Market Summary
Peluang Trading Emas menjelang Data ADP kembali terbuka ketika harga emas bergerak stabil di akhir sesi Asia. Investor menunggu rilis serangkaian data ekonomi AS yang bisa menentukan arah kebijakan moneter Federal Reserve. Fokus pasar tertuju pada laporan tenaga kerja ADP serta indeks PCE yang menjadi acuan inflasi bagi bank sentral AS.
Harga emas spot bertahan di sekitar $4.205 per ons setelah penurunan lebih dari 1% pada sesi sebelumnya. Kontrak berjangka emas AS juga naik tipis. Sentimen pasar menunjukkan bahwa pelaku pasar tetap berminat pada emas karena prospek pemangkasan suku bunga semakin kuat.
Ekspektasi Penurunan Suku Bunga Mendorong Minat Emas
Peluang Trading Emas menjelang Data ADP semakin menarik karena pasar menilai peluang pemangkasan suku bunga pada minggu depan mencapai lebih dari 80% menurut alat FedWatch dari CME. Data AS terbaru menunjukkan perlambatan kecil dalam aktivitas ekonomi sehingga memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan pada pertemuan The Fed 9–10 Desember.
Komentar pelaku pasar menegaskan bahwa investor menunggu bukti pelemahan ekonomi tambahan sebagai sinyal kuat bagi The Fed untuk mulai menurunkan biaya pinjaman. Dalam kondisi suku bunga yang lebih rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung tampil lebih baik.
Pengaruh Likuiditas Pasar dan Data Ekonomi Pekan Ini
Meski harga emas bergerak stabil, pasar global menilai belum ada katalis baru sebelum rilis data penting pekan ini. Likuiditas yang lebih tinggi di sesi Eropa dan AS biasanya meredam volatilitas yang muncul pada awal sesi Asia. Inilah alasan pergerakan harga emas terlihat terbatas sebelum data ADP dan PCE muncul.
Selain itu, pelemahan dolar AS akibat spekulasi adanya pengganti Ketua The Fed Jerome Powell yang lebih dovish menambah dukungan bagi emas. Ketegangan geopolitik yang terus berlangsung, terutama konflik Rusia–Ukraina, juga mengangkat permintaan aset aman tersebut.
Menanti Data ADP dan PCE sebagai Penentu Arah
Pasar kini menunggu laporan tenaga kerja ADP, ISM Services PMI, dan terutama indeks PCE yang akan dirilis Jumat. Data-data ini menjadi penentu lanjutan bagi trader emas untuk mengambil posisi agresif. Jika data menunjukkan pelemahan yang konsisten, peluang kenaikan emas bisa semakin besar.
Dengan latar belakang ekspektasi pemangkasan suku bunga, ketegangan geopolitik, dan pelemahan dolar, peluang trading emas menjelang data ADP berada di fase yang semakin menarik untuk dicermati.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa emas masih bergerak bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 4.193. Selama harga bertahan di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance 4.229–4.264.
Sebagai skenario alternatif, jika harga turun menembus 4.193, potensi pelemahan dapat berlanjut hingga menguji support 4.180–4.160.
Resistance 1: 4.229 Resistance 2: 4.243 Resistance 3: 4.264
Support1: 4.193 Support 2: 4.180 Support 3: 4.160
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Harga emas bergerak stabil di atas SMA 50 pada time frame H4, menunjukkan bahwa struktur tren masih cenderung bullish. Penurunan sebelumnya tertahan di area support 4.182–4.162, yang kini menjadi zona penahan koreksi jangka pendek. Selama harga bertahan di atas zona tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance 4.265 terlebih dahulu.
Harga US Oil kembali melemah setelah gagal bertahan di atas SMA 50 pada time frame H4 dan tertahan oleh trendline turun yang masih mendominasi pergerakan sejak Oktober. Area 59,37 kini menjadi resistance terdekat yang menahan kenaikan, sedangkan dua resistance lain berada di 59,95 dan 60,20 hingga 60,54. Selama harga bergerak di bawah trendline turun tersebut, potensi tekanan jual tetap lebih besar dan penurunan menuju support 58,23 dapat berlanjut.
Harga emas pada time frame H4 masih berada dalam tren naik selama tetap bertahan di atas SMA 50, meski saat ini harga mengalami penolakan dari resistance 4.265. Area support terdekat berada di 4.205, dan penembusan level tersebut dapat memicu tekanan jual menuju 4.182 hingga 4.162.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan pemulihan setelah bertahan di atas area support 58,77, yang juga bertepatan dengan posisi SMA 50 sehingga memperkuat area tersebut sebagai penahan tekanan jual. Harga kini menguji resistance 60,07 dan masih berada di bawah descending trendline, sehingga kenaikan berpotensi tertahan apabila tidak mampu menembus garis tren tersebut.
