Pasar Global Tertekan oleh Kejatuhan Logam Mulia di Awal Pekan
Pasar global tertekan oleh kejatuhan logam mulia pada perdagangan awal pekan, di tengah reli dolar AS dan meningkatnya kehati-hatian investor. Indeks saham global MSCI turun 0,05% ke level 1.043,77, meskipun bursa saham AS mampu berbalik menguat di akhir sesi.
Tekanan pasar muncul menjelang padatnya agenda laporan keuangan emiten besar, pertemuan bank sentral, serta rilis data ekonomi utama dari Amerika Serikat.
Perak dan Emas Anjlok Tajam dari Level Tertinggi
Harga perak mengalami koreksi tajam setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi. Perak turun 5,56% ke level USD 79,92 per ons, setelah sempat anjlok hingga USD 71,33. Dalam dua hari perdagangan, perak telah kehilangan sekitar 27%, mencatat penurunan dua hari terbesar sejak era 1980-an.
Tekanan pada perak diperparah oleh likuidasi posisi di pasar berjangka serta kenaikan margin kontrak oleh CME Group, yang memicu aksi jual lanjutan.
Emas spot juga bergerak turun signifikan. Harga emas melemah 3,85% ke level USD 4.676,28 per ons, setelah pada Jumat sebelumnya anjlok hampir 10%. Koreksi tajam ini menegaskan bahwa pasar global tertekan oleh kejatuhan logam mulia, terutama setelah reli ekstrem dalam waktu singkat.
Wall Street Menguat, S&P 500 Hentikan Tren Penurunan
Bursa saham AS menutup perdagangan di zona hijau. Dow Jones Industrial Average melonjak 515,19 poin atau 1,05% ke level 49.407,66. S&P 500 naik 37,41 poin atau 0,54% ke posisi 6.976,44, sementara Nasdaq Composite menguat 130,29 poin atau 0,56% ke level 23.592,11.
Penguatan ini menghentikan tren penurunan tiga sesi beruntun di S&P 500, didukung sentimen positif dari sektor kecerdasan buatan dan data ekonomi AS yang solid.
Data Manufaktur AS Dorong Sentimen Risiko
Data terbaru menunjukkan aktivitas manufaktur AS tumbuh pada Januari untuk pertama kalinya dalam satu tahun. Pesanan baru meningkat tajam, mencerminkan perbaikan permintaan domestik.
Namun, kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan harga bahan baku dan memberi tekanan pada rantai pasok, sehingga pelaku pasar tetap berhati-hati dalam mengambil risiko.
Bursa Eropa Menguat, Investor Fokus Laporan Keuangan
Di Eropa, indeks STOXX 600 ditutup naik 1,03%, didorong oleh penguatan sektor keuangan dan kesehatan. Sekitar 30% konstituen indeks tersebut dijadwalkan merilis laporan keuangan pekan ini, sehingga volatilitas diperkirakan meningkat.
Dolar AS Menguat, Euro dan Yen Melemah
Di pasar mata uang, dolar AS menguat secara luas. Indeks dolar naik 0,37% ke level 97,59. Euro melemah 0,47% ke USD 1,1792, sementara dolar AS menguat 0,52% terhadap yen Jepang ke level 155,57.
Penguatan dolar terjadi seiring aksi jual logam mulia dan penilaian ulang prospek suku bunga AS, terutama setelah Presiden Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve.
Harga Minyak Anjlok Lebih dari 4%
Harga minyak mentah turun tajam di tengah harapan meredanya ketegangan geopolitik. Minyak mentah AS (WTI) merosot 4,71% atau USD 3,07 ke level USD 62,14 per barel. Minyak Brent turun 4,36% atau USD 3,02 ke posisi USD 66,30 per barel.
Penurunan harga dipicu oleh penguatan dolar AS, proyeksi cuaca yang lebih moderat, serta pernyataan Presiden Donald Trump mengenai dimulainya kembali pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran.
