah menembus resistance sebelumnya. Posisi harga berada di atas SMA 50 sehingga tren masih terjaga. RSI saat ini berada di level 67, menandakan momentum bullish cukup solid namun mendekati area overbought.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan pelemahan setelah harga gagal bertahan di atas trendline naik dan juga menembus ke bawah SMA 50. Saat ini harga bergerak di bawah area support penting 64,02–64,26 yang kini berubah menjadi resistance, sehingga tekanan jual masih dominan.
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan tren yang jelas bullish setelah harga berhasil menembus area konsolidasi sebelumnya dan bergerak jauh di atas garis SMA 50 yang berfungsi sebagai support dinamis. Saat ini harga berada sedikit di atas level pivot 3.556,39 dan mendekati resistance pertama di 3.586,47. RSI berada pada level 78,41 yang menandakan kondisi overbought, sehingga potensi koreksi dalam jangka pendek cukup terbuka.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 memperlihatkan bahwa harga gagal bertahan di atas trendline naik yang ditarik sejak pertengahan Agustus, sekaligus menembus ke bawah garis SMA 50 yang sebelumnya berfungsi sebagai support dinamis. Penurunan tajam dari area resistance 65,17 menunjukkan tekanan jual yang cukup kuat. Saat ini harga berada di kisaran 63,77 dengan RSI pada level 41,73, yang menandakan momentum bearish mulai mendominasi meskipun belum mencapai kondisi oversold.
Pada time frame H4, pergerakan emas menunjukkan tren naik yang solid setelah berhasil menembus ke atas Simple Moving Average (SMA) 50. Saat ini harga berada di atas level pivot 3.515,38 dan tengah mengarah ke resistance pertama (R1) di 3.560,94. Kuatnya momentum bullish mengindikasikan dominasi buyer, terlebih selama harga tetap bertahan di atas SMA 50 yang kini berperan sebagai support dinamis.
Pada grafik H4, harga US Oil saat ini sedang menguji resistance penting di 65,80. Level ini menjadi area kunci, karena apabila berhasil ditembus maka peluang kenaikan terbuka menuju resistance berikutnya di 66,37 hingga 66,69. Struktur harga menunjukkan tren yang positif dengan dukungan trenline naik sejak pertengahan Agustus serta posisi harga yang sudah berada di atas SMA 50, menandakan dominasi buyer masih terjaga.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 berpotensi melemah dengan level pivot di 3.489. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun dapat berlanjut untuk menguji area support 3.463–3.436.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berpotensi bullish dengan level pivot di 3.406. Selama harga bergerak di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 3.423–3.442.
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan tren naik yang masih terjaga. Harga berhasil menembus resistance di area 3.383 dan 3.395. Saat ini harga bergerak di atas garis tren naik dan juga di atas SMA 50. Kondisi ini mengindikasikan momentum bullish yang tetap kuat.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 terlihat harga saat ini sedang mencoba melanjutkan pemulihan setelah sebelumnya bergerak dalam tren turun. Harga menemukan support kuat di area 62,50 hingga 62,99. Dari titik ini, harga bangkit dan bergerak di atas garis tren naik serta menembus SMA 50.