Pergerakan emas di time frame H4 masih berada dalam trend bullish karena harga bergerak stabil di atas SMA 50. Saat ini, emas sedang berkonsolidasi tipis di area 4.137–4.174. Penembusan di atas 4.174 berpotensi mendorong kenaikan menuju resistance berikutnya di 4.211–4.245.
Pergerakan US Oil di time frame H4 menunjukkan upaya pemulihan karena harga mulai bergerak di atas SMA 50. Namun kenaikan ini masih tertahan oleh resistance 59,25 yang menjadi hambatan awal untuk melanjutkan momentum bullish. Jika US Oil mampu menembus 59,25, peluang kenaikan dapat berlanjut menuju resistance 60,07 hingga 60,82. Sebaliknya, kegagalan menembus 59,25 dapat memicu tekanan korektif kembali ke area 58,00, dengan support utama di 57,41.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan kenaikan stabil setelah menembus area konsolidasi, dan kini berada di atas SMA 50 sehingga momentum bullish tetap terjaga. RSI berada di kisaran 63 yang mengindikasikan kekuatan beli masih dominan tanpa masuk area overbought.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 terlihat mencoba rebound setelah menyentuh area support 57,41, namun pergerakannya masih tertahan oleh SMA 50 yang menunjukkan tren jangka menengah masih cenderung bearish. Selama harga belum mampu menembus area 59,25, tekanan jual tetap berpotensi muncul kembali dan mengarahkan harga turun ke 57,41 bahkan 56,65.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat stabil di atas area support 4.111 dan tetap berada di atas garis SMA 50, menandakan bias bullish yang masih dominan. Selama harga bertahan di atas support tersebut, peluang kenaikan menuju resistance 4.159 tetap terbuka, dan jika level itu ditembus, momentum bullish berpotensi mendorong harga ke zona 4.185 hingga 4.211.
Harga US Oil pada time frame H4 mencoba bangkit dari support 57,41 setelah terbentuk pola bullish divergence pada RSI, yang memberikan peluang terjadinya rebound jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas 57,41, kenaikan dapat berlanjut menuju resistance 59,25, dan jika level tersebut ditembus, ruang penguatan lebih jauh terbuka menuju 60,07 hingga 60,82.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 4.107. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka. Target resistance berada di 4.155, lalu 4.185, dan selanjutnya 4.210.
Pergerakan emas di time frame mulai menunjukkan momentum bullish setelah berhasil menembus area resistance 4.111, yang saat ini bertindak sebagai support terdekatnya dan bergerak di atas garis SMA 50. Struktur candle yang menembus konsolidasi menunjukkan potensi berlanjutnya kenaikan menuju resistance berikutnya di 4.159, lalu hingga 4.185 jika momentum bertahan.
Harga US Oil saat ini sedang melakukan pullback menuju area kritis di 59,25, yang menjadi zona penting karena bertepatan dengan posisi SMA 50 sebagai dynamic resistance. Selama harga masih tertahan di bawah level ini, struktur utama tetap bearish dan US Oil berisiko kembali melemah menuju 58,12 lalu 57,41 hingga 56,65.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat emas di time frame H4 masih bergerak dalam bias bullish dengan level pivot di 4.036. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance terdekat di 4.085. Jika resistance ini ditembus, penguatan berpotensi berlanjut menuju area 4.110–4.130.
Pergerakan emas pada grafik H4 terlihat bergerak mendatar di sekitar 4.085 dengan SMA 50 yang kini berada sedikit di atas harga dan berfungsi sebagai resistance dinamis. Selama harga tetap tertahan di bawah area 4.111–4.132, tekanan bearish masih dominan dan penurunan dapat kembali menguji support 4.055 lalu 4.029, dengan area 3.997 sebagai support kuat berikutnya.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 bergerak di area 59,43 dan masih berada di bawah garis tren menurun serta SMA 50 yang berfungsi sebagai resistance dinamis. Selama harga tertahan di bawah zona 59,99 dan gagal menembus trenline turun, tekanan bearish cenderung dominan dan penurunan dapat berlanjut untuk menguji support 58,67 lalu 58,12, bahkan menuju 57,67 jika tekanan jual semakin kuat.