Imbal Hasil Obligasi AS Naik Ikuti Ekspektasi Kebijakan
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS bergerak naik. Yield obligasi 10 tahun naik 4 basis poin ke level 4,281%. Yield tenor 30 tahun naik 4,2 basis poin ke 4,9138%, sementara yield obligasi 2 tahun naik 4,9 basis poin ke level 3,576%.
Kenaikan yield mencerminkan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve di tengah dinamika politik dan ekonomi terbaru.
Prospek Harga Emas Selasa | 03 Februari 2026
Pergerakan XAUUSD pada timeframe H4 masih mencerminkan struktur bearish setelah koreksi tajam yang mendorong harga membentuk low baru di area 4.409. Dari level tersebut, harga berhasil rebound dan menembus area Fibonacci 23,6% di 4.690, sehingga level ini kini beralih fungsi menjadi support jangka pendek. Meski demikian, penguatan masih bersifat korektif karena harga gagal melanjutkan kenaikan dan tertahan di area resistance Fibonacci 38,2% di 4.863, dengan hambatan lanjutan di 5.004 yang merupakan Fibonacci 50% dan berdekatan dengan SMA 50 yang masih menurun.
Selama harga tetap bergerak di bawah zona resistance tersebut, tekanan bearish tetap dominan dan membuka peluang penurunan kembali menuju support 4.690, dengan risiko lanjutan ke 4.596 hingga 4.409. RSI 14 yang masih berada di bawah level netral mengonfirmasi bahwa momentum rebound belum cukup kuat untuk membalikkan arah tren utama.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.863 R2 5.004 R3 5.143
S1 4.690 S2 4.596 S3 4.409
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.700 |
| Profit Target Level | 4.800 |
| Stop Loss Level | 4.680 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.800 |
| Profit Target Level | 4.710 |
| Stop Loss Level | 4.865 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 03 Februari 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan harga mulai kehilangan momentum bullish setelah reli kuat dan gagal bertahan di atas resistance 64,68. Tekanan jual mendorong harga turun kembali ke bawah 63,58 dan saat ini bergerak di sekitar 62,57 yang berdekatan dengan SMA 50. Kondisi ini mencerminkan fase konsolidasi dengan bias melemah.
Selama harga tetap tertahan di bawah zona resistance 63,58 hingga 64,68, risiko koreksi lanjutan masih terbuka. Area 60,10 menjadi support kunci terdekat, diikuti support berikutnya di 58,90. RSI 14 berada di sekitar level 44 dan menunjukkan momentum netral ke bearish. Kondisi ini membuka peluang penurunan lanjutan jika tekanan jual kembali meningkat.
US Oil INTRADAY AREA
R1 62,57 R2 63,58 R3 64,68
S1 60,10 S2 58,90 S3 57,60
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 60,20 |
| Profit Target Level | 61,20 |
| Stop Loss Level | 59,90 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 62,00 |
| Profit Target Level | 60,50 |
| Stop Loss Level | 62,60 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Harga emas sebelumnya bergerak dalam tren naik dan mencetak ATH di 5.597, sebelum tekanan jual yang kuat mendorong harga terkoreksi tajam hingga membentuk swing low di 4.680. Penurunan ini mengubah struktur jangka pendek menjadi korektif bearish, sehingga Fibonacci retracement ditarik dari 5.597 ke 4.680 untuk mengidentifikasi area pantulan harga. Support utama berada di 4.680, dengan support lanjutan di 4.620 dan 4.536 yang menjadi area krusial jika tekanan jual berlanjut.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren naik, meskipun saat ini sedang mengalami koreksi jangka pendek setelah gagal menembus resistance kuat di 66,39. Harga saat ini bergerak mendekati SMA 50 yang berfungsi sebagai support dinamis, sehingga area ini menjadi penentu apakah tren naik masih dapat dipertahankan. Sementara itu, RSI 14 berada di sekitar level 50, mencerminkan kondisi netral dan menandakan momentum bullish mulai melemah namun belum sepenuhnya berbalik bearish.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai pergerakan harga emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish, dengan level pivot di 5.370. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun berpeluang berlanjut menuju area support 5.000, kemudian 4.900, hingga 4.810.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish. Harga bertahan di atas SMA 50 meski sempat terkoreksi tajam dari area puncak. Penurunan harga tertahan di area 5.100 yang kini berfungsi sebagai support kunci. Struktur higher low masih terjaga.
