Dollar AS Tertekan oleh Gejolak Politik The Fed
Dollar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap mata uang utama pada Selasa setelah langkah mengejutkan Presiden Donald Trump yang memecat Gubernur The Fed, Lisa Cook. Euro menguat 0,22% ke $1,1647, pound sterling naik 0,2% ke $1,3481, sementara yen Jepang dan franc Swiss juga mencatatkan penguatan masing-masing 0,27% dan 0,28% terhadap dollar. Indeks dollar turun 0,28% ke level 98,19.
Langkah Trump ini menimbulkan kekhawatiran baru terhadap independensi bank sentral, meski reaksi pasar masih terbatas. Investor menilai arah kebijakan The Fed berpotensi lebih dovish, terutama setelah Powell memberi sinyal pemangkasan suku bunga pada pertemuan bulan depan. Saat ini, pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga September mencapai 85%.
Emas Menguat ke Level Tertinggi Dua Pekan
Harga emas naik ke puncak lebih dari dua minggu, didukung permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian kebijakan The Fed. Emas spot naik 0,5% menjadi $3.382,19 per troy ounce, sementara emas berjangka AS untuk Desember ditutup 0,5% lebih tinggi di $3.433.
Kabar pemecatan pejabat The Fed oleh Trump memperkuat keraguan investor atas stabilitas kebijakan moneter AS, sehingga mendongkrak minat terhadap emas. Ekspektasi pemangkasan suku bunga juga menambah dorongan bagi logam mulia ini.
Pasar Saham Global Relatif Stabil
Wall Street ditutup menguat, dengan Dow Jones naik 135,60 poin atau 0,30% ke 45.418,07. S&P 500 menguat 0,41% ke 6.465,94, sementara Nasdaq naik 0,44% ke 21.544,27. Investor kini menunggu laporan Nvidia dan data inflasi PCE AS yang menjadi acuan utama The Fed.
Sebaliknya, bursa Eropa tertekan, dipimpin penurunan CAC 40 Prancis yang melemah lebih dari 1% akibat ketidakpastian politik. Obligasi pemerintah Prancis juga terjual, mendorong imbal hasil 10 tahun ke level tertinggi sejak Maret di 3,53%.
Minyak Tergelincir 2% di Tengah Ketidakpastian
Harga minyak mentah terkoreksi sekitar 2% setelah reli pada sesi sebelumnya. Brent turun 2,3% menjadi $67,22 per barel, sedangkan WTI melemah 2,4% ke $63,25. Tekanan harga datang dari ketidakpastian geopolitik akibat perang Ukraina, sanksi terhadap Rusia, serta kekhawatiran tarif perdagangan AS.
Meski demikian, risiko pasokan tetap menjadi faktor pendukung, mengingat serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia serta potensi sanksi baru dari AS yang dapat menekan ekspor minyak Moskow.
Prospek harga Emas Rabu | 27 Agustus 2025
Pergerakan emas di time frame H4 saat ini menunjukkan tren bullish setelah berhasil menembus area resistance di sekitar 3.374, dengan potensi melanjutkan kenaikan menuju resistance berikutnya di 3.404, 3.420, hingga 3.434.
Indikator RSI berada di level 66 yang masih memberi ruang untuk penguatan sebelum memasuki area overbought. Selama harga tetap bertahan di atas support 3.367 dan 3.358, outlook jangka pendek cenderung positif dengan peluang penguatan lebih lanjut.
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.404 R2 3.420 R3 3.434
S1 3.379 S2 3.367 S3 3.358
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.380 |
| Profit Target Level | 3.400 |
| Stop Loss Level | 3.365 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.404 |
| Profit Target Level | 3.380 |
| Stop Loss Level | 3.420 |
Prospek harga US Oil Rabu | 27 Agustus 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sempat mengalami koreksi setelah kenaikan tajam, namun saat ini terlihat mencoba bertahan di atas area support 62,99. Selama harga tidak menembus ke bawah support 62,50 dan 61,96, peluang rebound masih terbuka dengan target kenaikan menuju resistance 64,23 dan 65,10, bahkan berpotensi ke 65.80 jika momentum penguatan berlanjut.
Indikator RSI berada di sekitar level 47 yang menunjukkan kondisi netral, sehingga arah pergerakan selanjutnya akan bergantung pada reaksi harga terhadap support terdekat.
US Oil INTRADAY AREA
R1 64,23 R2 65,10 R3 65,80
S1 62,99 S2 62,50 S3 61,96
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 63,10 |
| Profit Target Level | 64,20 |
| Stop Loss Level | 62,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 64,20 |
| Profit Target Level | 63,20 |
| Stop Loss Level | 64,60 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disiniGRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Pergerakan emas di time frame H4 terlihat harga berhasil menembus garis trendline turun dan juga melewati SMA 50, menandakan potensi perubahan arah ke bullish. Saat ini harga bergerak sideways dalam area 3.358-3.379. Jika harga mampu bertahan di atas level support terdekat tersebut, ada peluang kenaikan lanjutan menuju resistance berikutnya di 3.379 dan 3.391, bahkan terbuka ruang ke area 3.404.
Pergerakan US OIL pada time frame H4 menunjukkan harga berhasil menembus garis trendline turun dan bergerak di atas SMA 50. Kondisi ini menandakan potensi pembalikan arah ke bullish. Saat ini harga tertahan di area resistance 65,10. Jika mampu menembus level tersebut, peluang kenaikan ke resistance berikutnya di 66,37 hingga 67,73 terbuka lebar.
Pergerakan emas di time frame H4 terlihat harga saat ini berhasil menembus trendline turun dan juga bergerak di atas SMA 50, mengindikasikan potensi perubahan arah menuju bullish. Level support terdekat berada di area 3.358 – 3.348, sementara resistance kuat ada di 3.379 dan 3.391, dengan target lanjutan di 3.404 jika momentum beli berlanjut.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga saat ini bergerak mendekati resistance kunci di area 64,08. Selama level ini belum berhasil ditembus, terdapat potensi tekanan jual yang bisa mendorong harga terkoreksi ke support 62,99.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 cenderung bearish, dengan level pivot di 3.341. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan diperkirakan masih berlanjut menuju area support di kisaran 3.320–3.300.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 3.311. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan berlanjut dengan target terdekat di resistance 3.335, kemudian 3.345 hingga 3.358.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 3.350. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan diperkirakan berlanjut untuk menguji area support di 3.332–3.315.
Pergerakan emas terlihat harga saat ini bergerak sideways , menandakan fase konsolidasi setelah tekanan jual sebelumnya. Posisi harga masih berada di bawah SMA 50, sehingga bias jangka menengah cenderung lemah. Area supply terdekat berada di kisaran 3.370 –3.380, dan selama zona ini belum berhasil ditembus, potensi kenaikan masih terbatas. Jika breakout ke atas 3,380, target berikutnya mengarah ke 3.405.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga masih bergerak di bawah SMA 50 dengan kecenderungan tren menurun. RSI berada di kisaran 39.22, menunjukkan momentum bearish yang masih dominan meskipun ada peluang teknikal rebound jangka pendek. Area resistance terdekat berada di 64,56, diikuti 65,44 dan 66,69.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 3.365. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target awal di support 3.340. Jika support ini ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju area support berikutnya di 3.322 hingga 3.302.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga emas di time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di US$3.380. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target support terdekat di US$3.350. Penembusan di bawah support ini dapat membuka ruang penurunan lebih dalam menuju area US$3.340–US$3.322.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat bergerak dalam channel naik setelah berhasil menembus area resistance 3.374 dan 3.390 (yang saat ini menjadi area support), dengan dukungan SMA 50 yang kini mulai melengkung ke atas. RSI berada di kisaran 68, mendekati area overbought, yang mengindikasikan potensi koreksi jangka pendek sebelum melanjutkan kenaikan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat berada dalam tren turun yang dibatasi oleh channel menurun, dengan harga bergerak di bawah SMA 50 yang mengarah ke bawah. RSI berada di kisaran 32,41, mendekati area oversold, yang membuka peluang terjadinya rebound jangka pendek.