Pergerakan WTI pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish, dengan harga bergerak di atas SMA utama dan struktur kenaikan tetap terjaga. Resistance terdekat berada di level 66,39, yang saat ini menjadi area penahan laju kenaikan. Jika level ini gagal ditembus, harga berpotensi mengalami koreksi untuk menguji area support 64,26 hingga 63,30.
Pergerakan XAUUSD pada time frame H1 masih menunjukkan tren bullish yang kuat, terlihat dari struktur higher high dan higher low yang tetap terjaga di atas garis tren naik serta SMA yang terus mengarah ke atas. Harga saat ini bergerak di area atas dan membentuk gap di sekitar zona 5.425–5.376 yang berpotensi menjadi area konsolidasi jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan momentum bullish yang masih terjaga setelah harga berhasil menembus area resistance dan bergerak stabil di atas SMA 50, yang kini mulai mengarah naik. Kenaikan terakhir membawa harga mendekati area resistance 64,08, sehingga potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka untuk menguji kembali area support di 62,85 hingga 62,18.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish dengan level pivot di 5.220. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 5.330, kemudian 5.380, hingga 5.430.
Pada timeframe H4, harga emas masih bergerak dalam tren naik yang solid, ditopang oleh posisi harga yang konsisten berada di atas garis SMA 50. Harga saat ini bertahan di atas pivot point di area 5.125, yang menjaga bias bullish tetap dominan. Selama area ini mampu dipertahankan, emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance terdekat di 5.236, kemudian R2 di 5.299 hingga R3 di 5.410.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga kembali bergerak di atas SMA 50. Harga juga mampu bertahan di atas pivot point di area 61,67. Selama level ini dipertahankan, peluang kenaikan masih terbuka menuju resistance di 63,26. Target kenaikan berikutnya berada di R2 64,13 dan R3 65,72.
Pergerakan harga emas pada timeframe H4 masih dalam tren naik yang solid setelah berhasil menembus area psikologis 5.000 dan melanjutkan reli hingga mencetak high di sekitar 5.110. Struktur harga menunjukkan pullback sehat yang bertahan di atas area 5.000, yang kini berperan sebagai support terdekat sekaligus area retest setelah breakout.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih dalam fase konsolidasi bullish setelah reli dari area 56,00 dan kini bertahan di atas zona support psikologis 60,00. Struktur harga menunjukkan pullback terbatas yang tertahan di area 60,00–59,40, sejalan dengan posisi harga yang masih berada di atas SMA 50, sehingga bias naik tetap terjaga.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan gold pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 5.030. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 5.140, kemudian 5.170 hingga 5.220.
Pada grafik H4, tren emas masih bergerak bullish dengan struktur higher high dan higher low yang terjaga, didukung oleh posisi harga yang tetap berada di atas SMA 50. Penembusan area resistance 4.967 membuka ruang lanjutan kenaikan menuju target FE 61,8 di sekitar 5.032, dengan potensi ekstensi ke FE 100,0 di area 5.111 jika momentum tetap kuat.
Pergerakan US Oil di time frame H4, harga menunjukkan struktur pemulihan yang cenderung bullish setelah reli dari area bawah, dengan pergerakan yang kini berada di atas SMA 50 sebagai indikasi awal penguatan tren. Meski demikian, area resistance 61,20 masih menjadi penghalang utama sehingga pergerakan saat ini lebih berpotensi diwarnai konsolidasi atau koreksi terbatas menuju area support 60,00–59,40 yang berdekatan dengan SMA 50.
